Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling Volume 22 Nomor 2 Desember 2025. Halaman 439-449 https://uia. e-journal. id/guidance https://doi. org/10. 34005/guidance. HUBUNGAN MANAJEMEN WAKTU DAN OPTIMISME BELAJAR DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP SE-KECAMATAN UNGARAN BARAT Maria Angelita Tibiana*1. Awalya2 Universitas Negeri Semarang. Semarang. Indonesia*1,2 E-mail: angelitatibiana@students. Info Artikel Accepted: Agustus 2025 Published: Desember 2025 Abstract Eighth-grade students have high average academic achievement. However, according to guidance counselors, there are still some students who have not been able to improve their academic achievement optimally. This study aims to analyze the relationship between time management and academic optimism on the improvement of academic performance among junior high school students in Ungaran Barat Subdistrict. The research method employs a quantitative correlational approach with a sample of 260 students randomly selected from three junior high schools in the area. Data was collected through a Likert scale questionnaire and analyzed using multiple linear The results of the study indicate that time management has a more dominant influence (=0. than learning optimism (=0. on academic achievement, with both variables together explaining 58. 5% of the variance in academic achievement. Keywords: Time management. learning optimism. learning achievement. Abstrak Siswa kelas Vi memiliki prestasi belajar rata-rata yang tinggi. Namun, menurut guru BK, masih ada beberapa siswa yang belum dapat meningkatkan prestasi belajar secara Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara manajemen waktu dan optimisme belajar terhadap peningkatan prestasi belajar di kalangan siswa SMP di Kecamatan Ungaran Barat. Metode penelitian menggunakan pendekatan korelasi kuantitatif dengan sampel 260 siswa yang dipilih secara acak dari tiga SMP di wilayah Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen waktu memiliki pengaruh yang lebih dominan (=0. dibandingkan optimisme belajar (=0. terhadap prestasi akademik, dengan kedua variabel tersebut bersama-sama menjelaskan 58,5% varians dalam prestasi belajar. Kata kunci: Manajemen waktu. optimisme belajar. prestasi belajar. p-ISSN1978-6794 e-ISSN 2715-5307 A2025 Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling Alamat korespondensi: Kampus FKIP UIA. Jalan Jatiwaringin No. PENDAHULUAN dibandingkan negara-negara lain (Varagur. Pendidikan Fenomena tersebut secara langsung penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global. BPS belajar siswa di Indonesia masih berada mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2024 meningkat menuntut perhatian dan intervensi untuk 02% (BPS, 2. , kualitas melalukan perbaikan. Akibatnya, siswa pendidikan dan dukungan sosial-ekonomi yang sering menghadapi tantangan dalam mempertahankan konsentrasi cenderung mengembangkan potensi belajar secara mengalami kesulitan dalam mencapai Prestasi belajar tidak hanya tingkat prestasi belajar yang diharapkan. diukur dari nilai akademik, melainkan juga Temuan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti, dari 32 siswa pada kelas Vi SMP 3 Ungaran Barat diketahui bahwa keterampilan, dan pembentukan sikap rata-rata prestasi belajar siswa berada pada positif sepanjang proses pembelajaran. angka 66 yang berada dalam kategori Sejalan dengan pendapat Winkel. Prestasi wawancara dengan guru Bimbingan dan indikator keberhasilan atau kemampuan Konseling (BK) di SMP 3 Ungaran Barat, seorang siswa dalam melakukan kegiatan yang menjelaskan bahwa beberapa siswa belajar sesuai