Jurnal Anggapa Volume 5. Nomor 1. November 2026. Universitas Widya Kartika. Surabaya Jurnal Anggapa Volume 5. Nomor 1. November 2026 Website Jurnal : ojs. id/index. php/anggapa Analisis Biaya Kemacetan Kendaraan Pribadi pada Ruas Jalan Raden Saleh Kota Tangerang: Melalui Pendekatan Nilai Waktu dan Biaya Operasional Kendaraan Adita Utami1. Muhammad Raihansyah2. Anggit Lestari Putri3 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Perencanaan Infrastruktur. Universitas Pertamina. Jakarta Selatan. Indonesia, utami@universitaspertamina. Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Perencanaan Infrastruktur. Universitas Pertamina. Jakarta Selatan. Indonesia, mraihansyhh@gmail. Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Trisakti. Jakarta Selatan. Indonesia, anggitlestari@trisakti. STATUS ARTIKEL ABSTRAK Dikirim 24 April 2026 Direvisi 29 April 2026 Diterima 13 Mei 2026 Penelitian ini mengkaji tentang besarnya biaya kemacetan pada ruas Jalan Raden Saleh di Kota Tangerang, yang sering mengalami kepadatan lalu lintas terutama pada periode sibuk pagi dan sore. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai konsekuensi bagi pengguna jalan, seperti meningkatnya waktu perjalanan, kerugian ekonomi, serta kenaikan Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi tingkat kejenuhan sebagai indikator kinerja lalu lintas, mengestimasi BOK aktual, serta menghitung total kerugian akibat Analisis dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan metode LAPI-ITB 1997. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada arah CiledugAeKembangan, periode puncak terjadi pada pukul 07. 00Ae08. 00 WIB dengan kecepatan rata-rata 15 km/jam, volume lalu lintas sebesar 1716 smp/jam, derajat kejenuhan 0,96, dan tingkat pelayanan berada pada kategori E. Sementara itu, untuk arah KembanganAeCiledug, jam puncak terjadi pada pukul 18. 15Ae19. 15 WIB dengan kecepatan 18,8 km/jam, volume 1618 smp/jam, derajat kejenuhan 0,91, serta tingkat pelayanan juga berada pada kategori E. Berdasarkan perhitungan yang mempertimbangkan komponen BOK dan nilai waktu, total biaya kemacetan pada saat jam puncak diperkirakan mencapai Rp 23. 711 untuk arah Ciledug menuju Kembangan dan Rp 16. 935 untuk arah sebaliknya. Kata Kunci: biaya operasional kendaraan. derajat kejenuhan. waktu perjalanan. kemacetan lalu PENDAHULUAN Transportasi adalah aktivitas yang melibatkan pemindahan atau pengangkutan orang ataupun barang dari satu titik ke titik lainnya, menciptakan konektivitas yang penting bagi perkembangan ekonomi dan sosial di suatu daerah (Morlok, 1. Transportasi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dalam membantu kehidupannya sehari-hari. Masyarakat dapat melakukan aktivitasnya seperti bekerja, sekolah, berbelanja, rekreasi dan menuju ke puast kesehatan dengan menggunakan transportasi. Oleh sebab itu, permasalahan yang ada terkait transportasi harus dipertimbangkan dengan baik dan benar salah satunya adalah kemacetan lalu lintas yang masih sering terjadi. Kemacetan lalu lintas terjadi ketika jumlah kendaraan yang melintas pada suatu ruas jalan melampaui kapasitas yang mampu ditampung oleh jalan tersebut. Akibatnya, kecepatan kendaraan terus menurun hingga sangat rendah. Jurnal Anggapa. Volume 5. Nomor 1. November 2026. Universitas Widya Kartika. Surabaya bahkan dapat berhenti sama sekali, sehingga pergerakan lalu lintas menjadi tersendat atau tidak bergerak (MKJI, 