GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 178 -200 PENGARUH RASIO EARNING PER SHARE (EPS). PRICE EARNING RATIO (PER). DAN RETURN ON ASSETS (ROA) TERHADAP HARGA SAHAM PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK PERIODE 2013-2020 Muhamad Agus RoAouf Universitas Islam Kadiri village@gmail. Heru Sutapa Universitas Islam Kadiri herusutapa@uniska-kediri. Abstract According to investors, financial ratios such as EPS. PER, and ROA are very basic in making decisions when buying shares. Therefore, researchers are interested in researching the effect of EPS. PER and ROA on the stock price of PT Waskita Karya (Perser. Tbk for the 2013-2020 period. The purpose of this study is to examine the effect of the EPS. PER and ROA ratio partially and simultaneously on the stock price of PT Waskita Karya (Perser. Tbk for the 2013-2020 period. The result of the research is partially known that the EPS variable has a positive effect on stock prices. With a t-count value of 19. 74 and a significance value of 0. The PER variable has a positive effect on stock prices with a t-count value of 15. 86 and a significance of 0. The ROA variable has a negative effect on stock prices with a t-count value of -2. 397 and a significance of 0. Simultaneously, the EPS. PER and ROA variables have a significant effect on stock prices, this can be seen from the probability value of 0. 000 or the probability value <0. With a simultaneous determination coefficient of 93. Keywords: EPS. PER. ROA. Stock Price. Abstrak Menurut investor rasio keuangan seperti EPS. PER, dan ROA merupakan hal yang sangat mendasar dalam pengambilan keputusan ketika membeli saham. Sebab itu peneliti tertarik meneliti tentang Pengaruh EPS. PER dan ROA terhadap Harga Saham PT Waskita Karya (Perser. Tbk Periode 2013-2020. Tujuan dari penelitian yaitu menguji pengaruh rasio EPS. PER dan ROA secara parsial dan simultan terhadap harga saham PT Waskita Karya (Perser. Tbk Periode 2013-2020. Hasil penelitian diketahui secara parsial variabel EPS berpangaruh positif terhadap harga saham. Dengan nilai t-hitung 19,74 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Variabel PER berpengaruh positif terhadap harga saham dengan nilai t-hitung 15,86 dan signifikansi sebesar 0,000. Variabel ROA berpengaruh negatif terhadap harga saham dengan nilai t-hitung -2,397 dan signifikansi sebesar 0,023. Secara simultan variabel EPS. PER dan ROA berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham, hal ini dapat dilihat dari nilai probabilitas sebesar 0,000 atau nilai probabilitas < 0,05. Dengan koefisien determinasi simultan sebesar 93,4%. Kata Kunci : EPS. PER. ROA. Harga Saham. LATAR BELAKANG Semakin bertumbuhnya perusahaan besar yang telah go public menjadikan persaingan lebih Terutama perusahaan besar yang bergerak pada bidang konstruksi, jasa dan manufaktur Received Agsutus 30, 2022. Revised September 2, 2022. Accepted September 22, 2022 *Corresponding author, e-mail address plosokerep. village@gmail. GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 178 -200 yang secara gencar bersaing demi kelangsungan perusahaan menjadi yang terbaik daripada Hal ini ditujukan guna menghindari kerugian dan mendorong perusahaan untuk lebih berkembang. Perkembangan usaha membutuhkan modal yang besar, sehingga terdapat beberapa sektor perusahaan yang mengambil keputusan untuk menambah modal perusahaan dengan cara berhutang ataupun menerbitkan lembar sahamnya di pasar modal. Pasar modal merupakan sarana yang digunakan oleh perusahaan dalam menambah modal jangka panjangnya dengan menjual saham ataupun mengeluarkan surat hutang (Jogiyanto 2000:. Saham BUMN di bidang konstruksi pada Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup menarik Pasalnya pada periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi yaitu pada tahun 20142019, harga saham perusahaan BUMN pada bidang konstruksi mendapatkan perhatian yang khusus, terutama dari pelaku pasar saham, hal ini karena pemerintah memiliki agenda besar dalam pembangunan pada beberapa wilayah Indonesia, tepatnya luar pulau Jawa yang harus di bangun serta di kembangkan. Dari hal tersebut, pihak pemerintah menetapkan dana yang cukup besar dari APBN demi pembangunan infrastruktur yang lebih baik. Dalam proses pengerjaan proyek ini pemerintah membutuhkan jasa dari perusahaan konstruksi, terutama perusahaan BUMN yang termasuk dalam bidang konstruksi tentunya sebagai kontraktor dan investor pada proyek infrastruktur. Beberapa perusahaan BUMN di bidang konstruksi telah menjadi perusahaan terbuka di BEI. Salah satu perusahaan tersebut adalah perusahaan dengan kode WSKT atau PT Waskita Karya (Perser. Tbk. Pergerakan harga saham seringkali dipengaruhi oleh dua faktor yakni teknikal dan fundamental. Hal yang sering dijadikan pertimbangan oleh para investor adalah melihat faktor fundamentalnya, lebih tepatnya melihat laporan keuangan dari perusahaan itu. Faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga saham dapat dilihat melalui rasio Earning Per Share atau EPS, lalu Price Earning Ratio atau PER, dan Return On Assets atau ROA serta masih banyak rasio keuangan lain yang dapat dipergunakan dalam penentuan harga saham. EPS termasuk kategori rasio profitabilitas, digunakan untuk membandingkan antara earning atau laba bersih dengan jumlah lembar saham yang beredar. Bagi para investor, informasi dari rasio EPS berguna dan paling mendasar sebab dapat memberikan gambaran prospek perusahaan pada masa yang akan datang. Profitabilitas pada suatu perusahaan dapat dilihat dari kondisi keuangan, maka untuk mengukur rasio profitabilitas dari suatu perusahaan perlu dilakukan analisis laporan keuangan, dengan melihat EPS dari perusahaan tersebut. Menurut penelitian Cristine dan Priski . mengenai pengaruh EPS dan ROA terhadap harga saham menyatakan bahwa EPS dan ROA secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sesuai dengan penelitian Muhammad Fala dan Hiras . mengenai pengaruh EPS. ROA. PENGARUH RASIO EARNING PER SHARE (EPS). PRICE EARNING RATIO (PER). DAN RETURN ON ASSETS (ROA) TERHADAP HARGA SAHAM PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK PERIODE 2013-2020 