Ni Ketut Putri Anggi Maharani. Ni Wayan Iriani, & Reni Anggraeni PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELARAN HASIL REKONSTRUKSI TARI LEKO DI BANJAR PAREKAN DESA SIBANG GEDE Ni Ketut Putri Anggi Maharani1. Ni Wayan Iriani2. Reni Anggraeni3 1,2,3Institut Seni Indonesia Bali anggimaharani052@gmail. INFORMASI NASKAH Diterima Pada 26 Januari 2025 Disetujui Pada 15 Maret 2025 Vol. No. 1, 2025 Halaman 31-48 E-ISSN : A2025 Penulis. Dipublikasikan oleh Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC-BY-NC-SA ABSTRAK Tari Leko yang terdapat dan tumbuh di Banjar Parekan Desa Sibang Gede. Kecamatan Abiansemal, sekarang ini , merupakan warisan budaya secara turun menurun. Tari ini merupakan kelanjutan dari tari Joged Udegan (Gudega. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran hasil rekonstruksi Tari Leko di Banjar Parekan. Desa Sibang Gede, sebagai salah satu upaya pelestarian budaya tradisional Bali. Tari Leko merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional yang memiliki nilai historis dan kultural yang tinggi, namun saat ini mengalami penurunan minat dan penguasaan generasi muda. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dalam metode pembelajaran yang dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan memudahkan pemahaman tentang tari tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Proses pengembangan dimulai dengan analisis kebutuhan, perancangan konsep video pembelajaran, pembuatan konten video yang mencakup gerakan, pola lantai, dan interpretasi nilai-nilai budaya dalam Tari Leko, serta uji coba untuk mengevaluasi kualitas dan efektivitas video pembelajaran tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan praktisi tari, dan uji coba kepada sejumlah responden yang terdiri dari siswa dan guru seni budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan yang sangat baik berdasarkan penilaian ahli dan respons positif dari pengguna. Video ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam proses pembelajaran seni tari di sekolah maupun masyarakat umum, sehingga Tari Leko dapat terus hidup dan berkembang di kalangan generasi muda. Kata Kunci: Pengembangan. Video Pembelajaran. Rekonstruksi. Tari Leko. Pelestarian Budaya. Seni PENDAHULUAN Tari Leko disebutkan termasuk kesenian langka yang berasal dari Banjar Parekan Sibang Gede. Kemunculannya diperkirakan tahun 1930-an. Tari Leko yang terdapat dan tumbuh di Banjar Parekan Desa Sibang Gede. Kecamatan Abiansemal, sekarang ini, merupakan warisan budaya secara turun menurun. Tari ini merupakan kelanjutan dari tari Joged Udegan (Gudega. Joged Udegan tersebut pernah ada di Desa Sibang Gede sekitar tahun 1925, dipelihara serta diayomi oleh keluarga-keluarga Puri . olongan satri. Ketika itu, fungsi tari tersebut adalah sebagai hiburan, baik untuk menghibur keluarga puri itu sendiri, maupun untuk menghibur tamu-tamu Salah satu Banjar yang dipercayakan oleh keluarga puri untuk membentuk sekaa . Joged Udegan, adalah Banjar Parekan. Ada sesuatu yang menarik dalam tari Leko ini, khususnya bagi kaum remaja, adalah terdapatnya bagian, paibingan . enari bersama pasanga. Lamakelaman, timbul kesadaran dari tokoh-tokoh Puri, bahwa situasi ngibing yang terlalu bebas seperti itu, lebih lebih banyak menimbulkan hal-hal negatif. Maka untuk selanjutnya dalam paibing ibingan, para pasangan penari. Pengibing hanya diperkenankan menirukan gerakangerakan penari Joged tersebut seperti, goyang pinggul, melirik, maupun saling lempar senyum. Ni Ketut Putri Anggi Maharani. Ni Wayan Iriani, & Reni Anggraeni Namun tetap dalam batas-batas etis. Selanjutnya, tari Joged yang lebih etis inilah disebut tari Leko. Pengaruh paibing-ibingan