Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 30-39 JAKA Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 30-39 http://publikasi. id/index. php/jaka PENGARUH LUAS LAHAN. BIAYA PRODUKSI. DAN HARGA PASAR TERHADAP PENDAPATAN PETANI BAWANG MERAH DI JAWA TENGAH Amrina Rosada Hardyaningtyas 1* dan Retno Indah Hernawati2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dian Nuswantoro Jl. Nakula I No. 5-11 Semarang. Indonesia *Corresponding Author: retno. hernawati@dsn. 1,2Progdi Akuntansi. Diterima: Mei 2023. Direvisi: Mei 2023. Dipublikasikan: Mei 2023 ABSTRACT This study aims to determine the effect of land area, production costs, and market prices on the income of red onion farmers in Central Java. This type of research is quantitative research. The data source used is primary data obtained by distributing questionnaires to farmers and secondary data from the website of the Ministry of Trade of the Republic of Indonesia. Central Java. The population in this study were red onion farmers spread across 7 regencies in Central Java with the largest harvest area including Brebes. Demak. Pati. Kendal. Temanggung. Boyolali, and Tegal Regencies. Based on the stratified random sampling and convenience sampling method, the number of respondents used was 216 shallot farmers. The data analysis technique used in this study is the multiple linear regression analysis methods with the SPSS 25 data analysis tool. The results of this study indicate that production costs and market prices affect the income of shallot farmers in Central Java while the land area does not affect the income of shallot farmers. red in Central Java. Keywords: Land Area. Production Cost. Market Price. Shallot Farmer's Income ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh luas lahan, biaya produksi, dan harga pasar terhadap pendapatan petani bawang merah di Jawa Tengah. Jenis penelitian ini yakni penelitian kuantitatif. Sumber data yang dipergunakan merupakan data primer yang didapat dengan menyebarkan kuesioner kepada petani dan data sekunder dari website Kementerian Perdagangan RI Jateng. Populasi dalam penelitian ini ialah petani bawang merah yang tersebar di 7 Kabupaten di Jawa Tengah dengan luas lahan panen terluas meliputi Kabupaten Brebes. Demak. Pati. Kendal. Temanggung. Boyolali, dan Tegal. Berdasarkan metode pengambilan sampel stratified random sampling dan convience sampling, jumlah responden yang digunakan sebanyak 216 petani bawang merah. Teknik analisis data yang dipergunakan pada penelitian ini ialah metode analisis regresi linear berganda dengan alat analisis data SPSS 25. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa biaya produksi dan harga pasar berpengaruh terhadap pendapatan petani bawang merah di Jawa Tengah sedangkan luas lahan tidak berpengaruh terhadap pendapatan petani bawang merah di Jawa Tengah. Kata Kunci: Luas Lahan. Biaya Produksi. Harga Pasar. Pendapatan Petani Bawang Merah Amrina Rosada Hardyaningtyas dan Retno Indah Hernawati: PENGARUH LUAS LAHAN. BIAYA PRODUKSI. DAN HARGA PASAR TERHADAP PENDAPATAN PETANI BAWANG MERAH DI JAWA TENGAH PENDAHULUAN Komoditi bawang merah merupakan bagian dari komoditi holtikultural di Indonesia yang memiliki peranan penting karena hampir semua penduduk mengonsumsi bawang merah tanpa memandang status sosial dan ekonominya (Susilo dkk. , 2. Tanaman