Jurnal CyberTech Vol. No. Januari 2021 P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Kepala Puskesmas Di Kecamatan Medan Baru Menggunakan Metode Profile Matching Nurya Yunita *. Kamil Erwansyah. Kom. Kom **. Tugiono. Kom. Kom ** *Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma ** Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma Article Info ABSTRACT Article history: Puskesmas merupakan garda depan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar. Dalam hal ini Kepala puskesmas berperan penting dalam meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara. Permasalahan yang dihadapi oleh pihak Puskesmas Kecamatan Medan Baru masih menggunakan cara manual terutama dalam menentukan calon Kepala Puskesmas Medan Baru, penyelenggaraan pemilihan kepala puskesmas ini dilaksanakan secara berjenjang dengan melalui proses verifikasi adminstrasi ditingkat puskesmas dan dilanjutkan dengan pengiriman usulan calon kepala puskesmas yang telah lulus seleksi Solusi dari permasalahan di atas adalah Puskesmas Kecamatan Medan Baru memerlukan sistem pendukung keputusan yang dapat membantu dalam mengambil keputusan dengan menggunakan metode Profile Matching(PM) untuk menentukan kepala Puskesmas Kecamatan Medan Baru. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem berbasis komputer yang dapat menyelesaikan masalah tersebut. untuk menentukan siapa yang akan menjadi Kepala Puskesmas Medan baru,diharapkan dapat membantu pihak puskesmas dalam menentukan Kepala Puskesmas. Keyword: Sistem Pendukung Keputusan. Metode Profile Matching(PM). Pemilihan Kepala Puskesmas Copyright A 2020 STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. Corresponding Author: Nama Kampus Program Studi E-mail : Nurya Yunita : STMIK Triguna Dharma : Sistem Informasi : nuryayunita3@gmail. PENDAHULUAN Puskesmas merupakan garda depan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar. Dalam hal ini Kepala puskesmas berperan penting dalam meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara yang ada di lingkungan kerja Puskesmas Kecamatan Medan Baru. Dengan begitu mutu pelayanan yang sesuai dengan derajat kesehatan masyarakat dapat tercapai sesuai dengan fungsi Puskesmas itu sendiri selain itu ada beberapa kendala dalam menentukan setiap Kepala Puskesmas, salah satunya dicabang Medan Baru yaitu masih melihat dari sisi pengalaman dan pendidikann serta belum adanya sistem yang mendukung penentuan Kepala Puskesmas tersebut. Permasalahan yang dihadapi oleh pihak Puskesmas Kecamatan Medan Baru masih menggunakan cara manual terutama dalam menentukan calon Kepala Puskesmas Medan Baru, penyelenggaraan pemilihan kepala puskesmas ini dilaksanakan secara berjenjang dengan melalui proses verifikasi adminstrasi ditingkat puskesma dan dilanjutkan dengan pengiriman usulan calon kepala puskesmas yang telah lulus seleksi verifikasi administrasi ke dinas kesehatan kota, ditingkat dinas kesehatan kota medan baru, selanjutnya dilaksanakan verifikasi berkas administrasi dan penilaian dengan menggunakan bobot dan komponen penilaian yang mengacu pada pedoman ini, selanjutnya kepala puskesmas dari dinas kesehatan di kecamatan medan baru akan diusulkan ke dinas kesehatan provinsi untuk dilakukan pendataan terhadap kepala puskesmas yang terpilih. Salah satu solusi untuk menentukan calon Kepala Puskesmas yaitu dengan menggunakan Sistem Pendukung Keputusan . Journal homepage: https://ojs. P-ISSN : x Aex E-ISSN : x Aex Decision Support System (Sistem Pendukung Keputusa. adalah system berbasis komputer yang mampu memecahkan masalah manajemen dalam menghasilkan alternatif terbaik untuk mendukung keputusan yang diambil oleh pengambil keputusan. Dalam SPK menggunakan metode metode dalam memutuskan yang menjadi alternatif terbaik, seperti pada penelitian Deri Ridho . dan penelitian Rani Irma . yang mengangkat penelitian tentang sistem pendukung keputusan dengan metode profile Matching. KAJIAN PUSTAKA 1 Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan atau biasa disebut dengan Decision Support System dibuat tahun 1971 oleh Anthony Gorry dan Michael S. Scott Morton yang memiliki istilah yaitu Management Decision System dimana tujuannya agar dapat membantu para petinggi terhadap keputusan yang masalahnya kurang jelas sehingga tidak ada solusi yang diperoleh . Sistem pendukung keputusan adalah bagian dari sistem informasi yang didalamnya terdapat basis pengetahuan untuk mendukung pengambilan keputusan suatu instansi . Menurut Man dan Watson. Sistem Pendukung Keputusan adalah sistem yang bisa membantu dalam pengambilan keputusan melalui penggunaan data dan model keputusan agar masalah dapat terpecahkan baik yang terstruktur maupun yang tidak terstruktur . Menurut Little. Sistem Pendukung Keputusan mempunyai konsep yakni berupa sistem yang memanfaatkan komputerisasi sehingga mengeluarkan berbagai macam alternatif keputusan untuk membantu manyelesaikan masalah dengan penggunaan informasi dan model . 1 Tujuan Sistem Pendukung Keputusan Menurut Kusrini. Tujuan dari Sistem Pendukung Keputusan adalah sebagai berikut . Membantu manajer dalam pengambilan keputusan atas masalah semistruktur Memberikan dukungan atas pertimbangan manajer dan bukannya dimaksudkan untuk menggantikan fungsi Peningkatan produktivitas. Berdaya saing. 2 Kepala Puskesmas Kepala Puskesmas adalah penanggung jawab pembangunan kesehatan di tingkat kecamatan. Sedangkan Dokter Puskesmas adalah tenaga kesehatan yang berkerja di Puskesmas yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan kesehatan kepada Masyarakat pada sarana pelayanan kesehatan. Kepemimpinan kepala Puskesmas adalah memberikan motivasi, arahan atau tuntunan kepada tenaga kerja dalam melaksanakan tugasnya. Kepemimpinan adalah sebagai kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok kearah tercapainya tujuan yang diinginkan . Kepala puskesmas berperan sebagai penanggung jawab atas pelaksanaan semua kegiatan yang mencakup kinerja perawat serta bertanggung jawab atas pelaksanaan sistem pencatatan dan pelaporan puskesmas serta memberikan bimbingan kepada pemegang program P2TB puskesmas dan koordinator sistem pencatatan dan pelaporan puskesmas dan bertanggung jawab atas apa yang dialami oleh pasien . 3 Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyaraka. Puskesmas merupakan salah satu instansi yang bergerak dibidang pelayanan jasa kesehatan masyarakat. Pada zaman sekarang telah banyak di bangun Rumah Sakit akan tetapi di daerah pelosok atau desa yang ada masih Puskesmas yang berfungsi sebagai usaha preventif . dan operatif . terhadap upayaupaya kesehatan masyarakat. Semakin banyak Rumah Sakit dan Puskesmas yang dibangun maka sangatlah penting jika pihak Puskesmas berfikiran untuk meningkatkan mutu dari Puskesmas tersebut . 4 Metode Profile Matching (PM) Profile matching secara garis besar merupakan proses membandingkan antara kompetensi individu kedalam kompetensi jabatan sehingga dapat diketahui perbedaan kompetensinya . isebut juga ga. , semakin kecil gap yang Jurnal SAINTIKOM Vol. No. Agustus 2020 : xx Ae xx Jurnal SAINTKOM P-ISSN : E-ISSN : dihasilkan maka bobot nilainya semakin besar yang berarti memiliki peluang lebih besar untuk karyawan menempati posisi tersebut . Berikut merupakan langkah-langkah dalam penyelesaian metode profile matching yaitu sebagai berikut : Menentukan variable-variabel pemetaan Gap kompetensi Menentukan aspek-aspek yang akan digunakan dalam memproses nilai karyawan. Menghitung hasil pemetaan Gap kompetensi Yang dimaksud dengan Gap disini adalah beda antara profil karyawan dengan profil standar yang diharapkan atau dapat ditunjukkan pada rumus di bawah ini : Gap = Profil karyawan - Profil standar . Profil karyawan yaitu nilai-nilai yang diperoleh dari karyawan sedangkan profil standar yaitu nilai standar yang ditentukan terlebih dahulu. Setelah diperoleh gap pada masing-masing karyawan, setiap profil karyawan diberi bobot nilai dengan patokan Kemudian setiap aspek dikelompokan menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok Core Factor dan Secondary Factor. Perhitungan core factor ditunjukkan menggunakan rumus dibawah ini : NCF = nilai rata-rata core factor NC = Jumlah total nilai core factor IC = Jumlah item core fator Sementara untuk perhitungan secondary factor bisa ditunjukkan dengan rumus berikut : NSF = nilai rata-rata secondary factor NS = Jumlah total nilai Secondary factor IS = Jumlah item Secondary fator Setelah perhitungan Core factor dan Secondary factor, kemudian menghitung Nilai total berdasarkan dari persentase dari core dan secondary yang diperkirakan berpengaruh terhadap kinerja tiap-tiap profil. Contoh perhitungan bisa dilihat pada rumus dibawah ini . % NCF (Nilai Rata-rata core facto. %NSF (Nilai Rata-rata secondary facto. = N (Total dari aspe. Keterangan : % : Nilai Persen yang Diinputkan Terakhir perhitungan Ranking, perhitungan tersebut bisa ditunjukkan dengan rumus dibawah ini Ranking = . % N1 . % N2 . % N3 . Keterangan : N1,N2,N3 : Nilai aspek yang sudah dihitung total . % : Nilai persen yang diinputkan METODOLOGI PENELITIAN 1 Analisa Permasalahan Puskesmas merupakan garda depan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar. Dalam hal ini Kepala puskesmas berperan penting dalam meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara yang ada di lingkungan kerja khususnya pada Puskesmas Kecamatan Medan Baru. Dengan begitu mutu pelayanan yang sesuai dengan derajat kesehatan masyarakat dapat tercapai sesuai dengan fungsi Puskesmas itu sendiri selain itu ada beberapa kendala dalam menentukan setiap Kepala Puskesmas, salah satunya dicabang Medan Baru yaitu masih melihat dari sisi pengalaman dan pendidikann serta belum adanya sistem yang mendukung penentuan Kepala Puskesmas tersebut. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. P-ISSN : x Aex E-ISSN : x Aex Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem berbasis komputer yang dapat menyelesaikan masalah tersebut. menentukan siapa yang akan menjadi Kepala Puskesmas Medan baru yaitu menggunakan Decision Support System (Sistem Pendukung Keputusa. 