Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 1. Mei 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: https://doi. org/ 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. PKM LEKSEM AuALLAHAy TANPA BERGAYA BAHASA PERSONIFIKASI KEPADA JEMAAH SOLAT MESJID AL HIKMAH KECAMATAN MEDAN TEMBUNG Rosmawati Harahap1. Ahmad Laut Hasibuan2. Rahmat Kartolo3. Efendi Barus4 Magister Pendidikan Bahasa Indonesia. Program Pasacasajana UMN Al Washliyah Magister Pendidikan Bahasa Inggris. Program Pasacasajana UMN Al Washliyah ahmadlauthsb@umnaw. 3Magister Pendidikan Bahasa Indonesia. Program Pasacasajana UMN Al Washliyah Sastra Inggris. Program Doktor. UISU efendiuisu@gmail. *Korespondensi: dahlanrahmawati59@gmail. Abstrak Kegiatan sosialisasi yang berkaitan urgensi cara berbicara yang baik dalam penyampaian materi Islam dengan baik tanpa melukai perasaan atau menyinggung agama lain merupakan sesuatu sangat mendasar. Tujuan PKM adalah . meningkatkan pemahaman tentang cara berbicara dalam komunikasi dakwah Islam, . meremedial pemahaman konsep Allah sebagai Rabb bagi peserta. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam sosialisasi Leksem AuAllahAy tanpa bergaya bahasa personifikasi kepada Jamaah solat Mesjid Al Hikmah Kecamatan Medan Tembung adalah ceramah dan diskusi. Pemberian ceramah dan diskusi dalam pelaksanaan pengabdian ini didasarkan pada terori analisis wacana media dengan memperhatikan bagaimana seharusnya: menyampaikan dakwah Islam secara lisan mengenai leksem Allah/Rabb, tidak menyinggung orang lain dalam berbicara, dan manajemen berbicara sebagai strategi agar jemaah mesjid semakin antusias ketika mendengarkan syiar Islam. Hasil yang diperoleh dalam PKM ini adalah meningkatnya pemahaman tentang cara berbicara dalam komunikasi dakwah Islam, . terremedialnya pemahaman konsep Allah sebagai Rabb oleh peserta pengabdian. Terlaksananya PKM ini, penyapaian retorika yang berkaitan dengan leksem Allah sebagai materi dakwah lebih berkembang dan menarik, serta memudahkan bagi para audiens menerima tujuan dari dakwah tentang konsep leksem Allah/Rabb berdasarkan makna kata dalam Al Quran Surat Al Ikhlas. Kata Kunci: Personifikasi. Retorika. Leksem. Abstract Socialization activities related to the urgency of how to speak well in conveying Islamic material well without hurting feelings or offending other religions is something very basic. The aims of PKM are . to increase understanding of how to speak in Islamic da'wah communication, . to improve understanding of the concept of Allah as Rabb for participants. The method used in socializing the lexeme "Allah" without personified language to the congregation of the Al Hikmah Mosque. prayers Medan Tembung District is lecture and discussion. Providing lectures and discussions in the implementation of this service is based on the theory of media discourse analysis by paying attention to how it should be: conveying Islamic da'wah orally regarding the lexeme Allah/Rabb, not offending other people in speaking, and speaking management as a strategy so that mosque congregants become more enthusiastic when listening to the preaching. Islam. The results obtained in this PKM are an increased understanding of how to speak in Islamic da'wah communication, . improved understanding of the concept of Allah as Rabb by service participants. With the implementation of this PKM, the presentation of rhetoric related to the lexeme Allah as da'wah material is more developed and interesting and makes it easier for the audience to accept the