PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2025. Hal. e-ISSN: 2964-4089 p-ISSN: 2964-4062 ASSISTANCE IN STRENGTHENING QURAoAN RECITATION THROUGH THE TALAQQI METHOD TO IMPROVE THE QUALITY OF READING IN TPQ AT SUMBERKEREP VILLAGE Pristiwiyanto1. Atmari2. Kholisudin3. Misella Sandi4. Ana Daulika Krismawati5 1,2,3,4,5, Institut Al Azhar Menganti Gresik. Indonesia Email: pristiwiyanto2020@gmail. (Diajukan: 31 December 2024. Direvisi: 24 Februari 2025. Diterima: 30 Maret 2. ABSTRAK Membaca Al-Qur'an dengan tahsin yang benar dan sesuai dengan makharijul huruf merupakan kewajiban fardhu kifayah bagi umat Islam. Keterampilan ini menjadi esensial agar bacaan AlQur'an memenuhi kaidah tajwid yang telah ditetapkan. Namun, di TPQ Desa Sumber Kerep. Kecamatan Mantup. Kabupaten Lamongan, ditemukan sejumlah permasalahan mendasar terkait kemampuan guru dan santri dalam melafalkan huruf-huruf Al-Qur'an. Kesalahan yang umum terjadi adalah pelafalan huruf yang tidak sesuai dengan makhrajnya . empat keluarnya huru. , sehingga memengaruhi keakuratan bacaan Al-Qur'an. Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) menawarkan alternatif pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan aset yang dimiliki oleh komunitas tersebut. Dalam konteks ini, aset merujuk pada potensi atau kekuatan yang ada dalam masyarakat, baik berupa kemampuan individu . eperti kecerdasan, kepedulian, dan kerja sam. maupun sumber daya alam yang tersedia. Dengan mengoptimalkan potensi ini, program pemberdayaan dapat dirancang untuk mendukung penguatan kemampuan bacaan AlQur'an. Pelaksanaan program berbasis metode ABCD telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an baik bagi guru maupun santri di TPQ Desa Sumber Kerep. Program ini memberikan landasan yang kuat bagi pembelajaran Al-Qur'an yang berkesinambungan. Untuk menjamin keberlanjutan dan peningkatan kemampuan makharijul huruf, disarankan agar pelatihan dilakukan secara rutin, disertai evaluasi berkala guna memastikan hasil yang optimal. Kata kunci: Tahsin Al-Qur'an. Makharijul Huruf. Metode Talaqqi. Pendampingan ABSTRACT Reciting the Qur'an with proper tahsin and in accordance with the correct makharijul huruf is a fardhu kifayah obligation for Muslims. This skill is essential to ensure that Qur'anic recitation adheres to the established rules of tajweed. However, at TPQ Desa Sumber Kerep. Kecamatan Mantup. Kabupaten Lamongan, several fundamental issues have been identified regarding the ability of teachers and students to articulate the letters of the Qur'an correctly. Common errors include mispronunciation of letters that do not align with their proper makhraj . lace of articulatio. , thus affecting the accuracy of Qur'anic recitation. The Asset-Based Community Development (ABCD) approach offers an alternative method for empowering communities by utilizing the assets possessed by the community. In this context, assets refer to the potential or strengths within the community, including individual capabilities . uch as intelligence, empathy, and collaboratio. as well as available natural resources. By optimizing these potentials, empowerment programs can be designed to enhance Qur'anic recitation skills. The implementation of ABCD-based programs has proven effective in improving the quality of Qur'anic recitation for both teachers and students at TPQ Desa Sumber Kerep. This program provides a strong foundation for sustainable Qur'anic learning. To ensure continuity and further improvement in the proficiency of makharijul huruf, it is recommended to conduct regular training sessions accompanied by periodic evaluations to achieve optimal results. Keywords: Qur'anic Tahsin. Makharijul Huruf. Talaqqi Method. Mentoring. Assistance In Strengthening QurAoan Recitation. (Pristiwiyanto, et a. | 53 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2025. Hal. PENDAHULUAN Dalam ajaran Islam belajar membaca Al-QurAan adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap umat Islam, dan menjadi seorang ahli dalam membaca Al-QurAan hukumnya fardhu khifayah. Hal ini bertujuan agar setiap umat Islam terhindar dari berbagai macam kesalahan yang umumnya tidak sengaja