Tarbiyatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini e-ISSN: x-x Volume 1. Nomor 1 (Agustus 2. , w. an-nadwah. Evaluasi Efektivitas Media Pembelajaran Titin Martini1. Saudah1 IAI An-Nadwah Kuala Tungkal. Indonesia Email: titin3548@gmail. ABSTRAK Media pembelajaran merupakan alat bantu yang berperan penting dalam proses penyampaian informasi dari guru kepada siswa. Dalam praktiknya, penggunaan media pembelajaran yang efektif mampu meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan hasil belajar anak usia dini. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara dengan guru kelas B2, serta ditinjau dari beberapa instrumen evaluasi seperti catatan harian, catatan anekdot, hasil karya anak, dan rapor akhir semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran, termasuk yang berbasis barang bekas, terbukti efektif dalam meningkatkan proses belajar anak. Selain itu, evaluasi juga membantu guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih baik dan memberikan informasi yang jelas kepada orang tua mengenai perkembangan belajar anak. Kata Kunci: Media Pembelajaran. Evaluasi Pembelajaran. Anak Usia Dini PENDAHULUAN Kata media berasal dari bahasa Latin yang secara harfiah berarti perantara atau Dalam perspektif belajar mengajar, media adalah pengantar informasi dari guru kepada siswa untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal2. Musfiqon mengungkapkan bahwa media pembelajaran dapat digunakan sebagai perantara antara guru dan siswa dalam memahami materi pembelajaran agar efektif dan efisien3. Berdasarkan pendapat yang dipaparkan menunjukkan bahwa media merupakan sarana untuk menyampaikan informasi dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran Sadirman A. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2. , 6. Arsyad. Media Pembelajaran (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2. , 3. Musfiqon. Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2. , 28. Page | 20 Evaluasi Efektivitas Media Pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan untuk membantu menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan proses belajar- mengajar. Karena dengan media pembelajaran diharapkan pengetahuan yang diajarkan akan sampai kepada orang yang mengikuti proses belajar Ae mengajar tersebut, kemudian dapat dipahami dan dimengerti tentang pengetahuan tersebut. Media pembelajaran juga merupakan komponen instruksional yang terdiri dari pesan, orang dan peralatan atau benda. Seiring dengan perkembangan zaman, pengetahuan dan teknologi, maka media pembelajaran juga mengalami perkembangan dan kemajuan. Artinya bahwa media pembelajaran sudah banyak jenis dan variasinya seiring dengan perkembangan zaman serta kemajuan pengetahuan dan teknologi tersebut. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya pengklasifikasian, pengelompokan atau disebut juga dengan penggolongan media pembelajaran. Secara etimologi "evaluasi" berasal dan bahasa Inggris yaitu evaluation dari akar kata value yang berarti nilai atau harga. Nilai dalam bahasa Arab disebut alqiamah atau al-taqdir yang bermakna penilaian . Sedangkan secara harpiah, evaluasi pendidikan dalam bahasa Arab sering disebut dengan al-taqdir altarbiyah yang diartikan sebagai penilaian dalam bidang pendidikan atau penilaian mengenai hal yang berkaitan dengan kegiatan Secara terminologi, beberapa ahli memberikan pendapat tentang pengertian evaluasi diantaranya: Edwind dalam Ramayulis mengatakan bahwa evaluasi mengandung pengertian suatu tindakan atau proses dalam menentukan nilai sesuatu 5. Sedangkan Chabib Thoha, mendefinisikan evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolok ukur untuk memperoleh kesimpulan6. Pengertian evaluasi secara umum dapat diartikan sebagai proses sistematis untuk menentukan nilai sesuatu . etentuan, kegiatan, keputusan, unjuk-kerja, proses, orang, objek dan yang lainny. berdasarkan kriteria tertentu melalui penilaian. Untuk