Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember ALAMTARA. JSI by IAI TABAH is licensed under a Creative CommonsAttribution- NonCommercial 4. 0 International License Naskah masuk 06-Desember-2024 Direvisi Diterima Diterbitkan 11- Desember20- Desember30- Desember2024 DOI : https://doi. org/10. 58518/alamtara. Dakwah dan Perubahan Sosial di Kawasan Masjid Almadinah Dompet Duafa Nur Kholifah Institut Ummul Quro Al Islami Bogor kholifah@iuqibogor. Murodi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta murodi@uinjkt. Arief Subhan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta subhan@uinjkt. ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dakwah dalam mendorong perubahan sosial di kawasan Masjid Al Madinah Dompet Duafa. Fokus utama dari studi ini adalah untuk memahami bagaimana dakwah yang dilakukan melalui program-program sosial dakwah yang dikelola oleh Masjid Al Madinah seperti Forum Halaqah QurAoan (FHQ). Karemah (Kajian Rutin Ekslusif Muslima. Majelis Taklim dan Safari Dakwah, serta Kajian Tausiyah mengubah kondisi sosial masyarakat serta memperkuat nilai-nilai keislaman. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan paradigman Adapun pendekatan yang digunakan adalah komunikasi dan Sumber data primer dalam penelitian ini yakni wawancara dengan Ketua DKM Masjid Al Madinah Dompet Duafa dan juga beberapa jamaah. Adapun sumber data sekunder dalam penelitian ini yakni dengan melakukan studi kepustakaan terkait informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang sedang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah di Masjid Al 144 Nur Kholifah. Murodi. Arief Subhan Dakwah dan Perubahan Sosial Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember Madinah tidak hanya berfungsi sebagai penyebaran nilai-nilai agama, tetapi juga sebagai alat untuk mendorong perubahan sosial baik perilaku, pengetahuan, serta praktik di kalangan jamaah dan masyarakat sekitar. Keberhasilan ini didukung oleh keterlibatan aktif jamaah, dukungan pengelola, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, meskipun terdapat hambatan seperti kurangnya sumber daya dan fasilitas yang kurang memadai. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah memiliki potensi besar dalam mendukung transformasi sosial yang positif dan berkelanjutan, dan memberikan panduan bagi pengelola masjid serta praktisi dakwah untuk merancang program yang lebih inklusif dan berdaya guna. Kata Kunci: Dakwah. Perubahan Sosial, dan Masjid Al Madinah Dompet Duafa. Abstract: This study aims to examine the role of da'wah in driving social change in the Al Madinah Mosque of Dompet Dhuafa. The primary focus of this research is to understand how da'wah activities, conducted through various social programs managed by Al Madinah MosqueAisuch as the Qur'anic Halaqah Forum (FHQ). Karemah (Exclusive Routine Studies for Muslim Wome. Taklim Assemblies and Da'wah Safaris, as well as Tausiyah LecturesAitransform societal conditions and strengthen Islamic values. This study employs a qualitative method with a constructivist paradigm. The approaches utilized include communication and sociology. Primary data sources consist of interviews with the Head of the Mosque Management Council (DKM) of Al Madinah Mosque Dompet Dhuafa and several congregants. Secondary data sources were gathered through a literature review of information relevant to the research topic or The findings reveal that da'wah at Al Madinah Mosque serves not only as a medium for disseminating religious values but also as a tool for fostering social change in behaviors, knowledge, and practices among the congregation and surrounding community. This success is attributed to active congregation participation, managerial support, and collaboration with various stakeholders, despite challenges such as limited resources and inadequate facilities. This study underscores the significant potential of da'wah in promoting positive and sustainable social transformation. It provides valuable insights for mosque administrators and da'wah practitioners to design more inclusive and impactful Keywords: Da'wah. Social Change. Al Madinah Mosque Dompet Dhuafa. 145 Nur Kholifah. Murodi. Arief Subhan Dakwah dan Perubahan Sosial Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember PENDAHULUAN Dakwah merupakan segala aktivitas manusia yang bertujuan untuk menyeru maupun mengajak individu kepada ajaran Islam yakni ajaran yang diridhai Allah. Agar individu yang diseru ini dapat dengan mudah mengikuti ajaran Islam, maka diperlukan beberapa pendekatan dan metode yang baik. Hal ini juga bertujuan agar dakwah tersebut dapat dengan mudah diterima dan penerima dakwah dapat hidup dengan sejahtera baik di dunia mapun di akhirat (Moh. Ali Aziz 2009, . Dakwah menjadi sebuah fenomena yang khas dalam kehidupan masyarakat karena dakwah merupakan wujud dari ajaran Islam. Untuk itu, fenomena ini dapat dipandang sebagai sebuah usaha untuk mencapai perubahan yang diharapkan oleh dakwah itu sendiri (Bahri Ghazali dan Muhammad Jamil 2019. Oleh sebab dakwah bertujuan untuk membawa perubahan dalam masyarakat, maka diperlukan usaha yang professional dan serius dari para pelaku dakwah (Abdul Wahid 2018, . Berkaitan dengan perubahan sosial, perubahan sosial adalah suatu proses yang dialami oleh individu dalam konteks masyarakat serta berbagai elemen budaya dan sistem sosial. Dalam hal ini, seluruh lapisan kehidupan masyarakat, baik secara sukarela maupun sebagai dampak dari pengaruh eksternal, beralih dari pola-pola kehidupan, budaya, dan sistem sosial yang telah ada. Proses ini terjadi ketika anggota masyarakat menunjukkan keinginan untuk meninggalkan sistem sosial yang lama dan beralih kepada pola serta sistem sosial yang baru. Oleh karena itu, perubahan sosial dipahami sebagai suatu konsep yang