Jurnal Citra Pendidikan (JCP) http://jurnalilmiahcitrabakti. id/jil/index. hp/jcp/index Volume 5 Nomor 4 Tahun 2025 ISSN 2775-1589 Hal. PERAN DUKUNGAN GURU SEBAGAI KUNCI MENGURANGI KECEMASAN BERBICARA SISWA DALAM KELAS BAHASA INGGRIS Gustiya Gandha Metri Pendidikan Buddha Anak Usia Dini Institut Nalanda Jakarta gustiyagandhametri@nalanda. Abstrak Sejarah Artikel Penelitian ini mengkaji secara sistematis peran dukungan guru dalam Diterima:29-09-2025 mengatasi kecemasan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa Direview:22-10-2025 Inggris (EFL) melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Disetujui:31-10-2025 SLR dilakukan dengan menganalisis 42 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2015-2024 dari basis data Scopus. Web of Science, dan Kata Kunci ERIC. Proses seleksi studi mengikuti pedoman PRISMA. Hasil sintesis Dukungan tematik mengidentifikasi empat peran utama dukungan guru: . kecemasan berbicara, penciptaan lingkungan kelas yang aman dan suportif. penggunaan Pembelajaran Bahasa strategi pengajaran yang berpusat pada siswa. pemberian umpan balik Inggris. Systematic yang konstruktif dan membangun. pengembangan hubungan Literature Review. positif guru-siswa. Temuan ini sejalan dengan Hipotesis Filter Afektif Krashen yang menunjukkan bagaimana dukungan guru menurunkan hambatan emosional, serta teori Psikologi Pembelajar Bahasa Dornyei dan Ryan yang menekankan pentingnya lingkungan positif untuk motivasi dan self-efficacy. Secara implikasi, guru perlu secara sadar mengadopsi strategi pedagogis dan psikologis untuk memitigasi kecemasan berbicara siswa, yang pada gilirannya meningkatkan partisipasi dan performa lisan. Penelitian ini memberikan landasan bagi pengembangan praktik pengajaran yang lebih responsif dan berpusat pada siswa. Abstract This study systematically investigates the role of teacher support in Article History overcoming students' speaking anxiety in English as a Foreign Language Received:29-09-2025J (EFL) learning through a Systematic Literature Review (SLR) approach. Reviewed:22-10-2025 The SLR analyzed 42 scholarly articles published between 2015 and 2024 Published:31-10-2025 from Scopus. Web of Science, and ERIC databases. The study selection process adhered to PRISMA guidelines. Thematic synthesis of the findings Key Words identified four primary roles of teacher support: . creating a safe and Teacher supportive classroom environment. employing student-centered speaking teaching strategies. providing constructive and encouraging feedback. English and . developing positive teacher-student relationships. These findings learning. Systematic align with Krashen's Affective Filter Hypothesis, indicating how teacher Literature Review. support lowers emotional barriers, and Dyrnyei and Ryan's Psychology of the Language Learner theory, which emphasizes the importance of a positive environment for motivation and self-efficacy. The implications suggest that teachers should consciously adopt both pedagogical and psychological strategies to mitigate students' speaking anxiety, which, in turn, enhances their participation and oral performance. This research provides a foundation for developing more responsive and studentcentered English language teaching practices. https://doi. org/10. 38048/jcp. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 80 PENDAHULUAN Keterampilan berbicara . peaking skil. merupakan salah satu kompetensi kunci dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Kemampuan untuk berkomunikasi secara lisan dengan lancar dan percaya diri menjadi indikator penting keberhasilan pembelajaran bahasa. Namun, dalam praktiknya, banyak pembelajar bahasa Inggris, khususnya di lingkungan non-penutur asli seperti Indonesia, seringkali mengalami hambatan signifikan dalam mengembangkan keterampilan berbicara mereka. Salah satu hambatan utama yang sering muncul adalah kecemasan berbicara . peaking anxiet. Kecemasan berbicara merupakan fenomena umum yang kerap dialami siswa, terutama dalam konteks pembelajaran bahasa asing seperti bahasa Inggris (Alrabai, 2. Kecemasan ini bukan sekadar gugup biasa, melainkan suatu kondisi psikologis yang dapat menghambat partisipasi aktif siswa, menurunkan motivasi, dan pada akhirnya