The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 1 Langkaplancar Yudi Saputra Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. STITNU Al-Farabi Pangandaran . Saputrayudi3005@gmail. JSTAF : Siddiq. Tabligh. Amanah. Fathonah Vol 04 No 1 January 2025 Hal : 139-152 https://doi. org/10. 62515/staf. Received: 10 January 2025 Accepted: 22 January 2025 Published: 31 Januari 2025 PublisherAos Note: Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran. Indonesia stays neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations. Abstract . The principal leadership is an important position in the running of the wheels of education Leadership styles can be influenced by gender positions. Especially in improving teacher performance. This research uses a qualitative approach with phenomenological methods that use data collection techniques including interviews, observations, complete open and directed discussions, and documentation studies involving principals, and teachers. The results showed that the female leadership style at SDN 1 Langkaplancar is a transformational leadership style. Where she always has an advanced and positive outlook and movement to achieve madrasah goals together. This is reflected in the way she leads meetings, initiates ideas, and implements them through various existing programs. Another impact of women's leadership can be seen in various aspects of teacher activities at SDN 1 Langkaplancar, starting from the process of lesson planning, lesson implementation, evaluation, problem solving, student assistance, facility improvement, to the creation of programs for Her intensive assistance ensures that every teacher can contribute optimally to the progress of the school. Keywords: leadership, teacher performance, women. Abstrak . Kepemimpinan kepala sekolah adalah posisi penting dalam jalannya roda pendidikan Gaya kepemimpinan bisa dipengaruhi oleh kedudukan gender. Khusunya dalam meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi yang menggunakan teknik pengumpulan data antara lain wawancara, observasi, diskusi lengkap terbuka dan terarah, serta studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata gaya kepemimpinan perempuan di SDN 1 Langkaplancar merupakan gaya kepemimpinan transformasional. Dimana beliau selalu memiliki pandangan dan gerakan yang maju serta positif untuk mencapai tujuan madrasah secara bersama-sama. Hal ini tercermin dalam cara beliau memimpin rapat, menggagas ideide, hingga menerapkannya melalui berbagai program yang ada. Dampak lain dari Copyright: A 2023 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) . ttps://creativecommons. org/licenses/by -sa/4. Vol 04 No 1 January 2025 | 139 Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 1 Langkaplancar Yudi Saputra kepemimpinan perempuan terlihat dalam berbagai aspek kegiatan guru di SDN 1 Langkaplancar, mulai dari proses perencanaan pembelajaran, penerapan pembelajaran, evaluasi, pemecahan masalah, pendampingan siswa, pembenahan fasilitas, hingga pembuatan program-program untuk sekolah Pendampingan intensif beliau memastikan bahwa setiap guru dapat berkontribusi optimal untuk kemajuan sekolah. Kata Kunci: kepemimpinan, kinerja guru, perempuan. Pendahuluan Peran kepemimpinan kepala sekolah bukan merupakan hal yang baru di era sekarang, terutama terkait dengan faktor penghambat kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru salah satunya yaitu kepala sekolah belum bisa memanajemen guru antara kesibukan rumah tangga dan tugasnya sebagai guru, selain itu kepala sekolah di SDN 1 Langkaplancar Sekarang adalah kepala sekolah perempuan PLT yang harus mengelola dua sekolah di SDN 4 Langkaplancar dan juga di SDN 1 Langkaplancar kemudian beliau masih ada rasa canggung ketika memberikan motivasi kepada guru laki-laki karena kurangnya kedekatan dan emosional dengan sebagian Dalam melaksanakan kepemimpinannya dalam meningkatkan kinerja guru, terdapat faktor penghambat yang dihadapi kepala sekolah yaitu terkait penyampaian motivasi kepada guru laki-laki yang kurang bisa leluasa karena masih ada rasa canggung karena yang dipimpinnya adalah sebagian besar laki-laki. Dalam menjalankan tugas yang diberikan