PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Volume 1 November 2023 . DAMPAK STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK DI DESA POTO KECAMATAN FATULEU BARAT KABUPATEN KUPANG Justus Petrus Karma Universitas Muhammadiyah Kupang. Indonesia Corresponding Austhor: justuspetrus@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak status sosial ekonomi orang tua terhadap pendidikan anak di Desa Poto kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang serta upaya pemerintah dalam meningkatkan pendidikan anak di Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, subyek penelitian terdiri dari kepala Desa dan orang tua tujuh orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan Keabsahan data triansgulasi sumber data, triansgulasi teori dan triansgulasi motode. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat status sosial ekonomi yang bekerja sebagai Pegawai mampu memfasilitasi semua kebutuhan anak menyangkut dengan pendidikan, namun tidak semua anaknya mempunyai motivasi belajar yang baik. Status sosial ekonomiorang tua yang bekerja sebagi Petani juga mampu memfasiltasi semua kebutuhan anak-anaknya dan mampu menyekolakan anak-anaknya hingga ke jenjang yang lebih tinggi seperti S1. Status sosialekonomi orang tua yang bekerja sebagai buruh Tani tidak mampu untuk memfaslitasi semua kebutuhan anak-anaknya dalam menunjang pendidikan dan hanya mampu untuk menyekolakan anak-anaknya sampai ke jenjang SMA saja. Hal tersebut akibat dari tingginya biaya pendidikan yang melampaui tingkat pendapatan orang tua yang berlatang belakang sebagai buruh Tani. Dampak status sosial ekonomi orang tua berdampak besar terhadap pendidikan anak dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi hal tersebut akibat tingginya biaya pendidikan yang melapaui pendapatan orang tua yang sangat rendah. Upaya pemerintah Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang dalam meningkatkan pendidikan anak adalah tidak hanya menyediakan sarana dan prasarana pendidikan tetapi ada juga seperti Kesehatan. Peternakan. Tegnologi. Ekonomi dan sumber daya manusia. Kata Kunci: Status sosial Ekonomi. Pendidikan anak. ABSTRACT This qualitative study aimed to determine the impact of parents' social status economi on children's education and to know the government's efforts to improve children's education in Poto Village. West Fatuleu District. Kupang Regency. The subjects of the studywere village head and parents of seven The data were obtained through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques used data reduction, display data and drawing conclusions. The results were then validated through data source triangulation, theory triangulation and method triangulation. The study showed thatthe social status economi as civil servantwas able to facilitate all their childrenAos needs of education, but not all of their children had good learning motivation. Thefarmers were also able to facilitate all the needs of their children and facilitated them to thehigher level of education. The farm laborers were unable to facilitate all of their children's needs of education. They only facilitated them to the high school level. The impact of parents' social status economi had a major impact on children's education in continuing their education to the higher level,due to the high cost of education. The efforts of government in Poto villagewere not only providing educational facilities and infrastructure, but also health, animal husbandry, technology, economics and human resources. Keywords: Social Status economi. Children's Education. PENDAHULUAN Status sosial ekonomi adalah tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial, sehubungan dengan kelompok-kelompok lain di dalam kelompok yang lebih besar lagi. Dalam E-ISSN: 3026-6416 Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. arti lingkungan pergaulan sehari-hari, prestisenya, dan adanya hak-hak serta kewajibankewajibanya. (Mawar, 2021. Tafui, 2023. Tefa, 2. Keadaan status sosial ekonomi orang tua