Jurnal Agroindustri Halal ISSN 2442-3548 Volume 10 Nomor 3. Desember 2024 | 355 Analisis Dampak Religiusitas. Kesadaran Halal. Sertifikasi Halal, dan Komposisi Pangan terhadap Minat Beli Makanan Halal Analysis of the Impact of Religiosity. Halal Awareness. Halal Certification, and Food Composition on Halal Food Purchase Intent Muhammad Nizar1. Ririn Tri Ratnasari1a. Indrianawati Usman2 1Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, alamat Jalan Arlangga Nomor 4 Kota Surabaya Kode Pos 60286. aKorespondensi: Ririn Tri Ratnasari. E-mail: ririnsari@feb. Diterima: 09 Ae 06 Ae 2023. Disetujui: 31 Ae 12 - 2024 ABSTRACT This study aims to investigate the simultaneous influence of religiosity, awareness of halal products, halal certification, and food ingredient composition on the desire to purchase halal food. The method applied is through a survey with questionnaires distributed via Google Form. The sample of this study involved 205 respondents selected based on the purposive sampling method, focusing on the Indonesia adult population. The analysis results show that religiosity, halal awareness, halal certification, and halal ingredient composition have a positive and significant simultaneous effect on the intention to buy halal food products. This suggests that the higher someone's level on religiosity and awareness, the more likely thay are to purchase halal food products. Moreover, halal certification also plays a crucial role in determining purchasing interest because it providers assurance that the product meets established halal standards. Another factor is that food composition has a significant simultaneous impact on purchasing intention, the availability of halal ingredients and composition in a product will increase the product's value to consumers. Keywords: halal awaraness, halal certification, halal food, food composition, purchase intent, the impact of religiosity ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan untuk meneliti pengaruh bersamaan dari religiusitas, kesadaran terhadap produk halal, sertifikat halal, serta komponen bahan makanan terhadap keinginan membeli makanan yang halal. Metode yang direpkan adalah melalui surve dengan kuesioner yang disebarkan melalui google form. Sample penelitian ini melibatkan 205 responden yang diambil berdasarkan metode purposive sampling, dengan fokus pada populasi masyarakat Indonesia yang telah berusia Hasil analisis menunjukkan bahwasanya religiusitas, kesadaran halal, sertifikat halal, dan komponen bahan makanan berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap niat beli produk makanan halal. Hal tersebut mengarahkan bahwa semakin naik tingkat religiusitas dan kesadaran seseorang, maka semakin besar kemungkinan mereka akan membeli produk makanan Selain itu, sertifikat halal juga menjadi indikator penting dalam menentukan minat beli produk, karena sertifikat halal memberikan jaminan bahwa produk tersebut sudah memenuhi standar halal yang ditetapkan. Faktor lain adalah komposisi makanan berpengaruh signifikan yang simultan terhadap niat pembelian, ketersediaan bahan dan komposisi yang halal pada produk akan meningkatkan nilai beli konsumen. Kata Kunci: dampak religiusitas, kesadaran halal, komposisi pangan, minat beli, makanan halal, sertifikat halal Nizar. Ratnasari. , & Usman. Analisis Dampak Religiusitas. Kesadaran Halal. Sertifikasi Halal, serta Komposisi Pangan terhadap Minat Beli Makanan Halal. Jurnal Agroindustri Halal, 10. , 355 Ae 366. 