SIPAKARAYA Vol. No. Hal. 114 Ae 118 Maret 2023 https://ojs. id/index. php/sipakaraya Pelatihan Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Dasar di Majene Dewi Sartika1. Arie Arma Arsyad2. St. Mutia Alfiyanti Muhiddin3. Nurfitra Yanto4. Rifda Nur Hikmawati Arif5 1 Pendidikan Fisika. Universitas Sulawesi Barat 2,3,4,5 Pendidikan IPA. Universitas Negeri Makassar e-mail : 1dewi. sartika@unm. id, 2ariearmaarsyad@unm. id , 3mutia. alfiyanti@unm. yanto@unm. id, 5rifdanha@unm. INFO ARTIKEL ABSTRAK Article history: Available online DOI: _____ ____ _____ Abstrak How to cite (APA) : Sartika. Arsyad. Muhiddin. Yanto. Atif. Pelatihan Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Dasar di Majene. SIPAKARAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. 1 (No. Hal : 114 - 118 ISSN 2963-3885 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Indonesia adalah Negara pemilik bahasa daerah terbanyak, namun ada banyak faktor yang mempengaruhi punahnya bahasa-bahasa daerah Diantaranya adanya pengaruh globalisasi, etnis mayoritas dan minioritas, serta kurangnya minat generasi muda terhadap budaya. Permasalahan yang terjadi pada lingkup jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yaitu minimnya pengetahuan peserta didik tentang budaya lokal khususnya pada bahasa daerah sehingga diperlukan sebuah pelatihan yang berkegiatan pelatihan kurikulum muatan Pelatihan adalah kegiatan melatih atau mengembangkan suatu keterampilan dan pengetahuan kepada diri sendiri atau orang lain, yang terkait dengan kompetensi tertentu yang dianggap berguna sedangkan kurikulum adalah sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan pebelajar guna mencapai suatu tingkatan atau Pelatihan Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Dasar guna memenuhi program yang terdapat pada Peraturan Daerah No. 02 Tahun 2014 tentang pendidikan. maka dalam hal ini Disdikpora tepatnya di kota Majene mengadakan kegiatan sosialisasi dan melaksanakan sebuah kegiatan dalam bentuk bimbingan teknik pada materi alur tujuan pembelajaran dan modul pembelajaran guna untuk melahirkan kurikulum muatan lokal bahasa daerah dan melahirkan pendidik yang lebih berkualitas lagi. Kata kunci : Pelatihan. Kurikulum. Mutan Lokal. Pendidikan Dasar Abstract Indonesia is the country with the most regional languages, but there are many factors that influence the extinction of these regional languages. Among them are the influence of globalization, ethnic majority and minority, and the lack of interest of the younger generation in culture. The problem that occurs in the scope of elementary school (SD) and junior high school (SMP) levels is the lack of knowledge of students about local culture, especially in regional languages, so that a training is needed with local content curriculum training Training is an activity to train or develop a skill and knowledge for oneself or others, which is related to certain competencies that are considered useful, while the curriculum is a number of knowledge or subjects that must be taken or completed by students in order to reach a level or diploma. Basic Education Local Content Curriculum Training to fulfill the program contained SIPAKARAYA Vol. No. Hal. 114 Ae 118 Maret 2023 https://ojs. id/index. php/sipakaraya in Regional Regulation No. 02 of 2014 concerning education. so in this case Disdikpora precisely in the city of Majene held socialization activities and carried out an activity in the form of technical guidance in review of learning goals flow and learning modules in order to produce local language local content curricula and produce even more qualified educators. Keywords : Training. Curriculum. Local Content. Basic Education PENDAHULUAN Indonesia adalah Negara pemilik bahasa daerah terbanyak, namun ada banyak faktor yang mempengaruhi punahnya bahasa-bahasa daerah tersebut. Diantaranya adanya pengaruh globalisasi, etnis mayoritas dan minioritas, serta kurangnya minat generasi muda terhadap budaya. Kalangan muda lebih sering berkomunikasi dengan mencampur padukan bahasa Indonesia dan bahasa asing. Begitupun salah satu provinsi yang terletak di Sulawesi Barat Kabupaten Majene. Dalam hal ini kami mahasiswa KKN-PPL Terpadu Angkatan XXV Universitas Negeri Makassar memberikan pelatihan terkait Kurikulum Muatan Lokal untuk menerapkan kurikulum muatan lokal bahasa daerah. Permasalahan yang terjadi