oleh kepala sekolah, kendala yang dihadapi para guru adalah sebagian besar dimasing-masing bidangnya, seperti guru kelas pada kemampuan belajar anak, kemudian guru olahraga yang purna bakti dan belum ada pengganti menuntut kepala sekolah untuk memillih guru yang lain menggantikan sementara kemudian dalam pembelajarannya harus membagi dua lapangan supaya kegiatan praktek olahraga tetap bisa berjalan. Pembahasan lebih lanjut terkait dengan kendala yang terjadi terhadap pelaksanaan kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru di SDN 1 Langkaplancar bahwa pelaksanaan supervisi yang dilakukan selama ini belum membawa hasil yang optimal terhadap kinerja guru. Supervisi pengajaran yang dilakukan hanya observasi kelas dan melihat perangkat pembelajaran guru serta mengadakan pendekatan dengan memanggil guru yang tidak menyiapkan perangkat pembelajaran tepat waktu. Supardi . 140 | Vol 04 No 1 January 2025 Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 1 Langkaplancar Yudi Saputra berpendapat, sebagai guru harus memiliki kemampuan mendidik dalam melaksanakan tugas pembelajaran di sekolah dan bertanggungjawab pada anak didik yang bimbingannya untuk meningkatkan prestasi anak didik. Undang Undang Republik Indonesia No 14 tahun 2005 secara yuridis mengatur tentang Guru dan Dosen, disebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Kajian pustaka oleh peneliti berkaitan pada teori kepemimpinan kepala sekolah perempuan dan kinerja guru, guna memvalidasi bahwa penelitian ini belum pernah dilakukan oleh peneliti lain sebelumnya untuk tidak melakukan Dalam penelitian ini kepemimpinan pendidikan didefinisikan sebagai kemampuan yang dapat mempengaruhi sehingga dapat mengatur pergerakkan dan pelaksanaan pendidikan, sehingga tercapainya tujuan secara efektif dan Menurut Fatonah . kepemimpinan pendidikan adalah suatu kesiapan, kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam proses mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan dan menggerakkan orang lain yang ada hubungannya dengan pelaksanaan dan pengembangan pendidikan dan pengajaran agar segenap kegiatan dapat berjalan secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pendidikan. Lebih luas Nasution . mendefinisikan kepemimpinan pendidikan merupakan kemampuan untuk mempengaruhi, mengkoordinir, dan menggerakkan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan pelaksanaan dan pengembangan pendidikan agar dapat dicapai tujuan pendidikan atau sekolah secara efektif dan efisien. Agar tujuan sekolah dapat dicapai secara efektif dan efisien dibutuhkan kepemimpinan kepala sekolah yang efektif. Bahan dan Metode Penelitian fenomenologi yang menggunakan teknik pengumpulan data antara lain wawancara, observasi, diskusi lengkap terbuka dan terarah, serta studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, dan guru. Dalam melakukan penelitian ini penulis memakai tipe riset lapangan . ield researc. Riset lapangan ialah riset yang dapat Vol 04 No 1 January 2025 | 141 Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 1 Langkaplancar Yudi Saputra dilaksanakan dalam kehidupan sesungguhnya. Tipe ini juga dikenal dengan metode Pada dasarnya, riset lapangan merupakan sesuatu tata cara buat menciptakan serta mengemukakan secara khusus tentang kasus yang lagi terjalin di tengah- tengah kehidupan warga. Tujuan dilaksanakannya riset lapangan yakni buat mengenali serta menekuni secara intensif menimpa latar balik kondisi yang terjalin saat ini, dan interaksi dalam sesuatu area baik orang, kelompok, lembaga ataupun Dari uraian di atas, telah dapat dipahami bahwa dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan untuk mendapatkan data. Penulis melakukan penelitian langsung dilingkungan SDN 1 Langkaplancar Desa Langkaplancar berkaitan dengan Peran Kepala Sekolah Perempuan Terhadap Kinerja Guru SDN Langkaplancar Desa Langkaplancar Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Pendekatan penelitian kualitatif menurut Sugiyono . yaitu suatu penelitian yang ditujukan untuk mendiskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara Dalam mengunakan pendekatan deskriptif analisis. Pendekatan deskriptif analisis yaitu metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang sebagai objek penelitian dan perilaku yang dapat diamati sehingga merupakan rincian dari suatu fenomena yang diteliti. Metode kualitatif deskriptif ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomenafenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa Dalam penelitian ini, sebagian besar data yang digunakan merupakan data-data yang terdapat di SDN 1 Langkaplancar Desa Langkaplancar Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran yang berkaitan dengan kepemimpinan kepala Sekolah dan kinerja guru. Teknik pengumpulan data menggunakan 3 tahapan sesuai dengan pendapat Sugiyono . menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif pengumpulan data dilakukan pada natural setting . ondisi yang alam. , sumber data primer, dan teknikpengumpulan data lebihbanyak pada observasi berperan serta, wawancara mendalam, dan dokumentasiAy. 142 | Vol 04 No 1 January 2025 Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 1 Langkaplancar Yudi Saputra Hasil dan Pembahasan Salah satu sistem pembelajaran terdiri dari sebagian komponen yang wajib terdapat serta silih berkaitan demi terlaksananya proses pembelajaran, ialah tujuan pembelajaran, partisipan didik, pendidik, tata cara pembelajaran, isi pembelajaran atau modul pembelajaran, area pembelajaran serta perlengkapan serta sarana Komponen-komponen dari sesuatu sistem pembelajaran mempunyai kedudukan berarti selaku penentu keberhasilan tercapainya pembelajaran, salah satu komponen terutama merupakan pendidik. Pendidik yang mempunyai kompetensi serta kinerja yang baik pasti bisa melaksanakan proses pendidikan yang efisien dan hendak melahirkan partisipan didik yang bermutu baik pula. Kinerja guru sendiri dikatakan baik apabila bisa direalisasikan secara nyata dalam pelaksaan tugas serta tanggungjawabnya selaku seseorang pendidik, pembimbing, pengarah serta motivator. Terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi kinerja guru antara lain faktor kompetensi guru, kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi, dan Peneliti memaparkan data yang telah diperoleh melalui berbagai tahapan penelitian sebelumnya, baik dari hasil observasi secara langsung maupun wawancara dengan kepala sekolah, dan beberapa dewan guru untuk mengetahui bagaimana kinerja guru dan peran kepemimpinan kepala sekolah Perempuan dalam meningkatkan kinerja guru di SDN 1 Langkaplancar. Dalam hal ini peneliti Setelah memaparkan data tersebut, peneliti kemudian menganalisis data yang ada dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan di SDN 1 Langkaplancar Kepemimpinan di sebuah lembaga pendidikan tidak jauh dari unsur penggerak atau pengaruh bagi anggotanya. Dalam konteks kepimpinan madrasah pemimpin ialah orang yang menempati posisi paling tinggi di sebuah lembaga pendidikan khususnya di SDN 1 Langkaplancar. Pemimpin harus mampu mempengaruhi dan menggerakkan anggotanya menuju tujuan yang diharapkan. dalam sebuah kepemimpinan ada beberapa gaya kepemimpinan yang dipunyai atau digunakan oleh seorang pemimpin untuk mengimplementasikan hasil fikiran dan gagasanya di dalam sebuah organisasi atau lembaga dengan juga menggerakan anggota organisasi. Kepemimpinan di lembaga pendidikan saat ini mulai Vol 04 No 1 January 2025 | 143 Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 1 Langkaplancar Yudi Saputra pemimpin-pemimpin memberikan daya tarik dan keunikan tersendiri dalam lembaga pendidikan, yang sebelumnya lebih sering dipimpin oleh laki-laki. Konsep yang berkembang saat ini adalah tentang kesetaraan atau keadilan gender dalam kehidupan, yang akhirnya berdampak pada berbagai sektor pemerintahan, termasuk sektor pendidikan, di mana semakin banyak lembaga pendidikan yang dipimpin oleh perempuan. Pemimpin perempuan cenderung memiliki karakter yang berbeda dengan pemimpin laki-laki, terutama dalam hal perhatian emosional terhadap bawahannya. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, mereka sepakat bahwa pendampingan dan pengarahan dalam proses kerja mereka. Tidak hanya memberikan arahan secara lisan, beliau juga turut serta mengajak para guru untuk bergerak bersama demi kemajuan sekolah. seperti orang tua yang selalu melindungi dan memberikan arahan kepada anak-anaknya. Bahkan, beliau bersedia turun langsung dan terlibat dalam setiap gagasan atau program yang ada, sehingga membuat para guru merasa lebih semangat dalam menjalankan tugas mereka. Dampaknya banyak guru yang kini turut serta dalam penerapan programprogram dan kebijakan di lembaga ini. Beliau selalu memberikan pendampingan dan dukungan untuk terus meningkatkan progresivitas para guru di sini. Tidak hanya itu kepemimpinan perempuan merupakan salah satu inspirator bagi guruguru lainnya karena beliau juga terlibat langsung dalam proses penerapannya. Beliau tidak hanya memberikan arahan melalui perintah, tetapi juga ikut belajar, sehingga membuat guru- guru lainnya lebih bersemangat untuk mengikuti program Seorang kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar, di mana ia dipercaya untuk memimpin sebuah lembaga pendidikan. Dalam menjalankan jabatannya, seorang Kepala Sekolah diharapkan dapat membuat perubahan yang signifikan terhadap lembaga yang dipimpinnya. Seorang pemimpin akan selalu berpikir tentang bagaimana instansi atau lembaganya dapat terus maju dan berkembang sesuai dengan tujuan lembaga tersebut serta dapat bersaing dengan lembaga-lembaga lain di sekitarnya. Selain itu dibawah kepemimpinan perempuan jumlah siswa di SDN 1 Langkaplancar mengalami pertumbuhan yang pesat setiap tahunnya. Di bawah kepemimpinan beliau, para guru diberikan tanggung jawab untuk selalu 144 | Vol 04 No 1 January 2025 Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 1 Langkaplancar Yudi Saputra mendampingi dan mendukung siswa-siswanya agar aktif berpartisipasi dalam setiap ekstrakurikuler dan program-program yang ada di sini. Tidak hanya itu kepemimpinan perempuan di SDN 1 Langkaplancar juga berkontribusi positif dalam Kepala guru-guru memberikan perubahan yang positif, yang berdampak pada banyak siswa yang berprestasi di berbagai bidang lomba. Sebagai seorang pemimpin perempuan dengan tingkat sosial yang tinggi ternyata mampu mengajak semua guru untuk bergerak bersama mencapai tujuan madrasah melalui kinerja guru yang optimal. Seorang pemimpin harus mampu menjadi motor penggerak bagi anggotaanggotanyan di dalam menjalankan tugasnya. Gaya kepemimpinan seorang pemimpin sekolah/madrasah juga akan berpengaruh di kinerja guru-gurunya, guru akan mempunyai semangat atau kinerja yang tinggi. Ketika lingkungan tempat dia bekerja juga mendukung dalam proses Selayaknya seorang pemimpin harus bisa menjadi contoh bagi bawahannya, baik dalam bergerak maupun bertindak, termasuk dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin. Hal ini akan berdampak pada semangat kerja bawahan, karena mereka akan merasa termotivasi ketika melihat pemimpinnya juga aktif dan Pemimpin yang selalu peduli terhadap kinerja guru di sini. Beliau selalu mengajak semua untuk bergerak bersama dalam mencapai tujuan yang berdampak positif bagi madrasah, mengingatkan guru-guru untuk selalu berinovasi dalam proses mengajar, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Bahkan, ketika ada pelatihan, beliau selalu mendorong guru-guru untuk berpartisipasi. Kepemimpin yang berkomitmen untuk mengajari bawahannya agar bisa menjadi pemimpin di masa mendatang, seperti contohnya saya yang diamanahi menjadi kepala sekolah di sini. Kepala sekolah juga aktif terlibat dalam menjalankan tugas tersebut dengan selalu intens mengontrol dan mendampingi guru-guru Dalam proses perkembangan sekolah, peran kepala sekolah sangat penting dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan, gagasan, dan program. Kepala madrasah harus memiliki pemikiran yang jauh ke depan dibandingkan anggotanya, serta memiliki pandangan untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi sekolah. Selain itu, kepala sekolah juga harus fokus pada peningkatan prestasi, baik dari segi sumber daya guru maupun siswa. Selain itu kepala sekolah juga memberikan kesempatan kepada guru-guru Vol 04 No 1 January 2025 | 145 Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 1 Langkaplancar Yudi Saputra untuk mengasah potensinya, dengan harapan agar dampaknya dapat dirasakan oleh siswa-siswanya. Kepala sekolah selalu mengarahkan dan