dengan nilai yang telah kelas Vi belum mampu meningkatkan dicapai (Winkel, 1. prestasi belajar secara optimal. Aspek penting yang mendukung Fenomena ini Faktor penghambat yang kerap keberhasilan belajar dikemukakan oleh Bloom . dalam prestasi belajar, prestasi belajar adalah manajemen waktu meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor yang perlu dikembangkan Kusmanto, merupakan proses pengelolaan waktu yang pembelajaran agar siswa dapat mencapai dilakukan individu dalam mengidentifikasi prestasi belajar secara menyeluruh. Secara kebutihan dan keinginan terlebih dahulu, kemudian menyusun kembali sesuai urutan Internasional Student Assesment (PISA) prioritas (Macan et al. , 1. Aspek yang mengungkapkan bahwa prestasi akademik dikemukakan oleh Macan et al. Indonesia Programme (Juliasari Manajemen yaitu menetapkan tujuan dan prioritas, mekanisme pengelolaan waktu, kontrol Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang menerapkan manajemen waktu dan Menurut peneliti, jika optimisme belajar dengan baik cenderung siswa dapat memahami dan menerapkan memiliki hasil akademik yang lebih manajemen waktu dalam kegiatan belajar konsisten, tingkat stres lebih rendah, dan hal ini dapat menjadi langkah strategis kemampuan beradaptasi lebih baik. Oleh dalam meningkatkan prestasi belajar. karena itu, pengembangan manajemen Selain (Gibbons, waktu dan optimisme belajar secara optimisme belajar juga merupakan faktor bersamaan adalah strategi efektif untuk mencapai prestasi belajar optimal. meningkatkan prestasi belajar. Optimisme Berbagai penelitian sebelumnya belajar dapat diukur melalui sikap positif faktor-faktor Namun, manajemen waktu dan optimisme belajar pembelajaran, kesiapan untuk menerima kemampuan diri, serta ketahanan dalam menghadapi tantangan. Menurut Seligman . , optimisme terdiri dari tiga aspek, yaitu permanence, pervasiveness, dan Siswa yang memiliki optimis dalam belajar umumnya memiliki Terdapat pola pikir positif dan berusaha melihat menunjukkan adanya hubungan antara manajemen waktu dengan prestasi belajar dimiliki (Wardani & Sugiharto, 2. (Muliyani et al. Siswa yang optimis memandang kegagalan Kusmanto, 2. Adapun penelitian yang sebagai faktor eksternal, memicu motivasi selalu memberikan makna positif dalam Sikap semacam ini sangat kehidupan remaja awal (Tetzner & Becker. Juliasari & Selanjutnya, belajar (Kurniati et al. , 2. Namun, dilakukan oleh Faqihuddin et al. mengkaji hubungan antara manajemen optimisme dengan proses yang dijalankan waktu dan optimisme dalam belajar. Hasil supaya tidak menimbulkan stress jika tidak penelitian menunjukkan bahwa optimisme belajar METODE terhadap kemampuan mahasiswa dalam Pada penelitian ini, pendekatan mengelola waktu. Secara keseluruhan, yang diterapkan adalah metode kuantitatif penelitian yang dilakukan oleh Mulyani, dengan desain penelitian korelasional. Juliasari & Kusmanto. Tezner & Becker. Populasi pada penelitian ini adalah siswa dan Faqihuddin saling mendukung dengan kelas Vi SMP se-Kecamatan Ungaran mengungkapkan bahwa manajemen waktu Barat yang berjumlah 741 siswa. Sekolah dan optimisme belajar memiliki peranan yang digunakan adalah SMP Negeri 3 Ungaran yang terdiri dari 340 siswa. SMP belajar siswa. Negeri 4 Ungaran yang terdiri dari 305 Berdasarkan permasalahan diatas, siswa, dan SMP Negeri 6 Ungaran yang peneliti ingin melihat seberapa besar terdiri dari 96 siswa. Perhitungan sampel dapat dilakukan dengan menggunakan rumus slovin dengan tingkat error 0. seberapa besar tingkat optimisme dalam jumlah sampel yang dibutuhkan adalah meningkatkan prestasi belajar, dan kaitan 260 siswa dan dibagi ke tiga