Vol 3 No. 1 Januari 2026 P-ISSN : 3047-2792 E-ISSN : 3047-2032. Hal 206 - 225 JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jimat Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/9hxrj549 CELEBRITY ENDORSEMENT: TINJAUAN PUSTAKA SISTEMATIS DAN ANALISIS BIBLIOMETRIK Rohmadani Safitria. Hanafi Adi Putrantob* Ekonomi dan Bisnis Islam / Manajemen. rohmadanis12@gmail. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Surabaya Jawa Timur Ekonomi dan Bisnis Islam / Manajemen. hanafiadiputranto@uinsa. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Surabaya Jawa Timur Penulis Korespondensi: Hanafi Adi Putranto ABSTRACT Purpose - A growing number of studies have examined celebrity endorsement over the past several however, comprehensive, in-depth, and systematically structured research on this topic remains Therefore, this study aims to conduct a systematic literature review combined with bibliometric analysis to examine celebrity endorsement based on existing empirical evidence. Design/Methodology/Approach - This study adopts a Systematic Literature Review (SLR) approach by employing the keyword Aucelebrity endorsementAy in article titles, abstracts, and keywords within the Scopus The search process identified 1,745 publications published between 1984 and 2025. Data collection was carried out on December 15, 2025, and the retrieved publications were subsequently analyzed using bibliometric techniques supported by VOSviewer software. Findings - Based on the literature review, a total of 833 articles were identified from various academic publication sources. Research activity on this topic has shown significant intensity since 1984, marked by an increasing number of scholarly works produced by researchers. Most of these articles are written in English and published in reputable academic journals. In terms of country contributions, the United States ranks first as the leading contributor of publications. The disciplines most frequently covering these studies include business, management and accounting, social sciences, as well as economics, econometrics, and Research Limitations/Implications - This study relies exclusively on articles indexed in the Scopus database, which may limit the generalizability of the findings. Future studies are encouraged to incorporate additional academic databases, such as the Web of Science, to broaden the scope and enhance the robustness of research outcomes. From a practical perspective, the findings provide valuable guidance for marketers and companies in designing effective promotional strategies through celebrity endorsement, by considering the alignment between the celebrityAos image, brand values, and consumer preferences to achieve optimal marketing impact. Originality/Value - Although research on celebrity endorsement continues to expand globally, comprehensive and integrative studies remain scarce. Accordingly, this study contributes by systematically mapping the intellectual development and future research directions of celebrity endorsement Paper Type - Literature review Keywords - celebrity endorsement, literature review. VOSviewer, bibliometric analysis. Abstrak Tujuan - Sejumlah studi telah membahas celebrity endorsement dalam kurun waktu beberapa dekade Namun, penelitian yang bersifat luas, mendalam, dan terstruktur mengenai topik ini masih tergolong terbatas. Atas dasar tersebut, penelitian ini diarahkan untuk menyusun tinjauan literatur sistematis yang dipadukan dengan analisis bibliometrik guna mengkaji celebrity endorsement berdasarkan bukti-bukti empiris yang telah dipublikasikan. Naskah Masuk 22 Desember 2025. Revisi 23 Desember 2025. Diterima 24 Desember 2025. Terbit 2 Januari Rohmadani Safitri dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 206 Ae 225 Desain/Metodologi/Pendekatan - Penelitian ini menerapkan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menggunakan kata kunci Aucelebrity endorsementAy yang ditelusuri pada judul artikel, abstrak, dan kata kunci dalam basis data Scopus. Proses penelusuran menghasilkan 1. 374 publikasi yang diterbitkan dalam rentang tahun 1984 hingga 2025. Pengumpulan data dilakukan pada 15 Desember 2025, kemudian seluruh data dianalisis menggunakan pendekatan bibliometrik dengan bantuan perangkat lunak VOSviewer. Temuan - Berdasarkan hasil penelusuran literatur, ditemukan sebanyak 833 artikel yang berasal dari beragam sumber publikasi akademik. Aktivitas penelitian terkait topik ini mulai menunjukkan intensitas yang signifikan sejak tahun 1984, ditandai dengan meningkatnya jumlah karya ilmiah yang dihasilkan oleh para peneliti. Sebagian besar artikel ditulis dalam bahasa Inggris dan dipublikasikan pada jurnal ilmiah Dari sisi kontribusi negara. Amerika Serikat menempati posisi teratas sebagai penyumbang publikasi terbanyak. Adapun disiplin ilmu yang paling banyak mewadahi penelitian-penelitian tersebut mencakup bidang bisnis, manajemen dan akuntansi, ilmu sosial, serta ekonomi, ekonometrika, dan Keterbatasan Penelitian - Kajian ini hanya menggunakan artikel yang bersumber dari basis data Scopus, sehingga cakupan temuan masih memiliki keterbatasan dalam hal generalisasi. Implikasi Penelitian/Praktis - Untuk memperluas dan memperkuat temuan, penelitian selanjutnya disarankan mengintegrasikan sumber data dari basis data ilmiah lain, seperti Web of Science, agar hasil kajian menjadi lebih komprehensif. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi para pemasar dan perusahaan dalam merancang strategi promosi yang efektif melalui celebrity endorsement, dengan mempertimbangkan kesesuaian antara citra selebritas, nilai merek, dan preferensi konsumen untuk mencapai dampak pemasaran yang optimal. Orisinalitas/Nilai - Meskipun kajian tentang celebrity endorsement terus berkembang di berbagai belahan dunia, penelitian yang bersifat menyeluruh dan terintegrasi masih terbatas. Oleh karena itu, studi ini menawarkan nilai tambah dengan memetakan perkembangan keilmuan serta arah penelitian celebrity endorsement secara sistematis. Jenis Artikel - Tinjauan pustaka Kata Kunci - celebrity endorsement, tinjauan pustaka sistematis. VOSviewer, analisis bibliometrik. PENDAHULUAN Kajian Systematic Literature Review (SLR) terhadap variabel celebrity endorsement menjadi semakin penting untuk dilakukan saat ini karena bidang ini telah berkembang secara pesat namun cenderung terfragmentasi, baik dari sisi teori, konteks, maupun pendekatan metodologis. SLR memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai perkembangan historis dan evolusi riset celebrity endorsement selama beberapa dekade, sekaligus mengidentifikasi pergeseran fokus kajian dari kredibilitas selebritas tradisional menuju influencer digital dan interaksi parasosial di era media social . , . , . Melalui sintesis sistematis. SLR dapat memetakan tema-tema utama seperti keahlian, daya tarik, kepercayaan, kesesuaian selebritasAemerek, serta keterikatan emosional konsumen yang terbukti berpengaruh terhadap sikap dan perilaku konsumen . , . , . Selain itu. SLR berperan strategis dalam mengatasi keterpecahan literatur dengan menyatukan temuan-temuan yang tersebar dan mengungkap celah penelitian, khususnya terkait dampak transformasi digital, isu etika endorsement, dan peran parasosial dalam membentuk loyalitas merek . , . , . Dari sisi praktis, temuan SLR memberikan landasan berbasis bukti bagi praktisi pemasaran dalam memilih endorser secara lebih efektif dan etis, sekaligus merancang strategi komunikasi yang selaras dengan karakteristik audiens dan konteks industri . , . Lebih jauh, secara teoretis dan metodologis. SLR yang dikombinasikan dengan analisis bibliometrik mampu mengidentifikasi artikel, jurnal, dan peneliti paling berpengaruh, serta merumuskan kerangka konseptual dan agenda riset masa depan yang lebih terarah, relevan, dan berkelanjutan dalam kajian celebrity endorsement . , . Penelitian ini difokuskan untuk menelaah secara mendalam perkembangan terkini kajian celebrity endorsement sekaligus mengevaluasi sejauh mana topik ini tetap relevan sebagai agenda riset di masa Kajian ini tidak hanya menelusuri evolusi dan dinamika diskursus akademik mengenai celebrity endorsement dari waktu ke waktu, tetapi juga berupaya mengidentifikasi kontribusinya terhadap pengembangan teori pemasaran dan strategi promosi modern. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai posisi dan signifikansi celebrity endorsement dalam literatur pemasaran kontemporer serta implikasinya bagi praktik promosi dan pengelolaan merek. Celebrity Endorsement: Tinjauan Pustaka Sistematis dan Analisis Bibliometrik (Rohmadani Safitr. Rohmadani Safitri dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 206 Ae 225 RQ1: Bagaimana keberlanjutan relevansi kajian celebrity endorsement dalam mendukung dan mengarahkan pengembangan riset di masa mendatang? RQ2: Bagaimana distribusi serta kecenderungan penelitian terkini yang membahas celebrity endorsement dapat dipetakan secara sistematis? RQ3: Apa saja implikasi teoretis dan praktis yang dapat dijadikan landasan dalam merumuskan arah penelitian celebrity endorsement pada masa yang akan datang? Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menerapkan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang dipadukan dengan analisis bibliometrik guna menjawab tiga pertanyaan penelitian yang telah Metode SLR digunakan karena kemampuannya dalam merangkum dan mengintegrasikan hasil-hasil penelitian sebelumnya secara sistematis, sehingga dapat mengidentifikasi kecenderungan riset, kesenjangan penelitian, serta peluang pengembangan kajian di masa mendatang, sekaligus menghasilkan temuan berbasis bukti yang relevan bagi kebijakan, praktik, dan riset . , . , . Selanjutnya, analisis bibliometrik berperan sebagai pelengkap dengan menyajikan pemetaan kuantitatif terhadap sebaran dan pengaruh publikasi terkait celebrity endorsement. Dengan memanfaatkan basis data Scopus dan perangkat lunak VOSviewer, penelitian ini menganalisis artikel-artikel yang membahas celebrity endorsement hingga 15 Desember 2025, sehingga memungkinkan penyusunan peta perkembangan bidang kajian secara menyeluruh serta memberikan wawasan yang lebih tajam mengenai arah pertumbuhan dan agenda riset celebrity endorsement di masa depan. TINJAUAN PUSTAKA Celebrity endorsement dalam pemasaran dipahami sebagai strategi promosi yang memanfaatkan figur publik berpengaruh, khususnya selebritas, untuk mengaitkan identitas personal mereka seperti nama, citra, gaya hidup, kapasitas intelektual, dan reputasi dengan merek, produk, atau layanan tertentu. Strategi ini banyak digunakan karena kemampuannya dalam membentuk persepsi konsumen, meningkatkan ekuitas merek, serta memengaruhi sikap dan niat beli. menjelaskan bahwa pemilihan selebritas sebagai endorser dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan, antara lain tingkat kesesuaian dengan target audiens, karakter merek dan produk, citra publik selebritas, biaya kerja sama, tingkat kepercayaan, potensi risiko kontroversi, serta tingkat popularitas dan kesukaan audiens terhadap selebritas tersebut. Dalam konteks ini . menemukan bahwa kredibilitas endorser tidak secara langsung memengaruhi ekuitas merek, melainkan bekerja melalui kredibilitas merek sebagai variabel mediasi, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan niat beli dan kesediaan konsumen untuk membayar harga premium . Efektivitas celebrity endorsement juga dijelaskan melalui mekanisme psikologis yang berakar pada source credibility theory, yang menekankan peran kepercayaan, daya tarik, dan keahlian selebritas dalam membentuk respons konsumen . , . Selain kredibilitas, proses identifikasi dan pengaruh sosial turut memperkuat efektivitas endorsement, di mana konsumen cenderung mengadopsi sikap, nilai, dan perilaku selebritas yang mereka kagumi, sehingga menciptakan kedekatan emosional dengan merek yang diendorsinya . , . Bahkan, dalam konteks tertentu, celebrity endorsement mampu membangun psychological ownership yang secara tidak