yang sopan dan estetis tersebut berasal dari tata cara paibing Ae ibingan Joged Kurubaya Kelurahan Sempidi. Kecamatan Mengwi. Badung sekitar tahun 1941. Tari Leko ini memiliki empat struktur yang bernuansa pelegongan unik diantaranya . Tari Condong Tari Condong merupakan penglembar atau pembuka pada tari Leko sebagai pengenalan awal karakter tari yang tampil. Tari penglembar ini disusun dengan Gerakan baku didukung oleh bentuk oleh iringan yang mengikat. Tari Kupu-Kupu Tarum. Tarian ini menggambarkan kehidupan sepasang kupu-kupu tarum yang sedang bercengkrama di taman bunga yang indah sambil menghisap madu bunga. Tari Goak Manjus. Tarian ini menceritakan sepasang burung gagak yang sedang mandi. Sesuai dengan judulnya tarian ini ditarikan oleh dua orang penari remaja putri. tari Onte Leko. Tarian ini menggambarkan sepasang muda-mudi yang sedang berkasih atau jatuh cinta. Karakteristik gerak tarian ini hampir sama seperti sajian Kupu-kupu Tarum, akan tetapi tarian Onte Leko ini lebih mengutamakan gerak berkacak pinggang secara berulang-ulang. Satu penari menggunakan gelungan Leko dan satu penari menggunakan Topi yang terbuat dari anyaman daun lontar seperti meniru AokrenAo tamu . Setelah semua urutan tari Leko dipentaskan, selanjutnya dirangkai dengan bentuk penyajian akhir yaitu bagian Joged . agian paibing-ibinga. Salah satu penari Leko akan menarikan tarian Joged ini, kemudian pencari pengibing atau penonton yang menjadi salah satu pengibing. Pada tahun 1950-an di Badung utara, tarian ini sangat digemari dan menjadi tenar. Namun kejayaannya kemudian menurun setelah menghadapi kendala perekrutan penari pada saat itu. Begitu juga dengan perangkat gamelannya yang terbuat dari rindik bambu yang semula milik Banjar, kemudian pernah ditangani oleh pemuda sampai akhirnya salah seorang anggota sekaa mempunyai ide untuk memperbarui gamelannya yang telah rusak dan mengambil alih statusnya sebagai milik pribadi. Berdasarkan uraian diatas, penulis ingin membuat suatu produk yang dapat dipelajari oleh generasi muda dan dapat dilestarikan melalui media video. Penulis akan mengangkat tari Leko yang ada di Desa Sibang Gede Kecamatan Abiansemal dengan Sanggar Panji Kumara sebagai mitra dan akan dikembangkan dalam bentuk video pembelajaran. Pengembangan video pembelajaran ini bertujuan untuk memberikan ilmu baru serta memberikan pemahaman terhadap generasi muda terkait adanya tari Leko yang merupakan tarian klasik peninggalan leluhur yang dapat dilestarikan dan di budidayakan agar tidak punah dengan melalui video Media video memungkinkan pembelajaran lewat sinyal audio yang dikombinasikan dengan gambar bergerak. Kemampuan video dalam memvisualisasikan materi sangat efektif dalam menyampaikan materi yang bersifat dinamis. Materi memerlukan visualisasi wajah dan situasi lingkungan yang disajikan melalui pemanfaatan teknologi video (Daryanto, 2016:. Pada tahap ini, peran media sangat dibutuhkan dalam pembelajaran, perkembangan media tidak lagi dipandang sebagai sekedar alat bantu, namun sudah menjadi bagian penting dalam sistem Menurut Kemp dan Dayton . Meninjau dari kontribusi media pembelajaran terhadap suatu kegiatan belajar mengajar, tentunya sangat penting juga jika media pembelajaran yang kreatif serta inovatif dapat diciptakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di lokasi penulis melakukan kegiatan penelitian yaitu di Sanggar Panji Kumara. Sanggar Panji Kumara merupakan salah satu sanggar yang terdapat di Desa Dauh Yeh Cani Ni Ketut Putri Anggi Maharani. Ni Wayan Iriani, & Reni Anggraeni Kecamatan Abiansemal. Terletaknya sanggar ini kebih tepatnya di Br. Banjaran Jl. Terompong No. 43 Abiansemal Dauh Yeh Cani. Terdapat