SOSIALISASI PENGGUNAAN APLIKASI KEUANGAN MONEY MANAGER UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KEUANGAN PADA MASYARAKAT BATUBARA Marleny Syam1 Ika Sartika2 Akademi Maritim Belawan1 Akademi Maritim Belawan2 marleni_syam@yahoo. com1 ikapinim@gmail. Kota Medan. Indonesia ABSTRAK Tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Batubara, masih tergolong Hal ini berdampak pada pengelolaan keuangan pribadi yang kurang efektif dan risiko tingginya masalah keuangan rumah tangga. Seiring perkembangan teknologi digital, berbagai aplikasi keuangan seperti Money Manager hadir sebagai alat bantu yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses sosialisasi penggunaan aplikasi Money Manager serta menilai dampaknya terhadap peningkatan literasi keuangan masyarakat Batubara. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui kegiatan sosialisasi langsung, observasi, dan wawancara dengan peserta. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai pencatatan keuangan, pengelompokan pengeluaran, serta perencanaan anggaran bulanan setelah mengikuti kegiatan sosialisasi. Aplikasi Money Manager dinilai mudah diakses dan digunakan, terutama oleh generasi muda. Oleh karena itu, penggunaan aplikasi keuangan digital dapat menjadi strategi edukatif yang efektif dalam mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat secara berkelanjutan. Kata kunci: literasi keuangan, aplikasi keuangan. Money Manager, sosialisasi, masyarakat Batubara. ABSTRACT The level of financial literacy among Indonesians, particularly in Batubara Regency, remains relatively low. This results in ineffective personal financial management and a high risk of household financial problems. With the advancement of digital technology, various financial applications, such as Money Manager, have emerged as tools that can be used to improve people's understanding and skills in financial management. This study aims to describe the process of promoting the use of the Money Manager application and assess its impact on improving financial literacy among the Batubara community. A descriptive qualitative approach was used through direct outreach activities, observations, and interviews with participants. The results indicate that the majority of participants experienced an increased understanding of financial recording, expense categorization, and monthly budget planning after participating in the outreach activities. The Money Manager application was deemed easy to access and use, especially among the younger generation. Therefore, the use of digital financial applications can be an effective educational strategy to encourage sustainable improvements in public financial literacy. Keywords: financial literacy, financial applications. Money Manager, outreach. Batubara PENDAHULUAN Literasi keuangan merupakan kemampuan individu dalam memahami, mengelola, dan mengambil keputusan keuangan secara bijak. Literasi ini mencakup pemahaman tentang This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. perencanaan anggaran, pengeluaran, tabungan, investasi, dan pengelolaan utang. Di tengah meningkatnya kompleksitas kebutuhan ekonomi dan kemudahan akses terhadap produk keuangan, kemampuan literasi keuangan yang memadai menjadi semakin penting untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Namun, berdasarkan berbagai survei nasional, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia, termasuk di Kabupaten Batubara, masih tergolong rendah. Banyak masyarakat yang belum memiliki kebiasaan mencatat pengeluaran, membuat anggaran bulanan, atau memahami pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang. Hal ini sering kali menyebabkan ketidakseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran, serta meningkatnya risiko masalah keuangan rumah tangga. Seiring perkembangan teknologi digital, hadir berbagai aplikasi keuangan yang dirancang untuk membantu individu dalam mengelola keuangan secara praktis dan terstruktur. Salah satunya adalah aplikasi Money Manager, yang menyediakan fitur-fitur seperti pencatatan pemasukan dan pengeluaran, analisis anggaran, dan pengelompokan kategori keuangan. Melalui sosialisasi penggunaan aplikasi ini, diharapkan masyarakat, khususnya di Batubara, dapat lebih mudah memahami dan menerapkan prinsip-prinsip literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Rumusan Masalah Bagaimana proses sosialisasi penggunaan aplikasi Money Manager dilakukan kepada masyarakat Batubara? Apa saja manfaat yang dirasakan masyarakat setelah menggunakan aplikasi tersebut? Apakah penggunaan aplikasi Money Manager efektif dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat? Tujuan Penulisan Mendeskripsikan proses sosialisasi penggunaan aplikasi keuangan Money Manager. Mengidentifikasi dampak penggunaan aplikasi terhadap pemahaman dan kebiasaan pengelolaan keuangan masyarakat. Menilai efektivitas aplikasi Money Manager sebagai media edukasi literasi Manfaat Penulisan Penulisan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan program literasi keuangan berbasis digital, serta memberikan masukan bagi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas masyarakat dalam mendorong pengelolaan keuangan yang lebih cerdas, mandiri, dan berkelanjutan. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan proses dan dampak sosialisasi penggunaan aplikasi Money Manager terhadap peningkatan literasi keuangan masyarakat. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman mendalam tentang pengalaman dan persepsi peserta terhadap penggunaan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian dilaksanakan di beberapa desa/kelurahan di wilayah Kabupaten Batubara. Sumatera Utara, yang dipilih berdasarkan ketersediaan peserta dan aksesibilitas. Kegiatan sosialisasi dan pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Mei hingga Juni 2025. Subjek penelitian adalah anggota masyarakat Batubara yang terdiri dari pelajar, ibu rumah tangga, pelaku UMKM, dan masyarakat umum lainnya. Jumlah partisipan dalam kegiatan sosialisasi berjumlah 50 orang, yang dipilih secara purposive, yaitu mereka yang bersedia dan memiliki smartphone sebagai syarat dasar penggunaan aplikasi Money Manager. Data diperoleh melalui beberapa teknik berikut: Observasi: Dilakukan selama kegiatan sosialisasi berlangsung untuk melihat partisipasi aktif peserta dan respons terhadap materi yang disampaikan. Wawancara: Dilakukan secara semi-terstruktur dengan beberapa peserta untuk menggali persepsi dan perubahan perilaku keuangan setelah menggunakan aplikasi. Kuesioner: Disebarkan sebelum dan sesudah sosialisasi untuk mengukur perubahan tingkat pemahaman literasi keuangan. Dokumentasi: Berupa foto kegiatan, tangkapan layar penggunaan aplikasi, dan materi sosialisasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif, yang mencakup tiga tahapan: Reduksi data Ae menyaring dan menyederhanakan informasi penting dari hasil observasi, wawancara, dan kuesioner. Penyajian data Ae menyusun data dalam bentuk narasi, tabel, dan grafik sederhana untuk menggambarkan hasil temuan. Penarikan kesimpulan Ae menyimpulkan dampak sosialisasi terhadap perubahan pemahaman dan kebiasaan pengelolaan keuangan peserta. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan sosialisasi dilakukan di beberapa titik di Kabupaten Batubara, melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, seperti pelajar, ibu rumah tangga, pekerja informal, dan pelaku UMKM. Sosialisasi dilaksanakan dalam bentuk seminar interaktif, pelatihan langsung, dan pendampingan penggunaan aplikasi pada ponsel masing-masing peserta. Materi yang disampaikan meliputi: Pengenalan pentingnya literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Demonstrasi penggunaan aplikasi Money Manager. Simulasi pencatatan keuangan pribadi menggunakan fitur-fitur utama seperti input pendapatan, pengeluaran, dan pembuatan anggaran. Peserta diajak secara langsung mempraktikkan pencatatan keuangan harian, yang kemudian dianalisis melalui grafik dan ringkasan yang disediakan aplikasi. Berdasarkan hasil observasi dan kuesioner sebelum dan sesudah sosialisasi, terlihat adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dasar literasi keuangan. Sebelum sosialisasi, sebagian besar peserta belum pernah mencatat keuangannya secara sistematis. Setelah mengikuti 85% peserta mulai melakukan pencatatan keuangan harian menggunakan aplikasi. 70% peserta menyatakan mulai menyusun anggaran bulanan. 65% peserta merasa lebih sadar terhadap pola konsumsi dan kebiasaan belanja Aplikasi Money Manager dinilai cukup mudah digunakan, bahkan oleh peserta yang sebelumnya belum familiar dengan aplikasi berbasis keuangan. Meski secara umum kegiatan berjalan lancar, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, antara lain: Kurangnya literasi digital pada sebagian peserta lansia atau yang tidak terbiasa menggunakan smartphone. Keterbatasan akses internet di beberapa wilayah pedesaan menyulitkan pembaruan dan sinkronisasi aplikasi. Kurangnya konsistensi dalam pencatatan, terutama setelah pelatihan selesai, karena belum terbentuk kebiasaan atau motivasi jangka panjang. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan pendampingan lanjutan melalui grup WhatsApp sebagai forum diskusi dan berbagi praktik baik antar peserta. Sosialisasi ini terbukti berdampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya mengelola keuangan secara bijak. Peningkatan literasi keuangan terlihat dari: This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. Meningkatnya pemahaman tentang pentingnya membedakan kebutuhan dan Kesadaran peserta terhadap pentingnya mencatat pemasukan dan pengeluaran secara Munculnya inisiatif untuk menyisihkan dana darurat dan mulai merencanakan tujuan keuangan jangka menengah. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis teknologi dapat menjadi sarana efektif dalam edukasi literasi keuangan, terutama bila disertai dengan pendampingan dan metode yang praktis. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian Kepada Masyarakat maka dapat diambil kesimpulan bahwa : Sosialisasi penggunaan aplikasi keuangan Money Manager di Kabupaten Batubara berhasil meningkatkan literasi keuangan masyarakat secara signifikan. Melalui pelatihan dan pendampingan langsung, masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pencatatan keuangan, pengelolaan anggaran, serta perencanaan keuangan pribadi. Aplikasi tersebut dinilai mudah digunakan dan efektif sebagai alat bantu edukasi, terutama bagi generasi muda dan pelaku UMKM. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan literasi digital pada sebagian peserta dan akses internet yang belum merata, sosialisasi ini memberikan dampak positif dalam membentuk kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan program sosialisasi secara berkelanjutan, peningkatan pendampingan, serta penyediaan akses teknologi yang lebih merata agar literasi keuangan masyarakat dapat terus meningkat dan berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi keluarga. REFERENSI