GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. KARAKTERISASI DAN IDENTIFIKASI MOLEKULER BAKTERI ASAM LAKTAT ASAL IKAN RINUAK (PSILOPSIS SP) SEBAGAI KANDIDAT PROBIOTIK HALAL DARI DANAU MANINJAU SUMATERA BARAT CHARACTERIZATION AND MOLECULAR IDENTIFICATION OF BACTERIA LACTIC ACID FROM RINUAK FISH (PSILOPSIS SP) AS A CANDIDATE FOR HALAL PROBIOTICS FROM MANINJAU LAKE. WEST SUMATRA Annita*1. Eliza2. Heppy Setya Prima3 Prodi Teknologi Laboratorium Medis. Universitas Syedza Saintika. Padang. Indonesia Prodi Keperawatan. Universitas Syedza Saintika. Padang. Indonesia Prodi Biologi. Fakultas MIPA Universitas Negeri Medan. Medan. Indonesia (Email: annitat67@gmail. ABSTRAK Bakteri Asam Laktat (BAL) akhir-akhir ini menjadi salah satu bagian dari pokok pembahasan bidang kesehatan, industri makanan, sains,. peternakan, dan pertanian. BAL memainkan peran penting dalam upaya penurunan stunting melalui berbagai mekanisme yang berkaitan dengan kesehatan usus dan penyerapan nutrisi. Salah satu sumber BAL adalah fermentasi ikan Rinuak (Psilopsis s. dari Danau Maninjau Sumatera Barat. Indonesia, yang diisolasi dari bakteri probiotik yang berpotensi sebagai antimikroba, namun harus di pastikan kehalalanya sesuai dengan ajaran agama islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi antimikroba BAL probiotik yang diisolasi dari ikan Rinuak (Psilopsis s. Metode penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut: isolasi dan karakterisasi DNA BAL ikan Rinuak (Psilopsis s. , dilanjutkan dengan penilaian aktivitas antimikroba supernatan bakteriosin mentah. Kemudian, 16S rRNA digunakan untuk menilai spesies isolat BAL yang berpotensi memiliki aktivitas antimikroba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 sampel ikan Rinuak (Psilopsis s. , setelah dilakukan uji kemampuanya dalam membunuh bakteri pathogen dan ditemukan Isolat IR1 memiliki Aktivitas antimikroba terbesar terhadap Escherichia coli ATCC 0157 . 27 m. Staphylococcus aureus ATCC 25923 . 65 m. dan Listeria monocytogenes CFSAN 004330 . 65 m. sedangkan diameter zona hambat oleh supernatan bakteri asam laktat Bakteriosin mentah terhadap Escherichia coli ATCC 0157 sebesar 18. 87 mm. Staphylococcus aureus ATCC 25923 sebesar 22,67 mm sedangkan Listeria monocytogenes CFSAN 004330 tidak membentuk zona hambat. Hasil identifikasi molekuler menggunakan 16S rRNA menunjukkan bahwa bakteri asam laktat hasil isolasi memiliki kemiripan sebesar 99,64% yang diisolasi dari ikan Rinuak (Psilopsis s. dengan Lentilactobacillus buchneri subsp. silagei CD034 strain 17-16 , yaitu memiliki potensi antimikroba terhadap bakteri patogen. Lentilactobacillus buchneri subsp. silagei CD034 strain 17-16 dapat digunakan sebagai obat antidiare dan antitifoid pada manusia serta sebagai pengawet alami pada makanan yang terjamin halal. JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. Kata kunci : Antimiroba, ikan rinuak, probiotik halal, ikan endemik. Lentilactobacillus buchneri silagei CD034 strain 17-16 ABSTRACT Lactic Acid Bacteria (LAB) have recently become one of the main topics of discussion in the fields of health, food industry, science, animal husbandry, agriculture. LAB plays an important role in efforts to reduce stunting through various mechanisms related to intestinal health and nutrient absorption. One source of LAB is fermented Rinuak fish (Psilopsis s. from Lake Maninjau. West Sumatra. Indonesia, which is isolated from probiotic bacteria which have the potential to act as antimicrobials, but must be ensured that they are halal in accordance with Islamic religious teachings. The aim of this study was to examine the antimicrobial potential of probiotic LAB isolated from Rinuak fish (Psilopsis s. The research methods carried out were as follows: isolation and characterization of Rinuak fish (Psilopsis s. LAB DNA, followed by assessment of the antimicrobial activity of the raw bacteriocin supernatant. Then, 16S rRNA was used to assess LAB isolate species that potentially had antimicrobial activity. The results showed that 3 samples of Rinuak fish (Psilopsis s. After testing its ability to kill pathogenic bacteria, it was found that IR1 isolate had the greatest antimicrobial activity against Escherichia coli ATCC 0157 . 