langsung meningkatkan kepercayaan dan sikap positif terhadap merek, terutama pada produk dengan nilai simbolik tinggi seperti merek mewah . Namun demikian, temuan empiris menunjukkan hasil yang beragam, karena dalam beberapa kasus celebrity endorsement tidak selalu berdampak langsung terhadap niat beli konsumen . Perkembangan media sosial semakin memperluas peran selebritas dalam strategi endorsement, mengingat banyak di antara mereka memiliki basis pengikut yang sangat besar di platform seperti Instagram. Twitter, dan TikTok. Kondisi ini memungkinkan merek menjangkau audiens digital dalam skala luas melalui endorsement dan influencer marketing. menunjukkan bahwa endorsement selebritas di media sosial dapat memperkuat interaksi parasosial dengan penggemar dengan memanfaatkan kebutuhan individu akan rasa memiliki, sehingga mendorong konsumen untuk mencoba produk yang direkomendasikan oleh figur yang mereka percayai. Namun, dinamika ini juga memunculkan pergeseran pengaruh, di mana konsumen menunjukkan tingkat identifikasi, persepsi kesamaan, dan kepercayaan yang lebih tinggi terhadap influencer dibandingkan selebritas tradisional . Fenomena ini sejalan dengan temuan . yang menyoroti kemunculan figur non-tradisional yang berhasil membangun popularitas secara mandiri dan memiliki daya pengaruh yang signifikan terhadap audiens digital. Dalam praktiknya, keberhasilan celebrity endorsement sangat bergantung pada kesesuaian antara citra selebritas dan nilai merek, karena ketidaksesuaian dapat melemahkan efektivitas komunikasi pemasaran. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Januari 2026, pp. 206 - 225 Rohmadani Safitri dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 206 Ae 225 terutama dalam konteks lintas budaya dengan norma dan preferensi konsumen yang berbeda . , . menemukan bahwa keselarasan antara penilaian sosial selebritas dan pesan iklan mampu meningkatkan keterlibatan konsumen terhadap merek tanpa dipengaruhi perbedaan gender. Selain itu, selebritas terbukti efektif dalam meningkatkan visibilitas iklan ketika produk yang diendorsinya konsisten dengan citra personal mereka . menambahkan bahwa kesesuaian nilai antara selebritas dan organisasi memungkinkan selebritas merepresentasikan nilai perusahaan secara autentik, memperkuat citra perusahaan, dan menarik perhatian konsumen, terutama ketika endorsement tersebut juga diterima secara positif oleh karyawan internal. Lebih lanjut, pengiklan perlu membangun narasi yang meyakinkan bahwa selebritas benar-benar menyukai produk yang diiklankan . , mengingat efektivitas celebrity endorsement cenderung lebih tinggi pada produk yang belum dikenal dibandingkan produk yang sudah familiar . , termasuk dalam konteks cobranding . Faktor demografis juga berperan penting, di mana konsumen muda lebih responsif terhadap selebritas dibandingkan konsumen yang lebih tua . , sementara perempuan cenderung lebih mempercayai testimoni iklan yang melibatkan selebritas dibandingkan laki-laki . Oleh karena itu, pemahaman terhadap ikatan emosional dan kognitif konsumen dengan selebritas menjadi krusial, karena keterikatan tersebut terbukti meningkatkan loyalitas terhadap merek . Dalam pasar yang heterogen, penggunaan sistem multi-endorser juga direkomendasikan untuk menjangkau segmen konsumen yang beragam . Sejalan dengan perkembangan tersebut, kajian kontemporer menunjukkan bahwa celebrity endorsement tidak hanya relevan dalam konteks pemasaran konvensional, tetapi juga semakin kompleks di era digital, khususnya dalam ekosistem e-commerce yang berkembang pesat seperti di Tiongkok. Meng dkk. , . menunjukkan bahwa selebritas daring mampu memengaruhi kondisi afektif konsumen mulai dari perasaan senang, tingkat gairah emosional, kepercayaan emosional, hingga rasa kagum yang secara kolektif meningkatkan niat beli. Temuan ini diperkuat oleh . dalam konteks live-streaming perhotelan, yang menegaskan peran teknologi media sosial dan e-commerce dalam membangun hubungan parasosial virtual serta menguatkan konsep self-congruity antara citra diri konsumen dan pilihan produk. Penerapan celebrity endorsement juga meluas ke berbagai sektor, termasuk pemasaran destinasi internasional, di mana Li dkk. , . membandingkan efektivitas endorsement selebritas lokal dan selebritas dari negara asal wisatawan. Selain itu, selebritas digunakan untuk mengomunikasikan praktik ramah lingkungan . ro-green practice. sebagai bagian dari strategi keberlanjutan industri . , serta untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu kesehatan dan sosial, seperti kanker kolorektal usia muda . Dalam segmen merek mewah, celebrity endorsement terbukti mampu memengaruhi jarak psikologis antara merek dan konsumen, yang selanjutnya membentuk persepsi dan evaluasi merek . Literatur terkini juga menyoroti pentingnya struktur hubungan antara faktor anteseden, celebrity endorsement, dan konsekuensi, di mana latar belakang budaya . serta etnisitas endorser . terbukti menjadi determinan penting dalam menentukan keberhasilan strategi endorsement. METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan tinjauan literatur sistematis berbasis bibliometrik digunakan untuk mengevaluasi karya ilmiah secara kuantitatif dengan tujuan memetakan kecenderungan, pola perkembangan, serta aktor-aktor kunci dalam suatu bidang keilmuan. Penerapan kerangka kerja PRISMA memungkinkan proses penelusuran dan penyaringan literatur dilakukan secara sistematis, transparan, dan dapat direplikasi, sehingga hasil kajian memiliki tingkat keandalan yang tinggi dalam merepresentasikan topik yang diteliti . Dalam penelitian ini, kriteria inklusi ditetapkan secara jelas, yaitu mencakup . artikel yang diterbitkan hingga 15 Desember 2025, . ditulis dalam bahasa Inggris, serta . secara substantif membahas tema celebrity endorsement. Analisis bibliometrik selanjutnya dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak VOSviewer untuk menyajikan visualisasi data bibliografis, seperti jaringan sitasi, pola kolaborasi antarpenulis, dan