AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 C-ISSN 2528-2697 The PrincipalAos Management Strategy in Improving Student Discipline at SMP Negeri 11 Darul Makmur. Nagan Raya Joni 1 1 Universitas KH Abdul Chalim Email: jonitripa@gmail. ABSTRACT This study aims to examine in depth the principal's management strategies in improving student discipline at SMP Negeri 11 Darul Makmur. Nagan Raya Regency. The study focuses on analyzing the management strategies implemented by the principal, identifying the factors influencing their effectiveness, and exploring their impact on enhancing students' disciplinary behavior. This study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with the principal, teachers, students, and parents, direct observations of disciplinary practices within the school environment, and documentation studies of relevant school records. The data were analyzed through the processes of data reduction, data display, and conclusion drawing to obtain a comprehensive understanding of the principal's management strategies in fostering a culture of discipline. The findings reveal that the principal's management strategies, which include planning, implementation, supervision, and evaluation, play a significant role in developing a culture of discipline within the school. The effectiveness of these strategies is supported by the principal's exemplary leadership, teachers' commitment to enforcing school regulations, effective communication with parents, and consistency in implementing disciplinary policies. These strategies have successfully improved students' compliance with school rules, strengthened their sense of responsibility, and created an orderly, safe, and conducive learning environment. The findings contribute to the development of educational management theory and provide practical insights for school principals in designing effective management strategies to enhance student discipline. Keywords: Principal's Management Strategy. Student Discipline. Educational Management. Joni Joni. Strategi Manajemen Kepala Sekolah A Strategi Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik di SMP Negeri 11 Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Joni 1 1 Universitas KH Abdul Chalim Email: jonitripa@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di SMP Negeri 11 Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Fokus penelitian meliputi analisis terhadap strategi manajemen yang diterapkan kepala sekolah, identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya, serta pengungkapan dampak strategi tersebut terhadap peningkatan kedisiplinan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua, observasi terhadap pelaksanaan disiplin di lingkungan sekolah, serta studi dokumentasi terhadap berbagai dokumen yang relevan. Data dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai strategi manajemen kepala sekolah dalam membangun budaya disiplin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen kepala sekolah yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi berperan penting dalam membentuk budaya disiplin di sekolah. Keberhasilan strategi tersebut didukung oleh keteladanan kepala sekolah, komitmen guru dalam menegakkan tata tertib, komunikasi yang efektif dengan orang tua, serta konsistensi dalam penerapan aturan sekolah. Strategi yang diterapkan terbukti mampu meningkatkan kepatuhan peserta didik terhadap tata tertib, menumbuhkan tanggung jawab, serta menciptakan lingkungan belajar yang tertib, aman, dan kondusif. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian manajemen pendidikan serta menjadi referensi praktis bagi kepala sekolah dalam merancang strategi yang efektif untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik. Kata Kunci: Strategi Manajemen Kepala Sekolah. Kedisiplinan Peserta Didik. Manajemen Pendidikan. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga bertujuan membentuk karakter, kepribadian, dan perilaku yang mencerminkan nilaiAL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Joni. Strategi Manajemen Kepala Sekolah A nilai moral serta tanggung jawab sosial. Salah satu karakter yang menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan pendidikan adalah kedisiplinan peserta didik. Disiplin merupakan fondasi utama dalam membentuk budaya belajar yang kondusif karena berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, pengelolaan waktu, tanggung jawab, dan konsistensi dalam menjalankan kewajiban sebagai peserta didik. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang mampu menanamkan nilai-nilai kedisiplinan secara berkelanjutan melalui sistem manajemen yang efektif dan kepemimpinan yang visioner. Dalam konteks tersebut, kepala sekolah memegang peranan strategis sebagai pemimpin pendidikan yang bertanggung jawab dalam merancang, mengarahkan, melaksanakan, dan mengevaluasi berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pembinaan karakter peserta didik (Wahjosumidjo, 2013. Mulyasa, 2. Kepala sekolah merupakan aktor utama dalam menentukan arah kualitas penyelenggaraan satuan pendidikan. Keberhasilan sebuah sekolah tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kemampuan kepala sekolah dalam mengelola seluruh sumber daya pendidikan secara efektif. Sebagai seorang manajer pendidikan, kepala sekolah memiliki fungsi perencanaan . , . , . , pengawasan . , serta evaluasi terhadap seluruh program Melalui fungsi-fungsi membangun budaya organisasi yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang tertib, aman, dan kondusif. Mulyasa . menjelaskan bahwa kepala sekolah profesional dituntut mampu menjadi educator, manager, administrator, supervisor, leader, innovator, dan motivator sehingga setiap AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Joni. Strategi Manajemen Kepala Sekolah A kebijakan yang diambil mampu meningkatkan mutu pendidikan secara Demikian pula Wahjosumidjo . menegaskan bahwa efektivitas kepemimpinan kepala sekolah sangat menentukan keberhasilan pembentukan budaya disiplin di lingkungan sekolah. Kedisiplinan peserta didik pada hakikatnya bukan sekadar kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, melainkan merupakan proses internalisasi nilai yang membentuk karakter bertanggung jawab, jujur, mandiri, dan konsisten dalam menjalankan kewajiban. Dalam perspektif pendidikan karakter, disiplin menjadi salah satu nilai utama yang harus dikembangkan melalui pembiasaan, keteladanan, pengawasan, serta pemberian penguatan secara berkesinambungan. Oleh karena itu, strategi manajemen kepala sekolah tidak cukup hanya menekankan aspek mengintegrasikan pendekatan edukatif, preventif, korektif, dan pembinaan Pendekatan tersebut memungkinkan peserta didik memahami makna disiplin sebagai kebutuhan pribadi, bukan sekadar kewajiban yang dipaksakan oleh sekolah. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki hubungan yang signifikan dengan peningkatan kedisiplinan peserta didik. Penelitian Regina. Rizana, dan Saputra . menemukan bahwa keteladanan kepala sekolah, konsistensi dalam penerapan aturan, serta komunikasi yang efektif dengan guru menjadi faktor penting dalam membangun karakter disiplin peserta didik. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai manajer, supervisor, edukator, dan motivator dalam menciptakan budaya sekolah yang mendukung pembentukan perilaku disiplin. Selain itu, keberhasilan implementasi program kedisiplinan sangat dipengaruhi oleh AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Joni. Strategi Manajemen Kepala Sekolah A kolaborasi antara kepala sekolah, guru, dan orang tua dalam memberikan pembinaan secara berkelanjutan. Meskipun demikian, berbagai fenomena menunjukkan bahwa permasalahan kedisiplinan peserta didik masih menjadi tantangan bagi banyak sekolah di Indonesia. Berbagai bentuk pelanggaran seperti keterlambatan hadir, ketidakhadiran tanpa keterangan, pelanggaran tata tertib, kurangnya tanggung jawab terhadap tugas belajar, serta rendahnya kepatuhan terhadap aturan sekolah masih sering ditemukan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa implementasi strategi manajemen kepala sekolah belum sepenuhnya mampu membangun budaya disiplin secara Beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa lemahnya pengawasan, kurangnya keteladanan, terbatasnya komunikasi dengan orang tua, dan minimnya pembinaan karakter menjadi faktor yang menghambat keberhasilan penerapan disiplin di sekolah. Fenomena tersebut juga ditemukan di SMP Negeri 11 Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Berdasarkan hasil observasi awal, masih terdapat peserta didik yang kurang mematuhi tata tertib sekolah, seperti datang terlambat, tidak mengikuti pembelajaran secara tertib, serta kurang memiliki kesadaran terhadap pentingnya disiplin sebagai bagian dari pembentukan karakter. Selain itu, pengawasan yang belum dilakukan secara konsisten serta terbatasnya sinergi antara sekolah dengan orang tua menyebabkan pembinaan kedisiplinan belum berjalan secara optimal. sisi lain, program pembinaan karakter yang dilaksanakan sekolah masih memerlukan penguatan agar mampu membentuk