holtikultura diurutan pertama yang mempunyai kontribusi besar terhadap tingkat inflasi dan produksi di Indonesia adalah tanaman bawang merah . Pada tahun 2021 jumlah produksi bawang merah mengalami kenaikan sebesar 10,42% hingga mencapai 2 juta ton dari tahun 2020 . Provinsi Jawa Tengah berada diurutan pertama dengan jumlah panen bawang merah terbesar kemudian dilanjutkan oleh Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat . Jawa Tengah adalah provinsi dengan hasil produksi bawang merah terbesar urutan pertama terhadap kontribusi nasional sebesar 28,15% dengan jumlah mencapai 564,26 ribu ton produksi yang dihasilkan dan luas panen sebesar 55,98 ribu hektar . Salah satu indikator dalam meningkatkan kesejahteraan petani adalah tingkat pendapatan yang dihasilkan (Satra Nugraha & Alamsyah, 2. Pendapatan bersih petani dalam usahanya diukur dari imbalan yang dihasilkan oleh keluarga petani dari pemakaian faktor produksi (Pradnyawati & Cipta, 2. Besar kecilnya pendapatan petani dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor (Azizah dkk. , 2. Faktor penyebab pendapatan petani yakni harga pasar, luas lahan, dan biaya produksi (Susilo & Junaedi, 2. Salah satu faktor yang memiliki pengaruh di dunia pertanian adalah luas lahan. Parameter usaha tani ditentukan dari lahan tanah yang luas untuk dikerjakan serta lancarnya proses saat produksi dan menghasilkan keuntungan (Susilo & Junaedi, 2. Apabila lahan yang dimiliki petani semakin luas, maka peluang ekonomi yang ditimbulkan adalah jumlah produksi meningkat dan pendapatan yang dihasilkan akan lebih besar (Pradnyawati & Cipta. Tahun 2021, pada bulan Agustus luas panen bawang merah tertinggi dengan luas panen 18,07 ribu hektar. Menurut Badan Pusat Statisitik Provinsi Jawa Tengah tahun 2021 bawang merah terdapat 7 kabupaten dengan luas panen terbanyak adalah Kabupaten Brebes. Demak. Pati. Kendal. Temanggung. Boyolali. Tegal. Kabupaten Brebes berada dikedudukan pertama dengan luas panen sebesar 33,72 ribu hektar. Hasil penelitian dari Susilo dkk. , . Lestari & Winahyu, . , dan (L. Sari , 2. menyebutkan bahwa luas lahan dapat mempengaruhi variabel pendapatan petani secara signifikan. Jika, produksi bawang merah meningkat maka lahan yang dibutuhkan juga luas, sehingga jumlah produksi yang tinggi akan mempengaruhi pendapatan para petani. Berbeda dengan hasil penelitian dari Firmansyah & Kuntadi, . dan E. Sari dkk. yang mengungkapkan bahwa pendapatan petani tidak dipengaruhi secara signifikan terhadap luas lahan yang digunakan. Biaya produksi ialah total pengeluaran yang dilakukan oleh para petani selama menjalankan proses produksi dan menciptakan produk dengan proses pengolahan bahan-bahan yang akan digunakan (Djatmiko & Rohman, 2. Petani mengeluarkan biaya produksi seperti biaya persiapan lahan, pupuk dan pestisida, bibit, tenaga kerja, dan lainnya yang Petani harus menekan biaya produksi saat mengalami peningkatan biaya produksi agar tidak mengalami kerugian (Azizah dkk. , 2. Faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan biaya produksi disebabkan oleh harga pupuk, pestisida, dan bibit bawang merah. Hasil penelitian dari E. Sari dkk. , . Susilo dkk. , . , dan Azizah dkk. yang mengungkapkan bahwa pendapatan dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh biaya produksi. Hal ini karena petani menggunakan luas lahan yang sama sehingga petani juga akan mengeluarkan biaya produksi yang sama, namun jumlah produksi padi yang dihasilkan bisa berbeda sehingga pendapatan pun juga akan ikut berbeda. Berbeda dengan hasil penelitian Kurniawan dkk. , . yang mengungkapkan bahwa pendapatan petani tidak dipengaruhi secara signifikan oleh variabel biaya produksi. Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 30-39 Harga pasar adalah harga yang dapat dinilai dari memperhitungkan nilai dari suatu barang menggunakan harga jual yang dibayarkan oleh pembeli. Harga jual merupakan penerimaan yang diterima dari penjual dalam melakukan transaksi pembayaran terhadap barang yang dibeli para konsumen (L. Sari dkk. , 2. Harga pasar bawang yang sering berfluktuasi akan mempengaruhi peningkatan hasil produksi dan pendapatan (Susilo dkk. Tingkat pendapatan petani yang diperoleh akan berpengaruh jika adanya perbedaan harga pasar (Azizah dkk. , 2. Sehingga, kestabilan harga yang baik saat ini sangat dibutuhkan oleh para petani dengan adanya kestabilan harga maka memiliki peran yang sangat besar dalam menghasilkan keuntungan (Susilo dkk. , 2. Hasil penelitian dari Firmansyah & Kuntadi, . Sari dkk. , . , dan Azizah dkk. menyatakan bahwa variabel pendapatan dipengaruhi secara signifikan oleh variabel harga pasar. Jika, harga pasar mengalami kenaikan maka pendapatan petani juga meningkat sedangkan jika harga pasar menurun akan menyebabkan pendapatan petani juga menurun. Berbeda dengan hasil dari Penelitian dari Adetya & Suprapti, . yang mengungkapkan bahwa variabel pendapatan petani tidak dipengaruhi secara signifikan terhadap harga pasar karena harga pasar yang rendah sehingga tidak sesuai dengan biaya proses produksi yang dikeluarkan oleh petani. Berdasarkan pemaparan di atas masih terdapat ketidaksesuaian dari hasil riset terdahulu, sehingga perlu dilakukan riset kembali tentang pengaruh variabel luas lahan, biaya produksi, dan harga pasar terhadap pendapatan petani. TINJAUAN PUSTAKA Teori Pengharapan Teori pengharapan pertama kali dikemukakan oleh Victor Vroom . adalah teori yang menekankan tentang adanya hubungan langsung antata imbalan dan kinerja bagi kebutuhan organisasi sehingga imbalan yang disediakan adalah imbalan yang diinginkan oleh Teori pengaharapan menjelaskan jika individu dapat termotivasi menuju tujuan jika mereka memiliki kepercayaan bahwa terdapat hubungan positif antara upaya dan kinerja, hasil dari kinerja yang menguntungkan akan menciptakan hadiah yang diinginkan. Teori pengharapan adalah kebutuhan setiap individu yang berkeinginan untuk mencapai kepuasan maksimal dan meminimalkan ketidakpuasan (Gusti dkk. , 2. Tujuan akan tercapai jika antara upaya dan kinerja memiliki korelasi positif sehingga harapan akan tujuan tersebut dapat tercapai. Kesejahteraan para petani di Indonesia dapat dilihat dari tingkat pendapatan yang dihasilkan. Hal tersebut membuat tujuan para petani untuk menghasilkan pendapatan yang menguntungkan. Didalam penelitian ini petani bawang merah mengharapkan keuntungan penjualan yang tinggi. Sementara dari pendapatan yang diperoleh beranggapan berbeda yaitu hasil saat panen terjadi tidak sesuai dengan perhitungan harga pasar, luas lahan, dan biaya produksi yang diharapkan oleh petani. Berdasarkan pernyataan dari Victor Vroom . bahwa terdapat tiga komponen dari teori pendapatan antara lain: Harapan