Madinah ISSN : Jurnal Studi Islam Volume 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Nomor 2. Desember Madinah. JSI by IAI TABAH is licensed under a Creative CommonsAttribution- NonCommercial 4. 0 International License Naskah masuk Direvisi Diterbitkan 24 Oktober 2024 25 Nopember 2024 10 Desember 2024 DOI : https://doi. org/10. 58518/madinah. PENUMBUHAN KARAKTER SOSIAL SANTRI DI PONDOK PESANTREN Riza Dora Institut Al Azhar Menganti. Gresik. Indonesia E-mail: rizadora204@gmail. Muhamad Arif Institut Al Azhar Menganti. Gresik. Indonesia E-mail: muhamadarif070593@gmail. ABSTRAK: Pesantren merupakan lembaga yang tumbuh dan berkembang di dalam budaya Nusantara yang bersifat asli . dan diyakini telah menjadi landasan utama dalam mengembangkan khazanah keislaman serta ilmu pengetahuan dan akhlak manusia. Pesantren secara konsisten berhasil melahirkan generasi yang mampu menjawab tantangan dan dinamika zaman, khususnya dalam konteks pendidikan berbasis Islam. Pendidikan karakter di pesantren sebagian besar disampaikan melalui metode dan pendekatan khas yang melekat pada lembaga ini. Oleh karena itu, pembentukan karakter sosial dalam pesantren harus benar-benar meninggalkan jejak yang mendalam pada diri santri, sehingga berpengaruh ketika mereka bersosialisasi dan bermasyarakat. Salah satu metode utama dalam hal ini adalah melalui teladan. Permasalahan yang ingin dijawab melalui penelitian ini meliputi: . Bagaimana pondok pesantren menumbuhkan karakter sosial? . Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam penumbuhan karakter sosial tersebut? Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter sosial santri di Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Ulum dilakukan melalui berbagai cara, seperti keteladanan dari para ustadz, penerapan kurikulum, dan program pesantren. Kata Kunci: Pesantren, indigenous, karakter sosial, kurikulum ABSTRACT: Islamic boarding schools are institutions that grow and develop within the indigenous culture of the archipelago and are believed to have become the main foundation in developing Islamic treasures as well as science and human morals. Islamic boarding schools have consistently produced a generation that can respond to the challenges and 242 Riza Dora dan Muhamad Arif Penumbuhan Karakter Sosial. Madinah ISSN : Jurnal Studi Islam Volume 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Nomor 2. Desember dynamics of the times, especially in the context of Islamic-based education. Character education in Islamic boarding schools is mostly delivered through the typical methods and approaches inherent in this institution. Therefore, the formation of social character in Islamic boarding schools must leave a deep imprint on the students, so that it has an influence when they socialize and socialize. One of the main methods in this case is through example. The problems to be answered through this research include: . How do Islamic boarding schools foster social character? . What are the supporting and inhibiting factors in the development of social character? Data collection methods in this research include observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the formation of the social character of students at the Nurul Ulum Salafiyah Islamic Boarding School is carried out through various methods, such as the example of the ustadz, curriculum implementation, and Islamic boarding school programs. Keywords: Islamic boarding school. Indigenous, social character, curriculum PENDAHULUAN Pendidikan merupakan akses terpenting dalam kemajuan bangsa. Melalui pendidikan, kita berharap dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang berkarakter tangguh dan mampu mengemban tongkat estafet kepemimpinan 1 Sayangnya, banyak yang menilai tipe kepribadian seperti ini semakin sulit ditemukan pada diri siswa. Banyak diantara mereka yang terlibat tawuran, narkoba, dan lain-lain. Kondisi itulah membangkitkan kesadaran para pendidik untuk mengembangkan pendidikan karakter. 2 Secara garis besar, ada tiga macam lembaga pendidikan: yaitu . Lembaga Pendidikan Formal, . Lembaga Pendidikan Non Formal, dan . Lembaga Pendidikan Informal. Salah satu Lembaga Pendidikan non formal di Indonesia yang dipercaya dalam mengembangkan Pendidikan karakter adalah Pondok pesantren. Pondok Pesantren merupakan lembaga yang unik dan memiliki karakteristik yang sangat kuat dan melekat. Salah satu peran pesantren adalah mencerdaskan bangsa yang dilakukan secara turun temurun sampai sekarang. Dalam catatan sejarah pesantren memberikan pendidikan pada masa sulit, masa perjuangan melawan penjajahan, dan menjadi pusat penelitian yang masih eksis hingga saat ini. Menurut Zamakhsyari Dhofier4 tujuan pendidikan pesantren bukan untuk mengejar kepentingan kekuasaan, uang, dan kejayaan duniawi, melainkan untuk menanamkan dalam diri mereka bahwa belajar hanyalah kewajiban dan 1 M. Abdillah. AoReligious Education in Indonesia: The Case of Islamic EducationAo. The Routledge International Handbook of Religious Education, no. Query date: 2023-10-04 17:33:35 . : 150Ae55, https://doi. org/10. 4324/9780203106075-29. 2 R. Hayah. AoCharacter Education in Islamic Boarding School and the Implication to StudentsAo Attitude and Critical Thinking Skills on Biodiversity LearningAo. Journal of Physics: Conference Series 812, no. , https://doi. org/10. 1088/1742-6596/812/1/012101. 3 Muhamad Arif. AoRevitalisasi Pendidikan Cinta Tanah Air Di Pondok Pesantren Darul Ihsan Meganti GresikAo. Jurnal IqraAo: Kajian Ilmu Pendidikan 3, no. : 277Ae96, https://doi. org/10. 25217/ji. 4 Zamakhsyari Dhofier,Tradisi pesantren: studi pandangan hidup kyai dan visinya mengenai masa depan Indonesia. Cet. 8 rev (Jakarta: LP3ES, 2. , 79. 243 Riza Dora dan Muhamad Arif Penumbuhan Karakter Sosial. Madinah ISSN : Jurnal Studi Islam Volume 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Nomor 2. Desember pengabdian kepada Allah. Oleh karena itu, sebagai lembaga pendidikan, pesantren juga mempunyai tanggung jawab yang besar dalam membentuk kepribadian santri. Menurut Nurcholis Madjid, secara historis pesantren tidak hanya identik dengan makna keislaman tetapi juga mengandung makna keaslian . Indonesia. Karena sebelum Islam masuk ke Indonesia, lembaga sejenis pesantren sudah ada di Indonesia, dan Islam hanya sekedar memelihara, melestarikan, dan menjadikan mereka Islam. Pesantren adalah sistem pendidikan khas tertua di Indonesia. Dia selalu menjadi sumber inspirasi bagi calon ilmuwan dan peneliti yang mencoba menjelaskan anatomi dalam dimensi berbeda. Dari kawah tersebut, sebagai objek penelitian, lahirlah doktor-doktor dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari antropologi, sosiologi, pendidikan, politik, agama, dan lain-lain. Oleh karena itu, kami memandang pesantren sebagai sistem pendidikan Islam di negeri ini yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan manusia secara Menurut Manfred Ziemek, asal kata pesantren adalah Aupe-santri-anAy yang berarti tempat santri. 6 Oleh karena itu, pesantren adalah tempat para santri belajar . gama Isla. Pesantren merupakan suatu lingkungan dengan ciri khas yang tidak dimiliki daerah lain. Oleh karena itu, tidak berlebihan bila Abdurrahman Wahid menyebutnya sebagai subkultur tersendiri. Unsur-unsur sistem pendidikan perdren tradisional yang menjadikannya khas adalah kiai, santri, masjid, pondok dan pengajaran kitab-kitab klasik. 7 Secara garis besar, tipologi pesantren bisa dibedakan paling tidak menjadi tiga jenis, walaupun agak sulit untuk membedakan secara ekstrim diantara tipe-tipe tersebut yaitu salafiyah . , khalafiyah . dan terpadu. Beberapa penelitian yang membahas tentang pentingnya pendidikan karakter untuk diimplementasikan pada keseharian santri, sudah banyak ditemukan seperti yang diungkapkan Zuhriy bahwa pendidikan karakter dipesantren merupakan pilar utama dalam mencapai keberhasilan santri, kondisi tersebut didukung dengan sistem pesantren yang terukur dalam mencapai tujuannya, disertai dengan Law of the Game atau aturan main yang jelas dan kuat. Sehingga kedua pesantren dalam penelitian ini menerapkan jadwal dan program yang tersusun rapi disertai dengan dukungan peraturan santri. 9 sejalan dengan Arif et al, yang lebih memfokuskan pada penumbuhan karakter sosial, terutama pada lembaga pendidikan yang terdapat hubungan antara guru dan siswa, seperti penanaman nilai-nilai kesejahteraan sosial pada setiap usia dasar adalah pilihan 5 Nurcholish Madjid. Bilik-Bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan (Jakarta: Paramidana, 1. , 23. 6 Manfred Ziemek. Pesantren Dalam Perubahan Sosial (Jakarta: P3M: Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat, 1. , 33. 7 Zamakhsyari Dhofier. Tradisi pesantren: studi pandangan hidup kyai dan visinya mengenai masa depan Indonesia. Cet. 8 rev (Jakarta: LP3ES, 2. , 44. 8 Muhamad Arif. Sulaiman Dorloh, and Shuhairimi Abdullah. AoA Systematic Literature Review of Islamic Boarding School (Pesantre. Education in Indonesia . Ao. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman 35, no. July 2. : 161Ae80, https://doi. org/10. 33367/tribakti. 9 M. Syaifuddien Zuhriy. AoBudaya Pesantren Dan Pendidikan Karakter Pada Pondok Pesantren SalafAo. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan 19, no. : 287Ae310. 244 Riza Dora dan Muhamad Arif Penumbuhan Karakter Sosial. Madinah ISSN : Jurnal Studi Islam Volume 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Nomor 2. Desember tepat, karena siswa sekolah dasar meniru dan mengikuti instruksi yang diberikan oleh guru. Sejalan degan Siti Malikhah Towaf mengemukakan bahwa penumbuhan karakter adalah kualitas mental, perilaku yang membedakan seseorang dari orang lain, watak, watak. Berkarakter berarti memiliki karakter, berkepribadian. Sikap menjadi pola, baik pikiran, sikap, maupun tindakan, yang sangat menarik bagi seseorang dan sulit dihilangkan. Hubungan antara nilai, sikap, dan perilaku sangat sinergis atau saling mendukung, sehingga semua elemen pendidikan karakter bermuara pada unsur-unsur yang bermartabat, yaitu damai, mandiri dan Maka, pemilihan strategi guru dalam mengembangkan karakter anak merupakan urgensi yang tidak dapat ditinggalkan, seperti contoh: kedisiplinan, kerjasam, saling menghargai, sehingga guru juga dapat memberikan motivasi melalui komunikasi, penghargaan, hukuman dan diskusi dengan anak, sehingga hasil kerja guru sangat baik dan konsisten dengan penerapan sistem pendidikan di Indonesia. 12 Solekah mencatat bahwa pendidikan karakter adalah suatu upaya kuat yang dipersiapkan dan dibimbing oleh pusat pembelajaran untuk tumbuh dan berkembangnya kemampuan manusia agar mempunyai budi pekerti dan budi pekerti yang baik, berakhlak mulia, serta memberikan pengaruh positif dan konstruktif terhadap alam dan masyarakat, sehingga mampu hidup sebagai manusia yang beriman, produktif, kreatif, dan warga negara baru yang mampu memberikan kontribusi terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Kondisi diatas, juga peneliti temukan fakta di lapangan terkait eksistensi Pondok Pesantren Shalafiyah Nurul Ulum Kebomas Gresik dalam proses pembentukan karakter kepedulian sosial dilakukan melalui berbagai kegiatan dalam menumbuhkan karakter sosial santri seperti bermula pada keteladanan para Ustadz dan kegiatan harian santri, adanya program unggulan kerja bakti dalam membersihkan selokan-selokan di lingkungan masyarakat yang sudah diimplementasikan sejak 2008 dan sampai saat ini sudah menyebar luas sampai di berbagai daerah. 14 Berdasarkan temuan diatas, maka peneliti menemukan satu ruang kosong yang diperlukan riset secara spesifik, tentang implementasi penumbuhan pendidikan karakter sosial di pondok pesantren Shalafiyah Nurul 10 Muhamad Arif. Jesica Dwi Rahmayanti, and Fitri Diah Rahmawati. AoPenanaman Karakter Peduli Sosial Pada Siswa Sekolah DasarAo. Qalamuna: Jurnal Pendidikan. Sosial. Dan Agama 13, no. : 291Ae92. 11 Siti Malikhah Towaf. AoPendidikan Karakter Pada Matapelajaran Ilmu Pengetahuan SosialAo. Jurnal Ilmu Pendidikan . 75Ae85, http://journal. id/index. php/jip/article/view/4380. 12 Wahyu Retnaningtyas and Zulkarnaen Zulkarnaen. AoStrategi Guru Dalam Pembentukan Karakter Sosial Anak Usia Dini Di Lingkungan SekolahAo. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 7, no. : 381. 13 Friska Fitriani Sholekah. AoPendidikan Karakter Dalam Kurikulum 2013Ao. Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini . January 1Ae6, https://doi. org/10. 53515/CJI. 14 Observasi. Kebomas, 8 September 2023 245 Riza Dora dan Muhamad Arif Penumbuhan Karakter Sosial. Madinah ISSN : Jurnal Studi Islam Volume 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Nomor 2. Desember Ulum Kebomas Gresik, yang notabenya pesantren salaf namun tetap mempunyai eksistensi dalam menumbuhkan pendidikan karakter sosial pada santri. tujuan penelitian ini, meliputi: Pertama, bagaimana pesantren Nurul Ulum dalam menumbuhkan karakter sosial santri dan Apa saja faktor penghambat dan pendukung dalam menumbuhkan karakter sosial santri di Pondok Pesantren Shalafiyah Nurul Ulum Kebomas Gresik. METODE Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus, sebagaimana yang diungkapkan Yin bahwa pemilihan studi kasus15 di dasarkan pada keunikan yang ditemukan pada Pondok Pesantren Shalafiyah Nurul Ulum Kebomas Gresik, tentang eksistensinya dalam menumbuhkan pendidikan karakter sosial pada santri. Sumber data primer penelitian ini adalah pengasuh pesantren, pengurus dan santri, sejalan dengan proses pencarian data yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara dan dokumentasi sesuai pada sumber data primer penelitian. 16 pada proses analisis data peneliti menggunakan analisis data miles dan hubarman yaitu: data reduksi, data display dan penarikan Sedangkan pada ujian keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi metode, model dan teori. HASIL DAN PEMBAHASAN Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Ulum Kebomas dalam menumbuhkan karakter sosial santri Pondok pesantren memiliki peran yang penting dalam menubuhkan karakter sosial santri. Pondok pesantren di akui di Masyarakat sebagai Lembaga yang ideal dalam mencerminkan pendidikan berkarakter sesuai dengan syariat Hal ini dikarenakan dalam menumbuhkan karakter pondok pesantren Salafiyah Nurul Ulum memiliki aktivitas aktivitas seperti roAoan bersama, muhadhoroh. Pendidikan diniyah, program minguan kerja bakti membersihkan selokan pada warga dan kegiatan harian santri. Karakter sosial ini tanggungjawab, saling menghargai, mandiri, perduli terhadap sesama, mandiri yang termasuk bentuk dari ekpresi dan identitas diri. Untuk lebih jelasnya dibawah ini berupa pernyataan yang disampaikan oleh pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Ulum : Au. saya sebagai pimpinan memiliki tanggungjawab dalam proses pendidikan yang berlangsung di dalam Pondok Pesantren karena hal itu merupakan Amanah yang harus dilaksanakan. Mengenai peran pondok pesantren dalam menumbuhkan karakter sosial santri ada poin poin yang 15 Robert K. Yin. Case Study Research: Design and Methods. Fifth edition (Los Angeles: SAGE, 2. Robert K. Yin. AoHow to Do Better Case StudiesAo. The SAGE Handbook of Applied Social Research Methods 2, no. 254Ae282 . 16 Zuchri Abdussamad. Metode Penelitian Kualitatif (Jakarta: CV. syakir Media Press, 2. , 11. Emzir. Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data (Jakarta: Raja Grafindo, 2. , 45. 17 Michael Quinn Patton. Qualitative Research & Evaluation Methods: Integrating Theory and Practice. Fourth edition (Thousand Oaks. California: SAGE Publications. Inc, 2. , 72. 246 Riza Dora dan Muhamad Arif Penumbuhan Karakter Sosial. Madinah ISSN : Jurnal Studi Islam Volume 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Nomor 2. Desember menjadi penunjang dalam menumbuhkan karakter sosial santri, seperti Pelajaran dalam kitab yang diajarkan terutama terkait fiqih dan akhlak. Dalam segi prakteknya, para santri dibiasakan untuk bergontong royong dan bekerja sama dalam pembagaian tugas seperti memasak bersama bagi santri putri dan mencari kayu bakar serta memberikan makan ternak bagi santri putra sebelum kegiatan sekolah, bukan hanya itu, para santri juga diberikan kegiatan roAoan . ersih bersih pondo. pada hari jumAoat pagi dan kerja bakti membersihkan selokan warga setiap minggu pagi. Aktivitas tersebut tidak lain bertujuan agar dapat menumbuhkan serta memperkuat karakter sosial mereka. dalam menumbuhkan karakter sosial santri tidak hanya pada aktivitas harian yang di lakukan santri saja, melainkan didalam kelas juga bisa terjadi proses menubuhkan karakter sosial mereka yang mana dalam materinya bisa di sampaikan melalui ilmu Akhlak dengan memakai kitab Akhlakulil banin, dan fikih mabadiul fikih. Menurut saya, keberhasilan mencapai ilmu itu dilihat dari berlangsungnya teori dan prakteknya yang secara bersamaan. Begitu juga di pondok, keberhasilan suatu ilmu apabila teori dan prakteknya selalu berjalan beriringan. Jika di dalam Madrasah Diniyah ini sebagai wadah transfer ilmu secara teorinya maka prakteknya terletak pada kegiatan sehari hari yang terikat dengan jadwal, meskipun didalam kelas pun tetap berjalan secara prakteknya mbak Ay18 Pemaparan senada juga disampaikan ustadz sholeh, tentang proses menumbuhkan karakter sosial santri di Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Ulum: Au. dalam menumbuhkan karakter sosial santri, perlu adanya dorongan dari pengasuh yang diturunkan kepada pimpinan dan para pengurus agar segala kegiatan dan program yang dibentuk ini bisa menjadi fasilitas para santri dalam menumbuhkan karakter sosial mereka mbak. Dalam aktivitas sehari Ae hari Para pengurus, guru selalu mencontohkan dan memberikan arahan dengan benar. Jadi bukan hanya menyuruh dengan menyediakan programnya saja, tpi juga ikut serta terjun sebagai bentuk tauladan Bagai para santri mbak. Jadi, antara santri dan guru, para pengurus tidak ada perbedaan dalam menjalankan kegiatan pondok. Semua nya sama rata, yang berbeda adalah tetap para santri menjaga sikap dan kehormatan para gurunyaAy19 Selain itu. Para Ustadz di Pondok Pesantren ini senantiasa mengajarkan dan memberikan contoh yang baik, seperti selalu ikut dalam kegiatan pondok, bertutur kata yang baik sehingga para santri juga dengan sendirinya meniru dan mempraktikannya terhadap apa yang di lihat pada gurunya. Hal ini sesuai denagan apa yang di sampaikan pleh ustadz Mif kepada peneliti sebagai berikut : Au. kami mencontohkannya kedalam kelas seperti bagaimana cara meminjam barang, terus jika ada sampah berserakan tak segan para ustadz 18 Ning Nurul Anis. Wawancara. Kebomas 19 Mei 2024 19 Sholeh. Wawancara. Kebomas 19 Mei 2024 247 Riza Dora dan Muhamad Arif Penumbuhan Karakter Sosial. Madinah ISSN : Jurnal Studi Islam Volume 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Nomor 2. Desember untuk membersihkan dan membuangnya di sampah, bagaimana bertutur kata yang baik. Dengan di contohkan langsung nanti anak anak akan meniru apa yang di lihat dan di sampaikan oleh ustadznyaAy 20 Hal demikian juga senada diungkapan oleh Gus Arol kepada peneliti sebagai berikut : AuAjadi kami selain memberikan materi pada diniyah, kami juga memberikan contoh yang baik. Karena sebagian besar ustad yang ngajar kan mukim, jadi segala aktivitas di pondok juga di ikuti oleh ustad yang Hal demikian, menjadi kemudahan para ustad untuk memberikan ilmu secara materi dan secara prakteknya. Apalagi dalam menumbuhkan karakter sosialnya santri, segala prilaku dan ucapan kami juga selalu di tiru oleh mereka. ya, tidak secara langsung mereka menirukan semuanya, tapi proses step by setep yang penting mereka dapat mencontohkan apa yang di lakukan oleh ustadznyadalam disiplin ilmu yan paling sesuai dalam membentuk karakter secara keseluruhan yakni ilmu akhlak dan juga fikih. Didalamnya ini, memuat berbagai isi perihal bagaimana beribadah sesuai dengan syariat, bersikap terhadap sesama manusia, lingkungan dan makhluk ciptaan Allah. Selain itu, kitab kitab yang merangkum prinsipprinsip dasar ilmu sosial, yang dapat digunakan dalam pembentukan karakter sosial santri, tidak diragukan lagi merupakan narasi yang berakar pada fiksi dan pertimbangan etika. kami mengajakrkan akhalkulil banin dan juga fikih karena didalam materi tersebut para santri mudah untuk memahami Bahasanya, serta para santri juga mudah untuk memahaminyaAy21 Selain itu, proses penumbuhan karakter sosial santri diimplementasikan melalui kegiatan harian santri ini merupakan rutinitas sehari hari selama santri menempuh pembelajaran di pondok pesantren. Kegiatan ini disusun secara sistematis dan terjadwal dengan tujuan untuk melatih santri agar menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, dan berakhlak mulia. Kegiatan ini santri dituntut untuk wajib ikut melaksanakan sesuai dengan apa yang ditentukan oleh pondok. Berikut kegiatan harian yang wajib diikuti oleh seluruh santri selama di Pondok Pesantren Salafiyan Nurul Ulum22 Sebagaimana hasil wawancara kepada ning Nurul Anis selaku putri dari pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Ulum Kebomas Gresik Sebagai berikut: AuPondok pesantren salafiyah Nurul Ulum ini merupakan pondok yang selain mengajarkan pembelajaran diniyah juga menekankan kepada Pendidikan karakter pada seluruh santri. Terutama pada karakter sosial dan kepedulian santri terhadap sesama dan lingkungan sekitar. Dengan system kekeluargan, para pengurus dan para ustadz/ustadzah senantiasa memberikan contoh yang baik bagi para santrinya. Para santri di didik dan 20 Miftah. Wawancara. Kebomas 19 Mei 2024 21 Gus Arol. Wawancara. Kebomas 20 Mei 2024 22 Nurul Ulum,AyDokumen Pengurus Santri PonPes Salafiyah Nurul UlumAy 248 Riza Dora dan Muhamad Arif Penumbuhan Karakter Sosial. Madinah ISSN : Jurnal Studi Islam Volume 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Nomor 2. Desember di bina dengan sebaik baiknya pada kegiatan sehari-hari baik di dalam pembelajaran maupun pada kegiatan lainnya. Seperti keggiatan bakti Bakti sosial membersihkan saluran air ini merupakan program yang digagas langsung oleh para santri dulu . ekarang menjadi alumn. atas dasar keinginan abah yai Chudhori untuk membuat kegiatan yang mana santri ini terbentuk rasa kepedulian sosialnya dengan melibatkan langsung elemen Masyarakat sebagai Upaya para santri untuk melatih rasa empatinya sekaligus bisa memberikan dampak kepada seluruh Masyarakat. Pada saat kegiatan istighotsah dalam rangka rutinan acara kliwonan, beliau menyampaikan Aubuatlah kegiatan yang semua Masyarakat baik muslin dan non muslim juga merasakan, kegiatan istighotsah ini bagus, tapi yang merasakan hanyalah orang yang muslim. Koordinasikan dengan membentuk kegiatan yang melatih sikap perduli santri santri sekaligus berdampakAy. Kemudian beliau menuturkan Ausantri kui ga diarani sombong lek wani ngeresii kotorane gotAy. Dari situlah para santri pada saat itu, berinisiatif membuat program yakni membersihkan saluran air di kompleks warga yang sampai saat ini masih berjalan. Ning Anis menyampaikan jika program ini selain mampu menumbuhkan karakter perduli santri juga sebagai ajang silaturrahim para alumni dan para santri. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari minggu pagi yang diikuti oleh para santri laki laki dan para alumni yang tergerak di YLA ANUGI (Yayasan lawang agung Nurul Ulum Gresik Indonesi. dan Sudah menyebar ke luar kota yakni Surabaya. Bojonegoro. Ay23 Bahwa dalam pondok pesantren sudah ditetapkan Pendidikan karaktter yang berkaitan dengan kepedulian sosial melalui kegiatan sehari hari dan didukung dengan adanya kegiatan bakti sosial membersihkan selokan air di pemukiman warga yang diberikan serta disampaikan secara langsung oleh Ning Anis. Di dukung dengan penuturan dari Gus arol juga menyampaikan hal demikian yakni . Au. Pembentukan karakter sosial pada santri sangatlah penting, sebagai bekal mereka Ketika sudah menjalani kehidupan dilar sana. Kami para guru senantiasa memberikan keteladanan dengan mencontohkan langsung kepada mereka dalam pembentukan karakter sosialnya. Dengan program baksos ini, menjadi sarana santri untuk melatih kepedulian mereka terhadap masyarkat dan juga lingkungan. Selaian kegiatan tersebut. Kegiatan ini efektif untuk diterapkan karena melatih mereka untuk tjauh dari kata jijik, selalu lihat kebawah, dan selalu peduli akan sekitar, jika santri saja sudah bisa membersihkan selokan selokan seperti itu, saya yakin dia pasti bisa bersih akan kepribadiannya masing Ae masing, karena baksos sendiri diterapkan bukan hanya untuk melatih kepeduian, melainkan juga melatih kebersihan hati dan jiwa bagi masing masing santri . Ay24 Pendidikan karakter itu sangat penting sebagai bekal para santri untuk 23 Ning Nurul Anis. Wawancara. Kebomas 1 Juni 2024 24 Gus Arol. Wawancara. Kebomas 1 Juni 249 Riza Dora dan Muhamad Arif Penumbuhan Karakter Sosial. Madinah ISSN : Jurnal Studi Islam Volume 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Nomor 2. Desember beradaptasi dengan masyarakat Ketika sudah selesai mengenyam Pendidikan di Pengurus kegiatan tersebut. Pak sholeh juga menyampaikan : AuProgram kerja bakti sosial ini salah satu program untuk menumbuhkan karakter sosial para santri, dengan melibatkan secara langsung elemen Masyarakat. Kegiatan ini di bentuk pada tahun 1994 atas dasar mandat abah yai chudhori yang menginginkan untuk membuat program bukan hanya bergerak di bidang ubudiyah tapi juga dibidang sosial untuk melatih para santri sekaligus kegiatan tersebut berdampak. Dan alhamdulillah, program ini dapat berjalan dengan baik sampai saat iniAy. Sejalan dengan pemapran dari koordinator program tersebut, ustad Muhammad Lutfi Hasyim menyampaikan : Aukegiatan tersebut memiliki tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, dan . Perencanaan, meliputi para pengurus mencari titik lokasi yang sering banjir, saluran yang buntu. Kemudian setelah menemukan, para pengurus menawarkan pada warga yang bersangkutan untuk membantu mereka untuk membantu membersihkan selokan air tersebut. Kemudian, setelah mendapatakan persetujuan. Para pengurus mengadakan rapat dengan para RT dan RW di komplek tersebut untuk menentukan Lokasi saluran yang terhambat dan kedalaman selokan air tersebut. Pelaksanaan, baksos ini melibatkan para Masyarakat yang dibantu oleh para santri putra dan alumni. Kegiatan ini berlangsung pada pagi hari 00 WIB sampai pukul 16. 00 dengan jam istirahat dan sholat dhuhur berjamaah di siang hari. Evaluasi. Kegiatan evaluasi ini dilaksanakan ketika kegiatan bakti sosial ini selesai. bersama dengan para warga, para santri dan para alumni menyampaikan apa yang jadi kendala dan petunjuk agar saluran tersebut lancarAy. Hal senada juga disampaikan oleh santri yang Bernama inky : Au. Kegiatan baksos ini memiliki dampak yang baik terhadap penumbuhan karakter sosial santri, karena bukan hanya perduli tenntang sesama tetapi juga kita diajakan untuk perduli terhadap lingkungan. Kegiatan ini bagi saya tidak menganggu aktivitas kegiatan belajar yang lain karena kita juga diajarkan untuk pandai dalam membagi waktu dan bertanggungjawab terhadap waktu. Didalam kelas, ara ustadz dan ustadzah juga membiming kamu seperti mengajari santri untuk disiplin, peduli dengan sesama, bertanggungjawab, jujur seperti contoh Ketika dikelas, ustadz dan ustadzah selalu datang tepat waktu, memperlakukan santrinya dengan sama tanpa membedakan latar belakang dan masih banyak lagiAy27 Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi di atas, maka dapat ditarik simpulan bahwa pesantren dalam menumbuhkan karakter santri melalui beberapa hal, sebagaimana pada gambar di bawah ini: 25 Sholeh. Wawancara,Kebomas 2 Juni 2024 26 Muhammad Lutfi Hasyim dilaksanakan pada 2 Juni2024 27 santri Bernama Inky Wawancara. Kebomas 15 Juni 2024 250 Riza Dora dan Muhamad Arif Penumbuhan Karakter Sosial. Madinah ISSN : Jurnal Studi Islam Volume 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Ulum dalam Menumbuhkan Karakter Santri https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Nomor 2. Desember Keteladanan Para Guru/Ustadz Kurikulum Pondok Pesantren Program Santri Pondok Pesantren Gambar 1: Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Ulum dalam Menumbuhkan Karakter Santri Pada gambar 1 menunjukkan bahwa pertama dalam proses menumbuhkan karakter adalah keteladanan guru/ustad karena santri akan mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh guru. Kedua, kurikulum pesantren yang didalamnya menyangkut beberapa kitab klasik, seperti: para santri dapat segera memahami dan menerapkan ajaran dalam interaksi sehari-hari mereka, seperti terlibat dalam saling membantu dan menunjukkan rasa hormat terhadap pendidik yang keduanya merupakan aspek integral dari karakter sosial mereka. Ketiga, program santri seperti kerja bakti merupakan gagasan daripada para alumni yang dulunya menjadi santri atas mandat daripada abah yai chudhori. Kegiatan ini meliputi membersihkan selokan warga dan pasar/ wasis . agi Perempua. yang diadakan pada setiap minggu pagi sampai sore. Program lain adalah baksos yang melibatkan masyarakat yang dibantu oleh para santri putra dan alumni. Kegiatan ini berlangsung pada pagi hari pukul 08. 00 WIB sampai pukul 16. 00 dengan jam istirahat dan sholat dhuhur berjamaah di siang hari. Faktor Pendukung Dan Penghambat Dalam Menumbuhkan Karakter Sosial Santri Sebagaimana hasil wawancara mengenai faktor pendukung dan penghambat di Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Ulum Kebomas Gresik ini sering dialami oleh pengurus, ustadz dan santri. Berikut faktor penghambat dan pendukung yang dijelaskan oleh beliau Ning anis : Au. sebenarnya banyak mbak terkain faktor pendukung dan penghambatnya seperti minimnya fasilitas yang ada di pondok. Karena pondok ini pernah mengalami kebakaran jadi berdampak pada fasilitas yang Ketika melaksanakan pembelajaran diniyah para santri belajar di musholla dan aula yang di tutupi dengan satir. Kemudian, pondok kami tidak memungut 251 Riza Dora dan Muhamad Arif Penumbuhan Karakter Sosial. Madinah ISSN : Jurnal Studi Islam Volume 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Nomor 2. Desember biaya bagi yang masuk mendaftar sehingga dana yang diterima pondok juga seadanya. tapi alhamdulillah, berkat antusias dan keistiqomahan para ustadz sekaligus menjadi alumni dalam menyebarakan ilmu,aktivitas berjalan sesuai jadwal dan teraturAy 28 Hal ini juga Senada disampaikan oleh gus arol, yang menyatakan Au. jadi, dalam kegiatan madrasah diniyah ini kami tidak memberikan ujian secara tertulis mbak, karena kami melihat santri yang mondok disini memiliki latar belakang yang berbeda dan psikologis yang berbeda pula. Sehingga kami menaikkan ke Tingkat selanjutnya yakni dengan metode tes lisan dan baca kitab kuning. Karena bagi ustadz- ustadzahnya, yang terpenting santri tersebut faham dan menerapkan isi daripada kitab Dalam kegiatan sehari hari, alhamdulillah para santri ikut serta mengikuti sesuai dengan jadwal yang dibentukAy29 Ustadz sholeh, selaku koordinator kegiatan kerja bakti menyampaikan: Au. dalam menumbuhkan karakter sosial santri tentu ada faktor penghambat dan pendukungnya mbak. Seperti dalam kegiatan kerja bakti ini memiliki hambatan yakni pada armada dan fasilitas yang disediakan, minimnya kesadaran Masyarakat akan kebersihan saluran, dan biasanya Ketika melaksankan aktivitas tersebut terkadang ada benda tajam yang mengenai kaki. Namun, demikian tidak menjadi penghalang bagi para santri untuk tetap ikut serta dalam melaksanakan kerja bakti iniAy30 Farhan, salah satu santri di pesantren yang aktif mengikuti kegiatan bakti sosial menyampaikan, bahwa : Au. Sebenarnya penghambat itu biasanya dari teman sendiri mas, ya terkkadang ngajak untuk tidak ikutan kegiatan, tapi juga tergantung masing masing mbak, ada yang ikut- ikutan ada yang tidak,Ay31 Adanya faktor yang mendorong dan menghambat tersebut harus disikapi secara bijak. Oleh karena itu, sangat penting bagi santri untuk menumbuhkan karakter mereka sendiri, terutama di ranah karakter sosial, yang meliputi prinsipprinsip gotong royong dan solidaritas komunal. Kegagalan untuk melakukannya dapat mengakibatkan santri menjadi individu tanpa karakter sosial, baik dalam konteks persahabatan maupun upaya kolektif, sehingga mengarah pada kecenderungan yang nyata terhadap tidak adanya nilai-nilai sosial yang bermakna yang melekat dalam kerangka ini. Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Ulum dalam Menumbuhkan Karakter Santri Pada hasil penelitian menujukkan bahwa pondok pesantren berperan penting dalam menumbuhkan karakter sosial santri, hal ini tergambar dari suatu perasaan yang disertai dengan Tindakan. Penumbuhan karakter sosial santri di 28 Ning Nurul Anis. Wawancara. Kebomas 15 Juni 2024 29 Gus arol,Wawancara. Kebomas 15 Juni 2024 30 Sholeh. Wawancara. Kebomas 15 Juni 2024 31 Santri yang Bernama Farhan. Wawancara. Kebomas 15 Juni 2024 252 Riza Dora dan Muhamad Arif Penumbuhan Karakter Sosial. Madinah ISSN : Jurnal Studi Islam Volume 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Nomor 2. Desember Pondok Pesantren Shalafiyah Nurul Ulum melalui tiga model . rilogi model pendidikan karakter sosia. , meliputi: Keteladanan Para Guru/Ustadz (Uswatun Khasana. Seorang ustad di pesantren mempunyai peran penting sehingga dalam setiap prilakuknya harus menjadi contoh yang baik bagi santri,32 dengan memiliki pemahaman yang kuat dalam ilmu yang diajarkan dan menunjukkan sifat terpuji sesuai dengan tauladan Nabi Muhammad. 33 Keteladanan dari ustadz secara tidak langsung akan di tirukan oleh santri, sebagaimana data di pesantren ustad merupakan individu panutan dalam keilmuan dan keteladanan di Pondok 34 Ustad akan senantiasa memberikan contoh yang baik kepada para santrinya seperti tutur kata, cara bersikap, sopan santun dan lain sebagainya. Meskipun, pada proses implementasi model keteladanan guru harus mampu menyeseuaikan keteladanan sesuai dengan fase setiap individu sehingga proses penumbuhan karakter dapat berjalan secara efektiv. 35 Shunhaji et al juga memberikan penjelasan bahwa model keteladanan dalam pembentukan karakter pribadi siswa berpengaruh secara signifikan, sehingga proses keteladanan akan menjadikan pembiasaan hingga munculnya budaya pendidikan karakter yang Kusumawardani et al mencatat bahwa menumbuhkan karakter sosial tidak dapat berjalan sempurna tanpa adanya keteladanan/contoh yang diberikan oleh guru,37 kondisi tersebut diadasarkan pada kecenderungan siswa yang bersikap apatis dan mendahulukan diri sendiri dibandingkan dengan tumbuhnya kepedulian pada sosial . Maka, guru terbaik adalah guru yang djadikan panutan oleh siswanya, guru dengan pribadi berakhlak mulia dan jiwa sosial tinggi. 38 Senada degan Ranam et al mengungkapkan bahwa peran guru di Hasyim AsyAoari. Zahruddin Zahruddin, and Muhammad Rifadho Liwaul Islam. AoStrategi Peningkatan Kualitas Santri Pondok Pesantren Sunanul Huda SukaBumi Jawa BaratAo. Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 3, no. : 1Ae15. 33 Danang Prasetyo and Marzuki Marzuki. AoPembinaan Karakter Melalui Keteladanan Guru Pendidikan Kewarganegaraan Di Sekolah Islam Al Azhar YogyakartaAo. Jurnal Pendidikan Karakter 6, 2 . December 2. , https://doi. org/10. 21831/jpk. 34 Deni Sutisna. Dyah Indraswati, and Muhammad Sobri. AoKeteladanan Guru sebagai Sarana Penerapan Pendidikan Karakter SiswaAo. JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesi. 4, no. October 2. : 29, https://doi. org/10. 26737/jpdi. 35 Azizah Munawwaroh. AoKeteladanan Sebagai Metode Pendidikan KarakterAo. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam 7, no. November 2. : 141, https://doi. org/10. 36667/jppi. Dianto Dianto. AoKeteladanan Guru Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah Muhamammadiyah 1 MedanAo. Intiqad 9, no. : 268774, https://doi. org/10. 30596/intiqad. 36 Akhmad Shunhaji. Windy Dian Sari, and Rini Komalasari. AoPembiasaan Positif Dan Keteladanan Di TK Tadika Puri Jakarta SelatanAo. Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam 3, no. April 2. : 117Ae25, https://doi. org/10. 36671/andragogi. 37 Fitri Kusumawardani et al. AoPendidikan Karakter Berbasis Nilai-nilai Pancasila melalui Keteladanan dan Pembiasaan di Sekolah DasarAo. JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraa. 6, no. March 2. : 1Ae10, https://doi. org/10. 24269/jpk. 38 Unik Fepriyanti and Abdul Wachid Bambang Suharto. AoPenguatan Pendidikan Karakter Melalui Keteladanan Guru Dan Orang Tua SiswaAo. INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan 26, 1 . September 2. : 135Ae46. 253 Riza Dora dan Muhamad Arif Penumbuhan Karakter Sosial. Madinah ISSN : Jurnal Studi Islam Volume 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Nomor 2. Desember pesantren dalam memberikan keteladanan/contoh adalah kunci utama santri utuk membentuk karakter,39 terlebih dalam proses penumbuhan karakter sosial peran guru, orang tua, serta masyarakat sekitar merupakan kolaborasi terbaik dalam menumbuhkan karakter sosial santri di pondok pesantren. Kurikulum Pondok Pesantren Penumbuhan karakter sosial santri di Pondok Pesantren Shalafiyah Nurul Ulum Gresik, tidak hanya melalui keteladanan/contoh. Namun, secara implementatif, pesantren memberlakukan dalam draf kurikulum dengan fungsi utama berfungsi sebagai acuan dasar bagi kegiatan pendidikan yang dilakukan dalam madrasah Diniyah,40 beberapa mata pelajaran di pesantren adalah teks-teks yang digunakan biasanya bersumber dari tradisi kitab kuning, yang didalamnya mempunyai ciri utama mempelajari tentang pentingnya menumbuhkan akhlak mulia, tanggung jawab, disiplin hingga jiwa sosial yang baik terhadap sesama 41 oleh karena itu, untuk mencapai kompetensi ini, santri harus terlibat dalam pembelajaran yang selaras dengan menhaj atau kurikulum yang ditetapkan dalam lingkungan sekolah asrama. Pernyataan diatas diperkuat dengan hasil riset Gumilang dan Nurcholis yang menyampaikan bahwa impelementasi kurikulum pendidikan di pesantren dapat mempegaruhi kepedulian pada diri santri. 42 seperti terlibat dalam saling membantu dan menunjukkan rasa hormat terhadap pendidik mereka, yang keduanya merupakan aspek integral dari karakter sosial mereka. Sehingga peran dari kurikulum pesantren dalam pembentukan karakter sosial santri melalui kegiatan madrasah diniyah adalah sebagai acuan dalam mencapai kompetensi standar bagi santri yaitu kemampuan menguasai . emahami, menghayati, mengamalkan, dan mengajarka. isi kitab kuning tertentu yang telah ditetapkan terutama dalam materi akhlak dan mabadiul fikih. 43 Hal ini sejalan dengan penelitian dari Andik Setiawan yang menjelaskan bahwa kegiatan madrasah diniyah ini menjadi wadah pondok pesantren dalam membentuk karakter dalam bentuk teori teori berupa kitab akhlak dan fikih. 39 Sanudin Ranam. Ibnu Fiqhan Muslim, and Priyono Priyono. AoImplementasi Pendidikan Karakter Di Pesantren Modern El-Alamia Dengan Memberikan Keteladanan Dan PembiasaanAo. Research and Development Journal Education April 90Ae100, https://doi. org/10. 30998/rdje. 40 Imam SyafeAoi. AoPondok Pesantren: Lembaga Pendidikan Pembentukan KarakterAo. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 8, no. May 2. : 61Ae82, https://doi. org/10. 24042/atjpi. 41 Darul Qutni. AoEfektivitas Integrasi Kurikulum Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik (Studi Di SMP Daarul QurAoan Internasional Tangerang Internasional Pesantren Tahfizh Daarul QurAoa. Ao. Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam 3, no. January 2. : 103Ae16, https://doi. org/10. 24853/tahdzibi. 42 Ria Gumilang and Asep Nurcholis. AoPeran Pondok Pesantren Dalam Pembentukan Karakter SantriAo. Comm-Edu (Community Education Journa. 1, no. September 2. : 42Ae53, https://doi. org/10. 22460/comm-edu. 43 Nizarani Nizarani. Muhammad Kristiawan, and Artanti Puspita Sari. AoManajemen Pendidikan Karakter Berbasis Pondok PesantrenAo. Jurnal Intelektualita: Keislaman. Sosial Dan Sains 9, no. March 2. : 37Ae44, https://doi. org/10. 19109/intelektualita. 254 Riza Dora dan Muhamad Arif Penumbuhan Karakter Sosial. Madinah ISSN : Jurnal Studi Islam Volume 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Nomor 2. Desember Program santri di Pondok Pesantren Program santri di pesantren menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan pendidikan karakter sosial santri, sebagaimana pada kegiatan aktivitas santri di pesantren yang dilakukan secara kontinu, seperti saling menghargai dengan sesama santri meskipun berasal dari daerah yang berbeda-beda,44 tumbuhnya jiwa saling membantu menjadi satu ruang awal dari terbentuknya karakter sosial Salamah juga memberikan argumentasi bahwa dalam padangan keagamaan (Isla. , melalui kitab suci Al-QurAoan menyampaikan beberapa pesan pendidikan karakter seperti: saling mengenal, berbagi dan berpartisipasi. 45 Sejalan dengan implementasi di pesantren yaitu para pengurus dan ustadz menerapkan demikian juga disertai nasehat nasehat agar dalam proses kegiatanya juga dapat memberikan dampak pada santri dalam melatih dirinya untuk terjun di Masyarakat. Dengan adanya jadwal juga bisa melatih santri dalam hal kebersamaan dan gotong royong,46 seperti: membersihkan selokan warga dan pasar/ wasis . agi Perempua. yang diadakan pada setiap minggu pagi sampai Kegiatan ini menjadi menjadi program unggulan dalam menumbuhkan karakter sosial santri karena melibatkan Masyarakat sekitar. bakti sosial merupakan upaya altruistik yang dilakukan oleh individu atau kolektif dalam masyarakat untuk tujuan membantu dan meningkatkan kesejahteraan ekologis atau komunal, tanpa antisipasi kompensasi materi. Berdasarkan hasil penelitian Aliah Pratiwi dan Paturohman menunjukkan bahwa dengan adanya kerja bakti partisipasi dan kebersamaan masyarakat semakin baik, lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman sehingga dapat membentuk karakter yang saling perduli dan Faktor pendukung dan penghambat pada proses penumbuhan karakter sosial Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Ulum dalam melaksanakan kegiatannya memiliki banyak program yang mendukung proses penumbuhan karakter sosial para santri, namun peneliti menemukan beberapa faktor pendukung utama, yaitu: adanya semangat dan kerjasama dari pengasuh dan ustad dalam menumbuhkan karakter sosial santri. Senada dengan Mubaror dan Astutik yang menyatakan bahwa peran pimpinan pesantren . engasuh/kya. selain 44 Nizarani. Kristiawan, and Sari. Amelia Salamah. AoKonsep Pendidikan Karakter Sosial Berbasis Al-QurAoanAo. Kordinat: Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam . 35Ae52, https://doi. org/10. 15408/kordinat. 46 Ani Cahyadi and Dhia Alfa Della. AoThe Character Education in Learning of Islamic Education: An Analysis of Character Values in Islamic Education Textbook for V Grade Islamic Elementary SchoolAo. SYAMIL: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Educatio. 9, no. : 83Ae98. 47 Aliah Pratiwi et al. AoBakti Sosial Sebagai Wujud Kepedulian Dan Cinta Lingkungan Di Kelurahan Kolo. Kota BimaAo. Jurnal Dharma Jnana 3, no. December 2. : 205Ae13. Arip Paturohman et al. AoKegiatan Bakti Sosial Bersama Masyarakat Sebagai Wujud Kepedulian Cinta Lingkungan Di Desa KalensariAo. Jurnal Peradaban Masyarakat 4, no. March 2. : 78Ae83, https://doi. org/10. 55182/jpm. 255 Riza Dora dan Muhamad Arif Penumbuhan Karakter Sosial. Madinah ISSN : Jurnal Studi Islam Volume 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Nomor 2. Desember memberikan ilmu dan nasihat,48 kyai juga mempunyai peran sebagai teladan bagi para santri di pesantren, sehingga dukungan kyai dalam setiap program adalah keniscayaan bagi lembaga pendidikan islam. Selain itu. Adanya dukungan dari wali santri dan Masyarakat sekitar. Prabandari et al menyatakan bahwa partisipasi wali santri dan masyarakat dapat menjadi dukungan moril bagi individu santri, sehingga santri semakin giat dalam menumbuhkan karakter sosialnya. 49 Berdasarkan dua faktor pendukung diatas, dapat dianalisa bahwa adanya faktor pendukung akan memperlancar keefektifitas dalam kegiatan yang diadakan di pondok pesantren dalam penumbuhan karakter sosial santri. Pada Faktor penghambat kegiatan yang diadakan di pondok pesantren Salafiyah Nurul Ulum dalam penumbuhan karakter sosial santri sebagai berikut : Minimnya tenaga pendidik yang ada. Rasa jenuh dan malas dari santri serta ajakan dari teman-teman santri untuk tidak mengikuti kegiatan tersebut. Kurangnya fasilitas yang memadai dalam kegiatan sehari hari dan program 50 seperti, minimnya karung untuk pembuangan kotoran selokan, armada untuk mengangkut kotoran tersebut. Munculnya benda benda tajam pada saat membersihkan, sehingga tidak jarang para santri dan alumni yang terluka. KESIMPULAN Singkatnya pada simpulan penelitian ini adalah Pondok Pesantren Shalafiyah Nurul Ulum Kebomas Gresik dalam menumbuhkan pendidikan karakter sosial santri dengan menggunakan triologi model pendidikan karakter yaitu: keteladanan guru/ustad, kurikulum pesantren dan program terstruktur santri di Pondok Pesantren Shalafiyah Nurul Ulum Kebomas Gresik. Selain itu, faktor pendukung penumbuhan karakter sosial menjadi kunci keberhasilan implementasi di lapangan yaitu dukungan dari pimpinan pesantren . engasuh dan usta. , orng tua serta peran dari masyarakat sekitar. Keberhasilan diatas tidak secara otomatis menjadikan penumbuhan karakter sosial dapat berjalan secara maksimal, karena terdapat beberapa faktor penghambat, seperti: Minimnya tenaga pendidik yang ada, munculnya rasa jenuh dan malas, kurangnya fasilitas dan munculnya benda benda tajam pada saat membersihkan, sehingga tidak jarang para santri dan alumni yang terluka. Berdasarkan hasil temuan lapangan menunjukkan adanya implikasi teoritis tentang trilogi model pendidikan karakter sosial santri sebagai solusi dalam penumbuhan karakter sosial. Meskipun, pada dasarnya penetian ini juga 48 Nifta Khuddin Mubaror and Anita Puji Astutik. AoPeran Pengasuh Pesantren Dalam Membentuk Karakter Profesional Berlandaskan Nilai-Nilai ReligiusAo. Al-Mada: Jurnal Agama. Sosial, dan Budaya 7, no. August 2. : 314Ae33. 49 Diah Ayu Prabandari et al. AoStrategi Humas Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan SekolahAo. Jurnal Manajemen Pendidikan : Jurnal Ilmiah Administrasi. Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan 3, no. : 179Ae91, https://doi. org/10. 21831/jump. 50 Abdul MunAoim et al. AoPemberdayaan Santri Melalui Program AuClean AreaAy Di Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran LamonganAo. Santri : Journal of Student Engagement 2, no. July 2. : 18Ae 29, https://doi. org/10. 55352/santri. 256 Riza Dora dan Muhamad Arif Penumbuhan Karakter Sosial. Madinah ISSN : Jurnal Studi Islam Volume 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Nomor 2. Desember mempunyai keterbatasan hanya satu penumbuhan pendidikan karakter, yaitu karakter sosial saja. Sehingga saran untuk penelitian masa depan adalah bagaimana penumbuhan pendidikan karakter lainnya, seperti: karakter nasionalisme, peduli lingkungan dan mandiri. BIBLIOGRAFI Abdillah. AoReligious Education in Indonesia: The Case of Islamic EducationAo. The Routledge International Handbook of Religious Education, no. Query date: 2023-10-04 17:33:35 . : 150Ae55. https://doi. org/10. 4324/978020310607529. Abdussamad. Zuchri. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: CV. syakir Media Press. Arif. Muhamad. AoRevitalisasi Pendidikan Cinta Tanah Air Di Pondok Pesantren Darul Ihsan Meganti GresikAo. Jurnal IqraAo: Kajian Ilmu Pendidikan 3, no. : 277Ae96. https://doi. org/10. 25217/ji. Arif. Muhamad. Sulaiman Dorloh, and Shuhairimi Abdullah. AoA Systematic Literature Review of Islamic Boarding School (Pesantre. Education in Indonesia . Ao. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman 35, no. July 2. : 161Ae80. https://doi. org/10. 33367/tribakti. Arif. Muhamad. Jesica Dwi Rahmayanti, and Fitri Diah Rahmawati. AoPenanaman Karakter Peduli Sosial Pada Siswa Sekolah DasarAo. Qalamuna: Jurnal Pendidikan. Sosial. Dan Agama 13, no. : 289Ae308. AsyAoari. Hasyim. Zahruddin Zahruddin, and Muhammad Rifadho Liwaul Islam. AoStrategi Peningkatan Kualitas Santri Pondok Pesantren Sunanul Huda SukaBumi Jawa BaratAo. Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 3, no. : 1Ae15. Cahyadi. Ani, and Dhia Alfa Della. AoThe Character Education in Learning of Islamic Education: An Analysis of Character Values in Islamic Education Textbook for V Grade Islamic Elementary SchoolAo. SYAMIL: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Educatio. 9, no. : 83Ae98. Dhofier. Zamakhsyari. Tradisi pesantren: studi pandangan hidup kyai dan visinya mengenai masa depan Indonesia. Cet. 8 rev. Jakarta: LP3ES, 2011. Dianto. Dianto. AoKeteladanan Guru Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah Muhamammadiyah 1 MedanAo. Intiqad 9, no. : 268774. https://doi. org/10. 30596/intiqad. Emzir. Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data. Jakarta: Raja Grafindo, 2012. Fepriyanti. Unik, and Abdul Wachid Bambang Suharto. AoPenguatan Pendidikan Karakter Melalui Keteladanan Guru Dan Orang Tua SiswaAo. INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan 26, no. September 2. : 135Ae Gumilang. Ria, and Asep Nurcholis. AoPeran Pondok Pesantren Dalam Pembentukan Karakter SantriAo. Comm-Edu (Community Education Journa. 1, 3 . September 2. : 42Ae53. https://doi. org/10. 22460/commedu. 257 Riza Dora dan Muhamad Arif Penumbuhan Karakter Sosial. Madinah ISSN : Jurnal Studi Islam Volume 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Nomor 2. Desember Hayah. AoCharacter Education in Islamic Boarding School and the Implication to StudentsAo Attitude and Critical Thinking Skills on Biodiversity LearningAo. Journal Physics: Conference Series . https://doi. org/10. 1088/1742-6596/812/1/012101. Kusumawardani. Fitri. Akhwani Akhwani. Nafiah Nafiah, and Mohammad Taufiq. AoPendidikan Karakter Berbasis Nilai-nilai Pancasila melalui Keteladanan dan Pembiasaan di Sekolah DasarAo. JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraa. March 1Ae10. https://doi. org/10. 24269/jpk. Madjid. Nurcholish. Bilik-Bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta: Paramidana, 1997. Mubaror. Nifta Khuddin, and Anita Puji Astutik. AoPeran Pengasuh Pesantren Dalam Membentuk Karakter Profesional Berlandaskan Nilai-Nilai ReligiusAo. Al-Mada: Jurnal Agama. Sosial, dan Budaya 7, no. August 2. 314Ae33. Munawwaroh. Azizah. AoKeteladanan Sebagai Metode Pendidikan KarakterAo. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam 7, no. November 2. : 141. https://doi. org/10. 36667/jppi. MunAoim. Abdul. Moh Khaeruddin. Desfri Maulana Amkas, and A. Khairuddin. AoPemberdayaan Santri Melalui Program AuClean AreaAy Di Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran LamonganAo. Santri : Journal of Student Engagement 2, 2 . July 2. : 18Ae29. https://doi. org/10. 55352/santri. Nizarani. Nizarani. Muhammad Kristiawan, and Artanti Puspita Sari. AoManajemen Pendidikan Karakter Berbasis Pondok PesantrenAo. Jurnal Intelektualita: Keislaman. Sosial Dan Sains 9, no. March 2. : 37Ae44. https://doi. org/10. 19109/intelektualita. Patton. Michael Quinn. Qualitative Research & Evaluation Methods: Integrating Theory and Practice. Fourth edition. Thousand Oaks. California: SAGE Publications. Inc, 2015. Paturohman. Arip. Septian Eka Prahardik. Imron Faturohman, and Ilham Widya Yusuf. AoKegiatan Bakti Sosial Bersama Masyarakat Sebagai Wujud Kepedulian Cinta Lingkungan Di Desa KalensariAo. Jurnal Peradaban Masyarakat March 78Ae83. https://doi. org/10. 55182/jpm. Prabandari. Diah Ayu. Ahmad Supriyanto. Ahmad Yusuf Sobri, and Rahmat Fadhli. AoStrategi Humas Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan SekolahAo. Jurnal Manajemen Pendidikan : Jurnal Ilmiah Administrasi. Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan 3, no. : 179Ae91. https://doi. org/10. 21831/jump. Prasetyo. Danang, and Marzuki Marzuki. AoPembinaan Karakter Melalui Keteladanan Guru Pendidikan Kewarganegaraan Di Sekolah Islam Al Azhar YogyakartaAo. Jurnal Pendidikan Karakter 6, no. December 2. https://doi. org/10. 21831/jpk. 258 Riza Dora dan Muhamad Arif Penumbuhan Karakter Sosial. Madinah ISSN : Jurnal Studi Islam Volume 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Nomor 2. Desember Pratiwi. Aliah. Nurul Huda. Mawardin, and Nurfitratun Hasanah. AoBakti Sosial Sebagai Wujud Kepedulian Dan Cinta Lingkungan Di Kelurahan Kolo. Kota BimaAo. Jurnal Dharma Jnana 3, no. December 2. : 205Ae13. Qutni. Darul. AoEfektivitas Integrasi Kurikulum Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik (Studi Di SMP Daarul QurAoan Internasional Tangerang Internasional Pesantren Tahfizh Daarul QurAoa. Ao. Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam 3, no. January 2. : 103Ae16. https://doi. org/10. 24853/tahdzibi. Ranam. Sanudin. Ibnu Fiqhan Muslim, and Priyono Priyono. AoImplementasi Pendidikan Karakter Di Pesantren Modern El-Alamia Dengan Memberikan Keteladanan Dan PembiasaanAo. Research and Development Journal of Education 7, no. April 2. : 90Ae100. https://doi. org/10. 30998/rdje. Retnaningtyas. Wahyu, and Zulkarnaen Zulkarnaen. AoStrategi Guru Dalam Pembentukan Karakter Sosial Anak Usia Dini Di Lingkungan SekolahAo. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 7, no. : 374Ae83. Amelia Salamah. AoKonsep Pendidikan Karakter Sosial Berbasis Al-QurAoanAo. Kordinat: Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam 20, no. : 35Ae52. https://doi. org/10. 15408/kordinat. Sholekah. Friska Fitriani. AoPendidikan Karakter Dalam Kurikulum 2013Ao. Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 1, no. January 2. : 1Ae6. https://doi. org/10. 53515/CJI. Shunhaji. Akhmad. Windy Dian Sari, and Rini Komalasari. AoPembiasaan Positif Dan Keteladanan Di TK Tadika Puri Jakarta SelatanAo. Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam 3, no. April 2. 117Ae25. https://doi. org/10. 36671/andragogi. Sutisna. Deni. Dyah Indraswati, and Muhammad Sobri. AoKeteladanan Guru sebagai Sarana Penerapan Pendidikan Karakter SiswaAo. JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesi. 4, no. October 2. : 29. https://doi. org/10. 26737/jpdi. SyafeAoi. Imam. AoPondok Pesantren: Lembaga Pendidikan Pembentukan KarakterAo. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 8, no. May 2. : 61Ae82. https://doi. org/10. 24042/atjpi. Towaf. Siti Malikhah. AoPendidikan Karakter Pada Matapelajaran Ilmu Pengetahuan SosialAo. Jurnal Ilmu Pendidikan 20, no. http://journal. id/index. php/jip/article/view/4380. Yin. Robert K. Case Study Research: Design and Methods. Fifth edition. Los Angeles: SAGE, 2014. AiAiAi. AoHow to Do Better Case StudiesAo. The SAGE Handbook of Applied Social Research Methods 2, no. 254Ae282 . Ziemek. Manfred. Pesantren Dalam Perubahan Sosial. Jakarta: P3M: Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat, 1991. Zuhriy. Syaifuddien. AoBudaya Pesantren Dan Pendidikan Karakter Pada Pondok Pesantren SalafAo. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan 19, no. : 287Ae310. 259 Riza Dora dan Muhamad Arif Penumbuhan Karakter Sosial.