Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 1 Oktober 2023. Hal. DOI: https://doi. org/XX. x/JKMI GAMBARAN TINGKAT STRESS PADA LANSIA DI PUSKESMAS KENDALSARI MALANG Faldreza Annalinta R *1 Sri Sunaringsih Ika Wardojo 2 1,2 Universitas Muhammadiyah Malang *e-mail: faldreza07@gmail. Abstrak Lansia mengalami proses penuaan alami yang tidak dapat dihindari. Proses menua pada lansia tentunya memberikan dampak pada berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, dan terutama kesehatan, karena dengan bertambahnya usia maka fungsi organ-organ tubuh akan menurun baik karena faktor alam maupun karena penyakit. Stres merupakan reaksi non-spesifik manusia terhadap rangsangan atau tekanan. Stres dapat menyebabkan perubahan fisiologi, psikologi, dan perilaku pada individu yang berakibat pada berkembangnya suatu penyakit. Lansia yang mengalami stres disertai penyakit fisik salah satunya hipertensi dapat menyebabkan beratnya dan komplikasi hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran tingkat stres di Puskesmas Kendalsari Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 lansia yang berada di Puskesmas Kendalsari Malang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner DASS 42. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia di Puskesmas Kendalsari Malang sebagian besar tergolong normal yaitu sebanyak 15 orang . %), tingkat ringan sebanyak 5 orang . %), tingkat sedang, tingkat berat, tingkat sangat parah, total lansia hasilnya 0 . ) Kata Kunci : stres, lanjut usia, dass 42 Abstract Older people experience a natural aging process that cannot be avoided. The aging process of the elderly certainly has an impact on various aspects of life, both social, economic, and especially health, because with increasing age, the function of the organs of the body will decrease both due to natural factors and due to Stress is a human non-specific reaction to stimulation or pressure. Stress can cause changes in physiology, psychology, and behavior in individuals that result in the development of a disease. Elderly who experience stress accompanied by physical illness, one of which is hypertension, can cause the severity and complications of hypertension. This study aims to describe the description of stress levels at the Kendalsari Malang Health Center. This research uses a descriptive method. The sampling technique for this study used a purposive sampling technique with a total sample of 20 elderly who were at the Kendalsari Malang Health Center. The research instrument used the DASS 42 questionnaire. The results showed that the majority of the elderly in Kendalsari Malang Health Center were classified as normal, namely 15 people . %), mild level of 5 %), moderate level, severe level, very severe level, the total elderly results were 0 . ) Keywords stress, elderly, dass 42 PENDAHULUAN Salah satu indikator utama dari keadaan kesehatan manusia adalah peningkatan usia harapan hidup, yang artinya dengan meningkatnya usia harapan hidup maka jumlah penduduk usia lanjut juga meningkat (Safitri, 2. Lanjut usia mengalami proses menua . ging proces. secara alami yang tidak dapat JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 1 Oktober 2023. Hal. DOI: https://doi. org/XX. x/JKMI Proses penuaan tentunya mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi maupun kesehatan secara umum, karena dengan bertambahnya usia maka fungsi organ tubuh akan menurun akibat faktor alam dan penyakit. Stres merupakan suatu reaksi non spesifik manusia terhadap rangsangan atau tekanan. Stres dapat menimbulkan perubahan secara fisologis, psikologis, dan perilaku pada individu yang mengakibatkan berkembangnya suatu penyakit. Lansia yang mengalami stres disertai penyakit fisik, salah satunya yaitu hipertensi, dapat menyebabkan terjadinya keparahan hingga komplikasi dari hipertensi (Dewi, 2. Stres merupakan bentuk respon tubuh yang diakibatkan karena tidak dapat memenuhi tuntutan beban yang ada, seseorang yang mengalami stres berupa distress akan menunjukkan gangguan pada salah satu atau lebih organ tubuh sehingga menyebabkan terganggunya fungsi seseorang secara fisik dan psikologis. Pada lansia, seseorang akan lebih rentan mengalami stres karena terdapat lebih banyak stressor seperti