keterkaitan kata kunci, yang secara kolektif menggambarkan struktur intelektual serta dinamika evolusi riset dalam bidang tersebut. Sinergi antara analisis bibliometrik dan tinjauan sistematis memungkinkan peneliti merangkum temuan empiris secara komprehensif sekaligus memetakan aktivitas penelitian, termasuk mengidentifikasi peneliti berpengaruh dan arah tren yang sedang berkembang . Pendekatan terpadu ini juga memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai perjalanan historis, perkembangan konseptual, dan prospek masa depan suatu bidang kajian, sehingga relevan dan bernilai tinggi bagi penelitian interdisipliner . Di sisi lain, analisis bibliometrik memiliki fungsi strategis dalam Celebrity Endorsement: Tinjauan Pustaka Sistematis dan Analisis Bibliometrik (Rohmadani Safitr. Rohmadani Safitri dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 206 Ae 225 dunia publikasi ilmiah, yang awalnya diperkenalkan oleh Ross dkk. , . sebagai alat untuk menilai jurnal ilmiah berdasarkan bobot dan pengaruh ekonominya. Tahapan awal dalam pelaksanaan kajian ini dimulai dengan penentuan kata kunci penelitian melalui pendekatan makro atau top-down, yakni dengan merancang strategi penelusuran yang bersifat luas sebelum dipersempit pada fokus kajian dan topik yang lebih spesifik. Berdasarkan penelaahan terhadap keterbatasan studi-studi sebelumnya serta masih minimnya penelitian yang secara eksplisit mengangkat isu celebrity endorsement, penelitian ini menetapkan istilah Aucelebrity endorsementAy sebagai kata kunci utama yang digunakan dalam judul, abstrak, dan daftar kata kunci artikel. Untuk mendukung proses penelusuran literatur secara komprehensif dan terstandar, basis data Scopus dipilih sebagai sumber data utama karena kemampuannya dalam memfasilitasi berbagai kepentingan penelitian, seperti penyusunan tinjauan literatur yang sistematis, identifikasi pakar dan peneliti kunci dalam suatu bidang, serta pemantauan perkembangan dan tren riset secara global. Sumber: PRISMA flowchart Gambar 1. Alur informasi ulasan literatur sistematis menggunakan PRISMA Berdasarkan hasil penelusuran literatur yang dilakukan melalui basis data Scopus pada 15 Desember 2025 dengan memanfaatkan kombinasi kata kunci pada judul, abstrak, dan kata kunci Aucelebrity endorsementAy yang mencakup berbagai bidang keilmuan, diperoleh publikasi sejak kemunculan awalnya pada tahun 1984 hingga tahun 2025 dengan total 1. 374 dokumen yang secara eksplisit membahas celebrity endorsement . ihat Gambar . Selanjutnya, dilakukan tahap penyaringan dokumen secara sistematis berdasarkan jenis publikasi, di mana sejumlah karya dikeluarkan dari analisis karena tidak memenuhi kriteria, yaitu bab buku sebanyak 101 dokumen, makalah konferensi 55 dokumen, ulasan 37 dokumen, catatan 10 dokumen, buku 7 dokumen, ulasan konferensi 6 dokumen, editorial 4 dokumen, surat 3 dokumen, koreksi 3 dokumen, ditarik kembali 2 dokumen, survei singkat 1 dokumen, makalah data 1 dokumen, sehingga total dokumen yang dieliminasi berjumlah 226. Setelah proses seleksi tersebut, tersisa 833 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis lebih lanjut. Kumpulan artikel inilah yang kemudian dijadikan dasar analisis dalam penelitian ini untuk menjawab tiga pertanyaan penelitian utama, yaitu (RQ. Bagaimana keberlanjutan relevansi kajian celebrity endorsement dalam mendukung dan mengarahkan pengembangan riset di masa mendatang? (RQ. Bagaimana distribusi serta kecenderungan penelitian terkini yang membahas celebrity endorsement dapat dipetakan secara sistematis? (RQ. Apa saja implikasi teoretis dan praktis yang dapat dijadikan landasan dalam merumuskan arah penelitian celebrity endorsement pada masa yang akan datang? JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Januari 2026, pp. 206 - 225 Rohmadani Safitri dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 206 Ae 225 HASIL DAN PEMBAHASAN Temuan dalam penelitian ini bertumpu pada analisis terhadap 833 artikel yang terindeks dalam basis data Scopus dan secara khusus mengangkat tema celebrity endorsement. Informasi yang dianalisis mencakup jumlah publikasi, pola sebaran artikel dari waktu ke waktu, serta jurnal-jurnal yang menjadi media Selain memetakan dinamika publikasi, kajian ini juga mengidentifikasi elemen-elemen yang memiliki pengaruh signifikan dalam pengembangan studi celebrity endorsement, termasuk kontribusi para penulis, afiliasi kelembagaan, serta distribusi negara asal penelitian, sehingga memberikan gambaran komprehensif mengenai aktor dan pusat keilmuan yang berperan dalam bidang ini. RQ1: Bagaimana keberlanjutan relevansi kajian celebrity endorsement dalam mendukung dan mengarahkan pengembangan riset di masa mendatang? Berdasarkan data yang diperoleh dari Scopus, dapat disimpulkan bahwa selama lebih dari empat dekade, penelitian akademik tentang celebrity endorsement masih relatif terbatas, dengan total hanya 1. 374 artikel yang terpublikasi, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1. Meskipun demikian, tren penelitian menunjukkan perkembangan yang semakin progresif sejak tahun 2022, menandai meningkatnya minat akademisi terhadap topik ini. Kajian awal mengenai celebrity endorsement tercatat dilakukan oleh . melalui artikel berjudul AuWhen Celebrities talk, children listen: An experimental analysis of children's responses to TV ads with celebrity endorsement. Ay, yang menjadi titik awal penggunaan konsep yang kemudian berkembang menjadi kajian celebrity endorsement. Dalam perkembangan kajian terkini, studi mengenai celebrity endorsement semakin beragam dan terfokus pada berbagai konteks, meliputi konsumsi simbolik dan berbasis gender, pembentukan kedekatan emosional konsumen dengan merek, penguatan nilai budaya dalam konteks pariwisata warisan takbenda, serta peran influencer dan selebritas dalam konstruksi makna produk dan identitas sosial . , . , . , . Selain itu, penelitian juga menyoroti model teoretis seperti Meaning Transfer Model (MTM) dalam konteks iklan parfum