pada lingkup jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yaitu minimnya pengetahuan peserta didik tentang budaya lokal khususnya pada bahasa daerah sehingga perlu untuk dituangkan pada pembelajaran wajib dalam lingkup sekolah sehingga peserta didik dapat melestarikan budaya lokal untuk meningkatkan pribadi lokal Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik, agar menjadi seperti halnya mata pelajaran akan tetapi sikap dan nilai itu dibentuk. Kurikulum adalah sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan pebelajar guna mencapai suatu tingkatan atau ijazah (Haling, 2. Kurikulum muatan lokal adalah kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan daerah yang bahan kajian dan pelajarannya disesuaikan dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi serta kebutuhan pembangunan daerah yang di organisasikan dalam mata pelajaran yang berdiri sendiri yang bertujuan untuk memperkenalkan bahasa daerah pada peserta didik. Modul ajar merupakan salah satu bentuk perangkat ajar yang digunakan guru untuk melaksanakan pembelajaran dalam upaya mencapai Profil Pelajar (AuApa perbedaan modul ajar. Buku Murid, dan Buku Guru?,Ay 2. Pancasila dan Capaian Pembelajaran. Modul P5 merupakan dokumen berisikan tujuan, langkah, media pembelajaran, dan asesmen yang diperlukan dalam melaksanakan projek profil. Pendidik sebagai fasilitator memiliki keleluasaan dalam membuat sendiri, memilih serta memodifikasi modul P5 (Susilo, 2. Dasar diadakannya pelatihan kurikulum muatan lokal yaitu untuk memenuhi program yang terdapat pada Peraturan Daerah No. 02 Tahun 2014 tentang pendidikan, dalam hal ini disebutkan bahwa salah satu muatan lokal untuk kabupaten Majene yaitu bahasa daerah. Sehingga pendidik berperan penting dalam mengembangkan budaya pada daerah tersebut melalui proses belajar mengajar dalam berbahasa daerah yang dilakukan pada tingkat pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. diadakannya sosialisasi kurikulum muatan lokal pada jenjang tersebut. Dengan harapan peserta didik mampu mengaplikasikan bahan pelajaran berbahasa daerah masing-masing, dalam hal ini muatan lokal yang dilaksanakan terdapat di kota majene sehingga bahasa yang akan diterapkan di sekolah adalah bahasa mandar. SIPAKARAYA Vol. No. Hal. 114 Ae 118 Maret 2023 https://ojs. id/index. php/sipakaraya METODE PELAKSANAAN Ruang lingkup dan objek kegiatan ini yaitu mata pelajaran muatan lokal, di mana pelaksanaan kegiatan pelatihan ini dilakukan di ruang aula kantor dinas pendidikan dan pemuda olahraga Majene. Adapun bentuk persiapan pelaksanaan kegiatan pelatihan kurikulum muatan lokal yang disasarkan pada guru Sekolah Dasar (SD) dan guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdapat tiga tahapan yaitu. Melakukan sosialisasi yang bertempat di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga yang ditujukan kepada setiap perwakilan sekolah jenjang SD dan SMP Penyusunan capaian pembelajaran yang akan ditempuh dalam pelatihan kurikulum muatan lokal Melakukan Bimbingan Teknik (BIMTEK) pembuatan tujuan pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Modul Bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan oleh peserta pelatihan yang berkelanjutan ialah pelatihan kurikulum muatan lokal yang didalamnya berisi tentang pelestarian budaya lokal yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar disekolah. Dengan harapan dapat membentuk generasi bangsa yang berkepribadian lokal. HASIL DAN PEMBAHASAN Menurut Kimbal Young dalam Ary H. Gunawan . dalam buku Sosiologi Pendidikan: Individu. Masyarakat, dan Pendidikan mengatakan bahwa sosialisasi merupakan hubungan interaktif di mana seorang dapat mempelajari kebutuhan sosial dan kultural yang menjadikan sebagai anggota masyarakat. Hal ini tampak bahwa sosialisasi merupakan suatu proses belajar kepada seseorang agar dapat mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat, agar nanti dapat hidup di masyarakat dengan layak (Abdullah Idi, 2. Karena sosialisasi merupakan proses belajar bagi seseorang. Kegiatan sosialisasi kurikulum muatan lokal dilakukan di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga. Dalam hal ini, mahasiswa KKN-PPL Terpadu UNM angkatan XXV bersama tim pengabdian melakukan pelatihan ke guru SD dan SMP terkait kurikulum muatan lokal untuk melahirkan kurikulum muatan lokal bahasa daerah. Berdasarkan hasil sosialisasi dan berbagai pertimbangan, perlu diadakan sebuah pelatihan kurikulum muatan lokal pendidikan dasar yang bertempat di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Majene. Pelatihan ini diadakan untuk diikuti oleh perwakilan tiap sekolah pendidik pada jenjang SD dan SMP di Majene. Nama Kegiatan Pelatihan Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Dasar guna memenuhi program yang terdapat pada Peraturan Daerah No. 02 Tahun 2014 tentang pendidikan, dalam hal ini disebutkan bahwa salah satu muatan lokal untuk kabupaten Majene yaitu bahasa daerah. Waktu dan Tempat Kegiatan Kegiatan ini berlangsung pada hari jumAoat, 04 November 2022 Ae sabtu, 05 November 2022. Pelatihan Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Dasar dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Majene yang melibatkan perwakilan guru SD & SMP di Majene Tujuan Kegiatan Tujuan dari kegiatan ini pelatihan ini yaitu untuk melahirkan kurikulum muatan lokal bahasa daerah. Tahapan Kegiatan Melaksanakan pelatihan Kurikulum Muatan Lokal di aula Kantor Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Majene yang ditujukan untuk perwakilan sekolah SD dan SMP. Penyusunan capaian pembelajaran Melakukan Bimbingan Teknik (BIMTEK) pembuatan tujuan pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan modul. SIPAKARAYA Vol. No. Hal. 114 Ae 118 Maret 2023 https://ojs. id/index. php/sipakaraya Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan Pelatiuhan Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Dasar Gambar 2. Wawancara Pelatihan dapat diartikan sebagai proses terencana untuk memodifikasi sikap atau perilaku pengetahuan, keterempilan melalui pengalaman belajar. Tujuannya adalah untuk mencapai kinerja yang efektif dalam setiap kegiatan atau berbagai kegiatan. Dalam tujuan pelatihan adalah mengembangkan kemampuan individu untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja saat ini dan masa depan organisasi (Manpower Services Commissions (MSC). , 1981:62 dalam Masadeh, 2. Pelatihan ini membahas tentang modul pembelajaran yang akan digunakan sebagai bahan mengajar pendidik dan membahas tentang kurikulum yang cocok untuk memenuhi peraturan daerah yang tertulis pada daerah majene provinsi Sulawesi barat yang bertujuan untuk mengembangkan kebudayaan lokal pada lingkup sekolah sehingga generasi selanjutnya mampu menerapkan dan mengaplikasikan kebudayaan bahasa daerah pada kehidupan sosial. Untuk hal itu Mahasiswa KKN-PPL Terpadu Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Majene Universitas Negeri Makassar telah mengadakan Pelatihan Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Dasar guna memenuhi program yang terdapat pada Peraturan Daerah. Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan guru mampu melaksanakan proses belajar mengajar dengan mengacu pada kurikulum SIPAKARAYA Vol. No. Hal. 114 Ae 118 Maret 2023 https://ojs. id/index. php/sipakaraya bahasa daerah agar mencapai tujuan pembelajaran, sehingga memenuhi Peraturan Daerah No. 02 Tahun 2014 tentang pendidikan muatan lokal. KESIMPULAN Sosialisasi merupakan hubungan interaktif di mana seorang dapat mempelajari kebutuhan sosial dan kultural yang menjadikan sebagai anggota masyarakat. Kegiatan sosialisasi kurikulum muatan lokal dilakukan di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga. Dalam hal ini mahasiswa KKN-PPL Terpadu UNM angkatan XXV melakukan pelatihan ke guru SD dan SMP terkait kurikulum muatan lokal untuk melahirkan kurikulum muatan lokal bahasa daerah. Pelatihan ini diadakan untuk diikuti oleh perwakilan tiap sekolah pendidik pada jenjang SD dan SMP di Majene. Membahas tentang kurikulum yang cocok untuk memenuhi peraturan daerah yang tertulis pada daerah majene provinsi Sulawesi barat yang bertujuan untuk mengembangkan kebudayaan lokal pada lingkup sekolah. Besar harapan kami agar kegiatan ini akan terus berlanjut untuk kedepannya agar generasi selanjutnya mampu menerapkan dan mengaplikasikan kebudayaan bahasa daerah pada kehidupan sosial. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kepada tim mahasiswa KKN-PPL UNM yang telah membantu tim melaksanakan kegiatan pengabdian ini. ucapan terima kasih pula dihaturkan kepada Pemerintah Kabupaten majene khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Majene sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan. DAFTAR PUSTAKA