EDUSCOPE. Juli, 2024. Vol. 10 No. 01 p-ISSN :2460Ae4844 e-ISSN : 2502 Ae 3985 Pengembangan Modul Ajar PAI Elemen Aqidah Fase E Kurikulum Merdeka Rizka Wulan Rahmadianti1. Kartika Wulandari2 Pendidikan Agama Islam. Universitas KH. Wahab Hasbullah Pendidikan Fisika. Universitas KH. Wahab Hasbullah e-mail korenpondensi: rizkarahmadianti15@gmail. ABSTRACT This research is motivated by the fact that the implementation of the Independent Curriculum in the field still faces various challenges, especially in terms of developing teaching modules that are in accordance with the principles of the Independent Curriculum. This is because the government is currently changing the education paradigm from focusing on the role of teachers to emphasizing students through the implementation of the Independent Curriculum. This research aims to develop a PAI Teaching Module for Aqidah Elements Phase E of the Independent Curriculum as a solution to overcome this problem. The method used in this research is R&D by applying the Borg & Gall model. The subjects in this research are phase E students. The instruments used are questionnaires and questionnaires. The type of data analyzed produces qualitative data in the form of determining problems, input from material experts and media experts and quantitative in the form of questionnaires including the development of teaching materials in the form of PAI Teaching Modules. Elements of Aqidah Phase E of the Independent Curriculum. Based on a validity test using a questionnaire for material experts and media experts, the teaching module developed achieved a very valid feasibility level with an average of 78. 75% from material experts and 99. 17% from media experts. KEYWORDS: Development of Teaching Modules. Aqidah Elements. Independent Curriculum. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh implementasi Kurikulum Merdeka di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal pengembangan modul ajar yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Hal ini dikarenakan pemerintah saat ini mengubah paradigma pendidikan dari fokus pada peran guru menjadi penekanan pada peserta didik melalui penerapan Kurikulum Merdeka. Penelitia ini memiliki tujuan untuk Mengembangkan Modul Ajar PAI Elemen Aqidah Fase E Kurikulum Merdeka sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D dengan menerapkan model Borg & Gall. Subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik fase E. Instrument yang digunakan berupa angket dan kuesioner, adapun jenis data yang dianalisis menghasilkan data kualitatif yang berupa menentukan permasalahan, masukan dari ahli materi dan ahli media dan data kuantitatif berupa angket diantaranya pengembangan bahan ajar berupa Modul Ajar PAI Elemen Aqidah Fase E Kurikulim Merdeka. Berdasarkan uji validitas menggunakan angket 77 Rizka. Kartika : Pengembangan Modul Ajar PAI A Kurikulum Merdeka kepada ahli materi dan ahli media, modul ajar yang dikembangkan mencapai tingkat kelayakan sangat valid dengan rata-rata 78,75% dari ahli materi dan 99,17% dari ahli media. KATA KUNCI: Pengembangan Modul Ajar. Elemen Aqidah. Kurikulum Merdeka Article History Received: 19 Juli 2024 Revised: 25 Juli 2024 Accepted: 31 Juli 2024 PENDAHULUAN Pemerintah saat ini mengubah paradigma pendidikan dari fokus pada peran guru menjadi penekanan pada peserta didik melalui penerapan Kurikulum Merdeka. Pada kurikulum ini, peserta didik menjadi pusat atau titik sentral pendidikan, dalam pelaksanaannya, pemerintah secara implisit merancang kurikulum ini agar sesuai dengan karakteristik peserta didik dan tingkat pencapaian mereka. Menurut Kurka . penyesuaian pembelajaran dengan karakteristik peserta didik dan tingkat pencapaian adalah aspek yang sangat krusial. kata lain, pendidik seharusnya dapat merancang satu modul ajar dalam kegiatan pembelajaran, yang dilengkapi dengan petunjuk atau arahan yang sesuai. Pada hal ini berarti, pendidik tidak perlu menyusun beberapa