yang melibatkan selebritas dan influencer . Sumber: Basis data scopus Gambar 2. Perkembangan penelitian selama bertahun-tahun Sejak kemunculannya pada tahun 1984, kajian akademik yang secara khusus membahas celebrity endorsement masih relatif sedikit, terutama akibat terbatasnya publikasi yang berhasil menembus jurnaljurnal bereputasi. Kondisi ini sekaligus menegaskan adanya ruang penelitian yang masih terbuka luas dan potensial untuk dikembangkan oleh peneliti selanjutnya. Keberadaan penelitian ini menjadi relevan karena berkontribusi pada pendalaman pemahaman mengenai celebrity endorsement, tidak hanya dalam membentuk perilaku individu, tetapi juga dalam mendorong pengembangan dan pematangan kerangka konseptual celebrity endorsement. Pada akhirnya, pengayaan kajian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan celebrity endorsement yang bersifat praktis, adaptif, dan berkelanjutan di berbagai konteks dan sektor. Celebrity Endorsement: Tinjauan Pustaka Sistematis dan Analisis Bibliometrik (Rohmadani Safitr. Rohmadani Safitri dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 206 Ae 225 RQ2: Bagaimana distribusi serta kecenderungan penelitian terkini yang membahas celebrity endorsement dapat dipetakan secara sistematis? Untuk memperoleh gambaran yang sistematis, analisis terhadap sebaran penelitian celebrity endorsement dilakukan dengan mengkaji 833 artikel yang telah terpilih dan mengelompokkannya ke dalam beberapa kategori utama, yaitu negara atau wilayah asal penelitian, afiliasi institusi, sumber publikasi, serta penulis. Dalam setiap kategori, analisis dibatasi hanya pada sepuluh entri teratas guna menjaga fokus dan kejelasan Pemetaan distribusi keilmuan ini memberikan wawasan strategis bagi akademisi dan praktisi dalam memahami pola perkembangan riset celebrity endorsement, sekaligus menjadi dasar penting dalam merumuskan agenda penelitian ke depan, khususnya yang berorientasi pada keberlanjutan dan penguatan paradigma celebrity endorsement. Berdasarkan pengelompokan menurut negara atau wilayah geografis, terlihat bahwa kontribusi penelitian celebrity endorsement paling banyak berasal dari Amerika Serikat dengan total 225 artikel, disusul oleh India sebanyak 156 artikel, kemudian China dengan 86 artikel. Negara lain yang turut berkontribusi antara lain Inggris dengan 79 artikel. Australia dengan 62 artikel. Malaysia dengan 41 artikel. Korea Selatan 40 artikel. Hong kong 29 artikel. Canada 25 artikel, serta Taiwan 24 artikel . ihat Gambar . Sumber: Basis data scopus Gambar 2. Distribusi geografis publikasi Pemetaan literatur mengenai celebrity endorsement berdasarkan asal negara atau wilayah menunjukkan bahwa kontribusi terbesar berasal dari Amerika Serikat dengan total 225 artikel, disusul oleh India sebanyak 156 artikel, kemudian China dengan 86 artikel. Negara lain yang turut berkontribusi antara lain Inggris dengan 79 artikel. Australia dengan 62 artikel. Malaysia dengan 41 artikel. Korea Selatan 40 artikel. Hongkong 29 artikel. Canada 25 artikel, serta Taiwan 24 artikel. Kontribusi-kontribusi ini menegaskan cakupan internasional serta dinamika perkembangan penelitian mengenai celebrity endorsement. Untuk memperdalam pemahaman tersebut, hubungan dan jejaring antarnegara dalam penelitian celebrity endorsement dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer, yang berperan penting dalam merumuskan agenda riset masa depan secara terstruktur dan berkelanjutan. Hasil visualisasi VOSviewer mengungkap adanya keterhubungan dan pola kolaborasi antarnegara dalam mengkaji topik celebrity endorsement, sebagaimana ditunjukkan pada (Gambar . JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Januari 2026, pp. 206 - 225 Rohmadani Safitri dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 206 Ae 225 Sumber: Output perangkat lunak VOSviewer Gambar 3. Distribusi geografis publikasi Hasil analisis ini semakin menegaskan bahwa konsep celebrity endorsement tidak hanya menjadi fokus penelitian di negara-negara dengan pasar konsumen besar seperti Amerika Serikat dan India, tetapi juga menarik perhatian akademisi dan praktisi pemasaran di berbagai negara dengan latar belakang konsumen yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa strategi celebrity endorsement memiliki relevansi global dan potensi penerapan yang luas, terutama bagi perusahaan dan pemasar yang berupaya memadukan nilai kesesuaian citra selebritas, identitas merek, dan preferensi konsumen dalam merancang kampanye promosi yang efektif dan adaptif terhadap dinamika pasar internasional. Selanjutnya, berdasarkan pengelompokan afiliasi institusional, kontribusi penelitian celebrity endorsement didominasi oleh Hong kong Baptist University (Hong Kon. dengan total 13 publikasi ilmiah, disusul oleh University Putra Malaysia (Malaysi. dengan 11 publikasi. Kontribusi berikutnya berasal dari Michigan State University (Amerika Serika. dengan 10 publikasi. The Hong Kong Polytechnic University dan The University of Sidney yang masing-masing menghasilkan 9 publikasi. Adapun The University of Texas at Austin (Amerika Serika. Univeristas Bina Nusantara (Indonesi. MICA (Indi. India Institute of Management Udaipur (Indi. masing-masing menyumbang 8 publikasi . ihat Gambar . , yang secara keseluruhan mencerminkan keterlibatan institusi lintas negara dalam pengembangan kajian celebrity Celebrity Endorsement: Tinjauan Pustaka Sistematis dan Analisis Bibliometrik (Rohmadani Safitr. Rohmadani Safitri dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 206 Ae 225 Sumber: Basis data scopus Gambar 4. Afiliasi universitas dalam kontribusi akademik Pemetaan terhadap sepuluh publikasi teratas berdasarkan afiliasi institusi menunjukkan bahwa penelitian mengenai celebrity endorsement tidak hanya difokuskan di universitas atau institusi di negara-negara Barat seperti Amerika Serikat. Inggris, dan Australia, tetapi juga menarik perhatian akademisi di berbagai belahan dunia lainnya. Temuan ini menegaskan bahwa celebrity endorsement telah