1205 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 SENAM NIFAS SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TERJADINYA BABY BLUES DI WILAYAH PUSKESMAS HANTAKAN Oleh Januarsih1. Rita Kirana2. Ahmad Rizani3 1,2,3Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banjarmasin Email: 1januarsih@gmail. Article History: Received: 11-09-2023 Revised: 07-10-2023 Accepted: 23-10-2023 Keywords: Senam Nifas. Baby Blues. Puskesmas Hantakan Abstract: Pengalaman menjadi orang tua tidak selamanya menyenangkan, terlebih menjadi seorang ibu. Realitanya tanggung jawab sebagai seorang ibu seringkali menimbulkan konflik dalam diri seorang wanita. Seorang wanita postpartum membutuhkan adaptasi fisik maupun psikis pada mingguminggu pertama setelah melahirkan. Dalam proses adaptasi tersebut sebagian wanita berhasil beradaptasi dengan baik tetapi sebagian lainnya tidak berhasil menyesuaikan diri dan mengalami gangguan psikologis dengan berbagai gejala atau syndrome yang disebut Baby Blues Syndrome. Salah satu upaya pencegahan terjadinya Baby blues adalah dengan melakukan aktifitas fisik. Aktifitas fisik yang berupa senam nifas yang bisa dilakukan segera setelah persalinan dengan gerakan yang meningkat setiap hari sesuai kemampuan ibu. Senam nifas dengan teratur dapat mempercepat pemulihan status kesehatan fisiologis dan psikologis pasca persalinan. Pemulihan kesehatan fisiologis yang paling terpenting adalah percepatan penyembuhan rahim, perut, dan otot pinggul yang mengalami trauma serta mempercepat kembalinya bagian-bagian tersebut kebentuk normal. Secara psikologis senam nifas dapat menambah kemampuan ibu menghadapi stress dan bersantai sehingga mengurangi depresi Pasca Persalinan. Berdarakan penilaian estetika atau kecantikan senam nifas akan memperbaiki elastisitas otot-otot yang telah mengalami penguluran, mempertahankan postur tubuh yang baik, dan mengembalikan kerampingan tubuh. PENDAHULUAN Pada masa nifas seorang wanita akan mulai beradaptasi dengan kehidupan baru beserta gelar barunya yaitu sebagai seorang ibu. Dalam menghadapi masa nifas setiap orang memiliki tantangan yang berbeda. Tak sedikit seorang ibu mengalami komplikasi selama masa ini. Menurut data Riskesdas . periode masa nifas yang berisiko terhadap komplikasi pasca persalinan terutama terjadi pada periode tiga hari pertama setelah melahirkan (Rini and Kumala, 2. Pengalaman menjadi orang tua tidak selamanya menyenangkan, terlebih menjadi seorang ibu. Realitanya tanggung jawab sebagai seorang ibu seringkali menimbulkan konflik dalam diri seorang wanita. Seorang wanita postpartum http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 membutuhkan adaptasi fisik maupun psikis pada minggu-minggu pertama setelah Dalam proses adaptasi tersebut sebagian wanita berhasil beradaptasi dengan baik tetapi sebagian lainnya tidak berhasil menyesuaikan diri dan mengalami gangguan psikologis dengan berbagai gejala atau syndrome yang disebut Baby Blues Syndrome (Rini and Kumala, 2. Baby Blues Syndrome merupakan syndroma gangguan afek ringan yang biasanya dijumpai pada minggu pertama setelah persalinan. Kejadian Baby Blues Syndorme memuncak pada hari ke tiga sampai kelima dan bertahan dalam rentang waktu 14 hari setelah persalinan(Susanti, 2. Baby Blues Syndrome dapat terjadi pada semua ibu postpartum memandang etnis dan ras manapun, serta ibu primipara maupun multipara. Secara global diperkirakan 20% ibu nifas menderita Baby Blues Syndrome (Risnawati and Susilawati, 2. Prevalensi kejadian Baby Blues Syndrome bervariasi di seluruh dunia Di Asia angka kejadian Baby Blues Syndrome bervariasi antara 26-85% dan di Indonesia sendiri angka kejadian Baby Blues Syndrome berkisar 50-70% (Susanti, 2. Insiden Baby Blues Syndrome di Indonesia 1 sampai 2 per 1000 kelahiran. sampai 60 % mengalami baby blues syndrome pada kelahiran anak pertama dan sekitar 50% wanita yang mengalami baby blues syndrome memiliki riwayat keluarga gangguan mood (Dira and Wahyuni, 2. Penelitian yang dilakukan pada salah satu rumah sakit yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dari tahun 2018 Ae 2019 didapatkan 15 pasien yang terdiagnosis mengalami Baby Blues Syndrome. Angka tersebut memang tergolong rendah, namun setelah interaksi dengan banyak pasien ada beberapa diantara mereka yang ternyata mengalami Baby Blues Syndrome namun tidak terdokumentasi (Nurul, 2. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah tahun 2020, dari 29 puskesmas yang ada di kabupaten Hulu Sungai Tengah jumlah ibu nifas terbanyak yaitu di Puskesmas Hantakan sebanyak 103 orang dan mengalami baby blues sebanyak 11 orang kemudian Puskesmas Pantai Hambawang sebanyak 77 orang dan terdeteksi baby blues sebanyak 3 orang (Dinkes Kab. Hulu Sungai Tengah, 2. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kejadian Baby Blues Syndrome. Faktor Ae faktor tersebut biasanya tidak berdiri sendiri sehingga gejala dan tanda Baby Blues Syndrome sebenarnya adalah suatu mekanisme multifaktorial (Susanti 2. Faktor internal yang menyebabkan terjadinya Baby Blues Syndrome diantaranya usia ibu ketika menikah dan hamil, ibu primipara, kesiapan menerima anggota keluarga baru atau kesiapan menjadi ibu termasuk pengetahuan atau keterampilan merawat bayi serta pendidikan. Faktor eksternal antara lain dukungan keluarga dan suami, budaya ataupun kebiasaan masyarakat terkait ekonomi, informasi yang didapatkan terkait asuhan nifas dan pengalaman asuhan nifas (Bobak and Irene, 2. Salah satu upaya pencegahan terjadinya Baby blues adalah dengan melakukan aktifitas fisik. Aktifitas fisik yang berupa senam nifas yang bisa dilakukan segera setelah persalinan dengan gerakan yang meningkat setiap hari sesuai kemampuan ibu. Senam nifas dengan teratur dapat mempercepat pemulihan status kesehatan fisiologis dan psikologis pasca persalinan. Pemulihan kesehatan fisiologis yang paling terpenting adalah percepatan ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 penyembuhan rahim, perut, dan otot pinggul yang mengalami trauma serta mempercepat kembalinya bagian-bagian tersebut kebentuk normal. Secara psikologis senam nifas dapat menambah kemampuan ibu menghadapi stress dan bersantai sehingga mengurangi depresi Pasca Persalinan. Berdarakan penilaian estetika atau kecantikan senam nifas akan memperbaiki elastisitas otot-otot yang telah mengalami penguluran, mempertahankan postur tubuh yang baik, dan mengembalikan kerampingan tubuh. (NICE, 2007. LarsonMeyer. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Maret 2022, pada 10 . orang ibu nifas di wilayah Puskesmas Hantakan Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu sungai Tengah didapatkan seluruhnya tidak melakukan senam nifas yaitu sebanyak 10 . h orang . %). Permasalahan Mitra Mitra PKM ini adalah ibu Bidan di wilayah Puskesmas Hantakan. Pengabdian Masyarakat ini diselenggarakan dengan tujuan : Menunjang pencegahan Baby blues melalui upaya senam Tujuan tersebut akan bisa dicapai jika ada kerjasama yang baik dan optimal antar lintas sektoral yang berkepentingan. Permasalahan yang dihadapi oleh Mitra PKM adalah pemulihan status kesehatan fisiologis dan psikologis pasca persalinan. 3 Tujuan Kegiatan Menunjang pencegahan Baby blues melalui upaya senam nifas Setelah akhir kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan terjadinya: Bidan di wilayah Puskesmas Hantakan memahami pentingnya Pemulihan kesehatan fisiologis ibu nifas di wilayah Puskesmas Hantakan Bidan di wilayah Puskesmas Hantakan memahami pentingnya emulihan kesehatan psikologis ibu nifas di wilayah Puskesmas Hantakan Bidan di wilayah Puskesmas Hantakan mau mengajarkan senam nifas pada ibu nifas Publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan pada Jurnal Pengabdian Masyarakat Nasional Manfaat Kegiatan Terjadinya kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan bermanfaat dalam : Bagi peserta Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan senam nifas Bagi Puskesmas Pencegahan baby blues. Solusi Permasalahan Periode postpartum merupakan masa transisi dimana terjadi perubahan secara fisik dan Psikologis. Penyesuaian fisik masa postpartum mencakup pengembalian fungsi organ tubuh pada keadaan sebelum hamil yang terjadi dalam 6 sampai 8 minggu. Penyesuaian psikologis meliputi fase ketergantungan . aking-i. , fase transisi taking-hol. dan fase mandiri . etting g. Periode postpartum Memiliki makna unik dan positif. Selain