Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI PUSKESMAS GUNUNG TUA KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA TAHUN 2024 Tapi Endang Fauziah Lubis ,2Rizka Heriansyah, 3Novita Sari Batubara,4Ratna Dewi Siregar Dosen Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan di Kota Padangsidimpuan nizlilubis@gmail. ABSTRAK IMD bermanfaat bagi ibu karena dapat membantu mempercepat proses pemulihan pasca persalinan. Dalam 1 jam kehidupan pertama bayi dilahirkan ke dunia, bayi dipastikan untuk mendapatkan kesempatan melakukan IMD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap keberhasilan ASI eksklusif di Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional study. sampel dilakukan secara purvosive sampling dan didapatkan 56 sampel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Inisiasi Menyusu Dini Dengan Pemberian Asi Eksklusif . ig = 0,011< =0,. Nilai Odds ratio yang dihasilkan sebesar 4,359 artinya bahwa ibu yang melakukan Inisiasi Menyusu Dini memiliki peluang memberikan ASI Ekslusif 4,359 kali lebih besar dibandingkan ibu yang tidak melakukan Inisiasi Menyusu Dini. Kesimpulan diperoleh bahwa inisiasi menyusu dini (IMD) berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi. Saran bagi ibu menyusui agar melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) segera setelah bayi lahir. Kata Kunci : IMD. ASI eksklusif. Ibu Menyusui ABSTRACT The IMD . ead: Early Initiation Breast-Feedin. is one benefit for mothers because it can be worked to recovery the condition of the mothers after having labory. For the first hour of baby-birth, they should get IMD. It is needed to give immunity for the baby, for the mother, the IMD will give early-recovery after having the labor. The motherAos milk is the well-food for the baby, it is easy to digest and be absorbed because it has many enzyme of digestion, and it can be used to avoid many diseases too . uch as: , practice, and easy to give. The condition in which there are many mothers are not giving an exclusive motherAos milk or having IMD in Local Government Clinic of Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara is be face to the background of this research, hence, it is conducted to a research about AuThe Correlation of Early Initiation Breast-Feeding (Indonesian: Inisiasi Menyusu Dini/IMD) with Giving Exclusive MotherAos Milk for the Baby in Local Government Clinic of Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara 2021Ay. This research is taken with analytical research with cross sectional study approach. The sample is taken with purposive sampling technique and there are 56 sample on this research. The result of this research shows that there is correlation between Early Initiation Breast-Feeding with Giving Exclusive MotherAos Milk . ig = 0,011<=0,. The value of Odds Ratio is about 4. It means that the mother with early initiation breast-feeding has chance to give an exclusive motherAos milk, it is about 4. higher than the mothers without initiation. Key Words: IMD. An Exclusive MotherAos Milk Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) PENDAHULUAN Inisiasi Menyusu Dini (IMD) bermanfaat bagi ibu karena dapat membantu mempercepat proses pemulihan pasca persalinan. Dalam 1 jam kehidupan pertama bayi dilahirkan ke dunia, bayi dipastikan untuk mendapatkan kesempatan melakukan IMD (Kemenkes RI, 2. Menurut World Health Organization (WHO) Angka Kematian Bayi (AKB) di dunia 34 per 1. 000 kelahiran hidup, angka kematian bayi (AKB) di negara berkembang 37 per 1. kelahiran hidup dan angka kematian bayi (AKB) di negara maju 5 per 1. 000 kelahiran hidup. Angka Kematian Bayi (AKB) (WHO, 2. Target Millenium Development Goals (MDG. , dalam mencapai Angka Kematian Bayi (AKB) pada tahun 2015 adalah 23/1. kelahiran hidup. Pada tanggal 25 september 2015 di New York Amerika Serikat. Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) mengesahkan agenda pembangunan berkelanjutan atau Suistainable Development Goals (SDG. sebagai suatu kesepakatan pembangunan global. Agenda pembangunan berkelanjutan disahkan mulai 2015-2030 dengan target angka kematian bayi (AKB) 12/1. 