menjadi topik kajian yang bersifat lintas budaya dan global, relevan untuk dianalisis dalam berbagai konteks industri, pemasaran, dan perilaku konsumen yang beragam. Ketiga, jika ditinjau dari sumber publikasinya, penelitian mengenai celebrity endorsement paling banyak diterbitkan dalam jurnal Psychology and Marketing dengan total 23 artikel. Disusul oleh International Journal of Advertising dengan 20 artikel. Jurnal lain yang turut berkontribusi antara lain Journal of Promotion Management dengan 19 artikel. Journal of Business Research dengan 17 artikel. Indian Journal of Marketing dan Journal of Product and Brand Management masing-masing berkontribusi sebanyak 13 Kemudian International Journal of Sports Marketing and Sponsorship 12 artikel. Journal of Advertising 11 artikel. Adapun European Journal of Marketing dan Journal of Marketing Communication masing-masing berkontribusi sebanyak 10 artikel . ihat Gambar . , yang secara keseluruhan menggambarkan keragaman kanal publikasi dalam pengembangan kajian celebrity endorsement. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Januari 2026, pp. 206 - 225 Rohmadani Safitri dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 206 Ae 225 Sumber: Basis data scopus Gambar 5. Distribusi jurnal Keempat, pemetaan kontribusi penelitian celebrity endorsement berdasarkan penulis menunjukkan tidak adanya figur yang secara signifikan mendominasi produktivitas publikasi. Kontribusi terbesar berasal dari Roy S. dengan total 18 publikasi, disusul oleh Um N. sebanyak 9 publikasi. Kemudian Arora N. Chan K. dengan 7 publikasi. Negara lain yang turut berkontribusi antara lain Jain V. dengan 5 publikasi, serta Fan F. Ilicic J. Parsad C. Prashar S. masing-masing berkontribusi sebanyak 10 publikasi. Dan yang terakhir ada Bergkvist L. dengan 24 publikasi. Pola ini mengindikasikan bahwa kajian celebrity endorsement masih tersebar secara merata diantara para peneliti tanpa adanya dominasi individu tertentu, sebagaimana ditunjukkan pada gambar 6. Sumber: Basis data scopus Gambar 6. Jumlah publikasi per penulis . penulis terata. RQ3: Apa saja implikasi teoretis dan praktis yang dapat dijadikan landasan dalam merumuskan arah penelitian celebrity endorsement pada masa yang akan datang? Kajian ini menganalisis sebanyak 833 artikel ilmiah yang bersumber dari basis data Scopus dengan memanfaatkan perangkat lunak VOSviewer sebagai alat utama dalam pemetaan bibliometrik. Penggunaan VOSviewer memungkinkan visualisasi data yang komprehensif sehingga hasil analisis tidak hanya Celebrity Endorsement: Tinjauan Pustaka Sistematis dan Analisis Bibliometrik (Rohmadani Safitr. Rohmadani Safitri dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 206 Ae 225 memberikan kontribusi teoretis, tetapi juga memiliki implikasi praktis bagi pengembangan riset celebrity endorsement di masa depan. Analisis metadata yang dihasilkan membantu akademisi dan praktisi dalam memahami kecenderungan asumsi, fokus penelitian, serta temuan-temuan utama yang berkembang dalam kajian celebrity endorsement. Selain itu, hasil analisis bibliometrik ini mampu mengidentifikasi variabelvariabel yang telah banyak dieksplorasi oleh peneliti terdahulu maupun aspek-aspek yang masih relatif kurang mendapat perhatian, sehingga dapat dijadikan landasan strategis dalam merancang penelitian Dari perspektif praktisi, temuan ini juga memberikan acuan penting dalam mengimplementasikan celebrity endorsement secara berkelanjutan serta mendorong adopsi gaya celebrity endorsement di berbagai jenis organisasi pada skala global. Berdasarkan hasil visualisasi pada Gambar 7, terlihat bahwa kata kunci celebrity endorsement merupakan istilah yang paling dominan dengan tingkat kemunculan sebanyak 1056 kali, diikuti oleh public figure sebanyak 875 kali dan marketing sebanyak 791 kali. Kata kunci lain yang juga sering muncul meliputi advertising . , social media . , celebrity endorsements . , dan famous person . Sementara itu, beberapa tema pendukung seperti advertizing . , celebrity . , dan advertizing as topic . menunjukkan keterkaitan antara celebrity endorsement dan aspek perilaku serta budaya organisasi. Adapun kata kunci dengan frekuensi yang lebih rendah, seperti purchase intention, celebrity influence, consumer behavior, advertising effects, media role, brand image, brand personality, social networking sites, brand ambassador, content analysis, celebrity involvement, mengindikasikan peluang riset yang masih terbuka untuk dieksplorasi lebih lanjut. Sepuluh kata kunci dengan tingkat kemunculan tertinggi selanjutnya dirangkum secara sistematis dalam Tabel 2. Sumber: Output perangkat lunak VOSviewer Gambar 7. Kerangka kerja kemunculan dan representasi istilah kunci Tabel 2. Kata Kunci Berdasarkan Penulis Ranking Kata Kunci Celebrity endorsement Public Figure Marketing Advertising Social Media Celebrity endorsements Famous Person Advertizing Endorsement Advertizing as Topic Sumber: Output perangkat lunak VOSviewer Total Link Strength JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Januari 2026, pp. 206 - 225 Rohmadani Safitri dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 206 Ae 225 Temuan dari berbagai penelitian mengenai celebrity endorsement menegaskan bahwa keberhasilan strategi ini sangat ditentukan oleh penguatan atribut-atribut fundamental yang melekat pada figur selebritas sebagai Atribut-atribut tersebut mencerminkan persepsi konsumen terhadap kualitas personal selebritas, yang meliputi daya tarik . , kepercayaan . , keahlian . , kesesuaian citra antara selebritas dan merek . rand celebrity congruenc. , autentisitas, serta popularitas dan tingkat kesukaan . Berbagai karakteristik kunci celebrity endorsement yang dirangkum dari sejumlah referensi ini kemudian disajikan secara sistematis untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai fondasi konseptual celebrity endorsement dalam memengaruhi sikap konsumen dan efektivitas komunikasi pemasaran, sebagaimana ditampilkan pada Gambar 8. Sumber: diadaptasi dari