Jurnal Pendidikan Sultan Agung JP-SA Volume 3 Nomor 1. Februari Tahun 2023 Hal. 81 Ae 91 Nomor E-ISSN: 2775-6335 SK No. 27756335/K. 4/SK. ISSN/2021. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sultan Agung Semarang Jl. Kaligawe Raya KM. 4 Kecamatan Genuk Semarang 50112 Jawa Tengah Indonesia Alamat website: http://jurnal. id/index. jpsa/index ================================================================== ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI KEPERCAYAAN DIRI SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS Lailya Nur Oktaviani. Nila UbaidahA. Dyana Wijayanti eAeAPendidikkan Matematika. Universitas Islam Sultan Agung Semarang Email: lailyoktvia24@std. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari kepercayaan diri siswa SMA pada pembelajaran tatap muka terbatas Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Kasiman kelas XI MIPA 3. Subjek penelitian ditentukan dari pengkategorian kepercayaan diri siswa dari hasil angket yang dikelompokkan menjadi 3, yaitu tinggi, sedang dan rendah. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah instrument tes kemampuan komunikasi matematis. Instrument pedoman wawancara digunakan untuk memperoleh data mengenai kemampuan komunikasi matematis agar data lebih jelas. Hasil penelitian menunjukan bahwa: . Siswa dengan kepercayaan diri tinggi, mampu memenuhi semua indikator komunikasi matematis yang terdiri dari tujuh indikator. Siswa dengan kepercayaan diri sedang, belum mampu menggunakann simbol-simbol matematika dengan tepat, belum mampu menjelaskan hasil pekerjaan secara logis. Siswa dengan kepercayaan diri rendah belum mampu menggunakann simbol-simbol matematika dengan tepat, belum mampu memahami istilah-istilah dalam bahasa matematika, belum mampu menggambarkan situasi masalah dan menyatakan solusi masalah dalam bentuk tulisan dan atau gambar dengan baik dan bernar, belum mampu menjelaskan hasil pekerjaan secara logis. Kata kunci: Kemampuan Komunikasi. Komunikasi Matematis. Kepercayaan Diri Abstract This study aims to describe mathematical communication skills in terms of high school students' confidence in blended learning. The method used in this research is a qualitative case study. This research was conducted at SMAN 1 Kasiman class XI MIPA 3. The research subjects were determined from the categorization of students' self-confidence from the results of the questionnaire which were grouped into 3, namely high, medium and low. The instrument used in this research is a mathematical communication ability test instrument. The interview guide instrument was used to obtain data on mathematical communication skills so that the data was The results showed that: . Students with high self- confidence were able to fulfill all indikators of mathematical communication which consisted of seven indikators. Students with moderate self-confidence, have not been able to use mathematical simbols correctly, have not been able to explain the results of their work logically. Students with low self- confidence have not been able to use mathematical simbols correctly, have not been able to understand terms in mathematical language, have not been able to describe problem situations and state problem solutions in writing and or pictures properly and correctly, have not been able to explain the results of their work logically. Keywords: Communication Ability. Mathematical Communication. Self-Confidence Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 3 No. 1 Tahun 2023 PENDAHULUAN Kemampuan komunikasi merupakan salah satu kemampuan penting yang harus dikuasai oleh siswa dalam pembelajaran, tidak