1 Flowchart Metode Profile Matching (PM) Flowchart merupakan penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urutan prosedur dari suatu program kerja. Berikut ini adalah flowchart dari metode Profile Matching yaitu sebagai berikut : Gambar 1. Flowchart Algoritma Dalam merancang sistem pendukung keputusan untuk menentukan Kepala Puskesmas ada beberapa kriteria. Adapun kriteria yang telah diterapkan pada Puskesmas Kecamatan Medan Baru dalam hal menentukan Kepala Puskesmas yaitu: 2 Menetukan Kriteria Ada dua kriteria yang digunakan yaitu kriteria Standart yang memiliki tiga sub kriteria dan Perilaku yang juga memiliki empat sub kriteria, yang dijadikan sebagai acuan dalam mengambil keputusan calon Kepala Puskesmas pada Puskemas di Kecamatan Medan Baru: Tabel 3. 1 Kriteria Utama Kode Kriteria Keterangan Sub Kriteria Pendidikan Masa Kerja Ikut Pelatihan Kriteria Standart (Core Facto. Tabel 3. 2 Kriteria Pendukung Kode Kriteria Keterangan Sub Kriteria Kedisiplinan Komunikatif Tanggung Jawab Pelayanan Jurnal SAINTIKOM Vol. No. Agustus 2020 : xx Ae xx Kriteria Perilaku (Secondary Facto. Jurnal SAINTKOM P-ISSN : E-ISSN : Berdasarkan kriteria diatas yang telah ditentukan maka diperoleh nilai setiap kriteria aspek dalam bentuk nilai, dan akan dijelaskan sebagai berikut: Tabel 3. 3 Konversi Kriteria Utama Pendidikan Pendidikan S1 (Strata . Nilai S2 (Strata . S3 (Strata . Tabel 3. 4 Konversi Kriteria Utama Masa Kerja Masa Kerja 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun > 3 Tahun Nilai Tabel 3. 5 Konversi Kriteria Utama Ikut Pelatihan Ikut Pelatihan Nilai Tidak Iya Tabel 3. 6 Konversi Kriteria Pendukung Keterangan Nilai Sangat Kurang Kurang Cukup Baik Sangat Baik 3 Penentuan Bobot Faktor Dalam penentuan bobot untuk Core factor yang diberi 65% sedangkan untuk Secondary factor diberi bobot Bobot Care factor lebih banyak dari Secondary factor dikarenakan Care factor merupakan aspek utama yang akan mempengaruhi dalam memberi keputusan hasil akhir, dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. 7 Bobot Faktor Faktor Bobot Standart (Core Facto. Perilaku (Secondary Facto. 4 Data Alternatif dan Nilai Alternatif Adapun penilaian yang telah diberikan kepada calon Kepala Puskesmas berdasarkan data Kriteria Standart (Core Facto. adalah sebagai berikut: Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. P-ISSN : x Aex E-ISSN : x Aex Tabel 3. 8 Penilaian Calon Kepala Puskesmas Alternatif Standart Agung Setiawan 3 Tahun Muhammad Arifin 5 Tahun Kevin Banjarnahor 3 Tahun Tidak Muhammad Yusuf Maulidia Damanik Rizal Simatupang 5 Tahun 1 Tahun 2 Tahun Tidak Tidak Markus Simbolon 2 Tahun Adapun penilaian yang telah diberikan kepada calon Kepala Puskesmas berdasarkan data Kriteria Perilaku (Secondary Facto. adalah sebagai berikut: Tabel 3. 9 Penilaian Calon Kepala Puskesmas Perilaku Alternatif Agung Setiawan Baik Kurang Baik Baik Muhammad Arifin Kurang Baik Cukup Kurang Kevin Banjarnahor Cukup Cukup Kurang Cukup Muhammad Yusuf Baik Kurang Cukup Kurang Maulidia Damanik Baik Baik Kurang Cukup Rizal Simatupang Sangat Baik Cukup Baik Cukup Markus Simbolon Cukup Cuku Sangat Baik Baik Setelah diketahui data penialaian pegawai, langkah selanjutnya adalah mengkonversi data ke nilai angka sesuai data Kriteria Utama dan Kriteria Pendukung. Tabel 3. 10 Penilaian Calon Kepala Puskesmas (Core Facto. Alternatif Standart Agung Setiawan Muhammad Arifin Kevin Banjarnahor Muhammad Yusuf Maulidia Damanik Rizal Simatupang Markus Simbolon Jurnal SAINTIKOM Vol. No. Agustus 2020 : xx Ae xx Jurnal SAINTKOM P-ISSN : E-ISSN : Adapun penilaian yang telah diberikan kepada calon Kepala Puskesmas berdasarkan data Kriteria Perilaku (Secondary Facto. adalah sebagai berikut: Tabel 3. 11 Penilaian Calon Kepala Puskesmas (Secondary Facto. Perilaku Alternatif Agung Setiawan Muhammad Arifin Kevin Banjarnahor Muhammad Yusuf Maulidia Damanik Rizal Simatupang Markus Simbolon 5 Pemetaan GAP Nilai Kepala Puskesmas didapat dari tabel yang telah ditentukan dari tempat riset. Adapun nilai pencapaian atau nilai profile menrupakan nilai minimum yang harus dimiliki para calon Kepala Puskesmas agar terpilih menjadi Kepala Puskesmas. Tabel 3. 12 Nilai Profile Pencapaian (Aspek Standar. Aspek Standart (Core Facto. Nilai Profile Pendidikan Masa Kerja Ikut Pelatiham Tabel 3. 13 Nilai Profile Pencapaian (Aspek Perilak. Aspek Perilaku (Secondary Facto. Nilai Profile Kedisiplinan Komunikatif Tanggung Jawab Pelayanan Keterangan : Nilai Profile didapatkan dari hasil observasi dan data yang diberikan oleh pihak puskesmas medan baru yaitu dengan Ibu Rehulina Ginting M. Kes selaku Ka. UPT. Puskesmas Padang Bulan. Setelah mendapatkan nilai profile dan nilai dari calon Kepala Puskesmas serta boobt dari setiap aspek tahap selanjutnya adalah menghitung nilai GAP. Dengan rumus. GAP = Nilai Kriteria Ae Nilai Profile. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. P-ISSN : x Aex E-ISSN : x Aex Tabel 3. 14 Nilai GAP Aspek Standart (Core Facto. Alternatif Standart Agung Setiawan Muhammad Arifin Kevin Banjarnahor Muhammad Yusuf Maulidia Damanik Rizal Simatupang Markus Simbolon Nilai Profile Agung Setiawan Muhammad Arifin Kevin Banjarnahor Muhammad Yusuf Maulidia Damanik Rizal Simatupang Markus Simbolon Nilai GAP Tabel 3. 15 Nilai GAP Aspek Perilaku (Secondary Facto. Alternatif Perilaku Agung Setiawan Muhammad Arifin Kevin Banjarnahor Muhammad Yusuf Maulidia Damanik Rizal Simatupang Markus Simbolon Nilai Profile Agung Setiawan Muhammad Arifin Kevin Banjarnahor Muhammad Yusuf Maulidia Damanik Rizal Simatupang Markus Simbolon Nilai GAP Setelah mendapatkan nilai GAP, tahapan selanjutnya adalah mencari bobot dari setiap nilai. Bobot nilai didapatkan dari tabel bobot nilai dibawah ini: Jurnal SAINTIKOM Vol. No. Agustus 2020 : xx Ae xx Jurnal SAINTKOM P-ISSN : E-ISSN : Tabel 3. 16 Tabel Nilai Bobot GAP Nilai Bobot Tidak ada selisih . ompetensi seusai dengan yang dibutuhka. Kompetensi individu kelebihan 1 tingkat level Kompetensi individu kekurangan 1 tingkat level Kompetensi individu kelebihan 2 tingkat level Kompetensi individu kekurangan 2 tingkat level Kompetensi individu kelebihan 3 tingkat level Kompetensi individu kekurangan 3 tingkat level Kompetensi individu kelebihan 4 tingkat level Kompetensi individu kekurangan 4 tingkat level Selisih Keterangan Berdasarkan tabel mapping GAP maka diperoleh nilai sebagai berikut: Tabel 3. 17 Nilai Bobot Aspek Standart Alternatif Agung Setiawan Muhammad Arifin Kevin Banjarnahor Muhammad Yusuf Maulidia Damanik Rizal Simatupang Markus Simbolon Standart Tabel 3. 18 Nilai Bobot Aspek Perilaku Alternatif Perilaku Agung Setiawan Muhammad Arifin Kevin Banjarnahor Muhammad Yusuf Maulidia Damanik Rizal Simatupang Markus Simbolon 6 Perhitungan Core dan Secondary Factor Untuk mencari nilai Core Factor, jumlah dari nilai bobot tiap aspek per orang di rata-ratakan kemudian setelah di dapat hasil rata-rata tahapan selanjutnya adalah mencari nilai akhir. Hasil akhir merupakan perkalian nilai rata-rata dengan bobot Core Factor 65%, sedangkan bobot dari Secondary Factor adalah 35%. Berikut adalah tabel perhitungan untuk mencari Core Factor dan Secondary Factor serta nilai akhirnya. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. P-ISSN : x Aex E-ISSN : x Aex Tabel 3. 19 Perhitungan Core Factor dan Nilai Akhirnya Standart Ratarata Nilai Akhir Agung Setiawan 3,00 3,00*65%=1,95 Muhammad Arifin 2,66 2,66*65%=1,73 Kevin Banjarnahor 2,66 2,66*65%=1,73 Muhammad Yusuf Maulidia Damanik Rizal Simatupang 3,00 2,33 2,33 3,00*65%=1,95 2,33*65%=1,52 2,33*65%=1,52 Markus Simbolon 2,66 2,66*65%=1,73 Alternatif Tabel 3. 20 Perhitungan Secondary Factor dan Nilai Akhirnya Perilaku Ratarata Nilai Akhir Agung Setiawan 4,50 4,50*35%=1,58 Muhammad Arifin 3,25 3,25*35%=1,14 Kevin Banjarnahor 3,75 3,75*35%=1,31 Muhammad Yusuf 3,75 3,75*35%=1,31 Maulidia Damanik 3,75 3,75*35%=1,31 Rizal Simatupang 4,25 4,25*35%=1,49 Markus Simbolon 4,75 4,75*35%=1,66 Alternatif Setelah mendapatkan nilai akhor dari setiap factor, langkah selanjutnya adalah mencari nilai total akhor untuk mendapatkan keputusan siapa yang layak menjadi Kepala Puskesmas di Kecamatan Medan Baru. Rumus untuk mencari total nilai adalah dengan menjumlahkan setiap factor, beikut hasil dari nilai akhirnya: Tabel 3. 21 Perhitungan Secondary Factor dan Nilai Akhirnya Agung Setiawan Nilai Core Factor 1,95 Nilai Secondary Factor 1,58 Muhammad Arifin 1,73 1,14 2,87 Kevin Banjarnahor 1,73 1,31 3,04 Muhammad Yusuf 1,95 1,31 3,26 Maulidia Damanik Rizal Simatupang 1,52 1,52 1,31 1,49 2,83 3,01 Markus Simbolon 1,73 1,66 3,39 Alternatif Total Nilai Akhir 3,53 Setelah didapat nilai akhir setiap alternatif, langkah selanjutnya adalah perangkingan. Pada kasus ini alternatif dengan nilai tertinggi di nyatakan layak menjadi Kepala Puskesmas di Kecamatan Medan Baru. Jurnal SAINTIKOM Vol. No. Agustus 2020 : xx Ae xx Jurnal SAINTKOM P-ISSN : E-ISSN : Tabel 3. 22 Hasil Perangkingan Alternatif Markus Simbolon Agung Setiawan Muhammad Yusuf Total Nilai Akhir 3,39 3,53 3,26 Kevin Banjarnahor 3,04 Rangking 4 Rizal Simatupang 3,01 Rangking 5 Muhammad Arifin 2,87 Rangking 6 Maulidia Damanik 2,83 Rangking 7 Keterangan Rangking 1 Rangking 2 Rangking 3 HASIL Tampilan Form Login Form ini memiliki fungsi untuk mengakses sistem bagi pengguna. Berikut ini adalah tampilan dari form login: Gambar 2. Tampilan Form Login Tampilan Form Menu Utama Form ini merupakan bagian depan dari sistem yang telah dirancang sebelum masuk pada proses perhitungan dan laporan. Berikut ini adalah tampilan dari form menu utama: Gambar 3. Tampilan Form Menu Utama Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. P-ISSN : x Aex E-ISSN : x Aex Tampilan Form Data Alternatif Form ini merupakan tampilan untuk menginput data-data calon kepala puskesmas yang mendaftar dan yang akan dilakukan oleh pengguna sistem. Berikut ini adalah tampilan dari form data alternatif : Gambar 4. Tampilan Form Data Alternatif Tampilan Form Data Kriteria Form ini merupakan tampilan untuk menginput data-data kriteria apa saja yang digunakan dalam pemilihan calon kepala puskesmas yang mendaftar. Berikut ini adalah tampilan dari form data kriteria :. Gambar 5. Tampilan Form Data Kriteria Tampilan Form Data Penilaian Form ini berfungsi untuk melakukan proses penilaian terhadap calon kepala pukesmas menggunakan kriteria yang sudah ditentukan sebelumnya. Berikut ini adalah tampilan dari form proses penilaian : Jurnal SAINTIKOM Vol. No. Agustus 2020 : xx Ae xx Jurnal SAINTKOM P-ISSN : E-ISSN : Gambar 6. Tampilan Form Data Penilaian Tampilan Halaman Analisis AHP Form ini berfungsi untuk melakukan proses perhitungan pada sistem yang menggunakan metode Profile Matching. Berikut ini adalah tampilan dari form proses perhitungan : Gambar 7. Implementasi Form Perhitungan Profile Matching Tampilan Form Laporan Form ini berfungsi untuk menyampaikan informasi terkait dengan didalam Sistem Pendukung Keputusan untuk menentukan kepal puskemas medan baru. Berikut ini adalah tampilan dari form laporan : Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. P-ISSN : x Aex E-ISSN : x Aex Gambar 8. Tampilan Form Laporan Sebagai penutup pembahasan dalam penulisan penelitian ini, dapat diambil kesimpulan atas penulisan dan kemajuan sistem yang dibuat, adapun kesimpulan tersebut adalah KESIMPULAN Setelah dilakukan penelitian. Dan berdasarkan rumusan masalah yang telah dijelaskan pada Bab I sebelumnya maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu sebagai berikut: Untuk menerapkan metode profile matching pada sistem dilakukan dengan cara menginput semua perhitungan metode dan diimplementasikan kedalam sistem yang dirancang, dalam hal ini metode profile matching dinyatakan dapat diimplementasikan dalam sistem pendukung keputusan. Untuk merancang suatu aplikasi dibutuhkan berbagai referensi agar dengan mudah diimplementasikan ke pihak yang terkait, berdasarkan rancangan sistem pendukung keputusan pemilihan kepala puskesmas, sistem ini dinyatakan dapat mempermudah dinas kesehatan dalam mengolah data dan mendapatkan informasi secara cepat dan akurat. Untuk menghasilkan system ini maka dilakukan pengelolaan koding berbasis desktop yang sistematis, kemudian merangkai system yang sesuai dengan rancangan yang akan dibuat, menggunakan referensi-referensi berbagai template system yang sudahjadi sehingga hanya menambah dan mengubah isi Field sesuai dengan kebutuhan dinas kesehatan. UCAPAN TERIMA KASIH Alhamdulillah, segala puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah Ae Nya sehingga dapat menyelesaikan jurnal ilmiah ini dengan baik. Ucapan terima kasih teristimewa ditujukan kepada orang tua, yang sudah mengasuh, membesarkan dan selalu memberikan doa, motivasi serta pengorbanan baik bersifat moril maupun materil yang tidak terhingga selama menjalani pendidikan. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya juga ditujukan terutama kepada Bapak Rudi Gunawan. SE. Si. , selaku Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer (STMIK) Triguna Dharma Medan. Bapak Dr. Zulfian Azmi. ST. Kom. , selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik STMIK Triguna Dharma Medan. Bapak Marsono. Kom. Kom. , selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Medan. Bapak Kamil Erwansyah Hadi Nasyuha. Kom. Kom, selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan saran, arahan dan dukungannya serta motivasi, sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Bapak Tugiono. Kom. Kom, selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan tata cara penulisan, saran dan motivasi sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Jurnal SAINTIKOM Vol. No. Agustus 2020 : xx Ae xx Jurnal SAINTKOM P-ISSN : E-ISSN : DAFTAR PUSTAKA