terjadi, seperti bacaan huruf yang salah, harakat yang tidak sesuai panjang dan pendeknya, ilmu tajwid yang tidak tepat dan Sedangkan membaca Al-Qur. an dengan lancar, benar dan tepat sesuai kaidah hukum tajwid hukumnya adalah fardhu Aain. (Noviyani dan Octarina 2. Salah satu ilmu yang sangat penting dalam mempelajari Al-Qur'an adalah tahsin. Tahsin merupakan suatu metode dalam membaca dan melantunkan ayat-ayat suci AlQur'an dengan cara yang baik dan benar, sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid. Problematika yang sering muncul dalam proses pembelajaran Al-Qur'an antara lain disebabkan oleh rasa kebosanan dan kurangnya dorongan semangat yang kuat dari guru sehingga berpengaruh pada peserta didik, yang dapat menghambat efektivitas dan keberlanjutan dalam mempelajari Al-Qur'an. (Nijabah dkk. Pembelajaran tahsin AlQur'an merupakan suatu pendekatan yang bertujuan untuk memperbaiki pelafalan ayatayat Al-Qur'an sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku, meliputi pelafalan setiap huruf, penerapan tajwid, harakat, serta aspek keindahan bacaan. (Melvi dkk. Metode talaqqi, yang juga dikenal sebagai musyafahah, merupakan sebuah pendekatan pengajaran Al-Qur'an secara lisan. Dalam metode ini, terdapat interaksi langsung antara pengajar dan peserta didik, di mana pengajar melafalkan ayat-ayat AlQur'an secara jelas, sementara peserta didik mendengarkan dengan saksama dan kemudian menirukan bacaan tersebut. (Putra dkk. Keunggulan metode ini terletak pada kemampuannya dalam memastikan akurasi bacaan Al-Qur'an, termasuk penerapan tajwid dan makhraj huruf, melalui pengawasan dan koreksi langsung oleh pengajar yang Dalam pelaksanaannya, pengajar berperan aktif dalam memberikan koreksi secara tatap muka terhadap bacaan peserta didik, sehingga peserta didik dapat memahami dan memperbaiki kesalahan mereka secara langsung. Oleh karena itu, metode talaqqi dipandang sebagai pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an di kalangan pengajar dan peserta didik di Desa Sumberkerep. Desa Sumberkerep yang terletak di Kabupaten Lamongan merupakan daerah dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Di desa ini, terdapat beberapa Taman Pendidikan AlQur'an (TPQ) yang berfungsi sebagai lembaga pengajaran Al-Qur'an bagi anak-anak. Namun, kualitas pembelajaran di TPQ tersebut masih memerlukan perbaikan. Mayoritas Assistance In Strengthening QurAoan Recitation. (Pristiwiyanto, et a. | 54 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2025. Hal. pengajar di TPQ adalah sukarelawan dengan tingkat pendidikan agama yang beragam, sehingga standar pengajaran belum konsisten. Selain itu, terbatasnya sumber daya dan bahan ajar menjadi kendala utama dalam proses pembelajaran. Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa meskipun banyak anak di TPQ Desa Sumberkerep sudah mampu membaca Al-Qur'an, mereka masih kesulitan menerapkan kaidah tajwid dengan benar. Pemahaman mereka terhadap isi dan makna ayat-ayat Al-Qur'an juga masih sangat minim. Pembelajaran di TPQ lebih banyak berorientasi pada hafalan, tanpa diiringi pengenalan yang mendalam terhadap isi dan konteks Al-Qur'an. METODE Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD). ABCD dibangun berdasarkan prinsipprinsip yang dikemukakan oleh John McKnight dan Jody Kretzmann yang juga pendiri dari The Asset-Based Community Development (ABCD) Institute. (Rinawati. Arifah, dan H 2. Metode ABCD merupakan sebuah alternatif masyarakat dengan menggunakan asset. Asset dalam konteks ini bermakna potensi yang dimiliki oleh masyarakat sendiri, dengan menggunakan potensi atau kekayaan yang dimiliki masyarakat dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan program Potensi yang dimaksud dapat berupa kekayaan yang dimiliki dalam diri . ecerdasan, kepedulian, gotong royong, kebersamaan, dan lain-lai. atau dapat berwujud ketersediaan sumber daya alam (SDA). (Sidik dkk. Dengan pendekatan pengembangan masyarakat berbasis aset yang diterapkan secara berkelanjutan, kemandirian masyarakat dapat terbentuk dalam upaya meningkatkan pendapatan. Hal ini pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan Masyarakat. Pada bagian ini akan diuraikan