Tahun . Vol. Nomor . Bulan (Me. Halaman . https://doi. org/10. 53544/sapa/V9i1. Analisis Konsep Kerasulan Awam Paus Fransiskus Dalam Dokumen Antiquum Ministeruim Art. Wiwin1 Fabianus Selatang2 Bergita Layon Herin3 Sekolah Tinggi Pastoral-Yayasan Institut Pastoral Indonesia Malang Abstrak Penulis koresponden Nama : Wiwin Surel : rosaliawiwin9@gmail. ManuscriptAos History Submit : Februari 2025 Revisi : Maret 2025 Diterima : April 2025 Terbit : Mei 2025 Kata-kata kunci: Kata kunci 1 Kerasulan awam Kata kunci 2 Nabi masa kini Kata kunci 3 Tugas imamat Kata kunci 4 Tugas rajawi Kristus Copyright A 2025 STP- IPI Malang Dokumen Antiquum Ministerium Paus Fransiskus menggarisbawahi betapa pentingnya kerasulan awam di era sekarang. Latar belakang penelitian ini adalah untuk memahami secara menyeluruh bagaimana dokumen tersebut menjelaskan dan mendukung konsep kerasulan awam, serta bagaimana hal itu berdampak pada perkembangan teologi dan praktik pastoral. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mempelajari peran dan tanggung jawab umat awam dalam misi gereja seperti yang digariskan dalam Antiquum Ministerium. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan panggilan umat awam untuk berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan masyarakat dan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Paus Fransiskus menegaskan kerasulan awam sebagai panggilan universal yang harus dipahami dalam terang identitas baptisan. Kaum awam adalah pelaku utama dalam menyebarkan Injil dan memiliki tugas untuk membangun komunitas iman di seluruh dunia. Penelitian ini menemukan bahwa dokumen ini memberikan dorongan yang signifikan untuk pemberdayaan umat awam. Ini berdampak besar pada teologi modern dan pendekatan pastoral yang lebih inklusif. Abstract Corresponding Author Name : Wiwin E-mail : rosaliawiwin9@gmail. ManuscriptAos History Submit : February 2025 Revision : March 2025 Accepted : April 2025 Published : May 2025 Keywords: Keyword 1 Lay apostolate Keyword 2 Knight duty of Christ Keyword 3 Present prophet Keyword 4 Priesthood duty Copyright A 2025 STP- IPI Malang Pope Francis' Antiquum Ministerium underscores the importance of lay apostolate in today's era. The background of this research is to comprehensively understand how the document explains and supports the concept of lay apostolate, as well as how it impacts the development of theology and pastoral practice. The main purpose of this study is to study the role and responsibility of the laity in the mission of the church as outlined in the Antiquum Ministerium. The main focus of this research is to raise awareness of the call of the laity to actively participate in the life of the community and the church. studied to discover important themes related to lay apostolate. The results of this study show that Pope Francis affirmed lay apostolate as a universal vocation that must be understood in the light of baptismal identity. The laity are the main actors in spreading the gospel and have a duty to build communities of faith around the world. The study found that this document provides a significant impetus for the empowerment of the laity. This has had a major impact on modern theology and a more inclusive pastoral https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Wiwin, dkk | Analisis Konsep Kerasulan Awam Pendahuluan Kaum awan adalah semua orang beriman Kristiani, kecuali mereka yang termasuk golongan imam atau status religius yang diakui dalam Gereja (Albertus, n. Kaum awan adalah anggota Gereja sebagai umat Allah yang memiliki peran penting dalan Gereja. Awan dalam Gereja tidak menjalankan peran pasif tetapi menjalankan peran yang aktif yaitu ikut ambil bagian dalam tugas Gereja. Turut serta memberi diri dalam misi Kristus. Tugas sebagai iman nabi dan raja dalam pelkasanaannya mengalami perkembangan Tugas sebagai imam nabi dan raja pada jaman dahulu hanyalah dijalankan oleh kaum yang menerima tahbisan yang berstatus sebagai biarawan, akan tetapi setelak Konsili Vatikan II, tugas tersebut mulai dapat dijalankan oleh kaum awam sessuai dengan kedudukan dan jabatan nya, karena perkembangan iman umat. tidaklah hnaya tergantung dari kaum tahbisan dan biarawan, melainkan tanggung jawab dari seluruh umat beriman (Ndepi et al. , 2. Kerasulan awam memiliki nilai sekuler yang tak terbantahkan. Hal ini menuntut umat awam untuk Aumencari kerajaan Allah dengan terlibat dalam urusan duniawi dan mengarahkan mereka sesuai dengan kehendak AllahAy (Antiquum Ministerium, 2. tengah banyaknya persoalan hidup terutama semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi yang tak hanya membawa dampak positif dalam kehidupan umat manusia, tetapi juga banyak dampak negatif yang timbul, kaum awam ikut serta ambil bagian untuk menyucikan, menyempurnakan kehidupan dunia dengan terang Injil. tingginya laju transformasi sosial, kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang dicapai manusia saat ini telah memberikan kemudahan dan kecepatan untuk menjalin hubungan antara satu sama lain (Setiawan, 2. Hal yang tidak diinginkan adalah ketika umat terlena dan cenderung berada dalam zona nyaman. Seperti yang kita diketahui bahwa peran kaum awan dalam menjalankan misi Kristus sangatlah terlihat jelas. Kaum Awam ikut serta mengemban tugas imamat, kenabian dan rajawi Kristus (Albertus, n. Setiap umat bertanggung jawab untuk menjalankan tugas tersebut dalam kehidupan sehari-hari dimulai dari lingkungan kecil hingga yang luas. Sehingga kehadiran umat awam tidak hanya sebagai sebutan seorang Kristiani tetapi terbukti dalam perbuatan yang nyata dalam kehidupannya. Paus Fransiskus menyatakan bahwa: AuPeran khusus yang dilakukan oleh Katekis merupakan salah satu pelayanan khusus dari pelayanan lainnya yang ada dalam komunitas Kristen. Bahkan, para Katekis dipanggil pertama-tama untuk mengungkapkan kemampuannya dalam pelayanan pastoral untuk menyebarkan iman yang berkembang dalam tahapan yang berbeda: dari pewartaan pertama yang memperkenalkan kerygma, hingga instruksi yang membuat seseorang sadar akan hidup baru di dalam Kristus dan khususnya mempersiapkan sakramen-sakramen inisiasi Kristen, hingga pembinaan berkelanjutan yang memungkinkan setiap orang yang dibaptis untuk selalu siap Auuntuk memberi pertanggungan jawab dari siapa pun yang meminta alasan tentang pengharapanAy . 1 Ptr 3:. Pada saat yang sama, setiap katekis harus menjadi saksi iman, seorang guru dan mistikus, rekan dan pendidik, yang mengajar dalam nama GerejaAy. Kaum awam hendaknya menyadari https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Wiwin, dkk | Analisis Konsep Kerasulan Awam keberadaan dirinya sebagai ragi, garam, dan terang dunia, yang bisa diungkapkan melalui Tri tugas Kristus yaitu, menjadi imam, nabi dan raja, (Antiquum Ministerium, 2. Dari pernyataan di atas, kita dapat mengidentifikasi beberapa hal. Yang pertama panggilan katekis. Panggilan katekis adalah menyebarkan iman, membuat seseorang sadar akan hidup baru di dalam Kristus dan mempersiapkan sakramen-sakramen inisiasi. Panggilan katekis adalah salah satu peran penting dalam Gereja Katolik. Katekis adalah orang yang bertanggung jawab untuk menyebarkan dan mengajar iman Katolik kepada orang-orang, terutama kepada anak-anak, remaja, atau orang dewasa yang ingin belajar lebih banyak tentang ajaran-ajaran Katolik. Panggilan katekis adalah pekerjaan yang penting dalam memperkuat komunitas Katolik dan memastikan bahwa ajaran-ajaran dan iman Katolik terus diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam kaitan dengan panggilan menyebarkan iman, seorang katekis terlibat dalam pengajaran Katekese. Katekis mengajar prinsip-prinsip dasar iman Katolik, ajaran Gereja, doa-doa, dan etika kepada umat Katolik sesuai usia dan tingkat pemahaman masing-masing. Selain itu, katekis juga terlibat dalam tugas persiapan Sakramen. Katekis juga terlibat dalam mempersiapkan calon untuk menerima sakramen-sakramen Katolik, seperti Sakramen Baptis. Sakramen Ekaristi. Sakramen Penguatan (Konfirmas. , dan lainnya. Jadi, secara keseluruhan, panggilan katekis adalah untuk menyebarkan cinta dan iman kepada umat Katolik, membantu umat tumbuh dalam keyakinan dan menjadi orang Katolik yang lebih berkomitmen. Kedua, kateksis adalah saksi iman, seorang guru dan mistikus, rekan dan pendidik yang mengajar dalam nama Gereja. Ketiga poin tersebut diuraikan berikut ini: Menjadi saksi iman. Katekis sering dianggap sebagai saksi iman dalam konteks Gereja Katolik dan dalam konteks pengajaran iman kepada orang lain. Katekis adalah orang yang mengajar dan menyebarkan ajaran-ajaran iman Katolik kepada orang lain, khususnya kepada anak-anak, remaja, atau orang dewasa yang ingin memahami dan mengikuti ajaran Katolik. Kesaksian berarti memberikan teladan iman dalam bentuk perbuatan, perkataan dan hidup yang sesuai dengan iman Kristiani. Kehidupan itu baik kehidupan personal maupun keluarga. Katekis sebagai pendidik iman umat dituntut untuk menjadi model dan teladan iman bagi umat beriman (Widyawati & Kanja, 2. Sebagai saksi iman, katekis bertanggung jawab untuk mengajarkan ajaran Katolik dengan tepat dan benar, menyampaikan pengalaman iman pribadinya kepada orang lain, membimbing dan mendampingi murid-muridnya dalam perkembangan rohani mereka, memberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan nilai-nilai Katolik. Dengan kesaksian mereka nilai-nilai kasih, persaudaraan dan kesatuan dapat diresapkan ke dalam masyarakat. Budaya negatif perlahan-lahan dapat diubah sesuai dengan semangat Kristus sendiri. Dengan kesaksian mereka nilai-nilai kasih, persaudaraan dan kesatuan dapat diresapkan ke dalam masyarakat. Budaya negatif perlahanlahan dapat diubah sesuai dengan semangat Kristus sendiri (Situmorang, 2. Dengan menjadi saksi iman, katekis membantu menginspirasi dan membentuk orang lain dalam iman mereka kepada Yesus Kristus dan ajaran Gereja Katolik. Ini adalah tanggung jawab yang penting dalam memperkuat komunitas Katolik dan menjalankan misi Gereja untuk https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Wiwin, dkk | Analisis Konsep Kerasulan Awam menyebarkan Injil dan mengajarkan ajaran Kristus kepada semua orang. Kesaksian dan kerasulan keduanya menjadi bukti nyata untuk mengayomi keterlibatan umat Katolik seluruhnya, (Bule, n. Katekis adalah seorang guru dan mistikus. Sebagai guru, peran utama seorang katekis adalah untuk mengajar ajaran-ajaran Katolik dengan jelas dan sistematis. Mereka menyampaikan pengetahuan tentang ajaran Gereja, doa-doa, teologi, dan moralitas Katolik kepada orang lain. Tujuan utama mereka adalah memberikan pemahaman tentang iman Katolik kepada mereka yang ingin belajar. Mistikus: Seorang mistikus adalah seseorang yang memiliki pengalaman spiritual yang mendalam dan intens dengan Tuhan. Meskipun ada beberapa orang yang mungkin memiliki kedua peran ini dalam hidup mereka . aitu, mereka adalah katekis yang juga memiliki pengalaman misti. , katekis biasanya lebih terfokus pada pengajaran dan pembimbingan orang lain dalam iman, sedangkan mistikus lebih fokus pada pengalaman rohani pribadi mereka dengan Tuhan. Katekis adalah rekan dan pendidik yang mengajar dalam nama Gereja. Definisi ini menggambarkan peran katekis dalam Gereja Katolik dan dalam konteks pengajaran iman Katolik kepada orang lain. Iman merupakan bagian penting dari kaum beriman, kaum awam ikut ambil bagian dalam partisipasi Tritugas Kristus, hingga mampu berelasi dengan Gereja dalam partisipasi tugas kerasulan serta partisipasi tritugas Kristus (Darmanto & Don, 2. Katekis adalah rekan dan pendidik yang bertindak atas nama Gereja untuk mengajar ajaranajaran iman Katolik kepada murid-murid mereka. Mereka bukan hanya pengajar, tetapi juga bertanggung jawab untuk membimbing dan mendampingi murid-murid mereka dalam perkembangan rohani mereka. Katekis menjalankan misi Gereja untuk menyebarkan ajaranajaran Kristus kepada semua orang dan membantu orang lain memahami dan mengikuti iman Katolik. Peran mereka sangat penting dalam memperkuat komunitas Katolik dan mendukung pertumbuhan spiritual individu dalam iman mereka. Partisipasi kaum beriman Kristiani dalam melaksanakan tugas misioner Gereja mencakup tritugas Kristus sebagai imam, nabi dan raja. Tri tugas Kristus tersebut berkembang menjadi Panca tugas Gereja yang dirumpunkan menjadi bidang-bidang pastoral. Tri tugas Kristus, 5 tugas Gereja serta bidang pastoral, memiliki satu kesatuan, saling melengkapi, saling mendukung, saling berhubungan dan tidak ada pertentangan (Iryanto & Ardijanto, n. Artikel dengan tema "Kaum Awam Merasul Di Tengah Dunia" (Rea, 2. membahas peran orang awam dalam kerasulan Gereja. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana orang awam dapat berpartisipasi secara aktif dalam mewartakan kabar baik dan menyebarkan berita baik ke seluruh dunia. Dalam situasi ini, kerasulan tidak hanya terbatas pada tugas imamat jabatan . , tetapi juga tugas imamat terbaptis. Pernyataan ini menunjukkan bahwa keterlibatan kaum awam dalam kerasulan adalah kewajiban teologis dan bukan pilihan. Ini menunjukkan bahwa setiap orang yang telah dibaptis memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk berpartisipasi secara aktif dalam mewartakan berita baik, sesuai dengan bidang keahliannya. Akibatnya, artikel ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki peran penting dalam menggarami dunia dan menjadi terang bagi orang lain. https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Wiwin, dkk | Analisis Konsep Kerasulan Awam Supeli . menganalisis dokumen Inter Mirifica, produk Konsili Vatikan II, yang menekankan peran media komunikasi dalam pastoral gereja. Dalam artikelnya, penulis mengamati bahwa kemajuan teknologi saat ini memungkinkan gereja untuk beradaptasi dan bertransformasi sekaligus menjadi tantangan. Media komunikasi dianggap sebagai lebih dari sekadar alat. mereka juga berfungsi sebagai jembatan yang dapat menghubungkan jemaat dengan pesan iman yang lebih luas. Selain itu. Supeli menekankan bahwa gereja harus mengambil pendekatan kreatif dengan memanfaatkan platform digital seperti media sosial, website, dan aplikasi telepon untuk mencapai audiens yang lebih besar. Gereja tidak hanya harus menjadi tempat ibadah tetapi juga sumber pengetahuan dan inspirasi yang memengaruhi kehidupan sehari-hari jemaat, terutama bagi generasi muda yang lebih aktif di dunia internet. Gereja membangun hubungan yang lebih dekat dan intim dengan jemaatnya dengan menggunakan metode komunikasi yang efektif. Gereja dapat memahami keinginan dan kebutuhan jemaat melalui interaksi yang lebih baik ini. Dengan cara ini, gereja dapat membuat program yang lebih tepat sasaran dan relevan. Gereja tidak hanya berfungsi sebagai institusi spiritual tetapi juga berfungsi sebagai sumber pengetahuan, dukungan sosial, dan tempat pembelajaran yang berkelanjutan. Jadi, pembaca diminta untuk mempertimbangkan pentingnya perubahan dan inovasi dalam kehidupan gereja agar tetap relevan dan berpengaruh, terutama di era informasi saat ini. Supeli dengan jelas menunjukkan bahwa menggunakan media komunikasi adalah tindakan yang sangat strategis untuk mencapai tujuan pastoral gereja yang lebih luas. Memahami Awam dan Kerasulannya oleh Ansel Meo dan Beo Kons . membahas peran kaum awam dalam kerasulan Gereja. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana keterlibatan kaum awam dapat secara signifikan mempengaruhi kerasulan Gereja. Kaum awam memiliki peran yang sangat penting dalam kerasulan Gereja, seperti yang ditekankan dalam artikel ini. Dalam situasi ini, kerasulan mencakup tugas imamat jabatan . dan imamat terbaptis. Dalam dokumen Antiquum Ministerium. Paus Fransiskus menekankan bahwa kerasulan awam memiliki nilai "keduniaan" yang tidak dapat diragukan lagi, menuntut kaum awam untuk "mencari kerajaan Allah dengan mengurusi hal-hal yang fana dan mengaturnya seturut kehendak Allah" (Konsili Vatikan II. Konstitusi Dogmatis Lumen Gentium, . Keterlibatan awam dalam karya pastoral sangat penting, seperti yang dijelaskan dalam artikel ini. Gereja membutuhkan keterlibatan langsung dari kaum awam untuk menggarami dunia karena populasi yang meningkat serta kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Misalnya. Komisi Kerasulan Awam (Kerawa. di Keuskupan Surabaya adalah bagian dari Hirarki Gereja yang membantu orang awam memahami dan melaksanakan kerasulannya. Menurut Keuskupan Surabaya . , tugas komisi ini adalah untuk mendorong kaum awam untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial-politik dan sosial https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Wiwin, dkk | Analisis Konsep Kerasulan Awam Salah satu bentuk kerasulan awam juga dianggap sebagai pelayanan katekis. Katekis diminta untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam pelayanan pastoral dalam berbagai bentuk, mulai dari pewartaan pertama yang memperkenalkan kerygma hingga pembinaan yang berkelanjutan yang memungkinkan setiap orang yang dibaptis untuk selalu siap memberi pertanggungan jawab tentang pengharapan mereka (Dewan Kepausan untuk Promosi Evangelisasi Baru. Pedoman Katekese, no. Penelitian ini bertujuan untuk menjukkan bahwa peran kaum awam dalam tugas Gereja tidak bisa dianggap sepele. Kaum awam dihimbau untuk menyadari panggilan hidupnya sebagai pengikut Kristus yang menjadi cerminan bagi sesamanya. Tugas pewartaan yang dipercayakan kepada seorang katekis hendaknya dapat dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu katekis baik kaum awam maupun hierarki perlu terus menerus meningkatkkan pengetahuan maupun ketrampilan berpastoral dalam mewartakan kabar sukacita Kristus, sehingga pewartaan itu berbobot dan dapat dipertanggung jawabkan. Terlebih bagi katekis awam yang tidak mengikuti pendidikan formal, sudah sepantasnya pembinaan dilakukan sebelum katekis itu melaksanakan tugas pewartaannya (Age, 2. Dalam hal ini kaum awam juga tidak bisa menganggap bahwa tugas-tugas Gereja hanya dilakukan oleh biarawan-biarawati dan kaum tertahbis, tetapi juga ikut berpartisipasi, agar pewartaan Injil dapat menyeluruh di seluruh penjuru dunia. Tulisan ini bertujuan untuk menyelidiki dan memahami konsep kerasulan awam sebagaimana dijelaskan dalam Artikel 6 dokumen "Antiquum Ministerium" yang dikeluarkan oleh Paus Fransiskus. Penelitian ini secara khusus mengkaji peran awam dalam Gereja Katolik, bagaimana kerasulan awam dipahami dan diterapkan dalam dokumen tersebut, dan implikasi teologis dan praktis dari ajaran ini terhadap dinamika pelayanan awam dalam kehidupan gereja modern. Dengan mempelajari teks dan konteks "Antiquum Ministerium", penelitian ini juga akan melihat bagaimana dokumen tersebut berkontribusi pada perkembangan historis dan teologis dari konsep hingga implementasi. Diharapkan bahwa penelitian ini akan meningkatkan pemahaman kita tentang panggilan dan tugas awam dalam misi gereja serta memberikan kontribusi yang signifikan terhadap studi teologi Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Melalui penelitian ini, peneliti mengkaji kualitas hubungan, aktivitas, dan situasi. Tujuan memahami realitas atau melihat dunia dari apa adanya, bukan dunia yang seharusnya yang dilakukan dalam kondisi alamiah dan bersifat penemuan, untuk mengetahui makna yang tersembunyi, untuk mengembangkan teori, untuk memastikan kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembangan, (Habsy, 2. Artinya penelitian kualitatif lebih menekankan pada deskripsi holistik, yang dapat menjelaskan secara detail tentang kegiatan atau situasi apa yang sedang berlangsung daripada membandingkan efek perlakuan tertentu, atau menjelaskan tentang sikap atau perilaku orang, (Adlini et al. , 2. Penelitian dilaksanakan dengan menghimpun sumber dari kepustakaan. Pada tahap selanjutnya dilakukan pengolahan data