JPFT - volume 12, nomor 2, pp. Agustus 2024 Open Access Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online http://jurnalfkipuntad. com/index. php/jpft PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY (AR) PADA MATERI MOMENTUM KELAS XI DEVELOPMENT OF AUGMENTED REALITY (AR) BASED LEARNING MEDIA ON MOMENTUM MATERIAL FOR XI GRADE AT SMAN 7 PALU Bachtiar. Darsikin. Wahyuni N. Laratu Program Studi Pendidikan Fisika. Fakultas KEguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Tadulako. Palu. Sulawesi Tengah. Indonesia Bchtr031@gmail. Kata Kunci Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui validalitas, kelayakan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) pada mata pelajaran fisika. Studi ini merupakan penelitian pengembangan atau Research & Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation, and Evaluat. Subjek penelitian sebanyak 30 peserta didik kelas XI-5 SMAN 7 Palu tahun ajaran 2022/2023. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup dengan jenis skala likert. Bedasarkan hasil penilaian dari ahli materi terhadap media pembelajaran berbasis AR memperoleh kategori AuvalidAy, penilaian dari ahli desain memperoleh kategori AuvalidAy, dan berdasarkan hasil dari angket respon peserta didik diperoleh Ausangat baikAy. Keywords Abstract This study aims to develop and determine the validity and feasibility of Augmented Reality (AR)Development, based learning media in physics subjects. This study is a development research or Research & Instructional Media. Development (R&D) using the ADDIE model (Analysis. Design. Development. Implementation. Augmented Reality and Evaluat. The subjects of the study were 30 students of class XI-5 SMAN 7 Palu in the 2022/2023 academic year. The instrument used was a closed questionnaire with a Likert scale A2024 The Author Based on the results of the assessment by material experts on AR-based learning media, p-ISSN 2338-3240 the category was "valid", the assessment from design experts obtained the category "valid", and e-ISSN 2580-5924 based on the results of the student response questionnaire, the category was "very good". Received 02/06/2024. Revised 20/06/2024. Accepted 12/07/2024. Available Online 31/08/2024 *Corresponding Author: fisika@yahoo. Pengembangan. Media Pembelajaran. Augmented Reality. PENDAHULUAN Media pembelajaran yang menarik dapat dibuat dengan memanfaatkan perkembangan era revolusi industri 4. 0 dikatakan mampu untuk mengatasi kejenuhan dan dapat memotivasi peserta didik pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung (Hafi dan Supardiyono. Augmented reality (AR) merupakan salah satu hal yang dapat dimanfaatkan sebagai dalam proses pembelajaran. AR merupakan teknologi penggabungan secara real-time terhadap konten digital atau aplikasi yang dapat menggabungkan dunia nyata dan dunia maya menjadi dua dimensi dan 3 dimensi yang diproyeksikan dalam waktu yang bersamaan dan dapat ditampilkan dengan menggunakan kamera Handphone atau Android (Mustaqim dan Kurniawan, 2. Pemanfaatan media pembelajaran dengan menggunakan AR dapat meningkatkan proses pembelajaran dan motivasi peserta didik karena Mata Pelajaran fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang sulit dipahami oleh peserta didik karena kurangnya visualisasi fenomena yang terjadi, baik fenomena real . Media Pendidikan merupakan media komunikasi pendidikan atau suatu proses komunikasi. Media pendidikan yang digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran dapat dikatakan sebagai media pembelajaran (Junaidi, 2. Proses belajar merupakan proses menyampaikan pesan atau materi dari pendidik ke peserta didik. Media pembelajaran dibutuhkan oleh pendidik untuk membantu dalam menyampaikan suatu materi pada saat proses pembelajaran . Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online memiliki aspek-aspek hiburan sehingga dapat memotivasi peserta didik dalam belajar dan bermain serta memproyeksikannya secara nyata dan melibatkan interaksi seluruh panca indera peserta didik dengan teknologi AR ini . Teknologi AR tepat digunakan pada mata pelajaran fisika. Dengan teknologi tersebut dapat ditampilkan bentuk gambar secara 3 dimensi yang dapat bergerak, sehingga gambar tersebut terkesan hidup dan dapat membuat peserta didik tidak mudah merasa bosan. Animasi tiga dimensi pada AR dapat membantu peserta didik dalam memahami suatu materi pada mata pelajaran fisika yang diberikan oleh Dengan bantuan teknologi ini proses pembelajaran menjadi lebih menarik, sehingga dapat memotivasi peserta didik . Aplikasi media pembelajaran berbasis AR yang digunakan oleh peneliti yakni Assemblr Edu. Assemblr Edu adalah aplikasi AR yang dibuat secara khusus untuk keperluan dunia Dengan bantuan teknologi 3 dimensi & AR, akan membuat proses belajar peserta didik menjadi lebih interaktif, kolaboratif dan menarik atau menyenangkan (Edu, 2. Vol. No. 2, pp. Agustus Angket atau kuesioner digunakan sebagai alat pengumpulan data yang memuat sejumlah pertanyaan atau pernyataan yang dijawab oleh subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan angket tertutup dengan jenis skala likert . Instrumen Penelitian Adapun instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut. Lembar Validasi Lembar memperoleh data dari dosen ahli materi, ahli desain sebagai bahan evaluasi media pembelajaran yang akan dikembangkan. Angket Angket ini digunakan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Teknik Analisis Data . Analisis Validalitas Untuk menganalisis hasil validasi produk, mengolah data dari hasil validasi. Untuk mengolah data tersebut digunakan rumus atau persamaan sebagai berikut: METODOLOGI PENELITIAN yaycaycycnyco ycOycaycoycnyccycaycoycnycycayc = . Jenis Penelitian Jenis Penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang mengembangkan suatu produk yakni media pembelajaran berbasis Augmented Reality pada mata pelajaran fisika kelas XI SMA Negeri 7 Palu . Desain Penelitian Dalam penelitian pengembangan media pembelajaran berbasis Augmented Reality digunakan model ADDIE yang merupakan Analysis. Design. Development. Implementation and Evauation . Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Tempat penelitian ini yaitu di SMA Negeri 7 Palu JL. Baiya No. Kelurahan Baiya. Kecamatan Taweli. Kota Palu . Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik teknik pengumpulan data sebagai berikut. Observasi Observasi merupakan pengamatan dan pencatatan secara langsung serta sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek Observasi ini digunakan untuk diadakannya penelitian. Angket Respon ycNycuycycayco ycycoycuyc ycycaycuyci yccycnycyyceycycuycoyceEa ycu100% ycIycoycuyc ycoycaycoycycnycoycyco Berdasarkan hasil persentasi validalitas yang diberikan, maka dapat ditentukan kategori kelayakan instrumen sesuai dengan rentang kategori yang dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Kategori kelayakan instrumen Persentase (%) Kategori 85 Oe 100 Sangat Valid 71 Oe 84 Valid 51 Oe 70 Cukup Valid 31 Oe 50 Tidak Valid 0 Oe 30 Sangat Tidak Valid Nilai digunakan untuk menentukan kriteria dengan ketentuan pada tabel 2. Tabel 2. Nilai persentase yang didapatkan Keterangan SK (Sangat Kuran. K (Kuran. B (Bai. SB (Sangat Bai. Skor . Analisis Hasil Respon Peserta Didik Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Untuk mengetahui respondek terhadap produk yang dikembangkan, hal yang perlu dilakukan yaitu memberikan angket respon kepada peserta didik sebagai responden . Untuk mengolah data hasil responden, digunakan rumus atau persamaan berikut. ya ycIycI = ycu 100% ycA Keterangan: RS = Persentase F = Jumlah Skor Respon Peserta Didik N = Jumlah Skor maksimal Vol. No. 2, pp. Agustus Gambar 1. Ilustrasi media pembelajaran . Pengembangan Adapun pembelajaran ini adalah pengumpulan bahan referensi mengenai materi, lalu pengembangan media pembelajaran berbasis AR sampai ke tahap validasi materi dan validasi desain. Pengembangan Media Pembelajaran Proses pengembangan media pembelajaran Augmented Reality dikembangkan dengan model ADDIE. Hasil dari pengembangan media pembelajaran adalah sebagai berikut. Rata-rata hasil respon yang diperoleh akan dikategorikan berdasarkan tabel 3. Tabel 3. Rata-rata hasil respon yang diperoleh Persentase Kategori RS > 85 Sangat Baik 70 O RS < 85 Baik 50 O RS < 70 Kurang Baik RS < 50 Sangat Kurang Baik HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian . Analisis Berdasarkan hasil wawancara dengan guru fisika di SMAN 7 Palu menunjukkan bahwa pembelajaran