memengaruhi kinerja berbicara mereka secara keseluruhan. Fenomena kecemasan berbicara telah banyak didokumentasikan dalam literatur pendidikan bahasa, menunjukkan bahwa kondisi ini bersifat multifaktorial, meliputi faktor individu . eperti tingkat kepercayaan diri dan pengalaman sebelumny. , faktor linguistik . ekurangan kosakata atau tata bahas. , dan faktor kontekstual . ekanan dari teman sebaya atau evaluasi gur. Dampak kecemasan berbicara tidak hanya terbatas pada performa lisan siswa yang menurun, tetapi juga dapat menghambat partisipasi aktif, motivasi belajar, dan pada akhirnya, pencapaian akademik mereka dalam pembelajaran bahasa Inggris (AlSarmi, 2. Mengingat pentingnya kemampuan berbicara sebagai salah satu pilar utama dalam penguasaan bahasa, permasalahan kecemasan ini perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak, khususnya guru. Dukungan guru dalam memitigasi kecemasan ini belum sepenuhnya dieksplorasi secara mendalam, khususnya dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia. Padahal, guru adalah figur sentral yang berinteraksi langsung dengan siswa di kelas dan memiliki potensi besar untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan suportif. Peran guru sebagai fasilitator pembelajaran tidak hanya sebatas menyampaikan materi, melainkan juga menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan suportif (Khajloo, 2. Dalam mengatasi kecemasan berbicara siswa, dukungan guru memiliki posisi Dukungan ini dapat diwujudkan melalui strategi pedagogis yang efektif, seperti menciptakan atmosfer kelas yang aman dan bebas penilaian, memberikan umpan balik yang konstruktif dan membangun, serta menerapkan berbagai teknik pengajaran yang mendorong siswa untuk berani berekspresi (Truitt, 2. Selain itu, aspek psikologis dari dukungan guru, seperti empati, pemahaman terhadap perasaan siswa, dan upaya membangun kepercayaan diri, juga sangat berperan dalam membantu siswa mengatasi rintangan internal mereka (Pishghadam & Zabihi, 2. Berbagai strategi pengajaran telah Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 81 dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan berbicara, mulai dari pendekatan komunikatif, pembelajaran berbasis tugas, hingga pemanfaatan teknologi. Namun, keberhasilan implementasi strategi-strategi tersebut seringkali bergantung pada seberapa aman dan nyaman siswa merasa untuk berpartisipasi. Di sinilah dukungan guru menjadi Guru yang mampu memahami, mengidentifikasi, dan merespons kecemasan siswa dapat memainkan peran transformatif dalam membantu mereka mengatasi hambatan psikologis ini. Dukungan guru bisa berupa pemberian umpan balik yang konstruktif, penciptaan suasana kelas yang tidak menghakimi, dorongan positif, atau bahkan penggunaan teknik relaksasi sederhana. Meskipun berbagai penelitian telah mengkonfirmasi pentingnya dukungan guru, masih terdapat kesenjangan penelitian . esearch ga. yang perlu diisi. Sebagian besar studi terdahulu berfokus pada konteks pendidikan di negara-negara Barat atau non-Asia. Studistudi tersebut seringkali tidak secara spesifik membahas bagaimana dukungan guru dapat diterapkan secara efektif dalam konteks budaya yang unik, seperti di Indonesia. lingkungan kita, khususnya Indonesia siswa mungkin cenderung lebih pasif atau takut membuat kesalahan di depan teman sebaya, peran dukungan guru menjadi lebih kompleks dan perlu dikaji secara mendalam. Berdasarkan hal tersebut maka, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran dukungan guru dalam mengatasi kecemasan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Dengan memahami bagaimana dukungan guru dapat mempengaruhi tingkat kecemasan siswa dan pada gilirannya dapat meningkatkan partisipasi serta kinerja berbicara mereka, sehingga diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan praktik pengajaran bahasa Inggris yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan psikologis siswa. Temuan dari penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi landasan bagi para pendidik dan pengembang kurikulum untuk merancang intervensi yang lebih tepat sasaran dalam upaya mengurangi kecemasan berbicara siswa, sehingga mereka dapat mencapai potensi maksimal dalam penguasaan keterampilan berbahasa Inggris lisan. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan untuk mengkaji peran dukungan guru dalam mengatasi kecemasan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris yaitu dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode Systematic Literature Review (SLR) merupakan pendekatan penelitian yang sistematis, eksplisit, dan reproduktif untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menginterpretasikan semua penelitian yang relevan tentang suatu topik, pertanyaan penelitian, atau fenomena yang menarik (Kitchenham & Charters, 2007, dikutip dalam Okoli, 2. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan gambaran yang komprehensif dan tidak bias tentang bukti yang tersedia mengenai suatu Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 82 topik, meminimalkan bias peneliti, dan memungkinkan replikasi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan faktor kecemasan berdasarkan konteks budaya, latar belakang pendidikan, dan tingkat kemahiran bahasa Inggris (Putri & Ariati, 2. Pecarian literature dilakukan melalui basis data akademik seperti Google Scholar. JSTOR. DOAJ, dan Scopus dengan kata kunci yang relevan (Dewi, 2. Pencarian ini mencakup artikel yang diterbitkan dalam bahasa inggris dan bahasa Indonesia dalam rentang waktu 2015-2024, selain itu pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan semua artikel yang relevan dengan topic penelitian dengan menggunakan aplikasi Mendeley (Fauzan,2. Penelitian dengan metode Systematic Literature Review (SLR) menawarkan berbagai manfaat signifikan, terutama dalam bidang pendidikan dan ilmu sosial yang memiliki banyak literatur. Dengan pendekatan SLR dirancang untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis semua bukti yang relevan secara sistematis dan eksplisit. Hal ini dapat meminimalkan bias peneliti dalam pemilihan studi, sehingga hasil yang diperoleh lebih objektif dan representatif dari literatur yang ada (Gough et al. , 2. Selain itu setiap langkah dalam SLR, mulai dari perumusan pertanyaan, strategi pencarian, kriteria inklusi/eksklusi, hingga ekstraksi dan sintesis data, didokumentasikan secara rinci. Hal ini membuat penelitian menjadi sangat transparan dan memungkinkan peneliti lain untuk mereplikasi studi tersebut, memverifikasi hasilnya, atau memperbarui tinjauan di masa depan (Moher et al. , 2015. Page et al. , 2. Berdasarkan hal tersebut maka. SLR menjadi metode yang sangat berharga untuk memahami secara mendalam suatu fenomena, seperti peran dukungan guru dalam mengatasi kecemasan berbicara siswa, dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap bidang ilmu pengetahuan. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini menyajikan hasil sintesis dari literatur yang ditinjau secara sistematis mengenai peran dukungan guru dalam mengatasi kecemasan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris, diikuti dengan pembahasan mendalam mengenai implikasi temuan-temuan tersebut. Hasil 1 Proses Seleksi Studi Proses seleksi studi dilakukan secara sistematis mengikuti pedoman PRISMA (Page et al. , 2. Pencarian awal di tiga basis data utama Scopus. Web of Science, dan ERIC menggunakan kombinasi kata kunci yang telah ditentukan . isalnya, "teacher support", "speaking anxiety", "EFL", "English language learning") mengidentifikasi total 1. 850 artikel. Setelah penghapusan duplikasi, 1. 280 artikel unik disaring berdasarkan judul dan abstrak. Tahap skrining ini menghasilkan 180 artikel yang berpotensi relevan. Selanjutnya, peninjauan teks lengkap terhadap 180 artikel Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 83 ini dilakukan secara independen oleh peneliti, yang menghasilkan 42 studi yang memenuhi semua kriteria inklusi dan akhirnya disertakan dalam tinjauan ini. Studistudi yang dikecualikan pada tahap teks lengkap umumnya karena tidak secara eksplisit membahas dukungan guru, tidak berfokus pada kecemasan berbicara, atau tidak dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris. 2 Karakteristik Studi yang Disertakan Dari 42 studi yang disertakan, mayoritas . ekitar 60%) menggunakan pendekatan kuantitatif, terutama survei dengan kuesioner untuk mengukur tingkat kecemasan dan persepsi dukungan guru. Sekitar 25% studi menggunakan pendekatan kualitatif, seperti wawancara mendalam dan observasi kelas, untuk mengeksplorasi pengalaman siswa dan strategi guru. Sisanya . %) menggunakan pendekatan metode campuran. Sebagian besar penelitian dilakukan di konteks English as a Foreign Language (EFL) di negara-negara Asia, dengan rentang sampel yang bervariasi dari puluhan hingga ratusan siswa, dan beberapa melibatkan Tahun publikasi studi berkisar antara 2015 hingga 2024, memastikan relevansi temuan dengan kondisi terkini dalam penelitian pendidikan bahasa. 