Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Volume 11. Nomor 1 (Oktober 2. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . https://w. id/e-journal/index. php/dunamis DOI: 10. 30648/dun. Submitted: 30 September 2025 Accepted: 21 November 2025 Published: 2 Juni 2026 Manusia dalam Teologi Gregorius dari Nyssa: dari Penciptaan sampai Pemulihan Akhir Yusuf Slamet Handoko1*. Hendi2. Risno Djabu3 Sekolah Tinggi Teologi Cianjur1 STT Soteria Purwokerto2,3 yshandoko@gmail. Abstract This research aims to comprehensively analyze the theological anthropology and eschatology of Gregory of Nyssa, from creation to the final restoration . Using a historicaltheological analysis of Gregory's primary texts, particularly De Opificio Hominis, as well as relevant secondary literature, this study systematically traces Gregory's thought. The result indicates that Gregory presents a dynamic vision of humanity as the Imago Dei, possessing a dual nature . icrocosm and perso. , whose vocation to unite with God was interrupted by sin but is restored through the Incarnation and Resurrection of Christ, culminating in a universal restoration . that transcends, yet does not negate, history and human freedom. Keywords: apokatastasis. free will. Imago Dei. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif antropologi teologis dan eskatologi Gregorius dari Nyssa, mulai dari penciptaan hingga pemulihan akhir . Dengan menggunakan analisis historis-teologis terhadap teks-teks primer Gregorius, terutama De Opificio Hominis, serta karya-karya sekunder yang relevan, penelitian ini menelusuri pemikiran Gregorius secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gregorius menyajikan visi dinamis tentang manusia sebagai Imago Dei yang memiliki kodrat ganda . ikrokosmos dan pribad. , yang panggilannya untuk bersatu dengan Allah terganggu oleh dosa namun dipulihkan melalui inkarnasi dan kebangkitan Kristus, yang berpuncak pada pemulihan universal . yang melampaui, namun tidak meniadakan, sejarah dan kebebasan manusia. Kata Kunci: apokatastasis. Imago Dei. kehendak bebas 53 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 PENDAHULUAN , namun pandangan- Pemikiran Gregorius dari Nyssa, sa- nya dikutuk karena dianggap tidak selaras lah satu Bapa Kapadokia yang paling men- dengan ortodoksi yang berkembang. 3 Di si- dalam, menyajikan sebuah tantangan teolo- si lain, tradisi yang lebih dominan, yang di- gis yang kompleks: bagaimana mendamai- wakili oleh Agustinus, menekankan kejatu- kan konsep kebaikan mutlak Allah dengan han radikal dan predestinasi, yang seringka- realitas kejatuhan manusia, penderitaan, dan li mengarah pada pandangan tentang huku- nasib akhir ciptaan. Masalah utamanya ter- man kekal bagi sebagian besar umat manu- letak pada bagaimana memahami perjala- Di antara spektrum ini, para Bapa Gere- nan manusiaAidari statusnya sebagai mah- ja lain seperti Basilius Agung dan Gregorius kota ciptaan, melalui drama dosa dan seja- dari Nazianzus memberikan kontribusi pen- rah yang fana, menuju pemulihan akhirAi ting, tetapi seringkali tidak menyajikan sin- dalam sebuah kerangka teologis yang kon- tesis yang komprehensif seperti yang diupa- sisten tanpa mengorbankan kebebasan ma- yakan Gregorius dari Nyssa. 4 Bahkan pe- nusia maupun kedaulatan ilahi. 1 Upaya un- nafsir modern seperti Maximus sang Peng- tuk memecahkan dilema ini telah mengha- aku Iman, meskipun mengapresiasi Gregorius, silkan berbagai sistem eskatologis yang se- menafsirkan ulang doktrin pemulihannya ringkali saling bertentangan dalam sejarah untuk lebih sesuai dengan kerangka orto- teologi Kristen. doks yang lebih ketat,5 sementara kritik dari Secara historis, para teolog telah menawarkan beragam solusi. Origen dari tradisi asketik seperti Barsanuphius mempertanyakan orisinalitas pemikirannya. Alexandria, misalnya, mengajukan sistem Namun, banyak dari pendekatan- yang canggih secara filosofis yang menca- pendekatan ini, baik kuno maupun modern, kup pra-eksistensi jiwa dan pemulihan uni- luput dari perhatian atau gagal menggali se- John Behr. AuThe Rational Animal: A Rereading of Gregory of NyssaAos De Hominis Opificio,Ay Journal of Early Christian Studies 7, no. 2 (June 1. : 219Ae 47, https://doi. org/10. 