sekolah. antara manajemen waktu dan optimisme Teknik Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan manajemen waktu Data dan sumber data dalam dengan prestasi belajar, optimisme belajar penelitian ini menggunakan data primer dengan prestasi belajar, serta hubungan manajemen waktu dan optimisme belajar angket skala Likert dengan lima pilihan secara bersama-sama dalam meningkatkan jawaban dan data sekunder diperoleh dari prestasi belajar siswa SMP se-Kecamatan Ungaran manajemen waktu diukur menggunakan diharapkan dapat memberikan pemahaman empat indikator dari teori Macan et al. lebih jelas dan keterkaitan antara tiga . , yaitu menetapkan tujuan dan variabel tersebut. Maka dari itu peneliti prioritas, mekanisme pengelolaan waktu, mengangkat judul AyHubungan Manajemen kontrol terhadap waktu, dan preferensi Waktu dan Optimisme Belajar dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMP penelitian terdiri dari berbagai pernyataan se-Kecamatan Ungaran BaratAy. yang mencerminkan aspek-aspek diatas. Barat. Hasil Variabel Instrumen baik yang bersifat positif maupun negatif. Contoh pelajaran yang disampaikan oleh guru yakni AySaya terbiasa menyusun target harian atau mingguan yang jelas, terukur, menggunakan product moment skor r dengan rentang . 303 sampai dengan realistisAy. Validitas kelasAy. menggunakan product moment skor r dengan rentang . 315 sampai dengan menggunakan perhitungan CronbanchAos Alpha memperoleh hasil r=744. menggunakan perhitungan CronbanchAos Alpha memperoleh hasil r=855. Validitas Teknik digunakan adalah uji asumsi klasik dan uji Variabel optimisme belajar diukur Uji asumsi klasik terdiri dari menggunakan tiga indikator dari teori empat, yaitu . uji normalitas dengan Seligman menggunakan Kolmogorov-Smirnov, . uji linearitas dengan mencari persamaan Instrumen penelitian terdiri dari berbagai garis regresi variabel bebas terhadap pernyataan yang mencerminkan aspek- aspek diatas, baik yang bersifat positif dengan menggunakan (VIF) dan nilai maupun negatif. Contoh item dalam tolerance, . uji heterokedastisitas dengan instrumen ini yakni AySaya memiliki menggunakan pendekatan scatterplots. Uji hipotesis menggunakan analisis regresi berganda yang terdiri dari tiga, yaitu . belajarAy. Validitas menggunakan product moment skor r dengan rentang . 331 sampai dengan menggambarkan seberapa besar varian yang terjadi pada variabel terikat dapat menggunakan perhitungan CronbanchAos dijelaskan oleh variabel bebas. Dalam Alpha memperoleh hasil r=758. studi ini, skala adjusted R2 terletak pada Variabel prestasi belajar diukur interval 0-1, dengan interpretasi bahwa menggunakan tiga indikator dari teori model semakin efektif bila nilai mendekati Bloom . , yaitu kognitif, afektif, dan 1, karena menandakan kapasitas penjelas Instrumen penelitian terdiri yang lebih komprehensif, . uji simultan (Uji F) digunakan untuk mengetahui mencerminkan aspek-aspek diatas, baik pengaruh variabel bebas secara bersama- yang bersifat positif maupun negatif. sama atau simultan terhadap variabel Contoh item dalam instrumen ini yakni terikat, . uji parsial (Uji T) digunakan AySaya merasa kesulitan untuk mencerna untuk menilai sejauh mana masing-masing variabel berpengaruh terhadap dengan menggunakan uji t. manajemen waktu dan optimisme belajar terhadap prestasi belajar. Penelitian ini HASIL DAN PEMBAHASAN menerapkan analisis regresi berganda Uji Hipotesis untuk menguji hubungan dua variabel Regresi Linear Berganda bebas secara simultan terhadap variabel Hasil teknik analisis regresi linier berganda Hasil perhitungan menggunakan SPSS 26 adalah sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Variabel Std. Eror T Sign. Mean2 Sign. Manajemen Waktu Optimisme Belajar Dependent Variable: Prestasi Belajar 773 dengan signifikansi 0. < 0. Berdasarkan tabel diatas, dapat signifikan terhadap prestasi belajar setelah Sementara itu, optimisme belajar standar (Bet. 512 berbanding dengan t-hitung 5. 