mencakup seluruh aspek kehidupan individu, kelompok, masyarakat, negara, dan dunia yang mengalami transformasi (Buhan Bungin 2009, . Islam pada dasarnya bertujuan untuk membawa perubahan atau yaitu transformasi dari ketidakpercayaan menjadi kepercayaan, dari kepercayaan menjadi keimanan yang lebih mendalam . , dari perilaku yang kurang baik menjadi lebih baik, dan dari yang baik menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu, dalam kerangka sistemnya. Islam seharusnya berfungsi untuk mengubah lingkungan secara lebih mendalam dengan membangun dasar eksistensi masyarakat yang berbudaya dan berkarakter Islami. Hal ini bertujuan agar nilai-nilai keadilan, persamaan, persatuan, perdamaian, kebaikan, dan keindahan dapat menjadi pendorong utama dalam perkembangan masyarakat, serta menjadi pilar dalam pengembangan Islam. Selain itu, upaya untuk membebaskan individu dan masyarakat dari sistem yang menindas . irani, totalite. menuju sistem yang lebih adil, juga mencakup penyampaian kritik sosial terhadap penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat. Hal ini dilakukan dalam rangka melaksanakan tugas nahi munkar dan memberikan alternatif pemikiran atas stagnasi sistem, dengan berlandaskan pada nilai-nilai ajaran Islam. Meskipun terdapat perbedaan, kita tidak dapat mengabaikan adanya kesamaan yang menghubungkan budaya Islam secara global. Salah satu kesamaan tersebut 146 Nur Kholifah. Murodi. Arief Subhan Dakwah dan Perubahan Sosial Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember adalah komitmen setiap individu untuk berusaha menciptakan masyarakat yang terbaik di dunia ini (Amrullah Ahmad 1983, . Dengan demikian, dalam kaitannya dakwah dan perubahan sosial, dakwah dan perubahan sosial adalah dua konsep yang saling berkaitan dan memiliki peran penting dalam perkembangan masyarakat. Dakwah, sebagai usaha untuk menyebarkan ajaran agama dan memperkuat keimanan individu, sering kali menjadi pendorong utama dalam terjadinya perubahan sosial. Melalui dakwah, nilai-nilai keagamaan disebarluaskan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu mengubah pola pikir, perilaku, dan struktur sosial masyarakat. Masjid Al Madinah yang dikelola oleh Dompet Dhuafa merupakan salah satu contoh konkret di mana dakwah berperan signifikan dalam perubahan sosial. Sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial. Masjid Al Madinah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah atau penyebaran ajaran Islam, tetapi juga mendorong transformasi sosial di kalangan jamaah dan masyarakat sekitarnya. Selain itu. Masjid Al Madinah Dompet Dhuafa memiliki berbagai program dakwah yang inovatif dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Program-program ini meliputi ceramah agama, kegiatan sosial, dan beberapa program unggulan seperti Forum Halaqah QurAoan (FHQ). Karemah (Kajian Rutin Ekslusif Muslima. Majelis Taklim dan Safari Dakwah, serta kajian dengan berbagai tema. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana aktivitas dakwah yang dilakukan di Masjid Al Madinah Dompet Dhuafa dapat mendorong perubahan sosial. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini akan mengeksplorasi berbagai kegiatan dakwah dan dampaknya terhadap komunitas atau masyarakat. Selain itu, penelitian ini juga akan mengidentifikasi faktorfaktor yang menjadi peluang dan tantangan dakwah dalam mendorong perubahan sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memahami peran dakwah dalam konteks sosial yang lebih luas. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengelola masjid dan praktisi dakwah lainnya untuk mengembangkan strategi dakwah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memperkaya literatur tentang dakwah dan perubahan sosial, serta membuka diskusi lebih lanjut mengenai potensi dakwah sebagai agen transformasi sosial. Landasan Teori Konsep Dakwah Secara etimologis, istilah dakwah dalam bahasa Arab berasal dari kata da'a yad'u, da'watan yang memiliki arti menyeru, memanggil, mengajak, atau menjamu (Mahmud Yunus 1. Istilah da'a, yad'u, duaan, dan da'wahu merujuk pada tindakan menyeru atau memanggil-Nya (Luis MaAoluf 1. Dari segi terminologi, dakwah dapat diartikan sebagai usaha untuk mengajak atau menyeru umat manusia agar menjalani kehidupan sesuai dengan tuntunan Allah Swt. Setiap ucapan, pemikiran, atau tindakan yang secara langsung maupun tidak langsung mengarahkan orang kepada kebaikan . alam pandangan Isla. , amal yang baik, 147 Nur Kholifah. Murodi. Arief Subhan Dakwah dan Perubahan Sosial Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember atau pencarian kebenaran dalam kerangka ajaran Islam, dapat dikategorikan sebagai dakwah (Asep Syamsul M. Romli 2. Beberapa pakar juga memberikan definisi yang serupa mengenai dakwah. Muhammad Natsir menjelaskan bahwa dakwah adalah upaya untuk menyerukan dan menyampaikan kepada individu serta seluruh umat mengenai pandangan dan tujuan hidup manusia di dunia. Hal ini mencakup amar ma'ruf nahi munkar, dengan menggunakan berbagai media dan metode yang sesuai dengan norma akhlak, serta membimbing pengalaman individu dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, bersosial, dan bernegara (M. Natsir 1. Anshari menyatakan bahwa dakwah adalah usaha untuk menyebarkan ajaran Islam kepada umat manusia, baik melalui lisan maupun tulisan (Endang Saifuddin Anshari 1. Amrullah Ahmad menyatakan bahwa dakwah adalah usaha untuk mengajak umat manusia agar mengikuti jalan Allah secara menyeluruh . , baik melalui lisan, tulisan, maupun tindakan. Ini merupakan ikhtiar seorang Muslim untuk mewujudkan ajaran Islam dalam kehidupan pribadi, kelompok, jama'ah, dan ummah (Amrullah Achmad 1. Tujuan dakwah, berdasarkan pemahaman yang telah dijelaskan, pada dasarnya adalah untuk mengarahkan manusia kepada Allah atau sabili rabbik. Abu