3 Sintesis Temuan Kunci Sintesis tematik dari 42 studi yang disertakan mengidentifikasi beberapa peran kunci dukungan guru dalam mengatasi kecemasan berbicara siswa, yang dapat dikategorikan sebagai berikut: Penciptaan Lingkungan Kelas yang Aman dan Suportif: Banyak studi menyoroti bahwa guru yang berhasil menciptakan atmosfer kelas yang non-mengancam, bebas dari penilaian berlebihan, dan mendorong kesalahan sebagai bagian dari proses belajar, secara signifikan mengurangi tingkat kecemasan berbicara siswa (Alrabai, 2016. Khajloo, 2. Lingkungan yang suportif ini ditandai dengan interaksi yang positif antara guru dan siswa, serta antara siswa satu sama lain. Guru yang menunjukkan empati dan pemahaman terhadap kesulitan siswa dalam berbicara juga berkontribusi pada lingkungan yang lebih nyaman (Pishghadam & Zabihi, 2. Penggunaan Strategi Pengajaran yang Berpusat pada Siswa: Studi menunjukkan bahwa penggunaan beragam strategi pengajaran yang memungkinkan siswa untuk berlatih berbicara dalam situasi yang kurang menekan sangat efektif. Ini termasuk kegiatan berpasangan atau kelompok kecil, diskusi terstruktur, bermain peran, presentasi singkat dengan persiapan memadai. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 84 dan penggunaan topik yang relevan dengan minat siswa (Truitt, 2. Pendekatan yang berpusat pada siswa ini membantu membangun kepercayaan diri secara bertahap dan mengurangi tekanan performa. Pemberian Umpan Balik yang Konstruktif dan Membangun: Umpan balik yang diberikan oleh guru memiliki dampak besar pada kecemasan berbicara. Studi menunjukkan bahwa umpan balik yang fokus pada komunikasi daripada kesalahan tata bahasa yang berlebihan, serta umpan balik yang spesifik, tepat waktu, dan diberikan secara pribadi, lebih efektif dalam mengurangi kecemasan dan meningkatkan motivasi siswa (Liu, 2. Guru yang memberikan dorongan positif dan mengakui usaha siswa, bahkan untuk kemajuan kecil, juga sangat membantu. Pengembangan Hubungan Positif Guru & Siswa: Hubungan yang kuat dan positif antara guru dan siswa ditemukan menjadi faktor pelindung terhadap kecemasan berbicara. Siswa cenderung merasa lebih nyaman dan berani berbicara ketika mereka merasa dipercaya, dihormati, dan didukung oleh guru mereka. Hubungan ini dibangun melalui komunikasi terbuka, perhatian individual, dan kesediaan guru untuk mendengarkan kekhawatiran siswa (Al-Sarmi, 2. Pembahasan Temuan dari pendekatan SLR ini secara konsisten menggarisbawahi peran multifaset dukungan guru dalam memitigasi kecemasan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Hasil sintesis ini mengkonfirmasi bahwa dukungan guru tidak hanya bersifat pedagogis, tetapi juga sangat psikologis. Secara teoritis, temuan ini sejalan dengan konsep filter afektif yang diusulkan oleh Krashen . , yang menyatakan bahwa faktor-faktor emosional seperti kecemasan dapat menghambat pemerolehan bahasa. Dukungan guru yang efektif bertindak sebagai penurun filter afektif ini, memungkinkan input bahasa untuk diproses lebih efisien dan output bahasa untuk dihasilkan dengan lebih bebas. Temuan ini juga memperkuat pandangan bahwa lingkungan belajar yang positif, seperti yang ditekankan oleh Dornyei dan Ryan . , sangat penting untuk motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran bahasa. Secara praktis, temuan ini memiliki implikasi signifikan bagi praktik pengajaran bahasa Inggris. Guru perlu secara sadar mengembangkan strategi untuk menciptakan iklim kelas yang aman dan suportif, di mana siswa merasa bebas untuk membuat kesalahan dan bereksperimen dengan bahasa tanpa rasa takut dihakimi. Ini melibatkan pergeseran dari pendekatan pengajaran yang berpusat pada guru ke pendekatan yang lebih berpusat pada siswa, dengan penekanan pada