1353/EARL. Gregory of Nyssa. AuOn the Making of Man,Ay in Nicene and Post-Nicene Fathers. Second Series. Volume 5, ed. Philip Schaff and Henry Wace (Peabody. MA: Hendrickson Publishers, 1. Origen. On First Principles (Harper & Row, 1. Khaled Anatolios. Retrieving Nicaea: The Development and Meaning of Trinitarian Doctrine (Michigan: Baker Academic, 2. Maximus the Confessor. On the Cosmic Mystery of Jesus Christ (Crestwood. New York: St VladimirAos Seminary Press, 2. John Barsanuphius. Letters from the Desert: A Selection of Questions and Responses (Crestwood. New York: VladimirAos Seminary Press, 2. Patriarch Herman. On the Interpolations in the Theological Writings of Gregory of Nyssa. From Patriarchal Writings (Oxford University Press, 2. 54 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 penuhnya potensi dari satu aspek unik da- pemenuhan dan pengangkatannya, di mana lam pemikiran Gregorius: nilai positif dari seluruh pengalaman manusia direkapitulasi sejarah itu sendiri. Seringkali, sejarah tem- dan diintegrasikan ke dalam kesempurnaan poral dipandang hanya sebagai periode ke- jatuhan yang negatif atau panggung semen- Berdasarkan hal tersebut, penelitian tara yang akan ditiadakan. Potensi yang be- ini bertujuan untuk mencapai beberapa hal. lum tergarap terletak pada pemahaman men- Pertama, mengeksplorasi dan memperjelas dalam tentang bagaimana proses sejarah hubungan triadik yang dinamis antara pen- yang fanaAidengan segala kebebasan, pili- ciptaan, waktu, dan keselamatan dalam teo- han moral, dan bahkan penderitaan di da- logi Gregorius. Kedua, menganalisis secara lamnyaAijustru dapat berfungsi sebagai wa- mendalam pemahamannya tentang kebeba- hana pedagogis ilahi yang secara aktif ber- san manusia . dan interaksinya kontribusi pada pemenuhan tujuan pencip- yang kompleks dengan rahmat ilahi dalam taan, bukan sekadar penyimpangan darinya. 7 Penelitian terbaru menunjukkan bahwa relevansi pemikiran Gregorius terus berkembang, khususnya dalam dialog dengan isu-isu kontemporer. Untuk mengisi kekosongan ini, penelitian ini menawarkan tesis sentral bahwa dalam pemikiran Gregorius, penciptaan tidak dipahami sebagai entitas pra-eksistensi yang statis, melainkan justru direalisasikan dan diaktualisasikan untuk pertama kalinya dalam dan melalui proses sejarah. Konsep perjalanan menuju pemulihan. Pada akhirnya, pekerjaan ini ingin memberikan pemahaman baru tentang kontribusi unik Gregorius bagi teologi Kristen, khususnya dalam menawarkan dasar teologis yang kuat bagi nilai positif sejarah dan pengharapan universal, sehingga dapat memberikan wawasan yang kaya bagi para teolog, sejarawan, dan akademisi dalam memahami perjalanan manusia dari keterpisahan menuju persekutuan abadi dengan Allah. METODE PENELITIAN ini memberikan nilai positif yang radikal Penelitian ini menggunakan pende- pada waktu dan sejarah manusia. Pemulihan katan historis-teologis untuk menganalisis akhir . dalam kerangka ini secara mendalam pemikiran Gregorius dari bukanlah penghapusan sejarah, melainkan Nyssa. Sumber data primer yang menjadi John Smith. AuBaptismal Grace and Moral Transformation,Ay Journal of Early Christian Studies 26, no. : 45Ae60. Morwenna Ludlow. Gregory of Nyssa: Ancient and Postmodern (Oxford: Oxford University Press, 2. George Florovsky. The Eastern Fathers of the Fourth Century (Nordland Publishing Co. , 1. 55 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 landasan studi ini adalah teks-teks karya tribusi unik dari pemikiran antropologis dan Gregorius sendiri, terutama risalah antropo- eskatologis Gregorius dalam lanskap teolo- logisnya yang fundamental. De Opificio gi Patristik yang lebih besar. Hominis (On the Making of Ma. , serta kar- HASIL DAN PEMBAHASAN ya-karya teologis lainnya yang signifikan seperti Oratio Catechetica Magna. Untuk melengkapi analisis primer, penelitian ini Penciptaan Manusia sebagai Puncak Ciptaan juga memanfaatkan sumber-sumber sekun- Bagi Gregorius, penciptaan manusia der yang kaya, meliputi karya-karya klasik bukanlah sebuah peristiwa acak atau tamba- tentang Gregorius oleh para ahli seperti han, melainkan merupakan puncak . George Florovsky, serta artikel-artikel jur- dan tujuan akhir dari seluruh karya pencip- nal modern dan monograf-monograf terkini taan ilahi. Dalam pandangannya, alam se- yang relevan dengan topik penelitian. mesta material disiapkan oleh Allah dengan Prosedur analisis data yang diterap- sengaja, seolah-olah sebuah istana kerajaan kan bersifat multi-langkah. Ini melibatkan yang megah dan penuh hiasan, yang sengaja pembacaan kritis yang mendalam terhadap dibangun untuk menyambut kedatangan sang teks-teks Gregorius untuk memahami nuan- raja: manusia. 