264 dan p-value 0. Secara spesifik, satu poin pada skala . < 0. , membuktikan adanya pengaruh manajemen waktu berkorelasi dengan positif dalam meningkatkan prestasi belajar 313 poin pada prestasi belajar, meskipun telah dikontrol oleh manajemen sedangkan kenaikan serupa pada optimisme belajar berdampak pada peningkatan 0. Hasil poin prestasi belajar, ketika faktor lainnya dianggap konstan. manajemen waktu dan optimisme belajar Analisis terhadap prestasi belajar secara bersama- mengungkapkan bahwa kedua variabel, sama (F. = 180. 939, p < 0. Nilai yaitu manajemen waktu dan optimisme F-hitung yang mencapai 180. 939 disertai belajar memberikan pengaruh signifikan tingkat signifikansi sangat kecil . < 0. terhadap prestasi belajar. Nilai t-hitung untuk variabel manajemen waktu sebesar memeliki daya prediksi yang kuat dalam terhadap pencapaian prestasi belajar, serta prestasi belajar. Hasil dari koefisien memberikan dampak yang lebih optimal (R. ketika dipadukan oleh motivasi belajar menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa yang kuat serta fasilitas pembelajaran yang dapat dijelaskan oleh manajemen waktu Hal ini menunjukkan bahwa dan optimisme belajar. Sisanya sebesar keterampilan praktis seperti manajemen 5% dipengaruhi oleh faktor lain yang waktu dapat memengaruhi prestasi belajar. tidak termasuk dalam variabel, seperti Sejalan dengan penelitian Sunarya et, al. motivasi belajar, dukungan orang tua, dan fasilitas belajar. manajemen waktu memiliki pengaruh Tingkat Manajemen Waktu Meningkatkan Prestasi Belajar yang signifikan terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menunjukkan bahwa matang dan pengaturan waktu yang efektif manajemen waktu memiliki pengaruh yang menjadi elemen penentu utama (Sunarya et , 2. Hasil penelitian Zega & belajar dengan Kurniawati semakin menguatkan temuan meningkatkan prestasi koefisien beta sebesar 0. 512, serta setiap peningkatan 1 poin skala manajemen waktu secara signifikan meningkatkan prestasi berkorelasi dengan kenaikan 0. 313 poin prestasi belajar. Hal ini terjadi karena disiplin diri, perencanaan terstruktur, dan sifatnya praktis dan dapat diterapkan dalam penetapan prioritas (Zega & Kurniawati. Penguasaan keterampilan mengatur waktu dengan baik Tingkat dapat memaksimalkan kemampuan belajar Meningkatkan Prestasi Belajar sehari-hari. Optimisme Hasil Belajar berdampak positif pada nilai dan prestasi bahwa optimisme belajar turut berperan siswa di sekolah. Sejalan dengan penelitian dalam meningkatkan prestasi belajar siswa Macan et al. , manajemen waktu SMP memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan prestasi belajar siswa. manajamen waktu dengan koefisien beta Kecamatan Ungaran Barat. Hasil penelitian yang dilakukan optimisme belajar sebesar 0. 307 dan setiap Juliasari . kenaikan 1 poin skala berkorelasi dengan menunjukkan bahwa manajemen waktu 218 poin prestasi belajar. memberikan kontribusi yang cukup besar Siswa Kusmanto umumnya lebih baik dalam menghadapi tantangan belajar, serta memiliki motivasi dalam membentuk perilaku belajar yang kuat untuk terus berusaha. Temuan ini Kemampuan manajemen waktu memperkuat peran optimisme sebagai belajar secara efektik dapat membantu pendorong motivasi untuk membantu siswa siswa dalam membangun kepercayaan diri menghadapi tantangan dengan sikap positif dan