Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam Vol 1. No 1, 13-17. Januari 2023 https://journal. id/index. php/Abdi-Dharma/ Pembinaan Majelis Taklim Ibu-Ibu Al-Hidayah sebagai Pusat Edukasi Nilai-Nilai Aswaja untuk Keluarga dan Masyarakat Muhamad Ikhsanudin1. Romdloni2. Anis Firnanda3 Universitas Nurul Huda, ikhsanudin@unuha. Romdloni@unuha. id,2. Anisfirnanda. 99@gmail. 1,2,3 Info Artikel Abstrak Abstrak Article history: Available online DOI: 10. 30599/AbdiDharma. How to cite (APA): Ikhsanudin. Romdloni. & Firnanda. Pembinaan Majelis Taklim IbuIbu Al-Hidayah sebagai Pusat Edukasi Nilai-Nilai Aswaja untuk Keluarga dan Masyarakat. Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam 1. , 13-17. ISSN x-x Majelis taklim merupakan institusi keagamaan yang strategis, khususnya bagi perempuan, dalam membangun ketahanan spiritual keluarga dan Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya pembinaan Majelis Taklim Ibu-Ibu Al-Hidayah yang tidak hanya sebagai pengajian rutin, tetapi sebagai pusat edukasi nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jama'ah (Aswaj. An-Nahdliyah yang aplikatif. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis deskriptif terhadap potensi dan strategi pembinaan. Fokus nilainilai Aswaja yang ditanamkan meliputi At-Tawassuth . AtTawazun . Al-I'tidal . , dan Tasamuh . Strategi pembinaan yang diusulkan mencakup peningkatan kapasitas mentor, pengembangan kurikulum kontekstual, metode pembelajaran interaktif, pemanfaatan teknologi digital, serta program aksi sosial. Hasil yang diharapkan dari pembinaan ini adalah terwujudnya keluarga yang tangguh dan masyarakat yang harmonis, di mana para ibu berperan sebagai agent of change yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai Islam wasathiyah . dan menjadi benteng terhadap paham radikal. Dengan demikian, majelis taklim ini dapat menjadi pusat penebar manfaat yang memberdayakan keluarga dan memperkuat kohesi sosial. Abstract This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Majelis taklim (Islamic study congregatio. is a strategic religious institution, particularly for women, in building the spiritual resilience of families and This article aims to examine the importance of developing the AlHidayah MothersAo Majelis Taklim not only as a routine religious study forum but also as a center for the education of applied values of Ahlussunnah Wal Jama'ah (Aswaj. An-Nahdliyah. The methods used include literature study and descriptive analysis of the potential and strategies for its development. The focused Aswaja values to be instilled comprise At-Tawassuth . At-Tawazun . Al-I'tidal . , and Tasamuh . The proposed development strategies include capacity building for mentors, development of contextual curricula, interactive learning methods, utilization of digital technology, and social action programs. The expected outcome of this development is the realization of resilient families and a harmonious society, where mothers serve as effective agents of change in instilling the values of wasathiyah . Islam and acting as a bulwark against radical ideologies. Thus, this majelis taklim can become a center for spreading benefits that empower families and strengthen social Keywords: Islamic study congregation. Education of Aswaja Values. Pembinaan Majelis Taklim Ibu-Ibu Al-Hidayah sebagai Pusat Edukasi Nilai-Nilai Aswaja untuk Keluarga dan Masyarakat Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 1. , 2023 PENDAHULUAN Majelis taklim merupakan salah satu lembaga nonformal yang memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat. Sebagai ruang pembelajaran keislaman, majelis taklim tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengajian, tetapi juga menjadi pusat pembinaan moral, sosial, dan spiritual bagi jamaahnya. Hal ini menjadikan majelis taklim sebagai sarana strategis dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaj. (Abdullah. Majelis Taklim Ibu-Ibu Al-Hidayah hadir sebagai salah satu bentuk nyata dari upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam memperdalam ajaran agama sekaligus mengimplementasikannya dalam kehidupan keluarga dan sosial Melalui kegiatan rutin berupa