al-AAola al-Maududi menegaskan bahwa misi dakwah adalah mengajak umat manusia untuk mengakui dan meyakini bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Dia Yang Maha Esa, yang memiliki kekuasaan, ditaati, dan menetapkan peraturanperaturan. Oleh karena itu, manusia diwajibkan untuk menyerahkan diri kepada Allah dan melaksanakan amal saleh (Abu al AoAla al Mauddi 1982, 11-. Dakwah memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan, karena berfungsi untuk mendorong individu agar melaksanakan ajaran Islam. Dengan demikian, setiap aspek kehidupan mereka akan selalu dipengaruhi oleh prinsipprinsip Islam. Selain itu, dakwah juga berfungsi untuk mengarahkan, memotivasi, membimbing, mendidik, menghibur, dan mengingatkan umat manusia agar selalu beribadah kepada Allah SWT dan berperilaku baik (M. Qadaruddin Abdullah 2019, . Dasar hukum yang berkaitan dengan dakwah menurut Al-Ghazali menegaskan bahwa pelaksanaan dakwah Islamiyah merupakan suatu kewajiban yang tidak dapat ditawar, berdasarkan firman Allah dalam surat Ali Imran ayat Dalam ayat tersebut terdapat kata A OEEIAyang berarti "hendaklah kamu". Ini menunjukkan bahwa melaksanakan amar makruf nahi mungkar adalah fardu kifayah, bukan fardu ain (Imam al Ghazali 1413 H, . Para ulama memiliki pandangan yang berbeda mengenai kewajiban tugas Sebagian dari mereka berpendapat bahwa dakwah merupakan kewajiban kifayah, sementara yang lain beranggapan bahwa itu adalah kewajiban Aoain. Perbedaan ini muncul akibat interpretasi yang berbeda terhadap makna kata A IIEIAdan A IAdalam surat Ali Imran ayat 104. Di antara ulama yang berpendapat bahwa dakwah adalah fardhu kifayah adalah Imam Jalaluddin al-Suyuti, al148 Nur Kholifah. Murodi. Arief Subhan Dakwah dan Perubahan Sosial Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember Zamakhsyari. Ismail Haqqy, al-Qurtuby. Imam al-Gazali, dan lainnya (M. Qadaruddin Abdullah 2019, . Alasan yang disampaikan adalah bahwa kewajiban berdakwah hanya berlaku bagi individu yang memiliki pengetahuan mendalam mengenai agama dan aspek-aspek yang terkait dengan dakwah tersebut. Tidak semua umat Muslim memiliki pemahaman yang mendalam tentang agama. Oleh karena itu, hanya mereka yang termasuk dalam kategori ulama yang diwajibkan untuk Dengan demikian, apabila para ulama . ebagai daAo. telah melaksanakan tugas dakwah mereka, maka kewajiban tersebut akan terlepas dari seluruh umat Islam . l Qurtubi Juz . Al Zamakhsyari menegaskan argumen tersebut dengan menyatakan bahwa individu yang ingin berdakwah harus memiliki keahlian dalam bidang agama, memahami berbagai pendapat mazhab yang ada, serta menguasai metode dalam merencanakan taktik dan strategi, serta cara pengelolaan dakwah yang efektif (Al Zamakhsyari Juz . Islami Haqqy dalam tafsirnya yang berjudul AuRaAoyi al-BayanAy menyatakan bahwa berdakwah sejajar dengan berjihad. Namun, berjihad tidak ditujukan kepada seluruh umat Islam, melainkan hanya kepada individuindividu yang memiliki keahlian dan kemampuan untuk melakukannya (Ismail Haqqy Juz II). Beberapa ulama yang berpendapat bahwa berdakwah merupakan fardhu Aoain antara lain adalah Syekh Muhammad Abduh dan Imam al-Razi. Syekh Muhammad Abduh berargumen bahwa setiap Muslim memiliki kewajiban untuk memahami hukum-hukum agama serta perintah-perintahnya, dan juga untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk. Oleh karena itu, mereka tidak diperkenankan untuk mengabaikan pengetahuan mengenai hal-hal yang menjadi kewajiban bagi mereka. Dengan demikian, pelaksanaan amar makruf dan nahi mungkar juga menjadi kewajiban bagi seluruh umat Islam (M. Qadaruddin Abdullah 2019, . Adapun beberapa dalil mengenai perintah berdakwah yakni sebagai berikut: Artinya: AuWahai anakku, tegakkanlah shalat dan suruhlah . berbuat yang makruf dan cegahlah . dari yang mungkar serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang . diutamakanAy (QS. Luqman 31: . 149 Nur Kholifah. Murodi. Arief Subhan Dakwah dan Perubahan Sosial Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember Artinya: AuHendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh . yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntungAy (QS. Ali Imran 3: . Artinya: AuKamu . mat Isla. adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia . kamu menyuruh . yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Seandainya ahlulkitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Diantara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasikAy (QS. Ali Imran 3: . Beberapa ayat Al-QurAoan yang telah disebutkan menunjukkan bahwa sebagai manusia, kita memiliki kewajiban untuk melaksanakan dan menyerukan Selain itu. Rasulullah Muhammad SAW juga menginstruksikan umatnya untuk memperhatikan kegiatan dakwah. Beliau menyampaikan seruan tersebut melalui berbagai dalil hadist yang ada. AuOrang yang menyampaikan dakwah Islam sama seperti seorang yang berperang di jalan AllahAy (HR. Abu Dau. AuSampaikanlah dariku, walaupun hanya satu ayatAy (HR. Bukhari dan Musli. AuBarangsiapa yang membimbing kepada kebaikan maka baginya pahala seperti pahala yang melakukannyaAy (HR. Musli. Selain menyadari bahwa aktivitas dakwah merupakan kewajiban bagi umat Islam, kita juga perlu memahami bahwa dalam pelaksanaan dakwah terdapat beberapa komponen atau unsur yang penting, yaitu: . Da'i, yang merujuk pada individu yang menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain. Mad'u, yaitu target atau objek dari aktivitas dakwah yang mencakup seluruh umat manusia di dunia, termasuk bangsa jin. Materi dakwah, yang terdiri dari ajaran Islam yang mencakup tiga aspek utama, yaitu aqidah, syari'ah, dan akhlak. Metode dakwah, yang merupakan cara atau teknik yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan ajaran dakwah kepada objek yang dituju, dengan tujuan untuk memberikan