1. Menurut PKJI . kemacetan dapat dilihat saat arus lalu lintas mendekati kapasitas . erajat kejenuhan >0,. Kemacetan sering kali terjadi pada daerah pusat perkotaan dikarenakan tujuan dan waktu pergerakan yang terjadi secara bersamaan yang membuat volume kendaraan yang lewat pada ruas jalan melebihi kapasitas rencana jalan terutama pada waktu tertentu. Salah satu faktor lain yang menyebabkan terjadinya kemacetan pada wilayah Jabodetabek adalah minimnya minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum dimana angkutan umum . us dan kereta ap. mengalami penurunan sebesar 28,4% (Nurhidayat et al. , 2. Selain kurangnya minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, salah satu yang menjadi penyebab kemacetan adalah tidak adanya transportasi umum yang baik dan efisien di wilayah tertentu yang membuat masyarakat diharuskan menggunakan kendaraan pribadi untuk melakukan aktivitas perpindahan (Utami et al. , 2. Salah satu kota yang mengalami kemacetan di Jabodetabek adalah Kota Tangerang, yang terjadi pada Jalan Raden Saleh. Jalan ini adalah jalan yang menghubungkan para pengendara dari arah Tangerang menuju ke Kembangan. Jakarta Barat. Ruas Jalan Raden Saleh sudah lama menjadi titik rawan kemacetan lalu lintas. Kepadatan volume kendaraan di ruas jalan ini telah menjadi faktor utama penyebab terjadinya kemacetan di ruas jalan ini, keterbatasan ruang jalan yang tidak dapat memenuhi volume pengendara yang tinggi juga menjadi faktor penyebab terjadinya kemacetan di Ruas Jalan Raden Saleh. Akibat dari kemacetan ini menjadikan pengendara tidak dapat menduga waktu tempuh perjalanan, ketidaknyamanan, dan penurunan efesiensi transportasi (Jalil et al. , 2018. Kemacetan lalu lintas yang terjadi di Ruas Jalan Raden Saleh sangat mempengaruhi mobilitas harian penduduk yang melewati ruas jalan tersebut. Dampak ekonomi yang signifikan dari kemacetan lalu lintas yang terjadi pada Ruas Jalan Raden Saleh juga menjadi dampak negatif, seperti peningkatan biaya bahan bakar dan biaya operasional kendaraan. Akibat dari kerugian yang dialami oleh pengendara maka diperlukan penelitian untuk dapat menganalisis kinerja dan menganalisis biaya operasional kendaraan agar dapat mengetahui seberapa besar biaya yang hilang akibat kemacetan pada Ruas Jalan Raden Saleh. METODE Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di ruas Jalan Raden Saleh. Kota Tangerang, yang dipilih karena memiliki intensitas pergerakan lalu lintas yang tinggi dan kecenderungan terjadinya Pengumpulan data dilakukan pada tiga rentang waktu, yaitu pagi, siang, serta sore hingga malam, guna menggambarkan variasi kondisi lalu lintas sepanjang hari. Lokasi penelitian disajikan pada Gambar 2. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui survei langsung di lapangan yang mencakup pengamatan volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, tingkat hambatan samping, serta wawancara untuk mendapatkan informasi pendapatan pengguna jalan yang digunakan dalam analisis nilai waktu. Sementara itu, data sekunder dikumpulkan dari instansi terkait dan berbagai referensi, yang meliputi data geometrik jalan serta parameter analisis yang mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan metode LAPI ITB . Jurnal Anggapa. Volume 5. Nomor 1. November 2026. Universitas Widya Kartika. Surabaya Gambar 2. 1 Gambaran Lokasi Penelitian . umber:w. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa jenis survei. Survei volume lalu lintas dilakukan dengan metode perekaman video menggunakan perangkat telepon genggam selama total 9 jam pengamatan, yang kemudian dianalisis menggunakan alat counter dengan interval pencatatan setiap 15 menit. Kendaraan yang diamati diklasifikasikan menjadi mobil penumpang, kendaraan sedang, dan sepeda motor, sehingga diperoleh volume lalu lintas dalam satuan kendaraan per satuan waktu. Selanjutnya, dilakukan survei hambatan samping guna mengidentifikasi berbagai aktivitas di tepi jalan, seperti pergerakan pejalan kaki, kendaraan yang berhenti, kendaraan keluarAemasuk akses, serta kendaraan dengan kecepatan rendah. Data tersebut kemudian digunakan untuk mengklasifikasikan tingkat hambatan samping. Selain itu, survei kecepatan kendaraan dilaksanakan untuk memperoleh nilai kecepatan arus bebas serta kecepatan tempuh rata-rata, yang dihitung berdasarkan waktu perjalanan kendaraan pada segmen jalan yang Selain itu, dilakukan wawancara kepada pengguna jalan guna memperoleh data pendapatan bulanan yang digunakan dalam analisis nilai waktu. Metode Analisis Data Pengolahan data dilakukan melalui beberapa tahapan analisis. Evaluasi kinerja ruas jalan mengacu pada metode PKJI 2023 yang mencakup perhitungan kapasitas, derajat kejenuhan, serta tingkat pelayanan. Penentuan kapasitas jalan mempertimbangkan berbagai faktor penyesuaian, antara lain lebar lajur, tingkat hambatan samping, dan ukuran kota. Sementara itu, derajat kejenuhan dihitung berdasarkan rasio antara volume lalu lintas terhadap kapasitas jalan (Adri et al. , n. ), (Nathanael & Utami, 2. Jurnal Anggapa. Volume 5. Nomor 1. November 2026. Universitas Widya Kartika. Surabaya Perhitungan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dalam penelitian ini mengacu pada metode LAPI ITB . , yang meliputi berbagai komponen biaya, antara lain konsumsi bahan bakar, pelumas, ban, biaya pemeliharaan, penyusutan, bunga modal, asuransi, serta biaya akibat dampak polusi udara. Perhitungan ini didasarkan pada kecepatan kendaraan dan karakteristik jalan (Karya & Sipil, 2014. Sumarda & Sudarma, 2. Selanjutnya, nilai waktu dihitung berdasarkan pendekatan pendapatan responden untuk mengestimasi kerugian akibat keterlambatan perjalanan. Biaya Operasional Kendaraan (BOK) mencakup seluruh biaya yang dikeluarkan oleh pengguna jalan dalam menjalankan kendaraan, baik berupa biaya langsung maupun tidak langsung, termasuk komponen overhead, biaya tak terduga, serta margin keuntungan bagi penyedia jasa transportasi (Jalil et al. , 2018. Secara umum Biaya Operasional Kendaraan (BOK) memiliki beberapa komponen, dengan persamaan yang dapat digunakan untuk perhitungan BOK menggunakan LAPI-ITB 1997 dapat dilihat sebagai berikut: Biaya Konsumsi BBM yayaAyaA = yayaAyaA yccycaycycayc y . A . aya ya1 yayc ) . yaAycnycaycyca yayaAyaA = yayaAyaA y yaycaycyciyca yaAyaAycA . Konsumsi bahan bakar dasar (KBB dasa. untuk kendaraan golongan I dinyatakan sebagai fungsi dari kecepatan kendaraan, dengan persamaan KBB dasar golongan I = 0,0284 VA Ae 3,0644 V 141,68. Untuk kendaraan golongan IIa, nilai KBB dasar diperoleh dengan mengalikan nilai pada golongan I dengan faktor 2,26533. Dalam proses perhitungan, digunakan beberapa faktor penyesuaian yang meliputi koreksi akibat kelandaian jalan (KK), kondisi arus lalu lintas (K. , serta tingkat kekasaran permukaan jalan (K. Nilai KBB maupun KBB dasar dinyatakan dalam satuan liter per 1000 