perasaan positif proses ini juga dianggap sebagai periode kehidupan yang penuh dengan potensi stres bahkan depresif. Kelainan psikiatri postpartum dibagi tiga yaitu postpartum blues, postpartum depression dan postpartum psychosis. ( Stuart, 2. Pengalaman menjadi orang tua tidak selamanya menyenangkan, terlebih menjadi seorang ibu. Realitanya tanggung jawab sebagai seorang ibu seringkali http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 menimbulkan konflik dalam diri seorang wanita. Seorang wanita postpartum membutuhkan adaptasi fisik maupun psikis pada minggu-minggu pertama setelah Dalam proses adaptasi tersebut sebagian wanita berhasil beradaptasi dengan baik tetapi sebagian lainnya tidak berhasil menyesuaikan diri dan mengalami gangguan psikologis dengan berbagai gejala atau syndrome yang disebut Baby Blues Syndrome (Rini and Kumala, 2. World Health Organisation (WHO) pada tahun 2010 memperkirakan kejadian Baby Blues Syndrome ringan sebesar 10 per 1000 kelahiran hidup dan Baby Blues Syndrome sedang atau berat berkisar 30 sampai 200 per 1000 kelahiran hidup. Sedangkan, pada tahun 2017 angka kejadian Baby Blues Syndrome berkisar 30-70% (WHO, 2. Gejala yang sering dijumpai pada Ibu yang mengalami Baby Blues seperti ibu tiba-tiba menangis karena merasa tidak bahagia, menjadi penakut, nafsu makan berkurang , sering berganti mood, mudah tersinggung dan nampak tidak bergairah. Perubahan perilaku tersebut akan membuat ibu merasa tidak nyaman. Di Indonesia, gejala-gejala baby blues syndrome dianggap sebagai hal wajar yang biasa terjadi pada ibu baru sebagai efek samping keletihan setelah melahirkan. Sehingga sebagian besar ibu postpartum tidak menyadari bahwa dirinya mengalami Baby Blues syndrome. Apabila gejala tidak tertangani maka akan berakhir pada kondisi yang lebih membahayakan yakni psikosis postpartum. Terdapat 2 prinsip yang dianut agama Islam dalam masalah kesehatan yakni prinsip pencegahan dan prinsip pengobatan. Dari kedua prinsip tersebut yang lebih diprioritaskan adalah prinsip pencegahan (Susanti, 2. Senam nifas dengan teratur dapat mempercepat pemulihan status kesehatan fisiologis dan psikologis pasca persalinan. Pemulihan kesehatan fisiologis yang paling terpenting adalah percepatan penyembuhan rahim, perut, dan otot pinggul yang mengalami trauma serta mempercepat kembalinya bagian-bagian tersebut kebentuk normal. Secara psikologis senam nifas dapat menambah kemampuan ibu menghadapi stress dan bersantai sehingga mengurangi depresi Pasca Persalinan. Berdasarkan penilaian estetika atau kecantikan senam nifas akan memperbaiki elastisitas otot-otot yang telah mengalami penguluran, mempertahankan postur tubuh yang baik, dan mengembalikan kerampingan Berdasarkan permasalahan tersebut maka untuk mengatasinya sebagai solusi dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan kegiatan sebagai berikut: Bidan di wilayah Puskesmas Hantakan memahami pentingnya Pemulihan kesehatan fisiologis ibu nifas di wilayah Puskesmas Hantakan Bidan di wilayah Puskesmas Hantakan memahami pentingnya emulihan kesehatan psikologis ibu nifas di wilayah Puskesmas Hantakan Bidan di wilayah Puskesmas Hantakan mau mengajarkan senam nifas pada ibu nifas Publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan pada Jurnal Pengabdian Masyarakat Nasional ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 METODE Metode Pengabdian Masyarakat Metode pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah bentuk program Senam Nifas sebagai Upaya Preventif Terjadinya Baby blues di wilayah Puskesmas Hantakan, dengan sasaran kegiatan yaitu ibu Ae ibu nifas yang berada di wilayah Puskesmas Hantakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Persiapan : Persiapan alat dan bahan evaluasi. Mempersiapkan undangan dan administrasi. Pelaksanaan kegiatan dengan cara sebagai berikut: Peserta : Bidan di wilayah desa Puskesmas Hantakan : 24 orang Evaluator Evaluator Tempat Waktu Materi Metode : 1. Januarsih. Si. Keb Rita Kirana. Pd. Kes Ahmad Rizani. KM. : 3 orang Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Aula Puskesmas Hantakan Masing Ae masing kegiatan 210 menit Baby blues dan senam nifas memperagakan senam nifas Indikator : Peserta