sangat berdampak pada pendidikan anak yang membutuhkan dukungan untuk menunjang belajar anak, hal ini sesuai dengan pendapat dari slameto, . keadaan ekonomi keluarga serta hubungan dengan hasil belajar siswa-siswi yang sedang belajar selain harus terpenuhi kebutuhan pokok misalnya makanan, pakaian, serta perlindungan kesehatan dan lain-lain. Berbagai macam fasilitas belajar yang hanya dapat terpenuhi jika keluarga mempunyai dana yang cukup untuk memenuhinya. Ahmadi, . Berpendapat bahwa faktor ekonomi keluarga banyak menentukan juga dalam pendidikan anak. Menurut Sardiman,. Motivasi dapat juga dikatakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakan perasaan tidak suka itu. Motivasi merupakan salah satu faktor psikologis yang sangat berdampak dalam melakukan suatu aktivitas. Seseorang yang melakukan aktivitas belajar supaya berhasil dengan tujuan yang ingin dicapainya perluh memperhatikan dan selalu mengembangkan motivasi dalam dirinya sehingga tujuan dan harapan dapat terkabulkan. Pendidikan anak berdampak oleh motivasi baik yang berasal dari dalam diri anak maupun dari luar agar menjadi terarah dalam mencapai tujuan. Motivasi anak sangat berdampak oleh lingkungan keluarga terutamah kondisi sosial ekonomi orang tua yang bisa mendukung pendidikan anak dalam setiap berpendidikan. Orang tua merupakan faktor yang menentukan bagi pendidikan anak dalam memberikan motivasi kepada anaknya sehingga pendidikan anak dapat tercapai maksimal. Biasanya anak yang kondisi sosial ekonominya tinggi cenderung memiliki motivasi lebih tinggi dibandingkan dengan yang rendah mereka tercukupi dari fasilitas yang diberikan oleh orang tua sehingga anak mampu mencapai pendidikan yang tinggi. Kondisi sosial ekonomi orang tua di daerah pedesaan pada umunya menenggah ke bawah. Dengan demikian maka pendidikan anakorang tua yang kurang mampu sulit untuk membiyayai anaknya untuk sekolah. Berbeda dengan orang tua yang berlatar belakang menengah keatas tentu dapat membiyayai anaknya. Rendanya permasalahan kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap pendidikan anak dapat mempengaruhi masa depan anak. Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti di Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang terdapat kondisi status sosial ekonomi orang tua yang beragam. Latar belakang ekonomi orang tua tersebut berdampak pada kemampuan untuk membiayai pendidikan anak-anaknya dalam melengkapi kebutuhan pendidikan anak. Sehingga keadaan PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. tersebut dapat dikatakan sebagai salah satu faktor dampak status sosial ekonomi terhadap pendidikan anak. Berdasarkan permasalahan yang dipaparkan diatas, maka peneliti mencoba mendalami dan mengkaji permasalahan tersebut yang telah diuraikan menjadi dua bagian yakni dampak status sosial orang tua dan pendidikan anak. (Bacotang. Abustam. Hijjang, & Manda. Boahen & Yamauchi, 2018. Bourdieu, 2018. Cobb-Clark & Moschion, 2017. Gede. Kharisma. Komang, & Muni, 2017. Paulus & Azmanajaya, 2020. Strand, 2014. Syahrul, 2021. Syahrul & Datuk, 2020. Syahrul & Kibtiyah, 2020. Syahrul. Yusuf. Julyyanti. Nautu, & Arifin. Syahrul & Wardana, 2017. Zahrawati. Aras. Syahrul. Jumaisa, & Nzobonimpa, 2. METODE Jenis Penelitian Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan metode penelitian ekplorasi, eksplorasi merupakan jenis penelitian awal dari suatu penelitian yang sifatnya luas. Sukmadinata, . metode kualitatif adalah penelitian untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang fenomena, peristiwa, kepercayaan, sikap, dan aktivitas sosial secara individual maupun kelompok. Metode kualitatif merupakan kumpulan metode untuk menganalisis dan memahami lebih dalam mengenai makna beberapa individu maupun kelompok dianggap sebagai masalah kemanusian atau masalah sosial. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian kualitatif untuk dapat memahami fenomena dalam konteks sosial secara ilmiah yang menggambarkan permasalahan sosial pada seseorang mengenai sudut pandang perilaku. Dalam penelitian kualitatif peneliti menganasis dan setelah itu melaporkan fenomena dalam suatu hasil analisa dalam penelitian. Tempat Dan Waktu Penelitian Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Poto KecamatanFatuleu Barat Kabupaten Kupang. Yang berlokasi di jalan Jurusan Barate-Naikliu Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang. Peneliti memilih desa tersebut karena Sebelum peneliti melakukan penelitian ini. Peneliti suda melakukan sebuah penelitian kecil atau mengamati tentang dampak status sosial ekonomi orang tuaterhadap pendidikan anak di desa tersebut sehingga peneliti ingin meneliti lebih dalam lagi tentang masalah tersebut. Waktu Penelitian PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada jangka waktu selama 2 bulan. dimana waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei samapai juni 2023. Tabel waktu pelaksanaan penelitian model Gantt Chart terlampir. Subyek Penelitian Menurut Sugiyono, . penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistic . enyeluru, tidak dapat dipasah-pisahka. dan dengan cara deskripsi pada suatu konteks khusus dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Subyek dalam penelitian adalah kepala Desa Poto dan orang tua berjumlah tuju orang di Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang. Penentuan subyek penelitian dalam penelitian kualitatif, dapat menggunakan model criterion-based selection yang didasarkan pada asumsi bahwa subyek tersebut sebagai aktor dalam tema skripsi yang diajukan. Selain itu dalam penentuan informan, dapat mengunakan model snow ball sampling untuk memperluas subyek penelitian. Hal lain yang diperlukan bahwa penelitian kualitatif lebih didasari pada kualitas informasi yang terkait dengan tema penelitian yang diajukan, (Idrus, 2. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian data ini, teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah sebagai berikut : Teknik Observasi Teknik observasi adalah proses pencataan pola perilaku subyek . , subyek . atau kejadian yang sistematik tampa adanya pertanyaan atau komunikasi dengan individuindividu yang diteliti (Indriantoro, 2. Dalam penelitian ini, peneliti mengamati hal-hal yang terkait dengan apa yang telah diteliti seperti bagaimana Dampak Stratifikasi sosial orang tua terhadap pendidikan anak diDesa PotoKecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang. Teknik Wawancara (Intervie. Teknik Wawancara (Intervie. adalah teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui bercakap-cakap dan berhadapan muka dengan orang yang dapat memberikan keterangan pada peneliti (Mardalis, 2. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara dengan Masyarakat dan Kepala Desa Poto KecamatanFatuleu Barat Kabupaten Kupang dengan maksud melengkapi data yang diperoleh melalui observasi. Teknik Dokumentasi Teknik dokumentasi Menurut Indriantoro, . data ini berupa faktur, jurnal suratsurat, notulen hasil rapat, memo atau dalam bentuk laporan program. Dalam penelitian ini. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. peneliti menggunakan teknik dokumentasi untuk memperoleh data tentang dampak stratifikasi sosial orang tua terhadap pendidikan anak di Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang. Analisis Data Menurut Moleong, . mengatakan bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian yang memfokuskan pada paparan kalimat, sehingga mampu memahami kondisi psikologi manusia yang komplek . ipengaruhi oleh banyak fakt. yang tidak cukup, apabilah hanya diukur dengan menggunakan skala saja. Hal ini terutama didasari oleh asumsi bahwa manusia merupakan animasi symbolicum . akluk simboli. yang mencari makna dalam hidupnya. Sehingga penelitian ini memerlukan peran kualitatif guna melihat manusia secara total. Tujuan analisis data kualitatif agar peneliti mendapatkan makna hubungan variabel-variabel sehingga dapat digunakan untuk menjawab masalah yang dirumuskan dalam penelitian. Peneliti tidak menggunakan angka-angka seperti pada analisis kuantitatif, prinsip pokok teknik