atau pengutipan https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Wiwin, dkk | Analisis Konsep Kerasulan Awam referensi untuk ditampilkan sebagai temuan penelitian, diabstraksikan untuk mendapatkan informasi yang utuh, dan diinterpretasikan hingga menghasilkan pengetahuan untuk menarik Berikut adalah beberapa tahapan dalam menganalisis data: . mengidentifikasi sumbersumber pustaka yang relevan dengan topik penelitian. Ini bisa berupa buku, artikel jurnal, tesis, laporan penelitian, dan sumber-sumber lainnya. Memastikan sumber-sumber yang dipilih berkaitan erat dengan masalah atau pertanyaan penelitian. Membaca sumbersumber yang telah dipilih dengan cermat dan teliti. Berusaha untuk memahami argumen, temuan, metodologi, dan pendekatan penelitian yang digunakan dalam setiap sumber. Menyusun data ke dalam kategori-kategori atau tema-tema yang relevan. Ini membantu peneliti untuk mengidentifikasi pola-pola dan tren dalam literatur yang diteliti. Evaluasi keandalan, relevansi, dan kredibilitas setiap sumber. Pertimbangkan metode penelitian yang digunakan, sumber data, dan apakah sumber tersebut memiliki kecenderungan atau bias Bandingkan dan kontraskan temuan dari sumber-sumber berbeda, dan identifikasi kesenjangan atau perbedaan dalam penelitian yang telah dilakukan. Membuat sintesis dari informasi yang telah dikumpulkan. Menjelaskan temuan utama, kesamaan, perbedaan, dan tren dalam literatur, lalu melakukan interpretasi data yang sudah temukan dalam konteks Hasil dan Pembahasan Berdasarkan definisi kaum awam secara umum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diartikan sebagai orang biasa . idak istimew. , preman, bukan ahli dan bukan Pengertian ini juga didukung oleh penjelasan dalam ensiklopedi Indonesia yang menjelaskan tentang kaum awam, sebagai orang yang kurang pengetahuan atau rendah daya tangkap akalnya dan sulit untuk dapat menangkap hal-hal yang bersifat abstrak. Ia lebih memahami hal-hal yang bersifat materi dan dapat ditangkap dengan panca indera. Hal ini menunjukkan bahwa kaum awam mempunyai kelas yang rendah ditengah-tengah kehidupan Dalam Perjanjian Lama, kata "umat" berasal dari bahasa Ibrani . artinya collection, community of person dan dapat juga dikatakan nation, people. Am dapat diartikan a people as a congregated unit, a tribe . s those of Israe. Kata ini sering digunakan kepada Israel sebagai umat pilihan, sehingga istilah Am dan Israel memiliki arti yang sama (Yes. Sebagai umat pilihan Allah, ada tanggung jawab yang harus dipikul atau dipelihara oleh bangsa Israel yaitu kekudusan hidup (Im. 19:2. 20:6-. dan harus mejadi berkat untuk bangsa sekitarnya (Yes. 43:9-. Tanggung jawab yang dibebankan itu adalah suatu ibadah yang harus sungguh-sungguh dilakukan yakni memelihara penyataan Tuhan (Ul. 4:5-. , bersaksi kepada orang yang masih belum mengenal Tuhan sebagai juru selamatnya (Yes 43:9-. , dan bersaksi tentang pemeliharaan Tuhan (Ul. 33:16-. Keterlibatan kaum awam dalam pelayanan menurut Perjanjian Baru berbeda dengan konsep Perjanjian Lama. Konsep pelayanan kaum awam dalam Perjanjian Baru lebih menunjuk kepada keselamatan orang banyak. Kaum awam dalam Perjanjian Baru lebih https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Wiwin, dkk | Analisis Konsep Kerasulan Awam mengarah kepada jemaat, umat Tuhan (Lao. , bukan orang Israel secara khusus. Selain itu kata Laos dalam Perjanjian Baru mempunyai banyak arti: pertama. Laos menunjuk suku bangsa . , tribe, people, population. Kedua. Laos diterjemahkan untuk orang Israel sebagai kepunyaan Allah. Ketiga. Laos diartikan sebagai gereja Kristen (Kis. Dalam kitab Injil Lukas kata Laos ini menggambarkan orang Israel yang percaya yang adalah umat Tuhan, yaitu gereja. Jadi, kaum awam mempunyai arti umat Allah dalam bahasa Yunani dipakai kalimat lo laos to theo. Istilah ini dipakai dalam Perjanjian Baru menggambarkan semua orang yang adalah anggota-anggota yang tergabung dalam tubuh Kristus. Dari defenisi di atas penulis menyimpulkan bahwa kaum awam adalah umat beriman Kristiani yang tidak masuk dalam golongan kaum religius atau tertahbis, yang tergabung dalam tubuh Kristus secar khusus memiliki tanggung jawab untuk memelihara penyataan Tuhan dan bersaksi kepada orang yang masih belum mengenal Tuhan sebagai Juruselamatnya, sehingga pawartaan Injil meluas ke segala penjuru dunia. Sebagai rasul awam yang dengan penuh keikhlasan dan secara istimewa berbakti kepada gereja perlu dihargai entah berkeluarga atau tidak, untuk sesaat atau selamanya membaktikan diri dalam semangat melayani. Melalui pembaptisan secara otomastis mengemban tugas imamat, kenabian dan rajawi Kristus. Kaum awam, dengan posisi khususnya dalam Gereja, dipanggil untuk berpartisipasi dalam hidup menggereja . isi ad intr. dan ambil bagian dalam membangun dunia yang lebih beradab . isi ad extr. Kedua dimensi misi ini merupakan tanggung jawab bersama semua anggota Gereja, (Sudhiarsa, 2. Kerasulan awam