dan DER terhadap harga saham yang menyatakan bahwa secara parsial EPS berpengaruh positif terhadap harga saham. PER adalah rasio yang membandingkan harga yang ditawarkan dari setiap lembar saham terhadap EPS . aba per lembar saha. Nilai PER yang lebih tinggi diartikan bahwa para pelaku investasi mau membayar harga saham di atas harga penawaran. Menurut Darmadji dan Fakhrudin . , menyatakan PER dapat memberikan apresiasi pasar terhadap perusahaan dngan kemampuannya mendapatkan laba. Dalam penelitian Rahmadewi dan Nyoman . mengenai pengaruh EPS. PER. CR, dan ROE terhadap harga saham rasio PER secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham sesuai dengan penelitian Cristine dan Priski . ROA merupakan rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur seberapa baiknya perusahaan memanfaatkan aset yang dimilikinya dalam menghasilkan profit atau keuntungan bagi perusahaan. Bila semakin tinggi nilai rasionya maka perusahaan memiliki peluang untuk meningkakan pertumbuhan perusahaan sehingga lebih mudah dalam menghasilkan laba bagi Menurut Watung and Ilat . tentang pengaruh dari nilai ROA. NPM, dan EPS terhadap harga saham menyatakan bahwa rasio ROA secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, namun menurut Utami dan Darmawan . mengenai pengaruh rasio DER. ROA. ROE. EPS dn MVA terhadap harga saham menyatakan bahwa rasio ROA secara parsial tidak ada pengaruhnya terhadap harga saham. Salah satu perusahaan di bidang konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia adalah PT Waskita Karya (Perser. Tbk atau WSKT. Perusahaan ini merupakan perusahaan BUMN Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi. Perusahaan ini mencatatkan sahamnya di BEI pada bulan Desember 2012 dengan jumlah saham yang ditawarkan sejumlah 3. lembar dengan nominal Rp100,- dan harga penawarannya yaitu Rp380,-/saham. Harga saham PT Waskita Karya (Perser. Tbk sempat menyentuh angka Rp3146,-/saham, namun setelah itu mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga menyentuh angka Rp410,-/saham. Penurunan harga saham ini bisa disebabkan oleh earning dan laba perusahaan yang kurang maksimal, sehingga banyak investor yang menjual saham tersebut. Pergerakan saham PT Waskita Karya (Perser. Tbk bisa disebabkan oleh persaingan perusahaan lain yang termasuk BUMN di bidang konstruksi, sehingga dapat berpengaruh pada harga saham, laba perusahaan, jumlah saham beredar, dan total aset yang dimiliki oleh GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 178 -200 Dari latar belakang diatas maka penul is ingin mengambil judul penelitian yaitu AuPengaruh Rasio Earning Per Share (EPS). Price Earning Ratio (PER), dan Return On Assets (ROA) Terhadap Harga Saham PT Waskita Karya (Perser. Tbk Periode 2013-2020Ay. Sebagaimana maksud dari rumusan masalah di atas, maka penulis mencoba merinci tujuan dari dilakukannya penelitian ini antara lain, yaitu . Untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh rasio Earning Per Share (EPS) secara parsial terhadap harga saham PT Waskita Karya (Perser. Tbk periode 2013-2020. Untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh rasio Price Earning Ratio (PER) secara parsial terhadap harga saham PT Waskita Karya (Perser. Tbk periode . Untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh rasio Return On Assets (ROA) secara parsial terhadap harga saham PT Waskita Karya (Perser. Tbk periode 2013-2020. Untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh rasio Earning Per Share (EPS). Price Earning Ratio (PER), dan Return On Assets (ROA) secara simultan terhadap harga saham PT Waskita Karya (Perser. Tbk periode 2013-2020. KAJIAN TEORITIS 1 Pengertian Pasar Modal Dalam jurnal menurut UU pasar modal No. 8 tahun 1995 yang menjelaskan tentang pasar modal. Pasar modal adalah tempat berlangsungnya penawaran umum dan perdagangan efek, perusahan-perusahaan umum maupun yang berkaitan dengan bursa efek. Semakin majunya teknologi memudahkan masyarakat atau investor dalam melakukan investasinya di pasar Masyarakat dapat membeli saham dimanapun dan kapanpun itu. Manfaat pasar modal bisa menjadi perantara antara perusahaan dengan investor. Menurut Sunariyah . Pasar modal adalah sarana berlangsungnya penawaran dan permintaan akan saham. Disini orang yang mempunyai surplus funds ( kelebihan dana ) akan berinvenstasi menggunakan surat berharga yang ditawarkan dari pihak emiten. Tetapi juga bisa sebaliknya, karna ditempat itu juga perusahaan bisa membuhkan dana untuk menerbitkan surat Dalam melakukan transaksi ini maka disini tidak dilakukannya pembatasan lokasi. 2 Pengertian Saham Saham merupakan tanda bukti kepemilikan barang atau aset-aset perusahaan (Tandelilin 2001:. Jika memiliki suatu saham perusahaan . maka mempunyai kewajiban atau wewenang terhadap pendapatan atas harta perusahaan. Konsep dasar dalam berinvestasi yaitu mengarahkan peranan dalam investasi untuk memperoleh laba. PENGARUH RASIO EARNING PER SHARE (EPS). PRICE EARNING RATIO (PER). DAN RETURN ON ASSETS (ROA) TERHADAP HARGA SAHAM PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK PERIODE 2013-2020 Saham merupakan surat bukti orang yang mempunyai saham atau pemegang saham biasa disebut istilah shareholder atau stockholder (Samsul 2006:. Saham biasa digunakan untuk barang bukti kepemilikan suatu perusahaan. Jika membeli saham pada perusahaan maka pemegang saham memiliki wewenang dalam melakukan RUPS. Pemegang saham bisa menentukan awal tujuan dari perusahaan dan memiliki hak suara dalam RUPS. Berdasarkan penjelasan teori, maka bisa disimpulkan saham yaitu suatu barang bukti atas kepemilikan perusahaan dan telah dimiliki seorang investor dipasar modal yang bertujuan menguasai sebagian atau lebih suatu usaha dan juga memperoleh kewenangan untuk mengarahkan tujuan awal perusahaan di masa depan serta untuk memperoleh deviden atas keuntungan perusahaan. 3 Harga Saham Harga saham merupakan sekumpulan dana para investor yang diberikan untuk mendapat bukti kepemilikan saham perusahaan (Anoraga 2008:. Perusahaan memberikan perhatian para investor untuk mendapatkan laba yang nantinya dapat dinikmati para pemegang saham. Harga saham itu sendiri merupakan harga pasar yang terbentuk karena adanya harga jual saham Jika permintaan lebih tinggi menjadikan harga semakin naik, namun jika penawaran saham rendah akan mengakibatkan harganya menurun. 