terkecuali pada pembelajaran matematika. Komunikasi matematis merupakan bahasa matematis yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Nurul et al. komunikasi matematis merupakan penguasaan menceritakan atau menyampaikan gagasan dengan simbol, diagram, dan tabel untuk memecahkan persoalan Namun dalam pelaksanaanya, siswa Indonesia cenderung mengalami kesulitan pada tahap awal menyelesaikan tugas, yaitu memahami tugas berbasis konteks dan mengubahnya menjadi masalah atau model matematika (Noviyana et al. , 2. Padahal, komunikasi matematis merupakan aspek penting dalam pembelajaran matematika (Tahmir et al. , 2. Selain kemampuan komunikasi matematis, tingginya rasa kepercayaan diri . elf-confidenc. siswa juga harus diasah sedini mungkin. Komara . menyimpulkan bahwa kepercayaan diri merupakan karakteristik yang ada pada pribadi seseorang tentang keyakinan akan kemampuan diri dan seseorang tersebut dapat mengembangkan dirinya sebagai pribadi yang mampu menanggulangi suatu masalah yang dihadapi dengan baik. Dengan adanya rasa percaya diri, siswa dapat mengkomunikasikan gagasan mereka untuk memperjelas ide dalam penyelesaian masalah yang mereka ungkapkan (Rizqi et al. , 2. Pandemi covid-19 yang terjadi di beberapa Negara, menjadikan pembelajaran dilaksanakan secara online. Pembelajaran jarak jauh membutuhkan penyesuaian antara guru dan siswa, yang pada dasarnya mereka terbiasa melaksanakan pembelajaran tatap muka secara langsung di Selain itu, pembelajaran melalui e-learning memerlukan penyesuaian terhadap model pembelajaran yang kompatibel Kusmaryono et al. Terdapat kendala dan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (Lestari 2. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam menghadapi permasalahan tersebut, salah satunya menerapkan pembelajaran secara tatap muka terbatas (PTMT) atau sering disebut dengan pembelajaran berbasis blended Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel merupakan materi yang didalamnya memuat banyak istilah-istilah matematika. Sehingga tak heran sebagian siswa mengalami kesulitan dalam Selain itu indikator-indikator komunikasi matematis juga terkandung dalam uraian penyelesaian soal SPLTV. Menurut Ariska & Rahman . , siswa kesulitan mengubah bentuk soal cerita SPLTV kedalam bentuk matematika, meskipun sudah dijelaskan oleh guru bidang studi. Hartinah & Ferdianto . berpendapat bahwa siswa kesulitan membuat model matematika dari permasalahan pada soal. Selain itu, siswa juga kesulitan dalam memahami konsep dan prinsip materi SPLTV (Ramadhani & Firmansyah, 2. Maka dari itu, siswa juga mengalami kesulitan dalam penarikan kesimpulan penyelesaian masalah SPLTV (Cardo et al. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus. Penelitian dilakukan terhadap siswa kelas X SMAN I Kasiman, yang beralamat di Jl. Raya Kedewan No. Kecamatan Kasiman. Kabupaten Bojonegoro. Jawa Timur. Responden merupakan siswa kelas X MIPA 3 yang berjumlah 27 siswa, yaitu 10 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakann angket, metode tes, dan metode Angket atau kuesioner digunakan untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri siswa kelas X MIPA 3 SMA N 1 Kasiman. Angket yang digunakan adalah angket tertutup dimana pertanyaan dan alternatif jawaban telah ditentukan, sehingga responden tinggal memilih jawaban yang tertera. Instrumen angket terdiri atas 25 butir pertanyaan, yaitu 15 butir positif dan 10 butir negatif. Instrumen angket pada penelitian ini menggunakann lima indikator untuk mengukur tingkat kepercayaan diri siswa, yang dapat dilihat pada Lampiran 2. Terdapat tiga kategori siswa berdasarkan