km, sedangkan variabel V menunjukkan kecepatan kendaraan dalam km/jam. Biaya Konsumsi Minyak Pelumas (Ol. yaycuycuycycycoycycn ycCycoycn = yaycuycuycycycoycycn ycuycoycn yccycaycycayc y yaya . yaAycnycaycyca yayaAyaAycAycn = yayaAyaAycAycn y yaycaycyciyca ycyyceycoycycoycayc . Dimana. FK merupakan faktor penyesuaian yang berkaitan dengan tingkat kekasaran permukaan jalan. KBBMi dasar adalah besaran konsumsi minyak pelumas yang dinyatakan dalam satuan liter per kilometer (L/k. Biaya Pemakaian Ban yaAyaAycn = yaAyaAycn yccycaycycayc y yaycaycyciyca ycaycaycu . Nilai dasar biaya pemakaian ban (BBi dasa. dinyatakan sebagai fungsi kecepatan kendaraan, dengan rincian sebagai berikut: A Untuk kendaraan golongan I: BBi dasar = 0,0008848V Ae 0,0045333 . er 1000 k. A Untuk kendaraan golongan IIa: BBi dasar = 0,0012356V Ae 0,0064667 . er 1000 k. Di mana V menunjukkan kecepatan kendaraan yang dinyatakan dalam satuan km/jam. Biaya PemeliharaanSuku Cadang yaAycEycn = yaAycEycn yccycaycycayc y yaycaycyciyca ycoyceycuyccycaycycaycaycu . Keterangan: BPi dasar kendaraan Gol. = 0,0000064V 0,0005567 (/1000 k. Jurnal Anggapa. Volume 5. Nomor 1. November 2026. Universitas Widya Kartika. Surabaya BPi dasar kendaraan Gol. IIa = 0,0000362V 0,0020891 (/1000 k. Montir yaAycOycn = yaAycOycn yccycaycycayc y ycOycyycaEa ycoyceycycyca ycoycuycuycycnyc ycyyceyc ycycayco Keterangan: BPi dasar kendaraan Gol. I = 0,00362V 0,36267 (/1000 k. BPi dasar kendaraan Gol. IIa = 0,02311V 1,97733 (/1000 k. Biaya Penyusutan yaAycnycaycyca ycyyceycuycycycycycycaycu = yaAycnycaycyca ycyyceycuycycycycycycaycu y 2 yaycaycyciyca ycoyceycuyccycaycycaycaycu . Keterangan: Biaya penyusutan dasar kendaraan Gol. = 2,5ycO 125 (/1000 k. Biaya penyusutan dasar kendaraan Gol. IIa = 9,0ycO 450 (/1000 k. Bunga Modal ycycoycaycoyco ycaycayc = 0,10% y yaycaycyciyca ycoyceycuyccycaycycaycaycu ycaycaycyc . ycoyceyccycnycyco ycaycayc = 0,12% y yaycaycyciyca ycoyceycuyccycaycycaycaycu ycaycaycyc . Biaya Asuransi yaAycnycaycyca ycaycycycycaycuycycn = yaAycnycaycyca ycaycycycycaycuycycn yccycaycycayc y yaycaycyciyca ycoyceycuyccycaycycaycaycu. Keterangan: Biaya asuransi dasar kendaraan Gol. = 500ycO (/1000 k. Biaya asuransi dasar kendaraan Gol. IIa = 2571,42857ycO (/1000 k. Biaya Polusi Udara Oe6 yaAyceycaycaycu yaycoycnycycn . = Ocycu,yco yca=1,yca=1. cOyaycNyca,yca y yayayca,yca,yca y 10 ) . yaAycnycaycyca ycEycuycoycycycn = yaAyceycaycaycu yaycoycnycycn y yaAycnycaycyca ycEycuycoycycycaycu . Keterangan: = Beban emisi . on/tahu. VKTb,c = Total panjang perjalanan yang dilewati . FEa,b,c = Faktor emisi . /km/kendaraa. = Jenis pencemar = Kategori kendaraan bermotor = Jenis bahan bakar Rincian faktor emisi gas buang kendaraan disajikan pada Tabel 2. 1 yang mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 12 Tahun 2010. Tabel 2. 1 Faktor Emisi Gas Buang Kategori Kend. Sepeda Motor Mobil Bensin Mobil Solar CO . /k. HC . /k. NOx . /k. PM10 . /k. CO2 . /k. SO2 . /k. Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup . Jurnal Anggapa. Volume 5. Nomor 1. November 2026. Universitas Widya Kartika. Surabaya Nilai Waktu (Value of Tim. Perhitungan nilai waktu dilakukan untuk mengestimasi besarnya biaya yang timbul akibat kemacetan yang dialami oleh setiap individu. Kondisi lalu lintas yang padat menyebabkan bertambahnya waktu tempuh, yang pada akhirnya menimbulkan kerugian baik dari sisi ekonomi maupun hilangnya waktu perjalanan (Blumenfeld-Lieberthal et al. , 2024. Roy et al. Hal ini disebabkan oleh kemacetan ataupun jarak tempat tinggal dengan kantor yang terlalu jauh, sehingga dapat menyebabkan kemacetan nilai waktu dalam suatu perjalanan. Pada penelitian ini, analisis nilai waktu dilakukan dengan cara melakukan wawancara terhadap responden yang melintasi ruas Jalan Raden Saleh. Analisis Biaya Kemacetan Untuk analisis biaya kemacetan dilakukan dengan menggabungkan komponen Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan nilai waktu yang hilang akibat kemacetan (Green et al. Janwari et al. , 2020. Metz, 2. Pendekatan ini digunakan untuk mengestimasi besarnya kerugian ekonomi yang dialami pengguna jalan akibat kondisi lalu lintas yang tidak optimal pada ruas Jalan Raden Saleh. Kota Tangerang. HASIL DAN PEMBAHASAN Geometrik Jalan Data geometrik Ruas Jalan Raden Saleh didapatkan dengan cara survei langsung ke lokasi penelitian dan dapat dilihat pada Tabel 3. Berdasarkan hasil survei, ruas Jalan Raden Saleh merupakan jalan dengan tipe 2/2 tidak terbagi . /2 TT) dengan fungsi sebagai jalan arteri dan termasuk dalam kategori kota besar. Lebar jalan sebesar 5,6 m dengan bahu jalan 0,4 m . Kondisi geometrik ini menunjukkan keterbatasan ruang lalu lintas yang berpotensi menurunkan kinerja jalan, terutama pada kondisi volume tinggi. Tabel 3. Data Geometrik Ruas Jalan Raden Saleh Tipe Jalan 2/2 TT Fungsi Jalan Arteri Jumlah Penduduk 965 juta jiwa Kelas Ukuran Kota Besar Lebar Jalan Bahu Jalan Volume Lalu Lintas Hasil analisis volume lalu lintas menunjukkan bahwa puncak arus . eak hou. terjadi pada pukul 07. 00Ae08. 00 pagi waktu Indonesia bagian barat dengan nilai volume 3246 smp/jam. Tingginya volume kendaraan pada jam puncak pagi mengindikasikan dominasi perjalanan komuter menuju pusat aktivitas, sehingga berkontribusi signifikan terhadap terjadinya Gambar 1 menunjukkan Grafik distribusi volume lalu lintas. Kinerja Ruas Jalan Kapasitas jalan pada kedua arah, yaitu CiledugAeKembangan dan KembanganAeCiledug, masing-masing sebesar 1778 smp/jam . Jika dibandingkan dengan volume lalu lintas pada jam puncak, terlihat bahwa volume mendekati bahkan melampaui kapasitas jalan. Nilai derajat kejenuhan (DJ) menunjukkan angka sebesar 0,96 untuk arah CiledugAe Kembangan dan 0,91 untuk arah sebaliknya. Nilai ini mendekati 1, yang menandakan bahwa kondisi lalu lintas berada pada tingkat jenuh. Hal ini diperkuat oleh hasil tingkat pelayanan Jurnal Anggapa. Volume 5. Nomor 1. November 2026. Universitas Widya Kartika. Surabaya (Level of Service/LOS) yang berada pada kategori E untuk kedua arah. Kondisi LOS E menunjukkan bahwa arus lalu lintas sudah tidak stabil, kecepatan rendah, serta sering terjadi Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ruas Jalan Raden Saleh telah mengalami kondisi hampir jenuh, sehingga sangat rentan terhadap kemacetan, terutama pada jam puncak. Gambar 3. Distribusi Volume Lalu Lintas pada Periode Peak Hour Kecepatan Kendaraan dan Hambatan Samping Kecepatan arus bebas dihitung untuk merepresentasikan kecepatan kendaraan pada kondisi lalu lintas normal tanpa adanya gangguan. Berikut hasil perhitungan kecepatan arus bebas pada jalan yang ditinjau. Tabel 3. 2 Rekapitulasi Kecepatan Arus Bebas Jalan Keterangan VBD VBL FVBHS FVBUK ycOyaA = . cOyaAya ycOyaAya ) y yaycOyaAyaycI y yaycOyaAycOya ycOyaA = . (Oe. ) y 0. 73 y 1 ycOyaA = 28. 