2587 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 PENDAMPINGAN OPSI BAGI SISWA EIBOS LAMPUNG SELATAN: ANALISIS AKURASI SENSOR KELEMBABAN TANAH JENIS KAPASITIF DAN RESISTIF DALAM SISTEM IRIGASI Oleh Dodi Yudo Setyawan1. Nurfiana2. Novi Herwadi Sudibyo3. Lia Rosmalia4. Melia Gripin Setiawati5 1,2,3,4,5Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya E-mail: dodi@darmajaya. Article History: Received: 26-11-2025 Revised: 06-12-2025 Accepted: 29-12-2025 Keywords: OPSI. Pendampingan. Sensor Kelembaban Tanah. Pertanian Presisi. IoT Abstract: Pengabdian masyarakat ini bertujuan mendampingi siswa SMA EIBOS Natar dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) melalui penguatan kompetensi riset pertanian Mitra menghadapi kendala keterbatasan pemahaman metodologi eksperimental. Metode pelaksanaan menerapkan Project-Based Learning meliputi pelatihan perakitan mikrokontroler ESP32, pengujian komparatif sensor kelembaban tanah . apasitif vs resisti. , dan penyusunan naskah ilmiah. Hasil kegiatan menunjukkan siswa mampu mengembangkan purwarupa irigasi otomatis berbasis IoT. Analisis data membuktikan sensor kapasitif memiliki akurasi dan durabilitas lebih tinggi dibandingkan sensor resistif yang fluktuatif akibat Program ini berhasil meningkatkan literasi sains siswa dan mengantarkan tim mitra menjadi Finalis OPSI, yang berdampak pada penguatan budaya riset sekolah. PENDAHULUAN Pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas merupakan pondasi utama dalam menghadapi persaingan global dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dalam kerangka Manajemen Talenta Nasional (MTN), pemerintah melalui Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) dan Pusat Prestasi Nasional (Puspresna. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi, berkomitmen melakukan pembinaan berkelanjutan untuk menjaring bibit-bibit unggul di bidang Riset dan Inovasi. Salah satu implementasi strategis dari kebijakan ini adalah penyelenggaraan OPSI. Ajang ini tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi, tetapi sebagai wadah inkubasi untuk membangun nalar kritis, kreativitas, dan kemampuan problem-solving generasi muda melalui pendekatan saintifik. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan kompetensi guru dan siswa dalam pembelajaran berbasis Science. Technology. Engineering, and Mathematics (STEM), sebagaimana ditekankan dalam studi terbaru mengenai pentingnya pendampingan robotik dan teknologi bagi sekolah di wilayah berkembang untuk mengejar ketertinggalan fasilitas (Saputro et al. Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah SMA EIBOS yang berlokasi di Kecamatan Natar. Kabupaten Lampung Selatan. Sebagai institusi pendidikan yang sedang berkembang. SMA EIBOS memiliki komitmen kuat untuk mendorong siswanya berprestasi di jalur akademik maupun non-akademik. Berdasarkan observasi awal dan http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 wawancara dengan pihak sekolah, terdapat animo yang tinggi dari siswa untuk terlibat dalam kompetisi riset ilmiah. Namun, kondisi objektif di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan . antara motivasi siswa kompetensi metodologis yang spesifik, khususnya di bidang rekayasa teknologi dan pertanian presisi . recision agricultur. Situasi ini serupa dengan temuan mengenai pentingnya pelatihan pengelolaan kelas berbasis IT untuk mendukung kurikulum merdeka dan penguatan profil pelajar Pancasila (M and Harpiani Selain itu, aspek literasi dasar seperti numerasi juga menjadi sorotan, di mana pengembangan instrumen literasi yang tepat sangat dibutuhkan untuk membekali siswa kemampuan analisis data yang krusial dalam penelitian ilmiah (Darma et al. Kurikulum reguler di sekolah cenderung berfokus pada pemahaman teoretis, sehingga keterampilan praktis dalam merancang