penelitian sebelumnya (Ahmad dkk. , 2019. Chan dkk. , 2013. Chan , 2025. Malik dkk. , 2018. Molelekeng & Dondolo, 2. Gambar 8. Evektivitas celebrity endorsement Celebrity endorsement merupakan strategi pemasaran yang memanfaatkan figur publik terkenal untuk meningkatkan daya tarik, kredibilitas, dan efektivitas promosi suatu merek atau produk, yang keberhasilannya ditentukan oleh sejumlah atribut utama. Karakteristik selebritas seperti daya tarik fisik, kepercayaan, dan keahlian terbukti berperan penting dalam membentuk persepsi konsumen serta meningkatkan niat beli dan loyalitas merek . , . , . Selain itu, aspek autentisitas, popularitas, dan tingkat kesukaan selebritas di pasar sasaran turut memperkuat keterlibatan konsumen dan kesadaran merek, khususnya dalam konteks iklan modern dan media digital . , . , . Efektivitas celebrity endorsement juga sangat dipengaruhi oleh kesesuaian citra antara selebritas dan merek maupun kecocokan selebritas dengan produk yang diiklankan, sebagaimana dijelaskan dalam konsep image congruence dan match-up hypothesis, yang berdampak langsung pada sikap dan niat pembelian konsumen . , . Dari sisi konsumen, celebrity endorsement berfungsi sebagai sarana self-presentation, membentuk preferensi merek, dan memperkuat loyalitas ketika nilai simbolik selebritas selaras dengan identitas audiens . Namun demikian, strategi ini juga mengandung risiko, terutama terkait potensi transfer asosiasi negatif dari selebritas kepada merek serta implikasi finansial yang signifikan jika endorsement tidak dikelola secara tepat . , . Oleh karena itu, keberhasilan celebrity endorsement tidak hanya bergantung pada figur selebritas semata, tetapi juga pada pesan iklan yang jelas, sikap positif konsumen, serta pengelolaan strategis yang cermat untuk memaksimalkan dampak pemasaran dan meminimalkan risiko . Daya Tarik (Attractivenes. Daya tarik . dalam konteks celebrity endorsement merujuk pada daya tarik fisik dan nonfisik selebritas yang mampu meningkatkan perhatian, sikap positif, serta respons afektif konsumen terhadap iklan dan merek yang diiklankan, di mana berbagai penelitian menunjukkan bahwa selebritas yang dipersepsikan menarik secara signifikan memperkuat citra merek, meningkatkan keterikatan konsumen, serta mendorong sikap yang lebih favorable terhadap iklan dan niat beli, baik secara langsung maupun melalui mekanisme mediasi seperti brand image dan consumer attachment . , . , sementara pada tingkat yang lebih lanjut, efektivitas daya tarik ini juga dipengaruhi oleh keterlibatan konsumen dan Celebrity Endorsement: Tinjauan Pustaka Sistematis dan Analisis Bibliometrik (Rohmadani Safitr. Rohmadani Safitri dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 206 Ae 225 kesesuaian selebritas dengan merek, yang memperkuat evaluasi merek dan keputusan pembelian dalam berbagai konteks produk dan pasar . , . Kepercayaan (Trustwothines. Kepercayaan . dalam celebrity endorsement merefleksikan tingkat persepsi konsumen terhadap kejujuran, integritas, dan kredibilitas selebritas sebagai sumber pesan, yang terbukti menjadi determinan utama dalam membentuk sikap positif terhadap merek, kepercayaan konsumen, serta niat beli, bahkan sering kali memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan daya tarik dan keahlian endorser . , . , . Berbagai studi menunjukkan bahwa selebritas yang dipandang dapat dipercaya mampu meningkatkan engagement konsumen, memperkuat asosiasi merek, dan menumbuhkan loyalitas, baik dalam konteks pemasaran digital, pariwisata, maupun e-commerce lintas budaya . , . Sebaliknya, hilangnya trustworthiness akibat publisitas negatif dapat merusak efektivitas endorsement secara signifikan dan berdampak langsung pada nilai perusahaan, sehingga aspek transparansi, keaslian, serta pengungkapan yang jujur dalam endorsement khususnya di media sosial menjadi krusial untuk menjaga keberlanjutan hubungan antara selebritas, merek, dan konsumen . , . Keahlian (Expertis. Keahlian . dalam celebrity endorsement merujuk pada tingkat persepsi konsumen terhadap pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi selebritas yang relevan dengan kategori produk yang diiklankan, yang terbukti berperan penting dalam meningkatkan kredibilitas pesan iklan, sikap positif terhadap merek, serta niat beli konsumen . , . , . Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian antara keahlian selebritas dan produk yang didukung . xpertise congruenc. mampu memperkuat efektivitas iklan dan penerimaan konsumen, terutama pada produk dengan tingkat keterlibatan tinggi atau yang menuntut kepercayaan dan penilaian kualitas, seperti makanan, minuman, kesehatan, dan pariwisata . , . , . Selain itu, expertise sering diposisikan sebagai komponen utama kredibilitas sumber bersama trustworthiness dan attractiveness, namun memiliki pengaruh yang lebih dominan dalam konteks produk berisiko tinggi dan berbasis kualitas, serta dapat memediasi hubungan antara endorsement dan sikap konsumen melalui peningkatan persepsi kredibilitas dan brand fit . , . , . Kesesuaian Citra antara Selebritas dan Merek (Brand Celebrity Congruenc. Kesesuaian citra antara selebritas dan merek . rand celebrity congruenc. dalam celebrity endorsement merujuk pada tingkat kesesuaian antara citra, kepribadian, dan karakteristik selebritas dengan identitas serta nilai merek yang diwakilinya, yang berperan penting dalam menentukan efektivitas komunikasi pemasaran. Tingkat kesesuaian yang tinggi terbukti mampu meningkatkan sikap positif konsumen terhadap iklan dan merek, memperkuat persepsi kredibilitas pesan, serta mendorong niat beli melalui mekanisme evaluasi kognitif dan afektif konsumen . , . Keselarasan ini tidak hanya terbentuk dari kecocokan citra visual, tetapi juga dari kesamaan kepribadian, nilai simbolik, dan karakter endorser dengan kepribadian merek, yang pada akhirnya memperkuat hubungan psikologis konsumen dengan merek melalui self congruence dan celebrity attachment . , . Selain itu, brand celebrity congruence terbukti