47 ycoyco/ycycayco Dari hasil perhitungan diatas, maka diperoleh kecepatan arus bebas kendaraan atau kecepatan ideal berdasarkan keadaan saat ini di ruas Jalan Raden Saleh sebesar 28. 47 km/jam. Selanjutnya kecepatan tempuh didapatkan melalui pengamatan atau survei waktu tempuh pada jarak 250 m untuk mendapatkan nilai kecepatan kendaraan yang melewati Ruas Jalan Raden Saleh dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. 3 Hasil Pengukuran Waktu Tempuh Berdasarkan Metode Travel Speed Arah Kecepatan (Km/ja. Jarak . Ciledug - Kembangan Kembangan - Ciledug Arah Ciledug - Kembangan Kembangan - Ciledug Rata-rata Waktu Tempuh . Jarak . Rata-rata Jurnal Anggapa. Volume 5. Nomor 1. November 2026. Universitas Widya Kartika. Surabaya Kecepatan arus bebas yang diperoleh sebesar 28,47 km/jam, sedangkan kecepatan tempuh rata-rata hanya berkisar antara 15Ae18,8 km/jam. Selisih yang cukup signifikan ini menunjukkan adanya penurunan kecepatan akibat gangguan lalu lintas. Tahapan selanjutnya dilakukan analisis hambatan samping untuk mengevaluasi pengaruh aktivitas di sisi jalan terhadap penurunan kecepatan kendaraan pada ruas yang diteliti. Berdasarkan hasil observasi lapangan, bentuk hambatan samping yang teridentifikasi mencakup aktivitas pejalan kaki, kendaraan umum maupun kendaraan lain yang berhenti di tepi jalan, pergerakan kendaraan keluar dan masuk dari akses samping, serta keberadaan kendaraan dengan kecepatan rendah . endaraan tidak bermoto. Hasil rekapitulasi hambatan samping pada ruas jalan tersebut disajikan sebagai berikut. Tabel 3. 4 Rekapitulasi Data Hambatan Samping pada Ruas Jalan yang Ditinjau Jenis Kejadian Hambatan Samping Jumlah Bobot Nilai Aktivitas pejalan kaki Kendaraan umum maupun kendaraan lainnya yang berhenti di tepi jalan Kendaraan yang keluar dan masuk dari/ke area samping jalan Pergerakan kendaraan berkecepatan rendah . endaraan tidak bermoto. Total Setelah dilakukan analisis hambatan samping, didapatkan bahwa salah satu faktor utama penyebab rendahnya kecepatan adalah tingginya hambatan samping. Nilai hambatan samping sebesar 1859,8 termasuk dalam kategori Ausangat tinggiAy. Tingginya aktivitas seperti kendaraan keluar-masuk, kendaraan berhenti, dan pejalan kaki menyebabkan terganggunya arus lalu lintas dan menurunkan kapasitas efektif jalan. Kondisi ini menunjukkan bahwa selain faktor volume, hambatan samping memiliki kontribusi besar terhadap penurunan kinerja jalan. Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Ringkasan hasil perhitungan komponen Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dengan menggunakan metode LAPI ITB . pada ruas jalan yang diteliti disajikan pada Tabel 3. hingga Tabel 3. 8, dengan pengelompokan berdasarkan jenis kendaraan seperti LCGC. MPV. SUV, dan truk. Untuk memperoleh hasil yang lebih akurat, estimasi BOK dilakukan secara terpisah sesuai dengan karakteristik masing-masing jenis kendaraan. Tabel 3. 5 Rekapitulasi BOK Mobil LCGC Honda Brio Kecepatan (Km/ja. Kecepatan (Km/ja. Biaya Konsumsi BBM (Rp/K. Rp2,154 Rp1,631 Biaya Penyusutan (Rp/K. Rp623. Rp515. Konsumsi Minyak Pelumas (Rp/K. Rp304 Rp285 Bunga Modal (Rp/K. Rp202. Rp202. Konsumsi Ban (Rp/K. Rp0. Rp13. Biaya Asuransi (Rp/K. Rp1,026 Rp538. Biaya Suku Cadang (Rp/K. Rp132. Rp149. Biaya Polusi (Rp/K. Rp10,846. Rp10,846. Biaya Montir (Rp/K. Rp11. Rp12. BOK (Rp/K. Rp14,996 Rp13,911 Tabel 3. 