sekitar 70 peserta didik yang masih aktif mengikuti kegiatan di Sanggar Panji Kumara Ini. Sanggar Tari Panji Kumara ini tidak hanya membuka les untuk tari namun juga membuka les tabuh tradisional Bali. Sanggar ini dulunya banyak diminati oleh kalangan masyarakat dan Sanggar ini juga banyak mencetak seniman Ae seniman yang akhirnya ikut mendirikan Sanggar di antar Banjar Ae banjar, dengan secara sadar dapat melestarikan seni dan budaya yang ada di Indonesia khususnya di Bali. Media pembelajaran tersebut nantinya akan menjelaskan baik secara sejarah, ragam gerak, struktur ragam gerak, perlengkapan make up yang digunakan, proses tata rias, perlengkapan busana, proses pemakaian busana, pola lantai, dan bentuk tarian secara utuh, dimana seluruh materi tersebut akan disimpan melalui alat yaitu DVD (Digital Video Dis. Media DVD yang sudah berisikan video pembelajaran tari Leko yang ada di Desa Sibang Gede dan akan dibagikan kepada pihak yang mudah dijangkau oleh penulis seperti mitra yaitu Sanggar Panji Kumara Mengingat para penggiat seni yang cukup banyak dan tidak dapat dijangkau jika menggunakan media DVD saja, maka dari itu produk yang dikembangkan juga akan di unggah pada sebuah situs web berbagi video atau biasa disebut dengan youtube, karena dapat memudahkan banyak pihak dengan mengakses video pembelajaran ini dimanapun, kapanpun serta oleh siapapun. Dengan kelengkapan materi yang dipaparkan dalam video pembelajaran tersebut, maka pengguna khususnya bagi anggota atau peserta didik Sanggar Panji Kumara akan lebih mudah untuk mengoperasikan dan juga memahami secara detail terkait tari Leko yang ada di Desa Sibang Gede. METODE Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal (Sanjaya, 2010: Dalam tugas akhir Projek Independen ini, penulis menggunakan jenis data kualitatif dan kuantitatif yang digunakan, metode yang digunakan untuk merancang sebuah video pembelajaran yaitu metode Research and Development serta metode Pengumpulan Data dengan model prosedural. Research and Development (R&D) merupakan proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada. Penelitian pengembangan merupakan salah satu jenis penelitian yang dapat menjadi penghubung atau pemutus kesenjangan antara penelitian dasar dengan penelitian terapan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan empat metode, yakni observasi, wawancara studi dokumentasi dan angket kuisioner. Medium merupakan istilah yang erat dikaitkan dengan alat dan bahan dasar, penerbitan yang memuat informasi dijadikan acuan dasar disebut juga medium. Medium yang digunakan dalam Projek Independen ini, seperti panggung, sound, alat make up, kostum dan properti. Sedangkan media yang digunakan yakni handphone, laptop, lightning, microfon, kamera dan buku. HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah dan Perkembangan Tari Leko Banjar Parekan Desa Sibang Gede Tari Leko, merupakan perkembangan dari tari Joged. Tari- tarian lain yang sejenis yang juga merupakan perkembangan tari Joged, adalah : Joged Tongkohan. Joged Pingitan. Joged Gudegan. Andir. Gandrung, dan Joged Bumbung. Kapan. Lego tersebut muncul, belum didapatkan data yang Ni Ketut Putri Anggi Maharani. Ni Wayan Iriani, & Reni Anggraeni Tetapi tari Joged sebagai induknya, muncul setelah terciptanya, tari Legong. Namun yang pasti, tari Joged telah ada sebelum tahun 1800-an. Tari Leko yang terdapat dan berkembang di Banjar Parekan Desa Sibang Gede Kecamatan Abiansemal ini merupakan warisan budaya secara turun menurun. Tari ini merupakan kelanjutan dari tari Joged Udegan (Gudega. Joged Udegan tersebut pernah ada di desa Sibang Gede: sekitar tahun 1925 dipelihara serta diayomi oleh keluarga-keluarga puri . olongan satri. Ketika itu, fungsi tari tersebut adalah sebagai hiburan, baik untuk menghibur keluarga puri itu sendiri, maupun 'untuk menghibur tamu-tamu mereka. Salah satu Banjar yang dipercayakan oleh keluarga puri untuk membentuk seka . Joged Udegan, adalah banjar Parekan. "Parekan" artinya "abdi". Rupa-rupanya, anggota banjar tersebutlah merupakan abdi-abdi utama golongan Ada sesuatu yang menarik dalam tari Joged Udegan ini, khususnya bagi kaum remaja, adalah terdapatnya bagian paibingan . enari bersama pasanga. yang cukup bebas. Pasangan penari laki, boleh memangku, mencium bahkan diperkenankan mengajak penari Joged tersebut ke luar arena, dan mengajaknya kencan di tempat gelap atau remang-remang. Lama-kelaman, timbul kesadaran dari tokoh-tokoh puri, bahwa situasi ngibing yang terlalu bebas seperti itu, lebih lebih banyak menimbulkan hal-hal negatif. Maka untuk selanjutnya dalam paibing ibingan, para pasangan penari. laki hanya diperkenankan menirukan gerakan-gerakan penari Joged tersebut seperti, goyang pinggul, melirik, maupun saling lempar senyum. Namun tetap dalam batas-batas Selanjutnya, tari Joged yang lebih etis inilah disebut tari Leko. Masa jaya yang pernah dialami oleh seka tari Leko tersebut sekitar tahun 1941-1948. Mereka sempat pentas sampai ke luar desa Sibang gede, seperti desa Blahkiuh. Mambal. Mengwi. Ubung. Sading, bahkan pernah sampai ke luar Kabupaten Badung, yakni Kabupaten Klungkung. Setelah tahun 1948, seka tari ini mulai mengalami masa surut Sebabnya, antara lain. beberapa penari memasuki jenjang perkawinan, sementara itu penggantinya sulit dicari. Namun menjelang tahun 1965 seka tari Leko tersebut hidup kembali, disebabkan adanya persaingan antara partai-partai politik pada waktu itu. Tetapi setelah meletus pemberontakan G 30 S PKI. 1965, kesenian tersebut surut kern bali, mungkin disebabkan karena semangat kompetisi tidak lagi sehebat Masa suram ini berlangsung cukup lama, sampai adanya uluran tangan pemerintah daerah TK. Badung. Pada tahun 1984, kesenian Leko tersebut dihidupkan kembali, yang mendapat dukungan penuh dari masyarakat banjar Parekan. Akhirnya, tanggal6 juni 1984 dipentaskan kesenian tersebut kembali, bertempat di balai Banjar Parekan, dengan disaksikan oleh Bupati Kdh. IIBadung. Kepala Kantor Depdikbud. Kabupaten Badung. Utusan KanwilDepdikbud. Provinsi Bali, serta masyarakat desa Sibang gede. Sejak itu pula kesenian tersebut, terdaftar sebagai salah satu tari pergaulan Bali, di Kandep. Depdikbud. Kabupaten Badung. Namun kini keadaan tari Leko mungkin dapat dikatakan, "tidak hidup, tetapi juga tidak mati". Artinya, sewaktu-waktu apabila diperlukan, para penari Leko tersebut dapat saja dikonsolidasikan kembali. Hanya saja gambelannya yang tersebut dari bambu, sudah banyak yang rusak. Iringan Tari Leko Banjar Parekan Desa Sibang Gede Gambelan . pengiring tari Leko terdiri atas seperangkat gambelan "rindik" atau "tingklik" . ambelan terbuat dari bamb. Jenis-jenis instrumennya terdiri dari : Ni Ketut Putri Anggi Maharani. Ni Wayan Iriani, & Reni Anggraeni Pengugal tungguh . Penyangsih 1 Lungguh . Barangan 4 tungguh . Jegogan 2 tungguh . Kempul 1 buah Kendang 1 buah Kempli 1 buah: Gambar 1 Iringan Tari Leko (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Adapun gending . yang dipakai atau diperdengarkan pada pertunjukan tari Leko tersebut Tabuh pembukaan merupakan gending-gending pengalang dan gending alas arum. Tabuh pengiring condong, dipakai gending condong. Gending Kupu-kupu Tarum, merupakan gending yang diambil dari cerita Kupu- kupu Tarum. Gending Onte bagian gending yang menceritakan tentang penari pria dan wanita Tabuh paibing-ibingan, dipakai tabuh papeson, yakni