harapan positif terhadap prestasi dan ketekukan, sehingga berkontribusi belajar (Widhita et al. , 2. Sedangkan, optimisme belajar yang tumbuh dari (Rachmatika & Wrahatnolo, 2. Sejalan pengalaman mengatur waktu dengan baik dengan penelitian Tetzner & Becker . waktu mereka. Hubungan manajemen pelatihan keterampilan belajar mandiri waktu dan optimisme belajar menciptakan sikap positif dalam penguasaan manajemen prestasi siswa. Hasil penelitian Hayat et al. waktu yang baik secara konsisten akan . Temuan ini menunjukkan bahwa menumbuhkan sikap optimis, yang pada meskipun pengaruh optimisme belajar tidak dominan, tetapi sikap optimis berperan kedisplinan akademik (Ghafar, 2. sebagai faktor pendorong yang membantu Sejalan dengan penelitian Faqihuddin et al. mahasiswa mengatasi tantangan akademik . membuktikan adanya hubungan dalam pembelajaran. optimisme belajar terhadap kemampuan Kaitan Antara Manajemen Waktu dan mahasiswa dalam manajemen waktu. Optimisme Belajar dalam Meningkatkan Prestasi Belajar tetapi saling memperkuat Manajemen waktu terbukti lebih dominan dibandingkan optimisme belajar Menajemen waktu dan optimisme dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. belajar memiliki hubungan yang dinamis Didukung oleh penelitian Rajaeipoor et al. menunjukkan adanya hubungan secara bersama-sama mampu menjelaskan signifikan antara manajemen manajemen 5% variabel prestasi belajar (R2 = waktu dan prestasi belajar siswa. Hal ini Sisanya sebesar 41. 5% dipengaruhi sejalan dengan konsep optimisme yang oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam dijelaskan oleh Seligman . bahwa variabel, seperti motivasi belajar, dukungan keyakinan positif terhadap kemampuan diri orang tua, dan fasilitas belajar. Kedua dapat memotivasi siswa untuk manajemen faktor ini tidak hanya berperan secara waktu secara efektif guna mencapai target belajar. Pada penelitian ini menjelaskan pengorganisasi merupakan fondasi utama kombinasi antara optimisme belajar yang untuk mencapai hasil akademik yang tinggi dan manajemen waktu yang baik berperan penting dalam membentuk pola pikir yang lebih terstruktur. Di sisi lain, optimisme belajar berperan sebagai faktor pendukung yang Berkaitan dengan meningkatkan prestasi belajar, langkah strategis yang diperlukan adalah fokus utama pada Meskipun pengembangan keterampilan manajemen manajemen waktu, aspek psikologis ini waktu sebagai dasar, yang kemudian diperkuat pembangunan optimisme belajar kepercayaan diri dan ketekunan dalam sebagai pendorong motivasi. Pendekatan proses pembelajaran. Hubungan manajemen waktu dan optimisme belajar belajar masing-masing. Dengan demikian. Manajemen waktu yang efektif dapat kombinasi antara penguasaan manajemen meningkatkan optimisme belajar, dan waktu yang baik dan sikap optimisme yang sebaliknya sikap optimis akan mendorong optimal yang mencapai prestasi belajar keterampilan manajamen waktu belajar. yang maksimal. Berdasarkan dilakukan diharapkan bagi pendidik dan SIMPULAN bimbingan yang memadukan pelatihan prestasi belajar siswa SMP di Kecamatan keterampilan mengatur waktu dengan Ungaran pembentukan pola pikir positif guna signifikan oleh manajemen waktu dan mengoptimalkan prestasi belajar peserta optimisme belajar. Manajemen Waktu Lalu, rekomendasi bagi peneliti membuktikan memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan dengan optimisme mekanisme pengaruh yang lebih mendalam Hal ini menunjukkan bahwa belajar dan prestasi belajar, seperti adanya waktu, menetapkan tujuan dan prefrensi peran variabel mediator, misalnya efikasi Penelitian kemungkinan variabel moderator seperti dukungan sosial. DAFTAR PUSTAKA