metode dan alat yang digunakan untuk mengidentifikasi serta memobilisasi aset dalam pemberdayaan Masyarakat. Dalam hal ini, pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) digunakan sebagai teknik untuk mengenali kapasitas suatu komunitas dalam mengelola aset, kekuatan, dan potensi yang dimilikinya. Pendekatan ini dianggap mampu menggerakkan dan memotivasi masyarakat untuk melakukan transformasi, sekaligus menjadikan mereka sebagai aktor utama dalam proses perubahan (Pilot Projec. Proses implementasi pendekatan ini mencakup empat tahap utama, yaitu Discovery. Dream. Design, dan Destiny. (Haris. Ahid, dan Ridhowan 2. Assistance In Strengthening QurAoan Recitation. (Pristiwiyanto, et a. | 55 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2025. Hal. Proses perubahan positif dapat dijabarkan melalui empat tahapan utama. Tahap pertama adalah Discovery (Penemua. , yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengapresiasi potensi, keunggulan, serta nilai-nilai yang dimiliki individu, kelompok, atau Proses ini dirancang untuk memberikan motivasi dan semangat guna mengoptimalkan kapasitas mereka. Selanjutnya, tahap Dream (Impia. berfokus pada merumuskan visi ideal tentang kondisi masyarakat di masa depan melalui imajinasi kreatif dan kolaborasi, sehingga tercipta gambaran bersama mengenai tujuan yang ingin dicapai. Tahap ketiga adalah Design (Perancanga. , yaitu proses penyusunan strategi, sistem, dan langkah-langkah kolaboratif untuk mendukung perubahan positif. Perancangan ini mengacu pada visi yang telah disepakati, dengan menekankan partisipasi aktif dari semua pihak terkait. Terakhir, tahap Destiny (Takdir/Pelaksanaa. merupakan implementasi dari strategi yang telah dirumuskan, dengan fokus pada pelaksanaan yang efektif dan berkelanjutan demi mencapai hasil yang diharapkan. Keempat tahap ini menjadi kerangka kerja yang saling terintegrasi dalam mewujudkan perubahan yang bermakna. (Suroiyah dan Hikmawati 2. HASIL. PEMBAHASAN. DAN DAMPAK Latar belakang dilakukannya pemahaman dan pengajaran tentang musyafahah AlQur'an dengan guru TPQ di Desa Sumberkerep tidak lain karena ditemukan bahwa mayoritas santri belum memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an secara benar sesuai kaidah tajwid dan makhraj huruf. Banyak dari mereka sekadar membaca tanpa memahami keutamaan memperbaiki pelafalan yang tepat. Selain itu, ditemukan pula bahwa sebagian santri belum memahami pentingnya menjaga adab dalam membaca Al-Qur'an. Oleh karena itu, pemahaman dan pengajaran ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, sekaligus menanamkan kesadaran tentang pentingnya menghormati dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an. Sasaran dari pemahaman dan pengajaran mengenai musyafahah Al-QurAan ini adalah penduduk setempat yang didampingi oleh mahasiswa bersama guru TPQ di Desa Sumberkerep. Proses simulasi dilakukan melalui metode musyafahah, di mana mahasiswa memperagakan cara membaca Al-QurAan dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid, lalu guru TPQ memberikan penjelasan tambahan dan koreksi jika diperlukan. Penduduk setempat kemudian diminta untuk mengikuti dengan membaca ayat-ayat tertentu secara Assistance In Strengthening QurAoan Recitation. (Pristiwiyanto, et a. | 56 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2025. Hal. Kegiatan ini diawali dengan pengenalan dasar-dasar makharijul huruf dan tajwid oleh guru TPQ yang dilanjutkan dengan latihan membaca Al-QurAan secara langsung. Mahasiswa juga memberikan bantuan berupa panduan bacaan untuk membantu penduduk belajar secara mandiri. Sebagai langkah akhir, mahasiswa membagikan buku panduan AlQurAan yang dapat digunakan untuk belajar lebih lanjut. Bagi penduduk yang tidak bisa membaca Al-QurAan, mahasiswa mengedukasi anak-anak mereka untuk membantu orang tua dalam belajar membaca dan memahami isi Al-QurAan, sehingga proses pembelajaran dapat berlanjut secara berkesinambungan di dalam keluarga. Dalam penelitian (Nijabah dkk. yang membahas proses belajar mengajar, pembelajaran yang menarik, kreatif, dan menyenangkan. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran dan mendukung tercapainya hasil pembelajaran yang optimal. Dapat disimpulkan bahwa apabila guru mampu menyampaikan materi dengan metode yang baik dan menarik, hasil pembelajaran cenderung lebih maksimal. Sebaliknya, jika proses belajar mengajar disampaikan dengan cara yang monoton atau kurang menarik, maka hasil pembelajaran cenderung tidak Berdasarkan hasil observasi penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa di Desa Sumberkerep terdapat aset desa berupa TPQ yang memiliki potensi untuk diberdayakan melalui kegiatan musyafahah Al-Qur'an dengan para guru TPQ. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bacaan Al-Qur'an para guru, sehingga dapat mendukung terciptanya generasi penerus yang unggul dalam bidang keagamaan. Musyafahah Al-Qur'an dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Januari 2025, bertempat di Masjid Sabilul Muttaqin Desa Sumberkerep. Acara dimulai dengan penyampaian materi oleh Ustad Abdul Wachid. Pd. , yang memberikan panduan tentang metode yang efektif untuk memperbaiki bacaan Al-Qur'an. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi musyafahah langsung antara peserta dan pemateri, yang bertujuan untuk mengoreksi bacaan dan mengasah keterampilan peserta. Selain itu, peserta juga diarahkan untuk mempraktikkan pengajaran bacaan Al-Qur'an kepada anak-anak TPQ sebagai bentuk pengimplementasian ilmu yang telah diperoleh. Berikut beberapa hasil yang dicapai dari kegiatan tersebut. Assistance In Strengthening QurAoan Recitation. (Pristiwiyanto, et a. | 57 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2025. Hal. Pelaksanaan musyafahah Al-Qur'an dilakukan sebagai langkah awal dalam pemberdayaan masyarakat melalui TPQ. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi guruguru TPQ di Desa Sumberkerep yang memiliki semangat tinggi untuk menyebarkan ilmu Al-Qur'an kepada para santri. Namun, dalam praktiknya, mereka menghadapi kendala dalam penguasaan tajwid dan kelancaran membaca Al-Qur'an. Oleh karena itu, kegiatan musyafahah ini dirancang untuk memperkuat kemampuan para guru TPQ dalam membaca Al-Qur'an secara tartil dan benar. Sebagai fasilitator desa dalam pelaksanaan musyafahah ini bertujuan untuk memberikan pendampingan intensif kepada para guru TPQ di Desa Sumberkerep. Diharapkan, melalui kegiatan ini, guru-guru TPQ tidak hanya meningkatkan kompetensi mereka dalam membaca Al-Qur'an, tetapi juga mampu mentransfer ilmu yang lebih berkualitas kepada para santri di masa depan. Gambar 1. Kegiatan Pelatihan Musyafahah Al-Qur'an dengan guru TPQ Sumberkerep dilakukan secara langsung dan intensif untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an para santri. Metode ini dinilai sangat efektif karena melibatkan interaksi langsung antara guru dan santri, sehingga memungkinkan koreksi tajwid dan makhraj huruf secara mendetail. Dalam penerapannya, alat yang dibutuhkan sederhana, seperti mushaf Al-Qur'an dan penanda bacaan, yang digunakan untuk mempermudah proses pembelajaran. Dengan metode ini, para santri dapat memahami dan memperbaiki bacaan Al-Qur'an secara bertahap, sesuai dengan bimbingan guru. Assistance In Strengthening QurAoan Recitation. (Pristiwiyanto, et a. | 58 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2025. Hal. Gambar 2. Praktik Langsung Tahapan musyafahah Al-Qur'an dengan guru di TPQ Sumberkerep bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana peserta didik mampu melafalkan ayat-ayat Al-Qur'an, khususnya surat Al-Fatihah, sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Tahapan ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran Tahsin, di mana penekanan diberikan pada pemahaman dan penerapan tajwid secara akurat. Dalam proses musyafahah ini, seorang guru atau ustadz bertugas untuk membimbing, memantau, dan menilai pelafalan serta intonasi peserta didik saat mereka membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Guru tersebut menggunakan pengetahuan tajwid untuk mengidentifikasi kesalahan-kesalahan dalam pelafalan yang dilakukan oleh peserta, baik dari segi makhraj huruf, panjang pendek bacaan, maupun aturan tajwid lainnya. Melalui tahapan musyafahah ini, diharapkan peserta didik dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam melafalkan ayat-ayat AlQur'an dengan baik dan benar, sehingga kualitas bacaan mereka sesuai dengan kaidah tajwid yang benar. Proses ini juga mendorong peserta untuk lebih percaya diri dalam membaca Al-Qur'an secara tartil. Gambar 3. Test Bacaan Secara Langsung Tahapan refleksi dalam pembelajaran Musyafahah Al-Qur'an di TPQ Sumberkerep dilakukan dengan bimbingan langsung dari seorang ustadz atau guru Al-Qur'an. Dalam tahap ini, ustadz memandu para santri untuk merefleksikan bacaan AlQur'an mereka melalui pendekatan musyafahah, yaitu metode pembelajaran yang menekankan pada Assistance In Strengthening QurAoan Recitation. (Pristiwiyanto, et a. | 59 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2025. Hal. pelafalan yang benar dengan mendengarkan dan menirukan bacaan guru. Ustadz mengarahkan santri untuk memahami letak kesalahan dalam bacaan mereka dengan membandingkannya pada kaidah tajwid yang telah diajarkan. Selama sesi ini, ustadz memfasilitasi diskusi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran santri terhadap pentingnya bacaan yang benar dan sesuai dengan prinsip-prinsip tajwid. Ustadz memberikan penjelasan tambahan terkait kesalahan yang sering terjadi dan menjelaskan secara rinci kaidah tajwid yang relevan. Untuk memperjelas, ustadz juga memberikan contoh bacaan yang benar, sehingga santri dapat memahami dan memperbaiki kesalahan mereka secara efektif. Proses ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki bacaan, tetapi juga untuk memperkuat pemahaman santri terhadap pentingnya akurasi dalam membaca Al-Qur'an. Gambar 4. Implementasi Ke Santri Foto bersama ini diambil setelah kegiatan Musyafahah Al-Qur'an bersama para guru TPQ Sumberkerep. Dalam foto ini, para guru terlihat berkumpul dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Mereka tersenyum dan berpose bersama sebagai tanda kesuksesan dari kegiatan yang telah dilaksanakan. Foto ini mencerminkan rasa kebersamaan dan kegembiraan setelah melalui proses pembelajaran dan pengkajian Al-Qur'an yang intensif. Para guru tampak bangga atas usaha mereka dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas pemahaman serta bacaan Al-Qur'an, sementara rasa syukur dan bahagia terpancar dari wajahwajah mereka atas capaian yang diraih bersama. Selain itu, foto ini menjadi momen istimewa untuk mempererat hubungan di antara para guru, sekaligus memupuk rasa persaudaraan di lingkungan. Assistance In Strengthening QurAoan Recitation. (Pristiwiyanto, et a. | 60 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2025. Hal. Gambar 3. Dokumentasi kegiatan musyafahah Al-QurAan bersama Ustadz Abdul Wakid. Ag . elaku dosen Institut Al-Azhar Menganti Gresi. SIMPULAN Sebagai pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kami merasa sangat bangga, bersyukur, dan berterima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada Kami juga merasa terhormat atas kepercayaan dan harapan besar yang diberikan oleh para wali santri, yang telah mengamanahkan kepada kami tanggung jawab untuk mendidik putra-putri mereka dalam pendidikan agama. Selama masa pengabdian kami di TPQ Sumberkerep, kami telah menghadapi berbagai tantangan dan pengalaman baru. Terjun ke dunia pendidikan, terutama dalam membimbing anak-anak dalam musyafahah Al-Qur'an, merupakan pengalaman yang penuh makna, penuh tantangan, tetapi juga sangat Kami menyadari bahwa mengajarkan Al-Qur'an tidak hanya sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga membangun karakter dan akhlak santri yang akan berdampak jangka panjang. Kami percaya bahwa setelah memperoleh ilmu, mengamalkannya akan terasa kurang lengkap jika tidak kami ajarkan kepada orang lain. Oleh karena itu, kami berharap dengan penuh semangat bahwa ilmu yang kami sampaikan kepada santri TPQ Sumberkerep, khususnya dalam hal musyafahah Al-Qur'an, akan menjadi bekal yang bermanfaat bagi mereka di masa depan. Kami ingin melihat mereka tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan orang tua mereka, dengan menginternalisasi nilai-nilai ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan mereka, serta menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi umat. DAFTAR PUSTAKA