At-TaAodib Vol 5. No. Jurnal At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Agama islam https://ejurnal. id/index. php/at-tadib/index DAMPAK ISU GLOBALISASI TERHADAP BANGSA DAN KARAKTER INDONESIA SESUAI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Gufanta Hendryko Purba STKIP Budidaya Binjai Gufantapurba011@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak terhadap globalisasi merupakan fenomena yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Dampak globalisasi di Indonesia sangat signifikan, terutama terhadap karakter bangsa dan identitas nasional. Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter bangsa agar tetap kokoh menghadapi arus globalisasi, dengan menyoroti pentingnya pendidikan kewarganegaraan global dalam menghadapi tantangan dan peluang di abad ke-21. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak isu globalisasi terhadap bangsa dan karakter Indonesia, serta peran pendidikan kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode studi literatur dimana penelitian bersumberkan pada artikel-artikel penelitan dan juga pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelola bahan penelitian yang diambil dari jurnal tentang urgensi, dampak dan tantangan isu globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi memiliki dampak positif, seperti kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi, tetapi juga membawa dampak negatif, seperti lunturnya identitas budaya dan melemahnya rasa kebangsaan. Pendidikan kewarganegaraan memainkan peran strategis dalam membangun sikap kritis, nasionalisme, dan toleransi di kalangan generasi muda. Dengan integrasi nilai-nilai kebangsaan dan pemahaman terhadap isu global, pendidikan kewarganegaraan dapat menjadi instrumen penting untuk memperkuat karakter bangsa Indonesia di tengah arus globalisasi. Keywords: Globalisasi. Pendidikan Kewarganegaraan. Identitas Nasional. Nilai Pancasila. ABSTRACT This research aims to see the impact on globalization is a phenomenon that affects various aspects of life, including social, cultural, political, and economic. The impact of globalization in Indonesia is very significant, especially on the character of the nation and national identity. Civic education in Indonesia has an important role in shaping the nation's character to remain strong in the face of globalization, by highlighting the importance of global civic education in facing challenges and opportunities in the 21st This article aims to analyze the impact of globalization issues on the nation and character of Indonesia, as well as the role of civic education. This research uses a literature study method approach where research is sourced from research articles and also library data collection, reading and recording, and managing research materials taken from journals about the urgency, impact and challenges of globalization issues. The results show that globalization has a positive impact, such as technological advances and information disclosure, but also has negative impacts, such as the fading of cultural identity and the weakening of a sense of nationality. Civic education plays a strategic role in building critical attitudes, nationalism, and tolerance among the younger generation. With the integration of national values and understanding of global issues, civic education can be an important instrument to strengthen the character of the Indonesian nation in the midst of globalization Keywords: Globalization. Civic Education. National Identity. Pancasila Values. Gufanta Hendryko Purba PENDAHULUAN Globalisasi adalah suatu fenomena yang mendunia, dimana batas-batas negara menjadi semakin kabur akibat kemajuan teknologi, komunikasi, dan perdagangan internasional. Secara umum, globalisasi mengacu pada proses integrasi ekonomi, sosial, budaya, dan politik antara negara-negara di dunia. Menurut Held dan McGrew . , globalisasi mengarah pada proses dunia yang semakin terhubung satu sama lain, baik dalam hal arus barang, jasa, ide, maupun Hal ini menciptakan peluang besar, namun di sisi lain juga membawa tantangan yang besar bagi negara-negara, terutama negara berkembang seperti Indonesia. Negara