aktivitas komunikatif otentik yang Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 85 relevan dengan minat siswa (Truitt, 2. Lebih lanjut, penting bagi guru untuk melatih keterampilan memberikan umpan balik yang konstruktif dan memotivasi, serta membangun hubungan interpersonal yang kuat dengan siswa mereka (Pishghadam & Zabihi, 2. Pelatihan guru di masa depan harus mencakup komponen yang berfokus pada manajemen kecemasan siswa dan pengembangan kecerdasan emosional guru. Hal ini menegaskan bahwa dukungan guru memainkan peran fundamental dalam mengatasi kecemasan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Dengan menciptakan lingkungan yang aman, menggunakan strategi pengajaran yang berpusat pada siswa, memberikan umpan balik konstruktif, dan membangun hubungan positif, guru dapat secara efektif membantu siswa mengurangi kecemasan mereka dan meningkatkan partisipasi serta performa berbicara dalam bahasa Inggris. Temuan-temuan kunci yang disintesis akan didiskusikan secara mendalam, menjelaskan implikasinya terhadap pemahaman peran dukungan guru. Pembahasan akan secara eksplisit mengaitkan temuan dengan teori-teori kunci dalam pemerolehan bahasa kedua dan psikologi pendidikan: Hipotesis Filter Afektif (Stephen Krashe. : Temuan tentang penciptaan lingkungan kelas yang aman dan hubungan guru-siswa yang positif akan dibahas dalam kaitannya dengan menurunkan filter afektif siswa (Krashen, 1. Ketika siswa merasa didukung dan tidak terancam, filter afektif mereka menurun, memungkinkan input bahasa untuk diproses lebih efektif dan output lisan untuk dihasilkan dengan lebih bebas. Psikologi Pembelajar Bahasa (Zoltan Dornyei & Sarah Rya. : Aspek dukungan guru, seperti peningkatan kepercayaan diri, motivasi intrinsik, dan self-efficacy siswa, akan dikaitkan dengan kerangka kerja psikologi pembelajar bahasa. Guru yang suportif dapat membangun motivasi dan keyakinan diri siswa dalam kemampuan berbicara mereka, yang secara langsung mengurangi kecemasan performa (Dornyei & Ryan, 2. Ini mencakup bagaimana tujuan pembelajaran yang jelas, strategi coping yang diajarkan guru, dan umpan balik positif berkontribusi pada dorongan Untuk lebih menggambarkan hubungan yang teridentifikasi dari tinjauan literatur, skema bagan konseptual akan disajikan dan dijelaskan. Bagan ini akan memvisualisasikan bagaimana berbagai komponen dukungan guru memengaruhi kecemasan berbicara siswa dan hasil pembelajaran bahasa Inggris. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 86 Skema Bagan Konseptual: Peran Dukungan Guru dalam Mengatasi Kecemasan Berbicara Siswa (Variabel Independe. Penjelasan Skema: Bagan ini menunjukkan bahwa Dukungan Guru . eliputi strategi pedagogis dan dukungan psikologi. berfungsi sebagai variabel independen. Dukungan ini memengaruhi Dampak pada Siswa . isalnya, penurunan filter afektif dan peningkatan motivasi/selfefficac. , yang pada gilirannya secara langsung menyebabkan Penurunan Kecemasan Berbicara Siswa. Penurunan kecemasan berbicara ini kemudian berkontribusi pada Peningkatan Partisipasi dan Performa Berbicara Bahasa Inggris siswa, yang merupakan hasil akhir dari intervensi dukungan guru. Simpulan dan Saran Simpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan guru sangat penting dalam mengurangi kecemasan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Melalui tinjauan sistematis, teridentifikasi empat peran utama dukungan guru: menciptakan lingkungan kelas yang aman, menggunakan strategi pengajaran yang berpusat pada siswa, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan membangun hubungan positif guru-siswa. Peran guru ini tidak hanya bersifat pedagogis tetapi juga sangat psikologis. Secara teoritis, dukungan ini efektif dalam menurunkan filter afektif siswa dan meningkatkan motivasi serta self-efficacy mereka, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan partisipasi dan performa berbicara. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 87 Saran Saran disampaikan kepada para peneliti berikutnya untuk lebih fokus pada aspek psikologis guru seperti mengembangkan model pelatihan guru yang tidak hanya mencakup keterampilan mengajar, tetapi juga keterampilan interpersonal dan psikologis, seperti empati dan active listening. DAFTAR PUSTAKA