4 Analisis Fundamental Analisis fundamental merupakan analisis yang mencangkup sistem keuangan perusahaan dan memiliki konsep menggunakan kinerja laporan keuangan. Jika kinerja keuangan baik maka besar kemungkinan perusahaan semakin meningkat dari segi perkembangannya. Hal ini bisa menjadi tujuan dari suatu harga saham dimasa selanjutnya maka perusahaan bisa menerpakan hubungan dari variabel dengan perkiraan harganya. Analisis tersebut biasa disebut dengan company analysis (Anoraga 2008:. Dalam analisis ini dijelaskan bahwa analisis yang memiliki kekuatan dan kelemahan dari suatu bidang ataupun perusahaan mengenai mengoprasionalkan ataupun prospek yang akan datang. Dalam melakukan transaksi saham yang terpenting bisa menganalisa faktor fundamentalnya sehingga bisa mendapatkan perkiraan harga saham yang sesuai. 5 Analisis Teknikal Analisis teknikal digunakan untuk melihat demand and suppy suatu saham, volume perdagangan, dan indeks harga saham baik individu maupun kelompok. Analisis ini bisa digunakan untuk memprediksikan pergerakan dari harga dalam waktu singkat dari saham, data yang dipakai dapat berupa grafik ataupun program komputer. GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 178 -200 6 Analisis Rasio Keuangan Pengelolaan keuangan perusahaan atau emiten sangat mempengaruhi terhadap pengelolaan pasar modal. Investor ini memiliki kepentingan untuk mengatur suatu perusahaan, pengelolaan dan pengembangan suatu perusahaan maka investor menginginkan dana untuk menghasilkan suatu laba. Maka dari itu investor membutuhkan informasi tentang pendanaan dari perusahaan tersebut sebagai pengambilan keputusan investasi. Informasi dari pengeloaan keuangan merupakan sumber terpenting bagi investor untuk mendapatkan laporan dari keungan perusahaan (Munawir. Para investor mempunyai kepentingan untuk mendapatkan laporan agar bisa melakukan kebijakan penanaman modalnya. Jika perusahaan memiliki prospek baik maka akan memperoleh laba atau rute of return yang Jika investor menginginkan prospek yang baik maka investor harus berfikir kritisdamal mengambil keputusan investasi. Rasio keuangan yaitu aspek yang penting dalam menganalisis data eksternal berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan. Perkembangan harga saham seringkali dipengaruhi peningkatan kinerja keuangan suatu perusahaan. Ketika kinerjanya terus meningkat, maka harganya juga akan terus meningkat naik (Horne V. James dan John M Wachowicz 2. 7 Earning Per Share ( EPS ) EPS merupakan rasio yang memperlihatkan besarnya laba yang didapatkan investor di setiap lembarnya (Darmaji 2006:. Laba yaitu alat ukur yang paling penting dalam mengukur keberhasilan suatu perusahaan, maka dari itu para investor sering mefokuskan perhatiannya terhadap rasio EPS ketika mengidentifikasi saham. Tingginya rasio EPS maka semakin tinggi deviden yang diberikan pada pemegang sahamnya. EPS dihitung menggunakan rumus sebagai berikut : EPS= Laba Bersih Jumlah Saham yang Beredar EPS dapat dihitung dengan rumus diatas. Maka semua calon investor lebih menggunakan EPS, karena merupakan langkah atau cara mencapai keberhasilan dalam perusahaan. Jumlah EPS tidak hanya diberikan kepada pemegang saham akan tetapi semua tergantung dengan kebijakan perusahaan mengenai pembayaran deviden. Meningkatnya EPS menunjukan perusahaan memiliki keberhasilan dalam meningkatkan strategi investornya, sehingga bisa memberikan dorongan untuk para investor agar menambahkan dana yang di investasikan kepada perusahaan. Tingginya rasio EPS akan PENGARUH RASIO EARNING PER SHARE (EPS). PRICE EARNING RATIO (PER). DAN RETURN ON ASSETS (ROA) TERHADAP HARGA SAHAM PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK PERIODE 2013-2020 bertambah tinggi laba per lembar saham dan akan bertambahnya permintaan akan saham tersebut, sehingga akan lebih menguntungkan perusahaan. (Darmaji 2006:. 8 Price Earning Ratio ( PER ) PER merupakan cara yang banyak digunakan dikalangan masyarakat dalam menganalisis Dalam pengertiannya PER ini merupakan perbandingan harga saham dengan laba bersih per saham (Manurung. Haymans, and Manurung 2. Harga saham yaitu harga penjualan di pasar modal sedangkan laba bersih berasal dari keuntungan bersih perusahaan. PER bertujuan untuk mempertimbangan dalam membeli saham. Tujuan rasio PER bagi investor yaitu membandingkan harga saham dengan keuntungan bersih perusahaan lain yang diukur melalui nilai potensial dari saham perusahaan lainnya (Tandelilin 2001:. Dalam hitungan PER menggunakan hitungan satuan kali. Berikut rumus rasio PER: PER= Harga Saham EPS PER digunakan untuk menjelaskan tentang perbandingan antara harga saham yang didapat dari pasar modal dengan keuntungan perusahaan. Rasio PER yang tinggi akan meningkatkan angka intrinsiknya . begitupun sebaliknya, rasio PER yang relatif rendah akan diikuti harga saham yang lebih rendah daripada nilai intrinsiknya (Jogiyanto 2003:. 9 Return On Assets ( ROA ) ROA merupakan rasio tentang pengukuran kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih dengan menggunakan asetnya. ROA juga bisa disebut dengan ROI atau Return On Investment (Horne V. James dan John M Wachowicz 2. ROA yaitu cara mengukur profitabilitas keseluruhan suatu perusahaan atau mengukur kinerja perusahan. ROA yang semakin tinggi menunjukan struktur yang baik dalam memanajemen aset. Sedangkan rendahnya nilai ROA dapat dipengaruhi dari rendahnya Basic Earning Power (BEP) perusahaan dan meningkatnya bunga dikarenakan laba yang menurun. Pengembalian aset sangat bermanfaat untuk mengevaluasi manajemen suatu perusahaan, analisa profitabilitas, dan perkiraan keuntungan, serta melakukan perencanaan atau Rasio ROA dapat dihitung menggunakan rumus: ROA= Laba Bersih y100% Total Aset GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 178 -200 ROA merupakan rasio yang membandingkan antara laba bersih dengan total aset yang dimiliki Dalam buktinya maka semakin meningkat laba dan total aset perusahaan menggambarkan semakin efektif dalam meningkatkan kepercayaan mitra usaha dan juga bisa mempengaruhi permintaan saham dipasar modal (Abid Djazuli 2. 