pemahaman, pengetahuan, atau pandangan yang lebih baik mengenai pesan dakwah tersebut. Media dakwah, yang mencakup berbagai bentuk seperti lisan, tulisan, lukisan, audio visual, dan akhlak. Dampak dan 150 Nur Kholifah. Murodi. Arief Subhan Dakwah dan Perubahan Sosial Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember tantangan dalam dakwah. Dampak yang muncul sebagai respons dan umpan balik dapat berupa adanya simpati serta keterlibatan aktif dari madAou dalam menerima pesan dakwah, munculnya sikap acuh tak acuh atau ketidakpedulian madAou terhadap pesan dakwah, serta timbulnya perasaan keberatan atau ketidaksukaan terhadap pelaksanaan dakwah (Wahyu Ilahi 2010, 119-. Konsep Perubahan Sosial Makna dari perubahan sosial adalah sebuah perubahan suatu kondisi kepada kondisi lain. Perubahan ini merupakan suatu hal yang wajar dan terjadi dalam berbagai keadaan. Menanggapi hal ini. Macionis . alam Piotr Sztimk. menyebutkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan dalam cara berpikir dan berperilakunya masyarakat serta struktur masyarakat pada saat tertentu (Piotr Sztompka 2004, . Elly M. Setiadi juga menyatakan hal serupa bahwa perubahan sosial adalah hal yang bersifat wajar. Oleh karena perubahan sosial berdampak terhadap berbagai sector, maka hal ini juga dapat dianalisis dari berbagai perspektif (Elly M. Setiadi dan Usman Kolip 2010, . Pendapat lain yang dikemukakan oleh J. Dwi Narwoko menyebutkan bahwa perubahan sosial pada umumnya menyangkut tiga aspek yakni structural, kultural, serta interaksional (Narwoko dan Suyanto 2004, . Selain pendapat yang telah disebutkan, para ilmuwan seperti Herbert Blumer. Gillin dan Gillin, serta Selo Soemarjan juga memberikan pandangan mengenai definisi perubahan sosial. Herbert Blumer mengartikan perubahan sosial sebagai upaya kolektif untuk mewujudkan terbentuknya tatanan kehidupan yang baru (Narwoko dan Suyanto 2004, . Gillin dan Gillin mengemukakan bahwa perubahan sosial adalah variasi dalam cara hidup yang telah diakui oleh masyarakat, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi geografis, budaya, komposisi penduduk, ideologi, dan lain-lain. Pandangan serupa juga diungkapkan oleh Koenig, yang menyatakan bahwa perubahan sosial merupakan perubahan yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia (Samuel Koenig 1957, . Selo Soemardjan mengemukakan bahwa perubahan sosial meliputi berbagai jenis perubahan yang terjadi pada lembagalembaga sosial yang mempengaruhi sistem sosial yang ada (Selo Soemardjan 1962, . Charles Darwin diakui sebagai pelopor dalam kajian perubahan sosial yang dialami oleh manusia, yang kemudian mengarah pada penemuan teorinya yang dikenal sebagai Teori Evolusi. Pada mulanya, teori ini diterapkan untuk menganalisis kehidupan organisme, khususnya dalam ranah ilmu biologi. Namun, seiring berjalannya waktu, teori ini juga dimanfaatkan untuk memahami isu-isu sosial, terutama yang berkaitan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat (Narwoko dan Bagong Suyant. Berdasarkan teori Darwin. Ferdinand Tonnies berargumen bahwa masyarakat pada dasarnya mengalami perubahan dari tingkat peradaban yang 151 Nur Kholifah. Murodi. Arief Subhan Dakwah dan Perubahan Sosial Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember sederhana menuju peradaban yang lebih maju dan kompleks (Setiadi dan Usman Koli. Pernyataan Tonnies menunjukkan bahwa terdapat serangkaian perubahan yang terjadi sepanjang sejarah umat manusia. Hal ini dapat dilihat dari transformasi sosial yang dialami masyarakat, mulai dari era prasejarah hingga masa ketika manusia mulai mengenal tulisan, dan akhirnya beralih ke periode di mana budaya serta peradaban diperkenalkan, dimulai dari peradaban yang sederhana hingga peradaban modern yang kita kenal saat ini (Juhari 2015, . Abdulsyani juga menyatakan bahwa transformasi dalam masyarakat global adalah fenomena yang wajar, yang dampaknya menyebar dengan cepat ke berbagai belahan dunia, salah satunya disebabkan oleh kemunculan komunikasi modern (Muhamma. Ellya berpendapat bahwa modernisasi merupakan suatu perubahan menyeluruh dalam kehidupan masyarakat yang bersifat tradisional atau pra-modern, baik dari segi teknologi maupun organisasi sosial, menuju pola ekonomi dan politik yang menjadi karakteristik negara-negara Barat yang stabil (Ellya Rosana 2011, 33-. Perubahan yang didukung oleh proses modernisasi serta gerakan inovasi yang nyata akan mampu mengubah paradigma masyarakat dari yang awalnya klasik-tradisional menjadi lebih modern dan dinamis (Muhammad 2019, . Studi tentang perubahan tidak hanya merupakan pandangan dari para ilmuwan Barat, tetapi juga telah diungkapkan oleh seorang ilmuwan Muslim yakni Ibnu Khaldun pada abad ke-13. Ia mengemukakan bahwa masyarakat mengalami perubahan yang khas, terutama dalam pola pikir. Ia berpendapat bahwa kemampuan berpikir manusia telah bertransformasi dari tingkat yang sederhana ke tingkat yang lebih logis dan empiris. Secara rinci. Khaldun menguraikan tiga tahap dalam proses berpikir manusia. Pertama, al-aqlu at-tamyiz, yang merupakan kemampuan berpikir pada tingkat dasar dengan mengaitkan berbagai fenomena alam dengan kekuatan supranatural, sehingga manusia dapat mengatur kehidupannya. Kedua, pola berpikir al-aqlu at-tagrib, di mana manusia menghubungkan satu fenomena sosial dengan fenomena lainnya, yang dikenal sebagai kemampuan eksperimental. Pada tahap ini, manusia mulai mengembangkan pemikiran filosofis dengan prinsip spekulatif, meskipun masih ada ketergantungan pada hal-hal gaib. Ketiga, pola berpikir al-aqlu an-nadhari, yang mencerminkan berpikir kritis dan empiris. Pada tahap ini, manusia mulai mengaitkan berbagai peristiwa secara rasional dan ilmiah, di mana pengetahuan empiris mulai diterapkan (Ibnu Khaldun 2006, . Quraish Shihab menjelaskan, berdasarkan petunjuk