modul ajar untuk mengakomodasi kebutuhan belajar yang beragam, yang jelas akan menyebabkan ketidakseimbangan dalam pelaksanaan pembelajaran. Gayle Jenkins . menegaskan bahwa pendidik harus memiliki sikap proaktif terhadap perubahan kurikulum. Diharuskan institusi pendidikan juga harus responsif dalam menyesuaikan diri dengan perubahan Kurikulum. Maimunah . menyatakan media pembelajaran berfungsi sebagai sarana atau perangkat yang dapat mempermudah penyampaian materi pembelajaran. Modul pengajaran memiliki sejumlah keunggulan jika dibandingkan dengan pendekatan pengajaran tradisional. Pertama, modul ajar memungkinkan peserta didik untuk belajar mandiri dan dalam tempo yang sesuai dengan kemampuan mereka. Kedua, modul ajar dapat membantu siswa untuk memahami konsep secara lebih mendalam dan terintegrasi. Ketiga, modul ajar dapat digunakan oleh siswa di mana saja dan kapan saja, sehingga memungkinkan siswa untuk belajar di luar kelas. Pada pembuatan modul ajar yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa bukanlah hal yang mudah. Modul ajar yang EDUSCOPE Vol. 10 No. 01 Juli 2024 78 Rizka. Kartika : Pengembangan Modul Ajar PAI A Kurikulum Merdeka buruk atau tidak sesuai dapat menghambat pembelajaran siswa dan bahkan dapat menurunkan motivasi belajar mereka. Oleh karena itu, pengembangan modul ajar yang baik dan efektif merupakan hal yang penting untuk meningkatkan hasil belajar siswa (Sungkono, 2. Saat ini, modul ajar Kurikulum Merdeka dianggap sebagai perangkat yang cukup krusial untuk kelancaran implementasi pembelajaran dengan model atau paradigma yang baru, terutama jika dikaitkan dengan transformasi revolusi industri dan juga digital (Maipita et al. , 2. Modul ajar Kurikulum Merdeka merujuk pada sejumlah alat atau sarana media, metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang secara sistematis, menarik, dan yang pasti, sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Modul ajar sendiri dapat dikatakan sebagai suatu implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang dikembangkan dari Capaian Pembelajaran (CP) dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai Modul ajar disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik. Modul ajar juga mempertimbangkan apa yang akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran yang jelas, tentu saja, basis perkembangannya juga berorientasi jangka Para guru juga perlu mengetahui dan memahami konsep modul ajar dengan maksud agar proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna (Setiawan, et el Perubahan kurikulum yang dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia agar dapat bersaing di tingkat internasional dan juga sebagai usaha untuk mengatasi perubahan yang terjadi akibat arus globalisasi (Fidyawati dan Meishanti, 2. Pemilihan media ini juga diharapkan dapat membantu siswa dalam pembelajaran. Peneliti akan mengembangkan modul ajar Kurikulum Merdeka yang inovatif dan efektif untuk mendukung implementasi konsep Kurikulum Merdeka di sekolah. Modul ajar ini akan dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik siswa dan berbagai aspek pembelajaran, seperti strategi pembelajaran yang efektif, penggunaan teknologi, dan pendekatan yang mengakomodasi keragaman siswa. METODE Secara sederhana penelitian dan pengembangan didefinisikan sebagai metode penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan produk unggulan yang didahului dengan penelitian pendahuluan sebelum produk dikembangkan. EDUSCOPE Vol. 10 No. 01 Juli 2024 79 Rizka. Kartika : Pengembangan Modul Ajar PAI A Kurikulum Merdeka Menurut Sukmadinata . penelitian dan pengembangan adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. Jadi dapat disimpulkan bahwa penelitian pengembangan adalah penelitian yang bertujuan menghasilkan suatu produk yang harapannya akan efektif untuk digunakan berdasarkan kebutuhan pendidikan yang banyak berkembang pada saat ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Developmen. Tujuan