pengabmas mampu mempraktikkan gerakan senam nifas Keberhasilan Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Kegiatan evaluasi dilakukan dengan kegiatan yang dilakukan : Mempraktekkan gerakan senam nifas Jumlah peserta Evaluator 3 orang dan co Evaluator 3 orang dari Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Bidan desa di wilayah Puskesmas Hantakan : 24 orang Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan pada bulan Maret Ae Oktober 2023 dengan lokasi di wilayah Puskesmas Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Keterkaitan Kegiatan ini tidak akan mungkin berhasil tanpa adanya keterkaitan dengan beberapa pihak lain sebagai mitra. Pihak yang terkait yaitu Puskesmas Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan cara memberi izin dan dukungan dalam kegiatan ini melalui penyedian tempat, sarana. Selain itu Dinas Kesehatan Kabupeten Hulu Sungai Tengah diharapkan memberikan dukungan melalui program-program yang terkait dengan senam Rencana Kegiatan Pelaksanaan Waktu Kegiatan Pelaksana Penanggung Jawab Registrasi peserta Tim Pengabdian Tim http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 Wita Pengabdian Masyarakat 30 Ae Tim Pengabdian Tim Masyarakat Pengabdian Masyarakat 00 Ae Demo senam nifas Tim Pengabdian Tim 30 Wita Masyarakat Pengabdian Masyarakat Ae Pemberian suplemen Tim Pengabdian Tim 00 Wita tinggi antioksidan Masyarakat Pengabdian Masyarakat 30 Wita Pemeriksaan nifas sesuai standar Pemaparan materi (Tanya Masyarakat Istirahat / Makan siang HASIL Luaran Luaran Pengabdian kepada Masyarakat Senam Nifas sebagai Upaya Preventif Terjadinya Baby blues di wilayah Puskesmas Hantakan adalah sebagai berikut : Bidan di wilayah Puskesmas Hantakan memahami pentingnya Pemulihan kesehatan fisiologis ibu nifas di wilayah Puskesmas Hantakan Bidan di wilayah Puskesmas Hantakan memahami pentingnya emulihan kesehatan psikologis ibu nifas di wilayah Puskesmas Hantakan Bidan di wilayah Puskesmas Hantakan mau mengajarkan senam nifas pada ibu nifas Publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan pada Jurnal Pengabdian Masyarakat Nasional Target Capaian Target capaian Senam Nifas sebagai Upaya Preventif Terjadinya Baby blues di wilayah Puskesmas Hantakan adalah sebagai berikut: Seluruh Sasaran Pengabdian kepada Masyarakat ini dapat hadir dalam Senam Nifas sebagai Upaya Preventif Terjadinya Baby blues di wilayah Puskesmas Hantakan. Seluruh Sasaran Pengabdian kepada Masyarakat mendapatkan peningkatan pengetahuan dalam Senam Nifas sebagai Upaya Preventif Terjadinya Baby blues di wilayah Puskesmas Hantakan. Seluruh Sasaran Pengabdian kepada Masyarakat ini dapat mempraktikkan dalam Senam Nifas sebagai Upaya Preventif Terjadinya Baby blues di wilayah Puskesmas Hantakan. Peta Lokasi Pengabdian Masyarakat Program kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat kategori Perguruan Tinggi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dilaksanakan di Puskesmas Hantakan yang beralamat di Jl. Hasan Basry. Bulayak. Kec. Hantakan. Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kalimantan Selatan 71371. Jarak dari Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin ke Puskesmas Hantakan adalah 135 km dan dapat ditempuh perjalanan dengan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat selama kurang lebih 3 jam 31 menit. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 Gambar 1. Peta rute dari Poltekkes Kemenkes Banjarmasin ke Puskesmas Hantakan DAFTAR REFERENSI . Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018. April 2019. Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. Profil Kesehatan Kabupaten Banjar Tahun Juni 2020. Rifai, . Hubungan Senam nifas dengan Kejadian Robekan Perineum. Jurnal Health . Quality, 4. , 1-76. Wagey, . Peningkatan Antioksidan pada Ibu Hamil yang melakukan Senam nifas. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 27. , 236-240. Wattimena. Nathalia. , & Marsuyanto. Kekuatan psikologis ibu menyusui. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. KesMas, 7. , 56-62. Winda Maolinda, . Perspektif Senam nifas di Kecamatan Sungai Tabuk. Dinamika Kesehatan. , 17-21 http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI