JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 UPAYA PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DENGAN EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWA DI YOGYAKARTA Priyani Haryanti. Ratna Puspita Adiyasa. Stikes Bethesda Yogyakarta priyani@stikesbethesda. adiyasa@stikesbethesda. Abstract Background: Early marriage is a national and global issue. The negative impacts of early marriage on adolescents include emotional distress, divorce, suicide, and risky Preliminary studies on social media revealed that the number of marriages among adolescents is increasing every year, with most cases attributed to unintended pregnancies. The author conducted educational sessions with high school students to enhance their knowledge about reproductive health and the prevention of early marriage. Method: Education was provided through discussions and games at a vocational high school in Yogyakarta. Materials on reproductive health and the prevention of early marriage were presented to students using PowerPoint and a sound system. The process included a pre-test, education, post-test, and games, all conducted over a two-hour period. After completion, the evaluation results were analysed using frequency distribution. Results: Education on reproductive health and prevention of early marriage was well received by the students. They actively participated in the process from start to finish, responding to the discussion content. Conclusion: There was an increase in scores before and after education among students at the Cipta Bhakti Husada Health Vocational School in Yogyakarta. Keywords: prevention, early marriage, education, students PENDAHULUAN Pernikahan dini merupakan isu Prevalensi perkawinan anak di Indonesia cukup tinggi, terutama di daerah pedesaan menimbulkan isu-isu penting di bidang seperti Jawa dan Madura, di mana kendala pembangunan sosial, hak asasi manusia, dan budaya, ekonomi, dan sosial merupakan kesehatan masyarakat. Berdasarkan data faktor dominan (Setiadi, 2. Pernikahan diperkirakan lebih dari 650 juta anak dini di Indonesia mencapai 16,36% dimana perempuan di seluruh dunia menikah 46,61% menikah di usia sebelum 18 tahun sebelum usia 18 tahun, dengan satu dari lima anak menikah sebelum usia 15 tahun (Rahayu & Wahyuni, 2. Pendidikan JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 Pernikahan dini dianggap sebagai Penelitian menunjukkan bahwa komunitas, layanan kesehatan reproduksi, pernikahan dini pada perempuan dikaitkan serta perawatan maternitas dan anak dalam profesi keperawatan. Fenomena yang terjadi obstetrik, termasuk kelahiran prematur, berat peningkatan dispensasi usia pernikahan dini badan lahir rendah, dan anemia selama di Yogyakarta meningkat sejak 2018 dari kehamilan (Sezgin & Punamyki, 2. 294 menjadi 312 (Aryati et al. , 2. Faktor Lebih lanjut, pernikahan dini meningkatkan yang diduga menjadi penyebab adalah factor kerentanan terhadap gangguan kesehatan lingkungan, ekonomi, seks bebas, remaja mental, termasuk depresi, kecemasan. PTSD, yang terlibat dalam pergaulan bebas, dan bunuh diri, terutama jika dikaitkan minimnya pendidikan, dukungan keluarga, dengan kekerasan dalam rumah tangga dan teman sebaya dan informasi (Aryati et al. kehamilan remaja (Sezgin & Punamyki. Pramitasari & Megatsari, 2. Selain itu, penelitian kualitatif yang Berbagai upaya pemerintah sudah dilakukan dilakukan di Iran mengungkap aspek yang dengan dibuatnya usia minimal menikah 19 lebih komprehensif dari dampak negatif tahun, wajib belajar 9 tahun dan edukasi pernikahan dini, seperti isolasi sosial, melalui pusat pelayanan kesehatan. Namun, tekanan psikososial, keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Informasi dari social media Pemda DIY serta beban kewajiban rumah tangga di usia . menjelaskan jika pernikahan dini di muda (Yoosefi Lebni et al. , 2023. Norma Yogyakarta tahun 2023 sebanyak 632, tahun budaya dan agama seringkali memperkuat 2022 sebanyak 751 dan tahun 2020 sebanyak 948 kasus. Sebagian besar 84% mekanisme koping bagi keluarga yang dari 632 kasus disebabkan karena kehamilan (Setiadi, 2. Karena melakukan edukasi pada siswa sekolah menengah kejuruan dengan tujuan untuk METODE PENELITIAN Kegiatan karena adanya permohonan dari salah satu pernikahan dini. Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan Penekanan pada pernikahan dini Cipta Bhakti Husada untuk memberikan sangat relevan bagi kesehatan reproduksi materi tentang kesehatan reproduksi. Materi diberikan dalam waktu 2 jam dengan jumlah JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 peserta sebanyak 36 siswa. Siswa dibagi USIA dalam dua kelas, sehingga pada 60 menit Usia 17 pertama di kelas A dan 60 menit terakhir Usia 18 Usia 19 dikelas B. Materi berisi tentang definisi, laki-laki perkembangan organ reproduksi, faktorfaktor Diagram 2. Usia Partisipan reproduksi, pernikahan dini, faktor yang Tabel 1. Pengetahuan Partisipan mempengaruhi pernikahan dini, bahaya Pre-test pernikahan dini dan upaya pencegahan pernikahan dini. Edukasi diberikan dengan Pada saat pelaksanaan siswa di Berdasarkan hasil analisis diagram berikan game, pre-test, materi dan post-test. diperoleh hasil jika sebagian besar partisipan adalak anak perempuan 32 . %). Setelah semua proses edukasi selesai Anak perempuan yang berpendidikan tinggi dilaksanakan maka dilanjutkan dengan Beda rata-rata Sumber: Data Primer, 2025 menggunakan media power point, video dan Kuesioner Post-test cenderung tidak menikah muda. Salah satu pendidikan yang rendah (Setiadi, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada Untuk meningkatkan daya tawar mereka, remaja perempuan sangat penting untuk karakteristik responden yang meliputi jenis mendapatkan pendidikan atau pelatihan kelamin dan usia pertisipan. Hasil evaluasi Otonomi dan ketahanan remaja pre-test dan post-test disajikan pada tabel 1 perempuan terhadap tekanan teman sebaya atau keluarga untuk menikah muda akan Jenis Kelamin tumbuh jika mereka mendapatkan pelatihan keterampilan hidup, keterampilan ekonomi, dan ruang aman (Setiadi, 2. Selain itu, sebuah studi menunjukkan bahwa untuk Perempuan Laki-laki mendukung usia minimum menikah dan meningkatkan kesadaran akan dampak Diagram 1. Jenis Kelamin Partisipan jangka panjangnya, inisiatif nasional dan JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 lokal yang ditujukan kepada masyarakat umum diperlukan (Yoosefi Lebni et al. Menurut Efevbera & Bhabha . , masyarakat, dan keluarga diperlukan untuk pencegahan harus didasarkan pada gagasan pencegahan yang efektif, sebagaimana kesetaraan gender dan hak-hak anak untuk diuraikan dalam (Yoosefi Lebni et al. , 2. menjamin bahwa kebijakan dan intervensi Kelompok fokus, pelatihan kader, dan forum bukan hanya sekadar tindakan simbolis pendidikan masyarakat digunakan untuk tetapi benar-benar melindungi populasi pengabdian masyarakat ini adalah kelas Diagram 2 menunjukkan sebagian Partisipan sepuluh Sekolah Menengah Atas. Salah satu besar berusia 18 tahun 27 . %). Kelompok remaja yang menjadi partisipan dalam edukasi adalah siswa yang masih aktif duduk pendidikan yang rendah, menurut penelitian di kelas dua sekolah menengah kejuruan. Setiadi . pengetahuan siswa akan Edukasi dilakukan dalam rangka mencegah berkembang sebagai hasil dari peningkatan pernikahan di usia kurang dari 19 tahun. pemahaman mereka terhadap materi baru Rata rata usia ini berbeda dengan studi yang dibawa oleh pendidikan tinggi. Salah sebelumnya yang memberikan intervensi satu strategi untuk mencegah pernikahan pada kelompok usia 15 tahun (Musawar, dini adalah dengan mempromosikan literasi Sebuah studi menyatakan jika usia menengah atas memiliki resiko 21,35 kali Edukasi diberikan selama 90 menit dengan ppt, video dan game. Materi yang mahasiswa (AOR 21. 95% CI 2. diberikan adalah kesehatan reproduksi dan . (Fitria et al. , 2. Pentingnya pernikahan dini. Pendidikan telah terbukti melibatkan partisipan yang lebih muda menjadi salah satu cara terbaik untuk untuk mencegah pernikahan usia dini. menghindari pernikahan dini. Meningkatkan Hasil evaluasi pada table 1. diperoleh beda pengetahuan remaja putri tentang bahaya sebelum dan sesudah edukasi sebanyak psikologis dan fisik pernikahan dini dapat Hasil ini sejalan dengan penelitian mendorong mereka untuk meninggalkan praktik tersebut dan memilih untuk belajar keluarga dan akses informasi berhubungan penelitian oleh (Yoosefi Lebni et al. , 2. dengan pernikahan usia dini (Pramitasari & Pendidikan berbasis bukti sangat penting Megatsari, 2. Strategi lintas sektoral bagi siswa sekolah menengah kejuruan di JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 usia akhir remaja. Berbagai macam media Remaja putri di pedesaan Jawa menerima pernikahan dini sebagai hal yang "normal" Haryanti et al. , . 