mendukung penuh para guru untuk ikut serta dalam segala kegiatan, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Contohnya, dalam kegiatan KMD (Kursus Mahir Dasa. Pramuka di luar sekolah, beliau sangat mendukung keikutsertaan guru-guru di SDN 1 Langkaplancar, terutama bagi mereka yang belum mengikuti KMD. Tidak hanya itu dukungan dan pendampingan penuh kepada guru-guru yang berprestasi di bidang penulisan buku maupun media pembelajaran lainnya. Saya sendiri pernah merasakan dukungan tersebut ketika beliau mendukung penuh pengembangan potensi saya dengan mengikuti beberapa pelatihan dan seminar. Dalam sebuah lembaga pendidikan, pemimpin merupakan sosok kunci yang menggerakkan Jiwa kepemimpinan adalah hal yang wajib dimiliki oleh seorang kepala madrasah, terutama jika ia seorang perempuan. Kepala madrasah harus mampu mengontrol dan menggerakkan seluruh anggotanya, baik laki-laki maupun Senada dengan yang dikatakan oleh Husaini Usman bahwa beberapa definisi dasar kepemimpinan mencerminkan asumsi bahwa kepemimpinan melibatkan proses pengaruh sosial, dalam hal ini pengaruh yang diberikan seseorang secara sadar terhadap orang lain untuk menyusun tindakan dan hubungan dalam suatu kelompok atau organisasi. Konteks kepemimpinan yang menjadi ciri khas dan keunggulan yang diterapkannya di dalam lembaga pendidikan. Di SDN 1 Langkaplancar, kepemimpinan perempuan menerapkan gaya kepemimpinan dengan mengedepankan pergerakan yang aktif, progresif, dan mendorong perubahan positif secara kolektif. Meskipun beliau seorang perempuan dan memiliki anggota yang laki-laki, kepala sekolah tetap menjadi contoh bagi guru-guru lainnya melalui sifat keberanian, ketegasan, dan kemampuannya untuk mengajak serta mendorong semua orang mencapai tujuan yang diharapkan oleh sekolah. Bila dicermati lebih jauh kepala sekolah perempuan di SDN 1 Langkaplancar ini merupakah seorang pemimpin yang mempunyai sisi transformatif karena dari paparan data diatas bahwasanya beliau memiliki karakteristik yang kharismatik, mempunyai gagasan dan sikap yang membangun serta mengayom untuk bawahanya sehingga kinerja bawahannya pun juga maksimal. Dalam berfikir dan 146 | Vol 04 No 1 January 2025 Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 1 Langkaplancar Yudi Saputra mendiskusikanya terlebih dahulu. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 1 Langkaplancar Terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi kinerja guru antara lain faktor kompetensi guru, kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi, dan Dalam mendukung peningkatan kompetensi guru kepala sekolah perempuan mempunyai selalu mempunyai gagasan dimana sekolah yang dikelola ini harus berkembang maju kedepan setiap tahunya dengan segala program yang SDN 1 Langkaplancar harus bisa menjadi sekolah percontohan bagi sekolah lain. Program yang beliau jalankan ialah dimana semua siswa bisa merasakan dan terlibat di dalamnya contohnya mengaji, pramuka, pencak silat, menari dan menyanyi. Program ini tentu perlu dukungan dari para guru sehingga mau tidak mau para guru termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya baik dalam intrakulikuler maupun dalam kegiatan ekstrakulikuler. Sejatinya setiap program di SDN 1 Langkaplancar ini selalu bertambah atau berganti seiring dengan setiap pergantian kepemimpinan. Di bawah kepemimpinan kepala sekolah perempuan saat ini, program pramuka mulai dihidupkan kembali. Sebagai pimpinan selalu mendukung upaya tersebut dengan memberikan latihan rutin bagi siswa agar mereka dapat merasakan pengalaman mengikuti pramuka. Contoh lain yakni program membaca Al-Qur'an, yang dimulai dari gagasan beliau. Selain itu, beliau juga ikut serta dalam membangun dan mendorong para guru lain untuk belajar Beliau menambahkan bahwasanya program yang diterapkan oleh kepala sekolah sekarang ini harus mencakup seluruh jenjang, mulai dari kelas 1 hingga Keterlibatan aktif para guru sangat diharapkan untuk menunjang keberhasilan program tersebut. Oleh karena itu, guru-guru diarahkan untuk selalu aktif dalam membimbing siswa agar mampu mencapai prestasi. Selain itu guru-guru dibuatkan forum pertemuan, dan dalam pertemuan tersebut mereka diarahkan untuk