P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 5 No. 1, 2025 Page:1-8 Jurnal Language education and literature PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENEMUKAN NILAI MORAL DALAM CERPEN PADA SISWA KELAS XI MA MAZROAoILLAH LUBUKLINGGAU Aida Nurhesti1. Rudi Erwandi2. Nur Nisai Muslihah3 Universitas PGRI Silampari aidanurhesti1702@gmail. com1, rudierwandi@gmail. 2, nurnisai86@gmail. ABSTRAK Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui peningkatan secara signifikan hasil belajar menemukan nilai moral dalam cerpen pada siswa kelas XI MA MazroAoilah Lubuklinggau. Penelitian ini menggunakan motode eksperimen semu yang dilakukan tanpa adanya kelas pembandingan. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI MA MazroAoillah yang berjumlah 48 siswa. Sampel penulisan dipilih menggunakan Teknik simple random sampling dan terpilih kelas MIA 1 dengan jumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Teknik tes . es menemukan nilai moral dalam cerpe. Data tes yang terkumpul dianalisis menggunakan uji-t pada taraf signifikan sebesar =0,05. Analisis hasil data dapat thitung => 9,0265 Ttabel =37,65, sehingga dapat disimpulkan kemampuan menemukan nilai moral dalam cerpen pada siswa kelas XI MA MazroAoillah Lubuk Linggau setelah penerapan pembelajaran discovery learning signifikan tuntas. Kata Kunci: Discovery Learning. Cerita Pendek ABSTRCT The purpose of this writing is to determine the significant increase in learning outcomes to find moral values in short stories for class XI students MA Mazro'ilah Lubuklinggau. This research used a quasi-experimental method which was carried out without any comparison classes. The population in this study was all students in class XI MA Mazro'illah, totaling 48 students. The writing sample was selected using a simple random sampling technique and the MIA 1 class with a total of 26 students was selected. The data collection technique was carried out using a test technique . est to find moral values in short storie. The collected test data were analyzed using the t-test at a significance level of =0. Analysis of the data results can be calculated t => 0265 T table = 37. 65, so it can be concluded that the ability to find moral values in short stories in class XI students at MA Mazro'illah Lubuk Linggau after implementing Discovery Learning is significantly complete. Kata Kunci: Discovery Learning. Cerita Pendek PENDAHULUAN Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan menalar dengan menjadikan bahasa sebagai ilmu pengetahuan dan pembelajaran berbasis teks. Pembelajaran Bahasa Indonesia mencakup materi kebahasaan, kesastraan dan keterampilan berbahasa. Salah satu muatan materi pembelajaran Bahasa Indonesia pada bidang sastra di SMA/MA adalah menemukan nilai cerpen dalam cerpen. Sebagaimana dikemukakan dalam silabus mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA/MA kelas XI pada KD 13. 2 menunjukkan keterampilan menalar, mengelola, dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1, 2025 Page:1-8 sesuai dengan yang dipelajari sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori. Selanjutnya secara rinci dikemukakan dalam Kompetensi Dasar 13. 2 Menemukan nilai-nilai dalam cerpen yang dibacakan. Pernyataan di atas menunjukkan bahwa salah satu materi pembelajaran sastra adalah menemukan nilai-nilai dalam cerpen yang merupakan bagian dari pengetahuan. Pembelajaran menemukan berpusat pada kreativitas dan keaktifan yang mampu membantu siswa dalam Dalam pembelajaran ini siswa diberi kesempatan untuk mengkontruksikan pengetahuan dirinya sendiri yang dihubungkan dengan dunia nyata sehingga siswa dapat memahami pelajaran dengan baik. Menurut Wulandari . menyebutkan bahwa nilai-nilai kehidupan merupakan keseluruhan tampilan diri, sikap, kata, dan perbuatan manusia sesuai dengan situasi dan kondisinya. Nilai-nilai kehidupan dipengaruhi oleh masukan-masukan dari luar misalnya nilai agama, norma serta nilai sosial yang ada di masyarakat. Selain itu juga diperoleh dari wawasan dan pengalaman akibat interaksi dengan sesama dan lingkungan. Rimawan, dkk. mengatakan bahwa cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra yang memaparkan kisah atau cerita mengenai