Economics Professional in Action (E-Profi. e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 3 No. 02 Agustus 2021 Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Audit Report Lag Perusahaan Multinasional Elok Faiqoh Himmah Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia email : elokfaiqohhimmah@unibi. Abstrak Karakteristik perusahaan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi audit report lag. Penelitian ini menganalisi untuk mengetahui seberapa besar pengaruh karakteristik perusahaan terhadap audit report lag perusahaan multinasional di Indonesia. Perusahaan multinasional menjadi perusahaan yang memiliki kontribusi besar terhadap produk domestik bruto dimana menjadi sektor yang esensial dalam kegiatan ekonomi di Indonesia. Fenomena yang terjadi beberapa tahun ini bahwa di Pasar Modal Indonesia terjadiketerlambatan perusahaan dalam melaporkan laporan keuangan dan laporan audit. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Penelitian menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan audit perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel penelitian ini sebanyak 48 perusahaan dalam dua tahun. Penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik dengan alat bantu SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial profitabilitas dan tidak berpengaruh terhadap keterlambatan Kata Kunci : Jenis Industri. Usia Perusahaan. Penundaan Audit Abstract This research aims to analyze and determine the effect of industry type and company age on audit delays in consumer goods companies and insurance companies listed in the Indonesia Stock Exchange. The phenomenon that has occurred in recent years is the Indonesian Capital Market has been late in reporting financial reports and audit reports. The research method used was quantitative research using multiple linear regression analysis. The research data used was secondary data in the form of financial reports and audit reports of public companies listed in the Indonesia Stock Exchange. The sample of this research were 48 companies in two years. This research used a classic assumption test with SPSS. The results of the research showed that partially the industry type and age of the company did not affect the audit delay. Keywords: Type of Industry. Company Age. Audit Delay PENDAHULUAN Perkembangan pasar modal saat ini telah meningkat dengan sangat pesat dan tentunya di masa mendatang bisnis investasi ini akan menjadi sedemikian kompleks dengan tingkat persaingan yang sangat ketat, terutama dalam upaya penyediaan dan perolehan informasi dalam setiap pembuatan keputusan. Salah satu sumber informasi penting dalam bisnis investasi di pasar modal adalah laporan keuangan yang disediakan setiap perusahaan yanggo public. Fenomena yang terjadi adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih saja menemukan beberapa keterlambatan pelaporan keuangan yang dilakukan oleh beberapa Economics Professional in Action (E-Profi. perusahaan publik. Hingga bulan Desember 2014. OJK mencatat terdapat 30 sanksi peringatan tertulis dan 665 sanksi administrasi denda karena keterlambatan penyampaian laporan berkala dan laporan insidental dengan total nilai denda sebesar Rp 6,s549 miliar. Pada tangal 30 Mei 2013, sebanyak dua belas perusahaan belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2012 sehingga dikenakan peringatan tertulis i serta tambahan denda sebesar Rp150 juta. Tahun 2012 tercatat menyampaikan laporan keuangan auditan Informasi ini diperoleh dari berita Mentro com pada tanggal 7 Januari 2015. Menurut IAI . dalam PSAK . , tujuan dari laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar pengguna laporan keuangan dalam pembuatan keputusan Informasi yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan dapat bermanfaat apabila disajikan secara akurat dan tepat waktu pada saat yang dibutuhkan oleh para pengguna