memusyawarahkan dengan sesama guru di tingkat jenjang kelasnya, dengan pantauan dari beliau. Selain itu, beliau juga sering mengingatkan dan mengajak guru-guru untuk selalu melakukan perencanaan awal guna pelaksanaan program di SDN 1 Langkaplancar selain itu Kepalau akan melakukan sebuah pertemuan di awal tahun ajaran baru dengan para guru guna Vol 04 No 1 January 2025 | 147 Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 1 Langkaplancar Yudi Saputra pendampingan kepada guru dalam pembuatan dan perencanaan pembelajaran kedepanya serta membahas perihal perencanaan program- program yang akan Contohnya, dalam pembuatan RPP pembelajaran dan Rencana Pembelajaran, kepala sekolah selalu ikut serta dan memberikan pertimbangan kepada guru- guru selama proses pembuatannya. Selain dalam menjalankan tugasnya dalam ranah pendampingan ketika sebelum memasuki proses pembelajaran ada fase selanjutnya yang harus dilakukan oleh kepala sekolah yaitu pendampingan ketika rencana pembelajaran dan rencana program diterapkan. Bagaimana guru nantinya mampu langsung berinteraksi dan menyampaikan gagasan ketika prakteknya ada keterlibatan oleh kepala sekolah. Hal ini dilakukan dengan cara rutin melakukan pengawasan di setiap kelas guna mengontrol kinerja dan mengetahui keadaan kelas. Selain itu, beliau juga sering terlibat langsung dalam setiap program kegiatan di sekolah, sehingga beliau dapat merasakan dan mengetahui apa yang perlu ditingkatkan serta apa yang dibutuhkan. Sehingga para guru merasa selalu didampingi dan difasilitasi dengan cara beliau langsung turun ke lapangan guna mengetahui kinerja dan kegiatan yang dilakukan oleh guru. Berdasarkan temuan di atas diketahui bahwa ternyata kepemimpinan memiliki pengaruh besar terhadap keberlangsungan sekolah, menjadikannya salah satu kunci keberhasilan sekolah. Kepala sekolah yang gagal mengantisipasi dan merespons perubahan dengan cepat dapat menyebabkan sekolah lambat beradaptasi, sehingga kinerja sekolah menjadi kurang optimal. Meskipun saat ini sekolah harus dikembangkan dengan memperhatikan fleksibilitas, pembentukan kelompok kerja yang handal, sikap dan perilaku yang baik, serta penyebaran informasi yang memadai, kepala sekolah sebagai pemimpin perubahan harus memiliki visi yang jelas tentang seperti apa sekolah di masa depan ketika semua tujuan dan sasaran tercapai (Erjati Abas, 2. Sebagai sosok yang menerapkan kepemimpinan transformasional, kepala sekolah tidak hanya didorong oleh kebutuhan akan harga diri, tetapi juga menyadari bahwa kepemimpinan sekolah, manajemen, kinerja, dan pertumbuhan saling mempengaruhi satu sama lain. Fokus utama manajemen perubahan kepala sekolah adalah pada komitmen dan kapasitas sumber daya (Besse Marhawati, 148 | Vol 04 No 1 January 2025 Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 1 Langkaplancar Yudi Saputra Seorang kepala sekolah selain bisa menjadi guru juga harus mempunyai sikap pengayom dan harus bijaksana dalam hal apapun guna menghindari sebuah kecemburuan sosial atau ketidak ratanya sebuah penerapan dari kebijakan yang Sebuah organisasi atau madrasah pastinya pernah mengalami dan menemui suatu kendala atau masalah. Peran kepala sekolah disitu juga sangat menyelesaikan masalah dengan bijak dan adil agar tidak terjadi sebuah keputusan yang dapat merugikan lembaga dan sumber daya yang ada di dalamnya. Sebuah gagasan atau pemikiran akan menjadi nyata ketika ada pembuktian dalam Dalam ranah kepemimpinan, seorang pemimpin harus mengambil tindakan berdasarkan setiap gagasan dan kebijakan yang dimilikinya (Ahmad. La Ode Ismail, 2. Penerapan yang terampil dari kepala madrasah akan berdampak pada kinerja pribadi, kinerja guru, serta perkembangan sekolah. Dari hasil pendampinganya pembuatan RPP dan perkembangan kurikulum dan media pembelajaran beliau mengajak guru-guru untuk selalu update terhadap perkembangan kurikulum atau pembelajaran agar tetap. Kemajuan untuk madrasah atau lembaga pendidikan tak jauh dari faktor sumber daya manusianya juga yang mempunyai tugas sebagai penggerak dari segala kegiatan, program yang ada didalam sebuah lembaga. Dan untuk membentuk sebuah SDM yang berkualitas diperlukan juga sebuah niat dan kemauan dari