analisis data kualitatif ialah mengolah dan menganalisis data-data yang terkumpul menjadi data yang sistematik, teratur, terstruktur dan mempunyai makna. Menurut Miles Huberman dan Saldana, . terdapat tiga teknik analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Proses ini berlangsung terusmenerus selama penelitian berlangsung, bahkan sebelum data benar-benar terkumpul. Teknik analisis kualitatif sebagai berikut : Reduksi Data Reduksi data merupakan salah satu dari teknik analisis data kualitatif. Reduksi data adalah bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perluh dan mengorganisasi data sedemikian rupa sehingga kesimpulan akhir dapat diambil. Reduksi tidak perluh diartikan sebagai kuantifikasi data. Penyajian Data Penyajian data merupakan salah satu dari teknik analisis data kualitatif. Penyajian data adalah kegiatan ketika sekumpulan informasi disusun, sehingga memberi kemungkinan akan adanya penarikan kesimpulan. Bentuk penyajian data kualitatif berupa teks naratif . erbentuk catatan lapanga. , makriks, grafik, jaringan dan bagan. Penarikan Kesimpulan Penarikan kesimpulan merupakan salah satu dari teknik analisis data kualitatif. Penarikan kesimpulan adalah hasil analisis yang dapat digunakan untuk mengambil tindakan. Dari penjelasan-penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa ada yang mengutamakan, menfokuskan pada kalimat dan ada juga yang menjelaskan mengenai makna variabe dalam sesuatu. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. DESKRIPSI DAN PENELITIAN Dampak Status Sosial Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Di Desa Poto Status sosial ekonomi merupakan salah satu penyebab timbunya permasalahan yang dialami oleh anak. Tinggi rendanya status sosial ekonomi orang tua sangat berhubungan erat dengan perkembangan psikologis anak salah satunya adalah kepercayaan diri, dengan kata lain status sosial ekonomi orang tua berhubungan erat dengan kepercayaan diri anak. Anak yang status sosial orang tuanya cenderung tinggi biasanya lebih percaya diri dalam bersosialisasi dengan teman sebayanya, sebaliknya anak yang status sosial orang tuanya cenderung rendah akan merasa kurang percaya diri ketika bersosialisasi dengan teman sebaya. Menurut Faricha, . mengatakan bahwa kedudukan sosial ekonomi keluarga belum begitu tampak dampaknya pada kanak-kanak, akan tetapi kalau suda meningkat remaja, maka secara perlahan-lahan sosial ekonomi orang tua akan berdampak. Dampak yang timbul adanya perbedaan kedudukan sosial tersebut adalah anak akan bergaul dengan kelompok yang status sosial ekonominya hampir sama dengan dirinya. Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang merupakan desa dimana status sosial ekonomi masyarakat sangat beragam. Status ekonomi masyarakat berdampak akibat pendidikan, pekerjaan serta pendapatan. Pendidikan orang tua di Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang sangat beragam, dimana ada yang tidak sekolah, ada lulusan SD. SMP dan SMA hingga S1. Sedangkan untuk status pekerjan masyarakat Desa Poto Fatuleu Barat di kategorikan dalam tiga bagian yakni Pegawai. Petani dan buruh Tani. Berdasarkan hasil wawancara dengan Melki Sedek Petan selaku Kepala Desa Poto yang mengatakan bahwa Aupendidikan orang tua di Desa Poto banyak ragamnya bahkan ada yang tidak sekolah. Ada lulusan SD. SMP. SMA tapi disini ada juga yang lulusan S1. Sementara untuk pekerjaan masyarakat disini itu ada tiga bagian yaitu Pengawai. Petani dan buruh TaniAy. Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat didukung oleh pernyataan Yustinus Maneo warga desa poto mengatakan bahwa Aupendidikan orang tua di Desa Poto sangat beragam SD. SMP. SMA dan S1 bahkan ada yang tidak sekolah tetapi memiliki penghasilan yang bagus dan untuk pekerjaan masyarakat di Desa Poto sini ada tiga bagian yaitu ada yang pekerjaannya sebagai Pegawai. Petani Ladang dan ada juga yang pekerjaannya ada buruh TaniAy. Dari wawancara kedua di atas dapat didukung oleh hasil observasi peneliti bahwa AuPendidikan di desa poto sangat beragam dari SD. SMP. SMA dan S1. Dan bahkan ada yang tidak sekolah sama sekali tetapi memilki penghasilan yang cukup baik dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat pula pekerjaan masyarakat di Desa Poto yakni Pegawai. Petani dan buruh TaniAy. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Dari kedua hasil wawancara di atas tamba hasil observasi peneliti dapat di simpulkan bahwa,pendidikan orang tua banyak sekali ragamnya dimana ada yang Pegawai. Petanidan buruh Tani. Tapi kebanyakan adalah Petani. Untuk petani sendiri ada yang buruh tani dan ada juga yang petani. Dan untuk buruh tani tersebut masih dikategorikan dalam petani musiman, dalam artian mereka hanya mengikuti musim saja. Jika musim padi dan jagung mereka menanam padi dan jagung di ladang dari hasil kontrak mereka. Tidak seperti mereka yang mempunyai ladang sendiri yang terus menanam setelah panen padi dan jagung. Ada produk ungulan mereka untuk ditanam setelah panen dan dijual sesudah panen kepada pembeli yang sudah langganan. Untuk mengetahui dampak status sosial orang tua terhadap pendidikan anakdapat dilihat dari hasil wawancara bersama Man Missa. Semua kebutuhan anak menyangkut dengan pendidikan berapa pun biayanya saya berusa untuk melengkapinya tetapi tidak semua anak saya yang tidak mempunyai semangat dalam menempu pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Padahal semua kebutuhan berupa leptop. HP. Motor serta semua kebuhan sudah saya penuhi. Adapun hasil wawancara bersama orang tua yang berprofesi sebagai PetaniTinus Kafota yang menuturkan bahwa AuSaya bekerja sebagai Petani tetapi mampu menyekolakan anak-anaknya hingga S1. Segala kebutuhan yang dimintah dari anak untuk kebutuhan pendidikan baik berupa Iuran. Peralatan Sekolah seperti Leptop. Hp dan kebutuhan lainya dapat saya penuhi karena pendidikan itu penting bagi sayaAy. Dari kedua peryataan di atas terdapat pula hasil wawancara bersama Sefanya Maneo (Buruh Tan. AuSaya hanya mempunyai kemampuan untuk menyekolakan Anak-anak sampai ke SMA saja. Karena untuk melanjutkan pendidikan ke penguruan tinggi tentu membutuhkan biaya yang sangat besar, pendidikan di SMA saja kadang sulit untuk melengkapi segalah kebutuhan anakAy. Sesuai dengan hasil wawancara dan observasi peneliti dengan informan di Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang terdapat status sosial orang tua yang bekerja sebagai Pegawai. Petani dan buruh Tani. Dari pernyataan Informan di atasdapat disimpulkan bahwa dampak status sosial orang tua terhadap pendidikan anak tentu mempunyai dampak yang besar dimana status orang tua yang bekerja sebagai Pegawai mampu memfasilitasi semua kebutuhan anak seperti membeli leptop. HP. Motor serta semua kebutuhan seperti pakaian dan lain sebagainya. Tetapi kebanyakan anak yang orang tuanya Pegawai tingkat semangat maupun motivasi untuk belajar sangat rendah, hal ini disebabkan oleh kurangya motivasi orang tua dan penegasan kepada anak agak dapat berpikir rasional mengenai dengan pentingnya pendidikan tersebut. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Status orang tua yang bekerja sebagai Petani sesuai dengan hasil wawancara di atas dijelaskan bahwa segalah kebutuhan anak yang berkaitan dengan pendidikan seperti Leptop. Hp. Motor biaya kuliah dapat dipenuhi oleh orang tua, hal ini pun sesuia dengan observasi peneliti bahwa semangat belajar dari anak yang orang tuanya bekerja sebagai petanijauh lebih bersemangat dan memilki motivasi belajar yang tinggi dalam menuntut ilmu. Sedangkan untuk status sosial orang tua yang bekerja sebagai buruhTani sesuia dengan pernyataan Sefanya Maneo dapat menujukan bahwa kondisi ekonomi orang tua tersebut berdampak besar bagi pendidikan anak dalam memfasilitasi segalah kebutuhan anak dalam menunjang pendidikan. Semangat orang tua untuk melanjutkan pendidikan anak ke jenjang yang lebih tinggi sangat bagus namun terhambat karena biaya pendidikan yang melampaui kemampuan orang tua sehingga pendidikan anak yang berlatar belakang petani buruh hanya bisa menempu