11 Gregorius menggambarkan sa argumennya. Selanjutnya, identifikasi te- bagaimana Allah, sebagai Arsitek Agung, ma-tema kunciAiseperti penciptaan. Imago pertama-tama menciptakan AurumahAy . Dei, kebebasan, dosa, inkarnasi, dan apoka- dan kemudian menempatkan AupenghuniAy tastasisAidilakukan melalui analisis tematik. di dalamnya. Manusia diciptakan Untuk menempatkan pemikiran Gregorius pada akhir proses penciptaan bukan sebagai dalam konteks yang lebih luas, pandang- afterthought atau makhluk yang paling ren- annya dibandingkan dengan teolog-teolog dah, tetapi justru sebagai mahkota dan pe- lain yang berpengaruh, seperti Origen dan nguasa yang ditetapkan atas seluruh ciptaan. Maximus sang Pengaku Iman, dengan meng- Dalam kerangka teologis ini. Gregorius gunakan analisis komparatif. Pendekatan me- memahami manusia sebagai makhluk yang todologis ini memungkinkan pemahaman memiliki peran ganda yang unik. Di satu si- yang mendalam dan kontekstual tentang si, ia adalah seorang pengamat . , perkembangan, konsistensi internal, dan kon- yang dipanggil untuk mengagumi dan ber- Series, ed. Blomfield Jackson (Christian Literature Publishing Co. , 1. Florovsky, 10-15. Gregory of Nyssa. AuOn the Making of Man,Ay in From Nicene and Post-Nicene Fathers. Second 56 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 kontemplasi atas keindahan, keteraturan, dan Kodrat Ganda Manusia: Mikrokosmos kebijaksanaan Sang Pencipta yang terpancar dan Gambar Allah dalam ciptaan. Di sisi lain, ia adalah se- Salah satu kontribusi terbesar dan orang penguasa . yang bertanggung paling khas dari Gregorius dalam antropo- jawab untuk memerintah dan mengelola cip- logi teologis adalah pemahamannya yang taan dengan bijaksana, sebagai wakil Allah mendalam tentang kodrat ganda manusia. di bumi. Pandangan ini menunjukkan peng- Di satu sisi, ia mengakui dan menggunakan hargaan yang sangat tinggi terhadap mar- konsep Helenistik yang populer bahwa ma- tabat dan posisi sentral manusia dalam ren- nusia adalah sebuah mikrokosmos . ikros cana kosmis Allah. , atau Audunia kecil. Ay Dalam panda- Sebagaimana dicatat oleh George ngan ini, manusia merangkum seluruh ele- Florovsky, salah satu penafsir Gregorius men ciptaan dalam dirinya, dari yang mate- yang paling berpengaruh, seluruh drama rial . anah, air, udara, ap. hingga yang non- kosmis dalam teologi Gregorius berpusat Ia menjadi jembatan ontologis pada manusia dan takdirnya. Posisi isti- yang unik, sebuah titik temu di mana dunia mewa ini ditegaskan lebih lanjut oleh para spiritual dan dunia material bersatu dalam Bapa Gereja lainnya, seperti Athanasius da- satu makhluk. 14 Manusia, dengan demikian, ri Alexandria, yang dalam karyanya De adalah cerminan dari seluruh alam semesta. Incarnatione menyatakan bahwa Aumanusia NamunAidan ini adalah poin krusial adalah gambar hidup dari Keilahian yang bagi GregoriusAiia dengan tegas menolak kekal,Ay sebuah pernyataan yang menggaris- untuk menjadikan konsep mikrokosmos ini bawahi posisi unik manusia dalam hierarki sebagai kehormatan tertinggi atau definisi ciptaan dan hubungannya yang intim de- utama dari kemanusiaan. Dalam sebuah ar- Dengan demikian, gumen retoris yang tajam di De Hominis bagi Gregorius, penciptaan manusia adalah Opificio, ia bertanya: AuApa keuntungannya kunci untuk memahami tujuan dari seluruh memandang manusia sebagai gambar du- alam semesta. nia?Ay15 Baginya, menyamakan manusia de- ngan Sang Pencipta. ngan kosmos yang fana dan sementara jus- Florovsky. The Eastern Fathers of the Fourth Century. Athanasius. AuOn The Incarnation,Ay in Nicene and Post-Nicene Fathers. Second Series. Volume 4, ed. Philip Schaff and Henry Wace (Peabody. MA: Hendrickson Publishers, 1. Gregory of Nyssa. AuOn the Making of Man,Ay 1994. Gregory of Nyssa. 57 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 tru merendahkan martabatnya. Keunggulan Gambar Allah (Imago De. sebagai Fondasi sejati manusia, yang membedakannya seca- Martabat Manusia ra radikal dan absolut dari seluruh ciptaan Pemahaman Gregorius tentang Imago lainnya, terletak pada statusnya sebagai Dei tidaklah statis, melainkan bersifat dina- gambar Allah (Imago De. Jika menjadi mis, progresif, dan berorientasi pada tujuan mikrokosmos berarti mencerminkan cipta- . Gambar Allah dalam manusia an, maka menjadi Imago Dei berarti men- bukanlah sekadar sebuah cap atau status cerminkan Sang Pencipta itu sendiri. Ini ada- yang diberikan sekali untuk selamanya pada lah lompatan kualitatif yang tak terhingga. saat penciptaan. Sebaliknya, itu adalah