pelakunya sendiri serta adanya dorongan dari atasan sebagai upaya untuk bisa berkembang kedepanya dengan selalu menempa diri guna membentuk SDM yang berkualitas hingga nantinya bisa berdampak pada kinerja pula (Annisa Fitriani, 2. Selain kepala sekolah yang berperan sebagai pemimpin dan motivator bawahannya, guru harus memiliki kemampuan mengajar yang meliputi kemampuan profesional yang meliputi pengelolaan bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, pengelolaan metode, pengelolaan pengajaran dan menyarankan dan mengelola penilaian pembelajaran. Sebagai seorang guru, guru harus mampu mengatur seluruh proses kegiatan pendidikan, menciptakan kondisi belajar agar setiap siswa dapat belajar secara efektif dan efisien. Sebagai evaluator hasil belajar, guru harus senantiasa memantau hasil belajar yang dicapai siswa dari waktu ke waktu. Informasi yang diperoleh selama penilaian ini digunakan sebagai Vol 04 No 1 January 2025 | 149 Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 1 Langkaplancar Yudi Saputra umpan balik dan titik awal untuk memperbaiki proses pembelajaran dan membuatnya lebih efektif dalam mencapai hasil belajar siswa (Almi Nurvita, dkk. Konsisten dengan hasil pengamatan yang telah peneliti lakukan, peneliti menemukan hasil bahwa dampak dari gaya kepemimpinan kepala madrasah perempuan di SDN 1 Langkaplancar dalam meningkatkan kinerja guru ialah menuju ke arah yang lebih baik dengan karakteristik gaya kepemimpinannya yang transformatif, membuat gerakan-gerakan perubahan melalui gagasan dan kebijakanya di dalam lembaga tersebut tanpa meninggalkan tujuan utama yaitu untuk memajukan madrasah dan menjadi lebih progres kedepannya melalui kerjasama antara atasan dan bawahan dengan selalu melakukan pendampingan, dorongan, dukungan, motivasi dan semangat untuk menjalaninya secara bersamasama guna mencapai tujuan madrasah itu sendiri. Dari hal itu maka kinerja guru pun juga akan meningkat dalam menjalankan pembelajaran, program-program dan gagasan yang telah ditetapkan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing. Igwe dan Odike . bahwa kinerja guru dapat digambarkan sebagai tugas yang dilakukan guru di sekolah pada waktu tertentu untuk mencapai tujuan sekolah sehari-hari, tujuan kelas, dan semua tujuan dan sasaran pendidikan. Kegiatan guru dengan demikian mencakup tugas-tugas yang dikerjakan berdasarkan tugas-tugas yang diberikan di sekolah. Guru memiliki berbagai tugas atau tanggung jawab, yang dalam pemenuhannya guru membutuhkan dukungan dari direktur. Jika direktur tidak memberikan perhatian yang serius terhadap kinerja guru, maka guru akan kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu, peningkatan kinerja guru dapat menjadi tugas kepala Hal ini sesuai dengan Winanti et al. , . berpendapat bahwa kepemimpinan transformasional dapat dipahami sebagai kepemimpinan yang melibatkan perubahan dalam suatu organisasi. Kepemimpinan ini juga dapat didefinisikan sebagai kepemimpinan yang melibatkan motivasi karyawan agar mau bekerja untuk tujuan tingkat tinggi yang bukan untuk kepentingan pribadi mereka. Kepemimpinan transformasional melibatkan pengembangan hubungan yang lebih dekat antara pemimpin dan pengikut, tidak hanya berdasarkan kontrak, tetapi lebih didasarkan pada kepercayaan dan komitmen. 150 | Vol 04 No 1 January 2025 Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 1 Langkaplancar Yudi Saputra Kesimpulan Gaya kepemimpinan transformatif merupakan salah satu jenis gaya kepemimpinan yang selalu dipakai dan diterapkan di SDN 1 Langkaplancar. Dalam prosesnya di sekoalah peran kepala madrasah harus mampu menjadi pengubah dan pendamping terhadap kinerja guru atau pegawai yang ada di lembaga Kinerja guru meliputi semua hal yang sudah menjadi tugas pokok dan fungsi guru terhadap siswa dan sekolah diantaranya di pembelajaran maupun penerapan program-program yang ada di Sekolah terserbut. Di dalam sebuah Lembaga Pendidikan pastinya terdapat aturan-aturan yang diterapkan guna menjalankan sebuah kegiatan pembelajaran untuk siswa yang melalui perantara Kinerja guru sendiri juga dilihat dari sisi kesiapan dan persiapanya sebelum menerapkan sebuah pembalajaran kepada siswa. Referensi