Al-QurAoan, bahwa perubahan yang baru dapat terjadi jika dua syarat terpenuhi, yaitu adanya nilai dan adanya individu yang beradaptasi dengan nilai-nilai tersebut. menambahkan bahwa bagi umat Islam, syarat pertama telah ditetapkan oleh Allah melalui petunjuk-petunjuk Al-QurAoan dan penjelasan dari Rasulullah Saw, meskipun sifatnya masih umum dan memerlukan penjabaran lebih lanjut dari Sedangkan para pelaku perubahan tersebut adalah individu-individu 152 Nur Kholifah. Murodi. Arief Subhan Dakwah dan Perubahan Sosial Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember yang tinggal di suatu wilayah dan selalu terikat dengan norma-norma masyarakat yang telah ditetapkan (M. Quraish Shihab 2006, . Dalam pandangan ilmu dakwah, analisis mengenai perubahan sosial tidak hanya terbatas pada studi fenomenologis yang netral, melainkan lebih dari itu, perubahan dianggap memiliki nilai yang signifikan sehingga penting untuk dibahas dalam kajian ilmu dakwah. Secara sederhana, perubahan dapat diartikan sebagai pergeseran nilai-nilai kebaikan menuju kemunkaran dan sebaliknya, pergeseran kemungkaran menuju kebaikan (Juhari 2015, . Konsep tersebut pada hakikatnya juga sesuai dengan pernyataan dalam Al-QurAoan Surah Al Baqarah ayat 257 yang artinya sebagia berikut: AuAllah adalah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan . kepada cahaya . Dan orang-orang kafir, pelindungnya adalah syaitan yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan . Ay. Berdasarkan penjelasan tersebut, perubahan sosial yang selama ini dianggap sebagai objek penelitian dalam ilmu sosial, khususnya sosiologi, ternyata tidak sepenuhnya dapat diterima. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa perubahan sosial juga menjadi perhatian dalam kajian ilmu dakwah. Sementara sosiologi memandang perubahan sebagai fenomena umum yang bersifat netral, ilmu dakwah justru menempatkan perubahan sosial sebagai subjek kajian yang mengandung nilai-nilai tertentu, di mana perubahan itu sendiri merupakan salah satu tujuan utama dari dakwah (Juhari 2015, . Metode Penelitian Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif. Menurut Basrowi dan dengan menggunakan penelitian kualitatif, peneliti dapat mengidentifikasi subjek serta memahami rutinitas harian mereka (Basrowi dan Suwandi 2009, . Menurut Strauss dan Corbin, penelitian kualitatif dapat dimanfaatkan untuk mengeksplorasi sejarah, perilaku, kehidupan masyarakat, fungsionalitas organisasi, gerakan sosial, atau hubungan kekerabatan (Anselm Strauss dan Yuliet Corbin 2007, . Namun. Bogdan dan Taylor berpendapat bahwa penelitian kualitatif merupakan suatu metode yang dapat menghasilkan data deskriptif mengenai perilaku, ucapan, dan tulisan individu yang diamati. Metode ini memberikan kesempatan untuk menerapkan proses berpikir induktif dalam upaya memahami realitas (Robert C. Bogdan and Taylor K. B 1992, . Paradigma yang diterapkan dalam penelitian ini adalah paradigma Dalam perspektif konstruktivisme, bahasa tidak hanya dipahami sebagai sarana untuk menginterpretasikan realitas objektif, melainkan juga tidak terpisahkan dari subjek yang menyampaikan pernyataan. Konstruktivisme menempatkan subjek sebagai elemen utama dalam proses wacana dan interaksi sosial yang terjadi (John W. Creswell 1. Suwandi, 153 Nur Kholifah. Murodi. Arief Subhan Dakwah dan Perubahan Sosial Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan dari ilmu komunikasi dan sosiologi. Penelitian ini berkaitan dengan ilmu komunikasi yang berfokus pada pemahaman mengenai produksi, pemrosesan, dan dampak dari sistem tanda dan simbol melalui pengembangan teori-teori yang dapat diuji (Berger 1. Stephen W. Littlejon menjelaskan bahwa komunikasi merupakan suatu disiplin ilmu sosial yang memiliki karakteristik terkait dengan pemahaman perilaku manusia dalam proses penciptaan, pertukaran, dan interpretasi pesanpesan (Burhan Bungin 2006, . Sementara itu, dalam konteks pendekatan sosiologi, sosiologi mengkaji isu-isu umum yang ada dalam masyarakat dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan realitas kehidupan sosial. Secara khusus, sosiologi agama berupaya untuk memahami kekuatan-kekuatan fundamental yang mendasari pola perilaku sosial (Margaret M. Poloma 2000, . Masalah sosial timbul sebagai hasil dari interaksi antara individu, antara individu dengan kelompok, atau antar kelompok. Interaksi sosial ini dipengaruhi oleh nilai-nilai adat, tradisi, dan ideologi yang tercermin dalam proses sosial yang bersifat disasorsif. Subjek dalam penelitian ini adalah Masjid Al Madinah Dompet Duafa. Adapun objek penelitian ini adalah peran dakwah dalam meningkatkan perubahan sosial. Kemudian, sumber data dalam penelitian ini yakni dengan wawancara dan studi kepustakaan. Adapun pihak yang diwawancarai dalam penelitian ini yakni Ketua DKM Masjid Al Madinah Ustaz Ilham Maulana, serta beberapa jamaah sekaligus pengajar masjid tersebut. Adapun sumber data berupa studi kepustakaan pada penelitian ini, yakni buku, jurnal ilmiah, dan sebagainya guna menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Hasil dan Pembahasan Masjid Al Madinah adalah sebuah fasilitas ikonik yang dimiliki oleh Dompet Dhuafa, terletak di kawasan Zona Madina. Parung. Kabupaten Bogor. Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah shalat, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan dakwah Islam. Dengan struktur bangunan yang terdiri dari 3 . lantai dan luas 2830 mA, masjid ini mampu menampung lebih dari 1500 jamaah. Selain itu, masjid ini dilengkapi dengan ruang pertemuan yang representatif, yang dapat digunakan untuk berbagai jenis kegiatan, dengan kapasitas hingga 800 orang. Tujuan dari pembangunan Al Madinah adalah menjadikan masjid sebagai contoh pusat keunggulan, yang berfungsi untuk memberdayakan masyarakat menengah ke bawah dalam aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan, di samping perannya yang utama dalam pembinaan iman dan 154 Nur Kholifah. Murodi. Arief Subhan Dakwah dan Perubahan Sosial Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember Masjid Al Madinah melaksanakan berbagai program harian, bulanan, dan tahunan, dengan tujuan untuk menjadi contoh yang baik dalam setiap aktivitas yang dilakukan di dalamnya. Masjid Al Madinah juga melaksanakan program penghimpunan ZISWAF. Program ini berada di bawah pengawasan dan bimbingan MPZ (Mitra Pengelola Zaka. Dompet Dhuafa, yang telah terdaftar sejak 22 Maret 2018. Seiring berjalannya waktu. Masjid Al Madinah mampu menerima, melaporkan, dan menyalurkan kembali ZISWAF yang telah Dengan adanya MPZ Al Madinah di Kawasan Zona Madina, proses penyaluran zakat bagi donatur dan jamaah menjadi lebih mudah di Masjid Al Madinah. Aktualisasi Dakwah di Masjid Al Madinah Dompet Dhuafa Masjid Al Madinah yang berlokasi di Area Zona Madinah Dompet Duafa menyediakan program-program yang diharapkan dapat bermanfaat dalam membina iman, ketaqwaan, serta perubahan sosial masyarakat. Program-program sosial dakwah tersebut juga diharapkan oleh Yayasan Zona Madina sebagai salah satu bentuk atau cara membangun peradaban Islam di Wilayah Jawa Barat. Adapun program-program yang disediakan oleh Masjid Al Madinah Dompet Duafa yakni di antaranya FHQ atau Forum Halaqah QurAoan. Kajian Rutin Eksklusif Muslimah atau Karemah. Majelis Taklim. Safari Dakwah. Kajian atau Tausiyah setelah sholat, serta Peringatan Hari Besar Islam atau PHBI. Programprogram tersebut memiliki jadwal atau waktu pelaksanaan yang berbeda serta target jamaah yang berbeda pula. FHQ atau Forum Halaqah QurAoan yang merupakan program yang berkaitan dengan pembelajaran Al-Quran seperti tahsin dan tahfizh. Program ini juga adalah salah satu program unggulan yang tersedia di Masjid Al Madinah Dompet Duafa. Hal ini dibuktikan dengan antusias masyarakat dan banyaknya jamaah di program ini dibandingkan dengan program lainnya. Anggota atau jamaah FHQ ini cenderung lebih aktif, tetap, konsisten dan terikat dalam mengikuti kegiatan setiap waktunya. Program FHQ disediakan untuk beberapa kalangan masyarakat yakni dari anak-anak, muda atau remaja, juga dewasa baik laki-laki maupun Untuk anak-anak tersedia program FHQ Kidz yang saat ini anggotanya mencapai 86 anak yang juga merupakan anak-anak atau keluarga dari anggota dan jamaah FHQ dewasa. Jadwal pembelajaran FHQ for Kids ini adalah setiap selasa dan kamis bada asar sampai menjelang maghrib. Sedangkan untuk dewasa baik laki-laki dan perempuan saat ini atau semester ini jumlahnya kurang lebih mencapai 580 anggota. Jadwal pembelajarannya yakni setiap senin-jumat untuk FHQ desawa weekday, sedangkan untuk yang weekend terjadwal setiap sabtu dan ahad. Kemudian, pada semester ini Masjid Al Madinah juga membuat program baru yakni FHQ for Teen yang targetnya adalah para remaja dan jadwal belajarnya juga setiap sabtu dan ahad. Oleh karena FHQ for Teen ini baru 155 Nur Kholifah. Murodi. Arief Subhan Dakwah dan Perubahan Sosial Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember dilaksanakan dan mungkin kurang adanya sosialisasi maka jumlah pesertanya masih sangat minim dibandingkan dengan anggota program yang lain yakni hanya terdapat 5 anggota saja. Program FHQ for Teen yang merupakan program terbaru ini masih menjadi perhatian bagi pengelola Masjid Al Madinah agar ke depan anggotanya lebih maksimal sehingga program tersebut juga lebih banyak manfaatnya bagi remaja bukan hanya saja anak-anak dan orang dewasa. Hal ini menjadi penting karena harapan ataupun tujuan dari dikembangkannya program FHQ for Teen ini adalah sebagai wadah membina keimanan para remaja, mengarahkan para remaja untuk senantiasa melakukan aktivitas yang bermanfaat dengan meluangkan waktunya untuk belajar al-QurAoan dan ilmu agama, serta tentunya akan terhindar dari perbuatan atau pergaulan yang negatif. Adapun kegiatan FHQ dapat dilihat pada gambar dokumentasi berikut: Gambar 1. Kegiatan FHQ Dewasa dan Kids Sumber: Instagram @masjid. Selain FHQ. Program Karemah (Kajian Rutin Eksklusif Muslima. yang diadakan setiap kamis juga merupakan salah satu program dakwah yang diminati oleh para Muslimah jamaah Masjid Al Madinah. Kajian ini berisi kajian kemuslimahan yang disampaikan oleh Ustaz atau Ustazah dan lebih khususnya sering membahas mengenai fiqh dan sirah wanita. Anggota ataupun jamaah dari program Karemah juga relatiF tetap. Hal ini dikarenakan jamaah kajian ini sebagian besar adalah jamaah atau anggotadari program FHQ yang turut memperdalam ilmu agama khsususnya tentang muslimah. Meskipun jamaah kajian ini sebagian besar dari anggota FHQ, akan tetapi jamaah ataupun peserta kajian ini juga dibuka untuk kalangan umum di luar FHQ. Adapun kegiatan Karemah dapat dilihat pada gambar dokumentasi berikut: 156 Nur Kholifah. Murodi. Arief Subhan Dakwah dan Perubahan Sosial Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember Gambar 2. Kajian Karemah Sumber: Instagram @masjid. Kemudian, program Majelis TaAolim dan Safari Dakwah juga turut mewarnai aktivitas di Masjid Al Madinah dan tentunya memberikan dampak dan manfaat. Anggota jamaah dalam majelis taAolim ini cenderung tidak terikat dan mayoritas berasal dari kalangan ibu-ibu dengan pemahaman agama yang masih awam. Tidak terikat disini artinya dalam setiap agenda kajian taAolim mereka tidak wajib untuk rutin hadir. Mereka juga tidak diberikan tugas ataupun ujian-ujian kenaikan level sebagaimana FHQ. Program majelis taAolim ini kemudian mengembangkan sayapnya dengan adanya safari dakwah yang dominan jamaahnya adalah dari majelis taAolim Masjid Al Madinah Dompet Duafa. Aktivitas yang dilakukan dalam safari dakwah ini adalah sejenis aktivitas kunjungan ke majelis taAolim lainnya di luar