27 m. Staphylococcus aureus ATCC 25923 . 65 m. and Listeria monocytogenes CFSAN 004330 . 65 m. while the diameter of the inhibition zone by the supernatant of lactic acid bacteria Crude bacteriocin against Escherichia coli ATCC 0157 was 18. 87 mm. Staphylococcus aureus ATCC 25923 was 22. 67 mm while Listeria monocytogenes CFSAN 004330 did not form an inhibition zone. The results of molecular identification using 16S rRNA showed that the isolated lactic acid bacteria were 64% similar to those isolated from Rinuak fish (Psilopsis s. with Lentilactobacillus buchneri subsp. silagei CD034 strain 17-16, which has antimicrobial potential against pathogenic bacteria. Lentilactobacillus buchneri subsp. silagei CD034 strain 17-16 can be used as an antidiarrheal and antityphoid drug in humans as well as a natural preservative in food that is guaranteed halal Keywords: Antimicrobial. Rinuak fish, halal probiotics, endemic fish. Lentilactobacillus buchneri Silagei CD034 strain 17-16 PENDAHULUAN Bakteri Asam Laktat (BAL) akhir-akhir ini menjadi salah satu bagian dari pokok pembahsan bidang kesehatan, industri makanan, sains. peternakan, dan pertanian. BAL memainkan peran penting dalam upaya penurunan stunting melalui berbagai mekanisme yang berkaitan dengan kesehatan usus dan penyerapan nutrisi (Balthazar et al. , 2. Stunting pada anak terjadi akibat kekurangan gizi kronis yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan . ari masa kehamilan hingga usia 2 BAL dapat membantu dalam proses ini karena memiliki manfaat langsung terhadap kesehatan pencernaan dan sistem kekebalan tubuh (Bhakta et al. , 2. JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 BAL menguntungkan bagi kesehatan manusia yaitu Probiotik mikroorganisme hidup apabila dikonsumsi dalam jumlah cukup, mampu memberikan manfaat kesehatan bagi inangnya (Bhakta et al. Peran Bakteri Asam Laktat dalam pencegahan dan penurunan stunting berfokus pada peningkatan kesehatan pencernaan, penyerapan nutrisi, pengurangan risiko infeksi, serta dukungan terhadap sistem kekebalan tubuh. Dengan intervensi berbasis probiotik yang mengandung BAL, serta konsumsi makanan fermentasi. BAL memberikan solusi yang efektif dan alami dalam mendukung tumbuh kembang I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. anak dan menurunkan prevalensi stunting (Pereira et al. , 2. BAL yang potensial perlu isolasi dan BAL, karakterisasi biokimia, identifikasi DNA molekuler dan purifikasi hingga dapat digunakan sebagai probiotik untuk menjaga kesehatan total (Dang et al. , 2. BAL yang potensial telah diidentifikasi dan karaterisasi secara molekuler maupun konversional. dan telah dipatenkan yang mempunyai nilai tinggi pada berbagai bidang ilmu (Madjirebaye et al. , 2. Hal ini karena BAL mempunyai keuntungan yaitu mencegah atau membunuh mikroba penyebab penyakit, maka diharapkan dapat mengatasi permasalahan di bidang Kesehatan terutama Stunting (Helmyati et al. , 2. Keberadaan beberapa strain BAL telah terbukti memiliki efek probiotik pada manusia. BAL dapat diisolasi dari produk hewan seperti pada produk ikan. Salah satunya ikan Rinuak (Psilopsis SP), merupakan sumber protein hewani yang potensial untuk dikembangkan karena memiliki kandungan gizi dalam dagingnya, yaitu protein sebesar 13,02 %, kandungan magnesium sebesar 0,18 %, kandungan phospor sebesar 1,2 %, dagingnya mengandung kadar air sebesar 75,62 %, kandungan kadar abu sebesar 6,4 %, dan memiliki kandungan kalsium 40 % (Astuti et al. Mengingat besarnya kandungan gizi dalam daging ikan Rinuak bagi kesehatan manusia, maka merupakan pilihan yang tepat untuk di kembangkan sebagai penghasil probiotik (Prima et al. , 2. Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang, ketika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, memberikan manfaat kesehatan bagi inangnya, terutama dalam meningkatkan keseimbangan mikrobiota usus. Agar suatu strain mikroorganisme dapat dikategorikan sebagai probiotik, ia harus memenuhi serangkaian kriteria penting. Syarat-syarat ini penting untuk memastikan bahwa probiotik aman, efektif, dan mampu memberikan manfaat kesehatan yang Bakteri probiotik memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia, diantaranya JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 dalam sistem imunitas, sistem intestinal, sistem urogenital, dan manfaat lainnya (Prima et , 2. Isolasi dan identifikasi BAL asal ikan Rinuak (Psilopsis SP) perlu dilakukan untuk mendapatkan spesies BAL yang terdapat pada ikan Rinuak dan potensi sebagai probiotik yang bermanfaat bagi pangan, dan obat-obatan (Rosalina et al. , 2. Berdasarkan hal tersebut, sangat penting dilakukan penelitian mengenai AuKarakterisasi BAL Ikan Rinuak (Psilopsis SP) Sebagai Kandidat Probiotik Halal dari Danau ManinjauAy. Adapun masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana karateristik dan Potensi BAL diisolasi dari Ikan Rinuak Danau Maninjau jika diidentifikasi secara makroskopis, mikroskopis dan molekuler. BAHAN DAN METODE Fermentasi ikan Rinuak (Psilopsis s. Danau Maninjau Proses pembuatan fermentasi Ikan Rinuak sangat sederhana. Bahannya terdiri dari ikan, nasi, dan garam. Ikan dibersihkan, lalu ditambahkan garam dan nasi secukupnya, dimasukkan ke dalam botol dan ditutup rapat. Botol disimpan pada suhu ruang selama 4 hari dan di keringkan selama 3-5 hari (Prima et al. Alur proses fermentasi ikan Rinuak (Psilopsis s. Danau Maninjau dapat di lihat pada gambar 1. I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. Table 1. Lokasi Pengambolan sampel ikan Rinuak (Psilopsis s. Danau Maninjau Gambar 1. Proses Fermentasi Ikan Rinuak (Psilopsis s. oleh Masyarakat di Danau Maninjau Lokasi Pengambilan Sampel Ikan Rinuak (Psilopsis s. Sampel Ikan Rinuak (Psilopsis s. dikumpulkan dari para nelayan di Danau Maninjau dilokasi berbeda di Kawasan danau dengan mempertimbangkan yaitu lokasi pengambilan yang mudah di akses, permukiman penduduk dikawasan danau, hulu Sungai di sekitar danau, kedalaman danau dan sumber makanan bagi Ikan Rinuak (Psilopsis s. Sampel dengan kode 1 itu di ambil di permukiman yang padat dan memiliki pasar tradisonal di Kawasan danau maninjau. Sampel dengan kode 2 itu diambil dari Tengah danau yang memiliki kedalam sekitar A 150 M, dan yang terakhir Sampel dengan 3 itu di Kawasan hulu dari Sungai yang Bernama Sungai Batang Sri Antokan yang mana di hulu Sungai tersebut terdapat PLTA Maninjau. Setelah itu ikan langsung dipindahkan ke dalam cool box dan dibawa ke laboratorium Mikrobiologi Stikes yedza Saintika untuk dilakukan isolasi dan laboratorium Bioteknologi Universitas Andalas untuk dilakukan karaterisasi molekuler DNA BAL. Lokasi pengambilan sampel ditunjukkan pada Tabel 1. JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 Karakterisasi BAL dari Ikan Rinuak (Psilopsis s. Danau Maninjau Sumbar Identifikasi Morfologi BAL Identifikasi morfologi dilakukan secara makroskopik dengan menginokulasikan biakan BAL pada MRS Agar untuk melihat bentuk, warna, dan diameter isolat BAL. Selanjutnya karakterisasi morfologi dilanjutkan secara mikroskopis dengan pewarnaan Gram, untuk mengetahui bentuk dan warna sel. Sementara itu, uji katalase dan uji tipe fermentasi digunakan (Ebrahimi et al. , 2. Skrining BAL Ikan Rinuak (Psilopsis s. Danau Maninjau Potensial Antimikroba Tiga bakteri patogen yakni yaitu Escherichia coli. Staphylococcus aureus dan Listeria monocytogenes di uji untuk aktivitas antimikroba BAL dengan menggunakan metode yang sudah dimodifikasi untuk mengamati aktivitas antimikroba yang terdapat pada BAL terhadap bakteri patogen, yang mana metode yang digunakan ialah metode difusi kertas esai steril (Harun et al. , 2. Singkatnya Kultur BAL yang sudah di enrichment selama 48 jam diambil sebanyak 1 ml menggunakan mikropipet dan dimasukkan ke dalam Eppendorf