laporan keuangan seperti kreditor, investor, pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak lain sebagai dasar pengambilan keputusan. Laporan keuangan berfungsi sebagai alat informasi yang menghubungkan perusahaan dengan pihakpihak berkepentingan yang menunjukan kondisi kesehatan keuangan perusahaan dari kinerja Laporan keuangan pada dasarnya harus memenuhi karakteristik yang merupakan ciri khas informasi laporan keuangan yaitu dapat dipahami, relevan, materialitas,keandalan, penyajian jujur, substansi mengungguli bentuk, netralitas, pertimbangan sehat, kelengkapan, dan dapat dibandingkan (IAI, 2. Terdapat beberapa kendala untuk menghasilkan laporan keuangan yang memberikan informasi yang relevan, salah satunya adalah ketetapan waktu dalam penyampaian laporan keuangan yang Apabila laporan keuangan tidak disajikan tepat waktu, laporan keuangan tersebut akan kehilangan nilai informasi karena tidak tersedia saat pemakai laporan keuangan pengambilan keputusan (IAI,2. Jika e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 3 No. 02 Agustus 2021 terdapat penundaan yang tidak semestinya dalam pelaporan, maka informasi yang dihasilkan akan kehilangan relevansinya (PSAK 2012 penyajian laporan keuangan paragraf . Relevan adalah sebagian dari karakteristik kualitatif laporan keuangan. Relevan artinya bahwa informasi tersebut dapat membantu para pengguna laporan keuangan dalam membuat keputusan ekonomi. Pembuatan keputusan ekonomi dilakukan dengan mengevaluasi peristiwa yang akan terjadi di masa lalu, saat sekarang, maupun masa yang akan datang. Salah satu indikator dari relevansi itu adalah ketepatwaktuan . (Kadir 2. Ketetapan waktu pelaporan keuangan diatur dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1995, disebutkan bahwa semua perusahaan yang terdaftar di Pasar Modal wajib menyampaikan laporan keuangan secara berkala kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepa. atau sekarang dikenal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mengumumkan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan OJK untuk melindungi para pemegang saham atau penanam modal, karena laporan keuangan yang disampaikan dapat saja berupa good news atau bad news. Pengumuman laba yang berisikan berita tidak baik maka pihak manajemen cenderung akan melaporkan laporan keuangannya tidak tepat waktu (Wulantoro. Keterlambatan audit atau biasa yang disebut audit delay adalah lamanya waktu penyelesaian audit dihitung mulai dari tanggal diterbitkannya laporan audit (Dyer dan McHUgh 1. Perbedaan waktu terjadi antara tanggal laporan keuangan dan penyelesaian penyusunan laporan keuangan, serta tanggal publikasi laporan keuangan karena laporan keuangan yang telah selesai disusun oleh perusahaan harus diaudit terlebih dahulu oleh akuntan publik sebelum dipublikasikan (Apriayanti dan Santoso, 2. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi keterlambatan audit, salah satu yang paling penting untuk diperhatikan ialah profitabilitas (Apriyanti dan Santosa 2. Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan . pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu (Sumartini dan Widhiyani, 2. Penelitian ini menggunakan Return On Asset untuk mengukur Economics Professional in Action (E-Profi. rasio profitabilitas, yaitu membandingkan laba sebelum bunga atau pajak dibagi total aktiva. Perusahaan yang melaporkan profitabilitas yang tinggi cenderung berharap laporan keuangan auditan dapat diselesaikan secepatnya karena adanya tuntutan untuk segera menyampaikan kepada publik, sehingga audit report lag akan KAJIAN PUSTAKA e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 3 No. 02 Agustus 2021 lebih pendek. Sedangkan perusahaan yang mengalami kerugian akan cenderung lebih berhati-hati pengauditan sehingga akan meminta auditor untuk mengatur waktu auditnya lebih lama dibandingkan biasanya (Wirakusuma, 2. Audit Delay