objectives of the da'wah regarding the concept of the lexeme Allah/Rabb based on the meaning of the words in the Al-Quran Surah Al Ikhlas. Keywords: Personification. Rhetoric. Lexeme Submit: Mei 2024 Diterima: Mei 2024 Publish: Mei 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Mensosialisasi retorika yang baik dalam penyampaian syiar Islam perlu dilakukan setiap ada kesempatan. Hal ini sangat perlu kesalahpahaman tentang agama Islam jika dalam penyampaian kurang tepat dan semakin tertarik mempelajari Islam. Karena retorika bagian dari ilmu berbicara yang artinya retorika atau public speaking menjadi sesuatu yang penting untuk Sejarah membuktikan bahwa kemampuan berbicara bisa dipergunakan untuk berbagai keperluan: politis, sosial, maupun Perkembangan retorika diawali dari pengembaraan kaum sofis di Yunani, yaiyu sebagai ilmu berbicara yang dapat dipelajari dengan penekanan pada seni berbicara. Public speaking menekankan pada efektivitas pesan yang dapat diterima audiens Kegiatan sosialisasi yang berkaitan tentang urgensi cara berbicara yang baik dalam penyampaian materi Islam dengan baik tanpa melukai perasaan atau menyinggung agama lain merupakan sesuatu sangat mendasar. Hal ini sangat perlu disampaikan untuk menghindari kesalahpahaman tentang agama Islam jika dalam penyampaian kurang tepat dan semakin tertarik mempelajari Islam. Karena retorika bagian dari ilmu berbicara yang artinya retorika atau public speaking menjadi sesuatu yang penting untuk Sejarah membuktikan bahwa kemampuan berbicara bisa dipergunakan untuk berbagai keperluan: politis, sosial, maupun Sekaitan dengan pentingnya sosialisasi retorika dalam hubungannya dengan kegiatan keagamaan Islam telah dilakukan pengabdan kepada masyarakat (PKM) oleh Tim Dosen Universitas Muslim Nusanara Al Wahliyah (UMN) Program Pascasarjana di Mesjid Al Hikmah Kecamatan Medan Tembung dengan judul PKM Leksem AuAllahAy tanpa Bergaya Bahasa Personifikasi kepada Jemaah Solat Mesjid Al Hikmah Kecamatan Medan Tembung. Dengan dilaksanakan PKM bermateri sosialisasi leksem AuAllahAy maka diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan pemahaman yang signifikan tentang konsep berbicara yang baik tanpa melukai perasaan atau menyinggung agama lain. Namun jemaah agama Islam dapat terus berbicara tanpa segan mengucapkan leksem AuAllahAy. Vol. 8 No. Mei 2024 Mensosialisasikan leksem AuAllahAy bermetode ceramah untuk mendeskripsikan secara semantis makna leksem AuAllahAy yang tidak boleh diserupakan dengan prototipe orang. Istilah referensi personifikasi sama dengan mengorangkan sesuatu yang bukan orang misalnya leksem AuAllahAy. Harap maklum bahwa pada umumnya penceramah menerangkan ajaran Islam namun dalam retorikanya tersebutkannya leksem AuAllahAy dengan ungkapan dan gaya bahasa personifikasi maka terjadi makna leksem Allah diprofilkannya dengan orang, seperti terjadi di teks retorika. Leksem AuAllahAy seharusnya tanpa bergaya bahasa personifikasi sebagaimana pernah dari penceramah yang bercorak Islam. Verbalisasi leksem AuAllahAy yang bergaya bahasa personifikasi disampaikan pendakwah Islam seperti dimaksudkan agar lebih menarik ketika disampaikan kepada masyarakat. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan yang digunakan dalam sosialisasi Leksem AuAllahAy tanpa bergaya bahasa personifikasi kepada Jamaah solat Mesjid Al Hikmah Kecamatan Medan Tembung. Memberikan ceramah dan diskusi kepada mitra yaitu Jamaah sholat Masjid Al Hikmah Kecamatan Medan Tembung. Memberikan pemahaman tentang urgensi retorika secara baik dalam Islam. Memberikan penjelasan tentang konsep beretika baik dalam Islam. Melakukan diskusi interaktif. Memberikan solusi dan cara dalam mendapatkan informasi seputar Islam. Pemberian ceramah dan diskusi dalam pelaksanaan pengabdian ini didasarkan pada terori analisis wacana media yang digagasi oleh Aris. dengan memperhatikan bagaimana Menyampaikan dakwah Islam secara lisan mengenai leksem Allah/Rabb. berbicara agar tidak menyinggung orang lain. manajemen berbicara, strategi agar jemaah mesjid semakin antusias ketika mendengarkan syiar Islam dan analisis hasil penyampaian dari kalangan ilmuwan seperti ilmuwan yang berdisiplin ilmu Linguistik. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. Mei 2024 Bgagaimana dengan personifikasi leksem Allah? Seperti disebtkan bahwa PKM ini mendeskripsikan secara semantis makna leksem AuAllahAy yang tidak boleh diserupakan dengan prototipe orang. Istilah referensi personifikasi sama dengan mengorangkan sesuatu yang bukan orang misalnya leksem AuAllahAy. Harap maklum bahwa pada umumnya penceramah menerangkan ajaran Islam namun dalam retorikanya AuAllahAy ungkapan dan gaya bahasa personifikasi maka terjadi makna leksem Allah diprofilkannya dengan orang. Leksem AuAllahAy seharusnya tanpa bergaya bahasa personifikasi sebagaimana pernah dari penceramah yang bercorak Islam. Verbalisasi leksem AuAllahAy yang bergaya bahasa personifikasi disampaikan pendakwah Islam seperti dimaksudkan agar lebih menarik ketika disampaikan kepada masyarakat. Sekaitan dengan personifikasi laksem Allah, hasil pengandian yang diaharapkan adalah: . meningkaya pemahaman tentang cara berbicara dalam komunikasi dakwah Islam, . meremedial pemahaman konsep Allah sebagai Rabb bagi peserta Jemaah solat Mesjid Al Hikmah Kecamatan Medan Tembung sehingga pemahaman konsep secara maknawiyah tentang keajegan dengan ucapan yang berkonsep tauhid leksem Allah. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sudah dimiliki kalangan warga yang beragama Islam. Mereka sebagai audiens pendakwah harus memahami konsep Allah yang sesuai dengan konsep tauhid agama Islam berdasarkan leksem Al Quran Surat Al Ikhlas ayat 1-4. Allah tidak berfigur tetapi Allah mempunyai 99 sifat sebagai hasil daripada penjelasan ilmu tafsir Al Quran. Rujukan untuk menetapkan konsep leksem. Allah/Rabb adalah Al Quran Surat Al Ikhlas yang dapat diperoleh dalam kamus elektronik dan kamus teks cetak. Setelah mengikuti acara sosialisasi ini diharapkan Jemaah sholat Mesjid Al Hikmah Kecamatan Medan Tembung mengetahui dan memahami konsep dan hikmah serta urgensi berbicara atau retorika tentang . meningkatkan pemahaman tentang cara berbicara dalam komunikasi dakwah Islam, . pemahaman konsep Allah sebagai Rabb bagi Peserta memiliki pengetahuan tentang bahwa berbicara juga memiliki triknya agar pendengar yang beragama Islam sehingga HASIL DAN PEMBAHASAN PKM ini dilaksanakan Mesjid Al Hikmah Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung. Jalan Letda Sujono No. 65 Kelurahan Bandar Selamat tentang majas personifikasi yang dikaitkan dengan leksem Allah. Bebarapa ahli mendefinisikan majas personifiasi antara lain: Kridalaksana . menyebutkan personifikasi adalah majas yang menggambarkan suatu benda mati seolaholah hidup. Tarigan . menyebutkan bahswa majas personifikasi adalah bahasa kiasan yang menggambarkan benda atau barang yang tidak bernyawa namun seolah-olah memiliki sifat-sifat manusia. Keraf . mendefinisikan majas personifikasi adalah bahasa kiasan yang selalu digunakan untuk mendefinisikan