merupakan keyakinan jika usaha seseorang akan menghasilkan pencapaian kinerja yang diinginkan Instrumentality merupakan kepercayaan bahwa seseorang akan mendapatkan upah jika ekspetasi kinerja terpenuhi Valence merupakan nilai dari suatu individu jika ditempatkan pada imbalan dari hasil, yang berdasarkan pada kebutuhan mereka, tujuan, nilai-nilai, dan sumber motivasi. Pengaruh Luas Lahan Terhadap Pendapatan Petani Bawang Merah Tanah garapan berbentuk petak-petak dan dibatasi serta menjadi bagian dari faktor produksi yang mempunyai kontribusi penting dalam dunia pertanian yakni definisi dari lahan. Amrina Rosada Hardyaningtyas dan Retno Indah Hernawati: PENGARUH LUAS LAHAN. BIAYA PRODUKSI. DAN HARGA PASAR TERHADAP PENDAPATAN PETANI BAWANG MERAH DI JAWA TENGAH Salah satu faktor untuk mengukur hasil dari produksi yang dihasilkan oleh petani adalah luasan lahan yang digunakan untuk proses tanam. Jika jumlah produksi yang ingin dihasilkan semakin besar maka lahan tanah yang digunakan untuk proses tanam juga semakin luas (Aisyah & Yunus, 2. Teori pengharapan mendukung petani untuk memaksimalkan upaya dan kinerja dalam mendapatkan hasil produksi dari luas lahan yang digunakan. Meningkatnya produksi yang dihasilkan menyebabkan petani memperoleh peningkatan dari pendapatan yang dihasilkan. Sehingga, untuk memaksimalkan harapan petani dalam memperoleh keuntungan dari pendapatan adalah dengan memaksimalkan upaya dan kinerja dalam pengelolaan luas lahan yang digunakan. Hal ini selaras dengan penelitian yang telah dilakasanakan oleh Susilo dkk. , . Lestari & Winahyu, . , dan Sari dkk. , . dan menerangkan jika pendapatan petani dipengaruhi secara signifikan oleh variabel luas lahan petani. Sesuai dengan penjelasan yang tertera, kemudian hipotesis yang diusulkan adalah: H1: Luas lahan berpengaruh terhadap pendapatan petani bawang merah di Jawa Tengah. Pengaruh Biaya Produksi Terhadap Pendapatan Petani Bawang Merah Biaya produksi digunakan untuk memproses produk yang siap untuk dijual. Dalam mengelola usaha pertanian, terdapat korelasi langsung antara biaya yang telah disediakan dengan kedudukan petani sebagai manajer dan juru tani. Besarnya tingkat hasil produksi tergantung dengan modal yang dimiliki sehingga jika petani tidak dapat mempersiapkan dana maka jumlah produk yang dihasilkan tidak sebanding dengan apa yang diharapkan (Djatmiko & Rohman, 2. Berdasarkan teori pengharapan menjelaskan bahwa pendapatan petani dapat berjalan sesuai dengan keinginan jika penerimaan hasil yang didapatkan oleh petani lebih besar nilainya dari biaya produksi yang dibelanjakan sepanjang proses produksi. Sehingga, untuk memaksimalkan hasil produksi agar mendapatkan keuntungan adalah dengan menyediakan biaya produksi yang sesuai dengan kebutuhan. Biaya produksi tersebut dapat digunakan untuk memaksimalkan upaya dan kinerja dalam menghasilkan produksi yang optimal sehingga pendapatan yang diterima akan sepadan dengan harapan yang diinginkan. Hal ini sependapat dengan riset yang telah dilaksanakan oleh Susilo dkk. , . Sari dkk. , . , dan Azizah dkk. , . bahwa pendapatan petani bawang merah dipengaruhi oleh biaya produksi. Berdasarkan uraian tersebut hipotesis yang diusulkan: H2: Biaya produksi berpengaruh terhadap pendapatan petani bawang merah di Jawa Tengah. Pengaruh Harga Pasar Terhadap Pendapatan Petani Bawang Merah Tinggi