steril. Kemudian disentrifuge selama 5 menit dengan 000 rpm kemudian supernatannya diambil untuk uji resistensi antimikroba. Selanjutnya siapkan media Media Nutrient Agar 4gram lalu dihomogenisasi serta dipanaskan diatas hot plate dan di sterilkan dalam autoclove. Kemudian sebanyak 40 AAl bakteri uji yang sudah di enrichment selama 24 jam di tuangkan kedalam cawan petri yang yang sudah berisi media sebanyak 20 ml, selanjutmya I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. di dingingkan sampai media agar mengeras. Sementara itu rendam paper disk di dalam isolat BAL selama kurang lebih 10 menit. Setelah agar memadat letakkan paper disk diatas permukaan medium NA yang telah berisi isolat bakteri Kemudian, 20 AAl supernatan BAL diteteskan ke kertas uji steril sebagai kontrol positif . ermasuk penisilin 10 g, kanamisin 30 g dan ampisilin 10 . Setelah itu, diinkubasi pada suhu 37 AC selama 24 jam secara anaerobik. Setelah 24 jam diukur diameter zona hambat yang terbentuk menggunakan jangka sorong (OAoConnor et al. , 2. Isolasi dan karakterisasi 16S rRNA BAL Dilakukan identifikasi dengan PCR amplifikasi gen 16s rRNA dan sekuensing genom dengan menggunakan primer 8F . AGA GTT TGA TCM TGG CTC AG-. dan 15R . -AAG GAG GTG ATC CAR CCG CA. sebanyak 30 siklus. Hasil amplifikasi PCR dimurnikan dengan set primer PCR dan diproses dengan software BioEdit. Kekerabatan BAL ditentukan menggunakan BLASTN dengan NCBI: https://w. gov/(Otunba et al. Diferensiasi menggunakan Satu set empat primer berbasis gen recA: paraF . -GTC ACA GGC ATT ACG a AC-. , pentF . CAG TGG CGC GGT TGA TAT C-. , planF . -CCG t ATG CGG AAC ACC TA-. , dan pREV . -TCG GGA TTA CCA AAC ATC AC-. Produk PCR dari PCR multipleks dielektroforesis dalam 2% . gel agarose dalam 1 TAE, kemudian produk PCR akan diwarnai dengan metode kolometri untuk memvisualisasikan hasil elektroforesis (Kumari et al. , 2. BLAST dan Analisis Filogenetik Analisis berdasarkan metode yang dipublikasikan (Prima et al. Analisis filogenetik dilakukan dengan memasukkan sekuens DNA ke dalam Clustal http://w. uk/Tools/clustalw2/ JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 BLAST MEGA ttp://w. digunakan untuk membuat pohon filogenetik menggunakan metode neighbour-joining (NJ) (Prima et al. HASIL Total Koloni Bakteri Asam Laktat dari Ikan Rinuak (Psilopsis s. Danau Maninjau Perhitungan total koloni dilakukan untuk mengetahui jumlah koloni bakteri asam laktat menggunakan rumus perhitungan koloni Quebec. Keberadaan bakteri asam laktat dalam ikan Rinuak (Psilopsis s. memberikan dampak positif bagi konsumen, antara lain memberikan manfaat bagi kesehatan, terutama pada saluran pencernaan (Audisio, 2. Jumlah total koloni bakteri asam laktat tercantum pada Tabel 2. Tabel 2. Total Koloni BAL pada Ikan Rinuak (Psilopsis s. Danau Maninjau Setelah BAL dikultur pada media agar MRS, mendapatkan total koloni BAL Ikan Rinuak (Psilopsis s. di Danau Maninjau. Total koloni BAL ikan Rinuak dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Koloni BAL ikan Rinuak pada MRS Agar (IR . sampel dari Nagari Koto Malintang, (IR . sampel dari Nagari Nagari Tanjung, (IR . sampel dari Nagari Maninjau Jika Total koloni BAL pada ikan Rinuak fermentasi tinggi, maka ikan Rinuak Danau Maninjau tersebut bernilai lebih baik. Total koloni BAL dari isolat IB1 sebesar 66 x 106 CFU g-1, total koloni BAL dari isolat IR2 sebesar I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. 