Masjid Al Madinah. Lokasi kunjungan ini meliputi area majelis taAolim sekitar empat kecamatan yakni Kecamatan Parung. Kemang. Ciseeng, dan Gunung Sindur. Adapun kegiatan Majelis Taklim dan Safari Dakwah dapat dilihat pada gambar dokumentasi berikut: 157 Nur Kholifah. Murodi. Arief Subhan Dakwah dan Perubahan Sosial Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember Gambar 3. Kegiatan Majelis Taklim dan Safari Dakwah Sumber. Instagram @masjid. Tak hanya itu, demi memberikan pelayanan dan wawasan keagamaan kepada masyarakat. Masjid Al Madinah juga senantiasa memberikan tausiyah ataupun kumtum-kultum setiap selesai sholat. Adapun topik tausiyah tersebut di antaranya meliputi kajian hadits, juga tafsir, tauhid, akhlak, dan berbagai jenis topik aktual lainnya. Terakhir, di Masjid Al Madinah Dompet Duafa juga turut memeriahkan Peringatan Hari Besar Islam dengan melakukan kegiatan maupun kajian PHBI. Adapun kegiatan tausiyah dapat dilihat pada gambar dokuemtasi Gambar 3. Kajian Akbar dan Kajian Rutin Sumber. Instagram @masjid. 158 Nur Kholifah. Murodi. Arief Subhan Dakwah dan Perubahan Sosial Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember Perubahan Sosial Masyarakat atas Dakwah Masjid Al Madinah Dompet Dhuafa Terdapat berbagai alasan serta motivasi masyarakat mengikuti berbagai program dakwah yang diselenggarakan oleh Masjid Al Madinah Dompet Duafa. Adapun di antaranya yakni keinginan ataupun minat untuk menambah wawasan keagamaan, minat untuk bersosialisasi dan silaturahim, serta adanya faktor jarak dan biaya yang terjangkau. Untuk itu, dari berbagai alasan dan motivasi yang muncul, maka terdapat beberapa dampak yang juga menjadi tujuan jamaah mengikuti program sosial dakwah ini. Program Dakwah Masjid Al Madinah yang digagas oleh Dompet Duafa memiliki dampak signifikan terhadap perubahan sosial di komunitas sekitarnya. Salah satu dampak yang paling menonjol adalah peningkatan kesadaran spiritual dan religius di kalangan masyarakat. Melalui berbagai kegiatan dakwah seperti pengajian, ceramah, dan kajian rutin, program ini berhasil meningkatkan pemahaman agama dan memperkuat ikatan spiritual komunitas. Masyarakat yang sebelumnya kurang terlibat dalam aktivitas keagamaan kini lebih aktif mengikuti kegiatan masjid, yang secara tidak langsung menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan saling mendukung. Dampak positif yang juga dirasakan oleh para jamaah Masjid Al Madinah yang lebih spesifik yakni bertambahnya wawasan khususnya di bidang al-QurAoan sebagaimana yang dirasakan oleh jamaah program FHQ. Untuk menunjang pemahaman serta motivasi dalam belajar al-Quran selain dengan metode tahsin dan tahfizh, pada program FHQ ini juga menyediakan kajian al-QurAoan atau ahlul QurAoan yang dijadwalkan setiap sebulan sekali di akhir bulan. Dampak lainnya adalah peningkatan solidaritas sosial. Program-program sosial dakwah ini mendorong warga untuk lebih peduli dan aktif dalam membantu sesama. Contohnya, seperti kegiatan penghimpunan donasi untuk Palestina dan penghimpunan ZISWAF yang disalurkan untuk bantuan sosial serta pembangunan layanan umum. Hal ini dapat menciptakan komunitas yang lebih kuat dan kompak, serta mampu menghadapi berbagai tantangan sosial dengan lebih baik. Berkaitan dengan penghimpunan ZISWAF. Masjid Al Madinah berada di bawah pengawasan dan bimbingan oleh MPZ (Mitra Pengelola Zaka. Dompet Dhuafa, tercatat sejak tanggal 22 Maret 2018. Dalam perjalanannya. Masjid Al Madinah dapat menerima, melaporkan dan menyalurkannya kembali atas ZISWAF yang telah dikelola oleh Masjid A Madinah. Dengan keberadaan MPZ Al Madinah di Kawasan Zona Madina, dapat memudahkan donatur dan jamaah dalam menunaikan zakatnya di Masjid Al Madinah. Secara keseluruhan, program dakwah Masjid Al Madinah Dompet Duafa membawa perubahan positif yang komprehensif di masyarakat. Tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam hal pendidikan dan sosial. Melalui pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, program ini membuktikan bahwa dakwah tidak hanya tentang penyebaran ajaran agama, tetapi juga tentang 159 Nur Kholifah. Murodi. Arief Subhan Dakwah dan Perubahan Sosial Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan bermartabat. Hal penting yang juga dilakukan dalam menunjang aktivitas dakwah Masjid Al Madinah sehingga tercipta perubahan sosial yakni dengan mensosialisasikan program-program dakwahnya melalui beberapa metode dakwah yakni dengan lisan dan media sosial. Secara lisan para pengelola menyebarkan informasi dari mulut ke mulut kepada jamaah ataupun anggota untuk mengajak orang lain mengikuti aktivitas dakwah di Masjid Al Madinah. Sedangkan metode selanjutnya yakni dengan menggunakan media sosial seperti Grup WhatsApp (WAG). Instagram (@masjid. YouTube (Masjid Al-Madinah Dompet Dhuaf. , dan Facebook (Masjid Al-Madinah Dompet Dhuaf. Akan tetapi dari kedua metode penyampaian pesan dakwah tersebut ternyata yang lebih efektif adalah metode penyampain dengan lisan atau dari mulut ke mulut. Artinya, di era digital yang segala sesuatu dapat dengan mudah disampaikan serta di akses dengan internet maka perlu menjadi perhatian lebih serius lagi bagi para pengelola untuk memanfaatkan media sosial mereka secara lebih efektif sehingga dapat menjangkau jamaah yang lebih luas lagi. Peluang dan Tantangan Dakwah Masjid Al Madinah Dompet Dhuafa Program Dakwah Masjid Al Madinah yang dikelola oleh Dompet Duafa memiliki berbagai faktor pendukung sebagai peluang yang memastikan Salah satu faktor utama adalah dukungan finansial yang kuat. Dana yang dikumpulkan melalui donasi dari berbagai pihak, baik individu maupun korporat, memungkinkan program ini untuk berjalan dengan lancar dan Selain itu, keterlibatan aktif para relawan yang berdedikasi juga menjadi tulang punggung keberhasilan program ini. Relawan yang memiliki komitmen tinggi dalam menjalankan berbagai kegiatan dakwah dan sosial, mulai dari pengajaran hingga kegiatan amal, memastikan program-program tersebut dapat dilaksanakan secara efektif dan tepat sasaran. Selain dukungan finansial dan sumber daya manusia, kerjasama dengan berbagai pihak juga menjadi faktor pendukung yang signifikan. Kemitraan dengan lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan organisasi non-pemerintah lainnya membantu memperluas jangkauan dan dampak program. Kolaborasi ini tidak hanya memberikan tambahan sumber daya, tetapi juga memperkuat jaringan dan aksesibilitas program ke berbagai lapisan masyarakat. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, program ini dapat mengatasi berbagai tantangan dan kebutuhan yang muncul di lapangan. Perihal kemitraan. Dompet Duafa memiliki 221 mitra. Adapun diantaranya yakni Yayasan Bustanul Ulum Waddahwah. Baitul Maal BMT Ummat. Zahin Community. Industry. Peradan Insan Nusantara. Humanies Project, dan berbagai mitra lainnya baik organisasi maupun individu seperti Risty Tagor, 160 Nur Kholifah. Murodi. Arief Subhan Dakwah dan Perubahan Sosial Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember Aiman Ricky. Alifia Nur Laily yang semuanya dapat diakses melalui website https://digital. org/mitra-kami?page=2. Namun, program ini juga menghadapi beberapa faktor penghambat sebagai bentuk tantangan dakwah yang perlu diatasi. Salah satunya adalah resistensi dari sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya menerima atau memahami tujuan dan manfaat dari program sosial dakwah ini. Ketidakpercayaan atau apatisme terhadap kegiatan keagamaan dan sosial yang diinisiasi oleh lembaga tertentu dapat menghambat partisipasi dan dukungan masyarakat. Untuk mengatasi ini, diperlukan pendekatan yang lebih inklusif dan komunikatif, serta peningkatan sosialisasi mengenai manfaat jangka panjang dari program ini. Faktor penghambat lainnya adalah kendala infrastruktur dan tenaga Oleh karena itu, penting untuk terus mencari solusi inovatif dan efisien dalam mengatasi kendala-kendala ini. Terkait infrastruktur, para pengelola Masjid Al Madinah mengalami masalah terkait lokasi belajar khususnya ketika pembelajaran FHQ. Masalah ini muncul karena kurang luasnya aula masjid dan ketika aula Masjid digunakan untuk kegiatan lain seperti akad nikah. Untuk itu para kelompok ataupun jamaah seperti kegiatan FHQ harus berpindah tempat untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar al-QurAoan. Adapun solusi yang diterapkan adalah dengan belajar di luar atau di alam sekitaran Masjid Al Madinah. Selain itu, yang menjadi harapan serta solusi baru bagi pengelola Masjid Al Madinah untuk mengatasi masalah ini yakni dengan harapan dibangunnya saung-saung belajar di area masjid serta adanya kolaborasi dengan masjid lain untuk turut menampung dan mengembangkan program FHQ. Terkait tenaga pengajar, bahwa program FHQ di Masjid Al Madinah yang saat ini dapat dikatakan maksimal, sebelumnya mengalami kekurangan tenaga Adapun solusi yang diterapkan yakni membentuk jamaah dalam beberapa kelompok dan level. Selain itu tenaga pengajar yang saat ini berjumlah kurang lebih 42 pengajar sebagian besar tenaga pengajarnya merupakan hasil perekrutan dari anggota FHQ yang sudah mencapai level tinggi atau akhir dan dianggap mumpuni untuk diberikan amanah serta tanggungjawab dalam mengajar dan mengamalkan al-QurAoan. Proses perekrutan tersebut juga merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan pengajar. Dalam meningkatkan kualitas tenaga pengajar FHQ, pengelola Masjid Al Madinah juga melakukan pembinaan serta upgrading para tenaga pengajar yang dibimbing oleh Ustaz dan Ustazah senior sekaligus pencetus program FHQ serta sudah memiliki Secara keseluruhan, meskipun terdapat berbagai faktor penghambat, dukungan yang kuat dari berbagai aspek telah membantu Program Sosial Dakwah Masjid Al Madinah Dompet Duafa untuk tetap berjalan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan terus meningkatkan kerjasama, komunikasi, dan inovasi, program ini diharapkan dapat mengatasi tantangan yang ada dan mencapai tujuan yang lebih luas lagi di masa depan. 161 Nur Kholifah. Murodi. Arief Subhan Dakwah dan Perubahan Sosial Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember Terakhir, sebuah targetan yang menjadi harapan besar pengelola Masjid Al Madinah Dompet Duafa adalah berkembangnya program atau kegiatan remaja Masjid. Saat ini program tersebut sudah berjalan kurang lebih satu tahun dan sudah merekrut kurang lebih 40 anggota remaja masjid. Dengan dikembangkannya program ini, pengelola masjid juga berharap dapat membentuk kader yang Islami untuk turut mewujudkan peradaban Islami. Penutup Penelitian ini mengkaji peran dakwah dalam mendorong perubahan sosial melalui beragam aktivitas di Masjid Al Madinah Dompet Dhuafa. Temuan menunjukkan bahwa dakwah di masjid ini, melalui program-program seperti ceramah agama, kegiatan sosial, dan beberapa program unggulan seperti Forum Halaqah QurAoan (FHQ). Karemah (Kajian Rutin Ekslusif Muslima. Majelis Taklim dan Safari Dakwah, serta kajian dengan berbagai tema, telah berhasil meningkatkan kesadaran spiritual dan religius di kalangan masyarakat sehingga mampu mengubah pola pikir, perilaku, dan struktur sosial Keberhasilan ini didukung oleh keterlibatan aktif jamaah, dukungan pengelola, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, meskipun terdapat hambatan seperti kurangnya sumber daya dan fasilitas yang kurang memadai. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah memiliki potensi besar dalam mendukung transformasi sosial yang positif dan berkelanjutan, dan memberikan panduan bagi pengelola masjid serta praktisi dakwah untuk merancang program yang lebih inklusif dan berdaya guna. DAFTAR PUSTAKA