utama dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis modul ajar. Menurut Borg and Gall bahwa penelitian pendidikan dan pengembangan (R&D) adalah proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. Langkah-langkah dari proses ini biasanya disebut siklus R&D, yang terdiri dari mempelajari temuan penelitian yang berkaitan dengan produk yang akan dikembangkan, mengembangkan produk berdasarkan temuan, pengujian produk dimana produk tersebut akan digunakan akhirnya, dan merevisinya untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan dalam tahap pengujian. Pada tahapan selanjutnya pada penelitian R&D, siklus ini diulang sampai hasil uji coba menunjukkan bahwa produk tersebut memenuhi tujuan dan layak digunakan. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini akan disederhanakan dan dibatasi. Langkah pada pengembangan modul ajar PAI elemen aqidah fase E disederhanakan dan dibatasi hanya sampai dihasilkannya produk setelah validasi produk dan direvisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berbentuk modul ajar yang digunakan sebagai media pembelajaran, yang ditunjukan pada gambar dibawah ini: Potensi dan Pengumpulan Desain produk Revisi Validasi produk EDUSCOPE Vol. 10 No. 01 Juli 2024 80 Rizka. Kartika : Pengembangan Modul Ajar PAI A Kurikulum Merdeka Gambar 1. Langkah-langkah metode Brog & Gall Desain uji coba Dalam penelitian pengembangan membutuhkan kerangka uji coba produk untuk menguji validitas produk. Desain uji coba dapat digambarkan pada alur sebagai berikut. Desain uji coba Alat data angket dan peraktek lapangan. Draf media : modulajar PAI fase X eleman Uji coba Revisi Produk akhir pengembangan Gambar 2. Desain Uji Coba Subyek uji coba Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah pengembangan media pembelajaran berupa modul ajar PAI fase E elemen Aqidah kurikulum merdeka. Jenis data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan kebutuhan penelitian pengembangan, laporan kuantitatif digabung dengan kualitatif. Data kualitatif berupa penilaian, masukan, tanggapan, kritikan dan saran perbaikan melalui pernyataan angket terbuka EDUSCOPE Vol. 10 No. 01 Juli 2024 81 Rizka. Kartika : Pengembangan Modul Ajar PAI A Kurikulum Merdeka sedangkan data kuantitatif dengan pernyataan angket tertutup yang disusun dengan menyediakan pilihan jawaban tentang penilaian produk dari hasil pencapaian di lapangan. Instrumen pengumpulan data Menurut Sugiyono . definisi instrumen penelitian adalah sebagai berikut: AuInstrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara spesifik fenomena ini disebut variabel penelitian. Ay Instrumen merupakan alat bantu yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data penelitian dengan cara melakukan pengukuran. Instrumen memegang peran penting sangat menentukan mutu suatu pendidikan, karena validitas atau kelebihan data yang diperoleh akan sangat ditentukan oleh kualitas atau validitas instrumen yang digunakan, disamping prosedur data yang Instrumen yang dilakukan dalam penelitian dan pengembangan modul ajar PAI elemen aqidah fase E Kurikulum merdeka adalah sebagai berikut: Instrumen Angket Angket digunakan untuk mengetahui respon seseorang terkait sebuah Kuisioner . juga dikenal sebagai angket. Angket merupakan sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh validator. Angket sebagai lembar penilaian produk digunakan untuk mendapat hasil data validitas modul ajar diuji. Kelayakannya media pembelajaran hasil pengembangan angket tersebut ditujukan untuk: Ahli isi/materi . Ahli media Instrumen Validasi Produk Instrumen digunakan untuk mengetahui apakah media pembelajaran dan instrumen yang dirancang telah sesuai dengan kaidah kebahasan dan kisi-kisi Instrumen validasi bertujuan untuk memperoleh penilaian dari validator mengenai media dengan materi yang sedang dikembangkan oleh Skala penilaian untuk lembar validasi menggunakan skala likert 1 EDUSCOPE Vol. 10 No. 