dan tugas imamat Kerasulan awam merujuk pada panggilan dan tugas anggota awam . on-ordaine. dalam Gereja Katolik untuk menyebarkan Injil, melayani dalam dunia sehari-hari, dan memberikan kesaksian akan iman mereka dalam berbagai lingkungan, seperti keluarga, tempat kerja, masyarakat, dan sebagainya. Kaum awam diharapkan terlibat aktif dalam berbagai karya kerasulan Gereja. Hal penting yang perlu diingat bahwa posisi dan peran kaum awam langsung berkaitan erat dengan misi Gereja (Albertus, 2. Tugas utama kerasulan awam adalah panggilan untuk mengkristenkan dunia melalui profesi dan kehidupan sehari-hari mereka. Mereka mengemban tanggung jawab untuk mempraktikkan dan menyaksikan ajaran-ajaran Katolik dalam konteks kehidupan sehari-hari mereka. Pandangan Gereja Katolik tentang kerasulan awam adalah konsep penting dalam pemahaman Gereja tentang peran anggota awam dalam misi dan pelayanan Gereja. Gereja Katolik mengakui bahwa anggota awam memiliki peran yang sangat penting dalam misi Gereja. Kekudusan kaum awam terletak pada kenyataan bahwa Allah yang mahakudus memanggil manusia untuk menjadi kudus, yakni hidup bersatu dengan Allah. Dengan sendirinya sumber dan pusat segalanya berkisar kepada Allah Tritunggal sendiri yang telah menganugerahkan Diri-Nya sendiri dan hidup-Nya kepada manusia. Keyakinan ini membuat kita berani untuk terus mempersembahkan hidup bagi pelayanan sesama dan dengan demikian kita berbakti kepada Allah (Manca, 2. Mereka tidak hanya menjadi penerima ajaran, tetapi juga aktif dalam menyebarkan Injil dan nilai-nilai Kristiani dalam berbagai https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Wiwin, dkk | Analisis Konsep Kerasulan Awam aspek kehidupan mereka sehari-hari. Kerasulan awam adalah bagian dari konsep "umum" atau "universal" imamat yang mengajarkan bahwa semua umat Katolik, baik yang ditahbiskan sebagai imam maupun yang bukan, berbagi dalam tugas imamat Kristus untuk melayani dan menyebarkan iman. Pandangan Gereja mencakup pemahaman bahwa anggota awam melayani dalam dunia sehari-hari mereka, seperti dalam keluarga, tempat kerja, dan masyarakat. Mereka dipanggil untuk menjadi saksi-saksi Kristus dalam berbagai konteks kehidupan. Kaum awam ini hidup di tengah masyarakat, mengalami hidup di dunia ramai dan mereka menjadi ragi yang mengembangkan diri dalam hidup biasa setiap hari dan tetap mengemban tugas untuk menguduskan dunia (Derung & Bernadeta, 2. Anggota awam diharapkan untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan mereka sehari-hari dan di berbagai lingkungan. Mereka dianggap sebagai "garam dan terang dunia" yang memberikan contoh dan pengaruh positif dalam masyarakat. Kerasulan awam mencakup pelayanan sosial dan pekerjaan amal, yang merupakan bagian penting dari misi Gereja. Mereka dipanggil untuk membantu yang miskin, merawat yang sakit, dan memperjuangkan keadilan sosial. Keluarga Katolik dianggap sebagai tempat utama di mana kerasulan awam dihayati dan Keluarga adalah "domestikasi" Gereja, tempat iman dan nilai-nilai Katolik diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam ajaran Gereja Katolik, anggota awam juga memiliki peran dalam mengambil bagian dalam tugas imamat Kristus. Konsep ini sering disebut sebagai "imamat umum". Ini berarti bahwa seluruh umat Katolik, baik yang ditahbiskan sebagai imam . rdained clerg. maupun yang bukan, memiliki peran dalam melayani dan memperpanjang karya imamat Kristus di dunia. Jadi, imamat Kristus bukanlah eksklusif untuk para imam yang ditahbiskan. Gereja Katolik mengajarkan bahwa semua umat Katolik, baik yang ditahbiskan maupun yang bukan, berbagi dalam misi imamat Kristus untuk melayani, mengajar, dan menyebarkan Injil. Ini adalah konsep sentral dalam pemahaman tentang "imamat umum" dalam Gereja Katolik. Kekudusan kaum awam terletak pada kenyataan bahwa Allah yang mahakudus memanggil manusia untuk menjadi kudus, yakni hidup bersatu dengan Allah. Dengan sendirinya sumber dan pusat segalanya berkisar kepada Allah Tritunggal sendiri yang telah menganugerahkan Diri-Nya sendiri dan hidup-Nya kepada manusia. Keyakinan ini membuat kita berani untuk terus mempersembahkan hidup bagi pelayanan sesama dan dengan demikian kita berbakti kepada Allah (Firmanto, 2. Panggilan untuk menjadi nabi masa kini Panggilan untuk menjadi nabi masa kini mencerminkan peran penting dalam iman Kristen dan beragama secara umum. Nabi adalah seseorang yang diangkat oleh Tuhan untuk menyampaikan pesan-pesan ilahi, memperingatkan, mengajar, dan menginspirasi umat Nabi masa kini dapat berperan dalam menyampaikan pesan moral dan rohani yang relevan dengan konteks sosial dan keagamaan saat ini. Para nabi adalah wakil dari setiap hati nurani manusia. Artinya: mereka selalu mengajak segenap manusia untuk mengerti siapa diri mereka sebenarnya. Amos, misalnya, menjadi hati nurani umat waktu itu dengan mengecam https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Wiwin, dkk | Analisis