se- Sintesis yang brilian antara dua kon- buah potensi ilahi, benih keilahian yang sep inilahAimanusia sebagai jembatan kos- ditanamkan dalam kodrat manusia yang ha- mis . dan sebagai cerminan rus diaktualisasikan, dipupuk, dan disem- ilahi (Imago De. Aiyang membuat antropo- purnakan melalui seluruh perjalanan hidup. logi Gregorius begitu kaya dan dinamis. Ini adalah sebuah panggilan untuk menjadi Hans Urs von Balthasar, dalam studi klasik- serupa . dengan arketipe ilahi. nya tentang pemikiran Gregorius, menyoro- Menurut penelitian klasik Jean Daniylou, ti bagaimana Gregorius secara unik meng- Gregorius mengembangkan doktrin epektasis integrasikan kedua gagasan ini. Manusia Aisebuah konsep yang diambil dari Filipi tidak hanya merangkum dunia, tetapi ia 3:13Aiyang menggambarkan kehidupan spi- juga dipanggil untuk mengangkat dunia itu ritual sebagai sebuah gerak maju yang tak ke dalam persekutuan dengan Allah, karena pernah berhenti menuju Allah. Karena Allah hanya dialah yang memiliki kapasitas untuk tidak terbatas, maka perjumpaan dan parti- sipasi dalam kehidupan-Nya juga tidak akan Dengan demikian, peran ganda manusia se- pernah mencapai titik akhir. Dengan demi- bagai mikrokosmos dan Imago Dei bukan- kian, gambar Allah dalam diri manusia te- lah dua hal yang terpisah, melainkan saling rus-menerus diperdalam dan diperjelas me- terkait: justru karena ia adalah gambar Allah, lalui perjalanan spiritual tanpa akhir ini. mengenal dan berhubungan dengan-Nya. ia mampu memenuhi perannya sebagai pe- Bagi Gregorius, lokus utama dari ngelola dan penyempurna kosmos. Imago Dei ini terletak pada fakultas-fakul- Hans Urs von Balthasar. Presence and Thought: An Essay on the Religious Philosophy of Gregory of Nyssa (San Fransisco: Ignatius Press, 1. , 45-67. Gregory of Nyssa. AuOn the Making of Man,Ay 1994. Jean Daniylou. Platonisme et Thyologie Mystique: Doctrine Spirituelle de Saint Grygoire de Nysse (Paris: Aubier, 1. , 156-78. 58 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 tas tertinggi manusia: akal budi . , piki- tara semua makhluk duniawi, yang memili- ran . , dan terutama, kehendak bebas ki kerinduan yang tidak dapat dipuaskan . Kapasitas intelektual dan spi- oleh apa pun yang terbatas. Kerinduan tak ritual inilah yang memungkinkan manusia terbatas ini, menurut Hart, adalah jejak ilahi untuk mengenal, mengasihi, dan bersekutu dalam diri kita, sebuah gema dari Ketidak- dengan Allah. Namun, pemahaman Gregorius terbatasan itu sendiri, yang terus-menerus jauh melampaui konsepsi Imago Dei yang mendorong kita melampaui diri kita sendiri semata-mata intelektual atau rasional. Seba- menuju Sang Sumber yang tak terbatas. gaimana ditekankan oleh para teolog mo- Dengan demikian. Imago Dei bukanlah se- dern seperti John Zizioulas, konsep Imago kadar atribut, melainkan motor penggerak Dei dalam tradisi Kapadokia, termasuk dari seluruh dinamika spiritual manusia. Gregorius, pada dasarnya bersifat relasional Kebebasan Kehendak sebagai Prasyarat dan personal. Manusia adalah gambar Allah Kebajikan bukan sebagai individu yang terisolasi, teta- Bagi Gregorius, kebebasan kehen- pi sebagai pribadi yang diciptakan untuk dakAiyang ia sebut dengan istilah filosofis persekutuan . Aipersekutuan de- IEAsE . , yang berarti Auke- ngan Allah dan dengan sesama. Oleh ka- mampuan untuk mengatur diri sendiriAyAi rena itu. Imago Dei diwujudkan tidak hanya merupakan atribut fundamental dan tak ter- melalui kontemplasi intelektual, tetapi juga pisahkan dari Imago Dei. 21 Kebebasan ini melalui tindakan kasih, kebebasan yang ber- bukanlah sekadar kemampuan untuk memi- tanggung jawab, dan kehidupan komunal lih antara A atau B, melainkan martabat yang mencerminkan kehidupan Tritunggal. agung yang menjadikan manusia sebagai Lebih jauh, dalam sebuah analisis agen moral yang sesungguhnya. Tanpa ke- yang provokatif, teolog David Bentley Hart bebasan sejati, tidak mungkin ada kehi- berpendapat bahwa bagi Gregorius. Imago dupan moral atau spiritual yang otentik. Dei pada akhirnya berakar pada kapasitas Gregorius dengan tegas berargumen bahwa manusia untuk Aukeinginan yang tak terba- kebajikan yang dipaksakan bukanlah keba- tasAy . nfinite desir. Hanya manusia, di an- jikan sama sekali. Dalam polemiknya yang John D Zizioulas. Communion and Otherness: Further Studies in Personhood and the Church (London: T&T Clark, 2. , 23-45. David Bentley Hart. The Beauty of the Infinite: The Aesthetics of Christian Truth (Grand Rapid. Michigan: Eerdsmans, 2. , 165-68. Florovsky. The Eastern Fathers of the Fourth Century, 98. 