356 | Nizar et al. Analisis Dampak Religiusitas. Kesadaran Halal. Sertifikasi Halal PENDAHULUAN Islam mengarahkan tindakan manusia dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk perilaku konsumsi. Al-Quran juga menyebutkan tentang sesuatu yang diperbolehkan dan yang tidak boleh dikonsumsi bagi manusia seperti halnya yang dikemukakan di dalam Al-Quran, pada surat Al-Maidah ayat 3, surat Al-Baqarah ayat 173, anjuran untuk mengkonsumsi makanan yang halal. Maka dari itu, halal dan baiknya minuman dan makanan merupakan faktor yang penting bagi seorang Muslim (Furqon, 2. Pengaruh kepercayaan agama pada seorang Muslim adalah untuk mematuhi perintah Allah dan meninggalkan segala yang Nuraini . mengatakan bahwa dalam Islam, konsep halal adalah kunci utama dalam konsumsi. Idris & Noor . menjelaskan bahwa konsumen Islam mengonsumsi daging halal dengan tujuan mengikuti dan mengekspresikan ajaran agama Menurut Idris & Noor . , menerangkan bahwa makanan yang halal tidak hanya merupakan berita agama, melainkan juga memunyai implikasi untuk konteks sebuah bisnis dan perdagangan terkait dengan gaya hidup dan kualitas produk yang terjamin. Perkembangan industri halal tidak hanya terjadi di berbagai negara Muslim. Peningkatan populasi Muslim pada beberapa negara non-Muslim juga berkontribusi pada tingginya kebutuhan akan industri halal, terutama produk makanan halal untuk Muslim Peningkatan jumlah populasi Muslim di dunia juga mendorong kesadaran konsumen Muslim terhadap produk halal (Iltiham & Nizar, 2020. Munir et al. , 2. Populasi Muslim di dunia diperkirakan terus meningkat hingga mencapai 30% populasi dunia pada tahun 2050, jumlah ini setara dengan populasi orang Kristen di dunia (IB, 2. Pemenuhan kebutuhan konsumsi Muslim berbeda karena permintaan untuk makanan halal dan baik, meskipun Muslim tinggal di negara non-Muslim. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran akan konsumsi makanan halal (Affandy, 2. Menurut Sutisna . Sejumlah faktor yang berdampak pada pola konsumsi meliputi agama, ras, pengetahuan, persepsi, dan faktor-faktor Pengembangan penelitian terkait kesadaran halal beberapa tahun terakhir meningkat dengan pesat (Hapsari et al. , 2019. Herwinda, 2020. Kusumaningrum et al. , 2021. Nizar, 2017. Pambudi, 2. Makanan halal juga merupakan daya tarik bisnis di negara non-Muslim (Belopilskaya et al. , 2. Novelty penelitian ini mengintegrasikan beberapa faktor yang saling terkait, seperti religiusitas, kesadaran produk halal, sertifikasi produk halal, serta komposisi pangan, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang minat beli produk makanan halal. Fokus pada makanan halal dalam penelitian ini menambahkan keunikan, karena makanan halal memiliki karakteristik dan pertimbangan khusus yang berbeda dari produk makanan lainnya. Maka dari itu, penelitian ini dapat membawa pemahaman khusus tentang perilaku konsumen terkait dengan makanan halal. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi industri makanan halal, membantu mereka memahami faktor-faktor yang memengaruhi minat beli konsumen. Herwinda . menyatakan bahwa kesadaran halal yang ada pada seorang umat Islam memberikan pengaruh yang berarti pada keinginan beli konsumen. Namun menurut Nugraha et al. , . kesadaran halal bagi umat muslim masih sangat kurang, khususnya pada sisi sertifikasi label halal. Jika konsumen mempunyai kesadaran halal, maka niat pembelian menjadi tinggi dan konsisten hanya pada produk halal saja. Oleh karena itu, perusahaan akan merasa perlu untuk memperoleh atau mempertahankan sertifikasi halal. Menjadi bagian dari rencana pemasaran perusahaan untuk menarik konsumen merupakan salah satu alasan strategis mengapa penting bagi produsen untuk mempertimbangkan aspek kehalalan produk (Nugraha et al. , 2. Kebutuhan makanan halal bagi negara-negara Muslim seperti Indonesia sangat penting dan harus dikelola dengan baik (Haleem et al. , 2. Keberadaan label halal yang termuat di produk makanan merupakan pertimbangan lebih khusus bagi umat Muslim. Namun, label halal tersebut tidak hanya mewakili Artinya, produk tersebut memenuhi syarat sebagai makanan yang diperbolehkan dalam agama Islam dan dapat dikonsumsi oleh Jurnal Agroindustri Halal ISSN 2442-3548 Volume 10 Nomor 3. Desember 2024 | 357 umat Muslim. Tujuannya juga agar jelas bahwa produk tersebut tidak hanya ditujukan untuk umat Muslim karena memenuhi syarat halal, tetapi juga untuk siapa saja yang merasa aman untuk mengonsumsi produk tersebut (Laili & Canggih, 2. Label halal yang melekat pada produk menjadi tanda produk itu telah memperoleh sertifikasi halal yang telah diuji secara ketat. Mendapatkan sertifikasi halal atau label halal memberikan garansi keamanan bagi umat Islam untuk mengkonsumsi produk tersebut (Wenovita, 2. Penelitian di Singapura sekitar tahun 2006 menunjukkan bahwa Mc Donald's yang terdapat di negara tersebut mengalami kunjungannya meningkat sebanyak 8 juta yang berkunjung setelah mendapat sertifikasi halal dari pemerintah setempat. Sertifikasi halal ini tidak hanya melibatkan produk yang akan langsung dikonsumsi oleh konsumen. Namun, hal ini melibatkan seluruh aspek rantai produksi seperti peralatan yang dipakai dan bahan-bahan tambahan lainnya yang ditambahkan pada produk yang bersangkutan. Produk makanan yang berada pada pasar sekarang banyak berasal dari luar negeri. Ada banyak makanan dari luar negeri yang mungkin tidak ada di Indonesia (Syafrida & Hartati, 2. Komposisi bahan makanan merupakan faktor yang berdampak pada keputusan pembelian konsumen pada suatu produk makanan (S. indinesia, 2. Giri Putri et al. mengatakan Berdasarkan penelitian, komposisi bahan yang terdapat dalam produk mempunyai dampak negatif pada niat pembelian konsumen. Penelitian ini berpotensi untuk memberikan kontribusi penting kepada literatur dalam bidang pemasaran dan perilaku konsumen, terutama dalam konteks makanan halal. Selain itu penelitian ini berkontribusi dalam memberikan wawasan strategis bagi produsen dan pengecer makanan halal. Hasil ini dapat dimanfaatkan oleh mereka untuk lebih mendalam memahami aspek-aspek yang berdampak pada ketertarikan konsumen membeli produk makanan halal, memungkinkan pembuatan strategi pemasaran yang lebih tepat. Selain itu penelitian ini dapat membantu konsumen dalam menafsirkan pentingnya akan religiusitas, kesadaran akan produk halal, adanya sertifikasi halal, dan komposisi pangan dalam mempengaruhi keputusan pembelian mereka terkait makanan halal. Manfaat penelitian ini untuk Berdasarkan deskripsi di atas, terdapat kesenjangan penelitian yang terkait dengan beberapa faktor yang berdampak pada niyat pembelian seorang konsumen pada produk yang Selain itu study ini fokus untuk meneliti seberapa sadar umat Muslim terhadap kehalalan suatu produk dan melihat peran religiusitas, halal awaraness, certifikasi halal, serta komposisi pada bahan makanan dalam mempengaruhi pada niat beli produk makanan yang MATERI DAN METODE MATERI Konsep Islam Ajaran Islam memiliki konsep hukum dan syariah yang mengatur kehidupan sehari-hari umat Muslim. Hukum dan syariah Islam ini mencakup semua aspek hal-hal yang paling dasar, termasuk perilaku konsumsi. Ridwan . menjelaskan bahwa Islam memiliki tiga kategori hukum terkait, yaitu halal, haram, dan subhat. Halal berarti diperbolehkan dan sah, haram berarti tidak diizinkan dan tidak sah, sementara subhat berarti meragukan, masih dipertanyakan dan sebaiknya dihindari. Saran terkait makanan halal dan haram tertuang dalam ayat-ayat Al-Quran surat Al-Maidah ayat 3. Al-Baqarah ayat 168. Al-Maidah ayat 88. AlMaidah ayat 90. Al-MuAominun ayat 51. Agama ajaran Islam perlu untuk memperhatikan halal, seperti makanan dan bahan yang digunakan juga harus halal, tidak boleh dicampur dengan barang terlarang dalam proses produksi, memasak, dan penyajian (Latif & Ab. Rahman, 2. Minat Beli 358 | Nizar et al. Menginvestigasi Dampak Religiusitas. Kesadaran Halal. Sertifikasi Halal Menurut Adriani & MaAoruf . Mendefinisikan minat beli sebagai keinginan atau kecenderungan seorang konsumen untuk membeli sebuah produk serta melakukan aktifitas tindakan terkait pembelian, yang dapat diukur dari seberapa besar konsumen untuk melakukan aktifitas pembelian tersebut. Niat membeli sama dengan niat untuk melakukan pembelian di masa depan