sebelum "nyawat" . penonton, kemudian tabuh paibing-ibingan, pada saat adegan ngibing . erjoged bersam. Tabuh Penutup merupakan gending penutup atau sebagai akhir dari pementasan Ragam Gerak secara umum tari Leko Banjar Parekan Desa Sibang Gede Bagian Kepala Nyelier Bagian sebelah mata dikecilkan serta diikuti dengan kipekan halus Gambar 2 Nyelier (Dokumentasi: Putri Anggi 20. Ni Ketut Putri Anggi Maharani. Ni Wayan Iriani, & Reni Anggraeni Nelik Gerakan ke-dua bola mata yang dibuka secara lebar Gambar 3 Nelik (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Seledet Gerakan ke-dua bola mata ke samping kanan atau kiri diikuti dengan dagu. Gambar 4 Seledet (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Cegut Gerakan dagu yang mengangguk ke bawah Gambar 5 Cegut (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Uluwangsul Gerakan kepala yang membentuk angka delapan Gambar 6 Uluwngsul (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Ngotag dagu Gerakan dagu ke kanan dan kekiri dengan cepat, kemudian diikuti dengan kepala Gambar 7 Ngotag dagu (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Ni Ketut Putri Anggi Maharani. Ni Wayan Iriani, & Reni Anggraeni Bagian tangan Jeriring Jari- jari tangan digerakkan ke kanan dan ke kiri, kemudian ibu jadi dilipat Gambar 8 Jeriring (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Ngukel Pergelangan tangan diputar kedalam dengan posisi tangan jeriring dan ibu jari dilipat Gambar 9 Ngukel (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Ngeliput Gerakan kipas yang diputar, namun dilakukan dengan memutar pergelangan tangan Gambar 10 Ngeliput (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Ngekes Tangan yang membawa kipas terbuka kemudian menempel di dada Gambar 11 Ngekes (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Ni Ketut Putri Anggi Maharani. Ni Wayan Iriani, & Reni Anggraeni Ngepel Pergelangan tangan yang ditekuk kedalam kemudian arah kipas mengarah kebelakang Gambar 12 Ngepel (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Mungkah Lawang Gerakan tangan membuka ke samping kanan dan kiri, seperti membuka tirai. Gambar 13 Mungkah Lawang (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Agem kanan Tangan kanan sirang mata, tangan kiri sirang susu, kemudian kaki kiri serong ke ujung kiri lalu kaki kanan lurus kesamping di belakang kaki kiri dengan jarak 1 genggam Gambar 14 Agem Kanan (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Agem kiri Tangan kiri sirang mata, tangan kanan sirang susu, kemudian kaki kanan serong ke ujung kiri lalu kaki kiri lurus kesamping di belakang kaki kiri dengan jarak 1 genggam Gambar 15 Agem Kiri (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Ni Ketut Putri Anggi Maharani. Ni Wayan Iriani, & Reni Anggraeni Ngenjet Gerakan badan naik turun dengan tempo yang sedikit cepat. Gambar 16 Ngenjet (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Ngitir Pinggul yang digoyangkan ke kanan dan ke kiri dengan tempo yang cepat Gambar 17 Ngitir (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Nyakub Bawa Posisi tangan kanan yang dikepalkan membawa kipas, telapak tangan kiri menempel di bawah tangan kanan Gambar 18 Nyakup Bawa (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Ombak Angkel Gerakan tangan ke kanan dan ke kiri, dengan posisi ngagem Gambar 19 Ombak Angkel (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Ni Ketut Putri Anggi Maharani. Ni Wayan Iriani, & Reni Anggraeni Ngumbang Gerakan berjalan kepojok kanan dan kepojok kiri belakangan Gambar 20 Ngumbang (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Bagian kaki Metimpuh Gerakan kaki bersimpuh Gambar 21 Metimpuh (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Piles Gerakan pergelangan kaki yang diputar setengah lingkaran mengarah ke dalam Gambar 22 Piles (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Meserot Gerakan kaki yang menempel dengan lantai kemudian maju kedepan membentuk agem. Gambar 23 Meserot (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Ni Ketut Putri Anggi Maharani. Ni Wayan Iriani, & Reni Anggraeni Mekecog Gerakan kedua kaki meloncot kekanan atau ke kiri Gambar 24 Mekecog (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Tayung Gerakan salah satu kaki yang bersentuhan dengan lantai kemudian di bawa kebelakang membentuk setengah lingkaran. Gambar 25 Tayung (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Nyerigsig Gerakan perpindahan kaki ke kanan dan ke kiri secara cepat Gambar 26 Nyerigsig (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Pola Lantai Pada video pengembangan hasil rekonstruksi ini terdapat beberapa tarian yang menggunakan pola lantai yaitu. Tari Kupu-kupu Tarum. Tari Goak Manjus, dan Tari Onte Leko. Namun pada tarian Condong Leko hanya mempergunakan penguasaan panggung, karena penarinya tunggal dan pada bagian paibing- ibingan atau pada bagian Joged hanya melakukan improvisasi karna penari mengajak salah satu audiens melakukan Gerakan yang mengikuti penari Ni Ketut Putri Anggi Maharani. Ni Wayan Iriani, & Reni Anggraeni Pola Lantai Condong Leko Tabel 1. Pola Lantai Tari Condong Leko Gambar Keterangan Pada tari Condong Leko ini tidak mempergunakan banyak pola lantai, karena dari segi tarian hanya ditarikan tunggal dan hanya menggunakan penguasaanpanggung Pola Lantai Tari Kupu-Kupu Tarum Tabel 2. Pola Lantai Tari Jupu-Kupu Tarum Gambar Keterangan Pada bagian pengawit penari di awali dengan metimpuh atasu bersimpuh,menggunakan pola lantai bersebelahan samping kanan dan kiri Kemudian masuk kedalam bagain pengawak penari mulai mengambil posisi berahap- hadapan, posisi penari 1 menghadap ke penari 2, begitu juga sebaliknya dengan penari Pada bagian pengawak masuk ke bagian pekaad penari akan saling membelakangi. Masuk kedalam bagian pekaad para penari akan mengahadap ke belakang secara bersamaan. Setelah mengahadap kebelakang penari akan mengahadap kedepan secara bersamaan hingga melakukan tarian sampai Pola Lantai Tari Goak Manjus Tabel 3. Pola Lantai Tari Goak Manjus Gambar Keterangan Pada bagian pengawit penari di awali dengan metimpuh atasu bersimpuh, menggunakan pola lantai bersebelahan samping kanan dan kiri Pada bagian pengawak masuk ke bagian pekaad penari akan saling berhadapan. Masuk kedalam bagian pekaad para penari akan mengahadap ke belakang secara bersamaan. Ni Ketut Putri Anggi Maharani. Ni Wayan Iriani, & Reni Anggraeni Setelah mengahadap kebelakang penari akan mengahadap kedepan secara bersamaan hingga melakukan tarian sampai Pola Lantai Tari Onte Leko Tabel 4. Pola Lantai Tari Onte Leko Gambar Keterangan Pada bagian pengawit penari di awali dengan bergerak mengahadap kedepan secara bersamaan. Kemudian penari melakukan Gerakan dengan bergantian mengahdap ke depan, dan mebgahadap ke belakang. Selanjutnya dalam bagian pengewak penari akan melakukan gerakan yang berahadapan. Kemudian penari akan beregerak dan melakukan pola lantai yang saling membelakangi. Penarikembali mekalukan gerakan mengahdap ke depan dan kebelakang . Masuk kedalam bagian pekaad, penari akan menghadap kebelakang secara bersamaan. Setelah mengahadap kebelakang penari akan mengahadap kedepan secara bersamaan hingga melakukan tarian sampai Pola Lantai Tari Joged (Paibing-ibinga. Tabel 5. Pola Lantai Tari Joged Gambar Keterangan Pada tari Joged Leko ini tidak mempergunakan pola lantai, karena