10 Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Harga Saham Laporan keuangan bertujuan sangat luas dan bermanfaat untuk kebutuhan pemakai dan melayani kepentingan umum yang berpotensial. Dari laporan keuangan bisa dianalisa dengan memperoleh rasio keuangan yang berguna untuk menunjukan posisi keuangan perusahaan yang baik atau buruk dalam suatu periode (Horne V. James dan John M Wachowicz 2005:. Analisa laporan keuangan yang berfokus pada identifikasi kinerja perusahaan dapat dilakukan melalui analisis faktor yang berpengaruh pada kinerja tersebut dengan melihat harga saham di masa depan. Dengan menganalisa rasio keuangan dapat mengambil keputusan yang sesuai dengan kebutuhan rasio yang diperlukan. METODE PENELITIAN 1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif yaitu mementingkan variabel untuk objek penelitian, variabel itu bentuknya merupakan operasionalisasi dari masing-masing Dalam metode ini memakai data berupa angka dan statistik. Jenis penelitian ini memerlukan beberapa hipotesis untuk kemudian masuk ke tahapan berikutnya. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan periode 2013-2020 pada PT Waskita Karya (Perser. Tbk. 2 Populasi Populasi merupakan objek ataupun subjek yang memiliki kuantitas serta ciri khusus yang diambil oleh peneliti lalu menyimpulkannya (Sugiyono 2000:. Yang termasuk populasi penelitian ini yaitu seluruh laporan keuangan perusahaan PT Waskita (Perser. Tbk yang diterbitkan pada website resmi perusahaan yang dapat diakses di investor. 3 Sampel Sampel merupakan sebagian yang ada dalam populasi (Sugiyono 2018:. Adapun sampel yang digunakan adalah data sekunder laporan keuangan PT Waskita Karya (Perser. Tbk meliputi seluruh data sesuai kerangka konsep penelitian, yaitu data laporan keuangan PT Waskita Tbk periode 2013-2020. PENGARUH RASIO EARNING PER SHARE (EPS). PRICE EARNING RATIO (PER). DAN RETURN ON ASSETS (ROA) TERHADAP HARGA SAHAM PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK PERIODE 2013-2020 4 Teknik Pengambilan Sampel Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling yaitu menentukan sampel dengan suatu pertimbangan tertentu (Sugiyono 2016:. Adapun sebab memakai teknik ini dikarenakan sama dengan tujuan penelitian kuantitatif yang tidak ada tindakan generalisasi. 5 Penentuan Jumlah Sampel Kriteria dalam pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu : Perusahaan konstruksi BUMN yaitu PT Waskita Karya (Perser. Tbk yang terdaftar di BEI. Laporan triwulan PT Waskita Karya (Perser. Tbk pada periode 2013-2020. 6 Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data Sekunder merupakan data yang dikumpulkan oleh pihak lain yang bukan dari peneliti itu sendiri untuk tujuan lain, yang artinya data yang diperoleh tersebut dari pihak kedua (Sugiyono 2014:. Penggunaan data sekunder karena sumber data yang digunakan adalah lapororan keuangan perusahaan. Data sekunder yang digunakan adalah laporan keuangan PT Waskita Karya (Perser. Tbk yang sudah diterbitkan pada situs resmi perusahaan yaitu pada alamat investor. 7 Teknik Pengambilan Data 1 Dokumentasi Pada penelitian ini dokumentasi yang digunakan berupa data yang mendukung berjalannya Adapun data yang diperoleh merupakan data sekunder yang berhubungan dengan masalah dalam penelitian. Data ataupun teori yang diperoleh bersumber dari internet dan situs resmi perusahaan. Data yang dicari adalah laporan keuangan triwulan pada PT Waskita Karya (Perser. Tbk. Sumber laporan keuangan triwulan tersebut didapat melalui website resmi perusahaan yang dapat diakses pada investor. 2 Studi Pustaka Penggunaan studi pustaka ditujukan untuk menunjang kelengkapan data yang diambil dari sumber lain yang relevan. Data pembuktikan dugaan-dugaan yang sudah dibuat diperoleh dari buku, jurnal, skripsi, catatan kuliah, literatur dan tulisan lainnya yang ada hubungannya dengan penelitian yang dilakukan. Selain menggunakan sumber tersebut peneliti juga membaca dan mengambil beberapa teori yang berkaitan dengan penelitian dari internet. 8 Teknik Analisis Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Analisis ini bertujuan mengetahui seberapa besar pengaruh interaksi dari beberapa variabel bebas terhadap variabel terikat dan juga dapat menaksirkan nilai dari variabel terikat jika seluruh variabel bebas sudah diketahui nilainya. GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 178 -200 Sebelum melakukan pengujian tersebut, ada uji prasyarat yang harus dipenuhi yaitu uji asumsi klasik untuk menerima output paling baik (Ghozali 2011:. 1 Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik adalah salah satu uji prasyarat jika menggunakan regresi linier berganda. Uji ini dilakukan agar model dapat valid digunakan sebagai penduga. Terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. 1 Uji Normalitas Tujuan dari pengujian ini adalah untuk menguji sampel yang digunakan memiliki distribusi normal atau tidak. Adapun model regresi yang baik yaitu yang berdistribusi normal ataupun mendekati normal, supaya layak digunakan untuk pengujian statistik. Dalam uji normalitas memakai Test of Normality Kolmogorov-Smirnov dengan program SPSS. Menurut Santoso . dalam mengambil keputusan uji normalitas dapat dilakukan berdasarkan probabilitas (Asymtotic Significanc. , dengan ketentuan yaitu bila probabilitas > 0,05 maka distribusi dari model regresi adalah normal. Begitu pula sebaliknya bila probabilitas < 0,05 maka distribusi dari model regresi adalah tidak normal. 2 Uji Multikolinearitas Menurut Ghozali . pengujian multikolinearitas memiliki tujuan melihat hubungan antara variabel independen dengan variabel independen lainnya. Model regresi yang baik yaitu model regresi yang tidak ada korelasi antara variabel independen. Cara mendeteksi multikolinearitas dalam model regresi yaitu dengan melihat nilai tolerance dan nilai variance inflation factor (VIF) dengan kriteria, jika hasil uji menunjukkan nilai tolerance < 0,01 dan nilai VIF > 10, maka terdapat multikolinearitas, begitupun sebaliknya jika hasil pengujian menunjukkan nilai tolerance > 0,01 dan nilai VIF < 10, maka tidak terdapat multikolinearitas dalam sebuah model regresi. 