instrumen penelitian berbasis elektronik seperti mikrokontroler dan sensor masih minim. Siswa SMA EIBOS menghadapi kendala dalam menentukan topik riset yang memiliki nilai kebaruan . namun tetap realistis untuk dikerjakan dengan sumber daya yang ada. Salah satu topik yang diangkat oleh siswa adalah modernisasi irigasi pertanian, mengingat Lampung Selatan merupakan daerah penyangga Namun, siswa mengalami kesulitan teknis dalam membedakan karakteristik, akurasi, dan reliabilitas antara sensor kelembaban tanah tipe resistif dan kapasitif, yang merupakan komponen vital dalam sistem irigasi otomatis. Ketidaktahuan ini berpotensi menyebabkan bias data dalam penelitian mereka jika tidak diberikan pendampingan yang Kondisi psikologis siswa juga menjadi perhatian dalam pendampingan ini. Tekanan kompetisi seringkali mempengaruhi kesejahteraan mental remaja. Oleh karena itu, pendekatan pendampingan yang dilakukan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memperhatikan aspek kesejahteraan psikologis . ell-bein. siswa (Hariyadi et al. serta penanaman nilai-nilai karakter yang moderat dan inklusif agar kompetisi dijalankan dengan sportivitas tinggi (Suherdiyanto et al. 2 Permasalahan dan Fokus Pengabdian Berdasarkan analisis situasi di atas, permasalahan prioritas yang dihadapi mitra adalah: Kurangnya pemahaman siswa mengenai metodologi penelitian eksperimental yang sesuai dengan standar OPSI. Keterbatasan pengetahuan teknis mengenai integrasi mikrokontroler dengan sensor lingkungan. Belum adanya pendampingan intensif dalam penulisan naskah akademik yang sistematis. Siswa juga membutuhkan panduan sistematis, mirip dengan urgensi pendampingan penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) yang terstruktur untuk memandu proses belajar mandiri (Oktaviani Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini berfokus pada pendampingan intensif bagi tim riset siswa SMA EIBOS dalam mempersiapkan naskah dan purwarupa untuk OPSI. Fokus teknis pendampingan ditekankan pada analisis komparatif tingkat akurasi sensor kelembaban tanah. Pemilihan topik ini didasarkan pada literatur yang menyatakan bahwa sensor resistif, meskipun murah, rentan terhadap korosi . dan perubahan salinitas tanah, sedangkan sensor kapasitif menawarkan durabilitas lebih baik namun memerlukan kalibrasi yang presisi (Aringo et al. Penguasaan materi ini diharapkan menjadi nilai tambah bagi proposal penelitian siswa. 3 Tujuan dan Dampak Perubahan Sosial Tujuan utama dari pendampingan ini adalah untuk memfasilitasi transfer pengetahuan ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 . nowledge transfe. dari perguruan tinggi ke sekolah menengah, guna menghasilkan karya ilmiah yang kompetitif di tingkat nasional. Secara spesifik, kegiatan ini bertujuan untuk membimbing siswa dalam merancang sistem uji, mengambil data secara valid, dan menyusun laporan penelitian yang memenuhi kaidah ilmiah. Dampak sosial jangka panjang yang diharapkan adalah terciptanya kultur riset . esearch cultur. di lingkungan SMA EIBOS Natar. Kegiatan ini diharapkan mengubah pola pikir siswa dari sekadar "pengguna teknologi" menjadi "pencipta inovasi". Selain itu, keberhasilan dalam kompetisi OPSI diharapkan dapat menjadi katalisator bagi siswa lain untuk berani berkompetisi, serta meningkatkan profil sekolah dalam peta prestasi talenta nasional. Penguatan kapasitas ini sejalan dengan teori konstruktivisme sosial Vygotsky, di mana peran mentor yang lebih ahli (More Knowledgeable Othe. sangat krusial dalam menarik siswa keluar dari zona perkembangan aktual menuju zona perkembangan potensial mereka. Selain dampak akademis, kegiatan ini juga bertujuan mendorong kesehatan fisik dan sosial siswa melalui budaya kompetisi yang sehat, sejalan dengan program sosialisasi olahraga kesehatan yang gencar dilakukan di