dari segi tarian hanya ditarikan tunggal dan hanya melakukan improvisasi pada bagian pola lantai. Tata Rias dan Busana Tari Leko Tata rias adalah seni menggunakan kosmetik untuk merias wajah agar menyempurnakan penampilan penari. Tari Leko menggunakan tata rias putri halus. Dalam tata rias putri hasul biasanya menggunakan eyeshadow kuning, merah dan biru. Kemudian bentuk alis pada tata rias Ni Ketut Putri Anggi Maharani. Ni Wayan Iriani, & Reni Anggraeni putri halus ini sama sepeti alis pada umumnya yaitu alis melengkung, namun pada tata rias tari Leko ini ditambahi dengan cundang, gecek dan taleng kidang. Perlengkapan Perlengkapan tari Leko : Beauty water . gar make- up tahan lam. Foundation Cryolan No. 04 W . ebagai dasar make- u. Bedak tabur merah . erfungsi sebagai pengunci dari foundatio. Bedak fanbo No. igunakan sebagai countur wajah agar terlihat tiru. Minyak Tanco . igunakan sebelum penggunaan eyeshadow, agar eyeshadow mau melekat dengan sempurn. Pidih Hitam . ntuk mengisi bagian arsisan alis dan mengisi bagian taling kidan. Eyeshadow Kuning. Merah, dan Biru . uning diaplikasian paling atas kemudian merah dan yang terakhir biru. Agar mata penari terlihat lebih tega. Pidih Putih . ebelum pengaplikasian eyeshadow kuning, oleskan sedikit pidih putih, gunanya agar eyeshadow kuning terlihat lebih cera. Lem Bulu Mata . igunakan pada alis agar alis mau tertidur dan menjadi rapi, serta diaplikasikan dalam pemakaian bulu mata palsu. Eyeliner Mermaid . igunakan untuk membuat alis serta mempertegas mata dan pembuatan cundan. Eyeliner Spidol . engaplikasian eyeliner spidol digunakan pada saat membuat eyeliner mata, gunanya agar cepat kerin. Acrylic . igunakan pada pembuatan gecek tengah, samping kanan dan kir. Eyeliner Pensil . igunakan untuk membentuk taling kidan. Bedak Fanbo No. igunakan untuk membuat gradasi pada hidung agar terlihat . Kuas arsir . enggunaan kuas arsis sebagai alat untuk membuat warna pada make-up tampak lebih indah, bergradasi dan rapi. Kuas Eyeshadow . igunakan pada saat pengaplikasian eyeshado. Lipstik . ada langkah terakhir penggunaan lipstik di bagian bibir penari agar make-up tampak inda. Tata Rias Leko Gambar 27. Tata rias tari Leko (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Ni Ketut Putri Anggi Maharani. Ni Wayan Iriani, & Reni Anggraeni Perlengkapan Busana Tari Leko Gambar 28 Tata busana tari Leko (Dokumentasi: Putri Anggi 2. Tabel 6. Busana Tari Leko Gambar Keterangan Gelungan tari Leko yang memiliki ciri khas pada bagain belakang gelungan, pada semua penari menggunakan gelungan yang sama. Topi Onte yang dibawakan oleh penari onte yang memerankan sebagai laki-laki Subeng yang digunakan pada telinga semua penari Kipas prada yang digunakan oleh semua penari, hanya pengibing yang tidak menggunakan kipas prada Baju lengan panjang Legong yang digunakan oleh semua penari Leko - Kamen prada hijau . igunakan oleh penari Kupu-Kupu Tarum. Onte dan Joge. - Kamen prada merah . igunakan pada oleh penari Condon. - Kamen prada ungu . igunakan oleh penari Goak Manju. Ni Ketut Putri Anggi Maharani. Ni Wayan Iriani, & Reni Anggraeni Sabuk lilit Prada yang digunakan oleh semua penari Leko Lamak yang digunakan oleh semua penari Leko Oncer yang digunakan oleh semua penari Leko Tutup dada yang digunakan oleh semua penari Leko Badong yang digunakan oleh semua penari Leko Gelang kana yang digunakan oleh semua penari Leko Estetika Karya Estetika adalah salah satu ilmu yang mempelajari mengenai segala sesuatu yang memiliki kaitan dengan keindahan dan mempelajari seluruh aspek yang disebut sebagai keindahan (A. Djelantik,2002:. Estetik karya yang disajikan dengan video pembelajaran ini. Gerak Gerak tari