kepercayaan diri, yaitu tinggi, sedang dan rendah. Metode tes pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa. Membuat kisi-kisi pertanyan dengan tujuh indikator komunikasi matematis adalah tahap awal dalam persiapan tes. Kemudian dilanjutkan dengan membuat soal beserta Soal terdiri dari dua buah, yaitu tentang SPLTV. Instrumen wawancara yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur dengan menyusun pertanyaan-pertanyaan mengenai komunikasi matematis. Pertanyaan disusun sebelum melaksanakan wawancara, tetapi peneliti dapat menambahkan pertanyaan ketika wawancara sesuai dengan kondisi saat itu. Lembar pedoman wawancara tersebut dapat dilihat pada Lampiran 9. Wawancara dilaksanakan terhadap 6 siswa yang dipilih, yaitu 2 siswa dengan kepercayaan diri tinggi, 2 siswa dengan kepercayaan diri sedang dan 2 siswa dengan kepercayaan diri rendah. Teknik analisis data pada penelitian ini melalui tiga tahapan yaitu tahap reduksi data dengan mengkategorikan hasil angket, mengoreksi dan mendesskripsikan hasil tes, menyederhanakan dan meresum wawancara. Tahap kedua menyajikan data dengan menyajikan deskripsi hasil tes dan wawancara berdasarkan indikator komunikasi matematis siswa. Tahap terakhir yaitu menarik kesimpulan dari masing-masing kategori siswa dengan kepercayaan diri tinggi, sedang dan rendah berdasarkan indikator komunikasi matematis yang mampu terpenuhi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil angket kepercayaan diri siswa dikategorikan menjadi 3 kategori, yaitu tinggi, sedang dan Dari masing-masing kategori diambil 2 siswa untuk dianalisis jawabannya. Jawaban ke enam siswa tersebut dianalisis berdasarkan indikator komunikasi matematis. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai jawaban tes tulis siswa, maka dilakukan wawancara semi Tabel 1 Hasil Angket Kepercayaan Diri Rata-rata (AA) Standar Deviasi (E) AA E AA-E Berdasarkan perhitungan skor angket kepercayaan diri siswa, maka diperoleh rata-rata skor angket kepercayaan diri siswa. Rata-rata skor angket kepercayaan diri siswa adalah 68,1 dengan standar deviasi 7,3. Sehingga skor angket kepercayaan masing-masing siswa dapat dikategorikan berdasarkan pengkategorian pada Tabel 2 berikut: Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 3 No. 1 Tahun 2023 Tabel 2 Pengkategorian Hasil Angket Interval Kategori ycu Ou 75. Tinggi 7 O ycu < 75. Sedang ycu < 75. Rendah Jumlah siswa dengan kepercayaan diri tinggi sebanyak 11,1%, siswa dengan kepercayaan diri sedang sebanyak 66. 7% dan siswa dengan kepercayaan diri rendah sebanyak 22. kepercayaan diri siswa dapat dilihat pada Gambar 1 Gambar 1 Diagram Persentase Kepercayaan Diri Siswa Tabel 3 Hasil Deskripsi Dan Analisis Siswa Kepercayaan Diri Tinggi Indikator Komunikasi Matematis Mampu S1 & S2 Soal Siswa menyebutkan apa yangdiketahui dan permasalahan dari soal Mampu menentukan ide Siswa menjelaskan secara mencari lisan langkah-langkah yang solusisoal yang telah diberikan akan dilakukan dalam menyelesaikan soal. Mampu menggunakann simbol- Siswa simbol matematika dengan tepat simbol- n, pembagian, penjumlahan maupun perkalian dalam mengoperasikan aljabar. Soal Siswa menyebutkan apa yangdiketahui dan Siswa menjelaskan secara lisan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam menyelesaikan soal. Siswa pembagian, penjumlahan maupun perkalian dalam mengoperasikan aljabar. Mampu memahami istilahistilahdalam bahasa matematika Mampu menggambarkan situasi masalah dan menyatakan solusi masalah dalam bentuk tulisan dan atau gambar dengan baik dan benar Mampu secara logis Mampu merefleksi ah mendapatkan arahan dari Siswa