Konsep Kerasulan Awam ketidakadilan dan membeberkan dosa mereka dengan bahasa yang tajam. Tidak berhenti di situ. Ibadah umat Israel pun dikecam demi menyadarkan akan kekeliruan mereka. Jadi, bahasa kenabian memang harus lugas dan kadang-kadang terdengar menyakitkan. Panggilan kaum awam, terutama yang bergelut di bidang politik dan sosial kemasyarakatan untuk meresapi dunia dengan semangat Injil, mengandaikan pembekalan dengan spiritualitas semacam itu untuk menjadi nabi-nabi baru di era dewasa ini (Dewantara, 2. Kekhasan pewartaan kaum awam terletak pada pelaksanaannya dalam situasi dan kondisi saat ini, (Wijaya & Don, 2. Mereka mungkin memperingatkan tentang bahaya moral, mengajak orang untuk mempertimbangkan nilai-nilai etika, dan mengingatkan akan pentingnya menjalani hidup yang sesuai dengan ajaran agama. Nabi masa kini juga dapat mengambil peran sebagai advokat keadilan sosial. Mereka dapat berbicara untuk hak-hak yang terpinggirkan, orang miskin, dan mereka yang tidak memiliki suara. Ini mencerminkan panggilan untuk memperjuangkan keadilan dan menciptakan perubahan positif dalam Nabi masa kini harus siap untuk menyuarakan kebenaran bahkan jika itu tidak populer atau menghadapi resistensi. Mereka harus memegang teguh prinsip-prinsip moral dan ajaran agama, dan tidak takut untuk mengungkapkan pandangan mereka, terutama ketika situasi membutuhkan. Orang akan lebih mudah menerima pengajaran agama dengan contoh, kesaksian hidup dari pada hanya ajaran, ide, gagasan saja. Hendaknya apa yang diajarkan sesuai dengan apa yang dipraktekkan dalam kehidupan oleh katekis sendiri (Adlini et al. Bagian dari peran nabi adalah mengajar dan membimbing orang lain dalam iman dan kehidupan rohani. Mereka dapat menginspirasi dan membantu orang lain memahami ajaran agama, menjalani kehidupan yang benar, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Nabi masa kini dapat membawa pesan harapan kepada orang-orang, terutama di tengah-tengah tantangan dan krisis. Mereka dapat memberikan dukungan spiritual dan mengingatkan bahwa ada harapan dalam iman dan dalam ketaatan kepada Tuhan. Panggilan menjadi nabi masa kini melibatkan tindakan nyata. Mereka harus siap untuk terlibat dalam pekerjaan dan pelayanan yang konkret untuk mengubah situasi yang tidak adil atau menderita. Nabi masa kini perlu menjalani kehidupan rohani yang dalam. Ini melibatkan doa, meditasi, dan koneksi pribadi dengan Tuhan untuk mendengarkan dan memahami panggilan-Nya. Katekis, dalam peran mereka sebagai pengajar dan pembimbing dalam iman Katolik, dapat dianggap sebagai orang yang mengambil bagian dalam tugas kenabian Yesus secara tidak langsung. Tugas kenabian Yesus mencakup pengajaran, pembingkaian, pengampunan, penggembalaan, dan penghiburan umat manusia. Katekis memiliki peran yang mirip dalam menyebarkan dan mempertahankan ajaran-ajaran Kristiani kepada orang lain. Katekis mengajar dan menjelaskan ajaran-ajaran Kristiani kepada murid-murid mereka, mirip dengan bagaimana Yesus mengajar para pengikut-Nya selama pelayanan-Nya. Mereka berusaha untuk memperjelas dan menyampaikan ajaran-ajaran Injil kepada orang lain. Seperti Yesus yang mendampingi murid-murid-Nya, katekis juga membimbing dan mendampingi murid-murid mereka dalam perkembangan rohani. Mereka memberikan dukungan, nasihat, dan bimbingan rohani kepada mereka yang ingin tumbuh dalam iman. https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Wiwin, dkk | Analisis Konsep Kerasulan Awam Katekis diharapkan untuk memberikan teladan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mereka mencoba hidup sesuai dengan ajaran-ajaran Kristiani, sehingga menjadi teladan bagi orangorang yang mereka ajar. Seperti Yesus yang menginspirasi orang untuk mengikuti-Nya, katekis memiliki peran untuk menginspirasi dan memotivasi murid-murid mereka untuk lebih mendalami iman mereka, melayani orang lain, dan hidup sesuai dengan nilai-nilai Kristiani. Gereja harus mampu memaksimalkan pelayanan koinonia dengan strategi-strategi yang dapat dilakukan kepada setiap kategorial, sehingga memudahkan gereja untuk meningkatkan kualitas pelayanan koinonia (Manullang, 2. Katekis dapat membantu murid-murid mereka memahami pentingnya pengampunan dan rekonsiliasi. Ini mencerminkan tugas Yesus sebagai Pemimpin yang mengampuni dosadosa manusia dan menyatukan mereka kembali dengan Allah. Katekis mendorong muridmurid mereka untuk berdoa, mengembangkan kehidupan rohani, dan membangun hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan, serupa dengan cara Yesus mengajarkan doa dan menjalin hubungan dengan Bapa Surgawi. Jadi. Katekis sebagai penerus ajaran-ajaran Yesus, memiliki peran yang penting dalam memastikan bahwa ajaran-ajaran Gereja Katolik terus diteruskan kepada generasi berikutnya dan bahwa orang-orang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang iman mereka. Dalam hal ini, mereka dapat dianggap sebagai bagian dari misi kenabian Yesus untuk