menentukan nilai sesuatu dengan cara membandingkan dengan kriteria, evaluator dapat langsung Ina Magdalena dkk. AuPentingnya Evaluasi dalam Proses Pembelajaran dan Akibat Memanipulasinya,Ay MASALIQ: Jurnal Pendidikan dan Sains 3, no. : 246. Ramayulis. Metodologi Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Kalam Mulia, 2. , 331. M Chabib Thoha. Teknik Evaluasi Pendidikan (Jakarta: PT. Raja Grafindo, 1. , 17. Page | 21 Evaluasi Efektivitas Media Pembelajaran membandingkan dengan kriteria umum, dapat pula melakukan pengukuran terhadap sesuatu yang dievaluasi kemudian membandingkan dengan kriteria tertentu7. Dan menurut peraturan menteri pendidika, kebudayaan, riset, dan tenologi tentang evaluasi sistem pendidikan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah terhadap pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Yang tertuang pada pasal 1 ayat . Au evaluasi sistem pendidikan adalah evaluasi terhadap layanan pendidikan, kinerja satuan pendidikan, dan program penddikan pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dasar, dan pendidikan menengah dalam rangka pemenuhn standar nasional pendidikan sebagai standar dari proses pengendalian, penjaminan, penetapan, dan peningkatan mata pendidikan secara berekelanjutan. Evaluasi pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan penilaian atau pengukuran belajar dan pembelajaran. Sedangkan pengertian pengukuran dalam kegiatan pembelajaran adalah proses membandingkan tingkat keberhasilan belajar dan pembelajaran dengan ukuran keberhasilan belajar dan pembelajaran yang telah ditentukan secara kuantitatif, sementara pengertian penilaian belajar dan pembelajaran adalah proses pembuatan keputusan nilai keberhasilan belajar dan pembelajaran secara kualitatif. 8 Dengan adanya evaluasi, para orang tua dan peserta didik dapat mengetahui sejauh mana perkembangan selama mengikuti proses pendidikan. Pengamatan dilakukan pada hari jumat dan sabtu, 2324 mei 2025 di TK Islam BKMT An-Nisa, adapun tema yang saya ambil dalam pengamatan adalah evaluasi efektivitas media pemebelajaran. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap guru dan observasi. Jenis observasi yang digunakan adalah observasi partisipan yakni peneliti terlibat langsung dengan objek penelitian. Peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap siswa-siswa di Taman Kanak-Kanak Islam BKMT An-Nisa Kuala Tungkal. Ahmad Sabri. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Ciputat Press, 2. , 138. Ibid, hlm, 37. Page | 22 Evaluasi Efektivitas Media Pembelajaran HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi tentang media telah banyak dikemukakan oleh para ahli. Pada umumnya para ahli membuat definisi tentang media berdasarkan sudut pandang komunikasi. Jika dilihat dari asal katanya, media merupakan kata jamak dari kata AumediumAy. Kata ini berasal dari bahasa Latin yang berarti antara. Dari sudut pandang komunikasi AumediumAy berarti sesuatu yang dapat menjadi perantara dalam proses komunikasi. AuMediumAy dapat juga berarti sesuatu yang dapat membantu penyampaian pesan dan informasi dari sumber pesan . kepada penerima pesan . Konsep media pembelajaran harus mengandung dua unsur yakni software dan Software dalam media pembelajaran adalah informasi atau pesan yang terkandung dalam media pembelajaran itu sendiri, sedangkan hardware adalah perangkat keras atau peralatan yang digunakan sebagai sarana menyampaikan informasi atau pesan. Sebagai contoh adalah sebuah model tubuh manusia, ia dikategorikan sebagai media pembelajaran jika model tersebut mengandung informasi atau pesan yang dapat dipelajari oleh orang yang belajar. Jika model tersebut tidak mengandung informasi maka ia hanya sebatas sebagai alat peraga. Untuk itu perlu di bedakan antara media pembelajaran, alat peraga dan alat bantu pembelajaran. Alat peraga adalah alat yang dipergunakan guru untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa 9. Pendapat lain menjelaskan bahwa alat bantu belajar adalah semua alat yang dapat digunakan untuk membantu siswa melakukan perbuatan belajar, sehingga kegiatan belajar menjadi lebih efesien dan efektif. Dengan demikian jelas bahwa baik alat peraga maupun alat bantu hanya sebatas pada hardware nya saja atau peralatannya saja, sedangkan media harus mengandung hardware dan software. Namun demikian, konsep media pembelajaran tidak terlepas dari pengaruh berkembangnya paradigma teknologi pendidikan dalam memandang media pembelajaran yakni: Paradigma pertama, media pembelajaran sama dengan alat bantu audio visual yang dipakai instruktur dalam melaksanakan tugasnya. Nana Sudjana. Media Pengajaran (Bandung: C. Sinar Baru, 1. Page | 23 Evaluasi Efektivitas Media Pembelajaran Paradigm kedua, media sebagai sesuatu yang sengaja dikembangkan secara sistemik serta berpegang kepada kaidah komunikasi. Paradigm ketiga, media dipandang sebagai bagian integral dalam sistem pembelajaran dan karena itu menghendaki adanya proses perubahan komponenkomponen lain dalam proses pembelajaran. Paradigm keempat, media dipandang sebagai salah satu sumber yang disusun dengan sengaja dan dikembangkan dengan tujuan dimanfaatkan untuk kepentingan belajar. Terlebih pada era informasi digital sekarang ini, konsep media pembelajaran menjadi semakin mantap dan memiliki peran yang strategis dalam berlangsungnya sebuah proses Dukungan piranti teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih telah menguatkan paradigm keempat di atas, yakni media pembelajaran bukan sekedar membantu seorang pendidik dalam mengajarkan materi pembelajaran, namun mampu menjadi sumber belajar. Dalam Hal ini media pembelajaran tidak hanya berposisi sebagai sumber belajar pelengkap, namun bisa sebagai sumber belajar yang utama seperti contohnya dalam proses pembelajaran e-learning. Dalam penggunaan media pembelajaran sebagian besar mengacu pada landasan teori penggunaan media yang dikemukakan oleh Edgar Dale yakni DaleAos Cone of Experience, dimana ia membuat klasifikasi 11 tingkatan pengalaman belajar dari yang paling kongkrit sampai yang paling abstrak. Klasifikasi tersebut dinamakan kerucut pengalaman . one of experienc. Pengalaman langsung bertujuan memberikan pengalaman nyata dan kejadian sebenarnya, yang di alami sendiri, melibatkan diri sendiri. Pengalaman tiruan di peroleh melalui adanya benda-benda tiruan, atau kejadian yang disimulasikan sebagai tiruan dari kejadian sesungguhnya, untuk memberi citra atau kesan yang lebih dalam, dan menghindarkan verbalisme. Pengalaman tiruan mencakup model, mock up, specimen, obyek asli. Dramatisasi melibatkan bentuk drama yang mengandung unsur gerak, permainan, dekorasi, dan penataan busana dengan tujuan untuk memberi latihan pemahaman dan pelatihan bagaimana menyelami suatu peran dengan latihan mimik, gaya, suara, dan sikap yang ditetapkan. Dramatisasi mencakup play . ermainan di panggun. , pageant . ertunjukan sejarah di alam terbuk. , pantomine . andiwara bis. , tableau Page | 24 Evaluasi Efektivitas Media Pembelajaran . ermainan dekorasi dan adegan tanpa gerakan dan suara pemai. , puppet . ermainan bonek. , psychodrama . rama kejiwaa. , sosiodrama . rama sosia. , role playing . ermain pera. Demonstrasi memberikan contoh atau pertunjukan yang memperagakan suatu proses, prosedur atau cara-cara tertentu. Karyawisata merupakan kegiatan luar untuk memperkaya pengalaman melalui observasi yang di dokumentasikan. Pameran bertujuan mempertontonkan karya, perkembangan atau kreasi yang sudah Televisi memberikan pembelajaran secara efektif melalui tayangan gambar berupa foto, film atau animasi. Gambar hidup atau film memberikan informasi yang dapat diputar ulang, dengan gerakan yang dapat diperlambat atau dipercepat. Radio memberikan informasi lisan yang dapat menambah pengetahuan dan pengalaman serta membangkitkan motivasi. Gambar dalam wujudnya secara visual memberikan informasi dan pesan yang ingin Lambang visual merupakan simbul yang dapat dilihat mata, terdiri dari sketsa, bagan, grafik, poster, komik, kartun, diagram, dan peta. Lambang kata digunakan untuk mengekspresikan suatu kata dalam bentuk simbulsimbul matematis atau simbul khas lainnya. Misalnya lambang AusegitigaAy dinyatakan dengan i. TK Islam BKMT An-Nisa Sejarah Taman Kanak-Kanak Islam BKMT An-Nisa Kuala Tungkal Pada mulanya Taman Kanak-kanak di daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini sangat sedikit/ jarang, yang telah ada dan banyak pada saat itu yakni Sekolah Dasar (SD). Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), sementara untuk pendidikan anak usia dini itu sangat sedikit sekali, padahal Page | 25 Evaluasi Efektivitas Media Pembelajaran jumlah anak usia dini pada saat itu sudah cukup banyak terlebih di kecamatan Tungkal Ilir. Pada saat itu masyarakat mulai berfikir dan sadar bahwa pentingnya pendidikan anak sejak usia dini, maka beberapa penduduk Tungkal Ilir yakni Ibu Hj. Tety Suryati dan Bapak H. Muhammad Taher yang sudah lama tinggal didaerah Tungkal Ilir yang memiliki sebidang tanah dengan panjang 30 M dan Lebar 30 M, menjadi luas keseluruhan 900 M2, sehingga dengan adanya tanah tersebut mereka mempunyai niat baik mewakafkan sebagian tanah mereka dengan diketahui dua orang saksi yakni Bapak H. Muhammad Tamsir dan Bapak H. Muhammad Jamal pada tahun 1996. Taman Kanak-kanak An-nisa adalah sebuah taman kanak-kanak yang terletak di jalan Beringin Kecamatan Tungkal Ilir. Taman Kanak-kanak ini didirikan berdasarkan kesepakatan masyarakat yang tergabung dalam BKMT (Badan Kontak Majelis TaAoli. Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Berdasarkan hasil musyawarah ibu-ibu yang tergabung dalam Badan Kontak Majelis TaAolim Kabupaten Tanjung Jabung Barat, maka pada tahun 1999 berdirilah Taman Kanak-kanak tersebut, yang diberi nama Taman Kanak-kanak An-nisa dengan Jumlah bangunan awal sebanyak 5 ruangan, 4 ruangan untuk kelas, dan 1 ruangan untuk kantor. Dananya di peroleh dari hasil sumbangan masyarakat setempat, khususnya dalam lingkungan kecamatan Tungkal ilir, terutama para hartawan dan dermawan. Taman Kanak-kanak An-nisa Tanjung Jabung Barat mulai beroperasional pada tahun 2000, pertama kali di kelola oleh Ibu Hj. Fatimah Warlis. Muhammad Nazier dan guru sebanyak 5 orang yakni. Sapiah dan Muharni untuk kelas play group. Siti Esa memegang kelas A1. Rosnita mengelola kelas B1 dan Guspih Desi memegang kelas B2. dengan Jumlah peserta didik keseluruhan sebanyak 90 orang. Taman Kanak-kanak An-nisa sejak berdiri pada tahun 1999 sampai sekarang sudah beberapa kali berganti pengelola, pada tahun 2001 sampai 2006 Taman Kanakkanak Annisa di kelola oleh Ibu Murita Andriani, pada tahun 2006 sampai 2007 Taman Kanak-kanak An-nisa dikelola oleh Ibu Rosnita, pada tahun 2007-2010 Taman Kanak-kanak Annisa dikelola oleh Ibu Sapiah dan pada tahun 2010 sampai sekarang Taman Kanak-kanak Annisa dikelola oleh Ibu Hj. Husnawati. Page | 26 Evaluasi Efektivitas Media Pembelajaran Taman Kanak-kanak An-nisa Tanjung Jabung Barat sejak beroperasional pada tahun 2000 sampai sekarang tetap berjalan dan berkembang walaupun harus mengalami pasang surut, dan merupakan Taman Kanak-kanak tertua di Kecamatan Tungkal Ilir. Hal ini terbukti dari banyaknya para orang tua yang berminat memasukkan anaknya ke Taman Kanak-kanak Annisa Tanjung Jabung Barat. Berikut data umum megenai Taman Kanak-kanak Annisa Tanjung Jabung Barat : Nama Lembaga : Taman Kanak-Kanak Islam BKMT An-Nisa Kuala Tungkal Alamat : Jln. Beringin Lrg. Hikmah Nama Kepala/ Pengelola : Dra Husnawati No. Telp/ Hp : 081366497156 NPSN : 10505628 Tahun Berdiri : 2000 Status Tanah : Hibah Status Bangunan : Milik No. Rekening Lembaga : 0179-01-002180-53-0 NPWP Lembaga : 02891 9868 334 000 Sejak tahun 1999 hingga sekarang Taman Kanak-kanak Annisa telah memiliki gedung yang tergolong permanen, bila di bandingkan tahun-tahun