Keterlambatan Audit (Audit Dela. Ketetapan waktu pelaporan keuangan merupakan elemen pokok bagi catatan laporan keuangan yang Ketetapan waktu mengimpliasikan bahwa laporan keuangan seharusnya disajikan pada suatu interval waktu untuk menjelaskan suatu perubahan dalam perusahaan yang mungkin memengaruhi pemakai informasi dalam membuat prediksi dan keputusan (Dyer dan McHUgh, 1. Keterlambatan audit adalah rentang waktu antara tanggal tutup tahun buku perusahaan atau tanggal neraca hingga tanggal diterbitkannya laporan audit oleh Kantor Akuntan Publik yang mengaudit perusahaan tersebut (Ashton et al, 1. Rachmawati . menyatakan audit delay adalah rentang waktu penyelesaian audit laporan keuangan tahunan yang diukur berdasarkan lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan auditor independen atas audit laporan keuangan tahunan perusahaan, sejak tanggal tahun tutup buku perusahaan yaitu 31 Desember sampai tanggal tertera pada laporan auditor independen. Selisih jarak waktu antara berakhirnya tahun fiskal dengan tanggal diterbitkannya laporan audit inilah yang disebut audit delay. Begitupula yang dikemukakan oleh Saemargani dan Mustikawati . bahwa keterlambatan audit atau audit delay adalah perbedaan waktu antara tanggal laporan keuangan dengan tanggal opini audit dalam laporan keuangan mengindikasikan tentang lamanya waktu penyelesaian audit yang dilakukan oleh auditor. Audit delay juga didefinisikan sebagai jumlah hari dari tanggal tutup buku tahun perusahaan 31 Desember sampai tanggal ditandatanganinya laporan audit (Robbitasari, 2. Panjang pendeknya audit delay dipengaruhi oleh kerumitan proses audit. Tingkat kerumitan yang tinggi mengakibatkan auditor memerlukan jumlah hari yang lebih banyak untuk mengaudit perusahaan induk beserta anak perusahaannya (Che-Ahmad dan Abidin, 2. Indikator dari keterlambatan audit adalah tanggal laporan keuangan dan tanggal laporan audit (Apriyanti dan Santosa, 2. Telah dikemukakan dalam PSAK No. AKUNSIKA. Vol 1. No 2. Juli 2020, hal 1 - 10 Copyright A 2020. AKunsika. ISSN 2722-3701 (IAI,2. tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit adalah tanggal ketika laporan keuangan sudah final, yang berarti tidak ada lagi koreksi atau penyesuaian setelah tanggal Laporan keuangan auditan tanggal ini adalah tanggal laporan auditor, sementara untuk laporan keuangan yang tidak diaudit, tanggal ini adalah tanggal ketika laporan keuangan selesai disusun oleh manajemen. 2 Profitabilitas Profitabilitas mencerminkan kinerja perusahaan yang akan menentukan kelangsungan hidup perusahaan tersebut. variabel Profitabilitas telah banyak dikemukakan Menurut Carslaw dan Kaplan . bahwa Perusahaan yang melaporkan penurunan keuangan perusahaan mungkin akan meminta auditor untuk mengatur waktu auditornya lebih lama dibandingkan Sebaliknya melaporkan profitabilitas yang tinggi maka perusahaan berharap laporan keuangan auditan dapat diselesaikan secepatnya, sehingga good news tersebut segera dapat disampaikan kepada dan pihakAepihak Profitabilitas mencerminkan kinerja perusahaan yang akan menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Lebih lanjut menurut Rachmawati 28 . , perusahaan Economics Professional in Action (E-Profi. yang memiliki profitabilitas yang lebih tinggi membutuhkan waktu dalam pengauditan laporan keuangan lebih cepat dikarenakan keharusan untuk menyampaikan kabar baik secepatnya kepada publik. Rasio profitabilitas mengukur pendapatan atau keberhasilan sebuah perusahaan untuk periode waktu tertentu. Laba atau keuntungannya, mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk memperoleh pendanaan utang dan ekuitas. Profitabilitas sering kali digunakan sebagai uji utama atas keefektifitasan operasi manajemen Jerry . Didukung Petronila . yang menyatakan bahwa besar kecilnya tingkat profitabilitas sebagai pengukuran kinerja manajemen untuk melaporkan kinerjanya. Menurut