memimpin, mengajar, dan menginspirasi orang lain dalam iman Kristen Melanjutkan karya Kristus sebagai Raja Katekis dapat dianggap sebagai orang yang melanjutkan karya Kristus sebagai Raja dalam konteks pengajaran dan kepemimpinan rohani. Dalam tradisi Kristen. Kristus disebut sebagai Raja yang menguasai dan memerintah atas seluruh alam semesta. Peran Raja Kristus mencakup pengajaran, pemerintahan, perlindungan, dan penyelamatan. Kristus sebagai Raja mengajar ajaran-ajaran Kerajaan Allah kepada pengikut-Nya. Tugas ini merupakan cita-cita dan harapan Gereja dalam usahanya untuk menyebarluaskan Kerajaan Allah di dunia. Allah sendiri sudah memperlengkapi awam dengan aneka kemampuan (Wijaya & Ardijanto. Katekis juga mengambil peran dalam mengajar ajaran-ajaran agama dan menggembalakan umat mereka dalam pengertian dan pemahaman akan iman. Mereka membantu orang lain memahami nilai-nilai Kerajaan Allah dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kristus sebagai Raja memiliki otoritas yang tak terbantahkan. Katekis menghormati dan mematuhi otoritas Gereja Katolik dalam pengajaran iman dan doktrin-doktrin Katolik. Mereka membantu orang lain untuk memahami dan menghormati otoritas gerejawi. Kristus sebagai Raja memberikan pedoman dan bimbingan rohani kepada umat-Nya. Katekis membantu orang lain dalam pengembangan kehidupan rohani mereka, mengajak mereka untuk mematuhi ajaran Gereja, dan mendampingi mereka dalam perjalanan iman mereka. Peran aktif kaum awam dalam pastoral Gereja memiliki daya sapa semangat hidup kekeluargaan, kesederhanaan, rela mengorbankan waktu, tenaga, terkadang juga dana dan sarana demi membangun dan menata kahidupan menggereja di https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Wiwin, dkk | Analisis Konsep Kerasulan Awam lingkungan masyarakat mereka tinggal (Kawi & Antonela, 2. Sebagai Raja. Kristus juga mengingatkan umat-Nya akan tanggung jawab mereka terhadap sesama dan terhadap kehidupan iman. Katekis dapat mengingatkan orang lain akan panggilan mereka untuk melayani dan berbuat baik kepada sesama, serta menjalani kehidupan yang kudus. Kristus sebagai Raja juga memberikan pengampunan dosa dan keselamatan kepada umat-Nya. Katekis memperkenalkan orang lain kepada Sakramen Pengakuan dan berbagi pesan pengampunan dan penyelamatan melalui Kristus. Gereja sebagai persekutuan murid-murid Yesus diutus untuk melanjutkan apa yang diperjuangkan Yesus di tengah masyarakat dimana Gereja hidup dan berkembang. Gereja bukanlah persekutuan orang-orang yang terpisah dari masyarakat, namun berada di dalam masyarakat dengan segala keprihatinan yang dialami. Kegembiraan dan harapan, duka dan keprihatinan masyarakat, terutama mereka yang lemah miskin tak berdaya merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan keprihatinan murid-murid Yesus juga. Oleh karena itu Gereja sebagai bagian dari masyarakat tidak dapat cuci tangan dari masalah-masalah yang sedang dialami oleh warga masyarakat. Di sinilah Gereja merupakan salah satu kekuatan transformatif bagi masyarakat (Irianto, 2. Tujuan utama dari misi adalah keselamatan jiwa-jiwa, salus animarum. Untuk bisa selamat manusia harus mampu mengenal dan menjumpai Allah yang penuh kasih, dan dalam kasih-Nya yang amat agung dosa-dosa manusia dilebur melalui Sakramen Pengampunan dan sarana pengampunan lainnya. Dengan kata lain, bermisi berarti mampu menampakkan kehadiran Kristus itu dalam sebuah kesaksian hidup sehingga orang bisa mengenal-Nya dan mencintaiNya sebagai Juru Selamat dan Penebus (Endi et al. , 2. Misi pembebasan dapat terwujud jika manusia yang adalah agen pembebasan sudah terbebaskan dari ikatan belenggu yang memenjarakan hidupnya, (Pati, n. Kebebasan yang artinya tidak berada dalam lingkaran zona nyaman, tetapi berani kelaur dari zona nyaman dan menjadi pewarta Injil Kristus. Simpulan Peran kaum awam sangat penting dan tidak boleh dianggap sepele. Sebagai bagian dari tubuh Kristus, orang awam memiliki tugas yang sangat penting untuk menjaga penyataan Tuhan dan mewartakan Injil. Studi tersebut menunjukkan bahwa orang awam sejak mereka di baptis menjalankan Tri Tugas Kristus: menjadi Nabi. Imam, dan Raja. Sebagai Nabi, kaum awam mampu memberikan pesan harapan dan dukungan spiritual kepada masyarakat, terutama selama krisis dan kesulitan, dengan mengingatkan bahwa iman dan ketaatan kepada Tuhan memiliki harapan. Mereka ditugaskan sebagai imam untuk menjalani kehidupan yang kudus, yang berarti mereka bersatu dengan Allah dan menunjukkan sifat kudus-Nya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Sebagai raja, orang awam bertanggung jawab untuk mengajar, memerintah, melindungi, dan menyelamatkan dunia dengan mengikuti ajaran Kerajaan Allah yang diajarkan oleh Kristus. https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Wiwin, dkk | Analisis Konsep Kerasulan Awam Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan masukan sehingga artikel ini bisa diselesaikan. Referensi