Nurhasah et al. Hatta . menjelaskan bahwa menemukan perbedaan perilaku dan niat pembelian konsumen Muslim yang mengetahui dan tidak mengetahui tentang perluasan sertifikasi halal dari produk jajanan siap saji. Abdul et al. menemukan adanya sembilan dimensi dalam memperkuat niat membeli halal. Demensi-demensi itu adalah kekokohan, kepastian, universal, asosiasi merek, kemurnian, kesesuaian, kehalalan, tempat dan distribusi, serta pengetahuan. Religiusitas Religiusitas adalah penghargaan terhadap agama seseorang, termasuk symbol-simbol, nilai, keyakinan, dan etika yang didorong oleh tenaga spritualitas Pratama & Hartati . Berbagai agama yang mempunyaiaturan mengenai apa yang diperbolehkan dan tidak Hal ini juga termasuk dalam perilaku konsumen, sehingga agama dapat menjadi dasar keyakinan keagamaan dalam perilaku konsumsinya. Pada dasarnya, aturan dalam Islam yang menyangkut semua aspek kehidupan manusia adalah untuk kemaslahatan Halal Awareness Halal Awareness yaitu kemampuan untuk mempersepsi, merasakan dan menyadari peristiwa serta obyek. Konsep kesadaran ini dihipotesiskan memiliki indikator penting dalam menentukan minat pembelian (Bashir, 2019. Nizar, 2. Menurut Allport & Ross . , religious di klasifikasikan menjadi 2 jenis, pertama intrinsik dan kedua ekstrinsik. Instrinsik berarti memasukkan nilai-nilai agama di dalam diri, ada internalisasi spiritual religius dan memiliki sedikit prasangka. Ekstrinsik berarti ada tingkat prasangka agama yang tinggi, cara beragama secara ekstrinsik akan mendorong seseorang untuk memanfaatkan agamanya. Hasil tinjauan dari Setiawati et al. berpendapat bahwa keberagamaan yang ekstrinsik akan membawa insan kamil pada dimensi praktis agama. Maka dimensi ini meliputi perilaku ibadah, keimanan, dan lain sebangainya yang diperbuat untuk menunjukkan prinsip pada agama yang dianutnya. Sertifikat Halal Sertifikasi halal yaitu adalah legalitas resmi oleh lembaga yang telah ditunjuk disuatu negara yang menjamin suatu produk itu halal atau tidak. Sertifikasi halal sangat penting untuk negara-negara Muslim seperti Indonesia karena merupakan bagian dari kewajiban untuk memenuhi kesejahteraan Muslim dalam makanan halal yang terjamin (Nizar & Rakhmawati. Svinarky & Malau, 2. Label halal adalah indikator kehalalan dari sebuah produk. Berdasarkan riset, label halal berpengaruh besar pada ketertarikan membeli, namun tidak memberikan dampak signifikan pada determinasi pembelian (Faujiah et al. , 2. Komposisi Bahan Makanan Makanan yang dikonsumsi mengandung berbagai komponen yang dicampur sebelum siap dikonsumsi oleh manusia. Komposisi makanan terdiri dari beberapa bahan yang terkandung pada produk makanan itu. Komposisi bahan makanan ini terkait dengan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk umat Muslim (Permata, 2. Menurut Sari . , sebagian besar konsumen sangat memperhatikan informasi tentang makanan yang mereka konsumsi, dan informasi tersebut biasanya tertera pada label produk. Konsumen yang sadar akan memeriksa label komposisi bahan sebagai pengetahuan dan pengambilan keputusan apakah akan membeli atau tidak. Hussain et al. melakukan studi dan menemukan bahwa bahan-bahan memiliki pengaruh signifikan pada sikap seorang konsumen untuk memutuskan pembelian produk. Jurnal Agroindustri Halal ISSN 2442-3548 Volume 10 Nomor 3. Desember 2024 | 359 Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh religiusitas, kesadaran halal, sertifikasi halal, dan bahan makanan terhadap niat beli konsumen Muslim pada produk makanan halal. Kerangka penelitian yang diimplementasikan pada penelitian ini yaitu: Sertifikasi Halal (H. Religiusitas (H. Minat Beli Komposisi Bahasan Makanan (H. Halal Awaresess (H. Gambar 1. Pondasi Hipotesis Penelitian METODE Populasi untuk penelitian ini adalah konsumen muslim dewasa di Indonesia. Sample yang dipakai berjumlah 205 responden. Untuk pengumpulan sample menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan convenience sampling (Ikhsan et al. , 2. Metode untuk menentukan sample menggunakan purposive sesuai kriteria yang ditentukan peneliti, yang meliputi usia minimal 17 tahun, wisatawan yang melakukan kunjungan ke objek wisata halal, dan wisatawan yang aktif menggunakan media sosial. Data dalam penelitian ini yaitu data primer dan skunder. Data primer diambil dari kuesioner yang disebarkan kepada responden dalam waktu singkat melalui Google Form. Penggunaan skala Likert dimanfaatkan untuk menilai sikap, persepsi, dan pendapat individu atau kelompok mengenai fenomena sosial tertentu. Dalam menjawab kuesioner. Dari berbagai alternatif yang telah tersedia, responden diminta untuk memilih, yang terdiri dari opsi sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, dan sangat setuju, dengan skor yang berkisar dari 1 hingga 4. Data skunder yang digunakan berasal dari buku, website, serta literatur terkait yang dikumpulkan sebelumnya. (Sugiono, 2. Variabel yang dipakai terdiri dari dari 5 variabel, 10 indikator, dan 22 item . ihat Tabel . Tabel 1. Variabel, indikator dan item penelitian Variabel Religiusitas. Pratama & Hartati . Indikator Spiritual Sosial Halal Awaranees. Setiawati et al. Kesadaran halal Item Sertifikasi Halal, (Svinarky & Malau, 2. Kesadaran halal Logo halal Keyakinan Ibadah Penghayatan Pengetahuan Pengalaman Mencari refrensi tentang konsep halal. Produk halal selalu dikonsumsi karena Upaya dilakukan untuk menghindari produk yang syubhat. Memperhatikan logo halal. Kehalalan komposisi produk dipastikan. Produk halal dikonsumsi. Ketika mengkonsumsi produk halal, perasaan tenang dan aman dirasakan. Terdapat logo halal dalam kemasan Memilih produk yang berlebal halal Mengetahui perbedaan logo halal yang asli atau palsu 360 | Nizar et al. Komposisi Bahan Makanan, (Permata, 2. Minat Beli. Adriani & MaAoruf . Menginvestigasi Dampak Religiusitas. Kesadaran Halal. Sertifikasi Halal Komposisi Kandungan komposisi Menggunakan bahan yang halal Pemrosesan yang baik dan benar Transaksional Minat berdasarkan kebutuhan dan tujuan Refrensional Minat berdasarkan rekomendasi atau Preferensial referensi dari orang lain. Eksploratif Minat karena memiliki preferensi pribadi terhadap merek atau jenis produk Minat untuk menjelajahi produk atau layanan baru. Sumber: Adriani & MaAoruf . Permata . Pratama & Hartati . Setiawati et al. Svinarky & Malau . Dalam penelitian ini, digunakan skala likert, sehingga harus melalui uji konsistensi dan stabilitas pertanyaan pada kuesioner dengan uji keandalan dan uji validitas (Imam Ghozali. Keandalan diuji dengan memeriksa nilai Alfa Cronbach, jika nilai > 0,60 maka variabel penelitian dapat dikatakan dapat diandalkan. Sedangkan uji validitas dilihat dari perhitungan korelasi Pearson Correlation. Untuk memberikan gambaran tentang data penelitian, analisis statistik deskriptif digunakan. Selain itu, pengujian asumsi termasuk pengujian normalitas, multikolinieritas, heteroskodestisitas digunakan dalam research ini (Ikhsan et al. , 2. Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang dimanfaatkan adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 22. Adapun rumus regresi yaitu: ycEya = yu yu1ycIyaya yu2yaya yu3yaya yu4yaya yce : Konstanta : Certifikasi Halal : Niat Pembelian : Komposisi Bahan Makanan R E L : Religiusitas : Error : Halal Awareness HASIL DAN PEMBAHASAN Tes validitas. Reliabilitas dan Normalitas Analisis validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak SPSS 22. Dengan metode Cronbach Alpha, reliabilitas diuji, sementara validitas diuji dengan metode korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa (X. Religiusitas, (X. Halal Awaranees, (X. Sertifikasi Halal, (X. Komposisi Bahan Makanan, (Y) Minat Beli seluruh variabel penelitian dapat dipercaya dikarenakan hasil nilai Cronbach Alpha dia atas 0,6. Setiap indikator dalam variabel penelitian dapat dianggap valid karena