manusia beserta seluk beluknya lewat tulisan pendek dan singkat, atau pengertian cerpen yang lainnya yaitu sebuah karangan fiktif yang berisi mengenai kehidupan seseorang ataupun kehidupan yang diceritakan secara ringkas dan singkat yang berfokus pada suatu tokoh saja. Sedangkan Kosasih (Rimawan, 2022:. menjelaskan cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Dalam cerita pendek dikisahkan sepenggal kehidupan tokoh, yang penuh dengan pertikaian, peristiwa yang mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan pembaca. Beberapa pendapat di atas mengisyaratkan bahwa cerpen adalah karya sastra berbentuk prosa yang dapat diambil manfaat dan dapat dijadikan bahan ajar. Nilai yang sering ditemukan dalam cerpen adalah nilai budaya, nilai moral, nilai agama/religi, nilai pendidikan, nilai sosial. Hal ini didasarkan pada realitas kehidupan bahwa hampir semua pengarang adalah seorang yang beragama atau religius. Oleh karena itu, sebagai seseorang yang beragama . , pastilah pengarang memasukkan unsur religi ke dalam karya sastranya. Menurut Steeman (Herwanti, 2022:. nilai adalah suatu yang memberi makna pada hidup, yang memberi acuan, titik tolak dan tujuan hidup. Nilai adalah suatu yang dijunjung tinggi, yang dapat mewarnai dan menjiwai tindakan seseorang. Nilai itu lebih dari sekedar keyakinan, nilai selalu menyangkut pola pikir dan tindakan, sehingga ada hubungan yang amat erat antar nilai dan etika, sedangkan Nugroho (Nurdin, 2017:. mengatakan bahwa moral adalah ajaran tentang perilaku yang baik dan buruk, sedangkan etika adalah cabang filsafat yang secara teoretik menyoroti, menganalisis dan mengevaluasi ajaran-ajaran tersebut, tanpa mengajukan sendiri suatu ajaran tentang mana perilaku yang baik dan mana perilaku yang buruk. Pembelajaran sastra sering menemui kendala, khususnya pada materi menemukan nilai moral dalam cerpen. Berdasarkan hasil observasi awal pada tanggal 24 Oktober 2023 di MA MazroAoillah, sebelum mengadakan penulisan proposal ini ditemukan masih banyak siswa yang kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini terlihat masih adanya siswa melakukan kegiatan lain, yang berarti siswa tidak berkonsentrasi dalam kegiatan pembelajaran. Siswa kurang berpartisipasi dalam menemukan materi pembelajaran, terutama mengenai nilai moral dalam cerita pendek. Temuan tersebut P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1, 2025 Page:1-8 menunjukkan bahwa siswa tidak termotivasi dalam mengikuti pembelajaran yang dilakukan. Selanjutnya, hasil wawancara peneliti dengan guru Bahasa Indonesia di MA MazroAoillah, diketahui bahwa kurangnya kemampuan siswa dalam menemukan nilai moral dalam cerpen masih di bawah rata-rata KKM di sekolah yaitu 75 dari 48 siswa terdapat 15 . ,86%) orang yang sudah mencapai KKM, sedangkan 33 . ,14%) orang belum mencapai KKM. Pembelajaran sastra dianggap penting karena pembelajaran sastra dapat membantu pembentukan watak. Dalam nilai pembelajaran sastra ada dua tuntutan yang dapat diungkapkan sehubungan dengan pembentukan watak ini. Pertama, pembelajaran sastra hendaknya mampu membina perasaan yang lebih tajam. Seseorang yang telah banyak mendalami berbagai karya sastra biasanya memiliki perasaan yang lebih peka untuk menunjuk hal mana yang bernilai dan mana yang tak bernilai. Tuntutan kedua, bahwa pembelajaran sastra hendaknya dapat memberikan bantuan dalam usaha mengembagkan berbagai kualitas kepribadian siswa yang antara lain meliputi ketekunan, kepandaian, pengimajian, dan penciptaan. Selain itu minimnya buku-buku yang berkaitan dengan sastra sehingga siswa belum begitu memahami nilai moral dalam cerita pendek. Dalam pembelajaran cerpen siswa kurang antusias untuk berfikir kritis dan Hal tersebut membuat siswa jenuh dan bosan dalam pembelajaran. Padahal nilai moral yang terkandung dalam sastra juga bermanfaat bagi pembacanya. Melalui karya sastra, siswa dapat menggali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya untuk pembentukan watak, sikap, moral, dan kepribadian siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran sastra di sekolah berfungsi untuk menanamkan dan menumbuhkan rasa peka terhadap karya sastra. Melatih kepekaan rasa dan menstabilkan emosi, karena sastra