lingkungan pendidikan (Ita et al. METODE Metode yang diterapkan Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pendampingan intensif berbasis proyek (Project-Based Learnin. dengan pola bimbingan berkala. Kegiatan dilaksanakan secara luring di laboratorium komputer SMA EIBOS Natar, serta daring untuk konsultasi perkembangan naskah. Pendekatan ini dipilih untuk memastikan siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis . ard skill. dalam rekayasa elektronika dan kemampuan analitis . oft skill. dalam penyusunan karya tulis ilmiah sebuah keterampilan yang juga krusial bagi pelaku usaha maupun pelajar di era digital (Nurliza Tahapan Kegiatan Pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui serangkaian bimbingan mingguan yang terstruktur, dimulai dari perancangan perangkat keras hingga finalisasi laporan kompetisi. Rincian tahapan kegiatan adalah sebagai berikut: Tahap Perancangan Perangkat Keras (Hardware Assembl. Pada tahap awal, siswa didampingi untuk memahami prinsip kerja mikrokontroler dan Kegiatan ini meliputi identifikasi komponen yang digunakan dengan pengenalan spesifikasi ESP32 sebagai unit pemroses utama yang memiliki fitur Wi-Fi untuk konektivitas Internet of Things (IoT) seperti terlihat pada Gambar 1. Gambar 1 Desain sistem http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 Siswa mempraktikkan penyolderan dan pengkabelan . untuk menghubungkan dua jenis sensor kelembaban tanah, yaitu sensor tipe Resistif dan sensor tipe Kapasitif ke pin GPIO pada modul ESP32. Pendampingan difokuskan pada pemahaman skematik rangkaian pembagi tegangan . oltage divide. dan penanganan noise sinyal analog. Tahap Pengembangan Perangkat Lunak (Software and Web Developmen. Setelah perangkat keras terintegrasi, pendampingan berlanjut ke aspek pemrograman. Siswa diajarkan membuat kode program . menggunakan Arduino IDE untuk membaca data analog dari kedua sensor secara real-time. Siswa dibimbing membangun sebuah dashboard web sederhana. Website ini berfungsi sebagai antarmuka . untuk menampilkan grafik perbandingan nilai kelembaban yang dibaca oleh sensor resistif dan Data dikirimkan dari ESP32 ke server web melalui protokol HTTP untuk memungkinkan pemantauan jarak jauh. Tahap Pengujian dan Eksperimen Ini merupakan tahap krusial untuk memenuhi standar metode ilmiah OPSI. Siswa melakukan uji komparasi dengan skenario menggunakan cocopeat . erabut kelap. sebagai media tanam karena memiliki daya simpan air yang homogen. Sensor diuji pada kondisi cocopeat kering, lembab, dan jenuh air. Siswa mencatat respon perubahan nilai tegangan dari kedua sensor yang tampil pada website terhadap volume air yang ditambahkan. Data ini kemudian diolah untuk melihat linearitas dan sensitivitas masing-masing sensor. Tahap Analisis Data dan Penyusunan Laporan Data yang terkumpul pada website diekspor ke dalam bentuk grafik. Tim pengabdi mendampingi siswa dalam menganalisis tingkat akurasi dan presisi kedua sensor berdasarkan data eksperimen. Menyimpulkan sensor mana yang lebih efektif untuk irigasi Menyusun naskah lengkap sesuai sistematika penulisan OPSI, mulai dari Bab Pendahuluan hingga Kesimpulan. Instrumen Evaluasi Keberhasilan kegiatan pengabdian ini diukur menggunakan instrumen evaluasi berbasis produk dan capaian prestasi. Terwujudnya alat ukur kelembaban tanah berbasis ESP32 yang berfungsi baik, ditandai dengan kemampuan sensor resistif dan kapasitif membaca parameter tanah. Tampilnya nilai kelembaban secara real-time pada website yang telah dibuat siswa. Kemampuan siswa menyusun laporan penelitian yang memuat analisis data statistik sederhana dan kesimpulan yang logis . enjawab rumusan masala. Indikator keberhasilan utama (IKU) dari kegiatan ini adalah lolosnya tim siswa SMA EIBOS Natar sebagai finalis dalam ajang OPSI yang diselenggarakan oleh BPTI. DISKUSI