29 x 106 CFU g-1 dan total koloni BAL dari isolat IR3 sebesar 46 x 106 CFU g-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total koloni BAL tertinggi dari isolat IR1 sebesar 66 x 106 CFU g-1, dibandingkan dengan penelitian pada kecap ikan selar yaitu sebesar 2,3 x 102 sampai 1,35 x 104 CFU/g (Audisio, 2. Total koloni BAL pada ikan nila berada pada kisaran 8,83Ae 106 CFU g-1. lebih tinggi dibandingkan penelitian Anggraini et al. yang melaporkan total koloni BAL pada kisaran 106-109 CFU g-1 BAL dan 4,76 y 106 sampai 5,30 y 108 CFU g-1 pada ikan Nila. Penelitian Syukur melaporkan total BAL pada kisaran 8,83 y 108 CFU g-1 (Syukur et al. , 2. Aktivitas antimikroba bakteri asam laktat Ikan Rinuak (Psilopsis s. Aktivitas antimikroba dilakukan untuk menilai apakah BAL mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Bakteri patogen dalam penelitian ini meliputi E. coli O157:H7. aureus ATCC 25923 dan L. CFS-AN004330. aureus ATCC 25923 dan E. coli O157:H7 merupakan bakteri patogen penyebab penyakit pada saluran pencernaan, sedangkan L. monocytogenes CFSAN 004330 umumnya ditemukan pada makanan yang disimpan pada suhu rendah (Pereira et al. , 2. Skrining menggunakan metode sumur difusi. Diameter zona bening isolat BAL tercantum pada Tabel 3. Tabel 3. Diameter zona bening uji aktivitas antimikroba . Catatan: Nilai dinyatakan sebagai rata-rata A standar devasi. Zona hambat terbesar yang terbentuk pada kultur E. coli O157:H7 adalah milik IR1 dengan diameter 30. 27 mm dan zona hambat terendah adalah milik IR2 dengan diameter 17,46 mm. Selanjutnya, diameter zona hambat JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 terbesar terhadap S. aureus ATCC 25923 adalah milik IR1 sebesar 25. 65 mm dan zona hambat terendah terkait dengan IR3 dengan diameter besar 12,14 mm. Zona hambat terbesar terhadap monocytogenes CFSAN 004330 adalah milik IR1 dengan diameter 18,15 mm sedangkan zona hambat terendah terkait dengan IR2 dengan 11 mm. Zona hambat isolat BAL terhadap ketiga bakteri patogen tersebut dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Uji aktivitas antimikroba BAL dan uji antibiotik Keterangan: (A) Zona bening terbentuk terhadap bakteri Escherichia coli 0157 (B) Zona bening terbentuk terhadap bakteri Staphylococcus aureus (C) Zona bening Listeria Isolat BAL IR1 memiliki zona hambat terbesar dengan diameter 30. 27 mm terhadap E. coli O157:H7, diameter 25. 65 mm terhadap S. aureus ATCC 25923 dan diameter 18. 15 mm terhadap L. monocytogenes CFSAN0043. Isolat IR 1 digunakan dalam penilaian daya hambat antimikroba terhadap bakteri patogen dengan menggunakan penisilin, kanamisin dan ampisilin sebagai kontrol positif. Pemberian antibiotik dilakukan dengan menggunakan cakram kertas berisi konsentrasi tetap ampisilin 10 AAg, kanamisin 10 AAg, dan penisilin 10 AAg. Untuk menilai resistensi dan sensitivitas bakteri, digunakan kontrol positif Hasil uji aktivitas antimikroba isolat BAL dari ikan Rinuak Danau Maninjau IR1 ditunjukkan pada Tabel 4. Tabel 4. Aktivitas antimikroba BAL IR1 dan uji I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. Berdasarkan hasil penelitian pada Gambar 2 dan Tabel 4 dapat diketahui bahwa isolat BAL IR1 asal ikan Rinuak mampu menghambat pertumbuhan ketiga patogen monocytogenes CFSAN0043 membentuk diameter sebesar 18,15 mm yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil penelitian Ramos yang mengkaji aktivitas antimikroba pada makanan tradisional dadih, dimana L. monocytogenes CFSAN 0043 digunakan dan menghasilkan zona bening berukuran 9 mm (Sandra et al. , 2. Pada penelitian ini. coli O157 menimbulkan zona bening dengan diameter 30,27 mm yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil penelitian Chelule antimikroba BAL yang diisolasi dari kulit kacang kedelai terhadap E. coli O157 dengan zona bening atau zona hambat sebesar 8,31 mm (Prima et al. , 2. aureus ATCC 25923 membentuk zona bening sebesar 25,65 mm. Aktivitas antimikroba dari supernatan bakteriosin mentah Penilaian aktivitas antimikroba dari supernatan bakteriosin kasar dari isolat ikan Rinuak dilakukan setelah menetralkan pH supernatan BAL. dengan demikian, tidak terjadi aktivitas antimikroba dari asam organik. Komponen asam organik, terutama asam laktat, antimikroba untuk BAL (Madjirebaye et al. Tabel 5 menunjukkan aktivitas antimikroba dari supernatan yang dinetralkan terhadap E. coli O157:H7 dan S. aureus ATCC namun, aktivitas pada L. tidak ditunjukkan. Tabel 5. Aktivitas antimikroba dari supernatan bakteriosin mentah dari IR1 JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 Gambar 