3 Uji Heteroskedastisitas Menurut Ghozali . pengujian heteroskedastisitas mempunyai tujuan yaitu menguji ketidaksamaan nilai variance dari residual satu pengamatan dengan pengamatan yang lainnya. Apabila nilai variance dari residual satu pengamatan dengan pengamatan yang lainnya tetap, maka disebut homoskedas- tisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Regresi yang baik yaitu tidak terjadi adanya heteroskedastisitas. Pengujian heteroskedastisitas dapat menggunakan beberapa metode salah satunya yaitu uji glejser. Pengujian dilakukan dengan meregresikan variabel bebas dengan nilai absolut residualnya. Adapun keputusan dari hasil uji heterokedastisitas menggunakan uji glejser yaitu jika nilai signifikansi menunjukkan angka >0,05, maka tidak terjadi masalah heterokedas-tisitas begitu pula sebaliknya. PENGARUH RASIO EARNING PER SHARE (EPS). PRICE EARNING RATIO (PER). DAN RETURN ON ASSETS (ROA) TERHADAP HARGA SAHAM PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK PERIODE 2013-2020 4 Uji Autokorelasi Menurut Ghozali . pengujian autokorelasi mempunyai tujuan yaitu menguji hubungan kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t1 . Masalah terjadi jika data dalam penelitian berurutan sepanjang waktu dan saling berkaitan satu sama lain, sedangkan model regresi yang baik yaitu model regresi yang tidak terdapat masalah autokorelasinya. Dalam uji autokorelasi menggunakan uji durbinwatson dengan membandingkan nilai durbin-watson hitung . dan nilai durbin-watson tabel, yaitu batas atas . U) dan batas bawah . L). Kriteria dalam uji autokorelasi yaitu apabila dU < d < 4-dU, maka tidak ada autokorelasi baik positif maupun negatif. 2 Analisis Regresi Linier Berganda Teknik yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah analisis regresi berganda, yang merupakan studi tentang ketergantungan variabel dependen dengan satu ataupun lebih variabel independen yang bertujuan mengestimasi serta memprediksi rata-rata variabel dependen berdasarkan pada nilai variabel yang diketahui (Sugiyono 2017:. Persamaan regresinya yaitu: Y = a b1X1 b2X2 . Dalam penelitian ini menggunakan 3 variabel independen yaitu EPS(X. PER(X. , dan ROA(X. untuk mengestimasi serta memprediksi nilai variabel dependen yaitu harga saham, sehingga persamaan regresinya yaitu: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 OO Keterangan: = Harga Saham = Konstanta b1,b2,b3 = Koefisien Regresi = EPS = PER = ROA = Random Error 3 Uji t atau Uji Parsial Uji t digunakan untuk mengetahui variabel bebas secara tunggal memiliki pengaruh terhadap variabel terikat yaitu harga saham. Uji t dilakukan dengan software SPSS dengan dasar pengambilan keputusan dilakukan dengan menggunakan probability value (Ghozali 2009:. , yaitu apabila probability value < 0,05 maka Ha1. Ha2. Ha3 diterima sehingga ada pengaruh GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 178 -200 signifikan antara EPS. PER, dan ROA terhadap harga saham. Begitu pula sebaliknya apabila probability value > 0,05 maka H0 diterima sehingga mendapatkan hasil bahwa tidak ada pengaruh signifikan antara rasio EPS. PER, dan ROA terhadap harga saham. 4 Uji f atau Uji Simultan Uji f digunakan untuk mengetahui pengaruh seluruh variabel bebasnya (EPS. PER, dan ROA) untuk menafsirkan variabel terikatnya . arga saha. pada persamaan regresi yang memakai hipotesis statistik. Uji f menggunakan aplikasi SPSS. Pembuktian hasil pengujian menggunakan cara perbandingan anggka probabilitas. Apabila angka probabilitas > 0,05 maka H0 diterima, artinya tidak ada pengaruh antara EPS. PER dan ROA terhadap harga saham. Begitupun sebaliknya apabila probabilitas < 0,05 maka Ha1. Ha2, dan Ha3 diterima, artinya ada pengaruh antara EPS. PER dan ROA terhadap harga saham perusahaan (Ghozali 2009:. 5 Koefisien Determinasi (R. R2 difungsikan sebagai pengukuran kemampuan model regresi menerje-mahkan variasi pada variabel dependen. Rentang nilai R2 yaitu diantara angka 0-1. Nilai yang mendekati angka 1 di suatu persamaan regresi, menandakan variabel independen nyaris memberi semua informasi tentang variabel dependen disebut juga indikator yang menunjukkan semakin kuatnya kemampuan menjelaskan perubahan variabel bebas terhadap variasi variabel terikatnya. Adapun apabila besarnya koefisien R2 mendekati angka 0 dalam persamaan regresi, menjlaskan semakin lemah atau terbatas kemampuannya dalam menerangkan perubahan variabel independen terhadap variasi veriabel dependen. Besarnya pengaruh dari variabel independen secara parsial dapat dilihat dari besarnya determinasi parsial (R. (Algifari 2000:. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian 1 Uji Normalitas Pengujian ini bermaksud mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah model penelitian yang telah terpenuhi uji normalitasnya. Untuk memperkuat hasil pengujian, dilakukan uji Kolmogorov-Smirnov dan hasilnya dapat dilihat pada tabel hasil uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov. PENGARUH RASIO EARNING PER SHARE (EPS). PRICE EARNING RATIO (PER). DAN RETURN ON ASSETS (ROA) TERHADAP HARGA SAHAM PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK PERIODE 2013-2020 Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. 652,33892631 Deviation Most Extreme Absolute ,081 Differences Positive ,081 Negative -,080 Test Statistic ,081 ,200c,d Asymp. Sig. -taile. Sumber : Data diolah peneliti . Dari tabel tabel 1 hasil uji normalitas menunjukkan hasil uji normalitas dengan KolmogorovSmirnov diketahui angka signifikansinya sebesar 0,200. Maka dapat di artikan nilai tersebut signifikan karena lebih besar dari nilai signifikansi sebesar 0,05 atau 0,200>0,05 yang menunjukkan bahwa nilai residualnya telah terdistribusi normal. 2 Uji Multikolinieritas Uji Multikolinieritas bermaksud mengetahui model regresi apakah ada atau tidaknya hubungan antar variabel independen. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi hubungan antara variabel independen. Multikolinearitas dapat juga dilihat dari nilai tolerance dan VIF. Tolerance merupakan besarnya variasi dari satu variabel independen yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Sedangkan VIF menjelaskan derajat suatu variabel independen yang dijelaskan oleh variabel independen lain. Nilai umum digunakan untuk menunjukkan adanya multikolinearitas adalah nilai tolerance<0,01 atau sama dengan nilai VIF>10 (Ghozali. Dari pengujian diketahui hasil dari olah data pada tabel hasil uji multikolinieritas. Tabel 2. Hasil Uji Multikolinieritas Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Statistics Coefficients Std. Model Error Beta (Constan. ,796 ,346 2,299 ,029 EPS ,908 ,046 2,896 19,744 ,000 GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 Sig. Tolerance VIF ,109 9,133 GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 178 -200 PER ,868 ,055 2,432 15,865 ,000 ,100 9,982 ROA -,117 ,049 -,231 -2,397 ,023 ,253 3,952 Sumber : Data diolah peneliti . Dari tabel 2 hasil uji multiko- linieritas menunjukkan bahwa nilai tolerance dari masing-masing variabel lebih dari 0,01 dan nilai VIF kurang dari 10 yang berarti tidak terjadi korelasi antara variabel bebas. 3 Uji Heterokedastisitas Uji Heterokedastisitas bermaksud menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaa variance dari residual pada suatu pengamatan ke pengamatan lainnya. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya tetap, maka disebut homoskedastisitas, dan jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya berbeda disebut Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan beberapa metode salah satunya yaitu menggunakan metode uji glejser. Uji Glejser dilakukan dengan meregresikan variabel bebas dengan nilai absolut residualnya. Adapun hasil uji heterokedastisitas menggunakan uji glejser dapat dilihat pada tabel hasil uji heterokedastisitas. Tabel 3. Hasil Uji Heterokedastisitas Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model (Constan. 610,940 EPS Std. Error Beta Sig. 126,430 4,832 ,000 -1,148 ,926 -,300 -1,239 ,226 PER -,070 ,195 -,075 -,358 ,723 ROA 26,776 64,416 ,104 ,416 ,681 Sumber : Data diolah peneliti . Dari tabel 3 hasil uji heteroskedas- tisitas dapat diketahui bahwa nilai Sig. dari variabel EPS. PER, dan ROA diatas 0,05 yang berarti data dalam penelitian ini dinyatakan tidak terjadi gejala 4 Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bermaksud menguji apakah ada hubungan antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 . (Imam Ghozali, 2. Dikatakan autokorelasi apabila terjadi korelasi antara variabel bebasnya. Terjadinya autokorelasi karena observasi berurutan sepanjang waktu dan saling berkaitan. Problem ini bisa terjadi disebabkan residual . esalahan penggangg. tidak bebas dari satu observasi ke observasi lain. Model PENGARUH RASIO EARNING PER SHARE (EPS). PRICE EARNING RATIO (PER). DAN RETURN ON ASSETS (ROA) TERHADAP HARGA SAHAM PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK PERIODE 2013-2020 regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Pengujian adanya autokorelasi dalam suatu data yang dianalisis dapat menggunakan Durbin-Watson Test. Hasil pengujian autokorelasi dapat dilihat pada tabel hasil uji autokorelasi dengan durbin-watson. Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi dengan Durbin-Watson Model ,966a Adjusted R Std. Error of the Square Estimate R Square ,934 ,927 Durbin-Watson ,14981 1,781 Sumber : Data diolah peneliti . Dari tabel 4 hasil uji autokorelasi dengan durbin-watson menunjukkan hasil uji autokorelasi dengan durbin-watson, diketahui angka Durbin-Watson adalah 1,731. Syarat untuk pengujian ini adalah dU < d < 4-dU. Nilai dU untuk jumlah sampel 32 dengan 3 variabel bebas adalah 1,6505, jadi hasil perhitungannya adalah 1,6505 < 1,781 < 2,219. Maka dapat ditarik kesimpulan yaitu tidak ada gejala atau problem autokorelasi. 5 Uji Regresi Linier Berganda Analisis ini dalam penelitian ditujukan untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen yaitu EPS(X. PER(X. dan ROA(X. terhadap variabel dependen yaitu harga saham. Dalam perhitungannya menggunakan bantuan program SPSS versi 25. Adapun hasilnya dapat dilihat pada tabel hasil analisis regresi linier berganda. Tabel 5. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Koefisien Var. Regresi Sig. Ket. EPS (X. 0,908 19,744 0,000 Ha1: diterima PER (X. 0,868 15,865 0,000 Ha2: diterima ROA (X. -0,117 -2,397 0,023 Ha3: diterima Konstanta . 0,792 Nilai Korelasi (R) 0,986 Nilai Koefisie (R. 0,973 Fhitung 132,21 F (Sig. 0,000 Variabel Dependent (Y) Sumber : Data diolah peneliti . GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 Ha4:diterima Harga Saham GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 178 -200 Dari tabel 5 hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan hasil analisis regresi linier berganda didapatkan persamaan regresi untuk melihat pengaruh variable yang ada pada penelitian ini, yaitu: Y = 0,792 0,908 X1 0,868 X2 - 0,117 X3 Pada persamaan diatas dipengaruhi oleh nilai koefisien b1 dan b2 memiliki angka koefisien positif, artinya setiap kenaikan X satu satuan maka akan diikuti kenaikan Y sebesar nilai koefisien dengan asumsi variabel lain di anggap konstan. Begitupun nilai koefisien b3 yang angka koefisiennya negatif kebalikan dari angka koefisien positif. Dari keterangan diatas didapatkan hasil persamaan regresi yaitu: Koefisien EPS (X. sebesar 0,908 yang artinya jika EPS naik sebesar Rp 1 dengan variabel lain dianggap konstan, maka harga saham akan naik sebesar Rp 0,908 per saham. Koefisien PER (X. sebesar 0,868 yang bermakna jika PER ada kenaikan 1 kali dengan variabel lainnya dianggap konstan, maka harga saham akan naik sebesar Rp 0,868. Koefisien ROA (X. sebesar -0,117 yang bermakna jika ROA ada penurunan 1% dengan variabel lain dianggap konstan, maka harga saham akan turun sebesar Rp. -0,117. 6 Pengujian Hipotesis Uji hipotesis adalah pembuktian untuk mencari sebuah kebenaran. Adapun tujuan pengujian hipotesis adalah dapat mengetahui hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh EPS. PER dan ROA terhadap harga saham. Dalam penelitian ini analisis yang digunakan adalah uji parsial . dan uji simultan . 