budaya disiplin yang Kondisi tersebut menunjukkan bahwa diperlukan strategi manajemen kepala sekolah yang lebih sistematis, terencana, dan kolaboratif AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Joni. Strategi Manajemen Kepala Sekolah A sehingga budaya disiplin dapat tumbuh sebagai bagian dari budaya organisasi sekolah. Penelitian mengenai strategi kepala sekolah sebenarnya telah banyak dilakukan. Akan tetapi, sebagian penelitian lebih memfokuskan kajian pada aspek kepemimpinan secara umum, efektivitas supervisi, ataupun implementasi manajemen berbasis sekolah. Penelitian yang secara khusus mengkaji strategi manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik pada tingkat sekolah menengah pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, keteladanan, serta kolaborasi dengan orang tua, masih relatif terbatas. Dengan demikian, terdapat kesenjangan penelitian . esearch ga. yang perlu dikaji lebih mendalam, khususnya pada konteks SMP Negeri 11 Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya yang memiliki karakteristik sosial dan budaya tersendiri. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini memiliki kebaruan . dengan menawarkan analisis yang lebih komprehensif mengenai strategi manajemen kepala sekolah dalam membangun budaya disiplin peserta didik melalui fungsi manajemen pendidikan yang terintegrasi dengan pendekatan pembinaan karakter dan kolaborasi antara sekolah, guru, serta orang tua. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di SMP Negeri 11 Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pembentukan budaya disiplin di lingkungan sekolah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan ilmu manajemen pendidikan sekaligus menjadi rekomendasi praktis bagi AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Joni. Strategi Manajemen Kepala Sekolah A kepala sekolah dalam merancang strategi pembinaan disiplin yang efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam strategi manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di SMP Negeri 11 Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi strategi yang diterapkan kepala sekolah dalam membangun budaya disiplin di lingkungan sekolah. Menurut Sugiyono . , penelitian kualitatif digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah, di mana peneliti bertindak sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data, sedangkan analisis data dilakukan secara induktif untuk menghasilkan pemahaman yang mendalam terhadap fenomena yang diteliti. Sejalan dengan pendapat tersebut. Moleong . menjelaskan bahwa penelitian kualitatif bertujuan memahami berbagai fenomena sosial melalui deskripsi yang utuh berdasarkan perspektif para informan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 11 Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik sehingga relevan dengan fokus penelitian. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, wali kelas, peserta didik. AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Joni. Strategi Manajemen Kepala Sekolah A serta beberapa orang tua peserta didik. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu memilih individu yang dianggap memiliki pengetahuan, pengalaman, dan keterlibatan langsung terhadap implementasi strategi manajemen kepala sekolah dalam membina kedisiplinan peserta didik (Sugiyono, 2. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua untuk memperoleh meningkatkan kedisiplinan peserta didik. Selain wawancara, peneliti juga melakukan observasi secara langsung terhadap pelaksanaan tata tertib sekolah, proses pembelajaran, kegiatan pembinaan karakter, serta perilaku disiplin peserta didik di lingkungan sekolah. Data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi berupa tata tertib sekolah, program kerja kepala sekolah, dokumen pembinaan peserta didik, notulen rapat, laporan kegiatan sekolah, serta berbagai dokumen lain yang berkaitan dengan pelaksanaan manajemen kedisiplinan. Penggunaan beberapa teknik pengumpulan data dimaksudkan untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap, mendalam, dan dapat dipercaya (Arikunto, 2. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari kepala sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua sehingga data yang diperoleh lebih objektif. Triangulasi teknik dilakukan dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap fenomena yang sama. Selanjutnya, member checking dilakukan dengan mengonfirmasi kembali hasil wawancara kepada para informan agar AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Joni. Strategi Manajemen Kepala Sekolah A informasi yang diperoleh sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan interpretasi (Moleong. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh Miles. Huberman, dan Saldaya . , yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Tahap reduksi data dilakukan dengan memilih, memusatkan perhatian, menyederhanakan, serta mengelompokkan data sesuai dengan fokus Selanjutnya, data disajikan dalam bentuk uraian naratif sehingga memudahkan peneliti dalam mengidentifikasi pola hubungan, tema, dan kecenderungan yang muncul selama penelitian berlangsung. Tahap terakhir adalah penarikan dan verifikasi kesimpulan yang dilakukan secara terus-menerus sejak proses pengumpulan data hingga penelitian Melalui tahapan tersebut diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai strategi manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di SMP Negeri 11 Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya, sehingga hasil penelitian diharapkan memiliki tingkat validitas dan kredibilitas yang tinggi serta mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen pendidikan. PEMBAHASAN DAN HASIL Strategi Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen kepala sekolah di SMP Negeri 11 Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya pelaksanaan, dan pengawasan secara sistematis. Strategi tersebut diawali AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Joni. Strategi Manajemen Kepala Sekolah A dengan penyusunan program pembinaan kedisiplinan melalui rapat kerja yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, serta komite sekolah. Keterlibatan menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan prinsip manajemen partisipatif sehingga setiap kebijakan yang dihasilkan memperoleh dukungan dari seluruh warga sekolah. Kondisi ini sejalan dengan pendapat Mulyasa . yang menyatakan bahwa kepala sekolah sebagai manajer pendidikan harus mampu mengoptimalkan seluruh sumber daya sekolah melalui proses perencanaan yang terarah, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Pada tahap pelaksanaan, kepala sekolah menerapkan berbagai strategi, antara lain penegakan tata tertib secara konsisten, pemberian keteladanan oleh seluruh pendidik, pembiasaan budaya disiplin, serta pemberian penghargaan kepada peserta didik yang menunjukkan perilaku Temuan ini memperlihatkan bahwa kepala sekolah tidak hanya berorientasi pada penerapan sanksi terhadap pelanggaran, tetapi juga mengembangkan pendekatan persuasif dan edukatif melalui pembinaan Menurut Wahjosumidjo . , kepemimpinan kepala sekolah yang efektif ditunjukkan melalui kemampuan memberikan teladan, membangun komunikasi yang harmonis, serta menciptakan budaya sekolah yang kondusif bagi perkembangan karakter peserta didik. Oleh karena itu, strategi keteladanan yang diterapkan guru menjadi faktor penting dalam membentuk perilaku disiplin siswa. Hasil juga menunjukkan kepala sekolah melakukan pengawasan secara berkelanjutan terhadap implementasi program kedisiplinan melalui monitoring kehadiran peserta didik, evaluasi pelaksanaan tata tertib, dan koordinasi rutin dengan guru serta wali kelas. AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Joni. Strategi Manajemen Kepala Sekolah A Pengawasan ditindaklanjuti melalui pembinaan yang bersifat mendidik. Temuan ini sejalan dengan teori fungsi manajemen yang dikemukakan oleh Terry . , bahwa pengawasan merupakan tahapan penting untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Temuan penelitian ini juga memperkuat hasil penelitian Regina. Rizana, dan Saputra . yang menyimpulkan bahwa keberhasilan kemampuan kepala sekolah dalam mengintegrasikan fungsi manajemen, kepemimpinan, dan pembinaan karakter secara berkelanjutan. Dengan demikian, strategi manajemen kepala sekolah di SMP Negeri 11 Darul Makmur tidak hanya berhasil meningkatkan kepatuhan peserta didik terhadap tata tertib sekolah, tetapi juga membentuk budaya disiplin yang menjadi bagian dari karakter warga sekolah. Strategi yang diterapkan menunjukkan bahwa keberhasilan pembinaan kedisiplinan memerlukan sinergi antara kepemimpinan yang visioner, keterlibatan guru, serta komitmen seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang tertib, aman, dan kondusif. Faktor-faktor yang Memengaruhi Efektivitas Strategi Manajemen Kepala Sekolah Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas strategi manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di SMP Negeri 11 Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya dipengaruhi oleh faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung yang paling dominan adalah komitmen kepala sekolah dalam menerapkan fungsi manajemen secara konsisten, dukungan guru dan tenaga kependidikan, keterlibatan orang tua, serta tumbuhnya kesadaran peserta didik terhadap AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Joni. Strategi Manajemen Kepala Sekolah A pentingnya disiplin. Sinergi antarpihak tersebut membentuk lingkungan sekolah yang kondusif sehingga program pembinaan kedisiplinan dapat berjalan secara optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan suatu kebijakan sekolah tidak hanya bergantung pada kemampuan kepala sekolah sebagai pemimpin, tetapi juga ditentukan oleh tingkat partisipasi seluruh warga sekolah dalam melaksanakan kebijakan yang telah Dukungan guru menjadi faktor yang sangat menentukan karena guru merupakan pelaksana utama dalam proses pembinaan karakter peserta didik di kelas maupun di lingkungan sekolah. Kepala sekolah berhasil membangun komitmen bersama melalui komunikasi yang intensif, pembagian tugas yang jelas, serta evaluasi berkala terhadap pelaksanaan tata tertib sekolah. Kondisi tersebut sejalan dengan pendapat Mulyasa memberdayakan seluruh sumber daya manusia melalui kepemimpinan kolaboratif agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam memantau perilaku peserta didik di rumah kesinambungan antara pendidikan di sekolah dan pendidikan dalam Menurut Arifin . , kemitraan antara sekolah dan keluarga merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan implementasi manajemen berbasis sekolah. Di sisi lain, penelitian ini juga menemukan beberapa faktor penghambat yang memengaruhi efektivitas strategi kepala sekolah. Pengaruh lingkungan pergaulan, penggunaan media sosial yang kurang terkendali, serta perbedaan latar belakang keluarga menjadi tantangan dalam membentuk karakter disiplin peserta didik. Selain itu, masih AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Joni. Strategi Manajemen Kepala Sekolah A ditemukan adanya ketidakkonsistenan sebagian guru dalam menerapkan tata tertib sekolah sehingga memunculkan persepsi yang berbeda di kalangan peserta didik mengenai penerapan aturan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan strategi manajemen sangat dipengaruhi oleh konsistensi seluruh warga sekolah dalam menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan. Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Wahjosumidjo . yang menegaskan bahwa keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah sangat dipengaruhi oleh kemampuan membangun komitmen organisasi, mengoordinasikan seluruh unsur sekolah, serta melakukan pengawasan secara berkelanjutan terhadap pelaksanaan program. Oleh karena itu, kepala sekolah perlu memperkuat komunikasi, meningkatkan koordinasi dengan guru dan orang tua, serta melakukan evaluasi secara berkala agar berbagai faktor penghambat dapat diminimalkan. Dengan demikian, strategi manajemen yang diterapkan tidak hanya efektif dalam jangka berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan di Dampak Strategi Manajemen Kedisiplinan Peserta Didik Kepala Sekolah Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen kepala sekolah yang diterapkan di SMP Negeri 11 Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan kedisiplinan peserta didik. Dampak tersebut terlihat dari meningkatnya tingkat kehadiran siswa, berkurangnya keterlambatan datang ke sekolah, meningkatnya kepatuhan terhadap tata tertib, serta tumbuhnya sikap tanggung jawab dalam mengikuti proses pembelajaran. Perubahan tersebut AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Joni. Strategi Manajemen Kepala Sekolah A menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada penegakan aturan, tetapi juga berhasil membangun budaya disiplin sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Temuan ini memperlihatkan bahwa kedisiplinan yang dibangun melalui pendekatan pembinaan, keteladanan, dan pengawasan yang berkesinambungan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih tertib dan kondusif. Peningkatan kedisiplinan peserta didik tidak terlepas dari keberhasilan kepala sekolah dalam mengintegrasikan fungsi manajemen dengan kepemimpinan yang berorientasi pada pembinaan karakter. Kepala sekolah tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga berperan sebagai motivator, supervisor, dan teladan bagi seluruh warga sekolah. Kondisi tersebut sesuai dengan pendapat Mulyasa . yang menyatakan bahwa kepala sekolah yang efektif mampu menciptakan budaya organisasi yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembinaan yang berkesinambungan. Melalui pengawasan yang konsisten, pemberian motivasi, serta penghargaan kepada peserta didik yang berprestasi dalam kedisiplinan, kepala sekolah berhasil menumbuhkan kesadaran intrinsik peserta didik untuk mematuhi tata tertib tanpa adanya Selain berdampak terhadap perilaku individu, strategi tersebut juga memberikan pengaruh positif terhadap iklim sekolah secara keseluruhan. Hubungan antara kepala sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua menjadi lebih harmonis karena adanya komunikasi yang terbuka serta pembagian tanggung jawab dalam membina karakter peserta didik. Lingkungan sekolah yang tertib dan kondusif memberikan kesempatan kepada guru untuk melaksanakan proses pembelajaran secara lebih efektif sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara optimal. Wahjosumidjo AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Joni. Strategi Manajemen Kepala Sekolah A . menjelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang efektif tidak hanya diukur dari kemampuan mengelola administrasi sekolah, tetapi juga dari keberhasilannya menciptakan budaya organisasi yang mendukung peningkatan mutu pendidikan. Temuan penelitian ini juga memperkuat hasil penelitian Leithwood dan Jantzi . yang menyatakan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki pengaruh tidak langsung terhadap peningkatan prestasi belajar melalui pembentukan budaya sekolah yang positif. Budaya disiplin yang telah terbentuk mendorong peserta didik menjadi lebih bertanggung jawab, menghargai waktu, mematuhi aturan, serta memiliki motivasi yang lebih tinggi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, strategi manajemen kepala sekolah di SMP Negeri 11 Darul Makmur tidak hanya berdampak pada peningkatan kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan pendidikan karakter dan peningkatan kualitas proses pembelajaran secara menyeluruh. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan manajemen kepala sekolah dalam membangun kedisiplinan peserta didik merupakan salah satu PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi manajemen kepala sekolah di SMP Negeri 11 Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya telah dilaksanakan melalui penerapan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan secara sistematis. Strategi tersebut diwujudkan melalui penyusunan AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Joni. Strategi Manajemen Kepala Sekolah A program kedisiplinan secara partisipatif, penegakan tata tertib yang konsisten, pemberian keteladanan oleh kepala sekolah dan guru, pembiasaan budaya disiplin, serta pemberian motivasi dan penghargaan kepada peserta didik. Implementasi strategi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pembinaan kedisiplinan tidak hanya bergantung pada penegakan aturan, tetapi juga pada kepemimpinan kepala sekolah yang mampu membangun kerja sama, komunikasi, dan komitmen seluruh warga sekolah dalam menciptakan budaya disiplin yang berkelanjutan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa efektivitas strategi manajemen kepala sekolah dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung, yaitu komitmen guru, dukungan orang tua, serta kesadaran peserta didik terhadap pentingnya disiplin. Sebaliknya, pengaruh lingkungan pergaulan, penggunaan media sosial yang kurang terkendali, dan ketidakkonsistenan sebagian warga sekolah dalam menerapkan tata tertib masih menjadi kendala yang memerlukan perhatian. Meskipun demikian, strategi yang diterapkan telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kehadiran, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap tata tertib, serta tumbuhnya sikap tanggung jawab dan disiplin sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa kepala sekolah perlu terus memperkuat kepemimpinan kolaboratif melalui peningkatan koordinasi dengan guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan Selain itu, evaluasi program kedisiplinan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menyesuaikan strategi dengan perkembangan kebutuhan peserta didik dan tantangan lingkungan Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan kajian mengenai strategi kepemimpinan kepala sekolah pada jenjang AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Joni. Strategi Manajemen Kepala Sekolah A pendidikan yang berbeda atau dengan pendekatan kuantitatif maupun mixed methods sehingga diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitas manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik. DAFTAR PUSTAKA