Vol. 1 No. 4 Edisi November 2021 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA MASA NEW NORMAL PADA TEMA 7 INDAHNYA KERAGAMAN DI NEGERIKU DI KELAS IV SD NEGERI 101680 SISANGKAP Oleh: Balqis Bilkhoirot Harahap1*. Zulfadli2. Sukriadi Hasibuan3 1*,2,3, Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Pendidikan IPS dan Bahasa. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan *Email: balqisharahap2@gmail. DOI: 10. 37081/jipdas. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan mendeskripsi hubungan antara kebiasaan belajar siswa pada masa new normal dengan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 101680 Sisangkap. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri 101680 Sisangkap yang berjumlah 21 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan angket, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas data dan uji linieritas regresi. Uji hipotesis meliputiuji korelasi Product Moment, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . nilai rata-rata kebiasaan belajar siswa kelas IV sebesar 59,38 tergolong . nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 82,90 tergolong baik. ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar siswa pada masa new normal dengan hasil belajar siswa ditunjukkan dengan adanya rhitung > rtabel . ,625>0,. dan taraf signifikansi 0,05, korelasi dalam penelitian ini tergolong kuat. Dari hasil perhitungan koefesien determine dinyatakan bahwa nilai koefesien diperoleh sebesar 0,390 karena signifikan 0,390 > 0,05 dengan kategori hubungan yng Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar siswa pada masa new normal dengan hasil belajar, dan tergolong sedang. Kata Kunci: Hasil Belajar. Kebiasaan Belajar Masa New normal PENDAHULUAN Pendidikan merupakan aspek yang paling penting untuk menunjang kemajuan bangsa di masa depan, karena dengan pendidikan subyek pengembang . , dibina dan dikembangkan potensipotensi yang ada padanya dengan tujuan agar terbentuk subyek-subyek pengembang yang berkualitas sesuai dengan standar nasional pendidikan. Namun, karena imbas dari munculnya virus ini di bidang pendidikan membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbu. mengeluarkan surat edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Deseases-19. Agar dapat memutus rantai penyebaran virus ini pemerintah menganjurkan untuk menutup kegiatan pembelajaran di sekolah dan menerapkan pembelajaran daring . Dalam hal ini. Pemerintah berupaya untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dengan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui pendidikan sebagaimana yang dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: . Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur, . berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif, . sehat, mandiri, dan percaya diri, . toleran, peka sosial, demokratis, dan bertanggung jawab. Vol. 1 No. 4 Edisi November 2021 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Kurikulum SD/MI menggunakan pendekatan pembelajaran Tematik integratif dari kelas I sampai kelas VI. Pembelajaran Tematik intergratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Muatan kurikulum dalam mata pelajaran yaitu PKn. Matematika. Bahasa Indonesia. IPS. IPA. Penjaskes. Seni Budaya dan Bahasa Inggris. Keseluruhan mata pelajaran tersebut akan menghasilkan hasil belajar setelah melakukan proses pembelajaran. Dalam proses berjalannya pembelajaran tidak lepas dari kegiatan belajar. Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan perilaku yang lebih baik. Sejalan dengan pendapat Menurut Susanto . , belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja dalam keadaan sadar untuk memperoleh suatu konsep, pemahaman atau pengetahuan baru sehingga memungkinkan seseorang terjadinya perubahan perilaku yang relatif tetap baik dalam berpikir, merasa, maupun bertindak. Sedangkan menurut Suprijono, . Belajar berarti kegiatan psiko, fisik, dan sosio menuju ke perkembangan pribadi Selain itu, menurut Sagala . , belajar merupakan komponen ilmu pendidikan yang berkenaan dengan tujuan dan bahan acuan interaksi, baik yang bersifat eksplisit maupun implisit . Keberhasilan dalam belajar merupakan keinginan setiap individu, keberhasilan tersebut dapat ditempuh dengan cara menentukan kebiasaan belajarnya. Kebiasaan belajar yang bersifat positif atau baik akan membantu siswa untuk menguasai materi pelajaran, sehingga dengan memiliki kebiasaan belajar yang baik maka setiap usaha belajar akan memberikan hasil yang memuaskan dan juga akan menentukan keberhasilan di dalam belajarnya. Menurut Djaali . mengemukakan bahwa kebiasaan merupakan cara bertindak yang diperoleh melalui belajar secara berulang-ulang, yang pada akhirnya menjadi menetap dan bersifat otomatis. Sedangkan menurut Slameto . , belajar bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan, sikap, kecakapan, dan keterampilan, cara-cara yang dipakai itu akan menjadi kebiasaan. Dari perubahan perilaku tersebut siswa dapat memperoleh penilaian dari hasil belajarnya. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 104 tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar menyebutkan bahwa: penilaian hasil belajar oleh pendidik adalah proses pengumpulan informasi/bukti tentang capaian pembelajaran siswa dalam kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis selama dan setelah proses pembelajaran. Terdapat tiga ranah dalam hasil belajar menurut Bloom dalam RifaAoi dkk . 2:70-. , yaitu . Ranah kognitif, berhubungan dengan hasil berupa pengetahuan, kemampuan dan kemahiran intelektual . Ranah afektif, berkaitan dengan perasaan, sikap, minat dan nilai siswa, dan . Ranah psikomotor, berkaitan dengan kemampuan fisik siswa seperti keterampilan motorik dan syaraf, manipulasi objek dan koordinasi syaraf. Ibrahim dalam Susanto . , hasil belajar diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah materi tertentu. Sedangkan menurut Sudjana . hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Penilain hasil belajar berfungsi untuk memantau kemajuan belajar, hasil belajar, dan mendeteksi kebutuhan perbaikan hasil belajar siswa secara berkesinambungan. Adapun salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar tersebut adalah kebiasaan belajar. Menurut Djaali . 4: . , kebiasaan belajar dapat diartikan sebagai cara atau teknik yang menetap pada diri siswa pada waktu menerima pelajaran, membaca buku, mengerjakan tugas, dan pengaturan waktu untuk menyelesaikan kegiatan. Menurut Sudjana . 4:165-. , ada 5 hal yang perlu diperhatikan dalam proses belajar, yaitu, . Cara mengikuti pelajaran . Cara belajar mandiri di rumah . Cara belajar kelompok . Mempelajari buku teks, dan . Menghadapi ujian. Dalam kebiasaan belajar tentu ada suatu kebiasan belajar yang baik dan kebiasan belajar yang buruk. Agar kebiasaan belajar berjalan dengan baik perlu adanya pembentukan kebiasaan belajar yang baik pula. Purwanto . mengemukakan caracara belajar yang baik . Adanya tugas-tugas yang jelas dan tegas . Belajar membaca yang baik . Gunakan metode keseluruhan dan metode sebagian . Pelajari dan kuasai bagian-bagian yang sukar dari bahan yang dipelajari . Buat catatan-catatan pada waktu belajar . Kerjakan dan menjawab Vol. 1 No. 4 Edisi November 2021 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. pertanyaan- pertanyaan . Hubungkan materi-materi baru dengan materi yang lama . Gunakan berbagai sumber belajar . Pelajari baik-baik tabel, peta, grafik, dan gambar . Membuat Menurut Dimyati dan Mudjiono . 