kondisi fisik dan motivasi yang menurun. Pada lansia, penurunan kesehatan fisik juga dapat terjadi sebagai akibat dari mengalami stres seperti kondisi keluhan somatik (Dewi, 2. Pada gejala stress, yang dikeluhkan lansia didominasi . , tetapi dapat pula Tidak semua bentuk stres mempunyai cukup banyak yang bersifat positif, hal Dalam kondisi malah bisa menimbulkan negatif seperti tekanan darah tinggi, pusing, sedih, sulit berkonsentrasi, tidak tidur seperti biasanya, depresi dan lainnya (Hidayah. Untuk melihat seberapa besar tingkat gangguan kejiwaan seseorang dapat digunakan beberapa alat ukur. Depression Anxiety Stress Scales (DASS) merupakan salah satu alat ukur yang lazim digunakan. DASS adalah skala asesmen diri sendiri . elf-assesment scal. yang digunakan untuk mengukur kondisi emosional negatif seseorang yaitu depresi, kecemasan dan stress. Ada 42 butir/item penilaian yang digunakan. Tujuan utama pengukuran dengan DASS adalah untuk menilai tingkat keparahan . evere leve. gejala inti depresi, kecemasan dan stress. Dari 42 item tersebut sebanyak 14 item berkaitan dengan gejala depresi, 14 item berkaitan dengan gejala kecemasan dan 14 item berkaitan dengan gejala stress. Dengan pembagian gejala seperti ini satu item hanya dimungkinkan mempengaruhi satu jenis gangguan saja. Padahal kenyataannya sangat memungkinkan satu item merupakan gejala dari beberapa gangguan walaupun dengan prioritas yang berbeda. Untuk memberikan prioritas yang menunjukkan jenis gangguan mana . epresi, kecemasan atau stres. (Kusumadewi & Wahyuningsih, 2. JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 1 Oktober 2023. Hal. DOI: https://doi. org/XX. x/JKMI Secara definitif, stress terjadi atas kejadian yang sedang dialami, sedangkan kecemasan terjadi atas kejadian yang belum dialami. Umumnya kecemasan merupakan reaksi tubuh dalam menghadapi stress. Stress, kecemasan dan ketajutan memang memiliki konsep yang saling tumpang tindih. Sebelumnya peneliti telah melakukan survei pendahuluan di Puskesmas Kendalsari Malang, dimana terdapat kurang lebih 20 lansia di Puskesmas tersebut. Berdasarkan permasalahan dari latar belakang diatas maka peneliti tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui tingkat stress pada lansia di Puskesmas Kendalsari Malang dengan judul. AuGambaran Tingkat Stress Lansia Di Puskesmas Kendalsari MalangAy. METODE Menggunakan desain penelitian survei untuk mengetahui tingkat stress di Puskesmas Kendalsari Malang. Populasi penelitian ini adalah seluruh lansia yang berkunjung ke Puskesmas Kendalsari. Jumlah lansia yang didapatkan pada penelitian ini adalah 20 lansia. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2022 di Puskesmas Kendalsari yang beralamat di jl. Cengger Ayam I No. RW. Tulusrejo. Kec. Lowokwaru. Kota Malang. Jawa Timur. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkat stress. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk menanyakan kepada responden secara langsung untuk mengetahui tingkat stress pada lansia tersebut dengan menggunakan kusioner Dass 42. Ada 42 butir/item penilaian yang Tujuan utama pengukuran dengan DASS adalah untuk menilai tingkat keparahan Gambar 1. Kusioner Dass 42 . evere leve. gejala inti depresi, kecemasan dan stress. Dari 42 item tersebut sebanyak 14 item berkaitan dengan gejala depresi, 14 item berkaitan dengan gejala kecemasan dan 14 item berkaitan dengan gejala stress. : Self assesmentdilakuka dengan cara mengisikan nilai 0: tidak terjadi, 1: jarang terjadi, 2: kadang terjadi atau 3: sering terjadi pada setiap item. Pada Tabel 2, misalkan item nomor 39 . udah gelisa. , sesuai DASS-42 akan direkomendasikan sebagai gejala gangguan stress, namun demikian mudah gelisah sebenarnya juga menjadi bagian dari gangguan depresi dan kecemasan. Demikian pula misalkan nomor 36 . , sesuai DASS42 akan direkomendasikan sebagai gejala gangguan kecemasan, namun demikian mudah ketakutan sebenarnya juga menjadi bagian dari gangguan depresi dan stress. Sejauh ini belum ada penelitian/literatur terkait ranking prioritas gangguan setiap butir. Prioritas hanya ditentukan sebatas mempengaruhi atau tidak mempengaruhi, tidak menunjukkan ranking pengaruh setiap gangguan. Skor akhir untuk DASS-42 dihitung berdasarkan total nilai pada setiap gangguan, sehingga maksimal total skor untuk setiap gangguan adalah sebesar 3 x 14 = 42. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai Data Demografi Lansia Berdasarkan Umur Lansia di Puskesmas Kendalsari Kota Malang tahun 2022 didapat hasil sebagai berikut : JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 1 Oktober 2023. Hal. DOI: https://doi. org/XX. x/JKMI Tabel 1. Distribusi Frekuensi Gambaran Tingkat Stress Berdasarkan Jenis Kelamin di Puskesmas Kendalsari Kota Malang Tahun 2022. Jenis Kelamin Frekuensi Presentase. Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Total Frekuensi Presentase Dari tabel 1. diatas menunjukkan bahwa dari 20 orang responden berdasarkan jenis kelamin, mayoritas lansia yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 15 orang . %), dan minoritas lansia yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 5 orang . %). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Gambaran Tingkat Kemandirian Lansia Berdasarkan Hasil Dass 42 di Puskesmas Kendalsari Kota Malang Tahun 2022. Presentas Tingkat Stress Frekuensi Normal 0-14 Ringan 15-18 5 Sedang 19-25 0 Parah 26-33 0 Sangat >34 Parah Total Dari Tabel 2. Diperoleh bahwa lansia di Puskesmas Kendalsari Kota Malang mayoritas lansia yang tergolong normal yaitu sebanyak 15 orang . %), tingkat ringan sebanyak 5 orang . %), tingkat sedang, tingkat parah, tingkat sangat parah, total didapatkan hasil lansia sebanyak 0 . Dari tabel 1. diatas menunjukkan bahwa dari 20 orang responden berdasarkan jenis kelamin, mayoritas lansia yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 15 orang . %), dan minoritas lansia yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 5 orang . %). Perubahan pada lansia meliputi berbagai aspek fisik, psikologis dan sosial (Rohaedi. Putri, & Karimah, 2. Perubahan fisik yang terlihat pada orang dewasa yang lebih tua termasuk rambut beruban, kulit keriput, tipis, kering dan tidak elastis, gangguan penglihatan karena kelainan refraksi atau katarak, penurunan indra penciuman dan pengecapan, gangguan pendengaran, persendian kaku dan nyeri, dan inkontinensia urin. Sementara itu, perubahan sosial yang paling menonjol seiring bertambahnya usia adalah ketidakmampuan mengurus diri sendiri dalam hal aktivitas hidup sehari-hari (Muhtar & Aniharyati, 2. Dari Tabel 2. bahwa lansia di Puskesmas Kendalsari Kota Malang mayoritas lansia yang tergolong normal yaitu sebanyak 15 orang . %), tingkat ringan sebanyak 5 orang . %), tingkat sedang, tingkat parah, tingkat sangat parah, total didapatkan hasil lansia sebanyak 0 . Lansia dapat mengalami penurunan fisik, sosial dan mental sistem organ baik secara fisik maupun fungsional begitu juga dengan adanya stress. (Widiastuti. Sumarni, & Setyaningsih, 2. Menurut pendapat peneliti, selama penelitian lansia rata-rata dengan tingkat stress berbeda-beda, tetapi tidak menutupkemungkinan bahwa lansia tersebut tidak stress, ada beberapa lansia yang tingkat stress nya ringan karena memang adanya masalah dari keluarga nya JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 1 Oktober 2023. Hal. DOI: https://doi. org/XX. x/JKMI sendiri sehingga lansia tersebut akan susah tidur dan sering memikirkan masalah tersebut Peneliti juga memperkirakan bahwa tidak hanya usia yang mempengaruhi tingkat stress, kondisi kesehatan juga dapat mempengaruhi tingkat stress pada lansia tersebut. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan jumlah sample 20 responden tentang Gambaran tingkat stress di Puskesmas Kendasari Malag, dapat disimpulkan bahwa:Data demografi responden berdasarkan jenis kelamin, dari 20 orang responden berdasarkan jenis kelamin, mayoritas lansia yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 15 orang . %), dan minoritas lansia yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 5 orang . %). Tingkat Kemandirian pada lansia di Puskesmas Kendalsari Malang lansia di Puskesmas Kendalsari Kota Malang mayoritas lansia yang tergolong normal yaitu sebanyak 15 orang . %), tingkat ringan sebanyak 5 orang . %), tingkat sedang, tingkat parah, tingkat sangat parah, total didapatkan hasil lansia sebanyak 0 . Maka dapat disimpulkan bahwa secara umum tingkat stress di Puskesmas Kendalsari Malang dengan kategori normal. DAFTAR PUSTAKA