benda-benda tidak bernyawa atau makhluk selain manusia seolah-olah mempunyai sifat dan karakteristik seperti Menurut Nurgiantoro personifikasi adalah salah satu jenis majas yang memberikan sifat kemanusiaan pada benda mati. Definisi-definisi di atas bahwa majas personifikasi adalah memperlakukan benda mati atau makhluk lain mempunyai sifat dan karakteristik seperti manusia Berikut contoh majas personifikasi: Pohon bambu itu seolah berbisik dan berbicara satu sama lain: kata berbisik menggambarkan pohon bambu yang tertiup angin dan mengeluarkan suara. Ranting-ranting pohon itu bergoyang seolaholah mereka menari dalam angin: kata menari menggambarkan ranting yang bergoyang . ttps://tekno. co/read/1771028/20contoh-majas-personifikasi-dan-artinya: Dalam Al QurAoan terdapat Atmawati . menemukannya pada juz 30 yang dia kaj. antara lain pada surat Al-Fajr AoFajarAo (QS: . Kata malam bila berlalu pada ayat 4 mengandung majas personifikasi. Kata malam merupakan benda tidak bernyawa yang dianggap memiliki sifat seperti manusia yang dapat meninggalkan sesuatu. Pada QS Ali Imran: . terdapat pada kalimat Audisentuh oleh api nerakaAy . Kalimat ini adalah personifikasi yang seolah-olah api neraka seperti makhluk manusia bisa menyentuh yang lain pada hal maksud kalimat ini adalah masuk ke dalam api neraka (Fadli, 2. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) semakin berkesan ajeg dengan ucapan yang berkonsep tauhid. Leksem Allah. Allah dapat dilihat di kamus elektronik maupun kamus Bahasa Indonesia. Semua kamus tidak yang Allah memfigurkannya seperti makhluk manusia atau Allah tidak berfigur tetapi Allah mempunyai 99 sifat sebagai hasil daripada penjelasan ilmu tafsir Al Quran. Rujukan untuk menetapkan konsep leksem Allah/Rabb adalah Al Quran Surat Al Ikhlas yang dapat diperoleh dalam kamus elektronik dan kamus teks cetak. Vol. 8 No. Mei 2024 Joko Suleman. Eva Putri Nurul Islamiyah. Senasbasa edisi 3 tahun 2018. EISSN2599-00519. halaman 153-. Prosiding AuDampak Bahasa Gaul Bagi Remaja Terhadap Bahasa IndonesiaAy. Dwi Atmawati | 1 MAJAS DALAM ALQURAoAN (KAJIAN TERHADAP AL-QURAoAN TERJEMAHAN JUZ . Dwi Atmawati Kridalaksana. Harimurti. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Moeliono. Anton . Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. KESIMPULAN Retorika adalah suatu teknik pemakaian bahasa sebagai seni, baik lisan maupun tulisan, yang didasarkan pada suatu pengetahuan yang tersusun baik. Gaya bahasa retorika dalam menyampaikan retorika yang berkaitan dengan leksem Allah sebagai materi dakwah lebih berkembang dan menarik, serta memudahkan bagi para audiens menerima tujuan dari dakwah tentang konsep leksem Allah/Rabb berdasarkan makna kata dalam Al Quran Surat Al Ikhlas. Rajiyem. AuSejarah Dan Perkembangan Retorika,Ay Humaniora, vol. 17, no. 2, pp. 145Ae [Onlin. Available: https://media. com/media/publications/118 25-ID-sejarah-dan-perkembangan-retorika. Tim Penyusun. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesi. Jakarta: Balai Pustaka. Fadli. Muhammad. Personifikasi dalam Surah Al Baqarah. (Analisis Terjemahan Al QurAoan Prof. Dr. Hamka. Jakarta: UIN Syarf Hidayatullah. Skripsi tidak diterbitkan. UCAPAN TERIMA KASIH Disampaikan kepada Bapak Rektor Universitas Unoiversitas Muslim Nusantara Al Washliyah yang telah mendanai PKM ini dan BKM Mesjid Al Hikmah Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan MedanTembung. Jalan Letda Sujono No. 65 Kelurahan Bandar Selamat yang telah mengizinkan PKM dilaksanakan di Mesjid Al Hikmah. REFERENSI