masih menggunakan metode ceramah dan diskusi yang masih bersumber dari guru dan menggunakan Power Point sebagai menggunakan metode tersebut dapat membuat pembelajaran pada mata pelajaran fisika menjadi terbatas sehingga kurangnya visualisasi pada mata pelajaran tersebut, pada pertemuan selanjutnya kelas akan masuk pada materi momentum dan impuls oleh karena itu peneliti memilih materi momentum sebagai materi Dengan demikian, diperlukan media pembelajaran yang memberikan visualisasi dari pembelajaran berbasis Augmented reality (AR) yang dapat diakses baik melalui handphone maupun laptop. Desain Pada pengumpulan bahan yang dibutuhkan untuk pengembangan media pembelajaran berbasis AR, meliputi penentuan materi yang disertakan dalam media pembelajaran yakni materi momentum pada pertemuan selanjutnya. Adapun ilustrasi media pembelajaran yang dikembangkan dibuat melalui aplikasi Assemblr Edu atau Assemblr Studio Web sebagai berikut. Gambar 2. Hasil dari pengembangan media Materi pembelajaran Materi yang digunakan pada media pembelajaran yang telah dikembangkan adalah materi momentum dan impuls. Gambar 2. Materi media pembelajaran Video Pembelajaran Video pembelajaran pada media berbasis AR ini menampilkan video animasi tentang materi momentum dan impuls yang dapat diakses secara langsung pada media Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Gambar 3. Video pembelajaran pada media berbasis AR Bahas Vol. No. 2, pp. Agustus Penggunaan bahasa dalam materi mudah Tata bahasa sesuai EYD Total Hasil Validalitas = Baik Baik ycu 100% = 0,75 ycu 100% = 75% Berdasarkan penilaian validator ahli materi memperoleh persentase 75% dengan kategori valid. Media pembelajaran layak digunakan dengan revisi sesuai saran. Adapun saran yang diberikan adalah mengganti keterangan. Validasi ahli desain Validator menilai media pembelajaran dari indikator desain dan aspek bahasa. Adapun penilaian yang telah dilakukan oleh validator dapat dilihat pada tabel 5. Hasil Penilaian Media Pembelajaran Setelah pengembangan media pembelajaran berbasis AR dilakukan validasi kepada ahli materi dan ahli desain. Media tersebut kemudian divalidasi oleh dosen validator ahli materi dan dosen validator ahli desain melalui pengisian lembar angket penilaian. Hasil dari pengisian angkter tersebut akan menentukan kualitas dan kelayakan media tersebut. Validasi ahli materi Validator menilai media pembelajaran pembelajaran, aspek materi dan aspek Adapun penilaian yang telah dilakukan oleh validator dapat dilihat pada Tabel 5. Hasil penilaian yang telah dilakukan oleh Aspek Butir Sko Keteranga Penilaian Tampilan Baik berbasis AR ini menarik Media berbasis AR Baik Pengunaan berbasis AR Baik fisika menjadi Warna Baik Desai Gambar desain yang ada pada Baik Tabel 4. Penilaian yang telah dilakukan oleh Aspek Butir Sko Keteranga Penilaian Kejelasan Baik Kemudahan Baik Kelengkapan dan Kualitas Baik Kelayakan Baik Kesesuaian Baik Isi/ an media Materi pembelajaran Ketepatan Baik Kejelasan Baik Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Bahas saya lebih tertarik untuk memahami isi Teks atau tulisan yang dalam media ini jelas dan Jenis dan ukuran huruf dalam media ini jelas dan mudah dibaca Penggunaan bahasa dalam Tata bahasa dengan EYD Total Hasil Validalitas = Baik Baik Baik Dapat dilihat pada tabel diatas bahwa respon peserta didik terhadap media pembelajaran berbasis Augmented Reality termasuk dalam kategori AuSangat BaikAy dengan rata-rata skor respon 86%. Dengan data tersebut dapat berbasis AR layak untuk digunakan. Evaluasi Pada tahap ini dilakukan evaluasi terhadap produk media pembelajaran yang telah diimplementasikan sebelumnya. Kritik dan saran yang diberikan akan ditinjau untuk memperbaiki produk lebih baik lagi yakni media pembelajaran berbasis Augmented Reality. Adapun kritik dan saran yang diberikan oleh responden terhadap media pembelajaran dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Augmented Reality dapat membantu proses pembelajaran pada materi fisika. Pembahasan Penelitian mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality pada mata pelajaran fisika khususnya pada materi momentum dan impuls apakah layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran dilihat dari penilaian ahli