Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 ISSN 2528-3391 (Prin. ISSN 2776-3153 (Onlin. DOI: http://doi. org/10. Tersedia online di https://jurnalassyifa. Pelayanan Informasi Obat Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Muara Satu Drug Information Services for Hypertension Patients at Muara Satu Health Center Assyfa Ulrizqah1. Hazia Awanis1. Meutia Zuhra1. Itsnatani Salma1. Lia Arsyina2 Prodi D-i Farmasi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe Prodi Gizi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe Correspondence*: haziaawanis890@gmail. ABSTRAK Salah satu bentuk pelayanan kefarmasian di puskesmas adalah Pelayanan Informasi Obat (PIO), yang mencakup pemberian informasi terkait aturan minum, kontraindikasi, cara penggunaan, lama penggunaan, simpan obat dalam suhu ruang, hindari dari sinar matahari, jangan menyimpan obat dalam suhu ruang, ikuti petunjuk penyimpanan pada label atau kemasan, jauhkan dari jangkauan anak-anak, riwayat alergi, penyebab alergi, memberikan informasi tentang jenis obat penyebab alergi, menghentikan obat yang menyebabkan alergi. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pelayanan informasi obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling. Populasi penelitian adalah 94 pasien hipertensi yang mengambil obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Puskesmas Muara Satu pada bulan Juni 2025. Data dikumpulkan menggunakan lembar checklist PIO dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden . %) menerima informasi lengkap mencakup tiga belas aspek utama. Karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia >57 tahun . %), yang merupakan usia dengan prevalensi hipertensi lebih tinggi akibat perubahan fisiologis terkait penuaan. Temuan ini memperlihatkan bahwa Puskesmas Muara Satu telah menjalankan pelayanan informasi obat sesuai dengan standar Permenkes No. 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi puskesmas dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas PIO, serta mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam memahami informasi obat guna meningkatkan keberhasilan terapi dan mencegah efek samping. Kata Kunci: Pelayanan informasi obat, hipertensi, puskesmas ABSTRACT One form of pharmaceutical services at the health center is the Drug Information Service (PIO), which includes providing information related to drinking rules, contraindications, how to use, how long to use, store drugs at room temperature, avoid sunlight, do not store drugs at room temperature, follow the storage Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 instructions on labels or packaging, keep out of the reach of children, history of allergies, causes of allergies, provide information about the types of drugs that cause allergies, stop the medication that causes allergies. This study aims to find out the description of drug information services for hypertension patients at the Muara Satu Health Center. Lhokseumawe City. The research method used is quantitative descriptive with a total sampling technique. The study population is 94 hypertensive patients who take medication at the Outpatient Pharmacy Installation of the Muara Satu Health Center in June 2025. Data were collected using a PIO checklist sheet and analyzed descriptively. The results showed that all respondents . %) received complete information covering thirteen main The characteristics of the respondents were dominated by the age group >57 years . %), which is the age with a higher prevalence of hypertension due to physiological changes related to aging. These findings show that the Muara Satu Health Center has carried out drug information services in accordance with the standards of the Minister of Health No. 74 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards in Health Centers. This research is expected to be an evaluation material for health centers in maintaining and improving the quality of PIO, as well as encouraging the public to be more active in understanding drug information to increase the success of therapy and prevent side effects. Keywords : Drug Information Services. Hypertension. Health Centers PENDAHULUAN Penyakit hipertensi terjadi karena peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik di atas 140 mmHg dan 90 mmHg yang bisa menyebabkan masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan organ lainnya (Andala et al. , 2. WHO mendefinisikan hipertensi sebagai tekanan darah sistolik . ekanan saat jantung berkontraks. di atas 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik . ekanan saat jantung beristirahat antara kontraks. di atas 90 mmHg, berdasarkan rerata dari beberapa pengukuran yang diambil pada berbagai waktu. Ini merupakan panduan umum, karena pengukuran tekanan darah yang dianggap tinggi dapat berbeda tergantung pada faktor faktor individu, seperti usia dan kondisi kesehatan lainnya (WHO, 2. Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan langsung dan bertanggung jawab yang diberikan oleh tenaga kefarmasian kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi bertujuan untuk mencapai hasil yang pasti guna meningkatkan mutu kehidupan pasien. Misi dari praktek kefarmasian adalah memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesehatan dan membantu pasien terhadap masalah kesehatan yang sedang mereka alami untuk mendapatkan penggunaan yang baik dari obat- obatan mereka. Pemberian informasi obat dan konseling merupakan bentuk pelayanan kefarmasian langsung yang diberikan oleh tenaga teknis kefarmasian dan apoteker (Siahaan & Medan, 2. Pengendalian tekanan darah sangat penting terhadap lanjut usia untuk mencegah terjadinya komplikasi sehingga kepatuhan minum obat menjadi salah satu faktor penentu dalam terkontrolnya tekanan darah (Annisa et al. , 2. Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 Kegiatan PIO oleh sarana Puskesmas di Indonesia dilaksanakan menurut Permenkes Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Bentuk kegiatan ini adalah pelayanan langsung oleh profesi kefarmasian dalam praktek farmasi klinik di Puskesmas yang menunjang hasil pengobatan, salah satunya adalah kegiatan pelayanan informasi obat (PIO), yakni kegiatan penyediaan dan pemberian informasi serta rekomendasi obat yang dilakukan oleh Apoteker kepada dokter, perawat, profesi kesehatan lainnya serta pasien dan pihak lain di luar Puskesmas(Anggriani et al. , 2. Puskesmas Muara Satu melaksanakan PIO di utamakan pada pasien dengan kondisi salah satunya penyakit kronis yaitu 10 penyakit terbesar tersebut meliputi Infeksi Pernafasan Akut . ,09 %). Hipertensi . ,7 %). Common Cold . ,44 %). Penyakit Sistem Jaringan Otot . ,41 %). Penyakit pada Saluran Pernapasan Atas . ,66 %). Penyakit Kelainan pada Lambung . ,98 %). Diabetes Mellitus . ,55 %). Penyakit Kulit Alergi . ,32 %). Dispepsia . ,59 %), dan Penyakit Gigi mulut . ,26 %). (Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, 2. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe Tahun 2021 kasus Hipertensi sebanyak 11. 580 penderita, dan UPTD Puskesmas Muara Satu 099 kasus. Tahun 2022 kasus Hipertensi sebanyak 17. 251 penderita. UPTD Puskesmas Muara Satu sebanyak 2. Tahun 2023 kasus Hipertensi 571 penderita. UPTD Puskesmas Muara Satu sebanyak 3. 998 kasus (Dinkes Kota Lhokseumawe, 2. Puskesmas Muara Satu memiliki lokasi yang strategis dan mudah dijangkau, sehingga sangat relevan dengan topik penelitian. Puskesmas Muara Satu memiliki instalasi farmasi yang aktif memberikan pelayanan informasi obat dan Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting dalam manajemen penyakit kronis seperti hipertensi. Perkembangan pemberian informasi obat di Provinsi Aceh, seperti Puskesmas Meuraxa Dan Batoh di Kota Banda Aceh telah melaksanakan PIO dan berhasil meningkatkan pengetahuan pasien terhadap penggunaan obat secara baik : Hasil survey menunjukkan 45,4% responden di Batoh dan 32,7% di Meuraxa memiliki pengetahuan tergolong baik terhadap PIO (Sari et al. , 2. Berdasarkan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelayanan informasi pemberian obat (PIO)guna memastikan informasi yang disampaikan kepada pasien dapat dipahami dengan jelas. METODE Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data resep pasien hipertensi pada bulan Juni 2025 di Puskesmas Muara Satu. Tempat dan waktu dilakukan penelitian yaitu di instalasi Farmasi Rawat Jalan Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe pada periode bulan Juni 2025. Populasi dalam metode ini tentang Pelayanan Informasi Obat pada pasien hipertensi yang mengambil obat di instalasi Farmasi pada periode bulan Juni 2025, dengan jumlah 94 pasien. Sampel penelitian yaitu resep pasien yang masuk kedalam instalasi Farmasi dengan metode Total Sampling, metode Total sampling yaitu suatu sampel yang terdiri dari seluruh anggota populasi yang dijadikan sampel penelitian sebanyak 94 pasien hipertensi. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan secara sistematis dan terencana untuk Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 mendapat data yang valid dan relevan terkait Pelayanan Informasi Obat (PIO) pada pasien hipertensi di Puskesmas Muara Satu. ANALISIS DATA Analisis data dengan mengambil Sampel penelitian yaitu resep pasien yang masuk kedalam instalasi Farmasi dengan metode Total Sampling, metode Total sampling yaitu suatu sampel yang terdiri dari seluruh anggota populasi yang dijadikan sampel penelitian sebanyak 94 pasien hipertensi. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan secara sistematis dan terencana untuk mendapat data yang valid dan relevan terkait Pelayanan Informasi Obat (PIO) pada pasien hipertensi di Puskesmas Muara Satu HASIL Tabel 1. Deskripsi Responden Berdasarkan Usia Kelompok Usia 18 s/d 27 Tahun Usia 28 s/d 37 Tahun Usia 38 s/d 47 Tahun Usia 48 s/d 57 Tahun Usia > 57 Tahun Total Jumlah Persentase (%) Tabel 1 menunjukkan bahwa dari 94 responden terbagi menjadi 5 kelompok usia yaitu untuk usia 18 s/d 27 tahun tidak ada . %), usia 28s/d 37 tahun sebanyak 2 orang . %), usia 38s/d 47 tahun sebanyak 17 orang . %), usia 48 s/d 57 tahun sebanyak 19 orang . %), usia 57> tahun sebanyak 56 orang . %). Data tersebut memperlihatkan bahwa mayoritar responden usia 57> tahun lebih banyak dikarenakan pada usia tersebut elastisitas dinding arteri menurun akibatnya pembuluh darah menjadi kaku dan kurang mampu merespon perubahan tekanan darah sehingga tekanan darah cenderung naik. Deskripsi Responden Pelayanan Informasi Obat Distribusi responden berdasarkan pelayanan informasi obat di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe menurut dari hasil data pelayanan informasi obat di intalasi farmasi sesuai lembar Checklist PIO di bulan Juni 2025. Tabel 2. Deskripsi Responden berdasarkan pelayanan informasi obat . = . Informasi obat Pemberian Informasi Ya (%) Tidak (%) Aturan Minum Kontra Indikasi Cara Penggunaan Lama Penggunaan Simpan obat dalam suhu ruang Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 Hindari dari sinar matahari Jangan menyimpan obat ditempat panas dan Ikuti petunjuk penyimpanan pada label atau Jauhkan dari jangkauan anak-anak Riwayat alergi obat Penyebab alergi Memberikan informasi tentang jenis obat penyebab alergi Menghentikan obat yang menyebabkan alergi Tabel 2. Seluruh responden 94 pasien hipertensi memperoleh pelayanan informasi obat secara lengkap dengan persentase 100% pada setiap indikator yang Semua pasien mendapatkan informasi mengenai aturan minum obat, kontraindikasi, cara penggunaan, lama penggunaan, serta tata cara penyimpanan Edukasi penyimpanan yang diberikan mencakup menyimpan obat pada suhu ruang, menghindari sinar matahari, tidak menaruh obat di tempat panas dan lembab, mengikuti petunjuk penyimpanan pada label atau kemasan, serta menjauhkan obat dari jangkauan anak-anak. Selain itu, seluruh pasien juga memperoleh informasi terkait riwayat alergi, penyebab alergi, jenis obat yang dapat menimbulkan alergi, serta pentingnya menghentikan obat yang menimbulkan reaksi alergi. PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menunjukkan deskripsi Responden Pelayanan Informasi Obat Distribusi responden berdasarkan pelayanan informasi obat di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe menurut dari hasil data pelayanan informasi obat di intalasi farmasi sesuai lembar Checklist PIO di bulan Juni 2025. Kegiatan Pelayanan Informasi Obat (PIO) oleh sarana Puskesmas di Indonesia dilaksanakan menurut Permenkes Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Bentuk kegiatan ini adalah pelayanan langsung oleh profesi kefarmasian dalam praktek farmasi klinik di Puskesmas yang menunjang hasil pengobatan, salah satunya adalah kegiatan pelayanan informasi obat (PIO), yakni kegiatan penyediaan dan pemberian informasi serta rekomendasi obat yang dilakukan oleh Apoteker kepada dokter, perawat, profesi kesehatan lainnya serta pasien dan pihak lain di luar Puskesmas. Pelayanan Informasi Obat (PIO) di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe pada umumnya dilakukan oleh tenaga kefarmasian yang bertugas di apotek puskesmas, dengan ketebatasan SDM. Apoteker penanggung jawab memberikan kewenangan kepada TVF untuk pelaksanaan PIO. Hasil penelitian mengenai pelayanan informasi obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe, dapat disimpulkan bahwa seluruh aspek informasi obat telah diberikan secara lengkap kepada pasien hipertensi. Dari 94 responden yang diamati pada bulan Juni 2025, seluruh pasien . %) telah Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 menerima pelayanan informasi obat mencakup aturan minum, kontraindikasi, cara penggunaan, lama penggunaan, penyimpanan obat, penghentian obat penyebab alergi, serta efek samping obat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa instalasi farmasi di Puskesmas Muara Satu telah menjalankan pelayanan informasi obat sesuai dengan pedoman Permenkes No. 74 Tahun 2016. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa seluruh aspek informasi obat telah diberikan secara lengkap kepada pasien hipertensi. Dari 94 responden yang diamati pada bulan Juni 2025, seluruh pasien . %) telah menerima pelayanan informasi obat mencakup aturan minum, kontraindikasi, cara penggunaan, lama penggunaan, penyimpanan obat, penghentian obat penyebab alergi, serta efek samping obat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa instalasi farmasi di Puskesmas Muara Satu telah menjalankan pelayanan informasi obat sesuai dengan pedoman Permenkes No. 74 Tahun 2016. DAFTAR PUSTAKA