Urecol Journal. Part B: Economics and Business Vol. 1 No. eISSN: 2797-1902 Effect of Capital. Earning, and Liquidity on Audit Opinions Going Concern (Empirical Study on Islamic Commercial Banks Registered with the Financial Services Authority (OJK) 2017-2020 Perio. Latif Azizah. Sutarti. Kristanti Rahman Department of Accounting. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Cilacap. Indonesia kristantirahman@stiemuhcilacap. https://doi. org/10. 53017/ujeb. Received: 12/08/2021 Revised: 22/09/2021 Accepted: 27/09/2021 Abstract Effect of Capital. Earning, and Liquidity on Audit Opinions Going Concern (Empirical Study on Islamic Commercial Banks Registered with the Financial Services Authority (OJK) 20172020 Perio. This study aims to determine the Effect of Capital. Earning, and Liquidity on Audit Opinions Going Concern (Empirical Study on Islamic Commercial Banks Registered with the Financial Services Authority (OJK) for the 2017-2020 perio. The population of this study is Islamic Commercial Banks Registered with the Financial Services Authority (OJK) for the 2017-2020 period. The sampling technique used is purposive sampling, the type of data used is secondary data and 9 Islamic Commercial Banks are used as samples. Statistical analysis in this study used multiple linear regression. The results of this study indicate that: Capital has an effect on Audit Opinion Going Concern. Earnings affect the Audit Opinion Going concern. Liquidity has no effect on Audit Opinion Going Concern. Capital. Earning. Liquidity simultaneously affect theAudit Opinion Going Concern. Keywords: Fraud. Capital. Earning. Liquidity. Audit Opinion Going Concern Pengaruh Capital. Earning, dan Liquidity Terhadap Opini Audit Going Concern (Studi Empiris pada Bank Umum Syariah yang Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Periode 2017-2. Abstrak Pengaruh Capital. Earning, dan Liquidity terhadap Opini Audit Going Concern (Studi Empiris pada Bank Umum Syariah yang Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Periode 20172. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Capital. Earning, dan Liquidity terhadap Opini Audit Going Concern (Studi Empiris pada Bank Umum Syariah yang Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Periode 2017-2. Populasi penelitian ini adalah Bank Umum Syariah yang Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Periode 2017-2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, jenis data yang digunakan adalah data sekunder dan diperoleh 9 Bank Umum Syariah yang digunakan sebagai sampel. Analisis statistik dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Capital berpengaruh terhadap Opini Audit Going concern. Earning berpengaruh terhadap Opini Audit Going concern. Liquidity tidak berpengaruh terhadap Opini Audit Going concern. Capital. Earning. Liquidity secara simultan berpengaruh terhadap Opini Audit Going concern. Kata kunci: Capital. Earning. Liquidity. Opini Audit Going Concern Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Latif Azizah, et al. Pendahuluan Dalam SA Seksi 341 disebutkan bahwa opini audit going concern adalah opini audit yang dikeluarkan oleh auditor karena terdapat kesangsian tentang kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungkan hidupnya. Pemberian opini audit going concern oleh auditor pada suatu perusahaan dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya yaitu kondisi keuangan. Apabila suatu perusahaan memiliki kondisi keuangan yang baik maka dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut mampu mempertahankan going concern atau kelangsungan hidup usahanya dalam jangka waktu panjang. Capital. Earning. Liquidity merupakan aspek-aspek yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan suatu perusahaan. Capital didasarkan kepada modal yang dimiliki oleh suatu bank. Capital ini menggunakan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR). Menurut Kasmir . Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui besarnya estimasi risiko yang akan terjadi dalam pemberian kredit. Penelitian sebelumnya tentang pengaruh capital terhadap opini audit going concern yang dilakukan oleh Noviyani . , menyatakan bahwa variabel capital yang diproksikan dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern. Namun dalam penelitian yang dilakukan oleh Simanjuntak dkk . menyatakan bahwa rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh terhadap penerimaan opini audit going concern. Earning dilakukan dengan melalui tingkat keberhasilan bank dalam memperoleh laba yang terdapat dalam rasio Return on Asset (ROA). Menurut Kasmir . Return On Assets (ROA) adalah rasio yang menunjukan hasil atau jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efektivitas manajemen dalam mengelola asetnya. Dalam penelitian Nurkhasanah dan Nurbaiti . , serta Irwanto dan Tanusdjaja . , dan Wineh . menyatakan bahwa Earning yang diproksikan dengan rasio Return On Asset (ROA) berpengaruh terhadap opini going concern. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Mutsanna dan Sukirno . , dan Sari . yang menyatakan bahwa Return on Asset (ROA) tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern. Liquidity berkaitan dengan kemampuan bank dalam membayar utangnya, terutama utang jangka pendek. Terkait dengan itu. Financing to Deposit Ratio (FDR) merupakan salah satu rasio keuangan yang bisa mewakili penilaian tingkat kesehatan bank dilihat dari aspek likuiditas. Menurut Kasmir . Financing to Deposit Ratio (FDR) adalah rasio untuk mengukur komposisi jumlah pembiayaan yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri yang digunakan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Putra dan Arisman . Noviyani . Rodiyahsari dan Adi . , menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh terhadap opini audit going concern. Namun berbeda dengan hasil penelitian Irwanto dan Tanusdjaja . Mutsanna dan Sukirno . , serta Simbolon dkk . yang menyatakan bahwa variabel likuiditas tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern. Berdasarkan latar belakang di atas, adanya perbedaan terkait hasil penelitian terdahulu maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Capital. Earning, dan Liquidity terhadap Opini Audit Going Concern (Studi Empiris pada Bank Umum Syariah yang Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Periode 2017-2. Ay. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Latif Azizah, et al. Tinjauan Pustaka Teori Keagenan (Agency Theor. Kaitan teori agensi dengan penerimaan opini audit going concern adalah jika agen bertugas dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan dan menghasilkan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen ke perusahaan yang nantinya akan menunjukkan kinerja perusahaan dan digunakan oleh principal sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Teori Sinyal (Signalling Theor. Teori sinyal atau signaling theory merupakan teori yang menjelaskan tentang bagaiamana manajemen perusahaan . seharusnya memberikan sinyal-sinyal keberhasilan atau kegagalan kepada pemilik . Terkait dengan opini going concern yang dikeluarkan oleh auditor independen, opini tersebut akan memberikan sinyal kepada para kreditur dan investor dalam membantu menentukan keputusan kredit atau investasi. Capital Tingkat kesehatan bank yang ditinjau dari aspek modal dapat dinilai atau diukur menggunakan Capital Adequacy Ratio (CAR). Menurut Kasmir . Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui besarnya estimasi risiko yang akan terjadi dalam pemberian kredit. Capital Adequacy Ratio (CAR) masih ada kaitannya dengan pengeluaran opini audit going concern karena merupakan salah satu untuk menilai keinerja keuangan suatu bank. Semakin besar Capital Adequacy Ratio (CAR) maka akan semakin besar daya tahan bank yang bersangkutan dalam menghadapi penyusutan nilai harta bank yang timbul karena adanya harta bermasalah. Menurut Kasmir . formulasi dari penghitungan rasio modal ini dapat dirumuskan sebagai berikut : Penelitian sebelumnya tentang pengaruh capital terhadap opini audit going concern yang dilakukan oleh Simanjuntak dkk . menyatakan bahwa rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh terhadap penerimaan opini audit going concern. Maka hipotesis pertama H1: Capital berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2020. Earning Earning dilakukan dengan melalui tingkat keberhasilan bank dalam memperoleh laba yang terdapat dalam rasio Return on Asset (ROA). Menurut Kasmir . Return On Assets (ROA) adalah rasio yang menunjukan hasil atau jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efektivitas manajemen dalam mengelola asetnya. Menurut Kasmir . rumus penghitungan rasio Return On Asset (ROA) yaitu sebagai . Kurnia dan Abubakar . menyatakan bahwa perusahaan yang memiliki nilai Return on Asset (ROA) negatif akan memicu masalah going concern, karena Return on Asset (ROA) negatif berarti perusahaan tersebut mengalami kerugian, dan ini akan mengancam Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Latif Azizah, et al. kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Dalam penelitian Noviyani . menyatakan bahwa Earning yang diproksikan dengan rasio Return on Asset (ROA) berpengaruh terhadap opini going concern. Sama halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurkhasanah dan Nurbaiti . , serta Irwanto dan Tanusdjaja . , dan Wineh . , yang menyatakan bahwa Return on Asset (ROA) berpengaruh terhadap opini going concern. Maka hipotesis kedua yaitu: H2: Earning berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2020. Liquidity Liquidity berkaitan dengan kemampuan bank dalam membayar utangnya, terutama utang jangka pendek. Terkait dengan itu. Financing to Deposit Ratio (FDR) merupakan salah satu rasio keuangan yang bisa mewakili penilaian tingkat kesehatan bank dilihat dari aspek likuiditas. Menurut Kasmir . Financing to Deposit Ratio (FDR) adalah rasio untuk mengukur komposisi jumlah pembiayaan yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri yang digunakan. Formulasi penghitungan Financing to Deposit Ratio (FDR) menurut Kasmir . yaitu sebagai berikut: Menurut Simbolon, dkk . , hubungan Liquidity dengan opini audit yaitu makin kecil likuiditas perusahaan maka perusahaan dikatakan kurang likuid karena banyak kredit macet sehingga opini audit harus memberikan keterangan mengenai going concern. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Putra dan Arisman . Noviyani . Rodiyahsari dan Adi . , menyatakan bahwa rasio likuiditas berpengaruh terhadap opini audit going concern. Maka hipotesis ketiga yaitu: H3: Liquidity berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2020. Opini Audit Going Concern Dalam SA Seksi 341 disebutkan bahwa opini audit going concern adalah opini audit yang dikeluarkan oleh auditor karena terdapat kesangsian tentang kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungkan hidupnya. Pemberian opini audit going concern oleh auditor pada suatu perusahaan dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya yaitu kondisi keuangan. Apabila kondisi keuangan baik maka dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut mampu mempertahankan kelangsungan hidup . oing concer. usahanya dalam jangka waktu panjang. Bagi yang mendapat opini audit going concern diberi kode 1, sedangkan yang mendapat opini audit non going concern . pini wajar tanpa pengecualia. diberi kode 0. Semakin baik tingkat Capital. Earning. Liquidity maka semakin kecil pula kemungkinan menerima pernyataan Opini Audit Going Concern, dengan begitu dapat dikatakan bahwa kondisi kesehatan bank tersebut baik maka dapat dikatakan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya. Maka hipotesis keempat yaitu: H4: Capital. Earning. Liquidity secara simultan berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Latif Azizah, et al. Capital (X. Earning (X. Opini Audit Going Concern (Y) Liquidity (X. Gambar 1. Kerangka Pemikiran Metodologi Penelitian Ruang Lingkup Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu berfokus pada penelitian deskriptif untuk menggambarkan pengaruh Capital (X. Earning (X. Liquidity (X. terhadap Opini Audit Going Concern (Y). penelitian ini dilakukan pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2020. Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2020. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu . Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Sumber data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Menurut Sugiyono . data sekunder adalah sumber data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara, yang menyediakan data berupa catatan atas laporan historis yang dipublikasikan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mencari dan memilih dokumen atau catatan perusahaan sesuai dengan yang diperlukan, setelah semua data yang dibutuhkan sudah terkumpul, maka dokumen tersebut akan diklasifikasikan dengan data yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti. Teknik Analisis Data Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif merupakan teknik analisa data untuk menjelaskan data secara umum atau generalisasi, dengan menghitung nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata . , dan standar deviasi . Pada penelitian ini menguji ada tidaknya pengaruh Capital (X. Earning (X. , dan Liquidity (X. , terhadap Opini Audit Going Concern (Y). Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda berfungsi untuk mencari pengaruh dari dua atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen. Analisis ini dihitung memakai bantuan aplikasi SPSS, dengan persamaan sebagai berikut: Y = 1 . X 1 2 . X 2 3 . X 3 A Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Latif Azizah, et al. Uji Statistik t Uji t dilakukan dengan menggunakan tingkat signifikansi . , jika nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka ada pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen, atau hipotesis diterima. Uji Statistik F Uji statistik F digunakan untuk mengetahui apakah semua variabel independen secara simultan memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka artinya variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen, yang berarti bahwa hipotesis diterima, jika nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka hipotesis ditolak. Uji Koefisien Determinasi (R. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan 1 . Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Ay Hasil dan Pembahasan Gambaran Umum Obyek Penelitian Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 14 Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2020. Sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan kriteria sampel dalam penelitian ini, terpilih 9 Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode Tabel 1 menunjukkan daftar Bank Umum Syariah yang menjadi sampel dalam penelitian ini: Tabel 1. Daftar Sampel Penelitian Kode Bank Nama Bank BCAS Bank BCA Syariah. PT BNIS Bank BNI Syariah. PT BRIS Bank BRI Syariah. PT BSB Bank Syariah Bukopin. PT BSM Bank Syariah Mandiri. PT BMS Bank Mega Syariah. PT BJBS Bank Jabar Banten Syariah. PT PNBS Bank Panin Dubai Syariah. PT BTPS Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah. PT Sumber: Otoritas Jasa Keuangan diolah, 2021 Hasil Uji Analisis Statistik Deskriptif Tabel 2 menunjukkan Hasil Uji Statistik Deskriptif masing-masing variable. Tabel 2. Hasil Uji Analisis Statistik Deskriptif Variabel Minimum Maksimum Capital Earning Liquidity Going Concern Valid N . Mean Std. Deviation Sumber: Data Sekunder diolah, 2021 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 3 merupakan hasil uji analisis regresi linear berganda Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Latif Azizah, et al. Tabel 3. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Model (Constan. Capital Earning Liquidity Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Data Sekunder diolah, 2021 Berdasarkan Tabel 3 di atas dapat dianalisis model estimasi sebagai berikut: Keterangan: y1 Ae y3 0,147 0,012 X1 0,018 X2 0,001 X3 e : Opini Audit Going Concern : koefisien masing-masing regresi variabel independen : Capital Capital Adequacy Ratio (CAR) : Earning Return on Asset (ROA) : Liquidity Financing to Deposit Ratio (FDR) Hasil Uji Statistik t Hasil koefisien regresi dapat dilihat pada Tabel 3 sebagai berikut: Pengujian hipotesis pertama (H. Variabel Capital yang diproksikan dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) memiliki koefisien regresi sebesar 0,012 dan tingkat signifikansi sebesar 0,001. Tingkat signifikansi tersebut menunjukkan berada di bawah 0,05 atau 0,001 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel Capital berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern, sehingga hipotesis alternatif (H. Pengujian hipotesis kedua (H. Variabel Earning yang diproksikan dengan Return on Asset (ROA) memiliki koefisien regresi sebesar -0,018 dan tingkat signifikansi sebesar 0,025. Tingkat signifikansi tersebut menunjukkan berada di bawah 0,05 atau 0,025 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel Earning berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern, sehingga hipotesis alternatif (H. Pengujian hipotesis ketiga (H. Variabel Liquidity yang diproksikan dengan Financing to Deposit Ratio (FDR) memiliki koefisien regresi sebesar -0,001 dan tingkat signifikansi sebesar 0,395. Tingkat signifikansi tersebut menunjukkan berada di atas 0,05 atau 0,395 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel Liquidity tidak berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern, sehingga hipotesis alternatif (H. Hasil Uji Statistik F Hasil dari uji F menunjukkan bahwa nilai F sebesar 4. 320 dan tingkat signifikansi sebesar 0,011. Tingkat signifikansi tersebut menunjukkan berada di bawah 0,05 atau 0,011 < 0,05 (Tabel . Hal ini menunjukkan bahwa variabel Capital. Earning. Liquidity secara simultan berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern, sehingga hipotesis alternatif (H. Tabel 4. Hasil Uji F Model Regresi Sig. Keterangan Berpengaruh Sumber: Data Sekunder diolah, 2021 Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Latif Azizah, et al. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 5. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Sumber: Data Sekunder diolah, 2021 Berdasarkan Tabel 5, nilai R Square adalah 0,288 atau 28,8%. Hal ini menunjukkan bahwa Capital. Earning, dan Liquidity berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern. Berdasarkan Tabel 5 diketahui bahwa nilai Adjusted R2 sebesar 22,2%, variabel Opini Audit Going Concern dipengaruhi oleh variabel Capital. Earning. Liquidity . Sisanya 77,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pembahasan Hasil pengujian hipotesis yang dikembangkan dalam penelitian ini secara ringkas disajikan sebagai berikut: Capital berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2020. Hubungan antara Capital terdapat korelasi dengan Opini Audit Going Concern, hal ini dapat dibuktikan berdasarkan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Capital berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2020. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Simanjuntak dkk . yang menyatakan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern. Semakin besar Capital yang dimiliki oleh suatu bank maka akan semakin besar daya tahan bank yang bersangkutan dalam menghadapi penyusutan nilai harta bank yang timbul karena adanya harta bermasalah, atau dapat dikatakan bahwa kinerja bank tersebut akan semakin baik. Sehingga auditor cenderung akan memberikan opini audit non going concern karena bank dianggap memiliki kondisi keuangan yang baik. Earning berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2020. Hubungan antara Earning terdapat korelasi dengan Opini Audit Going Concern, hal ini dapat dibuktikan berdasarkan nilai signifikansi sebesar 0,025 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Earning berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2020. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Noviyani . Nurkhasanah dan Nurbaiti . Irwanto dan Tanusdjaja . , serta Wineh . yang menyatakan bahwa Return On Asset (ROA) berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern. Semakin tinggi tingkat Earning semakin besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Bank yang memiliki Earning tinggi cenderung memiliki laba yang tinggi disertai dengan peningkatan aset perusahaan. Tingkat Earning yang tinggi mengakibatkan auditor cenderung memberikan opini audit non going concern karena bank dianggap memiliki kondisi keuangan yang sehat sehingga dianggap mampu mempertahankan kemampuan operasional bank dengan baik. Liquidity tidak berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2020. Hubungan antara Liquidity tidak terdapat korelasi dengan Opini Audit Going Concern, hal ini dapat dibuktikan berdasarkan nilai signifikansi sebesar 0,395 > 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Liquidity tidak berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017- Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Latif Azizah, et al. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Yuliyani dan Erawati . Rahman dan Ahmad . Haryanto dan Sudarno . Irwanto dan Tanusdjaja . Mutsanna dan Sukirno . , serta Simbolon dkk . yang menyatakan bahwa Liquidity tidak berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan nilai Liquidity lebih besar dari nilai signifikansi yang artinya Liquidity tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern, maka dapat dikatakan tinggi rendahnya Liquidity perusahaan tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern. Semakin kecil tingkat Liquidity ini berarti semakin kecil kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendek, dan sebaliknya. Meskipun demikian, tingkat Liquidity perusahaan tidak memiliki pengaruh yang besar dalam halnya auditor menerbitkan opini audit going concern, karena auditor tidak hanya melihat kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya tetapi juga memperhatikan faktor lainnya yang memengaruhi keuangan perusahaan. Capital. Earning. Liquidity secara simultan berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2020. Hubungan antara Capital. Earning. Liquidity secara simultan terdapat korelasi dengan Opini Audit Going Concern, hal ini dapat dibuktikan berdasarkan nilai signifikansi sebesar 0,011 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Capital. Earning. Liquidity secara simultan berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2020. Dengan demikian hasil dalam penelitian ini menerima hipotesis keempat (H. Semakin baik tingkat Capital. Earning. Liquidity maka semakin kecil pula kemungkinan menerima pernyataan Opini Audit Going Concern, dengan begitu dapat dikatakan bahwa kondisi kesehatan bank tersebut baik maka dapat dikatakan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasana terkait pengaruh Capital. Earning. Liquidity terhadap Opini Audit Going Concern pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2020, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Capital yang diproksikan dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2020. Earning yang diproksikan dengan Return on Asset (ROA) berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2020. Liquidity yang diproksikan dengan Financing to Deposit Ratio (FDR) tidak berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2020. Capital. Earning. Liquidity secara simultan berpengaruh terhadap Opini Audit Going Concern pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2020. Referensi