sebelumnya. Taman Kanak-kanak ini setahap demi setahap mengalami kemajuan, terutama telah di masukkannya pembelajaran membaca dan menghafal AlqurAoan yang disesuaikan dengan tingkatan masing-masing peserta didik. Letak Biografis TK Islam BKMT An-Nisa Kuala Tungkal Letak geografis Taman Kank-kanak Annisa Tanjung Jabung Barat terletak di Jalan Hikma Kelurahan Tungkal i Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dengan luas kepemilikan tanah yakni panjang tanah 30 M dan Lebar 30 M dengan Batas-batas tanah sebagai berikut: Sebelah utara berbatasan dengan tanah milik bapak H. Abdul Halim Kasim. Page | 27 Evaluasi Efektivitas Media Pembelajaran . Sebelah selatan berbatasan dengan jalan hikmah . Sebelah Barat berbatasan dengan tanah milik bapak H. Samsir . Sebelah Timur berbatasan dengan tanah milik bapak H. Halim Kasim Disisi lain Taman Kanak-kanak Annisa ini memiliki lokasi yang sangat dekat dengan pusat pemerintahan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sehingga Taman Kanak-kanak ini sangat mudah di jangkau dan sangat strategis karena Taman Kanakkanak ini letaknya padat penduduk. Taman Kanak-kanak Annisa termasuk kedalam wilayah kecematan Tungkal Ilir. Tepatnya terletak dijalan beringin lorong Hikma kelurahan Tungkal i kecematan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Struktur Taman Kanak-Kanak Islam BKMT An-Nisa Kuala Tungkal n Ketua Yayasan : Muhammad Nasir. n Kepala Sekolah : Dra. Hj. Husnawati n Sekretaris : Sapiah. Pd. n Bendahara : Harmadayanti. Pd. n Guru A : Aminatuzzuriah. Pd. : Noviana. Pd. AUD : Dra. Hj. Husnawati n Tahfidz : Yudi : Rajuli : Nurhidayah. Pd. : Nurul Masrifah. n Inggris : Rizky Mierrizio SS n Guru B : Sapiah. Pd. : Rosnita. Pd. : Yunianasari : Nurlela SY. PD. : Raudhatul Jannah. Pd. : Harmadayanti. Pd. : Tuti Widyaningsih. Pd. Page | 28 Evaluasi Efektivitas Media Pembelajaran : Hayarah. Pd. : Rosmiati n A Operator : Tuti Widyaningsih. Pd. Evaluasi efektivitas media pembelajaran di TK Islam BKMT An-nisa Dari hasil pengamatan serta wawancara yang saya lakukan dengan salah satu guru pengajar kelas B2, dijelaskan bahwa pengunaan media pembelajaran sanat efektif dilihat dari perkembangan anak dalam pembelajaranya, hal itu dlihat dari beberapa evaluasi yang dilakukan yaitu, evaluasi catatan harian, catatan anekdot, hasil karya anak, dan evaluasi akhir semester . Ada banyak media pembelajaran yang digunakan di tk tersebut, salah satunya pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran, dalam pengamatan yang saya lakukan, anak anak dapat memanfaatkan dan menggunakan media pemblajaran yang dignakan denan dengan baik, dilihat dari hasil karyanya yang menunjukan anak anak tersebut bagaimana cara menggunakan media pembelajaran tersebut. Kemudian dengan adanya evalusi pembelajaran juga sangat membantu bagi para guru dalam upaya semakin meningkatkan proses belajar mengajar, selain itu juga memudahkan penyampain terhadap orang tua terkait bagaimana kegiatan pembelajaran yang dilakukan anaknya disekolah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di TK Islam BKMT AnNisa Kuala Tungkal, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung proses belajar anak usia dini. Penggunaan berbagai jenis media, termasuk media dari barang bekas, terbukti mampu meningkatkan minat, partisipasi, dan pemahaman anak terhadap materi pembelajaran. Evaluasi yang dilakukan secara berkala melalui catatan harian, catatan anekdot, hasil karya, dan laporan akhir semester memberikan gambaran nyata tentang perkembangan anak serta efektivitas media yang Selain itu, evaluasi tersebut juga membantu guru dalam memperbaiki metode pembelajaran dan memudahkan komunikasi dengan orang tua mengenai hasil belajar anak. Page | 29 Evaluasi Efektivitas Media Pembelajaran Dengan demikian, media pembelajaran yang digunakan secara tepat dan dievaluasi secara rutin akan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara optimal. DAFTAR PUSTAKA