Volume 10. Nomor 01. Juni 2019 Hal. LAMA TERAPI HEMODIALISIS DENGAN FUNGSI KOGNITIF PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS (The Relationship of Hemodialysis Therapy With Cognitive function of Chronic Kidney Disease Patient. Roihatul Zahroh*. Bovi Amalia W ** * Program Studi Ilmu Keperawatan Ners Fakultas KesehatanUniversitas Gresik, email: roihatulzr@gmail. ** Rumah Sakit Petrokimia Gresik Ilmu ABSTRAK Hemodialisis adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mengeluarkan cairan dan produk limbah dari dalam tubuh ketika ginjal tidak mampu melaksanakan proses tersebut. Dampak yang dialami pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis adalah penurunan perfusi serebral dan penurunan kecepatan aliran darah sehingga terjadi penurunan metabolisme oksigen ke otak, edema serebral, dan penurunan tekanan darah intraserebral yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Gangguan kognitif dan demensia telah banyak dilaporkan pada berbagai penelitian pada pasien penyakit ginjal kronis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan lama terapi hemodialisis dengan fungsi kognitif pasien penyakit ginjal kronis. Penelitian ini adalah penelitian analitik korelatif dengan desain cross sectional dan dilakukan pada bulan Januari 2019 dengan sampel sebanyak 26 orang yang diambil dengan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini melakukan wawancara dan kuesioner Mini Mental State Examination(MMSE). Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan uji statistik SpearmanAos rho. Hasil penelitian ini diketahui bahwa hubungan antara lama terapi hemodialisis dengan fungsi kognitif pasien penyakit ginjal kronis didapatkan p = 0,311 yang berarti tidak ada korelasi antara kedua variabel yang diuji. Diharapkan rumah sakit dapat mengadakan edukasi atau diskusi dengan berbagai metode atau media terutama tentang pengetahuan yang berhubungan dengan penyakit ginjal kronis untuk mempertahankan atau meminimalkan gangguan fungsi kognitif pasien hemodialisis. Kata kunci: lama terapi hemodialisis, fungsi kognitif ABSTRACT Hemodialysis is a procedure used to remove fluid and waste products from the body when the kidneys are unable to carry out the process. The impact experienced by kidney failure patients undergoing hemodialysis is a decrease in cerebral perfusion and a decrease in the speed of blood flow resulting in a decrease in oxygen metabolism to the brain, cerebral edema, and a decrease in intracerebral blood pressure which causes a decline in cognitive function. Cognitive disorders and dementia have been widely reported in various studies in patients with chronic kidney disease. The purpose of this study was to determine the relationship between the duration of hemodialysis therapy and the cognitive function of patients with chronic kidney disease. This study was a correlative analytic study with a cross sectional design and was conducted in January 2019 with a sample of about 26 people taken by total sampling techniques that met the inclusion criteria. This study conducted interviews and Mini Mental State Examination (MMSE) questionnaires. The data obtained was analyzed using the Spearmans rho statistical test. The results of this study showed that the relationship between the duration of hemodialysis therapy and the cognitive function of patients with chronic kidney disease obtained p = 0. 311 which means there is no correlation between the two variables tested. It is expected that hospitals can provide education or discussion with various methods or media, especially regarding knowledge related to chronic kidney disease to maintain or minimize cognitive dysfunction in hemodialysis Keywords: duration of hemodialysis therapy, cognitive function PENDAHULUAN Gagal ginjal adalah suatu keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang irreversible, pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal yang tetap, berupa dialysis atau transplantasi ginjal (Sudoyo, 2. Hemodialisis adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mengeluarkan