dalam video pembalajaran yang dibuat memiliki keindahan dan ciri khasnya tersendiri yaitu pada saat bagian ngitir di tempat yang dimana gerakan ini tampak terlihat sangat seksi dan erotis namun tetap dalam pakem tari Leko. Ciri khas gerak ini hanya ada dalam tari Leko yang ada di Desa Sibang Gede. Iringan Iringan tari Leko yang terdapat dalam video pemlejaran memiliki permainan tempo yang indah dan miliki irama yang khas. Gamelan yang digunakan juga memiliki kekhasannya tersendiri baik dari segi gending yang hasilkan sangat unik. Tata Rias dan Tata Busana Tata rias dan busan tari Leko yang terdapat pada video pembelajaran memiliki ciri khasnya masing-masing yang jarang ditemukan pada tarian lain. Contohnya pada gelungan tari Leko yang Ni Ketut Putri Anggi Maharani. Ni Wayan Iriani, & Reni Anggraeni memilki ciri khas tersendiri pada bagian belakang gelungan dan tarian ini juga menggunakan topi pada saat bagian Onte. Keotentikan Karya Dibuktikan dengan surat pernyataan keoriginilitas karya yang ditandatangani penulis dan disahkan oleh pihak Institut Seni Indonesia Denpasar PENUTUP Dalam penelitian ini, pengembangan video pembelajaran hasil rekonstruksi Tari Leko di Banjar Parekan. Desa Sibang Gede, menjadi contoh efektif dalam mengintegrasikan teknologi dengan pelestarian budaya lokal. Proses rekonstruksi Tari Leko berhasil menggabungkan upaya pelestarian tradisi dengan inovasi media pembelajaran yang lebih mudah diakses, terutama oleh generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat lokal, khususnya para pelaku seni dan budayawan, sangat penting untuk mempertahankan keaslian dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tari tersebut. Video pembelajaran ini juga berpotensi sebagai sarana pemberdayaan masyarakat dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya mereka ke dunia internasional. DAFTAR RUJUKAN Denpasar. Mudra Jurnal Seni Budaya. Denpasar: Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Denpasar. Dwishiera. Kusumawardani. Buku Panduan Guru Seni Tari. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Muryanto. Mengenal Seni Tari Indonesia. Semarang: Alprin Robby Hidayat. Pengetahuan dan Pratikum Koreografi Bagi Guru. Jawa Timur: Surya Pena Gemilang Sudarsono. Seni Pertunjukan Indonesia Di Era Globalisasi. Gadjah Mada University Press Amri. Sofan, 2013. Pengembangan &Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Jakarta: Prestasi Pustaka Daryanto, 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: Gava Media. -Dibia. I Wayan. Seni Pertunjukan Bali. Bali: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia. Djelantik. Pengantar Dasar Ilmu Estetika Jilid EstetikaInstrumental. Denpasar: STS! Denpasar. Dwi Putrayana. I Dewa. skripsi "Pengembangan Video Pembelajaran Tari Satya Bhrasta Di SMK Negeri 3 Sukawati". Denpasar: ISI Denpasar. Esha Pratiwi. Ni Wayan. skripsi "Pengembangan Video Pembelajaran Tari Puspanjali Di Sekolah Dasar Negeri 1 Singapadu Kaler-Gianyar". Denpasar: ISI Denpasar. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Jakarta: Pusat Bahasa. DepartemenPendidikan Nasional Indonesia. Miarso. Yusufhadi, dkk. Teknologi Komunikasi Pendidikan. Pengertian dan Penerapannya di Indonesia. Jakarta: CV Rajawali. Munadi. Yudhi. Media pembelajaran. Jakarta: Referensi. Musfigon,2012. Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. Jakata: PT. Prestasi Pustakaraya. Gusti ayu Kadek. skripsi "Pengembangan Pembelajaran Tari Tuna Jaya Di Yayasan Sanggar Tari Bali Warini Denpasar*. Denpasar: IST Denpasar. Riyana. Cheppy. Pedoman Pengembangan Media Video. Jakarta: P3AI Rohman & Amri. Strategi & Desain Pengembangan Sistem Pembelajaran. Jakarta: Prestasi Pustakarya.