3. Aktivitas antimikroba bakteriosin kasar setelah netralisasi pH (CB) dan sebelum netralisasi pH (IB. terhadap Escherichia coli O157:H7 (A) dan Staphylococcus aureus ATCC 25923 (B) Hasil penelitian dapat dilihat pada Tabel 4 dan gambar 5 yang menunjukkan aktivitas antimikroba setelah pH supernatan bakteri asam laktat dinetralkan terhadap E. coli O157: H7 sebesar 18,87 mm dan S. aureus ATCC25923 sebesar 22,67 mm (Gambar . , namun aktivitas antimikroba tidak ditunjukkan pada Salmonella enteritidis ATCC 13076. Identifikasi Bakteri Asam Laktat Ikan Rinuak Danau Maninjau Menggunakan 16S rRNA Amplifikasi gen 16S rRNA menggunakan reaksi berantai polymerase Hasil elektroforesis menunjukkan bahwa PCR berhasil mengamplifikasi gen 16S rRNA bakteri dari isolat BAL ikan Rinuak. Hal ini dibuktikan dengan adanya fragmen produk PCR berukuran 1489 bp, menggunakan primer 27F AGAGtGATCCTGGCTGAG untuk arah GtACCTTACGACTT untuk arah mundur. Hasil amplifikasi gen 16S rRNA BAL ikan Rinuak keberhasilan proses isolasi DNA genomik. Selanjutnya, hasil amplifikasi gen 16S rRNA digunakan untuk mengidentifikasi BAL (Kumari et al. , 2. Amplifikasi gen 16S rRNA I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. dilanjutkan dengan sequencing nukleotida. Hasil elektroforesis produk PCR dari isolat BAL ditunjukkan pada Gambar 4. Gambar 4. Hasil elektroforesis PCR isolate IR1 asal Ikan Rinuak ( Psilopsis sp ) (M = Marker, asal Ikan Rinuak ( Psilopsis sp )) Tujuan pendekatan molekuler adalah untuk menganalisis hubungan genetik BAL dengan membandingkan urutan RNA ribosom. Sebagai molekul yang relatif kecil, 16S rRNA dapat diurutkan secara langsung tanpa perlu mengkloning amplikon PCR (Prima et al. , 2. Gambar 4 menunjukkan hasil amplifikasi DNA fragmen 1489-bp pada gel agarosa. Hal ini menunjukkan bahwa primer spesifik yang digunakan dalam penelitian ini mampu mengidentifikasi bakteri hingga tingkat strain. Analisis sekuens gen 16S rRNA pada isolat ikan Rinuak (Mystacoleucus padangensi. di Danau Maninjau. Hasil dari pengurutan bakteri IR1 dibandingkan dengan data pada GenBank, menggunakan Basic Local Alignment Search Tool (BLAST) dan homologi sekuens . ttp://w. >Sampel_IR 1 CATTgACTGAGACACGGcaC TCCTACgAGGCAGCAGTAgAATCT TcATGGACGaGTCTGATGGAGCAA CGCCGCGTGAGTGATGAAgtCGGC JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 TCGTaCTCTGTTGTTGGAGAAGAAC AGGTGTCAGAGTAACTGTTGACATCTTGA CGGTATCCAACCAGaGCCACGGCTAA CTACGTGCCAGCAGCCGCGGTAATACGT AGGTGGCAAGCGTTGTCCGGAtATTGG GCGTaGCGAGCGCAGGCGGtA GTCTGATGTGaGCCTTCGGCTTAACCG GAGAAGTGCATCGGaCCgAGACTT GAGTGCAGAAGAGGACAGTGGAACTCCA TGTGTAGCGGTGaTGCGTAATATATG GAAGAACACCAGTGGCGAAGGCGGCTGT CTGGTCTGTAACTGACGCTGAGGCTCGA AAGCATgTAGCGAACAGGATTAGATA cTGGTAGTCCATGCCGTaCGATGA GTGCTAAGTGTTGGAgtCCGcTT CAGTGCTGCAGCTAACGCATTAAGCACT CCGCCTgAGTACGACCGCAAGGTTG aCTCAAGGAATTGACgcGCA CAAGCGGTGGAGCATGTGGtAATTCG ATGCTACGCGAAGAACCTTACCAGGTCTT GACATCTTCTGCCAACTAAGAGATTAGG CGTTcTTCgACAGAATGACAGGT GGTGCATGGTTGTCGTCAGCTCGTGTCGT GAGATGTTgTAAGTcAACGAGCG CAAcTTATTGTTAGTTGCCAGCATTCA GTgCATCTAGCAAGACTGCCGGTGAC aCGGAGGAAGGTgATGACGTCAA ATCATCATGcTTATGACCTgCTAC ACACGTGCTACAATGGACGGTACAACGA GTCGCGaCCGCGAGGTCAAGCTAATC TCTTaGCCGTTCTCAGTTCGGATTGTA GGCTGCAACTCGCCTACATGAAGTTGGA ATCGCTAGTAATCGTGGATCAGCATGCC ACGGTGAATACGTTcgCCTTGTACA CACCGcGTCACACCATGAGAGtGTA ACAcaGcGGTGAGGTAACCTCC AGGAACCAGCCGTCTAAGGTGGACaT gCC Berdasarkan analisis data (Gambar . menggunakan BLAST. IR1 dari ikan Rinuak Danau Maninjau memiliki nilai similaritas yang 99,64% Lentilactobacillus buchneri subsp. CD034 strain 17-16. Hal ini menunjukkan bahwa BAL pada ikan Rinuak Danau Maninjau memiliki kemiripan dengan Lentilactobacillus buchneri subsp. silagei CD034 strain 17-16 I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. menurut penelitian Mutarim yang menyatakan bahwa isolat dengan similaritas sekuens 16S rRNA lebih dari 97% dapat mewakili spesies yang sama sedangkan similaritas sekuens sebesar 93-97% dapat mewakili bakteri pada tingkat genus dengan berbagai spesies (Bhakta et , 2. Perbedaan sekuens gen 16S rRNA