59 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 tajam melawan determinisme fatalistik dari perbudak oleh nafsu, inti dari autexousion kaum Eunomian, yang berpendapat bahwa tetap ada dalam kodrat manusia. kodrat ilahi dapat dipahami sepenuhnya oleh Lebih jauh, seperti yang ditunjuk- akal manusia. Gregorius mempertahankan kan oleh teolog Robert Louis Wilken, pe- misteri Allah dan martabat kebebasan ma- mahaman Gregorius tentang kebebasan sa- Ia menyatakan: AuApa yang dilakukan ngat terkait dengan konsepnya tentang per- di bawah paksaan bukanlah kebajikan. Ay 22 tumbuhan dan transformasi. Kebebasan bu- Sebuah tindakan hanya memiliki nilai mo- kanlah tujuan itu sendiri, melainkan sarana ral jika ia lahir dari pilihan yang bebas dan untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi: Allah menciptakan manusia dengan Kebebasan inilah yang memungkin- kebebasan agar manusia dapat secara bebas kan manusia untuk secara progresif menye- memilih untuk mengasihi-Nya dan sesa- laraskan kehendaknya dengan kehendak 24 Oleh karena itu, pemulihan keselama- Teolog David Bradshaw, dalam anali- tan pada hakikatnya adalah sebuah proses sisnya tentang metafisika Kristen Timur, terapeutik: penyembuhan dan pembebasan menyebut dinamika ini sebagai sebuah Ausi- kehendak manusia dari belenggu dosa, se- nergiAy antara kebebasan manusia dan rah- hingga ia dapat kembali berfungsi sesuai mat ilahi. 23 Ini bukanlah sebuah kompetisi di mana rahmat Allah dan kehendak manusia saling berebut porsi, melainkan sebuah kerja sama di mana rahmat ilahi memberdayakan dan mengundang, dan kehendak manusia merespons dengan bebas. Rahmat dengan tujuan aslinya, yaitu untuk secara bebas dan sukacita bergerak menuju kebaikan, kebenaran, dan keindahan ilahi. Dosa dan Kejatuhan sebagai Penyimpangan Kebebasan tidak menghancurkan kebebasan, tetapi jus- Gregorius memahami dosa bukan tru menyempurnakannya. Bahkan dalam ke- sebagai sebuah substansi atau entitas jahat adaan jatuh sekalipun. Gregorius bersikeras yang diciptakan, melainkan sebagai sebuah bahwa kebebasan ini tidak sepenuhnya hi- penyimpangan . dari kehendak lang atau dihancurkan. Meskipun terluka, bebas manusia dari tujuan sejatinya, yaitu cenderung menyimpang, dan seringkali di- Allah. 25 Mengadopsi dan mengembangkan Gregory of Nyssa. AuOn the Making of Man,Ay 1994. David Bradshaw. Aristotle East and West: Metaphysics and the Division of Christendom (Cambridge: Cambridge University Press. , 2. , 189. Robert Louis Wilken. The Spirit of Early Christian Thought: Seeking the Face of God (New Haven. CT: Yale University Press, 2. , 180-84. Gregory of Nyssa. AuOn the Making of Man,Ay 1994. 60 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 tradisi Platonis dan Origenis. Gregorius de- indah yang tertutup oleh lumpur dan koto- ngan canggih merumuskan konsep dosa se- Namun, sangat penting untuk dicatatAi bagai privatio boni . ekurangan atau ketia- dan ini adalah poin teologis yang krusial daan kebaika. Kejahatan tidak memiliki bagi GregoriusAibahwa kejatuhan tidak eksistensi positif atau ontologis. ia adalah menghancurkan Imago Dei secara total, sebuah parasit yang hidup dari kebaikan melainkan hanya mengaburkannya. Potensi yang ia distorsi. Sebagaimana kegelapan untuk pemulihan tetap ada karena struktur adalah ketiadaan cahaya dan penyakit ada- fundamental manusia sebagai gambar Allah lah ketiadaan kesehatan, demikian pula ke- tidak dapat dilenyapkan sepenuhnya. Ilaria jahatan adalah ketiadaan kebaikan. David Ramelli menekankan bahwa bagi Gregorius. Bentley Hart, dalam analisisnya tentang kodrat manusia, meskipun terluka parah, ti- masalah kejahatan, menyoroti bagaimana dak pernah berhenti menjadi kodrat yang pandangan ini secara radikal menolak dual- diciptakan oleh Allah, dan oleh karena itu, isme Manikean dan menegaskan bahwa se- ia secara inheren dapat disembuhkan. gala sesuatu yang ada, sejauh ia ada, adalah Lebih jauh, kejatuhan ini membawa baik karena berasal dari Allah. 