Jurnal Pendiidkan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi ISSN (Onlin. : 2807-3878 DOI: 1 10. 59818/jpi. Vol. Vol. No. September 2025 IMPLEMENTASI PEMBINAAN KESEHATAN MENTAL OLEH GURU AKIDAH AKHLAK UNTUK PESERTA DIDIK KELAS X DI MA KARTAYUDA WADO KEDUNGTUBAN BLORA Nurul MustafidahA. Abdul MufidA & SutarnoA A Institut Agama Islam Khozinatul Ulum Blora. Blora. Indonesia, 58261 Telp: 62 81-5827-4886 E-mail: nurulmustafidah05@gmail. A Institut Agama Islam Khozinatul Ulum Blora. Blora. Indonesia, 58261 Telp: 62 852-2812-5178 E-mail: abdulmufid@iaikhozin. A Institut Agama Islam Khozinatul Ulum Blora. Blora. Indonesia, 58261 Telp: 62 856-4277-0425 E-mail: tarno3138@gmail. RIWAYAT ARTIKEL Received : 2025-09-21 Revised : 2025-09-25 Accepted : 2025-09-29 KEYWORDS Guidance Mental Health. Akidah Akhlak Teacher Madrasah Aliyah Students. Qualitative. Religiousness KATA KUNCI Pembinaan Kesehatan Mental. Guru Akidah Akhlak. Siswa Madrasah Aliyah. Kualitatif. Religiusitas ABSTRACT This study describes the implementation of mental-health development by Akidah Akhlak teachers, examines its challenges, and evaluates its effectiveness. Using a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation with the principal, teachers, and 10 tenth-grade students, four key strategies emerged: integrating spiritual values into lessons, fostering religious routines such as congregational prayer, dhikr, and recitation of Asmaul Husna, modeling exemplary behavior, and providing Islamic counseling. Thematic analysis identified three main obstacles low student awareness, peer and socialmedia influences, and limited counseling facilities. These practices effectively enhanced studentsAo inner calm, self-control, discipline, and religiosity despite existing challenges. Recommendations include strengthening religious culture, providing dedicated counseling space, and improving mental-health literacy in the madrasah. ABSTRAK Penelitian ini mendeskripsikan implementasi pembinaan kesehatan mental oleh guru Akidah Akhlak serta menelaah tantangan dan efektivitasnya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru, dan 10 siswa kelas X, ditemukan empat strategi utama: integrasi nilai spiritual dalam pembelajaran, pembiasaan religius seperti shalat berjamaah, dzikir, dan pembacaan Asmaul Husna, keteladanan guru, serta konseling Islami. Analisis tematik mengungkap tiga hambatan dominan, yaitu rendahnya kesadaran siswa, pengaruh teman sebaya dan media sosial, serta keterbatasan fasilitas konseling. Praktik tersebut terbukti meningkatkan ketenangan batin, kontrol diri, kedisiplinan, dan religiusitas siswa, menunjukkan efektivitas pembinaan meskipun menghadapi tantangan. Rekomendasi meliputi penguatan budaya religius, penyediaan ruang konseling khusus, dan peningkatan literasi kesehatan mental di madrasah. Pendahuluan Kesehatan mental merupakan isu krusial dalam dunia pendidikan, khususnya di kalangan remaja. Data survei nasional I-NAMHS (Indonesia-National Adolescent Mental Health Surve. tahun 2022 menunjukkan bahwa 1 dari 3 remaja Indonesia . ,9%) atau sekitar 15,5 juta remaja mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir. Selain itu, 1 dari 20 remaja . ,5%) atau sekitar 2,45 juta remaja teridentifikasi memiliki gangguan 105 | JPI. Vol. No. September 2025 mental, menegaskan bahwa pembinaan kesehatan mental di lingkungan sekolah dan madrasah sangat penting dilakukan secara berkelanjutan. Masa remaja ditandai dengan transisi dari pendidikan dasar ke menengah yang diiringi perubahan akademik, sosial, dan emosional. Tekanan