rendahnya harga pada kompetitif pasar ditentukan melalui permintaan dan penawaran suatu barang atau jasa. Harga pasar ialah harga jual yang dijadikan dasar dalam transaksi penjualan hasil produksi para petani. Harga pasar tersebut akan berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan yang dihasilkan (Susilo dkk. , 2. Maka, semakin tinggi harga bawang merah maka pendapatan petani meningkat (Aisyah & Yunus, 2. Berdasarkan teori pengharapan menjelaskan bahwa pendapatan petani dapat berjalan sesuai dengan keinginan jika harga pasar yang diberikan ke petani tinggi. Sehingga hal tersebut mempengaruhi kesejahteraan petani dalam harapannya terhadap pendapatan yang akan Ketika harga naik para petani merasa senang karena upaya dan kinerja nya sesuai dengan hasil yang diharapkan. Sebaliknya jika, harga pasar turun maka mempengaruhi harapan pendapatan petani karena harga pasar yang digunakan rendah dan diluar kemampuan mereka untuk mempengaruhinya. Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 30-39 Selaras dengan penelitian yang telah dilakukan Firmansyah & Kuntadi, . Sari , . , dan (Azizah dkk. , 2. yang mengungkapkan bahwa hasil pendapatan petani dipengaruhi oleh variabel harga pasar. Sesuai dengan pernyataan tersebut, hipotesis yang diusulkan adalah: H3: Harga Pasar berpengaruh terhadap pendapatan petani bawang merah di Jawa Tengah. METODE PENELITIAN Populasi penelitian ialah petani bawang merah di Jawa Tengah yang mencakup 29 kabupaten. Sampel diambil menggunakan metode stratified random sampling sebagai penentuan sampel awal berdasarkan kabupaten dengan lahan panen yang terluas. Berdasarkan sampel penelitian awal yang telah ditentukan terdapat 7 kabupaten dengan luas lahan terluas. Selanjutnya, tehnik pemilihan sampel sampel menggunakan convenience sampling dengan pengumpulan informasi dari petani yang bersedia menerima kunjungan dan dapat bekerjasama. Responden berjumlah 216 petani dari 7 kabupaten (Brebes-22. Demak-41. Pati-24. Kendal-38. Temanggung-33. Boyolali-28 dan Kendal-. Tabel 1. Alat ukur variabel penelitian Variabel Pendapatan Petani Alat ukur variabel TR = Q . Keterangan: TR (Total Revenu. = Penerimaan total petani Q (Quantit. = Jumlah produksi yang dihasilkan . P (Pric. = Harga jual produk (Rp/K. Total luas lahan petani . 2 ) TC = BS BB BP UTK BPe Ba Bt Keterangan: TC (Total Cost. = Total biaya produksi = Biaya Sewa lahan = Biaya Pupuk = Biaya Bibit UTK = Upah Tenaga Kerja BPe = Biaya Pestisida = Biaya Pengairan = Biaya Transportasi Luas Lahan Biaya Produksi Harga Pasar HPasar = Harga Jual saat panen *Diakses dari info pasar melalui website (Kementerian Perdagangan RI Jateng, t. ANALISA DAN PEMBAHASAN Berdasarkan uraian kriteria yang telah ditentukan maka didapatkan data sejumlah 82, dengan penjelasan di bawah ini: Tabel 2. Statistik Deskriptif Minimum Maximum Mean Std. Deviation Luas Lahan Biaya produlsi Harga Pasar Pendapatan Valid N . Sumber: data sekunder diolah . Amrina Rosada Hardyaningtyas dan Retno Indah Hernawati: PENGARUH LUAS LAHAN. BIAYA PRODUKSI. DAN HARGA PASAR TERHADAP PENDAPATAN PETANI BAWANG MERAH DI JAWA TENGAH Berdasarkan Tabel 2 menjelaskan bahwa data variabel luas lahan, biaya produksi, harga pasar dan pendapatan mempunyai distribusi data yang relatif stabil sebab nilai Mean melebihi nilai Standard Deviation-nya. Pengujian asumsi klasik data