Sumastuti dan Laksmiwati . , profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, maupun modal sendiri. Seperti yang dikemukakan Carslaw dan Kaplan . Wirayodha . menemukan hubungan negatif antara proftabilitas dengan audit report Dengan argumen bahwa auditor akan melakukan lebih hati-hati dalam proses audit dalam menanggapi penurunan keuangan perusahaan diakibatkan oleh kegagalan keuangan atau oleh kecurangan manajemen. Ahmad dan Kamarudin . Modugu . bahwa adanya hubungan negatif antara profitabilitas dengan audit report lag. Namun pada penelitian Saputri . dan Susanto . bahwa adanya hubungan positif antara profitabilitas dengan audit report lag. METODE PENELITIAN Populasi yang akan diamati dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaanConsumer Goods dan perusahaan Insurance yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yag berjumlah 26 perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel tidak acak yang informasinya diperoleh dengan kriteria tertentu (Sugiyono, 2009:. Kriteria tersebut adalah: Berdasarkankriteria yang telahditetapkanmakaperusahaan yang memenuhi syarat dalam penelitian ini sebanyak 24 perusahaan, selama 2 tahun sehingga jumlah observasi sebanyak 48 Jenis data penelitian ini adalah data e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 3 No. 02 Agustus 2021 kuantitatif yang bersifat deskriptif yang perusahaanconsumer goods dan perusahaan insurance yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang diperoleh dari situs Bursa Efek Indonesia w. id dan dari situs Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Profitabilitas terbagi atas menjadi dua karakteristik yaitu industri non keuangan dan industri keuangan. Menurut Iskandar. Trisnawati . cenderung memiliki aset berupa aset moneter yang lebih mudah diukur. Sebaliknya, kebanyakan aset dari industri non keuangan membutuhkan banyak aset berupa fisik seperti melangsungkan proses bisnisnya. Industri keuangan memiliki sistem informasi akuntansi yang lebih tersentralisasi dan terotomatisasi melakukan aktivitas operasionalnya hingga dapat mempertahankan going concern perusahaan tersebut atau mempertahankan eksistensinya dalam dunia bisnis. penelitian ini menggunakan dari tanggal dilakukan penelitian. Keterlambatan audit adalah rentang waktu antara tanggal tutup tahun buku perusahaan atau tanggal neraca hingga tanggal diterbitkannya laporan audit oleh Kantor Akuntan Publik yang mengaudit perusahaan tersebut (Ashton et al, 1. Keterlambatan audit atau audit delay dalam penelitian ini diukur berdasarkan rentang waktu penyelesaian pelaksanaan audit laporan keuangan tahunan, yaitu dari lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan auditor independen atas laporan keuangan tahunan perusahaan. Dihitung sejak tanggal tutup buku perusahaan yaitu per 31 Desember sampai tanggal yang tertera pada laporan auditor independen. Berikut tabel dari definisi operasional dan pengukuran dalam penelitian 1 Definisi Operasional dan Pengukuran Berikut merupakan definisi operasional dan pengukuran dalam penelitian ini: Economics Professional in Action (E-Profi. Keterlambatan Audit, indikator dalam penelitian ini adalah jumlah hari antara tanggal laporan keuangan per 31 Desember sampai tanggal laporan audit Profitabilitas mengukur pendapatan atau keberhasilan sebuah perusahaan untuk periode waktu tertentu. Metode analisis regresi linier Uji Multikolinearitas Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Mendeteksi ada atau tidaknya multikolonieritas dalam sebuah model regresi adalah:Nilai R2 yang dihasilkan oleh suatu estimasi model regresi empiris sangat tinggi namun secara individual variabel-variabel independen banyak yang tidak signifikan yang kemudian akan mempengaruhi variabel Multikolonieritas dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawannya, variance inflation factor(VIF). Nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF yang tinggi karena keduanya berhubungan terbalik. Nilai cut-off yang umum multikolinearitas adalah nilai tolerance 0 dan nilai VIF 0. Jika nilai 0 lebih kecil dari 0,10 berarti terdapat korelasi antar variabel independen yang nilainya lebih dari 95%. Indikator adanya multikolinearitas yaitu jika nilai VIF lebih dari 10. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel pengganggu atau residual mempunyai distribusi normal atau tidak. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov (K-S). Dasar pengembalian keputusan dalam uji K-S adalah sebagai berikut:Apabila nilai signifikansi atau nilai probabilitas > 0,05 atau 5 persen maka data terdistribusi secara normal dan apabila nilai signifikansi atau nilai probabilitas < 0,05 atau 5 persen maka data tidak terdistribusi normal. Uji Heteroskedastisitas e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 3 No. 02 Agustus 2021 Uji heteroskedasitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dan residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual satu ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedasitas dan jika berbeda disebut Digunakan heteroskedasitas menggunakan uji glejser dalam penelitian ini, untuk mengetahui tidak adanya heteroskedasitas ditunjukan dengan tidak ada satupun variabel independen yang signifikan secara statistik memengaruhi variabel dependen nilai Absolut Residual (AbsRe. Hal ini terlihat dari probabilitas signifikansinya di atas tingkat kepercayaan 5 persen. Analisis inferensial yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda . ultiple regressio. Analisis regresi berganda digunakan mengingat variabel independen lebih dari satu. Pengujian ini berguna untuk mengetahui pengaruh variabel independen . rofitabilitas dan umur perusahaa. terhadap variabel dependen . eterlambatan audit atau audit dela. Persamaan analisis berganda Y = a b1X1 b2X2 A Keterangan: : Keterlambatan audit : Konstanta b1, b2 : Koefisiensi regresi masing-masing : Profitabilitas u : Error Uji Hipotesis Alat uji yang digunakan untuk menguji hubungan antar variabel tersebut adalah uji t dan koefisien determinasi (R. Uji hipotesis parsial ( Uji . Uji statistik t digunakan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2013: . Pernyataan Hipotesis : H1 : Profitabilitas berpengaruh terhadap audit report lag. Koefesien determinasi (R2 ) Menurut Ghozali . koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model Economics Professional in Action (E-Profi. e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 3 No. 02 Agustus 2021 dapat menjelaskan variasi variabel dependen. Dalam pengujian hipotesis koefisien determinasi dilihat dari besarnya niali R Square untuk mengetahui seberapa jauh variabel bebas Auprofitabilitas dan terhadap keterlambatan auditAy. Nilai (R. mempunyai interval antara 0 sampai 1 . O R2 O. Jika nilai bernilai besar . berarti variabel bebas dapat memberikan hampir semua informasi yang untuk memprediksi variabel Sedangkan jika bernilai kecil berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel dependen sangat terbatas. HASIL PENELITIAN Hasil Uji Asumsi Klasik 1 Uji Normalitas Data Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Model regresi yang baik adalah berdistribusi normal atau mendekati Jika data tidak mengikuti pola sebaran distribusi normal, maka akan diperoleh taksiran yang bias. Pengujian normalitas dilakukan melalui tes Kolmogorov-Smirnov koreksi Lilliefors. 