dengan keragaman budaya dan suku bangsa yang melimpah ini menghadapi dua dilema utama dalam menghadapi globalisasi: kesempatan untuk berkembang pesat dan ancaman terhadap identitas budaya serta nilai-nilai nasional. Perkembangan di era globalisasi abad ke-21 telah mengubah dunia secara cepat. Perubahan menyebabkan berbagai masalah yang tidak hanya mempengaruhi satu negara tetapi menjadi masalah di berbagai negara. Sebuah studi oleh Karsten et al. : . menemukan setidaknya 19 tren global yang harus diprediksi oleh setiap negara. Tujuh di antaranya diidentifikasi sebagai tren yang berpotensi tidak diinginkan. Kewarganegaraan diterjemahkan menjadi kewarganegaraan global, yang dapat dipahami sebagai konstruksi multidimensi yang bergantung pada aspek tanggung jawab sosial, kompetensi global, dan partisipasi warga global yang saling terkait (Morais dan Ogden, 2011: . Tren global saat ini perlu diprioritaskan dan menuntut setiap negara di dunia menghadapi masalah global yang berbeda pada paruh pertama abad kedua puluh satu yang perlu ditanggapi dengan serius. Cogan . menekankan bahwa negara-negara di dunia menghadapi setidaknya tiga masalah global utama. Ketiga isu tersebut adalah: . perkembangan ekonomi . perkembangan teknologi dan komunikasi yang pesat. pertumbuhan populasi global menyebabkan masalah lingkungan. Pandangan serupa diungkapkan oleh Tito . , yang berpendapat bahwa dunia menjadi semakin kompleks dan saling Beberapa masalah transnasional berasal dari kompleksitas ini, seperti pengabaian dan pengendalian senjata nuklir, pencemaran lingkungan global, dan munculnya kekuatan ekonomi global secara online. Permasalahan global internasional yang timbul akibat gempuran globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi membutuhkan solusi melalui pendekatan baru PKn. Era globalisasi abad ke-21 telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek Dalam aspek ekonomi, globalisasi telah mendorong pertumbuhan ekonomi di banyak negara, terutama di negara-negara berkembang. Globalisasi telah meningkatkan akses At-TaAodib Vol. No. 1 April 2025 Gufanta Hendryko Purba ke pasar global, sehingga memfasilitasi ekspor dan impor barang dan jasa. Namun, globalisasi juga telah meningkatkan ketidaksetaraan ekonomi, karena negara-negara yang sudah maju memiliki keunggulan komparatif dalam hal teknologi dan sumber daya ( Prasetyo, 2019 ) Dalam aspek teknologi, globalisasi telah mendorong perkembangan teknologi informasi, sehingga memfasilitasi komunikasi dan pertukaran informasi. Teknologi informasi telah memungkinkan masyarakat untuk berinteraksi dan berbagi informasi secara global. Namun, globalisasi juga telah meningkatkan risiko keamanan siber dan privasi data ( Castells, 2001 ) Dalam aspek sosial, globalisasi telah mendorong perubahan nilai-nilai sosial, karena masyarakat telah terpapar dengan nilai-nilai dan budaya dari berbagai negara. Menurut AlRodhan . , globalisasi telah memungkinkan masyarakat untuk memahami dan menghargai perbedaan budaya. Namun, globalisasi juga telah meningkatkan risiko kehilangan identitas budaya dan nilai-nilai lokal. Globalisasi telah memperkuat paham liberalisme dalam politik, karena memungkinkan terbentuknya sistem politik yang demokratis dan terbuka. Liberalisme menekankan pentingnya kebebasan individu, hak asasi manusia, dan demokrasi. Globalisasi telah memfasilitasi penyebaran ide-ide liberalisme ini ke seluruh dunia, sehingga mempengaruhi sistem politik di banyak negara. Namun, globalisasi juga telah memperkuat kritik terhadap liberalisme, karena dianggap telah memperkuat dominasi negara-negara Barat dan memperlemah kedaulatan negara-negara Selain itu, globalisasi juga telah memperkuat ketidaksetaraan ekonomi dan sosial, karena memungkinkan perusahaan multinasional untuk mengeksploitasi sumber daya dan tenaga kerja di negara-negara berkembang. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi yang lebih mendalam tentang dampak globalisasi terhadap politik dan paham liberalisme, serta upaya untuk mengatasi ketidaksetaraan dan memperkuat kedaulatan negara-negara berkembang. Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran strategis dalam membangun visi global warga negara. Pendidikan Kewarganegaraan tidak terbatas pada mempelajari hak dan kewajiban kewarganegaraan tetapi lebih luas dan mendalam mencakup perkembangan warga negara untuk menjadi warga dunia. Pendidikan kewarganegaraan mendidik siswa tentang isuisu global, budaya, institusi dan sistem internasional dan merupakan pendekatan minimalis yang hanya dapat dilakukan di dalam kelas. Osler dan Starkey (Bourke et al. , 2012:. berpendapat bahwa pendidikan kewarganegaraan mencerminkan pendekatan maksimal untuk memastikan bahwa generasi muda siap untuk mengambil peran warga global yang matang dan bertanggung jawab. Pendidikan kewarganegaraan harus dikembangkan agar warga negara muda memiliki pemahaman global. At-TaAodib Vol. No. 1 April 2025 Gufanta Hendryko Purba Bank . berpendapat bahwa perlu diciptakan konsep baru pendidikan kewarganegaraan di abad 21 agar generasi muda dapat dididik secara efektif untuk menjadi warga negara yang aktif. Agar transisi berhasil, pengetahuan yang mendasari konsep harus berpindah dari pengetahuan akademis konvensional ke pengetahuan akademis transformatif. Pengetahuan tradisional memperkuat pengetahuan tradisional dan ilmu sosial, serta sikap dan pengetahuan yang dilembagakan dalam budaya populer di sekolah dan perguruan tinggi. Fenomena globalisasi membawa berbagai dampak terhadap kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi di Indonesia. Beberapa dampak positifnya, seperti peningkatan akses terhadap teknologi dan informasi, peluang ekonomi yang lebih terbuka melalui pasar internasional, serta pertukaran budaya yang semakin cepat, dapat memajukan Indonesia dalam beberapa sektor. Misalnya, akses terhadap teknologi informasi memungkinkan masyarakat Indonesia untuk terhubung dengan dunia luar, belajar dari perkembangan dunia internasional, dan ikut serta dalam ekonomi global (Sudirman, 2. Serta Yolanda. Riza. , & Kamal. Penyebab yang mempengaruhi gaya hidup diantaranya adalah karena terlalu mengikuti zaman dimana ketika ada keluaran terbaru baju yang modelnya bagus dan mewah maka ibu tersebut mengikuti pakai baju dan dapat dipengaruhi oleh media sosial. Hal ii yang membuat arus globalisasi semakin pesat di kehidupan nyata. Sayuti. Dalam perancangan pendidikan memerlukan usaha yang terpadu, koordinasi dengan pemanfaatan sumber - sumber daya, mengurutkan prioritas yang dapat disusun secara sistimatis dan komprehensif. Arah dan tujuan pendidikan harus dapat diatur pencapaiannya dalam kurun waktu tertentu. Namun, globalisasi juga memiliki dampak negatif, seperti pengaruh budaya asing yang dapat merusak nilai-nilai tradisional dan budaya lokal Indonesia. Selain itu, ketimpangan sosial dan ekonomi semakin memperburuk kesenjangan antara kelompok yang mampu beradaptasi dengan globalisasi dan mereka yang tertinggal (Kusnadi, 2. Dalam konteks ini, peran pendidikan kewarganegaraan menjadi sangat krusial. Pendidikan kewarganegaraan yang merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional di Indonesia, memiliki tujuan untuk menanamkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik, serta memperkuat karakter bangsa yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila. Pendidikan kewarganegaraan harus mampu menghadapi tantangan globalisasi dengan mempersiapkan generasi muda untuk mempertahankan nilai-nilai kebangsaan yang telah ada dan mengadaptasi unsur-unsur positif dari globalisasi tanpa kehilangan identitas dan integritas bangsa (Tobing, 2. At-TaAodib Vol. No. 1 April 2025 Gufanta Hendryko Purba Berdasarkan hal ini, perlu adanya kajian yang lebih mendalam mengenai bagaimana dampak globalisasi memengaruhi karakter bangsa Indonesia dan bagaimana pendidikan kewarganegaraan dapat berperan dalam memperkuat karakter tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak globalisasi terhadap bangsa Indonesia dan peran pendidikan kewarganegaraan dalam memperkuat karakter bangsa di tengah arus global yang semakin deras. II. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini berbasis studi literatur, studi literatur adalah serangkain dari kegiatan yang berkenaan dengan pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelola bahan penelitian. Studi literature di kenal juga sebagai studi keupustakaan. Penelitian ini memiliki sumber dari berbagai macam kumpulan artikel karya ilmiah atau penelitian sebelumnya guna untuk menjawab pertanyaan penelitian pada artikel penelitian ini (Marzali. Penelitian ini menggunakan metode kajian literasi karena bertujuan untuk mengumpulkan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan dampak isu globalisasi terhdap bangsa dan karakter Indonesia terhadap Pendidikan Kewarganegaraan i. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendidikan warga negara menghadapi arus globalisasi dan demokratisasi, pendidikan kewarganegaraan . itizenship educatio. di Indonesia dianggap sebagai disiplin ilmu yang mengemban misi mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia melalui koridor Aupendidikan berbasis nilaiAy . alue-based educatio. , kecerdikan. Selain pendidikan berbasis nilai, di era globalisasi, pendidikan kewarganegaraan di Indonesia juga mengemban misi pendidikan kewarganegaraan . itizenship education for Oleh karena itu, menurut Sarbani, . Pendidikan Kewarganegaraan harus mempelajari konsepkonsep kunci yang dibawa oleh globalisasi, yaitu: demokrasi, hak asasi manusia dan supremasi hukum . ule of law/rule of la. Semua itu didasarkan pada sebelas pilar demokrasi sebagai sistem negara bermasyarakat, yaitu:. Kedaulatan rakyat, . Pemerintahan berdasarkan persetujuan yang diperintah . Kekuasaan mayoritas, . Hak minoritas, . Jaminan hak asasi manusia, . Pemilihan umum yang bebas dan adil, . Kesetaraan di hadapan rakyat hukum, . Due process of law, . pengekangan konstitusional, . pluralisme sosial, ekonomi dan politik, dan . nilai- nilai toleran, pragmatisme, kerjasama dan konsensus. Keanekaragaman kearifan mengarah pada pengembangan kapasitas kewarganegaraan . itizen capacit. yang meliputi At-TaAodib Vol. No. 1 April 2025 Gufanta Hendryko Purba Oleh karena itu, penguatan jati diri dan karakter Indonesia merupakan ruh dan muatan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di era globalisasi saat ini. Revitalisasi dan reposisi pendidikan kewarganegaraan sebagai Aupendidikan berbasis nilaiAy. Globalisasi, yang merupakan integrasi ekonomi, budaya, dan teknologi antar negara di seluruh dunia, memiliki dampak yang besar bagi Indonesia. Dampak tersebut dapat dikategorikan ke dalam dampak positif dan negatif. Dampak Positif Globalisasi yaitu perubahan tata nilai dan sikap masyarakat yang semula irasional menjadi rasional. Selain itu, globalisasi juga dapat mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam beraktivitas. Globalisasi juga dapat memfasilitasi komunikasi antar negara dan antar budaya, sehingga memudahkan pertukaran informasi dan pengetahuan. Dengan demikian, globalisasi dapat meningkatkan kesadaran global masyarakat tentang isu-isu global seperti perubahan iklim, hak asasi manusia, dan lainlain. Globalisasi memiliki beberapa dampak negatif yang signifikan. Salah satunya adalah terjadinya westernisasi, di mana nilai-nilai budaya Barat dapat menggerus nilai-nilai budaya Selain itu, globalisasi juga dapat menyebabkan munculnya hegemoni politik negara adidaya, sehingga negaranegara kecil dapat kehilangan kedaulatan. Siregar. , & Desky. Banyak budaya masuk sehingga melemahnya nilai-nilai asli masyarakay Indonesia. Melemahnya nasionalisme dan lahirnya neo-imperialisme juga merupakan dampak negatif Dampak negatif globalisasi juga dapat dilihat dari aspek ekonomi dan sosial. Eksploitasi tenaga kerja dan ketergantungan ekonomi merupakan contoh dampak negatif Selain itu, globalisasi juga dapat menyebabkan hilangnya kearifan lokal dan melemahnya kemampuan negara-negara berkembang untuk mengatur ekonomi mereka Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi dampak negatif globalisasi dan meningkatkan manfaatnya bagi semua pihak. Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menghadapi Globalisasi Pendidikan kewarganegaraan memainkan peran sentral dalam membentuk karakter generasi muda melalui: Penanaman Nilai Pancasila: Pendidikan kewarganegaraan menanamkan nilainilai luhur seperti gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air untuk menjaga identitas nasional di tengah derasnya pengaruh globalisasi. At-TaAodib Vol. No. 1 April 2025 Gufanta Hendryko Purba Peningkatan Kesadaran Global dan Nasionalisme: Dengan mengenalkan isu-isu global dalam pembelajaran. Pendidikan kewarganegaraan mengajarkan generasi muda untuk memahami tantangan global sambil mempertahankan rasa nasionalisme. Pengembangan Kritis dan Kreatif: Pendidikan kewarganegaraan mendorong siswa untuk berpikir kritis terhadap pengaruh budaya asing dan kreatif dalam menjaga budaya lokal melalui inovasi. Strategi Penguatan PKn di Era Globalisasi -Revitalisasi Kurikulum: Kurikulum Pendidikan kewarganegaraan harus relevan dengan isu globalisasi, seperti mengintegrasikan pembahasan tentang budaya global, teknologi digital, dan etika -Metode Pembelajaran Inovatif: Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan perlu menggunakan pendekatan yang interaktif, seperti diskusi kelompok, studi kasus, dan pemanfaatan media digital untuk menarik minat siswa. -Kolaborasi Antar-Instansi: Pemerintah, sekolah, dan masyarakat harus bekerja sama dalam menyelenggarakan kegiatan yang memperkuat wawasan kebangsaan, seperti program lintas budaya dan pertukaran pelajar. Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Memperkuat Karakter Bangsa Pendidikan Kewarganegaraan memegang peran yang sangat penting dalam menjaga karakter bangsa Indonesia di tengah arus globalisasi. Pendidikan kewarganegaraan tidak hanya mengajarkan hak dan kewajiban sebagai warga negara, tetapi juga membentuk karakter yang berdasarkan pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, terutama yang terkandung dalam Pancasila. Teori Globalisasi dan Dampaknya pada Identitas Nasional, berdasarkan teori globalisasi yang dikemukakan oleh Held & McGrew . , globalisasi dapat menyebabkan integrasi dunia yang sangat cepat dalam berbagai sektor. Namun, globalisasi juga dapat berisiko mengurangi keberagaman budaya lokal dan mempengaruhi identitas nasional suatu Dalam konteks ini. PKn berperan untuk mempertahankan identitas bangsa dengan mengajarkan nilai-nilai kebangsaan yang mendalam, yang dapat menjadi benteng terhadap pengaruh negatif budaya asing. Teori Identitas Nasional, dalam teori "imagined communities", identitas nasional adalah hasil dari konstruksi budaya dan sejarah yang dibentuk oleh masyarakat suatu negara. Pendidikan kewarganegaraan sangat penting dalam memperkuat identitas nasional, karena At-TaAodib Vol. No. 1 April 2025 Gufanta Hendryko Purba melalui PKn, generasi muda diajarkan untuk memahami sejarah bangsa, simbol-simbol negara, dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Dalam hal ini. PKn membantu generasi muda untuk memiliki rasa kebanggaan terhadap bangsa Indonesia dan pentingnya mempertahankan keberagaman budaya ( Anderson, 1983 ). Teori Pendidikan Kewarganegaraan: Pendidikan kewarganegaraan bertujuan untuk membentuk individu yang tidak hanya memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Dalam menghadapi globalisasi, pendidikan kewarganegaraan dapat menjadi alat untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, keadilan, dan kebhinekaan. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk membentuk sikap nasionalisme yang kuat dan menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda ( Tobing, 2008 ) dan Susan. Pendidikan di Indonesia perlu memadukan keterampilan abad ke-21 untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global. Keterampilan abad ke-21 meliputi kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi efektif, dan memecahkan masalah kompleks (Trilling & Fadel, 2. Oleh karena itu, pendidikan di Indonesia perlu mengintegrasikan keterampilan ini ke dalam kurikulum dan proses belajar mengajar. Selain itu, pendidikan di Indonesia juga perlu memadukan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Pendidikan karakter perlu diterapkan untuk membangun karakter siswa yang baik dan tangguh, seperti jujur, disiplin, dan peduli lingkungan (Mulyasa, 2. Pendidikan karakter ini perlu diintegrasikan dengan keterampilan abad ke-21 untuk mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang baik dan produktif. Handayani. Pendidikan idealnya