3, 2. Retang et al. , . dalam studinya (Setiadi, 2. Namun, sudut pandang ini mengembangkan aplikasi kesehatan dan dapat diubah dengan strategi pendidikan yang tepat, terutama jika disajikan secara kontekstual, interaktif, dan peka terhadap Siswa Hal informasi menggunakan ppt dan video dimana pemerintah perlu hadir dengan kemudian mulai membuat keputusan pribadi kebijakan pendidikan kesehatan reproduksi tentang masa depan. Oleh karena itu, strategi di tingkat dasar. Kurikulum, kegiatan pencegahan pernikahan dini secara langsung ekstrakurikuler berbasis gender, program dipengaruhi oleh peningkatan kesadaran bimbingan dan konseling serta program pada kelompok demografi ini. Siswa di sekolah ramah remaja merupakan bagian sekolah menengah kejuruan menunjukkan kesadaran yang lebih besar tentang berbagai pernikahan usia dini (Setiadi, 2. Proses bahaya pernikahan dini setelah penerapan pembongkaran nilai-nilai dan adat istiadat intervensi pendidikan. Hal ini sejalan patriarki yang mendorong pernikahan dini dengan penelitian oleh Sezgin & Punamyki tercermin dalam perluasan pengetahuan di . pengabdian masyarakat ini akan menerima kalangan siswa sekolah menengah kejuruan. Hal ini menawarkan titik awal yang krusial meningkatkan risiko masalah kesehatan untuk memajukan transformasi sosial yang mental termasuk PTSD, kecemasan, dan Untuk mengubah perilaku komplikasi kehamilan dan kekerasan dalam rumah tangga. Siswa yang mendapatkan pengetahuan sangatlah penting. Selain itu, pernikahan dini merampas potensi penuh bahaya dan membuat strategi perlindungan remaja dan melanggar hak-hak anak. pribadi yang berpengetahuan (Yoosefi Lebni Efevbera & Bhabha . mengklaim et al. , 2. bahwa istilah "pernikahan anak perempuan" digunakan secara global untuk menyoroti JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 dimensi gender dan pelanggaran hak-hak kesehatan mereka jika mereka memiliki anak, yang perlu dicegah melalui regulasi akses ke informasi yang memadai (Fitria et dan pendidikan yang ketat. , 2. Berbagai masalah sosial ekonomi. Keberhasilan strategi pengajaran termasuk perceraian dini, kekerasan dalam rumah tangga, kemiskinan sistemik, dan peningkatan skor pengetahuan. Materi yang putus sekolah, seringkali disebabkan oleh kami berikan sejalan dengan penelitian . komponen penting dalam memutus rantai pendekatan pendidikan kontekstual yang permasalahan sosial yang lebih besar dengan mengajarkan tentang peran gender, bahaya kehamilan remaja, dan kekerasan dalam permasalahan ini di kalangan siswa sekolah rumah tangga dapat membantu mencegah menengah kejuruan (Fitria et al. , 2. pernikahan dini dengan mendorong remaja Remaja untuk berpikir kritis tentang cara mengatasi tekanan sosial dan budaya. Salah satu memahami bahaya sosial, psikologis, dan strategi utama adalah memberikan edukasi biologis dari menikah muda. Fitria et al. menemukan korelasi langsung antara reproduksi, risiko pernikahan dini, dan pendidikan dan risiko menikah muda. Menurut Anam. Intervensi Remaja yang berpendidikan lebih tinggi cenderung menunda pernikahan karena Yoosefi Lebni et al. , . mereka memiliki akses ke lebih banyak informasi, mampu membuat keputusan kontrasepsi dan kehamilan sehat bagi sendiri, dan menyadari hak-hak reproduksi perempuan muda yang berisiko atau telah mereka (Fitria et al. , 2. Pendidikan juga menikah dini. memberikan landasan bagi remaja untuk Teori modal manusia menyatakan memahami pentingnya perencanaan hidup, bahwa pendidikan meningkatkan harga diri seseorang dengan memperoleh informasi dan keterampilan yang berguna dalam keputusan pribadi seperti pernikahan. Selain itu, menurut teori pilihan rasional, remaja KESIMPULAN akan lebih siap untuk mempertimbangkan Edukasi yang diberikan pada siswa dampak jangka panjang pernikahan dini berjalan dengan lancar didua kelas. Semua siswa mengikuti proses dengan lancar dan JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 Terjadi peningkatan skore pemahaman Haryanti. Dewi. Pratama. Permina. , & Prasetyaningrum. Peningkatan Kesehatan Reproduksi Wanita Melalui Screening and Education Application (Se. JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat, 1. , 282Ae285. https://doi. org/10. 62085/jms. pencegahan pernikahan dini. DAFTAR PUSTAKA