cairan dan produk limbah dari dalam tubuh ketika ginjal tidak mampu (Raharjo, 2. Dampak yang dialami pasien perfusi serebral dan penurunan kecepatan aliran darah sehingga oksigen ke otak, edema serebral, dan intraserebral yang menyebabkan Penurunan fungsi kognitif pada pasien hemodialisis terjadi satu tahun lebih cepat dibandingkan dengan populasi umum dengan usia lanjut (Bossola et al, 2. Studi Tamura gangguan fungsi kognitif berat terjadi pada 37% dari 336 pasien setelah menjalani hemodialisis rutin selama 2 tahun. Gangguan kognitif yang dapat terjadi seperti penurunan . esadaran penyimpanan informasi, gangguan bahasa seperti afasia sensorik dan motorik, visuospasial . idak dapat mengenal ara. , gangguan fungsi eksekutif seperti penurunan kalkulasi pengambilan keputusan dan berpikir abstrak (Widiyastuti. Diagnosis gangguan kognitif tersebut menjadi sangat penting karena mortalitas yang meningkat pada pasien dialisis dan menurunkan kualitas hidupnya (Radic et al, 2. Di seluruh dunia, jumlah yang menerima terapi pengganti ginjal diperkirakan lebih dari 1,4 juta dengan kejadian tumbuh sekitar 8%. Prevalensi CKD (Chronic Kidney Diseas. pada tahun 2013 sebanyak 680 orang, namun pada tahun 2014 meningkat sebanyak 3. orang (United State Renal Data System [USRDS], 2. Data rekam RS Petrokimia Gresik Driyorejo, jumlah pasien yang mengalami peningkatan. Pada awal pembukaan pada bulan oktober 2017 hanya 10 pasien, dalam waktu 10 bulan meningkat menjadi 26 pasien. Dari 26 pasien yang menjalani hemodialisis, hampir 84% sudah menjalani proses hemodialisis dalam rentang < 12 bulan. Gangguan demensia telah banyak dilaporkan pada berbagai penelitian pada pasien penyakit ginjal kronis. Faktor-faktor yang dapat berkontribusi terhadap gangguan fungsi kognitif pada pasien penyakit ginjal kronis antara lain tingginya prevalensi faktor resiko kardiovaskular yang menyebabkan kerusakan subklinis, uremia dan (Hailpern et al, 2. Perubahan neuropatologis pada otak yang terjadi secara paralel pada ginjal telah ditempatkan sebagai hubungan antara CKD dan gangguan fungsi kognitif. Hal ini termasuk mikrovaskular, stroke, silent stroke, oksidative stress dan white matter lesions (Elias et al, 2. Mekanisme defisit kognitif pada penyakit pembuluh darah kecil otak pada pasien penyakit ginjal kronis mungkin melibatkan efek kumulatif dari beberapa faktor risiko vaskular. Seperti pada penurunan fungsi ginjal, dimetilLarginine menekan sintesis nitrat Nitrat oksida adalah inhibitor proliferasi sel otot polos pembuluh vasodilator kuat. Disfungsi endotel akibat berkurangnya produksi oksida nitrat dalam pembuluh kecil otak perkembangan kerusakan iskemik kronis struktur subkortikal. Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan diatas, penulis tertarik untuk meneliti hubungan lama terapi hemodialisis dengan fungsi kognitif pasien penyakit ginjal kronis di RS Petrokimia Gresik (Driyorej. METODE DAN ANALISA Penelitian penelitian analitik korelatif dengan desain cross sectional dan dilakukan pada bulan Januari 2019 di RS Petrokimia Gresik (Driyorej. Populasi penelitian ini adalah semua penderita gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisis di RS Petrokimia Gresik (Driyorej. yang berjumlah 26 pasien. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu 26 pasien. Variabel independen dalam penelitian ini adalah lama terapi hemodialysis, sedangkan variabel dependennya adalah fungsi kognitif. Penelitian ini melakukan wawancara dan kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE) (Mazaya. Cut Nadhira. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan uji statistik SpearmanAos rho melalui program SPSS 16. 0, dengan Hasil uji bermakna bila nilai p < 0,05. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil penelitian tentang hubungan lama terapi hemodialisis dengan fungsi kognitif pasien penyakit ginjal kronis, disajikan dalam bentuk analisis univariat yang berdasarkan usia, jenis kelamin, perkawinan, lama terapi hemodialisis dan fungsi kognitif sedangkan analisis bivariat mencakup hasil deskriptif tabulasi silang antara lama terapi hemodialisis dengan fungsi kognitif pasien penyakit ginjal Tabel 1 Distribusi responden berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, lama terapi hemodialisis dan fungsi kognitif Karakteristik responden Usia 21-20 thn 31-40 thn 41-50 thn 51-60 thn Total Jenis Laki-laki Perempuan Total Pendidikan Tidak sekolah SMP SMA Sarjana Total Pekerjaan Pedagang IRT/Tdk bekerja 13 Swasta PNS Total Status Kawin Belum kawin Total <12 bulan Lama terapi 12-24 bulan >24 bulan Total Kognitif normal 18 Fungsi Gangguan Kognitif kognitif Ringan Gangguan kognitif sedang Gangguan kognitif berat Total Tabel karakteristik responden penelitian. Hasil analisis data menunjukkan pada karakteristik usia, sebagian responden berusia 41 Ae 50 tahun yaitu sebanyak 11 orang . %). Pada karakteristik jenis kelamin, sebagian responden 14 orang . %) berjenis kelamin laki-laki. Pada karakteristik SMA. Pada karakteristik pekerjaan, sebagian responden yaitu 13 orang . %) IRT/tidak Pada karakteristikstatus perkawinana, 25 orang atau hampir seluruh responden . %) status sudah kawin. Pada hemodialisis, sebagian responden, yaitu 15 orang . %) telah menjalani terapi hemodialisa selama < 12 Pada karakteristik fungsi sebagian besar responden yaitu 18 orang responden . %) dalam status kognitif normal. Tabel 2 Tabulasi silang hubungan lama terapi hemodialisis dengan fungsi kognitif pasien penyakit ginjal Fungsi_Kognitif Lama Fungsi Gangguan HD Kognitif Kognitif Normal Ringan <12 Total 12 80% 20% 15 100% 12-24 3 43% 57% 7 100% >24 25% 4 100% 3 75% Total 18 70% 8 30% 26 100% Hasil uji spearman Koef. Korelasi . = 0,207 Kemaknaan . = 0,311 Tabel 2, hasil perhitungan mengguanakan uji spearmanAos rho program SPSS 16. 0 antara hubungan lama terapi hemodialisis dengan fungsi kognitif pasien penyakit ginjal kronis diperoleh nilai p = 0,311 dimana p> 0,05 yang berarti tidak ada korelasi antara kedua variabel yang diuji. Nilai kekuatan korelasi . = 0,207 yang berarti kekuatan korelasi tersebut memiliki korelasi lemah dan arah korelasinya negatif. Pembahasan Lama Terapi Hemodialisis Lamanya berkaitan erat dengan efisiensi dan adekuasi hemodialisis, sehingga lama hemodialisis juga dipengaruhi oleh tingkat uremia akibat progresivitas perburukan fungsi ginjalnya dan faktor-faktor komorbiditasnya, serta (Swartzendrubber, et al, 2. Namun demikian, semakin lama proses hemodialisis, maka semakin lama darah berada diluar tubuh, koagulan yang dibutuhkan, dengan konsekuesi sering timbulnya efek samping (Roesli, 2. Proses hemodialisis yang lama umumnya akan menimbulkan stres fisik, pasien akan merasakan berkeringat dingin akibat tekanan darah yang turun. Tetapi ini juga psikologis pasien. Pasien akan mengalami gangguan berpikir dan konsentrasi serta gangguan dalam berhubungan sosial. Semua kondisi menurunnya kualitas hidup pasien menjalani hemodialysis (Supriyadi. Penurunan fungsi ginjal mulai terjadi pada usia 30 tahun Kemudian pada usia 60 tahun akan terjadi perubahan proses fisiologis berkurangnya populasi nefron dan tidak adanya kemampuan regenerasi maka akan terjadi penurunan fungsi ginjal menjadi 50% dari usia 30 tahun (Indonesian Renal Registry, 2. Dari penelitian di atas, dapat disimpukan bahwa sebagian besar responden menjalani lama terapi hemodialisis <12 bulan artinya adalah lebih banyak responden yang Dari 58% responden hemodialisis <12 bulan, adalah pasien dengan kelompok usia antara 21-30 tahun sebanyak 1 orang, kelompok usia 31-40 tahun sebanyak 4 orang, kelompok 41-50 tahun sebanyak 8 orang dan pada kelompok usia 51-60 tahun adalah 2 Fungsi Kognitif Pasien Hemodialisis Pemeriksaan fungsi kognitif dengan kuesioner MMSE meliputi fungsi orientasi, registrasi, atensi dan kalkulasi, mengingat kembali dan Pada mengalami gangguan kognitif ringan mengalami kekurangan pada fungsi atensi dan kalkulasi. Lebih dari separuh . -80%) pasien yang mengalami gangguan kognitif ringan akan menderita gangguan demensia dalam waktu 5-7 tahun