menjelaskan secara lisan simbol-simbol yang m menyelesaikan dengan tepat dan atau dapat mengapa menggunakann Siswa membuat model permasalahan dari soal, metode substitusi dana tau metode eliminasi, siswa Siswa penyelesaian yang ditulis pada lembar jawaban Siswa memahami evaluasi yang Siswa menjelaskan secara lisan simbol-simbol yang m menyelesaikan dengan tepat dan atau dapat Siswa membuat model permasalahan dari soal, metode substitusi dana tau metode eliminasi, siswa Siswa penyelesaian yang ditulis pada lembar jawaban Siswa memahami evaluasi yang Tabel 4 Hasil Deskripsi Dan Analisis Siswa Kepercayaan Diri Sedang Indikator Komunikasi Matematis Mampu S3 & S4 Soal Siswa menyebutkan apa yangdiketahui dan permasalahan dari soal yang Mampu menentukan ide Siswa menjelaskan secara matematis dalam mencari lisan langkah-langkah yang solusi soal yang telah akan mmenyelesaikan soal. Soal Siswa menyebutkan apa yangdiketahui dan Siswa menjelaskan secara lisan langkah-langkah yang mmenyelesaikan soal. Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 3 No. 1 Tahun 2023 Mampu Siswa menggunakan simbol- Siswa menggunaka simbol nn simbol-simbol matematika dengan tepat persamaan, masih terdapat penjumlah kesalahan saat mengurangkan an maupun perkalian dalam antara ruas kanan dan kiri. membuat model matematika atau mengoperasikan aljabar. Mampu memahami istilah- Siswa menjelaskan secara Siswa menjelaskan secara bahasa lisan simbol-simbol yang lisan simbol-simbol yang dalam digunakan menyelesaikan soal dengan menyelesaikan soal dengan dapat tepat menjelaskan alasan mengapa menjelaskan alasan mengapa simbol menggunakann Mampu Siswa model Siswa menggambark matematika an situasi masalah dan menyatakan solusi masalah permasalahan dari soal, siswa permasalahan dari soal, siswa dalam bentuk tulisan dan mampu atau gambar dengan baik dan an dengan metode substitusi an dengan metode substitusi dana tau metode eliminasi, dana tau metode eliminasi, siswa mampu membuat siswa kesimpulandari permasalahan kesimpulan dari permasalahan menggunakann dengan bahasanya sendiri bahasanya sendiri Mampu menjelaskan Siswa menjelaskan langkah- Siswa langkah penyelesaian yang menjelaskan langkah-langkah ditulis pada lembar jawaban penyelesaian yang ditulis secara logis pada lembar jawaban. Mampu merefleksi hasil Siswa memahami evaluasi yang setel diberikan, ah mendapatkan arahan dari Siswa memahami evaluasi yang Tabel 5 Hasil Deskripsi Dan Analisis Siswa Kepercayaan Diri Rendah Indikator Komunikasi Soal 1 Soal 2 Matematis Mampu memahami Siswa Siswa inti permasalahan dari menyebutkan soal yang diberikan apa yang apa yang Diketahui dan Diketahui dan Soal 1 Siswa apa yang Diketahui dan Soal 2 Siswa Diketahui dan Mampu menentukan ide matematis dalam mencari solusi soal yang telah diberikan Siswa secara lisan langkahlangkah yang Siswa secara lisan langkahlangkah yang Siswa Siswa secara lisan secara lisan langkahlangkahlangkah yang menyelesaikan menyelesaikan Mampu Siswa Siswa belum Siswa belum Siswa belum simbol-simbol simbol-simbol dengan pengurangan, simbol-simbol simbol-simbol simbol-simbol perkalian dalam maupun membuat model perkalian dalam perkalian dalam perkalian dalam matematika atau membuat model membuat model membuat model mengoperasikan matematika atau matematika mengoperasikan atau mengoperasikan mengoperasikan Mampu memahami Siswa Siswa belum Siswa belum Siswa istilah-istilah dalam menjelaskan bahasa matematika lisan menjelaskan simbol-simbol lisan secara lisan simbol-simbol yang digunakan simbol-simbol simbol-simbol yang digunakan yang digunakan yang digunakan dalam menyelesaikan dalam dengan