01 Juli 2024 82 Rizka. Kartika : Pengembangan Modul Ajar PAI A Kurikulum Merdeka Teknik analisis data Analisis data instrumen non tes pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif. Instrumen non tes berupa angket menggunakan skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan perorangan atau sekelompok tentang suatu gejala sosial (Sugiono, 2. Penelitian ini menggunakan skala 1 sampai 5, dengan skor tertinggi 5 dan skor terendah 1 (Arikunto, 2. Angket validitas ahli Data validitas berupa angket yang telah diperoleh oleh peneliti kemudian dianalisis untuk mengetahui hasil kelayakan modul ajar yang telah Teknik analisis data yang digunakan bertujuan untuk menghitung angket yang telah terkumpul dari validator ahli materi, validator ahli media, maupun dari angket respon peserta didik. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data validasi ahli yaitu menggunakan skala likert. Instrumen yang digunakan memiliki 5 pilihan jawaban sesuai table 1. Tabel 1 Kategori Penilaian Skala Likert Skor Keterangan Skor 5 Sangat setuju Skor 4 Setuju Skor 3 Cukup setuju Skor 2 Tidak setuju Skor 1 Sangat tidak setuju (Sumber : Arikunto 2. Sehingga untuk menentukan skor penilaian rata-rata dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut (Sugiono, 2. Ocycu ycE = Oc ycuycn X 100% Keterangan : : besar persentase . ang dicar. Ocycu : jumlah total skor jawaban validator Oc ycuycn : jumlah total skor jawaban tertinggi ( nilai idea. 100 % : bilangan konstanta EDUSCOPE Vol. 10 No. 01 Juli 2024 83 Rizka. Kartika : Pengembangan Modul Ajar PAI A Kurikulum Merdeka Kemudian dicari persentase kriteria validasi. Adapun kriteria validitas yang digunakan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut : Tabel 2 Kriteria Interpretasi Kelayakan Interval Kriteria 0% - 20% Sangat tidak layak, tidak boleh digunakan 21% - 40% Tidak layak, tidak boleh digunakan 41% - 60% Cukup layak 61% - 80% Layak 81% - 100% Sangat layak (Sumber : (Arikunto, 2. Pada tabel diatas, menunjukan semakin tinggi nilai interpretasi maka kelayakan media pembelajaran modul ajar aqidah semakin tinggi. HASIL dan PEMBAHASAN Data uji coba yang dilakukan pada penelitian pengembangan media pembelajaran modul ajar PAI elemen aqidah fase E ini berupa data hasil validasi dari dosen ahli desain Kegiatan validasi ini dilakukan oleh satu orang dosen Prodi fisika yaitu sebagai ahli media kemudian dua dosen fakultas Pendidikan Agama Islam yakni sebagai ahli materi. Analisis data validasi ahli media merupakan penjabaran dari data hasil validasi ahli media/desain. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan desain dari modul aja tersebut. Hasil persentase yang diperoleh dari angket validasi ahli desain yaitu sebesar 99,17%. Hasil dari data validasi modul ajar PAI elemen aqidah fase E sangat layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Data yang diperoleh dari angket validasi ahli desain yaitu media pembelajaran modul ajar PAI elemen aqidah fase E yang berisi 24 kriteria. Berdasarkan hasil validasi dari 24 kriteria yang dinilai pernyataan-pernyataan dalam semua aspek mendapatkan skor 4 dan 5 sehingga dapat dipastikan bahwa modul ajar tersebut mendapatkan kategori layak. Analisis data validasi ahli materi merupakan penjabaran dari data hasil validasi ahli EDUSCOPE Vol. 10 No. 01 Juli 2024 84 Rizka. Kartika : Pengembangan Modul Ajar PAI A Kurikulum Merdeka desain pembelajaran. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan materi dari pembelajaran tersebut. Hasil persentase yang diperoleh dari angket validasi ahli materi yaitu sebesar 77,5% dan 80% . dari kedua persentase kedua ahli materi diperoleh rata-rata 78,75%. Hasil ini menunjukkan bahwa modul PAI elemen aqidah fase E Layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran, namun masih perlu dilakukan revisi berdasarkan saran dan komentar dari ahli materi. Data diperoleh dari angket validasi ahli materi yaitu media pembelajaran modul ajar PAI elemen aqidah fase E yang berisi 16 kriteria. Data Hasil Validasi 120,00% 100,00% 80,00% 60,00% 40,00% 20,00% 0,00% Gambar 2. Data Hasil Validasi Tabel 3. Data Hasil validasi Validator Persentase Kriteria Ahli media 99,17% Sangat layak Ahli materi I 77,5% Layak Ahli materi II Layak KESIMPULAN dan SARAN Dari hasil pembahasan dan berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan Media pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan, berdasarkan tabel data EDUSCOPE Vol. 10 No. 01 Juli 2024 85 Rizka. Kartika : Pengembangan Modul Ajar PAI A Kurikulum Merdeka hasil validasi dosen ahli desain pembelajaran, media pembelajaran berupa modul ajar PAI elemen Aqidah fase E mendapat kriteria sangat layak dengan persentase 99,17% dari hasil validasi dosen ahli desain dan berdasarkan tabel data hasil validasi dua orang dosen fakultas Pendidikan Agama Islam sebagai ahli materi, mendapat kriteria layak dengan persentase 77,5% dan 80% dan mendapatkan nilai rata-rata 78,75% dengan kriteria layak. Berdasarkan penelitian pengembangan buku ajar PAI Fase E elemen aqidah yang telah dilakukan, peneliti menyimpulkan beberapa saran sebagai berikut: Bagi peneliti, uji coba sebaiknya dilakukan pada kelompok kecil dan kelompok besar di sekolah agar validitas modul ajar semakin tinggi. Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya media pembelajaran dengan buku PAI elemen aqidah fase E dimanfaatkan dengan baik sebagai variasi media dalam belajar aqidah DAFTAR RUJUKAN Arikunto. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. PT. Rineka Cipta. Dr. Kosasih. Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta Timur: PT. Bumi Aksara. Gholib. Akidah Akhlak Dalam Perspektif Islam Jakarta,. Jakarta: CV. Diaz Pratama Mulia. Howson . , & Kingsbury. Curriculum change as transformational learning. Teaching in Higher Education, 28. , 1847Ae1866. Jenkins. Teacher agency: the effects of active and passive responses to curriculum change. The Australian Educational Researcher, 167Ae181. Khairurrijal, et al. Pengembangan Kurikulum Merdeka. Malang: CV. Literasi Nusantara Abadi. Maimunah. Metode Penggunaan Media Pembelajaran. Jurnal Al-Afkar Vol. , 5. Maipita. Dalimunthe. , & Sagala. he Development Structure of the Merdeka Belajar Curriculum in the Industrial Revolution Era. Advances in Economics. Business and Management Research, 163, 145-151. Marita. Pengembangan Modul Ajar Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Pemahaman Belajar Peserta Didik Kelas IV SD Negeri 1 Ampel. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 08, 127133. Fidyawati. , dan Meishanti. Study Literature Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning dengan Scientific Approach Terhadap Hasil Belajar Siswa. Jurnal Esuscope. Vol. 8 No. : Volume 8 No. 2 Januari 2023 EDUSCOPE Vol. 10 No. 01 Juli 2024 86 Rizka. Kartika : Pengembangan Modul Ajar PAI A Kurikulum Merdeka https://ejournal. id/index. php/eduscope/article/view/4582 Muarif. Damayanti. Akmalia. Arsfenti. , & Darmadi. Pengembangan Kurikulum 2013 dalam Meningkatkan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar. Edukatif:Jurnal Ilmu Pendidikan, 3. , doi:https://doi. org/10. 31004/edukatif. Nurhidayati. Pengembangan Kurikulum 2013 dalam Meningkatkan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, , 44-57. Sari. Widiartini. , & Angendari. Pengembangan Bahan Ajar Embroidery Berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Jurnal Bosaparis: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 13. , 28-36. Setiawan. Syahria. Andanty. , & Nabhan. Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Mata Pelajaran Bahasa Inggris Smk Kota Surabaya. Jurnal Gramaswara, 2. , 49-62. Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta. Sukmadinata. Metode penelitian pendidikan. jakarta : Remaja Rosdakarya. Wahyudi. Pengantar Aqidah Akhlak Dan Pembelajarannya. Bantu DI Yogyakarta : Lintang Rasi Aksara. EDUSCOPE Vol. 10 No. 01 Juli 2024