000 kelahiran hidup (Kemkes. Berdasarkan data 5 Riskesdas . cakupan Iniasiasi Menyusu Dini (IMD) di Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan pada dua tahun terakhir yaitu pada tahun 2017 sebesar 73,06% dan pada tahun 2018 sebesar 58,2%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap keberhasilan ASI eksklusif di Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara METODE PENELITIAN Independent (Inisiasi Menyusu Din. dan variabel dependent (Pemberian ASI Eksklusi. yang diteliti secara bersamaan (Nursalam, 2. Penelitian ini dilakukan diwilayah kerja puskesmas gunungtua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ibu yang memiliki bayi berada di Wilayah Kerja Puskesmas Gunungtua Kabupaten Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Padang Lawas Utara dan pengambilan sampel secara purvosive sampling. Pengumpulan data menggunakan alat bantu kuesioner dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. HASIL Tabel 1. Karakteristik Responden Ibu yang memiliki Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Gunungtua Kabupaten Padang Lawas Utara Karakteristik Ibu Umur 21 - 25 Tahun 26 - 30 Tahun 31 - 35 Tahun > 35 Tahun Persalinan Vacum Seksio sesarea Normal Vacum Paritas Total Frekuensi . Persentase (%) Sumber : Data Primer, 2021 Berdasarkan Tabel 1. mayoritas responden berusia 26 - 30 Tahun sebanyak 42,9% dan minoritas responden yang berusia Ou 35 Tahun sebanyak 1,8%. Berdasarkan Paritas Mayoritas Anak ke Oe1 sebanyak 41,1% dan Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik yaitu menggambarkan hubungan antara variabel independent dengan variabel dependent, dengan pendekatan cross sectional study yaitu pendekatan yang menekankan pada waktu pengukuran data atau observasi variabel minoritas anak ke 4 3,6%. Berdasarkan jenis persalinan mayoritas normal 60,7% dan minoritas vacuum 3,6%. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) Tabel 2 Deskripsi Variabel Pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Gunungtua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2021 Asi Eksklusif Tidak Total Frekuensi PEMBAHASAN Sumber : Data Primer, 2021 Berdasarkan Tabel 2. mayoritas responden yang memberikan ASI Eksklusif yaitu sebanyak 53,6% dan minoritas responden yang tidak memberikan ASI Eksklusif sebanyak 46,4%. Tabel 3. Deskripsi Variabel Inisiasi Menyusu Dini Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Gunungtua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2021 Menyusui Dini IMD tidak dilakukan IMD dilakukan Total Frekuensi Sumber : Data Primer, 2021 Berdasarkan Tabel mayoritas responden tidak melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sebanyak 58,9% dan minoritas responden yang melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sebanyak 41,1%. Tabel 4. Hubungan antara Inisiasi Menyusu Dini dengan Pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Gunungtua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2021 Inisiasi Menyu su Dini IMD IMD Total Asi Eksklusif Tota 0,011 Tidak Sumber : Data Primer, 2021 Berdasarkan tabel hubungan Inisiasi Menyusu Dini Dengan Pemberian Asi Eksklusif pada Bayi menunjukkan Vol. 10 No. 1 Juni 2025 bahwa sebagian responden yang tidak melakukan IMD cenderung tidak memberikan ASI Eksklusif. Sebaliknya, sebagian besar responden yang melakukan IMD cenderung memberikan ASI Eksklusif. Analisis Univariat Berdasarkan hasil analisis deskriptif karakteristik ibu yang memiliki bayi berada di Wilayah Kerja Puskesmas Gunungtua Kabupaten Padang Lawas Utara didapatkan bahwa sebagian besar responden ibu berusia 26-30 tahun . ,9%), mempunyai bayi ke 1 . ,1%), dan jenis persalinan Normal . ,7%). Sebagaian besar ibu telah melakukan ASI Eksklusif . ,6%) dan telah melakukan IMD dilakukan . ,1%). Dari hasil analisis deskriptif tersebut maka dapat dikatakan bahwa Ibu yang memiliki bayi berada di Wilayah Kerja Puskesmas Gunungtua Kabupaten Padang Lawas Utara telah melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) yang