26 Dosa, de- konsekuensi kosmis. Manusia, yang seha- ngan demikian, adalah sebuah gerakan me- rusnya menjadi imam dan raja atas ciptaan, nuju AuketiadaanAy . e o. , sebuah pilihan justru menyeret seluruh kosmos ke dalam untuk yang non-eksisten atas Yang Ada se- siklus kefanaan dan penderitaan. Kematian, cara absolut. yang menurut Gregorius bukanlah bagian Dalam keadaan jatuh ini, hierarki dari penciptaan asli, masuk ke dalam dunia internal kodrat manusia menjadi terbalik se- sebagai akibat langsung dari dosa. Kema- cara tragis. Yang seharusnya superiorAiakal tian adalah "pakaian kulit" . hitonas der- budi . dan spirit yang diarahkan kepa- matinou. yang dikenakan pada Adam dan da AllahAijustru menjadi budak dari yang Hawa (Kej. , yang Gregorius tafsirkan seharusnya inferior, yaitu nafsu-nafsu jas- secara alegoris bukan sebagai kulit binatang mani . Akibatnya. Imago Dei dalam harfiah, melainkan sebagai kondisi mortali- diri manusia menjadi terdistorsi, kabur, dan tas, seksualitas kasar, dan keberadaan bio- sulit dikenali, seolah-olah sebuah lukisan logis yang rentanAisifat-sifat yang kita bagi David Bentley Hart. AuThe Mystery of Evil and the Limits of Redemption,Ay Faith and Philosophy 32, 1 . : 78Ae95. Ilaria Ramelli. The Christian Doctrine of Apokatastasis: A Critical Assessment from the New Testament to Eriugena (Leiden. Boston: Brill, 2. , 61 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 dengan hewan. 28 Ini adalah sebuah AuobatAy persekutuan yang tak terpisahkan dengan yang pahit dari Allah: kematian membatasi keilahian, sebuah proses yang sering dise- penyebaran kejahatan yang tak terbatas, na- but sebagai theosis atau deifikasi. mun pada saat yang sama menjadi simbol Pemahaman ini menjadi senjata uta- keterasingan manusia dari Kehidupan itu ma Gregorius dalam polemiknya melawan Keadaan inilah yang memerlukan bidat Apollinarisme. Apollinaris mengajar- intervensi ilahi yang radikal untuk penyem- kan bahwa dalam diri Kristus. Firman Ilahi buhan dan pemulihan. (Logo. menggantikan jiwa rasional manu- Inkarnasi sebagai Penyembuhan dan Pengubahan Kodrat Manusia Inkarnasi Firman Allah merupakan titik balik sentral dan peristiwa definitif da- sia . , sehingga Kristus memiliki tubuh manusia tetapi pikiran ilahi. Gregorius dengan keras menentang pandangan ini, dengan alasan bahwa jika Kristus tidak mengambil jiwa rasional manusia, maka bagian lam seluruh skema penyelamatan Gregorius. terpenting dari kemanusiaanAipusat dari Ini bukanlah sekadar misi penyelamatan da- dosa dan keterasinganAitetap tidak tersela- ri luar, melainkan sebuah tindakan terapeu- Dengan mempertahankan kepenu- tik ilahi di mana Sang Dokter Ilahi masuk han kemanusiaan Kristus. Gregorius mene- ke dalam kodrat manusia yang sakit untuk gaskan bahwa seluruh eksistensi manusia, menyembuhkannya dari dalam. Kristus, se- termasuk akal budi dan kehendaknya, telah bagai Allah yang menjadi manusia seutuh- disembuhkan dan dikuduskan melalui per- nya, mengambil seluruh kodrat manusiaAi satuannya dengan Logos. jiwa rasional, spirit, dan tubuhAitanpa ter- Teolog modern John Zizioulas, da- Bagi Gregorius, prinsip soteriolo- lam analisisnya tentang pribadi dan per- gisnya jelas dan tegas: AuApa yang tidak di- sekutuan, menekankan bahwa bagi Gregorius, ambil, tidak disembuhkanAy . uod non est keselamatan bukanlah sekadar pengampu- assumptum, non est sanatu. Inkarnasi ti- nan dosa, melainkan partisipasi nyata . e- dak bekerja dengan menghancurkan atau thexi. dalam kehidupan ilahi melalui per- mengganti kodrat manusia, melainkan de- satuan hipostatik dengan Kristus. 29 Inkarna- ngan mengangkatnya . ke dalam si, oleh karena itu, bukanlah sebuah tran- Christian Studies 7, no. : 219Ae47, https:// org/10. 1353/earl. Zizioulas. Communion and Otherness: Further Studies in Personhood and the Church, 67-68. Gregory of Nyssa. On the Soul and the Resurrection, trans. Catharine P. Roth (St. VladimirAos Seminary Press, 1. , 105-7. Lihat juga John Behr. AuThe Rational Animal: A Rereading of Gregorius of NyssaAos De Hominis Opificio,Ay Journal of Early 62 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 saksi legal atau pembayaran utang, melain- Eskatologi dan Apokatastasis: Pemulihan kan sebuah transformasi ontologis kodrat Universal Dalam sebuah studi penting. Khaled Puncak dari seluruh bangunan teo- Anatolios menjelaskan bahwa bagi para Bapa logis Gregorius adalah doktrinnya yang pa- Kapadokia, inkarnasi adalah sebuah pertu- ling terkenal sekaligus paling kontroversial: karan yang mengagumkan . dmirabile com- AAeC AEO . pokatastasis panto. , merciu. : Firman mengambil apa yang men- atau pemulihan universal segala sesuatu. jadi milik kita . efanaan, penderitaa. agar Doktrin ini menyatakan bahwa pada akhir- kita dapat menerima apa yang menjadi mi- nya, seluruh ciptaanAitermasuk semua ma- lik-Nya . ehidupan kekal, ketidakbinasaa. nusia dan bahkan makhluk-makhluk rohani Lebih dari