dikerjakan guna melihat kualitas data sebelum diuji regresi berganda. Hasil uji asumsi klasik dapat dilihat pada Tabel 3, sebagai Tabel 3. Uji Asumsi Klasik Asumsi Kriteria Hasil Keterangan Normalitas Signifikansi KS < 0,05 Tolerance < 0,10 dan VIF > 10 Memenuhi Memenuhi Multikolinearitas Autokorelasi Du < DW < 4 - Du Heteroskedastisitas Sig. > 0,05 KS = 0,215 Luas Lahan E Tol 0,181 VIF 5,518 Biaya ProduksiETol 0,181 VIF 5,535 Harga PasarETol 0,940 VIF 1,063 1,7909 < 1,979 < 2,209 Luas Lahan E Sig. 0, 0,290 Biaya Produksi E Sig. 0,134 Harga Pasar E Sig. 0,3,66 Memenuhi Memenuhi Sumber: data sekunder diolah . Analisis lebih lanjut dapat dilakukan sebab asumsi klasik persamaan regresi telah Uji model dikerjakan mempergunakan ANOVA dan uji hipotesis dikerjakan mempergunakan uji t. Hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Uji Model dan Hipotesis Uji Model Hasil Anova Sig. 0,000 Adjusted R square 0,363 Kesimpulan Signifikansi model 0,000 di bawah 0,05 maka disimpulkan model fit dan layak untuk dilanjutkan. 36,3% variabel penelitian mampu menjelaskan pendapatan petani bawang Uji Hipotesis Luas Lahan E Pendapatan Sig. 0,186 1= 0,247 Hipotesis satu ditolak Biaya Produksi E Pendapatan Sig. 0,001 2= 0,656 Hipotesis dua diterima Harga Pasar E Pendapatan Sumber: data sekunder diolah . Sig. 0,027 3= 2,148 Hipotesis tiga diterima Berlandaskan tabel hasil uji parsial . bahwa luas lahan pada observasi ini tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap pendapatan petani. Kejadian tersebut dapat dilihat dari nilai signifikansi senilai 0,186 > 0,05. Jadi, dengan tidak adanya pengaruh luas lahan terhadap pendapatan petani maka dengan demikian dijelaskan bahwa hipotesis pertama ditolak. Data yang memperkuat adanya hasil penelitian yang menjelaskan bahwa luas lahan tidak mempengaruhi pendapatan petani dapat dibutikkan pada Kabupaten Temanggung dengan luas lahan sebesar 2500 m2 menghasilkan jumlah produksi sebesar 1. 250 kg dan pendapatan yang dihasilkan sebesar Rp 26. Sedangkan luas lahan di Temanggung dengan ukuran yang sama yaitu 2500 m2 menghasilkan jumlah produksi sebesar 1. 500 kg dan pendapatan sebesar Rp 38. Dengan demikian, luas lahan belum tentu akan menghasilkan Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 30-39 pendapatan yang tinggi karena jumlah produksi saat panen yang tidak pasti dan dapat berpengaruh terhadap pendapatan. Salah satu faktor yang menyebabkan hasil produksi dari bawang menurun yaitu kondisi tanah dan jenis tanah (Mafula & Sugito, 2. Menurut Kemendag, menyatakan bahwa tanaman bawang merah baik ditanam pada kondisi tanah yang bertekstur subur, gembur dan memiliki drainase air yang baik. Sedangkan tanah lempung berpasir atau lempung berdebu termasuk tanah yang tepat untuk tanaman bawang merah. Selain itu, faktor lain yang menyebabkan hasil produksi tidak sesuai adalah iklim, cuaca, dan serangan hama atau Jadi, luas atau tidaknya lahan yang digunakan tidak menjadi pengaruh terhadap pendapatan petani tersebut. Penelitian ini tidak selaras dengan teori pengharapan yang menyebutkan bahwa luas lahan yang luas menyebabkan jumlah produksi yang besar dan pendapatan yang diterima akan sesuai dengan harapan. Tetapi, pendapatan petani bawang merah dalam penelitian ini tidak dipengaruhi oleh luas lahan karena jumlah produksi yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan petani. Penelitian ini searah dengan penelitian Firmansyah & Kuntadi, . dan E. Sari dkk. , . yang menyatakan bahwa pendapatan petani bawang merah tidak dipengaruhi oleh luas lahan. Pengaruh Biaya Produksi Terhadap Pendapatan Petani Bawang Merah Berlandaskan tabel 4. 14 hasil uji t bahwa biaya produksi pada observasi ini berdampak secara signifikan terhadap pendapatan petani. Kejadian tersebut dapat diketahui dari nilai sig senilai 0,001 < 0,05. Jadi, dengan adanya pengaruh biaya produksi terhadap pendapatan petani maka dengan demikian dijelaskan bahwa hipotesis kedua diterima. Data yang memperkuat adanya hasil penelitian adalah luas lahan di tujuh kabupaten dengan luas 10. 000 yco dan biaya produksi sebesar Rp 99. 000 yang menghasilkan pendapatan sebesar Rp 32. Sedangkan luas lahan sebesar 5000 yco mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp 50. 000 dan pendapatan yang diterima sebesar Rp 15. Dengan demikian, biaya produksi yang dikeluarkan akan memperlihatkan bahwa pengeluaran masing-masing responden yang digunakan dalam usahatani nya tergantung kebutuhan dan luas lahan yang dimiliki petani (Azizah dkk. , 2. Sehingga, semakin besarnya biaya produksi yang dikeluarkan petani maka perolehan pendapatan yang diterima akan mengalami Berikut adalah perhitungan untuk B/C ratio: = Rp 14. = Rp 7. B/C Ratio = TR/TC = Rp 14. 000 / Rp 7. = 1,83 Nilai TR . otal penerimaa. dan TC . otal biaya produks. dapat dilihat pada halaman Berlandaskan hasil dari B/C ratio dapat disimpulkan bahwa usaha tani layak dijalankan dan mengalamin keuntungan karena nilai dari B/C > 1. Sehingga, besar kecilnya biaya produksi yang digunakan akan berpengaruh terhadap pendapatan petani. Penelitian ini selaras dengan teori pengharapan yang menjelaskan bahwa untuk memaksimalkan hasil produksi agar mendapatkan keuntungan adalah dengan menyediakan biaya produksi yang sesuai dengan kebutuhan sehingga pendapatan yang diterima sesuai dengan harapan para petani bawang merah. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi biaya produksi yaitu tingkat biaya yang digunakan untuk penggunaan pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan lain-lain. Penelitian ini selaras dengan penelitian E. Sari dkk. , . Susilo dkk. , dan Azizah dkk. , . yang membuktikan bahwa variabel biaya produksi berpengaruh terhadap pendapatan petani bawang merah. Amrina Rosada Hardyaningtyas dan Retno Indah Hernawati: PENGARUH LUAS LAHAN. BIAYA PRODUKSI. DAN HARGA PASAR TERHADAP PENDAPATAN PETANI BAWANG MERAH DI JAWA TENGAH Pengaruh Harga Pasar Terhadap Pendapatan Petani Bawang Merah Berlandaskan tabel 4. 14 hasil uji t bahwa biaya produksi pada observasi ini berdampak secara signifikan terhadap pendapatan petani. Kejadian tersebut dapat dilihat dari nilai signifikansi senilai 0,027 < 0,05. Jadi, dengan adanya pengaruh harga pasar terhadap pendapatan petani maka dengan demikian dijelaskan bahwa hipotesis ketiga diterima. Data yang memperkuat adanya hasil penelitian yang menjelaskan bahwa harga pasar berpengaruh terhadap pendapatan petani dapat dibuktikan dengan harga pasar terendah terletak pada Kabupaten Demak dan Brebes yaitu sebesar Rp 30. 000 dan jumlah produksi sebesar 1. kg maka penerimaan yang didapatkan menjadi Rp 30. 000 sehingga dengan luas 2500 yco pendapatan yang akan diterima sebesar 6. Sedangkan harga pasar terbesar terletak pada Kabupaten Temanggun sebesar Rp 37. 