hanya sebesar 3% atau homolog sekuens sebesar 97%, homolog sekuens dengan nilai 97% ini setara dengan jumlah minimal hibridisasi sebesar 70% yang digunakan untuk mengekspresikan dua bakteri yang termasuk dalam satu spesies (Hayek et al. , 2. Hasil analisis BLAST dari penelitian ini ditunjukkan pada Tabel 6. Tabel 6. Hasil BLAST BAL Ikan Rinuak IR1 (Psilopsis s. Danau Maninjau. Sumatera Barat. Indonesia Berdasarkan hasil BLAST pada Tabel 6 menunjukkan bahwa IR1 termasuk similaritas yang tinggi yaitu 99,64% terhadap strain Lentilactobacillus buchneri subsp. CD034 strain 17-16. Para ahli menyatakan bahwa suatu sekuen dapat dikategorikan homolog apabila sekuen tersebut memiliki similaritas lebih dari 70% (Madjirebaye et al. Analisis hubungan bakteri pada BLAST Software MEGA v7. 0 dan alignment dari Software BioEdit. Dari hasil visualisasi filogenetik terlihat bahwa isolat ikan Rinuak Danau Maninjau pada penelitian ini termasuk kekerabatan apomorfik dengan, sehingga karakter yang terbentuk bersifat apomorfik dan Karakter apomorfik merupakan JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 karakter yang dapat diubah, diwariskan dan dideteksi dalam kelompok, sedangkan karakter sinapomorfik merupakan karakter yang dapat diwariskan dan terjadi dalam kelompok Gambar 5. Pohon filogenetik isolat IR1 Berdasarkan hasil PCR dan setelah dilakukan analisis menggunakan BLAST serta berdasarkan pohon filogenetik pada Gambar 5 diketahui bahwa isolat bakteri IR1 asal ikan Rinuak Danau Maninjau memiliki kemiripan sebesar 99,64% dengan Lentilactobacillus buchneri subsp. silagei CD034 strain 17-16. Suatu sekuen dikatakan homolog apabila memiliki kemiripan lebih dari 70%. Pohon filogenetik menunjukkan adanya hubungan Lentilactobacillus Hal menunjukkan keandalan hubungan dekat antara bakteri dari nenek moyang yang sama. Hasil penelitian ini bervariasi dari yang dilaporkan oleh Tjong pada isolat Weisella paramesenroides dari ikan budu dari Kabupaten Pasaman Barat (Prima et al. , 2. sedangkan spesies Pediococcus pentoasaceus dari Ikan Congkok dari daerah 50 Kota (Syukur et al. Isolasi BAL dalam sampel dadih melaporkan 36 strain Lactobacillus dan Streptococcus Sp (Hayek et al. , 2. Beberapa penelitian melaporkan L. casei sebagai BAL dominan pada ikan budu fermentasi dari Kabupaten Padang Pariaman, yang bervariasi karena proses pembuatan ikan fermentasi di setiap daerah bervariasi. dengan demikian. I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. bakteri juga dapat mencakup spesies(Sandra et al. , 2. PEMBAHASAN Perbedaan jumlah total koloni BAL diduga karena pengaruh kondisi lingkungan pada lokasi pengambilan sampel, dimana lokasi pengambilan sampel IR1 (Nagari Koto Malintan. termasuk kepadatan penduduk rendah dan tidak termasuk pasar tradisional, dibandingkan dengan lokasi pengambilan sampel IR2 dan IR3. Kepadatan penduduk dan pasar tradisional pada lokasi pengambilan sampel menyebabkan terjadinya pencemaran pada ekosistem ikan Rinuak, dimana masyarakat membuang limbah rumah tangga dan pasar langsung ke Danau Maninjau. Kehidupan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Namun, jumlah koloni BAL ikan Rinuak dari Danau Maninjau telah memenuhi kriteria Food and Agriculture Organization/World Health Organization (FAO/WHO) 2003 karena makanan probiotik tersebut mengandung 106-108 CFU g-1 BAL. Secara teknis, warna BAL pada agar MRS adalah putih kekuningan. Hasil ini serupa dengan penelitian yang dilakukan oleh Purwati yang menghasilkan koloni BAL berwarna putih kekuningan pada agar MRS (Touret, et al. , 2. Keragaman jumlah koloni isolat BAL ikan Rinuak disebabkan oleh berbagai morfologi, jenis fermentasi glukosa, pertumbuhan, dan waktu fermentasi. suhu dan kondisi nutrisi. Perbedaan dalam ekosistem BAL menghasilkan isolat BAL yang sangat bervariasi (Madjirebaye et al. , 2. Penisilin merupakan antibiotik yang dapat melawan bakteri Gram positif dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri, termasuk golongan beta laktam (Liu et al. , 2. Ampisilin