memengaruhi berbagai respons perilaku konsumen, mulai dari keterlibatan, loyalitas merek, hingga keputusan pembelian, dengan pengaruh yang semakin kuat pada konsumen dengan tingkat keterlibatan tinggi . , . Namun, kesesuaian ini juga bersifat sensitif terhadap informasi negatif yang melekat pada selebritas, di mana hubungan asosiasi yang kuat justru dapat memperbesar dampak buruk terhadap evaluasi merek ketika terjadi publisitas negatif . , . Oleh karena itu, brand celebrity congruence dipahami sebagai konstruk strategis yang bersifat multidimensional dan dinamis, yang menuntut ketepatan pemilihan selebritas agar mampu mengoptimalkan efektivitas endorsement sekaligus meminimalkan risiko reputasi merek . , . Autentisitas (Authenticit. Autentisitas . dalam celebrity endorsement merujuk pada persepsi konsumen bahwa selebritas yang menjadi endorser bersikap jujur, konsisten, dan selaras dengan nilai serta kepribadian aslinya, sehingga endorsement dipandang tulus dan tidak semata-mata berorientasi komersial. Persepsi autentisitas ini terbentuk melalui konsistensi perilaku, keterbukaan dalam komunikasi, stabilitas citra personal, serta keunikan karakter selebritas yang tidak mudah direplikasi, dan diperkuat oleh tingkat kesesuaian antara citra selebritas dengan merek yang diendorse. Dalam konteks media sosial, interaksi yang alami dan keterlibatan langsung dengan audiens semakin meningkatkan persepsi autentisitas, yang pada akhirnya memperkuat kepercayaan konsumen. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa autentisitas endorser berpengaruh positif terhadap sikap konsumen terhadap merek, niat beli, kepercayaan, dan keterikatan jangka panjang, sementara praktik over endorsement justru dapat merusak persepsi autentisitas tersebut. Dengan demikian, autentisitas menjadi atribut kunci dalam keberhasilan celebrity endorsement, karena JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Januari 2026, pp. 206 - 225 Rohmadani Safitri dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 206 Ae 225 mampu menjembatani hubungan emosional antara konsumen, selebritas, dan merek secara lebih kredibel dan berkelanjutan . , . , . , . , . , . Popularitas dan Tingkat Kesukaan (Likeabilit. Popularitas dan tingkat kesukaan (Likeabilit. dalam konteks celebrity endorsement merujuk pada tingkat kesukaan, ketertarikan, dan afeksi positif konsumen terhadap seorang selebritas, yang berperan penting dalam membentuk respons konsumen terhadap merek yang didukung. Selebritas yang disukai cenderung meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek, yang pada gilirannya memperkuat sikap positif, mendorong niat beli, dan bahkan memicu pembelian impulsif, terutama dalam konteks media sosial . , . Selain itu, likeability terbukti berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran merek dan menciptakan sikap yang lebih favorable terhadap iklan dan merek, karena citra positif selebritas sering kali ditransfer ke merek yang diendorse . , . Efektivitas likeability juga dipengaruhi oleh kesesuaian antara selebritas dan produk serta konteks budaya, di mana pada budaya tertentu faktor kesukaan bahkan lebih dominan dibandingkan kredibilitas dalam memengaruhi keputusan konsumen . Oleh karena itu, likeability menjadi salah satu atribut kunci yang diprioritaskan oleh praktisi periklanan dalam memilih endorser, karena mampu memperkuat kepercayaan merek, meningkatkan niat beli, dan mengoptimalkan efektivitas strategi pemasaran secara keseluruhan . , . KESIMPULAN DAN SARAN Studi ini menelaah secara komprehensif sebanyak 833 artikel ilmiah yang terindeks dalam basis data Scopus dan merumuskan lima temuan utama terkait celebrity endorsement. Pertama, riset mengenai celebrity endorsement menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam kurun waktu lebih dari empat dekade sejak publikasi awalnya pada tahun 1984, meskipun intensitas dan kedalaman kajiannya masih bervariasi antar periode. Kedua, penelitian celebrity endorsement telah dilakukan di berbagai negara, namun distribusi publikasinya belum sepenuhnya merata dan masih didominasi oleh negara-negara tertentu. Ketiga, fokus kajian tidak hanya berkembang di negara-negara Barat seperti Amerika Serikat. Inggris, dan Australia, tetapi juga mengalami peningkatan pesat di negara-negara Asia, termasuk India. China. Malaysia. Korea Selatan, yang mencerminkan karakter lintas budaya dari fenomena celebrity endorsement. Keempat, efektivitas celebrity endorsement sangat ditentukan oleh atribut utama selebritas sebagai endorser, terutama daya tarik . , kepercayaan . , keahlian . , kesesuaian citra antara selebritas dan merek . rand celebrity congruenc. , autentisitas, serta popularitas dan tingkat kesukaan . Kelima, penelitian ini berhasil merumuskan model konseptual celebrity endorsement yang menekankan pengaruhnya terhadap berbagai luaran pemasaran, seperti sikap terhadap iklan, citra merek, minat beli, loyalitas merek, keterlibatan konsumen, hingga keputusan pembelian. Di sisi lain, penelitian ini juga memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, sumber data yang digunakan hanya berasal dari basis data Scopus, sehingga cakupan temuan masih terbatas dan berpotensi belum merepresentasikan keseluruhan perkembangan riset celebrity endorsement. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengintegrasikan publikasi dari basis data lain, seperti Web of Science, agar diperoleh pemetaan literatur yang lebih komprehensif. Selain itu, studi di masa depan dapat memperluas fokus kajian dengan mengeksplorasi isu-isu kontemporer, seperti celebrity endorsement di media sosial, peran micro-influencers, serta dinamika risiko reputasi selebritas. Terakhir, meskipun penelitian ini telah menerapkan prosedur metodologis yang sistematis untuk meminimalkan bias, penelitian lanjutan berpeluang mengadopsi pendekatan metodologis yang lebih inovatif dan multidisipliner guna memperdalam pemahaman mengenai peran celebrity endorsement dalam strategi pemasaran modern. DAFTAR PUSTAKA