4: . , dalam kegiatan sehari-hari ditemukan adanya kebiasaan belajar yang kurang baik. Kebiasaan tersebut antara lain berupa: . belajar pada akhir . belajar tidak teratur. menyianyiakan kesempatan belajar. Bersekolah hanya untuk . datang terlambat bergaya pemimpin. bergaya jantan seperti merokok. sok menggurui teman. bergaya minta Aubelas kasihanAy tanpa belajar. Sejalan dengan pendapat Namun, kebiasaan belajar cenderung selalu menguasai perilaku siswa pada saat mereka melakukan kegiatan belajar. Kebiasaan belajar yang baik perlu dipupuk dan dikembangkan kepada siswa, demikian pula kebiasaan belajar itu bukan sesuatu yang telah ada namun sesuatu yang harus Untuk itu, dalam melaksanakan kegiatan belajar siswa sering melakukan kebiasaan yang berbeda dengan yang lain. Pandemic covid 19 dimasa new normal ini mengharuskan siswa untuk membentuk kebiasaan belajar yang baik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh siswa yaitu cara belajar, bagaimana cara mengikuti pelajaran di sekolah pada masa pandemic, baik cara membaca dan membuat rangkuman. Cara belajar yang dilakukan siswa itu tentu berbeda-beda, sesuai dengan karakteristik individu masing-masing. Cara belajar yang baik akan membentuk kebiasaan belajar yang baik pula. Oleh karena itu, pembentukan kebiasaan belajar perlu dikembangkan dalam diri siswa baik di sekolah khususnya di rumah. Berdasarkan kondisi riil yang peneliti alami selama pelaksanaan PPL di SD Negeri 101680 Sisangkap pada dimulai pada tanggal 12 Oktober sampai 7 November 2020 pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran, baik dalam pembelajaran dalam jaringan maupun pembelajaran luar jaringan, siswa sering melakukan kebiasaan belajar yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Kebiasaan berhubungan dengan kesenangan yang bersifat individu, artinya cara yang disenangi siswa berbeda dengan yang disenangi oleh siswa lainnya. Selain itu juga setiap siswa memiliki karakteristik dan latar belakang yang berbeda-beda, sehingga kemampuan siswa belajar dan menerima pembelajaran juga akan berbeda. Hasil wawancara dengan guru kelas IV di SD Negeri 101680 Sisangkap pada tanggal 26 Januari 2021, menjelaskan bahwa Pada saat proses pembelajaran kegiatan belajar yang dilakukan siswa berbeda-beda. Ada yang mudah paham apa yang disampaikan oleh guru, ada juga yang sulit memahami apa yang telah disampaikan. Siswa sebagian aktif dalam diskusi, dan sebagaian lagi pasif cenderung diam. Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas, penelitian ini perlu diadakan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan kebiasaan belajar dengan hasil belajar siswa kelas IV di SD Negeri 101680 Sisangkap. Penelitian ini di fokuskan terhadap kebiasaan belajar siswa dengan hasil belajar siswa pada tema 7 indahnya keragaman di negeriku yang diajarkan selama pandemic covid 19 ini dalam masa new normal. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 101680 Sisangkap Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara. Adapun alasan peneliti memilih tempat tersebut yaitu tempat tinggal peneliti dekat dengan sekolah, sebelumnya peneliti pernah melaksanakan kegiatan PPL, selama peneliti PPL disekolah tersebut proses kegiatan pembelajaran terlaksana secara dalam jaringan dan luar jaringan dimasa new normal. Penelitian ini dilaksanakan sekitaran bulan Maret sampai April 2021, saat pembelajaran yang sekarang ini pada masa covid 19 dimana aturan pemerintah menerapkan tetap menjaga protokol kesehatan, karena pada masa new normal ini pembelajaran tetap wajib dilaksanakan. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dan termasuk metode penelitian korelasi. Pada penelitian ini peneliti tidak memberikan perlakuan, peneliti hanya ingin mengetahui hubungan dari variabel X dan Y dan nantinya diharapkan dapat mengubah kondisi siswa menjadi lebih baik. Rancangan untuk penelitian ini adalah rancangan Sugioyono . dengan menyebar angket. Vol. 1 No. 4 Edisi November 2021 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Keterangan: X = variable bebas . ebiasaan belaja. Y = variable terikat . asil belaja. Menurut Sugiyono . populasi yaitu wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 101680 Sisangkap. Sampel merupakan sebagai perwakilan dari populasi menurut Arikunto . Ausampel adalah sebagian atau wakil populasi yang ditelitiAy. Jadi, sampel adalah sebagian dari keseluruhan populasi yang diteliti. Instrumen dalam penelitian ini yaitu angket tentang kebiasaan belajar siswa . dan nilai hasil belajar siswa . Selanjutnya, teknik sampel dikelompokkan menjadi dua yaitu . probability sampling, dan . non-probability sampling. Sedangkan teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu teknik nonprobability sampel dengan Sampling Kuota. Sampling Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah . yang diinginkan (Sugiyono, 2015:. Alasan pengambilan anggota sampel dengan Sampling Kuota karena peneliti hanya mengambil satu SD yang ada di Desa Sisangkap. Jadi sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas IV SD Negeri 101680 Sisangkap dengan jumlah 21 orang yang terdiri dari 13 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Ada beberapa macam teknik pengumpulan data yang digunakan dalam suatu penelitian. Menurut Poerwanti . , terdapat dua teknik dalam pengumpulan data yaitu teknik tes dan non Dalam penelitian ini teknik yang digunakan adalah teknik non tes yaitu berupa kuesioner . , dan dokumentasi. Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket berbentuk skala Likert dengan pertanyaan bersifat tertutup yaitu jawaban atas pertanyaan yang diajukan sudah Subjek hanya diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai dengan dirinya. Penelitian ini menggunakan 4 alternatif jawaban instrumen yaitu selalu, sering, kadang-kadang, dan tidak Skor untuk setiap butir soal adalah sebagai berikut. Table 1. Skor Setiap Butir Soal Angket Jawaban Skor pernyataan Positif Skor pernyataan Negatif Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Sugiyono . , berpendapat bahwa statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah dikumpulkan, dimana tidak memiliki maksud untuk membuat kesimpulan yang berlaku umum. Dalam penelitian ini analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui bagaimana kebiasaan belajar dan mengetahui hasil belajar siswa kelas IV SDN 101680 Sisangkap. Analisis statistik deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini disusun dalam tabel distribusi frekuensi digunakan untuk menyajikan data. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan korelasi Pearson Product Momen. Interpretasi secara sederhana, dari perhitungan rxy antara variabel X . ebiasaan belaja. dengan Y . asil belaja. sesuai dengan menurut pendapat Sujarweni . 4: . Menjelaskan bahwa keeratan hubungan atau koefesien korelasi antara variable dapat dikelompokkan sebagai berikut: Nilai koefesien korelasi 0,00 sampai dengan 0,20 berarti hubungan sangat lemah . Nilai koefesien korelasi 0,21 sampai dengan 0,40 berarti hubungan Lemah . Nilai koefesien korelasi 0,41 sampai dengan 0,70 berarti hubungan kuat . Nilai koefesien korelasi 0,71 sampai dengan 0,90 berarti hubungan sangat kuat . Nilai koefesien korelasi 0,91 sampai dengan 0,99 berarti hubungan kuat sekali Vol. 1 No. 4 Edisi November 2021 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Nilai koefesien korelasi 1,00 berarti hubungan sempurna Koefisien determinasi adalah kuadrat dari koefisien korelasi yang dikalikan dengan 100%. Koefisien determinasi digunakan untuk menyatakan besar kecilnya sumbangan variabel X terhadap variabel Y serta untuk mengetahui seberapa besar variabel X mempunyai kontribusi dan ikut menentukan variabel Y. untuk menghitung koefisien determinasi dapat dicari dengan rumus: KD = r2 x 100% Keterangan: KD = nilai koefisien determinasi r = nilai koefisien korelasi (Riduwan, 2012:. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian SD Negeri 101680 Sisangkap salah satu sekolah yang terletak di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara. Guru yang mengajarkan di SD ini menggunakan kurikulum 2013 pada saat pmbelajaran masa new normal. Data skor angket kebiasaan belajar siswa masa new normal. Adapun data kebiasaan belajar siswa dapat diurutkan mulai dari data terkecil hingga data terbesar yaitu 49, 54, 54, 55, 56, 57, 57, 57, 57, 59, 60, 60, 60, 60, 60, 60, 62, 62, 65, 66, 77, dengan nilai mean yaitu 59,38, median yaitu 60 dan modusnya adalah 60. Dari perhitungan tersebut maka diperoleh simpangan baku (Standar Devias. 