menyelesaikan menyelesaikan soal tepat dan atau soal dengan soal dengan tepat dan atau tepat dan atau tepat dan atau dapat dapat belum dapat menjelaskan alasan mengapa menjelaskan alasan mengapa menggunakann alasan mengapa alasan mengapa menggunakann simbol tersebut menggunakann menggunakann simbol tersebut simbol tersebut simbol tersebut Tabel 6 Hasil Deskripsi Dan Analisis Siswa Kepercayaan Diri Rendah Indikator Komunikasi Matematis Mampu dan menyatakan Soal 1 Siswa membuat Soal 2 Soal 1 Soal 2 Siswa belum Siswa belum Siswa membuat membuat model membuat model matematika Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 3 No. 1 Tahun 2023 bentuk dari soal, siswa permasalahan dari soal, siswa tulisan dan atau mampu dari soal, siswa dari soal, siswa mampu dengan mengoperasikan mampu baik dan benar dengan metode mengoperasikan mengoperasikan dengan metode substitusi dana dengan metode dengan metode substitusi dana metode substitusi dana substitusi dana tau eliminasi, siswa tau metode tau metode eliminasi, siswa eliminasi, siswa eliminasi, siswa mampu kesimpulan dari membuat kesimpulan dari kesimpulan dari kesimpulan dari permasalahan menggunakann dengan menggunakann menggunakann bahasanya Mampu menjelaskan Siswa Siswa belum Siswa belum hasil pekerjaan secara menjelaskan langkah-langkah menjelaskan langkah-langkah langkahyang ditulis penyelesaian lembar yang ditulis penyelesaian lembar yang ditulis pada lembar Mampu setelah mendapatkan arahan dari peneliti Siswa belum yang ditulis pada lembar Siswa menerima Siswa menerima Siswa Siswa dan memahami dan memahami menerima dan menerima dan yang evaluasi yang memahami evaluasi yang evaluasi yang Pembahasan Berdasarkan indikator yang digunakan. Subjek dengan kepercayaan diri tinggi mampu memenuhi ketujuhnya. Kedua soal diselesaikan dengan baik dan benar oleh S1 & S2. Sejalan dengan Tahmir et al. tingginya rasa percaya diri siswa mampu mengetahui informasi S1 & S2 bisa menyebutkan prosedur untuk mengerjakan soal. Menurut Afri & Windasari . subjek mampumelakukan tahap perencanaan dalam menyelesaikan soal. Subjek juga mampu menggunakan simbol matematika, misalnya simbol pengurangan, penjumlahan maupun perkalian. Subjek mampu mengubah ke dalam model matematis. Kemudian subjek juga dapat mengoperasikannya dengan menggunakan yang sudah dijelaskan Sejalan dengan Rizqi et al. , siswa dengan kepercayaan diri tinggi bisa menggunakan istilah dan notasi matematika dengan benar. Tidak perlu adanya evaluasi untuk Subjek terkait jawaban yang dituliskan. soal dikerjakan dengan baik. Subjek dengan kepercayaan diri sedang belum mampu memenuhi dua dari tujuh indikator komunikasi matematis. Pada soal nomor 2. S3 & S4 belum mampu menggunakan simbol88 simbol matematika dengan tepat serta belum mampu menjelaskan hasil pekerjaan secara logis. Hal ini ditandai dengan adanya kesalahan dalam pengoperasian aljabar pada lembar jawaban. Pada umumnya kesalahan subjek disebabkan karena kurang teliti dalam mengoperasikan Siswa kurang telaten dalam mengerjakan soal (Cardo et al. Sejalan dengan Ramadhani & Firmansyah . , siswa kesulitan dalam perhitungan aljabar, yaitu kesulitan dalam mengoperasikan penjumlahan , pengurangan , perkalian dan pembagain. Aljabar mempelajari tentang penyederhanaan dan pemecahan masalah menggunakan simbol, salah satunya dipelajari pada materi SPLTV (Hartinah and Ferdianto, 2. Subjek dengan kepercayaan diri rendah belum mampu memenuhi empat dari tujuh indikator komunikasi matematis. S5 & S6 belum mampu menggunakan simbol-simbol matematika dengan tepat, belum mampu memahami istilah-istilah dalam bahasa matematika, belum mampu menggambarkan situasi masalah dan menyatakan solusi masalah dalam bentuk tulisan dan atau gambar dengan baik dan benar, serta belum mampu menjelaskan hasil pekerjaan secara logis. Sama halnya dengan subjek kepercayaan diri sedang, subjek dengan kepercayaan diri rendah juga belum mampu menggunakan simbol-simbol matematika dengan tepat serta belum mampu menjelaskan hasil pekerjaan secara logis. Sejalan dengan Rahmah & Abadi . siswa masih kesulitan dalam menentukan simbol-simbol matematis seperti pengurangan, penjumlahan, perkalian maupun pembagian. Hal ini dapat dilihat subjek masih mengalami kesalahan saat menggunakan simbol perkalian, penjumlahan maupun pengurangan dalam membuat model matematika. Salah satu penyebabnya adalah siswa ragu-ragu untuk menuliskan jawaban pada lembar jawaban. Hal tersebut dapat menyebabkan siswa kekurangan waktu dalam Selanjutnya subjek juga kesulitan membuat model matematika dari permasalah soal. Sejalan dengan Noviyana. Rachmani, & Nino . bahwa siswa dengan kepercayaan diri rendah belum mampu menjelaskan model matematika dengan bahasa sendiri. Kesalahan dilakukan siswa dalam menjawab soal SPLTV yaitu membuat model matematika dari masalah soal (Hartinah & Ferdianto, 2. Ariska & Rahman . juga berpendapat bahwa siswa kesulitan mengubah bentuk soal cerita SPLTV dalam bentuk matematika. Artinya subjek kurang mampu memahami istilah-istilah dalam bahasa matematika. Hal tersebut bisa terjadi karena siswa kurang sering berlatih dalam mengerjakan soal SPLTV. Selain kurang mampu dalam menggunakan simbol-simbol matematika, siswa dengan kepercayaan diri rendah juga kurang mampu menjelaskan hasil pekerjaan secara logis. Hal ini dapat diketahui ketika subjek diwawancara oleh peneliti. Siswa dengan kepercayaan diri rendah, cenderung ragu-ragu dalam menjawab pertanyaan. Berkebaikan dengan Syaifar et al. semakin tinggi kepercayaan diri maka siswa akan semakin yakin dalam menjawab dan menyelesaikan permasalahan soal. Siswa dengan kepercayaan diri rendah kurang yakin bahwa dirinya mampu menjawab suatu masalah. Mereka cenderung ragu-ragu dan malu. Sehingga jawaban yang diperoleh siswa dengan kepercayaan diri rendah kurang maksimal. SIMPULAN Siswa dengan kepercayaan diri tinggi mampu memahami inti permasalahan dari soal yang diberikan, mampu menentukan ide matematis dalam mencari solusi soal yang telah diberikan, mampu menggunakann simbol-simbol matematika dengan tepat, mampu memahami istilah-istilah dalam bahasa matematika, mampu menggambarkan situasi masalah dan menyatakan solusi masalah dalam bentuk tulisan dan atau gambar dengan baik dan benar, mampu menjelaskan hasil pekerjaan secara logis. Mampu merefleksi hasil Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 3 No. 1 Tahun 2023 pekerjaannya setelah mendapatkan arahan dari peneliti. Siswa dengan kepercayaan diri sedang belum mampu menggunakann simbol-simbol matematika dengan tepat serta belum mampu menjelaskan hasil pekerjaan secara logis. Siswa dengan kepercayaan diri rendah belum mampu menggunakann simbol-simbol matematika dengan tepat, belum mampu memahami istilah-istilah dalam bahasa matematika, belum mampu menggambarkan situasi masalah dan menyatakan solusi masalah dalam bentuk tulisan dan atau gambar dengan baik dan benar serta belum mampu menjelaskan hasil pekerjaan secara logis. Siswa memiliki kemampuan komunikasi matematis dan kepercayaan diri yang berbeda, sehingga diharapkan guru dapat meningkatkan kualitas pembelajara di kelas. Guru diharapkab memperhatikan siswa dengan kemampuan komunikasi matematis yang rendah dan mencari solusi terhadap permasalahan tersebut. DAFTAR PUSTAKA