materi, ahli desain dan respon peserta didik. Media ini diharapkan mampu untuk membantu proses pembelajaran didalam kelas. Penelitian pembelajaran ini menggunakan model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. Penelitian ini melakukan wawancara kepada guru SMA Negeri 7 Palu yang bertujuan untuk mengetahui kondisi pembelajaran atau metode pembelajaran apa yang digunakan. Lalu masuk pada tahap kedua yakni desain atau perancangan awal. Proses perancangan awal dilakukan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Pengembangan media pembelajaran menggunakan aplikasi Assemblr Edu, pada aplikasi tersebut terdapat materi, simulasi dan video pembelajaran berbasis animasi . Pada tahap pengembangan merupakan tahap mengembangkan media pembelajaran sesuai dengan desain atau perancangan awal kemudian dilakukan validasi dengan validator ahli materi dan ahli desain. Validasi dilakukan pembelajaran yang telah dibuat dan direvisi jika mendapatkan kritik dan saran dari validator ahli materi dan ahli desain. Hasil validasi ahli materi terhadap media pembelajaran masuk pada kategori valid, begitupun hasil yang ditunjukkan Baik ycu 100% = 0,75 ycu 100% = 75% Berdasarkan penilaian validator ahli desain memperoleh persentase 75% dengan kategori valid. Media pembelajaran layak digunakan dengan revisi sesuai saran. Adapun saran yang telah diberikan adalah mengganti kategori atau keterangan skala penilaian validalitas. Implementasi Pada dikembangkan dan direvisi oleh ahli materi dan ahli desain akan diimplementasikan dengan menggunakan 1 kelas yang berisi 30 orang peserta didik di SMA Negeri 7 Palu. Hasil respon peserta didik terhadap media pembelajaran berbasis Augmented Reality pada uji coba terbatas meliputi aspek atau indikator desain, materi dan bahasa. Hasil respon peserta didik dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6. Hasil respon peserta didik Aspek Rata-rata skor respon Desain Materi Bahasa Rata-rata Vol. No. 2, pp. Agustus Kategori Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online oleh validasi ahli desain yaitu masuk pada kategori valid, oleh karena ini penelitian ini dilanjutkan uji coba produk pada peserta didik SMAN 7 Palu yang berjumlah 30 orang. Setelah uji coba produk dilakukan pada peserta didik SMA Negeri 7 Palu, angket respon peserta didik diberikan dan diisi oleh peserta didik yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan dari media pembelajaran berbasis Augmented Reality yang dikembangkan . Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa media pembelajaran Augmented Reality layak untuk digunakan pada mata pelajaran fisika kelas XI SMA Negeri 7 Palu, berdasarkan nilai rata-rata yang dihasilkan dari angket respon peserta didik sebesar 86% dalam kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa media pembelajaran layak digunakan dan dapat digunakan untuk penelitian terdahulu Apriliani. Ermawati, dan Hidayat . yang menyimpulkan bahwa berdasarkan hasil data yang diperoleh media pembelajaran layak untuk digunakan. Kemudian penelitian Hafi dan Supardiyono . yang menyimpulkan bahwa hasil pengembangan buku saku fisika dengan teknologi Augmented Reality berbasis android pada materi pemanasan global layak untuk digunakan . Vol. No. 2, pp. Agustus peserta didik tidak merasa bosan dan monoton saja ketika proses pembelajaran Bagi pembelajaran berbasis Augmented Reality yang dikembangkan ini dapat menambah wawasan dan menarik perhatian untuk belajar lebih giat. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menambah dan mengembangkan media pembelajaran ini lebih baik lagi, sehingga dapat menarik perhatian lebih baik peserta didik maupun guru. DAFTAR PUSTAKA KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan pengembangan dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis Augmented Reality pada materi momentum dikembangkan dengan model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation, dan Evaluat. Kelayakan media pembelajaran yang telah dikembangkan berdasarkan hasil penilaian persentase 75% dengan kategori valid. Berdasarkan hasil dari angket respon peserta pembelajaran berbasis Augmented Reality yang telah dikembangkan layak untuk digunakan dengan persentase rata-rata 86% dengan kategori sangat baik. Saran