itu, inkarnasi juga me- yang jatuh seperti iblisAiakan dipulihkan ke rupakan sebuah tindakan pedagogis. De- dalam persekutuan dengan Allah. Berbeda ngan hidup sebagai manusia sejati. Kristus secara fundamental dengan Origen yang menunjukkan kepada kita bagaimana cara mendasarkan apokatastasis-nya pada siklus hidup yang sepenuhnya manusiawi dan se- kosmis dan pra-eksistensi jiwa. Gregorius penuhnya selaras dengan kehendak Allah. melihat pemulihan ini sebagai pemenuhan Ia menjadi arketipe baru bagi kemanusiaan akhir . dari tujuan tunggal penciptaan, yang telah dipulihkan. Sebagaimana dikata- sebuah realisasi penuh dari apa yang Allah kan oleh Rowan Williams. Inkarnasi adalah inginkan sejak semula. 33 Ini bukanlah sebu- tindakan di mana Allah menceritakan kem- ah "kesempatan kedua" atau pengulangan, bali kisah manusia dengan benar, memulih- melainkan penyelesaian definitif dari pro- kan narasi kita dari distorsi dosa dan meng- yek ilahi. arahkannya kembali kepada tujuan sejatinya, yaitu persekutuan dengan-Nya. Keyakinan Gregorius akan pemuli- De- han universal berakar pada dua pilar teo- ngan demikian, inkarnasi adalah penyem- logis yang tak tergoyahkan. Pertama, kebai- buhan, pengudusan, dan pengajaran kemba- kan dan kuasa Allah yang tak terbatas. Ba- li tentang apa artinya menjadi manusia se- ginya, adalah mustahil secara konseptual jati dalam gambar Allah. bahwa kejahatan, yang merupakan ketiadaan dan non-eksistensi, dapat bertahan sela- Anatolios. Retrieving Nicaea: The Development and Meaning of Trinitarian Doctrine, 155-58. Rowan Williams. Christ the Heart of Creation (London: Bloomsbury Continuum, 2. , 121-25. Ramelli. The Christian Doctrine of Apokatastasis: A Critical Assessment from the New Testament to Eriugena, 334-56. Ramelli, 345. 63 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 manya melawan Allah, yang adalah Kebai- deritaan yang ditimbulkannya. 34 Bahkan kan dan Keberadaan itu sendiri. Kehendak ingatan akan kejahatan pada akhirnya akan Allah untuk menyelamatkan semua ciptaan Ini bukanlah sebuah amnesia pada akhirnya tidak dapat digagalkan. Ke- paksa untuk melupakan perjuangan moral, dua, sifat kejahatan sebagai penyakit. Kare- melainkan, seperti yang dijelaskan oleh na kejahatan bukanlah substansi melainkan Morwenna Ludlow, sebuah konsekuensi lo- penyakit atau distorsi pada kodrat yang gis dari penyembuhan total: ketika penyakit baik, maka ia dapat dan akan disembuhkan. telah hilang, yang tersisa hanyalah keseha- Hukuman di akhirat, dalam pandangan Ketika kejahatan telah sepenuhnya di- Gregorius, bukanlah retribusi yang bersifat musnahkan dari keberadaan, yang tersisa kekal, melainkan terapeutik dan purifikatif hanyalah kebaikan murni, yang memung- Aiseperti api pemurni yang membakar ha- kinkan ciptaan untuk sepenuhnya berkon- bis penyakit dosa dari jiwa, betapapun me- templasi pada keindahan ilahi tanpa halang- nyakitkan dan lamanya proses itu. an atau bayang-bayang masa lalu. Namun, penting untuk memahami Meskipun doktrin ini memberikan bahwa universalisme Gregorius tidak ber- pengharapan yang radikal, ia tetap menjadi arti penyangkalan terhadap kebebasan ma- sumber perdebatan sengit sepanjang seja- nusia atau realitas penghakiman. Sebagai- Para kritikus, baik kuno maupun mo- mana ditunjukkan secara komprehensif oleh dern, khawatir bahwa doktrin ini dapat me- Ilaria Ramelli dalam studi monumentalnya rusak urgensi pertobatan dan keseriusan pi- tentang apokatastasis. Gregorius dengan cer- lihan moral di kehidupan ini. Namun, bagi mat berargumen bahwa proses pemurnian Gregorius, apokatastasis bukanlah sebuah ini adalah sebuah pedagogi ilahi yang justru jaminan yang membuat pilihan kita tidak menghormati dan bekerja melalui kebeba- Sebaliknya, ia adalah penegasan san manusia. Jiwa, ketika dihadapkan de- tertinggi atas kemenangan mutlak dari kasih ngan kebenaran dan keindahan Allah yang dan kehidupan Allah atas dosa dan kema- tak terselubung, akan secara bebas . eski- tian, sebuah visi eskatologis yang berani pun menyakitka. memilih untuk melepas- dan konsisten dengan premis-premis dasar- kan keterikatannya pada kejahatan, karena nya tentang siapa Allah itu. ia akhirnya menyadari kesia-siaan dan pen- Ramelli, 350. Ramelli berargumen kuat bahwa pemulihan kehendak ini bersifat bebas, bukan paksaan. David Bentley Hart. That All Shall Be Saved: Heaven. Hell, and Universal Salvation (New Haven: 64 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 Relevansi Kontemporer Pemikiran Gregorius