7 Uji Parsial (Uji . Uji parsial bermaksud mengetahui apakah variabel bebas yaitu EPS. PER, dan ROA secara tunggal atau individu dapat mempengaruhi variabel terikatnya yaitu harga saham. Uji t dilakukan dengan dasar pengambilain keputusannya, yaitu jika angka probabilitas < 0,05 menandakan ada pengaruh antar variabel bebas dan terikat begitupun sebaliknya. Hasil pengujian secara parsial dapat dilihat pada tabel Hasil Uji Parsial . Dari tabel 5 hasil uji parsial . menunjukkan bahwa uji parsial . mendapatkan hasil pengujian yang dapat dijabarkan sebagai berikut: 1 Pengaruh Variabel EPS terhadap harga saham di PT Waskita Karya (Perser. Tbk Dari hasil yang diperoleh dari perhitungan diketahui bahwa variable EPS (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 < taraf signifikansi 5% atau 0,05, jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa Ha1 dapat diterima, hal ini berarti variabel EPS (X. secara signifikan berpengaruh dan positif PENGARUH RASIO EARNING PER SHARE (EPS). PRICE EARNING RATIO (PER). DAN RETURN ON ASSETS (ROA) TERHADAP HARGA SAHAM PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK PERIODE 2013-2020 terhadap harga saham (Y) di PT Waskita Karya (Perser. Tbk. Artinya para pelaku investasi perlu memperhatikan rasio EPS ketika melakukan analisa ataupun pembelian sebuah saham, sehingga perusahaan harus meningkatkan serta memperhatikan rasio EPS agar dapat melebihi industri lain karena dapat menaikkan harga saham di pasar modal. 2 Pengaruh Variabel PER terhadap harga saham di PT Waskita Karya (Perser. Tbk Dari hasil yang diperoleh dari perhitungan dapat diketahui bahwa variabel PER (X. mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,000 < taraf signifikansi 5% atau 0,05, jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa Ha2 dapat diterima, hal ini berarti variabel PER (X. secara signifikan berpengaruh terhadap harga saham (Y) di PT Waskita Karya (Perser. Tbk, yang dapat dimaknai bahwa para pelaku investasi akan lebih menghargai perusahaan yang memiliki nilai rasio PER tinggi dikarenakan memberikan keuntungan lebih bagi para pemegang saham, sehingga pihak perusahaan harus memperhatikan rasio PER agar lebih menarik investor. 3 Pengaruh Variabel ROA terhadap harga saham di PT Waskita Karya (Perser. Tbk Dari hasil yang diperoleh dapat diketahui niai signifikansi variabel ROA sebesar 0,023 < dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa Ha3 dapat diterima, hal ini berarti variabel ROA (X. secara signifikan berpengaruh terhadap harga saham (Y) di PT Waskita Karya (Perser. Tbk. Maka perusahaan harus lebih memperhatikan nilai ROA agar lebih banyak investor yang tertarik melakukan investasi sehingga meningkatkan pertumbuhan 8 Uji Simultan (Uji . Pengujian ini ditujukan guna mengetahui pengaruh dari semua variabel independen yaitu EPS. PER dan ROA terhadap variabel dependen yaitu harga saham. Dalam hal ini menggunakan tingkat kepercayaan 95% atau signifikansi 5%, untuk pengambilan keputusan didasarkan atas nilai probabilitas < 0,05. Yaitu jika nilai probabilitas <0,05 maka ada pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat begitupula sebaliknya. Hasil uji f bisa dilihat pada tabel Hasil Uji Simultan (Uji . Berdasarkan tabel 5 hasil uji simultan . menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000. Karena angka signifikansi dari probabilitasnya jauh lebih kecil dibanding nilai signifikansi 0,05 maka Ha4 diterima, sehingga model regresi bisa digunakan dalam memprediksi harga saham atau bisa dikatakan variabel bebas yang meliputi EPS. PER dan ROA GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 178 -200 secara serentak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu harga saham di PT Waskita Karya (Perser. Tbk. 9 Koefisien Determinasi (R. R2 ditujukan untuk mengukur sejauh mana model regresi dalam menerangkan variasi dalam variabel dependen yaitu harga saham yang telah dijelaskan melalui variabel bebas yaitu EPS. PER, dan ROA. Dari perhitungan regresi dengan program SPSS diperoleh hasil yaitu pada tabel Hasil Uji Koefisien Determinasi R2. Pada Tabel 5 hasil uji koefisien determinasi R2 menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi dengan R Square (R. sebesar 0,934 yang berarti 93,4% harga saham dari penelitian ini dijelaskan oleh variabel EPS. PER dan ROA, lalu sisanya yang sebesar 6,6% dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak masuk dalam penelitian. Dapat bermakna bahwa perubahan dari harga saham bisa dilihat dari faktor fundamental perusahaan yang dapat dicerminkan didalam rasio-rasio keuangan di PT Waskita Karya Tbk. 2 Pembahasan Dari hasil pengujian pengaruh antara rasio EPS. PER, dan ROA terhadap harga saham, terdapat beberapa hal yang dapat dijelaskan dalam penelitian ini diantaranya yaitu sebagai berikut : 1 Pengaruh EPS Terhadap Harga Saham di PT Waskita Karya (Perser. Tbk Dari hasil penelitian, diperoleh hasil nilai signifikansi 0,000 yang dapat diartikan bahwa Ha1 dapat diterima, artinya secara signifikan variabel EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham PT Waskita Karya Tbk. Hal ini memberi gambaran bahwa semakin besar nilai dari rasio EPS suatu perusahaan maka akan menaikkan harga saham perusahaan tersebut. Dapat di artikan bahwa para pelaku investasi akan memperhitungkan nilai dari rasio EPS untuk digunakan sebagai indikator sebelum melakukan investasi pada suatu perusahaan. Bagi perusahaan harus lebih memperhatikan rasio EPS karena rasio ini sangat penting untuk menarik investor menanaman modalnya ke dalam perusahaan sehingga pertumbuhan perusahaan tetap terjaga. Tingginya rasio EPS menandakan semakin besarnya laba yang diperoleh dan ada kemungkinan meningkatnya jumlah deviden yang akan diterima para investor. Selain itu juga menandakan bahwa kinerja keuangan perusahaan sedang dalam kondisi yang baik, ditunjukkan dengan kemampuannya menghasilkan laba bersih dari per lembar sahamnya dan meningkatnya harga saham karena bertambahnya permintaan akan saham tersebut (Simamora, 2000:. Hal ini jugat sesuai dengan pendapat Cristine dan Priski . Muhammad Fala dan Hiras . yang melakukan penelitian tentang pengaruh dari rasio EPS terhadap harga saham yang PENGARUH RASIO EARNING PER SHARE (EPS). PRICE