mendatang. Itulah sebabnya diperlukan deteksi dini untuk mencegah menurunnya fungsi kognitif lebih lanjut (Mesulan. Disamping itu fungsi kognitif dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan aktivitas fisik. Hubungan Lama Terapi Hemodialisis Dengan Fungsi Kognitif Pasien Penyakit Ginjal Kronis Hasil menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara lama terapi hemodialisis dengan fungsi kognitif pasien penyakit ginjal kronis di RS Petrokimia Gresik Driyorejo, dimana hasil p value 0,311 dan > 0,05. Pada penelitian ini pasien yang menjalani lama terapi hemodialisis <12 bulan yang mempunyai fungsi kognitif normal sebanyak 12 orang, pasien dengan gangguan kognitif ringan sebanyak 3 orang, pasien yang menjalani lama terapi hemodialisis 12-24 bulan yang mempunyai fungsi kognitif normal sebanyak 3 orang dan dengan gangguan kognitif ringan sebanyak 4 orang, sedangkan pasien hemodialisis >24 bulan yang mempunyai fungsi kognitif normal sebanyak 3 orang dan dengan gangguan kognitif ringan sebanyak 1 Mekanisme defisit kognitif pada penyakit pembuluh darah kecil otak pada pasien penyakit ginjal kronis mungkin melibatkan efek kumulatif dari beberapa faktor risiko Seperti pada penurunan fungsi ginjal, peningkatan asimetris dimetil-Larginine menekan sintesis nitrat oksida. Nitrat oksida adalah inhibitor proliferasi sel otot polos pembuluh darah, agregasi platelet, dan vasodilator kuat. Disfungsi produksi oksida nitrat berkontribusi pada perkembangan kerusakan iskemik kronis struktur Pada pasien yang menerima HD, berulangnya episode hipotensi selama pengobatan dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut ke iskemia sirkuit sensitif frontalsubkortikal karena arteriosklerosis pembuluh kecil, kalsifikasi, dan kekurangan nitrat oksida yang mungkin cenderung mengganggu mekanisme normal autoregulasi dan aliran darah ke struktur anterior otak (Post et al, 2. Faktor-faktor yang dapat berkontribusi terhadap gangguan fungsi kognitif pada pasien penyakit ginjal kronis antara lain tingginya kardiovaskular yang menyebabkan kerusakan subklinis, uremia dan (Hailpern et al, 2. Faktor lain yang mungkin berperan dalam terjadinya gangguan fungsi kognitif pada CKD adalah anemia, dimana hal ini biasanya terjadi pada CKD stadium lanjut (Kurella et al, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil penelitian dan kesimpulan untuk menjawab tujuan dari penelitian sebagai berikut : Lama terapi hemodialisis pada pasien penyakit ginjal kronis yaitu <12 bulan . %). Fungsi kognitif pada pasien penyakit ginjal kronis sebagian besar yaitu fungsi kognitif normal . %). Tidak ada hubungan antara lama terapi hemodialisis dengan fungsi kognitif pasien penyakit ginjal Saran Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah : Bagi Pasien Hemodialisis Pasien maupun keluarga pasien informasi tentang pencegahan dukungan serta meningkatkan meminimalkan penurunan fungsi Bagi Institusi Kesehatan Penelitian ini dapat memberikan saran bagi instansi kesehatan agar meningkatkan upaya pencegahan penurunan fungsi kognitif pasien hemodialisis dengan berbagai metode atau media terutama berhubungan dengan penyakit menminimalkan gangguan fungsi kognitif pasien hemodialisis. Bagi Peneliti Lain Disarankan pada teman-teman penelitian yang lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih banyak, agar dapat dibandingkan fungsi kognitif antara pasien yang lama terapi hemodialisisnya <12 bulan dan > 24 bulan. Dial Transplant. :2446-52. Hailpern SM. Melamed ML. Cohen HW. Hostetter TH. Moderate chronic kidney disease and cognitive function in afults 20 to 59 years of age: Thrid National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES . J Am Soc Nephrol. 18:2205-13. Indonesia Renal Registry (IRR). 5th Report of Indonesian Renal Registry. Perhimpunan Nefrologi Indonesia. Mazaya. Cut Nadhira. Hubungan Lama Hemodialisis Dengan Skor Mini Mental State Examination (MMSE) Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik di RSUDZA Banda Aceh. Diakses id pada tanggal 19 Agustus 2018. KEPUSTAKAAN