4,45, skor tertinggi 77 dan skor terendah 54 dari jumlah sampel sebanyak 21. Interpretasi presentase skor angket kebiasaan belajar sebagai Tabel 2 Kategori Persentase Skor Kebiasaan Belajar siswa masa new normal. Kelas Kategori Frekuensi Persentase Sangat Tinggi Skor 61 54 Ae 60 Tinggi 47 Ae 53 Sedang 40 Ae 46 Rendah Sangat Rendah Skor 39 Jumlah Dari tabel 2 diatas, terdapat 1 siswa . ,76%) mendapatkan kategori sangat tinggi, 0 siswa . %) mendapatkan kategori tinggi, 11 siswa . ,38%) mendapatkan kategori sedang, dan 8 siswa . ,09%) mendapatkan kategori rendah dan kategori sangat rendah mendapatkan 1 . Berdasarkan data tersebut, kecendurungan presentase skor angket kebiasaan belajar pada kategori Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram berikut ini: Gambar 1 Kategori Persentase Skor Angket Kebiasaan Belajar Adapun data hasil belajar siswa dapat diurutkan mulai dari data terkecil hingga data terbesar yaitu 70, 77, 78, 78, 80, 80, 80, 80, 82, 83, 84, 85, 85, 85, 85, 87, 87, 87, 88, 90, 90. Nilai mean sebesar 82,90, dan median yaitu 84, nilai modusnya yaitu 80. sedangkan simpangan baku . Vol. 1 No. 4 Edisi November 2021 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. 4,89, nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 70. Sedangkan Data perolehan nilai hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri101680 Sisangkap dibagi kedalam 5 kategori, sebagai berikut :Tabel 3. Kategori Hasil Belajar siswa Interval Kategori Frekuensi Persentase 86 Ae 90 Baik sekali 82 Ae 85 Baik 78 Ae 81 Cukup 74 Ae 77 Kurang 70 Ae 73 Gagal Jumlah Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas IV SDN 101680 Sisangkap yaitu, 6 siswa . ,57%) mendapatkan nilai dengan kategori baik sekali, 7 siswa . ,33%) mendapatkan nilai dengan kategori baik, 6 siswa . ,57%) mendapatkan nilai dengan kategori cukup, 1 siswa . ,76%) mendapatkan nilai dengan kategori kurang, dan 1 siswa . ,76%) mendapatkan nilai dengan kategori gagal. Berdasarkan data tersebut, kecenderungan hasil belajar siswa kelas IV SDN 101680 Sisangkap berada pada kategori baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram berikut Gambar 2. Kategori Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pengujian Hipotesis Dalam suatu penelitian data yang didapatkan berupa data yang masih mentah, jadi data tersebut masih perlu dianalisis kembali. Analisis data merupakan suatu cara yang digunakan untuk menyusun dan mengolah data yang telah terkumpul sehingga dapat mengambil suatu kesimpulan yang bersifat ilmiah. Data yang akan disajikan oleh peneliti yaitu data yang berupa skor angket kebiasaan belajar siswa kelas IV SD Negeri 101680 Sisangkap dan nilai hasil belajar siswa pada semester genap. Dari perhitungan di atas dapat dilihat bahwa besar hubungan antara variabel kebiasaan belajar dengan hasil belajar adalah 0,625 berada pada rentang 0,41 Ae 0,70. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat. interpretasi dengan cara berkonsultasi pada tabel nilai AurAy Product Moment dengan Rumusan hipotesis alternatif dan hipotesis nihil yang penulis ajukan diawal Ho : Tidak ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar dengan hasilbelajar siswa di kelas IV SD Negeri 101680 Sisangkap Ha: Ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar dengan hasil belajar siswa di kelas IV SD Negeri 101680 Sisangkap. Adapun kriteia pengajuannya adalah jika rhitung sama dengan atau lebih besar dari pada rtabel maka Ha diterima atau terbukti kebenarannya. Sebaliknya, jika r xy sama dengan atau lebih kecil dari pada rtabel maka Ha ditolak dan Ho diterima. Dengan nilai rhitung yang di peroleh yaitu 0,625, sedangkan rtabel pada taraf signifikan 5% adalah 0,456. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa r hitung lebih besar dari pada rtabel. Karena rhitung > rtabel, maka Ha diterima dan Ho ditolak dan terbukti kebenarannya. Dengan demikian terdapat korelasi antara kebiasaan belajar dengan hasil belajar siswa kelas IV SD Vol. 1 No. 4 Edisi November 2021 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Negeri 101680 Sisangkap. Dari hasil perhitungan koefesien determine dinyatakan bahwa nilai koefisien diperoleh sebesar 0,390. Pembahasan Hasil analisis deskriptif skor angket kebiasaan belajar siswa dari 21 siswa diketahui bahwa 1 siswa . ,76%) mendapatkan kategori sangat tinggi, 0 siswa . %) mendapatkan kategori tinggi, 11 siswa . ,38%) mendapatkan kategori sedang, dan 8 siswa . ,09%) mendapatkan kategori rendah, serta 1 siswa . ,76%) mendapat kategori sangat rendah. Berdasarkan analisis deskriptif tersebut, kebiasaan belajar siswa dengan tingkat kategori sedang mempunyai frekuensi yang paling banyak. Hal ini berarti, siswa membentuk kebiasaan belajar mereka pada saat pembelajaran new normal dengan cara mengikuti pelajaran dengan baik, belajar secara individu dan berkelompok, belajar menggunakan buku teks, membuat jadwal pelajaran, membaca dan mencatat, mempelajari bahan pelajaran yang telah dipelajari, selalu berkonsentrasi dalam belajar, dan sering mengerjakan tugastugas yang diberikan oleh guru. Dengan membiasakan belajar dengan baik maka siswa akan dapat memperoleh berbagai manfaat. Hasil analisis data deskriptif hasil belajar kognitif siswa kelas IV SD Negeri 101680 Sisangkap diperoleh nilai rata-rata 82,9, simpangan baku . 4,89, nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 70, dari jumlah sampel sebanyak 21 siswa. Sedangkan kategori hasil belajar kognitif siswa 6 siswa . ,57%) mendapatkan nilai dengan kategori baik sekali, 7 siswa . ,33%) mendapatkan nilai dengan kategori baik, 6 siswa . ,57%) mendapatkan nilai dengan kategori cukup, 1 siswa . ,76%) mendapatkan nilai dengan kategori kurang, dan 1 siswa . ,76%) mendapatkan nilai dengan kategori gagal Berdasarkan data tersebut, maka kecenderungan data hasil belajar kognitif siswa berada pada kategori baik, dan sebagian siswa memperoleh hasil belajar yang kurang optimal. Pengujian hipotesis menggunakan Korelasi Product Moment didapatkan hasil rhitung 0,625 dan rtabel 0,456 dimana r hitung > r tabel, sehingga hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang kuat antara kebiasaan belajar dengan hasil belajar dan juga dapat dikatakan bahwa hubungan antara variabel X dan Y tergolong sedang dalam tabel interpretasi analisis korelasi. Dari analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa kebiasaan belajar terdapat hubungan dengan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 101680 Sisangkap diperoleh sebesar 0,390. Hal ini mengandung pengertian bahwa kebiasaan belajar siswa pada masa new normal berkontribusi dan ikut menentukan hasil belajar siswa dan ketentuan factor-faktor lainnya. Semakin baik kebiasaan belajar siswa maka semakin baik pula hasil belajar yang didapatkan, sebaliknya semakin buruk kebiasaan belajar siswa maka semakin buruk pula hasil belajar yang didapatkan oleh siswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian yang telah dilaksanakan di SD Negeri 101680 Sisangkap pada masa new normal dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Hasil analisis data statistik deskriptif menunjukkan bahwa kebiasaan belajar siswa kelas IV SDN 101680 Sisangkap dengan persentase 4,76% dalam kategori sangat tinggi, 0% dalam kategori tinggi, 52,38% dalam kategori sedang, dan 38,09% dalam kategori rendah, serta 4,76% dalam kategori sangat rendah. Sedangkan nilai rata-rata dari kebiasaan belajar siswa pada masa new normal adalah 59,38. Hasil analisis data statistik deskriptif menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas IV SDN 101680 Sisangkap dengan persentase 28,57% dalam kategori baik sekali, 33,33% dalam kategori baik, 28,57% dalam kategori cukup, 4,76% dalam kategori kurang, dan 4,76% dalam kategori Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa yaitu 82,90. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar dengan hasil belajar siswa kelas IV. Hal ini dibuktikan dengan data hasil penelitian yang dihitung menggunakan rumus korelasi product moment. Hasilnya adalah r hitung > r tabel dengan taraf signifikansi 0,05 . ,625 > 0,. , hubungan antara variabel kebiasaan belajar dengan hasil belajar tergolong kuat. Vol. 1 No. 4 Edisi November 2021 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. DAFTAR PUSTAKA