mana mereka juga telah melakukan ASI Eksklusif. Meskipun mereka sebagian besar baru mempunyai 1 bayi tapi para Ibu telah melakukan IMD. Hal ini menunjukkan bahwa para Ibu telah mengetahui manfaat dari IMD dari petugas Dengan adanya pengetahuan ibu tentang IMD juga berpengaruh terhadap pemberian ASI Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian dari Jessica . yang menyatakan bahwa Ibu yang melaksanakan IMD memiliki peluang lima kali lebih besar untuk memberikan ASI Eksklusif. Hubungan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi di Puskesmas Gunung Tua. Berdasarkan hasil analisis hubungan antara Inisiasi Menyusui Dini Dengan Pemberian Asi Eksklusif pada Bayi Di Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2021 didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Inisiasi Menyusui Dini Dengan Pemberian Asi Eksklusif pada Bayi di Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2021. Hal ini menunjukkan bahwa ibu yang melakukan IMD sebagai besar telah Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) melakukan ASI Ekslusif dan ini sesuai dengan hasil analisis deskriptif yang memperlihatkan bahwa sebagi besar Ibu telah melakukan IMD yang mana juga melakukan ASI Eksklusif. Penelitian ini didukungan oleh penelitian dari Jessica . yang berjudul Hubungan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan pemberian Air Susu Ibu (ASI) di RSUD Wangaya Kota Denpasar dan didapatkan hasil kesimpulan bahwa pelaksanaan IMD mempunyai hubungan yang signifikan dengan pemberian ASI Eksklusif. Hasil penelitian dari Fitri . yang berjudul Hubungan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) terhadap Keberhasilan ASI Eksklusif di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta dan didaptkan kesimpulan bahwa adanya hubungan antara IMD dengan pemberia ASI Eksklusif di Puskesmas Tegalrejo. Adanya menunjukkan bahwa Ibu yang melaksanakan IMD maka mempunyai peluang untuk memberikan ASI eksklusif. Ibu telah mengetahui manfaat dari IMD bagi bayi dan ibu serta manfaat dari ASI eksklusif. Secara umum manfaat IMD adalah mencegah Hipotemia. Bayi dan ibu menjadi lebih tenang, sebagai imunisasi dini, mempercepat hubungan ibu dan anak, tingkat keberhasilan untuk melakukan ASI Eksklusif lebih tinggi, merangsang pengeluaran hormon oksitosin, meningkatkan angka keselamatn hidup bayi, perkembangan Psikomotorik lebih cepat, mencegah penderahan ibu, mengurangi risiko terkena kanker payudara. Air Susu Ibu (ASI) suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam organic yang disekresi oleh kedua belah kelenjar payudara ibu, sebagai makanan utama bagi bayi (Krisityanasari, 2. ASI merupakan makanan bayi paling sempurna karena mudah dicerna dan diserap serta mencegah terjadinya penyakit. Manfaat ASI bagi bayi adalah sebagai zat gizi yang sesuai bagi bayi sedangkan bagi Ibu adalah ASI tidak basi sehingga menguntungkan segi ekonomi, memberikan rasa percaya diri bagi ibu untuk menyusi bayinya, praktis dan tidak merepotkan, mengurangi resiko berat badan berlebihan, dan mencegah kanker. Vol. 10 No. 1 Juni 2025 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Sebagian besar responden atau Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Gunungtua Kabupaten Padang Lawas Utara ibu berusia 26-30 tahun, mempunyai bayi ke 1, dan jenis persalinan Normal. Sebgaian besar ibu telah melakukan ASI Eksklusif dan telah melakukan IMD dilakukan. Terdapat hubungan yang signifikan antara Inisiasi Menyusui Dini Dengan Pemberian Asi Eksklusif pada Bayi Di Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2021 Saran Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan penelitian tentang faktor dominan kegagalan Ibu dalam melakukan ASI Ekskusif pada ibu yang telah melakukan IMD. Selain itu mencari faktor-faktor penyebab ibu tidak melakukan IMD. Untuk petugas kesehatan disarankan untuk selalu mempertahankan kinerja dalam memberikan pengarahan dan informasi tentang manfaat dan tujuan IMD bagi Ibu dan Bayi. Selain itu memotivasi ibu untuk melakukan ASI Eksklusif REFERENSI