pendidikan sampai pada jenjang SMA saja. Anggota masyarakat baik secara individu maupun secara kelompok sesuai dengan wawancara di atas dibedakan menjadi tiga bagian yaitu Pegawai. Petani, buruh Tani posisinya dalam suatu masyarakat. Terdapat perbedaan secara vertikal dalam masyarakat, maksudnya yaitu terdapat individu yang memilki kedudukan yang tinggi, menengah dan terdapat pula individu yang memiliki kedudukan yang rendah. Perbedaan tersebut terjadi karena terdapat perbedaan status yang dimiliki oleh setiap anggota masyarakat. Status tersebut diberikan oleh masyarakat berdasarkan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Nilai yang dianggap tinggi oleh masyarakat akan tercermin dalam status yang tinggi dan jika sebaliknya jika nilai tersebut dianggap menengah dan rendah oleh masyarakat maka akan tercermin dalam status sosial orang tua yang menenga dan rendah. Artinya menganggap ada sesuatu yang diahargai, maka sesuatu yang diahargai tersebut menjadi bibit yang menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapis dalam Berdasarkan ketiga penjelasan Status sosial orang tua di atas dapat disimpulkan bahwa dampak status sosial orang tua sangat berdampak besar terhadap pendidikan anak dalam melajutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi hal ini berdampak akibat tingginya biaya pendidikan yang melampaui pendapatan orang tua yang sangat rendah tersebut. Namun sebagian besar orang tua yang Pegawai mampu untuk menyekolakan anak ke jenjang yang lebih tingi tetapi tidak adanya semangat belajar dan motivasi anak dalam pendidikan. Sugihartono dalam Utomo, . menyatakan bahwa status sosial ekonomi orang tua meliputi, tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua dan penghasilan orang tua. Berdasarkan pada perolehan wawancara, pekerjaan orang tua di Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang beraneka ragam, ada yang menjadi Pegawau, buruh Tani dan Petani. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Menurut Mertasari, . status pekerjaan orang tua tersebut akan secara otaomatis berdampak pada tingkat pendapatan. Orang tua yang bekerja sebagai patani pun tidak semua memiliki ladang sendiri, bahkan ada yang hanya memili sebagai buruh tani saja. Orang tua yang bekerja sebagai petani pun masih di kategorikan sebagai petani musiman. Dimana jika musim padi dan jagung mereka hanya menanam padi dan jagung dalam artian mereka . ara petan. hanya mengikuti musim karena hal itu sangat berpengaruh terhadap hasil penen. Jika menanam padi dan jagung tidak pada musimnya maka padi dan jagung tersebut tidak akan tumbuh sesuai yang di harapkan oleh petani. Tidak seperti petani yang sudah mempunyai ladang sendiri yang mempunyai produk unggulan yang dimilikinya dan akan terus menanam kembali setelah panen Menurut Widiayanto . Pekerjaan yang di miliki oleh orang tua tentu akan sesuia dengan pendapatanyang mereka peroleh. Pekerjaan sebagai Pegawaidan Petanitentu upah atau gaji yang mereka peroleh akan lebih banyak dari pada mereka petani musiman atau buruh tani. Upaya Pemerintah Dalam Meningkatkan Pendidikan Anak Di Desa Poto Permasalahan pendidikan yang ada di Desa Poto sangatlah banyak. Dari berbagai permasalahan tersebut setidakanya ada upaya pemerintah untuk memperbaiki kualitas program-program diselenggarakan pemerintah. Dari penjelasan di atas dapat didukung dengan wawancara Melki Sedek Petan selaku kepala Desa Poto yang mengatakan bahwa AuUpaya pemerintah di Desa Poto suda memenuhi syarat maksimal misalnya pemerintah menyediakan tidak hanya fasilitas untuk perekonomian tetapi pemerintah juga suda menyediakan bidang pendidikan tegnologi, kesehatan dan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan anjuran pemerintah pusatAy. Dari wawancara di atas dapat didukung oleh pernyataan Daniel Boymau selaku warga Desa Poto yang mengatakan bahwa AuPemerintah di Desa Poto tidak hanya mementingkan perekonomian saja tetapi pemerintah juga memperhatikan bidang pendidikan teknologi, dan kesehatan. Ada pembangunan jembatan dan perbaikan