2 Uji Heterokedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi kesalahan atau ketidaksamaan variance dari residual pada model yang sedang diamati dari satu observasi ke observasi lain. Kriteria hasil dari uji heterokedastisitas adalah sebagai berikut : jika nilai p- value . > 0,05 maka varians residual dalam data bersifat 0,05 mengindikasikan varian residual bersifat 3 Uji Autokorelasi Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik autokorelasi yaitu korelasi yang terjadi antara residual pada satu pengamatan dengan pengamatan lain pada model regresi. Uji autokorelasi dilakukan dengan menggunakan uji statistik Durbin Watson, yaitu dengan membandingkan angka Durbin-Watson hitung (DW) dengan nilai kritisnya dL dan dU. Hasil pengujian dengan DW diperoleh nilai 1,932, dengan = 0,05%, n = 30, k = 2 diperoleh nilai dU =1,738 dan 4 Ae dU = 2,234, karena nilai DW berada di antara dU 1,738 < DW 1,952 < 4 Ae dU 2,234, maka dapat disimpulkan tidak terdapat masalah autokorelasi. Pengujian Hipotesis Analisis Regresi Linear Berganda Pengujian hipotesis secara parsial (Uji . digunakan Untuk mengetahui signifikan atau tidaknya suatu pengaruh dari variabel-variabel bebas secara parsial atas suatu variabel tidak Tabel 1 : Hasil Pengujian Hipotesis Berdasarkan Tabel 5, diperoleh persamaan regresi berganda sebagai berikut: Y = 65631Ae3. 062X1 e Y = Keterlambatan audit X1 = Profitabilitas Persamaan regresi tersebut mempunyai makna Model Unstandardi Coefficients (Consta ROA Std. Error Standa Coeffic Beta Sig. sebagai berikut: Konstanta = 85,532 Jika variabel keterlambatan audit sebesat 85,532 hari maka variabel profitabilitas dan dianggap sama dengan nol. Profitabilitas = 6,751 Koefisien regresi untuk variabel profitabilitas sebesar 6,751, artinya bahwa setiap perubahan satu satuan variabel Economics Professional in Action (E-Profi. e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 3 No. 02 Agustus 2021 Tabel 2 Model Unstandardi Coefficients Sig. profitabilitas maka keterlamabatan audit akan men gakibatkan kenaikan sebesar 6,751 dengan asumsi profitabilitas tetap. (Consta ROA Std. Error Standa Coeffic Beta Pengaruh Profitabilitas Keterlambatan Audit Terhadap Berdasarkan hasil Uji Hipotesis Parsial . pada tabel 5 untuk variabel profitabilitas yaitu diperoleh nilai thit sebesar 1,656 dan nilai ttab dengan a = 0. 05 dan derajat bebas = 48 - 1 - 1 = 46 untuk pengujian dua pihak adalah 2,0129. Oleh karena itu thit untuk koefisien variabel 656 lebih kecil dari ttab sebesar 0129 maka Ha2 ditolak dan H02 diterima, artinya profitabilitas tidak berpengaruh terhadap keterlambatan audit. Hasil tersebut disebabkan oleh ada beberapa perusahaan beberapa perusahaan profitabilitas non keuangan yang mempunyai jangka waktu yang singkat dalam pelaporan auditnya. Pengujian Hipotesis Uji t KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan pembahasan yang telah dijelaskan, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah: Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap keterlambatan audit. Artinya, perusahaan profitabilitas apapun tidak memengaruhi cepat atau lambatnya keterlambatan audit pada perusahaan consumer goods dan perusahaan insurance yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Selain itu, dilihat dari umur perusahan, hasil penelitian ini menunjukkan tidak berpengaruh terhadap keterlambatan audit. Artinya, perusahaan yang telah lama berdiri dan perusahaan yang baru didirikan tidak keterlambatan audit pada perusahaan consumer goods dan perusahaan insurance yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Di masa mendatang, hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dan bermanfaatsecara umum bagi perusahaanperusahaan yang telah terdaftar atau perusahaan yang mau mendaftarkan perusahaannya dipasar mengevaluasi kinerja perusahaan secara berkala agar dapat mengendalikan faktor-faktor dominan yang dapat memengaruhi jangka waktu penyelesaian audit. Selain itu, perusahaan diharapkan dapat memberikan data yang diperlukan selama proses pemeriksaan laporan keuangan sehingga laporan keuangan dapat dipublikasikan lebih awal. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan masukan menambah variabel independen lain yang belum digunakan dalam penelitian ini serta menambah periode penelitian. DAFTAR PUSTAKA