Jauh dari sekadar menjadi figur his- membangun visi di mana keselamatan manusia tidak terpisahkan dari pemulihan seluruh ciptaan. toris, pemikiran Gregorius dari Nyssa terus Demikian pula, pengharapan radikal menunjukkan relevansi yang mengejutkan dalam doktrin apokatastasis-nya menawar- dalam berbagai diskusi teologis dan filoso- kan visi rekonsiliasi universal yang sangat fis kontemporer. Warisan intelektualnya me- relevan dalam konteks global yang ditandai nawarkan sumber daya yang kaya untuk oleh konflik, perpecahan, dan ketidakadi- menghadapi tantangan-tantangan modern. Visi Gregorius tentang kemenangan Salah satu bidang yang paling menonjol akhir dari kasih Allah atas segala bentuk adalah teologi ekologis. Konsepnya tentang kejahatan dan keterasingan memberikan lan- manusia sebagai mikrokosmos dan Imago dasan teologis untuk upaya-upaya perda- Dei memberikan dasar teologis yang kuat maian, keadilan restoratif, dan dialog antar- untuk etika lingkungan. Manusia, sebagai Teolog seperti Jyrgen Moltmann, jembatan antara dunia material dan spiritu- dalam AuTeologi PengharapanAy-nya, meski- al, dipanggil bukan untuk menjadi penguasa pun berasal dari tradisi yang berbeda, absolut yang eksploitatif, melainkan seba- menggemakan optimisme eskatologis yang gai imam dan pengelola . ciptaan, serupa, yang menunjukkan daya tarik abadi yang bertanggung jawab untuk mengolah dari pengharapan universal yang diartikula- dan memelihara taman kosmis dan meng- sikan secara kuat oleh Gregorius. 37 Visi ini angkatnya ke dalam persekutuan dengan menantang pesimisme dan sinisme, serta Allah. Elizabeth Theokritoff, dalam karya- mendorong komitmen aktif untuk mewu- nya tentang perspektif Ortodoks mengenai judkan rekonsiliasi di dunia saat ini. ekologi, secara ekstensif memanfaatkan wa- Bahkan dalam dialog antara teologi wasan para Bapa seperti Gregorius untuk dan sains modern, pemahaman Gregorius Yale University Press, 2. Meskipun buku ini adalah argumen Hart sendiri, ia banyak bersandar pada logika dan kerangka teologis Gregorius dari Nyssa untuk mendukung tesisnya, menunjukkan relevansi berkelanjutan dari pemikiran Gregorius. Elizabeth Theokritoff. Living in GodAos Creation: Orthodox Perspectives on Ecology (Crestwood. NY: St VladimirAos Seminary Press, 2. , 115-20, 14548. Jyrgen Moltmann. Theology of Hope: On the Ground and the Implications of a Christian Eschatology (Minneapolis: Fortress Press, 1. Meskipun Moltmann tidak secara langsung mengadopsi universalisme Gregorius, penekanannya pada AupengharapanAy sebagai kekuatan transformatif yang berakar pada kebangkitan Kristus memiliki gema yang kuat dengan eskatologi Gregorius yang berorientasi pada masa depan dan pemulihan. 65 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 tentang manusia sebagai mikrokosmos yang pemahamannya tentang manusia sebagai menghubungkan berbagai tingkat realitas me- Imago Dei yang dinamis, dosa sebagai ke- nemukan resonansi baru. Visinya tentang tiadaan kebaikan . rivatio bon. , hingga in- kosmos yang dinamis dan berorientasi pada karnasi sebagai penyembuhan ontologisAi tujuan . menawarkan alternatif secara logis mengarah pada kesimpulannya yang menarik bagi pandangan dunia yang yang paling radikal, yaitu doktrin apokatas- murni materialistis dan mekanistik. Andrew Visi pemulihan universal ini bukanlah Louth mencatat bagaimana para Bapa se- sebuah tambahan yang aneh, melainkan kon- perti Gregorius, dengan sintesis mereka an- sekuensi tak terhindarkan dari premis-pre- tara iman dan akal, memberikan model untuk integrasi pengetahuan yang holistik, di mana realitas fisik dan spiritual tidak dilihat sebagai dua hal yang saling bertentangan, melainkan sebagai bagian dari satu tatanan ilahi yang utuh. 38 Dengan demikian, warisan teologis Gregorius dari Nyssa terus menginspirasi dan menantang pemikiran Kris- mis dasarnya tentang kebaikan mutlak dan kuasa tak terbatas Allah. Meskipun kontroversial, doktrin inilah yang menjadi kunci pemersatu dari seluruh sistem pemikirannya, yang menegaskan kemenangan akhir dari kasih ilahi atas segala bentuk kejahatan dan keterasingan. UCAPAN TERIMA KASIH ten untuk mengembangkan visi yang lebih Penulis pertama mengucapkan teri- holistik, penuh pengharapan, dan relevan ma kasih kepada penulis kedua dan ketiga, secara kosmis tentang manusia dan takdir- atas kontribusinya dalam menyelesaikan pe- nya di hadapan Allah. nelitian dan penyelesaian artikel ini. KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA