PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN SNOWBALL THROWING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMK 17 AGUSTUS 1945 DALAM MATERI MATRIKS. Edy Widayat, Wahyu Widayati, & Marulitua L. Tobing FKIP, Universitas Dr. Soetomo Surabaya Abstract The unsatisfactory learning outcomes in class XI Vocational School of August 17, 1945, on mathematics subjects in matrix material occurs because of both the lack of active students in the class and inoptimality of analyzing the questions. Therefore, Cooperative learning model comes as a solution and good enough in increasing interaction between students and students or students and teachers to analyze, solve, explore and debate certain topics or problems. The results showed that cooperative learning models were the solution to stimulate students’ curiosity about the subject matter and be able to improve their learning outcomes. Through group discussion, the students, with low levels of analysis, will be motivated to pursue the analysis skills of their higher discussion partners; otherwise, the high-level students will stimulate the analytical abilities of their friends who have a lower analysis. The discussion partner having higher analytical skills will have a function as a guide, stimulator, supervisor, and the sharpener of friends’ thinking skills. Finally, it can be concluded which method that can improve student learning outcomes as evidenced by an increase in student learning outcomes indicators from the STAD method and Snowball Throwing. Keywords: Cooperative Learning, STAD Method and Snowball Throwing, Learning Outcomes, Matrix. Abstrak Nilai hasil belajar yang tidak memuaskan pada kelas XI SMK 17 AGUSTUS 1945 pada pelajaran matematika materi Matriks terjadi karena kurang aktifnya siswa di kelas dan masih belum maksimal dalam menganalisis soal-soal. Model pembelajara kooperatif cukup baik dalam meningkatkan interaksi antara siswa dengan siswa atau dengan guru untuk menganalisis, memecahkan masalah, menggali dan memperdebatkan topik atau permasalahan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa model pembelajaran kooperatif merupakan cara yang tepat untuk merangsang rasa ingin tahu siswa terhadap materi pelajaran dan bisa meningkatkan hasil belajarnya. Dengan berdiskusi kelompok, siswa dengan tingkat analisis rendah akan termotivasi untuk mengejar kemampuan analisis teman diskusi mereka yang lebih tinggi, Teman tingkat analisis tinggi akan merangsang kemampuan analisis temannya yang memiliki analisis lebih rendah. Teman diskusi kemampuan analisis yang lebih tinggi akan memiliki fungsi sebagai pembimbing, perangsang, penjaga dan pengasah kemampuan berpikir teman diskusinya, maka dapat disimpulkan metode mana yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibuktikan 1510 Edy Widayat, Wahyu Widayati, & Marulitua L. Tobing, Perbandingan Model Pembelajaran 1511 dengan indikator nilai hasil belajar siswa yang meningkat dari metode STAD dan Snowball Throwing. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Metode STAD dan Snowball Throwing, Hasil Belajar, Matriks. Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Ruseffendi (dalam Septiani, 2010:1) mengatakan bahwa, “Matematika bukan hanya alat bantu untuk matematika itu sendiri, tetapi banyak konsep-konsepnya yang sangat diperlukan oleh ilmu lainnya, seperti kimia, fisika, biologi, teknik dan farmasi”. Pada saat observasi awal di SMK 17 Agustus 1945 Surabaya, ditemukan permasalahan dalam kegiatan pembelajaran matematika di kelas XI. Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung hanya guru yang aktif dan masih menggunakan ceramah dalam pembelajaran, siswa belum terlalu aktif untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Jika tidak ada siswa yang bertanya, maka siswa dianggap telah memahami materi pelajaran matematika dan dipersilahkan mencatat materi yang telah diajarkan sehingga konsep pemahaman siswa masih bersifat abstrak. Menurut para ahli Model Pembelajaran Koperatif tipe STAD merupakan salah satu pendekatan Cooperative Learning yang mene­ kankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Dalam metode ini setiap siswa memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi dan substansial kepada kelompoknya, dan posisi antar kelompok adalah setara Allport (dalam Slavin, 2005:103). Selain itu, siswa juga saling membelajarkan sesama siswa lainnya atau pembelajaran oleh rekan sebaya (peerteaching) yang lebih efektif dari pada pembelajaran oleh guru (Rusman, 2011:204). Snowball secara etimologi berarti bola salju, dan throwing artinya melempa r. Snow ball T hrow ing s eca ra keseluruhan dapat diartikan melempar bola salju. Menurut Komalasari (2010:67) yang menyatakan bahwa: model Snowball Throwing adalah model pembelajaran yang menggali potensi kepemimpinan siswadalam kelompok dan keterampilan membuat-menjawab pertanyaan yang di padukan melalui permainan imajinatif membentuk dan melempar bola salju. Sementara itu, menurut Kisworo (Patmawati, 2012) mengemukakan pengertian model pembelajaran Snowball Throw­ ing adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana siswa dibentuk dalam beberapa kelompok yang heterogen kemudian masing-masing kelompok dipilih ketua kelompoknya untuk mendapat tugas dari guru kemudian masingmasing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh. Berdasarkan pendapat ahli dapat disimpulkan bahwa model Snowball Throwing adalah salah satu tipe model pembelajaran kooperatif yang berupa permainan yang dibentuk secara kelompok dan memiliki ketua kelompok untuk mendapat tugas dari guru, kemudian setiap kelompok membuat pertanyaan dan akan dilempar pada kelompok lain. Pada pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing, siswa melakukan kompetisi antar kelompok. Dengan adanya kompetisi ini, dapat mendorong siswa untuklebih bersemangat dalam belajar. Jadi persaingan dibutuhkan dalam pendidikan karena dapat menjadikan proses interaksi belajar mangajar yang kondusif. Oleh sebab itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang penerapan pendekatan pembelajaran kooperatif dengan metode STAD dan Snowball Throwing sangat tepat untuk dilakukan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu, suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui (Kasiram 2008: 149). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental, yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian serta adanya kontrol. Penelitian eksperimen dapat dikatakan sebagai 1512 Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 10, Nomor 2, Desember 2018, hlm. 1510-1515 metode penelitian yang digunakan untuk mencari perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiono : 2010). Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah Nonequivalent Control Group Pretestt-posttest Design. Dalam desain ini, baik kelompok eksperimental maupun kelompok control dibandingkan. Dua kelompok yang ada diberi pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa, Selanjutnya dalam pelaksanaan pembelajaran kelompok eksperimen mendapatkan pembelajaran matematika dengan model STAD dan kelompok kontrol mendapatkan pembelajaran snowball throwing. Pada tahap akhir, kedua kelompok diberi post tes untuk mengetahui kemampuan akhir setelah mengikuti pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL SMK 17 Agustus 1945 Surabaya adalah lembaga pendidikan tingkat menengah kejuruan yang berkonsentrasi dalam program keahlian Usaha Perjalanan Wisata (UPW) dan Akomodasi Perhotelan (APH) dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). SMK 17 Agustus 1945 Surabaya didirikan pada tahun 1996 dengan nama SMIP 17 Agustus 1945 Surabaya dan berlokasi di jalan Semolowaru No. 45 Surabaya dan masih satu atap dengan SMA 17 Agustus 1945 Surabaya. Pada saat itu, kepala sekolah pertama yaitu Drs. Richard Sihite, salah satu praktisi hotel terkemuka dan hanya terdiri dari 2 (dua) program keahlian, yaitu Akomodasi Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata dan Tahun 2004 menambah program keahlian Rekayasa Perangkat Lunak sampai dengan sekarang. Pada Tahun 2000, mempunyai gedung sendiri, yang berlokasi di jalan Nginden Semolo No. 44 Surabaya. Pengujian Hipotesis Berikut hasil dari pengujian hipotesis yang terdiri dari uji normalitas data, uji homogenitas dan uji t (one-sample t test). Proses pengujian tersebut dibantu dengan perhitungan di software SPSS 15.0. Pengujian Hipotesis Data Pretest Berikut hasil hipotesis data pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol meliputi uji normalitas data dan uji homogenitas(dapat dilihat pada lampiran 1) serta uji t. Uji Normalitas Kelas Kontrol Prosedur pengujian dilakukan sebagai berikut: (1) formulasi hipotesis nihil dan hipotesis kerja, yakni: (a) H0 : data pretest kelas kontrol berdistribusi normal; (b) H1 : data pretest kelas kontrol tidak berdistribusi normal; (2) uji statistik yang digunakan adalah uji kolmogrov smirnov dengan taraf signifikan sebesar 5% = 0.05 ; (3) Kriteria pengujian hipotesis. Terima H0 jika nilai probabilitas (Asymp sig (2-tailed) )>α = 0,05. Jika sebaliknya maka H1 diterima; (3) Hasil pengujian hipotesis uji statistik dengan menggunakan software SPSS 15.0 diperoleh hasil ρ=0,472>α=0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima yang artinya data tersebut berdistribusi normal. Kelas Eksperimen Prosedur pengujian dilakukan sebagai berikut: (1) Formulasi hipotesis nihil dan hipotesis kerja, dengan ketentuan: (a) H0 : σ12=σ22 data pretest kelas eksperimen berdistribusi normal; (b) H1 : data pretest kelas eksperimen tidak berdistribusi normal; (2) uji statistika. Uji statistik yang digunakan adalah uji kolmogrov smirnov dengan taraf signifikan sebesar 5% ; = 0,05 (b) Kriteria pengujian hipotesis. Terima H0 jika nilai probabilitas Asymp sig (2-tailed) )>α = 0,05. Jika sebaliknya maka H1 diterima; (3) Hasil pengujian hipotesis uji statistik dengan menggunakan software SPSS 15.0 diperoleh hasil ρ=0,289>α=0,05 . Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima yang artinya data tersebut berdistribusi normal. Uji Homogenitas Prosedur pengujian dilakukan sebagai berikut: (1) Formulasi hipotesis nihil dan hipotesis kerja, dengan ketentuan: (a) H0 : σ12=σ22 artinya data pretest kelas kontrol dan kelas eksperimen mempunyai variasi yang sama (homogen); (b) H1 : σ12≠σ22 artinya data pretest kelas kontrol dan kelas eksperimen mempunyai variasi yang sama (homogen); (2) Uji statistik yang digunakan adalah uji F (one-way ANOVA) Edy Widayat, Wahyu Widayati, & Marulitua L. Tobing, Perbandingan Model Pembelajaran dengan taraf signifikan sebesar 5% = 0,05; (3) Kriteria pengujian hipotesis. Terima H0, jika nilai probabilitas ρ>α=0,05. Jika sebaliknya maka H1 diterima; (4) Hasil pengujian hipotesis uji statistik dengan menggunakan software SPSS 15.0 diperoleh hasil ρ=0,674 > α=0,05 (lampiran ). Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima yang artinya data tersebut mempunyai variasi yang sama (homogen). pengujian berdasarkan perbandingan antara nilai signifikan dengan nilai probabilitas sebagai berikut : dari hasil analisis sig (2-tailed) diperoleh ρ=0,700>α=0,05, maka H0 ditolak. Artinya tidak ada perbedaan hasil belajar antara metode snowball throwing dan metode STAD (dapat dilihat pada lampiran 3) Pengujian Hipotesis dengan Uji T (independent-sample t test). Berikut hasil hipotesis data pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol meliputi uji normalitas data dan uji homogenitas(dapat dilihat pada lampiran 2) serta uji t. Prosedur pengujian dilakukan sebagai berikut: (1) Formulasi hipotesis nihil dan hipotesis kerja, dengan ketentuan: (a) H0 :μ1=μ2 artinya tidak ada perbedaan hasil belajar sebelum diberi perlakuan antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan tipe Snowball Throwing; (b) H1 : μ1≠μ2 artinya adanya perbedaan hasil belajar sebelum diberi perlakuan antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan tipe Snowball Throwing; (2) Uji statistika. Uji statistik yang digunakan adalah uji t dengan taraf signifikan sebesar 5% = 0,05; (3) Harga kritis. t((1-1/2 α;db))= t((0,975;52) )=2,01; (4) Kriteria pengujian hipotesis, dengan ketentuan: (a) Terima H0 jika ttabelα =0,05 . Jikatipe sebaliknya jar sebelum diberi perlakuan antara pembelajaran kooperatif STAD maka gan tipe Snowball Throwing; (b)H H11 diterima. : 𝜇𝜇𝜇𝜇1 ≠ 𝜇𝜇𝜇𝜇2 artinya adanya perbedaan hasil jar sebelum diberi perlakuan antara pembelajaran kooperatif tipe STAD uji (4) model Hasil pengujian hipotesis gan tipe Snowball Throwing; (2) Uji statistika. Uji statistik yang digunakan statistik dengan menggunakan software SPSS ah uji t dengan taraf signifikan sebesar 5% = 0.05; (3) Harga kritis. 𝑡𝑡𝑡𝑡(1−1𝛼𝛼𝛼𝛼;𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑) = 2 15.0 diperoleh hasilnya sebagai berikut: (a) 75;52) = 2,01; (4) Kriteria pengujian hipotesis, dengan ketentuan: (a) Terima H0 berdasarkan dari uji hipotesis dengan Uji 𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑑𝑑𝑑𝑑𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏 < 𝑡𝑡𝑡𝑡ℎ𝑖𝑖𝑖𝑖𝑡𝑡𝑡𝑡𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢 < 𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑑𝑑𝑑𝑑𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏 . Jika sebaliknya maka H1 diterima; (b) Terima H0 jika T (independent-sample test)pada data (2 − tailed)� > 𝛼𝛼𝛼𝛼 = 0,05.t Jika probabilitas �Asymp sig sebaliknya makaposttest H1 ima. kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan (4) Hasil pengujian hipotesis uji statistik dengan menggunakan software SPSS software SPSS 15.0 menyatakan bahwa hasil diperoleh hasilnya sebagai berikut: (a) berdasarkan dari uji hipotesis dengan Uji uji hipotesis secara adalah thitungkontrol =- 0,387 ndependent-sample t test)pada data posttest kelasmanual eksperimen dan kelas gan software SPSS 15.0 menyatakan bahwa hasil uji hipotesis secara manual dan ttabel=2,01 yang menunjukkan bahwa thitung ah 𝑡𝑡𝑡𝑡ℎ𝑖𝑖𝑖𝑖𝑡𝑡𝑡𝑡𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢 = − 0,387 𝑑𝑑𝑑𝑑𝑡𝑡𝑡𝑡𝑢𝑢𝑢𝑢𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑑𝑑𝑑𝑑𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏 = 2,01 yang menunjukkan bahwa 𝑡𝑡𝑡𝑡ℎ𝑖𝑖𝑖𝑖𝑡𝑡𝑡𝑡𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢 berada berada pada daerah peneriman H1. daerah peneriman H1. 𝑑𝑑𝑑𝑑𝑡𝑡𝑡𝑡𝑏𝑏𝑏𝑏𝑒𝑒𝑒𝑒𝑡𝑡𝑡𝑡ℎ −2,01 𝑝𝑝𝑝𝑝𝑏𝑏𝑏𝑏𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑛𝑛𝑛𝑛𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡 𝐻𝐻𝐻𝐻0 2,01 at disimpulkan bahwa hasil belajar dengan metode snowball throwing dan Dapat bahwa hasil belajar ode STAD memiliki hasil yang sama;disimpulkan (b) kriteria pengujian berdasarkan andingan antara nilai signifikan nilaisnowball probabilitasthrowing sebagai berikut dari dengan dengan metode dan :metode analisis sig (2-tailed) diperoleh 𝜌𝜌𝜌𝜌 = 0,700 > 𝛼𝛼𝛼𝛼 = 0,05, maka H0 ditolak. STAD memiliki hasil yang sama; (b) kriteria nya tidak ada perbedaan hasil belajar antara metode snowball throwing dan ode STAD (dapat dilihat pada lampiran 3) gujian Hipotesis Data Postest Berikut hasil hipotesis data pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol puti uji normalitas data dan uji homogenitas(dapat dilihat pada lampiran 2) serta Normalitas s Kontrol 1513 Pengujian Hipotesis Data Postest Uji Normalitas Kelas Kontrol Prosedur pengujian dilakukan sebagai berikut: (1) Formulasi hipotesis nihil dan hipotesis kerja, dengan ketentuan: (a) H0 : data postest kelas kontrol berdistribusi normal; (b) H1 : data postest kelas kontrol tidak berdistribusi normal; (2) Uji statistik yang digunakan adalah uji kolmogrov smirnov dengan taraf signifikan sebesar 5% = 0,05; (3) Kriteria pengujian hipotesis. Terima H0 jika nilai probabilitas (Asymp sig (2-tailed) )>α=0,05 . Jika sebaliknya maka H1 diterima; (4) Hasil pengujian hipotesis uji statistik dengan menggunakan software SPSS 15.0 diperoleh hasil ρ=0,983>α=0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima yang artinya data tersebut berdistribusi normal. Kelas Eksperimen Prosedur pengujian dilakukan sebagai berikut: (1) Formulasi hipotesis nihil dan hipotesis kerja, dengan ketentuan: (a) H0 : data postest kelas eksperimen berdistribusi normal; (b) H1 : data postest kelas eksperimen tidak berdistribusi normal; (2) Uji statistika . Uji statistik yang digunakan adalah uji kolmogrov smirnov dengan taraf signifikan sebesar 5% = 0,05; (3) Kriteria pengujian hipotesis. Terima H0 jika nilai probabilitas (Asymp sig (2-tailed) )>α=0,05. Jika sebaliknya maka H1 diterima; (3) Hasil pengujian hipotesis uji statistik dengan menggunakan software SPSS 15.0 diperoleh hasil ρ=0,946>α =0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima yang artinya data tersebut berdistribusi normal. 1514 Pertama, berdasarkan dari uji hipotesis dengan Uji T (independent-sample t test)pada data posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan software SPSS 15.0 menyatakan hasil2, Desember uji hipotesis secara manual adalah Jurnal Penelitian Pendidikan, Volumebahwa 10, Nomor 2018, hlm. 1510-1515 𝑡𝑡𝑡𝑡ℎ𝑖𝑖𝑖𝑖𝑡𝑡𝑡𝑡𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢 = −2,97 𝑑𝑑𝑑𝑑𝑡𝑡𝑡𝑡𝑢𝑢𝑢𝑢𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑑𝑑𝑑𝑑𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏 = 2,01 yang menunjukkan bahwa 𝑡𝑡𝑡𝑡ℎ𝑖𝑖𝑖𝑖𝑡𝑡𝑡𝑡𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢 berada pada daerah peneriman H1. Uji Homogenitas Prosedur pengujian dilakukan sebagai 𝑑𝑑𝑑𝑑𝑡𝑡𝑡𝑡𝑏𝑏𝑏𝑏𝑒𝑒𝑒𝑒𝑡𝑡𝑡𝑡ℎ berikut: (1) Formulasi hipotesis nihil dan hipotesis kerja, dengan ketentuan: (a) H0 : 𝑝𝑝𝑝𝑝𝑏𝑏𝑏𝑏𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑢𝑛𝑛𝑛𝑛𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡 𝐻𝐻𝐻𝐻0 σ12=σ22 artinya data postest kelas kontrol dan kelas eksperimen mempunyai variasi yang −2,01 2,01 2 sama (homogen); (b) H1 : σ12≠σ artinya data 2 Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar dengan metode snowball demikian, dapat disimpulkan postest kelas kontrol dan kelas eksperimen throwing dan metode STAD memilikiDengan hasil perbedaan. bahwa hasil belajar dengan snowball Kedua, kriteria berdasarkan perbandingan antarametode nilai signifikan mempunyai variasi yang sama (homogen); (2) pengujian dengan nilai probabilitas sebagai berikut : dari hasil analisis sig (2-tailed) diperoleh throwing dan metode STAD memiliki asil Uji statistik yang digunakan adalah uji F (oneditolak. Artinya terdapat perbedaan hasil belajar 𝜌𝜌𝜌𝜌 = 0,005 < 𝛼𝛼𝛼𝛼 = 0,05, maka H 0 perbedaan. way ANOVA) dengan taraf signifikan sebesar 5% antara metode snowball throwing dan metode STAD (dapat dilihat pada lampiran 4). Kedua, kriteria pengujian berdasarkan = 0,05 ; (3) Kriteria pengujian hipotesis, dengan perbandingan antara nilai signifikan dengan nilai ketentuan: (a) Terima H0 jika nilai probabilitas PEMBAHASAN probabilitas sebagai berikut : dari hasil analisis ρ>α=0,05. Jika sebaliknya makaUji H1Normalitas diterima; (b) Berdasarkan normlitas pada data pretest danρ=0,005< posttest kelas eksperimen (2-tailed) diperoleh α=0,05, maka Hasil pengujian hipotesis uji statistik dengandari ujisig dan kelas kontrol menunjukan bahwa kedua kelas tersebut berdistribusi normal. H0 ditolak. Artinya terdapat perbedaan hasil menggunakan software SPSS 15.0 diperoleh sig (2 throwing − tailed)� = dan Dengan hasil data pretestbelajar pada kelas kontrolmetode sebesar�Asymp antara snowball hasil ρ=0,335>α=0,05 (lampiran ). Hal ini 0,472 > 𝛼𝛼𝛼𝛼 = 0,05. Data pretest pada kelas eksperimen sebesar�Asymp sig (2 − metode STAD (dapat dilihat pada lampiran 4). menunjukkan bahwa H0 diterima yang artinya Data posttest pada kelas kontrol tailed)� = 0,289 > 𝛼𝛼𝛼𝛼 = 0,05. data tersebut mempunyai variasi sama sebesaryang �Asymp sig (2 − tailed)� = 0,983 > 𝛼𝛼𝛼𝛼 = 0,05. Data posttest pada kelas PEMBAHASAN (homogen). eksperimen sebesar�Asymp sig (2 − tailed)� = 0,946 > 𝛼𝛼𝛼𝛼 = 0,05. Sesuai dengan kriteria 𝜌𝜌𝜌𝜌 > 𝛼𝛼𝛼𝛼 maka H0 diterima yang artinya data sampel berasal dari data yang Uji Normalitas Berdasarkan dari uji normlitas pada Data yang telah diuji normalitasnya dan dinyatakan berdistribusi normal data pretest dan posttest kelas eksperimen dan selanjutnya sebagai akan diuji kehomogenitasan data tersebut. Berdasarkan dari uji Prosedur pengujian dilakukan kelas kedua kelas homogenitas data pretest kelaskontrol eksperimenmenunjukan dan kelas kontrolbahwa menyatakan bahwa berikut: (1) Formulasi hipotesis nihilpadadan tersebut berdistribusi normal. Dengan hasil data dari kedua kelas tersebut mempunyai varian yang sama (homogen) dengan hipotesis kerja, dengan ketentuan: (a) H0 : perolehan 𝜌𝜌𝜌𝜌 = 0,674 > 𝛼𝛼𝛼𝛼 =data 0,05.pretest Begitu juga dengan datakontrol posttest kelas eksperimen pada kelas sebesar (Asymp H0 :μ1=μ2 artinya tidak ada perbedaan hasil dan kelas kontrol menyatakan bahwa data )=0,472>α=0,05. dari kedua kelas tersebuut sig (2-tailed) Data mempunyai pretest pada belajar sebelum diberi perlakuan antara varian yang model sama (homogen) dengan perolehan 𝜌𝜌𝜌𝜌 = 0,335 > 𝛼𝛼𝛼𝛼 = sig 0,05.Sesuai kelas eksperimen sebesar (Asymp (2-tailed) pembelajaran kooperatif tipe dengan STAD dengan kriteria yang telah ditentukan 𝜌𝜌𝜌𝜌 > 𝛼𝛼𝛼𝛼 maka H0 diterima yang artinya data )=0,289>α=0,05. Data posttest pada kelas kontrol tipe Snowball Throwing; (b) Hmempunyai :μ1≠μ2 varian artinya yang sama (homogen). 1 sebesar (Asymp (2-tailed) )=0,983>α=0,05. Hipotesis dengan T Test) adanya perbedaan hasil belajarUjisebelum diberi Uji T (Independent-Samplesig Data posttest pada kelas eksperimen sebesar perlakuan antara model pembelajaran kooperatif (Asymp sig (2-tailed) )=0,946>α=0,05. Sesuai tipe STAD dengan tipe Snowball Throwing; dengan kriteria ρ>α maka H0 diterima yang (2) Uji statistika. Uji statistik yang digunakan artinya data sampel berasal dari data yang adalah uji t dengan taraf signifikan sebesar berdistribusi normal. 5% 0,05 ; (2) Harga Kritis. t((1-1/2 α;db))= t((0,975;52) =2,01; (3) Kriteria pengujian hipotesis. Terima Uji Homogenitas ) H0 jika ttabelα akan diuji kehomogenitasan data tersebut. =0,05. Jika sebaliknya maka H1 diterima; (b) Berdasarkan dari uji homogenitas pada data Hasil pengujian hipotesis uji statistik dengan pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan software SPSS 15.0 diperoleh menyatakan bahwa data dari kedua kelas tersebut hasilnya sebagai berikut: mempunyai varian yang sama (homogen) Pertama, berdasarkan dari uji hipotesis dengan perolehan ρ=0,674>α=0,05 Begitu juga dengan Uji T (independent-sample t test) dengan data posttest kelas eksperimen dan kelas pada data posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol menyatakan bahwa data dari kedua kontrol dengan software SPSS 15.0 menyatakan kelas tersebuut mempunyai varian yang sama bahwa hasil uji hipotesis secara manual adalah (homogen) dengan perolehan ρ=0,335>α=0,05 thitung=-2,97 dan ttabel=2,01 yang menunjukkan Sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan ρ>α bahwa t berada pada daerah peneriman H . Pengujian Hipotesis dengan Ujiberdistribusi T (indepndentnormal. Uji Homogenitas sample t test). hitung 1 Edy Widayat, Wahyu Widayati, & Marulitua L. Tobing, Perbandingan Model Pembelajaran maka H0 diterima yang artinya data mempunyai varian yang sama (homogen). Uji Hipotesis dengan Uji T (IndependentSample T Test) Hasil analisis dengan keterlibatan 52 siswa SMK 17 Agustus 1945 Surabaya sebagai berikut : Pada uji t pretest diperoleh perhitungan thitung=0,387 > ttabel=-2,01 dan sig (2-tailed) diperoleh ρ = 0,700 > α = 0,05 , maka H0 diterima. Artinya tidak ada perbedaan hasil belajar antara metode snowball throwing dan metode STAD. Antara kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki kemampuan awal yang sama. Sedangkan pada uji t posttest diperoleh perhitungan thitung=2,97