EARNING RATIO (PER). DAN RETURN ON ASSETS (ROA) TERHADAP HARGA SAHAM PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK PERIODE 2013-2020 diperoleh hasil bahwa rasio EPS secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap harga 2 Pengaruh PER Terhadap Harga Saham di PT Waskita Karya (Perser. Tbk Dari hasil penelitian, diperoleh hasil nilai signifikansi 0,000 yang dapat diartikan bahwa Ha2 diterima dan secara signifikan variabel PER berpengaruh signifikan terhadap harga saham PT Waskita Karya Tbk. Jadi semakin besar nilai PER suatu perusahaan maka dapat menaikkan harga dari saham tersebut. Bagi para pelaku investasi, rasio PER digunakan dalam mengbandingkan harga saham biasa dengan laba yang dihasilkan perusahaan. Jadi rasio PER seharusnya lebih diperhatikan oleh perusahaan karena dapat mempengaruhi jumlah investor yang semakin banyak sehingga meningkatkan pertumbuhan perusahaan. Sesuai dengan teori tentang semakin tinggi rasio PER maka memperlihatkan semakin baiknya kemampuan perusahaan. Sehingga nilai PER yang tinggi dapat mengindikasikan harga saham akan tinggi dan sebaliknya (Jogiyanto, 2003:. Di dukung dengan pendapat Rahmadewi dan Nyoman . yang melakukan penelitian tentang hubungan PER dengan harga saham, dan mendapat hasil bahwa rasio PER berpengaruh signifikan terhadap harga saham. 3 Pengaruh ROA Terhadap Harga Saham di PT Waskita Karya (Perser. Tbk Dari hasil penelitian, diperoleh angka signifikansi 0,023 yang menandakan bahwa Ha3 diterima. Hal ini menandakan secara signifikan variabel ROA dapat mempengaruhi harga saham PT Waskita Karya Tbk. Laba yang tinggi dibandingkan atas aset perusahaan dapat menarik minat investor untuk menanamkan modalnya terhadap perusahaan. Dari pengujian yang dilakukan mendapatkan hasil rasio ROA berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sesuai teori yang menyatakan bahwa dengan tingginya rasio ROA suatu perusahaan menandakan kinerja yang baik dari perusahaan itu dan akan menarik minat para pelaku investasi dalam membeli saham, sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi harga saham (Tandelilin 2001:. Perusahaan harus meningkatkan rasio ROA karena investor akan tertarik jika nilai rasio ini tinggi dan akan menanamkan dananya kepada perusahaan, sehingga pertumbuhan perusahaan dapat terus terjaga dan investor semakin puas dengan hasil Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hasil penelitian Subiyantoro . bahwa Return On Assets (ROA) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Selain itu juga tidak sesuai dengan penelitian Dwipratama . bahwa rasio ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 178 -200 4 Pengaruh EPS. PER dan ROA Terhadap Harga Saham di PT Waskita Karya (Perser. Tbk Dari hasil penelitian, mendapatkan angka signifikansi 0,000 yang bisa diartikan bahwa Ha4 Hal ini menandakan variable EPS. PER dan ROA secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham PT Waskita Karya Tbk. Rasio keuangan bagi investor sangat penting untuk analisa eksternal dimana menilai perusahaan berdasarkan pada laporan keuangan, sebelum melakukan pembelian saham. Maka perusahaan perlu menjaga nilai dari ketiga rasio ini agar sebagai pertimbangan investor dalam melakukan investasi di perusahaan tersebut. Bagi para pelaku investasi, rasio keuangan dapat dijadikan pedoman untuk pengambilan keputusan akan pembelian suatu saham. Sesuai dengan teori (Horne V. James dan John M Wachowicz 2005:. yaitu dengan adanya rasio keuangan, para pelaku investasi bisa memperoleh informasi tentang naik turunnya harga saham serta keberlanjutan perusahaan tersebut di masa depan. KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tentang pengaruh antara rasio Earning Per Share atau EPS. Price Earning Ratio atau PER, dan Return On Assets atau ROA terhadap harga saham pada PT Waskita Karya Tbk periode 2013-2020. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: Secara parsial Ha1 dapat diterima, yang artinya variabel EPS. PER, dan ROA berpengaruh terhadap harga saham di PT Waskita Karya (Perser. Tbk periode 2013-2020. Secara parsial Ha2 dapat diterima, yang artinya variabel EPS. PER, dan ROA berpengaruh terhadap harga saham di PT Waskita Karya (Perser. Tbk periode 2013-2020. Secara parsial Ha3 dapat diterima, yang artinya variabel EPS. PER, dan ROA berpengaruh terhadap harga saham di PT Waskita Karya (Perser. Tbk periode 2013-2020. Secara simultan Ha4 dapat diterima, artinya terdapat pengaruh antara Rasio EPS. PER, dan ROA terhadap harga saham di PT Waskita Karya (Perser. Tbk periode 2013-2020. 2 Saran Adapun manfaat penelitian bagi para investor dan perusahaan PT Waskita Karya (Perser. , diantaranya yaitu: Bagi para calon investor ingin melakukan investasi untuk lebih memperhatikan rasio EPS. PER, dan ROA. Karena semakin tinggi ketiga rasio tersebut akan menggambarkan PENGARUH RASIO EARNING PER SHARE (EPS). PRICE EARNING RATIO (PER). DAN RETURN ON ASSETS (ROA) TERHADAP HARGA SAHAM PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK PERIODE 2013-2020 keberhasilan sebuah perusahaan dalam menaikkan labanya dan dapat meningkatkan harga saham perusahaan. Bagi seluruh perusahaan yang sudah menerbitkan sahamnya di pasar modal untuk lebih melihat serta meningkatkan pada aspek rasio EPS. PER, dan ROA. Hal ini karena ketiga rasio tersebut dapat menjadi pedoman bagi investor yang akan berinvestasi. Rasio ROA sebaiknya lebih dipertimbangkan lagi dalam melakukan investasi, karena mendapatkan hasil yang negatif terhadap harga saham. Jika ada ketertarikan dalam melakukan penelitian dengan tema sejenis, diharapkan menambahkan beberapa objek penelitian dan jumlah perusahaannya misalkan menggunakan perusahaan dari segi sektor perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lalu juga dapat menambahkan variabel rasio keuangan lainnya dalam penelitian misalkan Quick Ratio (QR) atau Current Ratio (CR). Return On Equity (ROE). Total Assets Turn Over (TATO). Debt to Equity Ratio (DER) atau Debt to Assets Ratio (DAR). Return On Invesment (ROI), dan rasio keuangan lain yang mungkin dapat digunakan untuk menganalisa objek penelitian untuk mendapatkan hasil penelitian yang DAFTAR PUSTAKA