nilai Korelasi Pearson memiliki nilai signifikansi kurang dari 0,05 (Sugiono, 2. Pengujian normalitas menggunakan Kolmograv Smirnov dengan SPSS, dengan sig. Z sebesar nilai 0,231 artinya dianggap signifikan karena lebih besar daro 0,05. Uji Asumsi Klasik Hasil analisis yang didapat dari serangkian analisis data menggunakan SPSS. Uji asumsi termasuk pada tes validitas, reliabilitas, serta normalitas (Yusuf & Kunto, 2. Untuk menguji multikolinieritas, dilakukan pengecekan terhadap nilai Tolerance dan VIF memakai aplikasi SPSS 22. Tabel 1 dan tabel 2 menunjukkan statistik deskriptif dari data yang diperoleh dari responden. Dengan memakai teknik statistik deskriptif, penelitian dapat memberikan pengetahuan yang lebih jelas tentang karakteristik responden serta tingkat pengetahuan konsumen terkait literasi halal di Indonesia. Jurnal Agroindustri Halal ISSN 2442-3548 Volume 10 Nomor 3. Desember 2024 | 361 Tabel 2. Data Demografi Responden Karakteristik Jenis Kelamin Grup Laki-laki Perempuan Usia >31 Total Pekerjaan Pelajar / Mahasiswa PNS Pekerja Swasta Guru / Dosen Pengusaha Lainnya Total Sumber: Data diolah . Total Persentase Tabel 2 tentang demografis penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki . %) dan perempuan . %). Rentang usia responden terbesar adalah antara 21 hingga 25 tahun sebanyak 53%, dan yang paling rendah adalah usia 16-20 Th sejumlah 11. Mayoritas responden adalah mahasiswa . %) dan yang paling rendah adalah PNS . egawai negeri sipi. %). Tabel 3. Tingkat Pengetahuan Halal Responden Informasi Halal Sekolah Dasar SMP SMA Universitas Sumber Informasi Halal Keluarga Teman-teman Buku, majalah, koran Media elektronik Media Internet dan sosial media Seminar atau workshop Lain-lain Si Halal BPJPH Application Iya Tidak Website: halal. Iya, saya menginstal Tidak pernah mengakses Sumber: Data diolah . Total Persentase 362 | Nizar et al. Menginvestigasi Dampak Religiusitas. Kesadaran Halal. Sertifikasi Halal Tabel 3 menunjukkan pengetahuan konsumen terkait literasi halal di Indonesia. Data menunjukkan bahwa sumber informasi terpenting tentang makanan adalah keluarga dan mulai dipelajari sejak pendidikan dasar. Terkait dengan literasi halal dari BPJPB atau Majelis Ulama Indonesia (MUI), masih banyak orang yang tidak memanfaatkan aplikasi Halal MUI di ponsel mereka dan belum pernah mencari informasi dari situs web halal. Hasil Uji Hipotesis Analisis regresi linier berganda yaitu sebuah teknik statistik yang dipakai untuk menganalisis hubungan timbal balik antara satu variabel dependen dengan dua atau lebih variabel independen (Ghozali, 2. Berikut adalah hasil analisis regresi: Tabel 4. Analisis Regresi Variabel Religiusitas Halal Awaranees Sertifikasi Halal Komposisi Bahan Makanan Konstan Disesuaikan R2 F-Statistik Signifikansi Sumber: Data diolah . Koefisien regresi Statistik t Signifikan Dari hasil yang tertera di Tabel 4, dapat disimpulkan bahwa untuk koefisien determinasi yang dihitung dengan memakai nilai Adjusted R Square adalah 0. Berdasarkan Tabel 3, dapat tarik kesimpulan bahwa Adjusted R Square menunjukkan bahwa 38,8% variasi dalam niat pembelian makanan halal dapat dijelaskan oleh variabel keagamaan, kesadaran halal, sertifikasi halal, dan bahan makanan. Sisanya 61,2% dapat diterangkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Uji F sebesar 0,000 (<0,. , yang mengarahkan bahwa secara simultan variabel keagamaan, kesadaran halal, sertifikasi halal, dan komposisi bahan makanan berpengaruh secara signifikan terhadap niat pembelian makanan halal. Dari hasil research dan analisis linier berganda yang telah dilaksanakan, maka model persamaannya sebagai berikut: ycEya = 6,437 0,291ycIyaya 0,188yaya 0,076yaya 0,158yaya . Hipotesis Pertama. Setelah pengujian hipotesis, maka variabel religiusitas ditemukan memiliki nilai koefisien regresi 0,291 dengan signifikansi 0,002 (<0,. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel religiusitas memiliki pengaruh positif signifikan terhadap niat beli produk halal dengan tingkat signifikansi 5 persen. Keyakinan keagamaan yang diikuti akan membawa seseorang untuk taat pada aturan keagamaannya. Perilaku konsumsi halal merupakan implementasi dari ketaatan keagamaan seorang Muslim. Dampak dari keagamaan terhadap variabel niat beli makanan yang halal dapat disebabkan oleh kehidupan agama Islam yang sudah menjadi gaya hidup sehingga semua aspek kehidupannya akan didasarkan pada keyakinan keagamaannya. Temuan dari research ini sependapat dengan hasil penelitian Majid et al. Muslichah et al. Hipotesis Kedua. Berdasarkan pengujian hipotesis, maka variabel kesadaran halal ditemukan mempunyai nilai koefisien regresi sebesar 0,188 dengan derajat signifikansi 0,014 (<0,. Maka dapat diindikasi bahwa untuk variabel kesadaran halal memiliki pengaruh positif signifikan pada variabel niat pembelian dengan tingkat signifikansi 5%. Kesadaran halal berkaitan dengan kapasitas pengetahuan konsumen Muslim untuk memahami yang sesuai dengan syariah dan yang tidak. Kesadaran halal kemungkinan akan terus meningkat Jurnal Agroindustri Halal ISSN 2442-3548 Volume 10 Nomor 3. Desember 2024 | 363 sejalan dengan perkembangan media dan teknologi, sehingga variabel niat beli konsumen pada produk-produk halal akan juga meningkat. Indonesia berupaya menjadi pusat industri halal di dunia. Temuan ini didukung Aziz & Chok . Laili & Canggih . Pambudi . Hipothesis Ketiga. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bahwa variabel sertifikasi halal mempunyai nilai koefisien regresi 0,076 untuk taraf signifikansi 0,012 (<0,. Maka hal ini mengindikasikan bahwa variabel sertifikasi halal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel niat pembelian pada taraf signifikansi 5%. Sertifikasi halal adalah jaminan bahwa barang yang dikonsumsi sungguh benar halal dan sesuai dengan Islam serta dijamin kualitas dan keamanannya. Perlu dilakukan perpanjangan masa berlaku sertifikasi halal agar kualitas halal tetap terjaga. Label halal pada produk adalah tanda jaminan dari sertifikasi halal dari MUI. Penelitian ini didukung oleh Laili & Canggih . Namun, penelitian Nanda & Ikawati . menunjukkan bahwa sertifikasi halal bukanlah masalah bagi konsumen Muslim untuk produk dalam penelitian mereka. Jadi tanpa memperpanjang sertifikasi halal, konsumen tidak terlalu khawatir. Hipothesis Keempat. Menurut hasil pengujian hipotesis, terdapat nilai koefisien regresi sebesar 0,158 dan taraf signifikansinya 0,002 (<0,. pada variabel komposisi makanan. Dapat diidentifikasi bahwa untuk variabel komposisi makanan memiliki pengaruh positif signifikan pada variabel niat pembelian dengan signifikansi 5%. Selain label halal pada kemasan, juga terdapat label komposisi bahan pada produk. Hal ini sesuai dengan UU dan peraturan lainnya yang berhubungan dengan produk yang beredar di seluruh Indonesia. Penelitian ini sejalan dengan Majid et al. Muslichah et al. KESIMPULAN Seluruh variabel independen, yaitu religiusitas, halal awareness, halal sertifikasi, dan komposisi makanan bahan makanan, dan memiliki hubungan dengan nilai posotif signifikan pada variebel nila beli konsumen pada mahanan halal. Peran religiusitas adalah untuk mengontrol perilaku pembelian konsumen terhadap makanan halal. Maka ini mengindikasikan semakin orang memiliki kemampuan agama yang tinggi, maka semakin tinggi juga niat pembelian makanan halal. Keberadaan kesadaran halal dalam seseorang juga akan mempengaruhi niat beli. Selain itu, sertifikasi halal melalui label halal dan bahan makanan pada kemasan juga berdampak pada minat beli konsumen muslim di Indonesia khususnya untuk jenis makanan halal. Dampak pengaruh posifitif signifikan dari empat variabel ini terhadap niat pembelian konsumen bisa menjadi ide bagus untuk perusahaan serta pemerintah untuk bekerja sama dalam meningkatkan standar sertifikasi halal. DAFTAR PUSTAKA