000 dan jumlah produksi yang dihasilkan sebesar 1000 kg maka penerimaan yang didapatkan menjadi Rp 37. 000 sehingga dengan luas 2500 yco pendapatan yang akan diterima sebesar Rp 12. Jika, harga pasar tinggi maka pendapatan petani juga ikut meningkat. Harga bawang merah yang berbeda di masing-masing daerah tersebut disesuaikan dengan kualitas bawang merah yang dihasilkan. Baiknya kualitas bawang merah berdampak pada tingginya harga jual yang didapat petani (Azizah dkk. , 2. Selain itu, menurut para petani di lapangan harga pasar dapat berubah karena pasokan bawang merah yang ada di pasar melimpah sehingga menyembabkan harga tersebut bisa turun. Teori pengharapan selaras dengan penelitian karena menjelaskan bahwa pendapatan petani dapat berjalan sesuai dengan keinginan jika harga pasar yang diberikan ke petani tinggi. Sehingga hal tersebut mempengaruhi kesejahteraan petani dalam harapannya terhadap pendapatan yang akan diterima. Harga pasar dapat dipengaruhi juga oleh jumlah dan kualitas yang ada dipasar tersebut sehingga jika jumlah bawang merah di pasar banyak dan kualitas baik maka akan berpengaruh terhadap harga pasar. Penelitian ini selaras dengan penelitan Firmansyah & Kuntadi, . Susilo dkk. , . , dan Azizah dkk. , . yang memperlihatkan bahwa variabel harga pasar berdampak pada pendapatan petani bawang Jadi, kesimpulan dari hasil penelitian yakni pendapatan petani bawang merah dipengaruhi oleh harga pasar. SIMPULAN Penelitian ini memiliki tujuan yakni untuk mengetahui apakah variabel pendapatan petani bawang merah dipengaruhi oleh variabel luas lahan, biaya produksi, dan harga pasar. Hasil dan pembahasan pada penelitian ini membuktikkan bahwa pendapatan petani bawang merah dipengaruhi oleh harga pasar dan biaya produksi secara positif signifikan, sedangkan luas lahan belum mampu dibuktikan memiliki pengaruh terhadap pendapatan petani bawang KETERBATASAN DAN SARAN Pada penelitian ini terdapat keterbatasan dan kelemahan yakni pengambilan sampel menggunakan teknik convience sampling yang memiliki kelemahan yakni jumlah responden yang tidak pasti sehingga akan lebih baik jika penelitian selanjutnya bekerjasama dengan kelompok tani sehingga data jumlah petani lebih pasti dan akses ke petani lebih mudah. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperbaiki kelemahan dan keterbatasan pada penelitian ini dan dapat menggunakan objek penelitian dengan sampel lebih banyak supaya hasil penelitian dapat mewakili populasi yang digenerelasasi. Penelitian selajutnya sebaiknya memberikan penambahan variabel lain yang mempunyai kontribusi pengaruh lebih besar terhadap pendapatan petani Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 30-39 bawang merah, seperti pengalaman bertani (Satra Nugraha & Alamsyah, 2. Curahan tenaga kerja (Lestari & Winahyu, 2. , dan jumlah produksi (Pradnyawati & Cipta, 2. UCAPAN TERIMA KASIH Ungkapan terima kasih kepada unit Center of Excellent Universitas Dian Nuswantoro yang sudah memberi kesempatan mahasiswa Program Studi Akuntansi Udinus untuk berkolaborasi dalam implementasi Hibah Kedaireka Matching Fund 2022 dengan mengangkat topik AuPenyelarasan Pengelolaan Rantai Pasok dan Pengguna pada Komoditas Bawang Merah dengan Penerapan Kecerdasan Artifisial berbasis Internet of Things dan BlockchainAy. DAFTAR PUSTAKA