tidak hanya berorientasi pada masa lalu dan masa kini, tetapi sudah membicarakan masa depan agar sejalan dengan situasi masyarakat yang selalu berubah Dalam mengintegrasikan keterampilan abad ke21 dan pendidikan karakter, pendidikan di Indonesia perlu memperhatikan beberapa hal, seperti membangun kemampuan berpikir kritis dan kreatif, memperkuat kemampuan berkomunikasi efektif, dan membangun kemampuan bekerja sama dan berkolaborasi (Hartley & Hinks, 2. Dengan demikian, pendidikan di Indonesia dapat mempersiapkan siswa untuk menjadi warga negara yang baik dan produktif. Pendidikan di Indonesia juga perlu memperhatikan peran teknologi dalam mengintegrasikan keterampilan abad ke-21 dan pendidikan karakter. Teknologi dapat digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien, serta memperluas akses ke sumber daya pembelajaran (Kozma, 2. Dengan demikian, pendidikan di At-TaAodib Vol. No. 1 April 2025 Gufanta Hendryko Purba Indonesia dapat memanfaatkan teknologi untuk mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang baik dan produktif. Pendidikan kewarganegaraan partisipatif di kancah global. Dalam konteks pendidikan Indonesia, dokumen kewarganegaraan harus lengkap dan mampu menjawab tantangan zaman. Hal ini dapat dipahami sebagai kebutuhan untuk mengembangkan kapasitas keilmuan program PPKn ke arah pendidikan kewarganegaraan global. Pendidikan kewarganegaraan dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang isu global, kebiasaan global, serta sistem dan institusi Perubahan program PPKn dimaksudkan agar generasi muda memiliki pemahaman yang komprehensif dan mampu melihat tantangan dan perubahan era globalisasi (Murdiono. Suharno & Wuryandani, 2. Pendidikan kewarganegaraan harus dikembangkan agar warga negara muda memiliki pemahaman global. Banks . berpendapat bahwa perlu diciptakan konsep baru pendidikan kewarganegaraan di abad 21 agar siswa dapat dididik secara efektif untuk menjadi warga negara yang aktif. Agar transisi berhasil, pengetahuan yang mendasari konsep harus berpindah dari pengetahuan akademis konvensional ke pengetahuan akademis transformatif. Pentingnya Pendidikan Karakter: Pendidikan kewarganegaraan juga berperan dalam membangun karakter bangsa Indonesia yang berdasarkan pada nilai-nilai moral dan etika. Pendidikan kewarganegaraan yang berbasis pada Pancasila membantu generasi muda untuk memahami pentingnya nilai kebersamaan, persatuan, dan kesatuan di tengah keberagaman budaya Indonesia. Hal ini sangat penting untuk mengatasi potensi fragmentasi sosial yang bisa terjadi akibat pengaruh budaya global. IV. KESIMPULAN Globalisasi membawa dampak yang besar bagi bangsa Indonesia, baik dalam aspek positif maupun negatif. Kemajuan teknologi dan ekonomi memberikan peluang, namun ancaman terhadap identitas budaya dan nilai-nilai luhur bangsa juga semakin besar. Dalam menghadapi tantangan tersebut, pendidikan kewarganegaraan memiliki peran yang sangat Melalui Pendidikan Kewarganegaraan, nilai-nilai Pancasila dapat ditanamkan kepada generasi muda, yang akan menjadi benteng dalam mempertahankan karakter bangsa Indonesia. Oleh karena itu, pendidikan kewarganegaraan harus diperkuat, sehingga dapat mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk menghadapi pengaruh globalisasi tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai kebangsaan. Pendidikan kewarganegaraan dapat membantu mengembangkan keterampilan seperti pemahaman lintas budaya, kerjasama lintas budaya, pemecahan masalah global, berpikir At-TaAodib Vol. No. 1 April 2025 Gufanta Hendryko Purba kritis dan keterampilan komunikasi yang efektif. Ini memberi generasi muda alat untuk berpartisipasi aktif dalam dunia global, menghadapi perubahan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat internasional. Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk jati diri bangsa dan karakter bangsa Indonesiaan di tengah tantangan dan dinamika isu global. Melalui pendidikan kewarganegaraan yang holistik dan komprehensif, generasi muda dapat menjadi warga negara yang berwawasan global, memiliki identitas nasional yang kuat, dan siap menghadapi perubahan dan tantangan masa depan. DAFTAR PUSTAKA