menyuguhkan fakta dari nilai kehidupan dengan berbagai fenomena yang berhubungan erat dengan proses berpikir rasional. Rendahnya kemampuan siswa menemukan nilai moral dalam cerita pendek, peneliti berasumsi perlu adanya inovasi baru dalam kegiatan pembelajaran agar siswa lebih mudah memahami dan menemukan nilai moral yang terdapat dalam cerita pendek. Salah satu upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut ialah dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat dalam menyampaikan materi pembelajaran menemukan nilai moral dalam cerpen, supaya tujuan pembelajaran tercapai, sementara guru bertindak sebagai motivator dan fasilitator aktivitas siswa. Model pembelajaran merupakan tingkatan tertinggi dalam kerangka pembelajaran karena mencangkup keseluruhan tingkatan. Lingkupnya yaitu keseluruhan kerangka pembelajaran karena memberikan pemahaman dasar filosofis dalam pembelajaran. Model pembelajaran banyak jenisnya, salah satunya adalah model discovery learning. Menurut Jereme Bruner (Amin, 2022:. model pembelajaran discovery learning adalah metode belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik kesimpulan dari prinsip-prinsip umum praktis contoh pengalaman, melalui model pembelajaran discovery learning, diharapkan siswa terlibat dalam penyelidikan suatu hubungan, mengumpulkan data, dan menggunakannya untuk menemukan hukum atau prinsip yang berlaku pada kejadian tersebut. Pembelajaran penemuan disusun dengan asumsi bahwa observasi yang diteliti dan dilakukan dengan hati-hati serta mencari bentuk atau pola temuannya . engan cara indukti. akan mengarah siswa kepada penemuan hukum-hukum atau prinsip-prinsip. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 5 No. 1, 2025 Page:1-8 Jurnal Language education and literature Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti tertarik menerapkan model pembelajaran discovery learning dalam kemampuan menemukan nilai moral dalam cerpen yang di bacakan dalam bentuk proposal dengan judul AuPenerapan Model Pembelajaran Discovery Learning terhadap Kemampuan Menemukan Nilai Moral dalam Cerpen Pada Siswa Kelas XI MA MazroAoillahAy. METODOLOGI Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu . uasi experimen. Arah dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran discovery learning secara signitifikan terhadap peningkatan kemampuan menemukan nilai moral dalam cerpen pada siswa kelas XI MA MazroAoillah Lubuklinggau yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pretest dan posttest. Sebelum peneliti menerapkan pembelajaran menggunakan model pembelajaran discovery learning, peneliti terlebih dahulu memberikan test awal . guna untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menemukan nilai moral dalam cerpen yang terkandung dalam cerpen. kegiatan eksperiment ini dilakukan dengan tiga tahap-tahap pertama, dilakukan kegiatan pres test. Tahap kedua, mengadakan tretment atau perlakuan yaitu pembelajaran menemukan nilai moral dalam cerpen dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning, kegiatan ketiga melakukan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian Pretes dilakukan pada 1 Maret 2024 yang diikuti 26 siswa. Pelaksanaan pre-test berfungsi untuk mengetahui kemampuan awal siwa mengenai menemukan nilai moral dalam cerpen. Kemampuan awal tersebut menggambarkan kesiapan siswa dalam menerima pembelajaran yang akan disampaikan oleh guru. Soal pre-test yang digunakan berbentuk esay teks cerpen sebanyak satu soal mengenai nilai moral dalam cerpen. Dilanjutkan kegiatan pembelajaran dengan model discovery learning. Tabel 1 Hasil Pre-test Menemukan Nilai Moral Kepala Tabel 19,28 Kepala Tabel Kepala Tabel 57,69% 34,61% 7,69% P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1, 2025 Page:1-8 Tinjauan dari segi peningkatan siswa kelas XI MIA 1 MA MazroAoillah Lubuklinggau untuk menemukan nilai dalam cerpen diperoleh siswa yang mencapai KKM sebanyak 4 orang siswa atau 11,11% serta siswa yang belum mencapai KKM sebanyak 32 siswa atau 88,88. Siswa yang tuntas terdapat 3 siswa 11,53% dan yang tidak tuntas sebanyak 23 siswa 88,46%. Nilai rata-rata secara keseluruhan sebesar 30,31%. Secara keseluruhan bahwa kemampuasn siswa diawal tes sebelum diterapkan