merupakan turunan penisilin yang memiliki spektrum lebih luas yang mampu bekerja melawan bakteri Gram positif dan Gram Lebih jauh lagi, kanamisin termasuk golongan aminoglikosida bakterisida, yang biasanya bekerja melawan bakteri Gram positif penyebab infeksi. JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 Hasil penelitian ini relatif lebih tinggi dibandingkan dengan hasil penelitian yang telah ditemukan oleh Anggraini mengenai aktivitas antimikroba isolat BAL asal okara terhadap S. aureus patogen dengan zona bening sebesar 9,10 mm (Aviany et al. , 2. Pada penelitian Galvez dilaporkan diameter zona bening yang lebih besar terhadap bakteri patogen yaitu berkisar 22-32,5 mm (Elida et al. , 2. Perbedaan hasil tersebut dikarenakan isolat BAL dari berbagai sampel. Pada penelitian ini digunakan sampel isolat ikan Rinuak asal Danau Maninjau, berbeda dengan hasil penelitian yang Budu terfermentasi (Prima, 2. Selain itu jika dibandingkan dengan beberapa penelitian sebelumnya bahwa diameter zona hambat terhadap S. aureus yang terbentuk adalah 30,3536,22 mm (Rizal et al. , 2. , sedangkan terhadap E. coli sebesar 32,38-34,06 mm (Riadi et al. , 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat BAL dari ikan Rinuak asal Danau Maninjau mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen yang dapat membahayakan manusia, terutama L. Bakteri ini menyebabkan aborsi pada manusia atau ternak. BAL dapat digunakan sebagai pengobatan berdasarkan zona hambat yang diujikan pada bakteri patogen. Aktivitas penghambatan dibagi menjadi empat kategori, yaitu aktivitas lemah (< 10 m. , sedang . -20 m. , kuat (> 20-30 m. dan sangat kuat (> 30-40 m. (Liu et al. , 2. Dengan demikian, terungkap bahwa BAL IR1 dari ikan Rinuak asal Danau Maninjau memiliki aktivitas penghambatan yang kuat terhadap ketiga bakteri tersebut. Isolat BAL tidak memiliki aktivitas antimikroba setelah pH supernatan dinetralkan. oleh karena itu, disimpulkan bahwa aktivitas antimikroba berasal dari senyawa asam organik yang dihasilkan oleh BAL (Jawan et al. , 2. Selanjutnya. Plantarum NS . dari isolat yang berasal dari ikan nila sebagai makanan untuk produk ikan fermentasi dari Sumatera Selatan(Elida et al. , 2. Dilaporkan bahwa aktivitas antimikroba terkait dengan senyawa asam organik. Aktivitas antibakteri tertinggi I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. terhadap E. cereus dan L. dilaporkan pada akhir fase pertumbuhan eksponensial . aktu inkubasi 12-15 ja. Selanjutnya beberapa hasil penelitian telah mengungkapkan bahwa aktivitas antimikroba kultur bebas sel supernatan L. plantarum yang diisolasi dari daging ikan fermentasi . di Sumatera Selatan mampu menghambat E. dan L. monocytogenes (Fauzan et al. , 2. Ditemukan bahwa Weissellicin 110, bakteriosin kelas II yang dihasilkan oleh Weissellicin 110 yang diisolasi dari plasmoam, mampu menghambat bakteri Gram positif tanpa aktivitas antimikroba terhadap L. monocytogenes (Azemin et al. , 2. Bakteriosin kasar dari BAL diisolasi dari Chao dan dinilai terhadap S. FNCC 0047 dan E. coli FNCC 0049. Terdapat beberapa mekanisme untuk menghambat kerusakan sel target oleh bakteriosin (Rizal et ,2. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil identifikasi molekuler 16S rRNA dan primer 27F- 1525R menunjukkan produk PCR Bakteri IR1 berada pada 1489 bp dan memiliki potensi antimikroba BAL Probiotik HALAL terbaik di bandingakn dengan 3 isolat bakteri lainnya yang di isolasi dari ikan Rinuak (Danau Maninjau. Sumatera Barat. Indonesi. Bakteri IR1 merupakan strain baru pada ikan Rinuak Mirip dengan Lentilactobacillus buchneri subsp. silagei CD034 strain 17-16, spesies yang diisolasi saat ini dapat digunakan sebagai kandidat BAL anti diare dan anti tifoid pada manusia yang terjamin HALAL serta sebagai pencegah stuunting. Namun demikian, pengkajian lebih lanjut terhadap bakteriosin yang dihasilkan BAL dari ikan Rinuak di Danau karakterisasi bakteriosin untuk biopreservasi makanan sebagai alternatif dalam penurunan DAFTAR PUSTAKA