belajar, persaingan, serta pengaruh lingkungan pergaulan dan media sosial kerap memicu stres yang berdampak pada menurunnya motivasi hingga muncul perilaku menyimpang (Asri. , & Ernyasih. Dalam pendidikan Islam, mata pelajaran Akidah Akhlak memiliki peran ganda: sebagai sarana transfer pengetahuan agama sekaligus media pembentukan karakter dan stabilitas mental siswa. Materi tentang sifat-sifat Allah dan Asmaul Husna menenangkan batin, sedangkan ajaran akhlak terpuji seperti hikmah, iffah, syajaAoah, dan Aoadalah membantu pengendalian diri dan keseimbangan emosi (Rifaldi. Guru Akidah Akhlak tidak hanya berfungsi sebagai pendidik, tetapi juga sebagai teladan dan konselor Islami yang mendampingi siswa menghadapi persoalan. Namun, kenyataan di lapangan masih menunjukkan banyak siswa yang mengalami kecemasan, tekanan sosial, dan dampak negatif media digital psikologis (Hardian. Sitepu. Mulyapradana. Sitopu, , & Wardono. Sejumlah penelitian terdahulu menitikberatkan pada pembinaan akhlak dan perilaku Islami siswa (Juwita Putri, 2017. Silvia Dwi Dayani, 2020. Nohan Riodani, 2015. Shoffan Banany, 2020. Nur Muhammad Syarif, 2. , tetapi belum banyak yang secara khusus menyoroti keterkaitan antara implementasi pembelajaran Akidah Akhlak dengan pembinaan kesehatan mental siswa madrasah. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru Akidah Akhlak dalam membina kesehatan mental siswa kelas X di MA Kartayuda Wado Kedungtuban Blora, menganalisis tantangan yang dihadapi, serta menilai efektivitas pembinaan kesehatan mental berbasis Akidah Akhlak. Tinjauan Literatur Sejumlah penelitian terdahulu telah menyoroti peran guru Pendidikan Agama Islam, khususnya Akidah Akhlak, dalam pembinaan akhlak dan pembentukan karakter peserta didik. Juwita Putri . menekankan pentingnya peran guru Akidah Akhlak dalam membina akhlak serta membiasakan perilaku baik peserta didik di MIN 2 Teluk Betung Bandar Lampung. Sementara itu. Silvia Dwi Dayani . menunjukkan bahwa guru berperan aktif dalam menanamkan sikap dan perilaku Islami siswa di MTs Al-Washliyah Gedung Johor. Penelitian Nohan Riodani . juga memperkuat temuan tersebut dengan menyoroti kontribusi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan perilaku Islami siswa di SMKN 1 Boyolangu Tulungagung. Selanjutnya. Shoffan Banany . menegaskan bahwa guru Akidah Akhlak berperan dalam meningkatkan akhlakul karimah siswa sekaligus menghadapi berbagai hambatan dalam proses pembinaan. Adapun penelitian Nur Muhammad Syarif . menitikberatkan pada peran guru PAI di era digital dalam membangun masyarakat madani. Meskipun seluruh penelitian tersebut memiliki kesamaan dalam mengangkat peran guru agama sebagai pembina moral dan karakter peserta didik, fokus kajian mereka masih terbatas pada aspek akhlak dan perilaku Islami, tanpa menyinggung secara spesifik dimensi kesehatan Berbeda dengan penelitian-penelitian tersebut, penelitian ini menghadirkan kebaruan . dengan menitikberatkan pada implementasi pembinaan kesehatan mental oleh guru Akidah Akhlak pada peserta didik kelas X di MA Kartayuda Wado Kedungtuban Blora. Fokus ini relatif baru dan belum banyak dikaji dalam penelitian sebelumnya, sehingga diharapkan dapat mengisi kekosongan literatur dalam bidang pendidikan Islam. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menyoroti peran guru Akidah Akhlak dalam membentuk akhlak mulia, tetapi juga dalam menjaga dan membina kesehatan mental peserta didik agar menjadi pribadi yang tangguh, stabil secara emosional, dan berkarakter Islami. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan implementasi pembinaan kesehatan mental siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan member Informan dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan dalam proses pembinaan, pemahaman pembelajaran Akidah Akhlak, dan kesediaan memberi informasi, terdiri dari 1 kepala madrasah, 1 guru Akidah Akhlak, dan 10 siswa kelas Jumlah informan dinilai memadai karena penelitian menekankan kedalaman data di satu Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. September 2025 | 106 madrasah dan telah mencapai saturation. Instrumen penelitian meliputi pedoman wawancara semiterstruktur misalnya pertanyaan AuBagaimana strategi Anda menanamkan nilai sabar dan syukur dalam pembelajaran?Ay serta lembar observasi untuk mencatat aktivitas religius harian . halat berjamaah, dzikir bersam. , interaksi guruAesiswa, dan respons emosional siswa. Hasil Hasil penelitian lapangan disajikan dalam tiga tema utama berikut. Implementasi . Pembelajaran Nilai Spiritual Pembelajaran nilai-nilai spiritual di MA Kartayuda Wado Kedungtuban Blora dilakukan tidak hanya secara teoritis, tetapi juga melalui pengalaman praktis. Materi seperti sabar, syukur, dan tawakal ditekankan sebagai fondasi kesehatan mental karena menumbuhkan ketenangan dan sikap Guru Akidah Akhlak menuturkan. AuSabar dan syukur adalah kunci ketenangan batin siswa saat Ay Siswa merefleksikan konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ketika menghadapi tekanan akademik atau konflik pertemanan. Pembiasaan Religius Madrasah menerapkan rutinitas religius seperti shalat dhuhur berjamaah, pembacaan Asmaul Husna sebelum belajar, dan dzikir bersama. Kegiatan ini Seorang mengungkapkan. AuMembaca Asmaul Husna membuat saya lebih tenang dan tidak mudah cemas. Ay Temuan menunjukkan pembiasaan religius berdampak pada disiplin, kebersamaan, dan stabilitas emosi. Keteladanan Guru Guru menampilkan sikap sabar, disiplin, dan religius dalam keseharian, menjadi model yang ditiru siswa. Kepala madrasah menegaskan. AuPerilaku guru sangat memengaruhi pembentukan sikap siswa. mereka meniru kesabaran dan kedisiplinan guru. Ay Keteladanan ini mendorong karakter positif serta kestabilan mental siswa. Pendampingan Personal Guru berperan sebagai konselor Islami dengan memberikan nasihat dan bimbingan personal melalui pendekatan kekeluargaan. Guru menjelaskan. AuKetika siswa merasa tertekan, saya ajak berbicara secara pribadi, biasanya mereka lebih lega Ay Pendampingan ini efektif membantu meningkatkan kesiapan akademik maupun sosial. menghadapi tantangan Tabel 1. Ringkasan Isi Wawancara No Inisial Isi Pernyataan Merasa lebih tenang setelah rutin dzikir dan membaca Asmaul Husna Materi sabar dan syukur membantu mengendalikan emosi saat ujian Menjadi lebih rajin shalat dhuhur berjamaah dan merasa hati lebih Termotivasi meniru keteladanan guru dalam kesabaran dan disiplin Konseling pribadi dengan guru membuat lebih percaya diri menghadapi masalah Merasakan kebersamaan dengan teman melalui shalat berjamaah Pembacaan Asmaul Husna menenangkan pikiran sebelum Lebih sabar menghadapi tekanan belajar setelah nasihat guru Merasa lebih dekat kepada Allah dan lebih mudah mengontrol 10 S10 Kegiatan dzikir bersama membuat suasana kelas lebih damai dan penuh semangat Tabel 2. Implementasi Pembinaan Kesehatan Mental Aspek Bentuk Dampak Pembinaan Kegiatan bagi Siswa Materi sabar. Kontrol Pembelajaran Nilai Shalat Disiplin. Pembiasaan Religius Asmaul Husna Sikap sabar. Motivasi Keteladanan siswa meniru Guru sikap positif Konseling Dukungan Pendampingan Islami. Personal Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi 107 | JPI. Vol. No. September 2025 Implementasi Guru menghadapi tiga kendala utama: Rendahnya kesadaran siswa tentang pentingnya kesehatan mental, membuat mereka enggan Pengaruh teman sebaya dan media sosial, yang menurunkan konsentrasi belajar dan memicu perilaku menyimpang. Seorang siswa mengaku. AuKalau sudah asyik main game dengan teman, saya sulit fokus belajar. Ay Keterbatasan fasilitas, seperti belum adanya ruang konseling khusus, sehingga bimbingan personal dilakukan di ruang kelas atau kantor Keterkaitan Materi Akidah Akhlak dengan Kesehatan Mental Materi Akidah Akhlak terbukti mendukung pembinaan kesehatan mental. Pembahasan sifat-sifat Allah menumbuhkan rasa aman, sedangkan pengamalan Asmaul Husna melatih kesabaran dan Tabel 3. Keterkaitan Materi Akidah Akhlak dengan Kesehatan Mental Bab & Nilai/Makna Kontribusi Materi Utama pada Kesehatan Mental Bab 1. SifatTauhid. Rasa aman. Sifat Allah sifat Allah Bab 2. Dzikir. Ketenangan hati. Asmaul kontrol emosi Husna sifat Allah Bab 3. Akhlak Hikmah. Kontrol diri. Terpuji Iffah. SyajaAoah. AoAdalah Bab 4. Akhlak Hormat, taat. Hubungan sosial kepada Orang patuh sehat, empati Tua & Guru dipraktikkan sebagai spiritual coping mechanism yang membantu siswa lebih resilien, sejalan dengan temuan Ikhwan . Pembiasaan religius shalat berjamaah, dzikir, dan pembacaan Asmaul Husna membangun disiplin dan stabilitas emosi, mendukung pandangan Prananda et al. tentang peran ibadah rutin sebagai healing space. Keteladanan guru serta pendampingan personal menegaskan hasil penelitian Putri . Banany . , dan Mutaqin & Rosada . mengenai pentingnya figur pendidik sebagai model pengelolaan emosi dan konselor Islami. Strategi ini sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Kesehatan Jiwa Remaja (Kemenkes, 2. yang menekankan sekolah/madrasah sebagai basis promosi kesehatan Tantangan dan Relevansi Kurikulum Kendala utama meliputi rendahnya kesadaran siswa tentang kesehatan mental, pengaruh teman sebaya dan media sosial (Hardian. Sitepu. Mulyapradana. Sitopu. , & Wardono. , serta keterbatasan fasilitas seperti ketiadaan ruang konseling khusus. Meski demikian, kurikulum Akidah Akhlak relevan untuk pembinaan mental: materi sifat-sifat Allah menumbuhkan rasa aman, pengamalan Asmaul Husna melatih ketenangan, dan ajaran akhlak terpuji menumbuhkan pengendalian diri dan empati, mendukung teori Fithriyyah . Pendekatan ini sejalan dengan praktik internasional seperti Islamic Integrated Mental Health di Malaysia (Zulkipli et al. , 2. dan Tarbiyah Ruhiyah di Timur Tengah. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini terbatas pada jumlah informan . kepala madrasah, 1 guru, 10 sisw. dan fasilitas madrasah yang belum memiliki ruang konseling khusus, sehingga generalisasi temuan perlu dilakukan dengan hati-hati. Implikasi Praktis Diskusi Bagian ini membahas temuan penelitian mengenai pembinaan kesehatan mental melalui mata pelajaran Akidah Akhlak di MA Kartayuda Wado Kedungtuban Blora dengan mengaitkan hasil lapangan, teori, dan kebijakan nasional. Strategi Pembinaan Kesehatan Mental Berbasis Akidah Akhlak Pembinaan kesehatan mental dilaksanakan secara menyeluruh pada ranah kognitif, afektif, dan Nilai sabar, syukur, dan tawakal Temuan mendorong: Guru Akidah Akhlak memperkuat peran sebagai konselor Islami. Madrasah menyediakan ruang konseling dan program literasi kesehatan mental. Pembuat kebijakan (Kemenag & Kemenke. memperluas sinergi program Madrasah Sehat dan Sekolah Ramah Anak. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. September 2025 | 108 Kesimpulan dan Rekomendasi Pembinaan kesehatan mental melalui mata pelajaran Akidah Akhlak di MA Kartayuda Wado Kedungtuban Blora terlaksana secara integratif, mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Nilai-nilai sabar, syukur, dan tawakal tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi di internalisasikan melalui pengalaman nyata siswa. Pembiasaan religius seperti shalat Pembinaan kesehatan mental dilaksanakan secara menyeluruh pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Nilai sabar, syukur, dan tawakal dipraktikkan sebagai spiritual coping mechanism yang membantu siswa lebih resilien, sejalan dengan temuan Ikhwan . Pembiasaan religius shalat berjamaah, dzikir, dan pembacaan Asmaul Husna membangun disiplin dan stabilitas emosi, mendukung pandangan Prananda et al. tentang peran ibadah rutin sebagai healing space. Keteladanan guru serta pendampingan personal menegaskan hasil penelitian Putri . Banany . , dan Mutaqin & Rosada . mengenai pentingnya figur pendidik sebagai model pengelolaan emosi dan konselor Islami. Strategi ini sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Kesehatan Jiwa Remaja (Kemenkes, 2. yang menekankan sekolah/madrasah sebagai basis promosi kesehatan berjamaah, dzikir, dan pembacaan Asmaul Husna terbukti efektif menumbuhkan ketenangan batin, kedisiplinan, dan solidaritas antarsiswa. Guru berperan ganda sebagai pendidik, teladan, dan konselor Islami. keteladanan sikap sabar dan religiusitasnya, disertai pendampingan personal berbasis nilai-nilai spiritual, memberikan dukungan emosional yang signifikan dan membantu siswa mengelola emosi serta mengatasi tekanan psikologis. Namun, implementasi menghadapi hambatan berupa rendahnya kesadaran siswa akan pentingnya kesehatan mental, pengaruh negatif media sosial dan pergaulan sebaya, serta keterbatasan fasilitas, terutama ketiadaan ruang konseling khusus yang mengurangi privasi dan efektivitas layanan Materi Akidah Akhlak, khususnya sifatsifat Allah. Asmaul Husna, dan ajaran akhlak terpuji, terbukti mendukung penguatan rasa aman, pengendalian diri, dan keseimbangan emosi, menegaskan bahwa pendidikan Akidah Akhlak berperan sebagai instrumen penting pembinaan kesehatan mental remaja. Untuk meningkatkan efektivitas pembinaan, konseling dan mengembangkan literasi kesehatan mental siswa, sementara guru perlu memperoleh pelatihan konseling Islami agar mampu menjalankan peran ganda sebagai pendidik sekaligus konselor. Pada tingkat kebijakan. Kementerian Agama bersama pemangku kepentingan pendidikan diharapkan mengintegrasikan program kesehatan mental berbasis nilai religius ke dalam kurikulum Akidah Akhlak. Penelitian selanjutnya dianjurkan memperluas lokasi dan jumlah informan guna menguji replikasi model pembinaan ini di madrasah lain serta menilai efektivitasnya dalam jangka Persembahan Terimakasih kami sampaikan kepada Institut Agama Islam Khozinatul Ulum Blora yang telah memberikan izin penelitian di MA Kartayuda Wado Kedungtuban Blora Ucapan terima kasih disampaikan pula kepada kepala madrasah, guru Akidah Akhlak, serta seluruh peserta didik kelas X MA Kartayuda yang dengan antusias menjadi narasumber dan memberikan informasi mendalam yang sangat membantu dalam melengkapi data penelitian. Tidak lupa, penulis menghargai dukungan dari rekan-rekan sejawat dan keluarga besar yang senantiasa memberikan motivasi dan doa, sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Semoga kontribusi semua pihak yang telah membantu menjadi amal jariyah dan mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT. Referensi