model pembelajaran discovery learning dikatakan belum tuntas karena nilai rata-ratanya dibawah kriteria ketuntasan minimal KKM 75. Postes dilakukan untuk melihat hasil belajar siswa setelah dilakukan pembelajaran menemukan nilai moral dalam cerpen dengan penerapan model pembelajaran discovery Soal tes berbentuk esai yaitu siswa diminta untuk menemukan nilai moral . ilai akhlak, nilai etika, nilai Susila, nilai kesopana. dalam teks cerpen. Data postes digunakan untuk melihat kemampuan siswa menemukan nilai moral ynag terdapat dalam teks cerpen setealah menerapkan model pembelajaran discovery learning. Dari data postes yang diperoleh nilai tertinggi sebesar 88 dan nilai terendah 50 nilai rata-rata 80,35 dengan simpangan baku 10,38. Hasil postes kemampuan menemukan nilai moral dalam cerpen siswa kelas XI MA MazroAoillah Lubuklinggau. Berdasarkan dari segi KKM siswa kelas XI MA MazroAoillah Lubuklinggau dari kemampuan menemukan nilai moral dalam cerpen diperoleh siswa yang mencapai KKM sebanyak 20 siswa atau 76,92% serta yang belum mencapai KKM sebanyak 6 siswa atau 23,07%. Siswa yang mendapatkan nilai tuntas sebanyak 20 siswa atau 76,92%, sedangkan nilai yang tidak tuntas sebanyak 6 siswa atau 23,07%. Hipotesis yang diajukan dalan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran discovery learning secara signifikan efektif dapat meningkatkan kemampuan menemukan nilai moral dalam cerpen siswa XI MA MazroAoillah Lubuklinggau. Maka dilaksanakan uji statistik dengan menggunakan uji t . ji perbedaan dua rata-rat. Pembahasan ari hasil pretes siswa, diperoleh nilai tertinggi sebesar 75 dan nilai terendah 19. engan ini nilai rata-rata sebesar 30,31 dan simpangan baku 46,38. Sedangkan nilai postes diperoleh nilai tertinggi 88 dan nilai terendah 50 dengan nilai rata-rata 77,08 dan simpangan baku 79,34. Siswa yang mencapai KKM pada pretes sebanyak 3 orang siswa atau sebanyak 11,53% serta yang belum mencapai KKM sebanyak 23 orang siswa atau 88,56%. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menemukan nilai moral dalam cerpen sebelum penerapan pembelajaran discovery learning nilai rata-rata siswa belum mencapai target KKM yang ditetapkan 75. Setelah pretes peneliti menerapkan model pembelajaran discovery learning jumlah pertemuan tatap muka adalah tiga kali Pertemuan pertama dilakukan tes awal, pertemuan ke dua proses pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran discovery learning dan pertemuan ke 3 pelaksanaan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1, 2025 Page:1-8 Siswa yang mencapai KKM pada postes sebanyak 20 orang siswa atau 76,92% dan yang belum mencapai KKM sebanyak 6 orang siswa atau 23,07% dengan nilai rata-rata 77,08 dan simpangan baku 79,34. Jika dibandingkan dengan tes awal, terdapat peningkatan hasil belajar sebesar 9,0265 walau pun peningkatan hasil belajar siswa dari pretes ke postes tidak terlalu signifikan besar tapi dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran discovery learing secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan menemukan nilai moral dalam cerpen pada siswa kelas XI MA MazroAoillah Lubuklinggau. Berdasarkan dengan itu, menurut hasil analisis data dengan menggunakan rumus statistik yaitu uji AutAy di dapatkan thitung = 9,0265 Selanjtnya thitung dikonsultasikan dengan nilai tabel pada daftar distribusi t dengan taraf signifikan a=0,05 pada derajat kebebasan dk=n-1=26-1=25. Dengan demikian thitung . ,0. > ttabel . untuk taraf signifikan a=0,05, hal ini berarti Ho ditolakdan Ha diterima. Dengan kata lain hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima sebenarnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan menemukan nilai moral dalam cerpen pada siswa kelas XII MA MazroAoillah Lubuklinggau. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan menentukan nilai moral dalam cerpen pada siswa kelas XII MA MazroAoillah. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data dengan adanya perbedaan dari rata-rata nilai pretes sebesar 30,29 < 46,38 pada postes dengan selisih yang cukup signifikan sebesar 16,09. Disamping itu, jika dilihat dari pengujian hipotesis dengan taraf signifikan 0,05 uji t diperoleh ttabel =37,65 thitung =9,0265. DAFTAR PUSTAKA