6 Rekapitulasi BOK Mobil MPV Toyota Avanza Kecepatan (Km/ja. Biaya Konsumsi BBM (Rp/K. Rp2,154 Rp1,631 Konsumsi Minyak Pelumas (Rp/K. Konsumsi Ban (Rp/K. Biaya Suku Cadang (Rp/K. Biaya Montir (Rp/K. Rp0. Rp0. Rp5. Rp14. Rp183. Rp207. Rp11. Rp12. Jurnal Anggapa. Volume 5. Nomor 1. November 2026. Universitas Widya Kartika. Surabaya Kecepatan (Km/ja. Biaya Penyusutan (Rp/K. Rp862. Rp713. Bunga Modal (Rp/K. Rp336. Rp336. Biaya Asuransi (Rp/K. Rp1,420 Rp745. Biaya Polusi (Rp/K. Rp10,846. Rp10,846. BOK (Rp/K. Rp15,821. Rp14,508. Tabel 3. 7 Rekapitulasi BOK Mobil SUV Toyota Fortuner Kecepatan (Km/ja. Biaya Konsumsi BBM (Rp/K. Rp2,395. Rp1,813. Kecepatan (Km/ja. Konsumsi Minyak Pelumas (Rp/K. Konsumsi Ban (Rp/K. Biaya Suku Cadang (Rp/K. Biaya Montir (Rp/K. Rp0. Rp0. Rp21. Rp51. Rp385. Rp437. Rp11. Rp12. Biaya Penyusutan (Rp/K. Rp1,819 Rp1,505 Bunga Modal (Rp/K. Rp709. Rp709. Biaya Asuransi (Rp/K. Rp2,996 Rp1,573 Biaya Polusi (Rp/K. Rp10,722 Rp10,722 BOK (Rp/K. Rp19,061. Rp16,825. Tabel 3. 8 Rekapitulasi BOK Mobil Truk Mitsubishi Colt L300 Kecepatan (Km/ja. Kecepatan (Km/ja. Biaya Konsumsi BBM (Rp/K. Rp5,427. Rp4,109. Konsumsi Minyak Pelumas (Rp/K. Konsumsi Ban (Rp/K. Biaya Suku Cadang (Rp/K. Biaya Montir (Rp/K. Rp0. Rp0. Rp8. Rp20. Rp619. Rp735. Rp62. Rp71. Bunga Modal (Rp/K. Rp283 Rp283 Biaya Asuransi (Rp/K. Rp366 Rp192 Biaya Penyusutan (Rp/K. Rp201. Rp166. Biaya Polusi (Rp/K. Rp10,722 Rp10,722 BOK (Rp/K. Rp17,690. Rp16,300. Kehilangan Biaya dengan Pendekatan Nilai Waktu (Value of Tim. Analisis nilai waktu . alue of tim. sebagai parameter untuk mengestimasi besarnya biaya akibat waktu perjalanan yang hilang karena kemacetan (Nurhidayat et al. , 2. Kemacetan tidak hanya menyebabkan keterlambatan, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi bagi pengguna jalan dalam bentuk hilangnya waktu produktif. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh tingkat kemacetan lalu lintas maupun jarak perjalanan yang relatif jauh antara tempat tinggal dan lokasi aktivitas. Dalam penelitian ini, analisis nilai waktu dilakukan melalui metode wawancara terhadap responden yang melintasi ruas Jalan Raden Saleh. Berdasarkan hasil survei terhadap 51 responden, diperoleh rata-rata pendapatan bulanan sebesar Rp6. Rekapitulasi pendapatan per bulan pengguna jalan serta nilai waktu per jam selanjutnya disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. 9 Rekapitulasi Pendapatan per Bulan Pengguna Jalan dan Nilai Waktu per Jam Pendapatan Per Bulan Jumlah Persentase Nilai Waktu/jam Rp3,200,000 Rp18,461. Rp3,500,000 Rp20,192. Rp4,000,000 Rp23,076. Rp4,500,000 Rp25,961. Rp5,000,000 Rp28,846. Rp6,000,000 Rp34,615. Rp7,000,000 Rp40,384. Rp8,000,000 Rp46,153. Rp10,000,000 Rp57,692. Rp12,000,000 Rp69,230. Jurnal Anggapa. Volume 5. Nomor 1. November 2026. Universitas Widya Kartika. Surabaya Rp14,000,000 Rp80,769. Nilai waktu rata-rata berdasarkan pendapatan Rp37,957 Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa nilai waktu rata-rata responden sebesar Rp37. 957 per jam, yang diperoleh berdasarkan pendekatan pendapatan bulanan. Selanjutnya, untuk memastikan bahwa hasil estimasi tersebut representatif dan dapat dipertanggungjawabkan, dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis statistik Hasil uji tersebut disajikan pada Gambar 3. Gambar 3. 2 Uji Statistik Inferensial Nilai Waktu Dari gambar didapatkan nilai waktu rata-rata berdasarkan penghasilan terletak di antara Rp34,065 dan Rp41,848. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa nilai waktu sebesar Rp37,957 dapat digunakan dalam perhitungan. Kehilangan Biaya Akibat Kemacetan Analisis biaya kemacetan dilakukan untuk mengukur besarnya kerugian pengguna jalan dari kemacetan yang disebabkan oleh kendaraan di suatu daerah atau kawasan tertentu. Sebelum didapatkan biaya kemacetan, terlebih dahulu menghitung nilai waktu. Berdasarkan perhitungan, didapatkan nilai waktu Kota Jakarta Barat adalah sebesar Rp 37,957 jam/ orang. Setelah didapatkan nilai waktu, selanjutnya dilakukan perhitungan biaya kemacetan. Pada Tabel 3. 10 ditampilkan hasil rekapitulasi perhitungan kerugian ekonomi akibat kemacetan yang dialami oleh berbagai jenis kendaraan, meliputi LCGC. MPV. SUV, dan truk, yang melintas di ruas Jalan Raden Saleh. Tabel 3. 10 Rekapitulasi Total Biaya Kemacetan Arah Ciledug Ae Kembangan Kembangan - Ciledug Arah Ciledug Ae Kembangan Kembangan - Ciledug Sepeda Motor Rp 24,477,684 Rp 17,725,524 LCGC Rp 6,844,178 Rp 4,275,074 MPV Rp 7,031,900 Rp 4,392,373 SUV Truk Total Rp 6,951,245 Rp 4,927,499 Rp 2,441,388 Rp 2,070,624 Rp 47,746,395 Rp 33,391,093 Diperoleh total biaya kemacetan pada Ruas Jalan Raden Saleh Kota Tangerang untuk arah Ciledug Ae Kembangan yaitu sebesar Rp 47. 395, sedangkan untuk arah Kembangan Ae Ciledug yaitu sebesar Rp 33. Total biaya kemacetan pada Ruas Jalan Raden Saleh Kota Tangerang untuk kedua arah yaitu sebesar Rp 81. 489 saat jam sibuk/peak hour. Jurnal Anggapa. Volume 5. Nomor 1. November 2026. Universitas Widya Kartika. Surabaya KESIMPULAN Hasil evaluasi kinerja lalu lintas serta perhitungan biaya kemacetan pada ruas Jalan Raden Saleh. Kota Tangerang, menunjukkan bahwa kondisi operasional jalan berada pada tingkat pelayanan (LOS) E. Kondisi ini mengindikasikan aliran lalu lintas yang tidak stabil disertai kecepatan kendaraan yang relatif rendah. Periode puncak terjadi pada pukul 07. 00Ae08. 00 WIB untuk arah CiledugAeKembangan dengan volume lalu lintas sebesar 1716 smp/jam, kecepatan rata-rata 15 km/jam, dan derajat kejenuhan 0,96. Sementara itu, pada arah KembanganAe Ciledug, periode puncak terjadi pada pukul 18. 15Ae19. 15 WIB dengan volume 1618 smp/jam, kecepatan 18,8 km/jam, serta derajat kejenuhan sebesar 0,91. Kondisi ini mengindikasikan bahwa ruas jalan telah mendekati kapasitas maksimum sehingga rentan terhadap kemacetan. Selain itu, hasil perhitungan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) menunjukkan bahwa semakin rendah kecepatan kendaraan, maka biaya operasional yang dikeluarkan semakin Pada arah CiledugAeKembangan. BOK kendaraan LCGC sebesar Rp14. 996/km pada kecepatan 15 km/jam dan menurun menjadi Rp13. 911/km pada kondisi kecepatan arus bebas, dengan pola yang serupa juga terjadi pada kendaraan MPV. SUV, dan truk. Hal ini menegaskan bahwa kemacetan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan biaya operasional Lebih lanjut, nilai waktu pengguna jalan yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara adalah sebesar Rp37. 957/orang/jam dengan rata-rata pendapatan responden sebesar Rp6. 392 per bulan. Nilai ini mencerminkan besarnya kerugian ekonomi akibat waktu perjalanan yang terbuang selama kondisi kemacetan. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa total biaya kemacetan pada ruas Jalan Raden Saleh mencapai Rp47. 395 untuk arah CiledugAeKembangan dan Rp33. untuk arah KembanganAeCiledug, sehingga total biaya kemacetan untuk kedua arah mencapai Rp81. 489 saat kondisi peak hour. UCAPAN TERIMA KASIH