pengajian, diskusi, dan pembinaan akhlak, majelis taklim ini berfungsi sebagai pusat edukasi nilai-nilai Aswaja yang moderat, toleran, dan rahmatan lil Aoalamin. (Aziz. Peran ibu-ibu dalam majelis taklim menjadi sangat signifikan, karena mereka tidak hanya berperan sebagai jamaah, tetapi juga sebagai pendidik utama dalam keluarga. (Mufid, . Dengan demikian, penguatan pemahaman Aswaja di lingkungan majelis taklim akan berdampak langsung pada pembentukan karakter keluarga dan harmonisasi kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pembinaan Majelis Taklim Ibu-Ibu Al-Hidayah sebagai pusat edukasi nilai-nilai Aswaja yang memiliki kontribusi penting dalam mencetak keluarga religius, berakhlak mulia, serta masyarakat yang rukun dan damai. METODE PELAKSANAAN Untuk mewujudkan Majelis Taklim Ibu-Ibu Al-Hidayah sebagai pusat edukasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaj. , diperlukan perencanaan kegiatan yang sistematis, terarah, dan berkesinambungan. Adapun rancangan kegiatan pembinaan adalah sebagai . Pengajian Rutin Mingguan . Bentuk kegiatan: Kajian kitab kuning, tafsir Al-QurAoan, fiqih, dan akhlak. Tujuan: Memperdalam pemahaman jamaah tentang ajaran Islam sesuai dengan prinsip Aswaja. Peserta: Seluruh anggota Majelis Taklim Ibu-Ibu Al-Hidayah. Kegiatan Bulanan . Bentuk kegiatan: Doa bersama . asinan, tahlila. , peringatan hari besar Islam, dan diskusi tematik. Tujuan: Menumbuhkan tradisi keagamaan, mempererat silaturahmi, serta memperkokoh nilai moderasi beragama. Pelatihan Keterampilan dan Parenting Islami . Bentuk kegiatan: Workshop keterampilan rumah tangga . emasak, kerajina. , seminar tentang peran ibu dalam mendidik anak berbasis nilai Aswaja. Tujuan: Membekali ibu-ibu dengan keterampilan praktis sekaligus memperkuat peran mereka sebagai pendidik utama dalam keluarga. Kegiatan Sosial dan Pengabdian Masyarakat Pembinaan Majelis Taklim Ibu-Ibu Al-Hidayah sebagai Pusat Edukasi Nilai-Nilai Aswaja untuk Keluarga dan Masyarakat Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 1. , 2023 . Bentuk kegiatan: Santunan anak yatim, bakti sosial, gotong royong, dan kunjungan kepada anggota yang sakit. Tujuan: Menumbuhkan kepedulian sosial, kebersamaan, dan ukhuwah Islamiyah di lingkungan masyarakat. Pembinaan Akhlak melalui Keteladanan . Bentuk kegiatan: Pembiasaan sikap religius, moderat, toleran, dan cinta damai yang dicontohkan oleh pengurus maupun ustadzah pembina. Tujuan: Menjadikan jamaah sebagai teladan bagi keluarga dan masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Aswaja. Evaluasi dan Refleksi Berkala . Bentuk kegiatan: Rapat pengurus dan jamaah untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan setiap tiga bulan sekali. Tujuan: Mengukur capaian kegiatan, memperbaiki kekurangan, dan merancang inovasi pembinaan selanjutnya. Dengan rancangan kegiatan tersebut. Majelis Taklim Ibu-Ibu Al-Hidayah diharapkan mampu berperan optimal sebagai pusat edukasi nilai-nilai Aswaja, sekaligus menjadi benteng moral dan spiritual bagi keluarga dan masyaraka. Hasil Kegaitan PKM ini dilaksanakan pada tanggal 5 September 2022 di Majelis Taklim al Hidayah Pisang Baru Kecamatan Bumi Agung Kabupaten Way kanan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Majelis Taklim Ibu-Ibu Al-Hidayah berhasil menjalankan fungsinya sebagai pusat edukasi nilai-nilai Aswaja. Hal ini sesuai dengan peran strategis majelis taklim dalam tradisi Islam Nusantara, yaitu menjadi ruang pembelajaran keagamaan nonformal yang inklusif dan berkelanjutan. Pembinaan Nilai Aswaja dalam Keluarga Nilai Aswaja yang ditanamkan, seperti tawasuth . , tawazun . , tasamuh . , dan iAotidal . , tercermin dalam pola pengasuhan keluarga. Ibu-ibu yang tergabung dalam majelis taklim mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam mendidik anak dan menjaga keharmonisan rumah . Peran Sosial Majelis Taklim Majelis taklim tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengajian, tetapi juga sebagai media pemberdayaan sosial. Kegiatan santunan, bakti sosial, dan gotong royong membuktikan bahwa majelis taklim memiliki kontribusi nyata dalam meningkatkan kepedulian sosial masyarakat. Keteladanan sebagai Strategi Pembinaan Pendekatan keteladanan menjadi metode efektif dalam internalisasi nilai Aswaja. Jamaah tidak hanya mendengar materi, tetapi juga melihat contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga proses pembinaan lebih membumi. Dampak Terhadap Masyarakat Keberadaan Majelis Taklim Ibu-Ibu Al-Hidayah berdampak positif dalam menjaga tradisi keislaman yang rahmatan lil Aoalamin. Jamaah menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebaikan, kedamaian, dan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, pembinaan yang dilakukan melalui Majelis Taklim Ibu-Ibu Al-Hidayah dapat dipandang sebagai model efektif dalam mengembangkan pendidikan keagamaan berbasis masyarakat. Tidak hanya mencetak pribadi yang beriman dan berakhlak, tetapi Pembinaan Majelis Taklim Ibu-Ibu Al-Hidayah sebagai Pusat Edukasi Nilai-Nilai Aswaja untuk Keluarga dan Masyarakat Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 1. , 2023 juga membangun keluarga yang harmonis serta masyarakat yang religius dan rukun sesuai dengan nilai-nilai Aswaja. Pembahasan Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Majelis Taklim Ibu-Ibu Al-Hidayah berhasil menjalankan fungsinya sebagai pusat edukasi nilai-nilai Aswaja. Hal ini sesuai dengan peran strategis majelis taklim dalam tradisi Islam Nusantara, yaitu menjadi ruang pembelajaran keagamaan nonformal yang inklusif dan berkelanjutan. Pembinaan Nilai Aswaja dalam Keluarga Nilai Aswaja yang ditanamkan, seperti tawasuth . , tawazun . , tasamuh . , dan iAotidal . , tercermin dalam pola pengasuhan keluarga. Ibu-ibu yang tergabung dalam majelis taklim mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam mendidik anak dan menjaga keharmonisan rumah tangga. Peran Sosial Majelis Taklim Majelis taklim tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengajian, tetapi juga sebagai media pemberdayaan sosial. Kegiatan santunan, bakti sosial, dan gotong royong membuktikan bahwa majelis taklim memiliki kontribusi nyata dalam meningkatkan kepedulian sosial masyarakat. Keteladanan sebagai Strategi Pembinaan Pendekatan keteladanan menjadi metode efektif dalam internalisasi nilai Aswaja. Jamaah tidak hanya mendengar materi, tetapi juga melihat contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga proses pembinaan lebih membumi. Dampak Terhadap Masyarakat Keberadaan Majelis Taklim Ibu-Ibu Al-Hidayah berdampak positif dalam menjaga tradisi keislaman yang rahmatan lil Aoalamin. Jamaah menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebaikan, kedamaian, dan persaudaraan dalam kehidupan Dengan demikian, pembinaan yang dilakukan melalui Majelis Taklim Ibu-Ibu AlHidayah dapat dipandang sebagai model efektif dalam mengembangkan pendidikan keagamaan berbasis masyarakat. Tidak hanya mencetak pribadi yang beriman dan berakhlak, tetapi juga membangun keluarga yang harmonis serta masyarakat yang religius dan rukun sesuai dengan nilai-nilai Aswaja. SIMPULAN Program pembinaan ini telah membuktikan bahwa Majelis Taklim Ibu-Ibu Al-Hidayah berpotensi besar menjadi episentrum pendidikan nilai Aswaja yang aplikatif. Dampaknya tidak hanya meningkatkan literasi keagamaan individu tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga dan kohesi sosial masyarakat. Keberhasilan ini menawarkan sebuah model yang dapat diadopsi dan diadaptasi oleh majelis taklim lain di berbagai daerah untuk bersamasama memperkuat narasi Islam moderat dan berkemajuan di Indonesia. Untuk keberlanjutan, diperlukan dukungan kebijakan dan pendanaan yang lebih stabil serta replikasi model ini melalui pelatihan bagi pengurus majelis taklim secara lebih luas. UCAPAN TERIMAKASIH Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik, dan hidayah16 Pembinaan Majelis Taklim Ibu-Ibu Al-Hidayah sebagai Pusat Edukasi Nilai-Nilai Aswaja untuk Keluarga dan Masyarakat Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 1. , 2023 Nya sehingga artikel ini dapat terselesaikan dengan baik. Penulis menyampaikan terima kasih kepada Majelis Taklim Ibu-Ibu Al-Hidayah, dan Kegiatan PKM ini didanai oleh LPPM Universitas Nurul Huda melalui Surat Kontrak Pengabdian No. 73/UNUHA. 8/Adm. U/Vi/2022 tertanggal 7 Agustus 2022. DAFTAR PUSTAKA