jalan yang rusakAy. Adapun hasil wawancara bersama Kristian Karma warga Desa Poto yang membenarkan bahwa AuUpaya pemeritah dalam mambantu masyarakat desa poto dalam pendidikan seperti adanya program kursus menjahit, bantuan kartu indonesia pintar (KIP) bantuan langsung tunai bagi masyarakat yang kurang mampuAy. Sedangkan dari wawancara bersama Marsel Atte warga desa Poto mengatakan bahwa AuAda bantuan pemerintah berupa traktor rontok padi bagi masyarakat petani dalam mengelolah lahan mereka yang dulunya masih mengunakan cankul. Dengan adanya bantuan tersebut sangat membantu warga masyarakat petaniAy. Dari Empat hasil wawancara diatas dapat didukung oleh hasil observasi Peneliti AuDi Desa Poto Kecamatan PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Fatuleu Barat Kabupaten Kupang pemerintah tidak hanya memperhatikan sarana ekonomi saja tetapi pemerintah juga pendidikan, kesehatan, tegnologi dan sumberdaya manusiaAy. Berdasarkan hasil dua hasil wawancara dengan informan ditamba dengan hasil observasi peneliti di simpulkan bahwa pemerintah di Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupangtidak memperhatikan bidang pendidikan, kesehatan, tegnologi, peternakan serta sumber daya Di bidang ekonomi pemerintah memberikan bantuan seperti adanya bantuan traktor. Rontok padi. Motor air, bibit padi jangung dan bibit sayur. Bidang pendidikan adanya Program kursus menjahit, bantuan kartu indonesia pintar (KIP), bantuan lansung tunai (BLT) sumbangan bagi siswa yang mempunyai prestasi di sekolah, pembangunan gedung sekolah dan bantuan komputer untuk pihak sekolah. Bidang kesehatan terdapat proses pembangunan puskesmas, bidang teglogi ada pembangunan tower dan pembangunan Listrik tenaga surya. Serta berbagai macam program pemerintah seperti pembangunan jembatan, perbaikan jalan sebagai salah satu sarana transportasi untuk memudahkan anak dalam menempu perjalanan menuju ke sekolah. Sedangkan untuk peternakan pemerintah desa poto fatuleu barat memberikan bantuan berupa Sapi yang dibagi perdusun sepuluh ekor untuk pelihara selama setahun kemudian di ganti dengan orang yang berbeda sementar untuk ternak babi di bagi dari lima dusun di Desa Poto masing-masing dusun mendapatkan seratus ekor ternak babi untuk dipiara selama satu tahun lalu diganti dengan orang yang berbeda. Dari hasil wawancara, observasi peneliti, dan analisis dapat didukung dengan kutipan: Menurut Ramadani, . upaya adalah usaha untuk menyampaikan maksud, akal dan kaskial. Usaha merupakan segalah sesuatu yang bersifat mengusahakan terhadap suatu hal supaya dapat lebih berdaya guna berasil guna sesuai dengan maksud, tujuan, dan fungsi serta manfaat suatu hal tersebut dilaksanakan. Noermaidha, . pemberdayaan masyarakat dalam kawasan terluar, terdepan dan tertinggal . T) kesenjangan sosial adalah kondisi ketidakseimbangan sosial di masyarakat yang menimbulkan perbedaan yang mencolok. Kondisi kesenjangan sosial memengaruhi kehidupan masyarakat di berbagai bidang, seperti pendidikan dan ekonomi. Badruzaman, . Kesenjangan sosial ekonomi merupakan kondisi sosial yang mana tingkat kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat berbeda satu sama lain. Artinya ada kelompok masyarakat yang punya kondisi kesejahteraan dan kemakmuran tinggi, tetapi ada pula yang rendah. Misalnya kelompok kaya mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sedangkan kelompok miskin tidak mampu. SIMPULAN PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Berdasarkan penelitian mengenai dampak status sosial ekonomi orang tua terhadap pendidikan anak di Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang, terdapat bahwa Status orang tua yang bekerja sebagai Pegawai mampu memfasilitasi semua kebutuhan anak menyangkut dengan pendidikan, namun tidak semua anaknya mempunyai motivasi belajar yang baik. Status sosial ekonomi orang tua yang bekerja sebagai Petani juga mampu memfasiltasi semua kebutuhan anak-anaknya dan mampu menyekolakan anak-anaknya hingga ke jenjang yang lebih tinggi seperti S1. Status sosial ekonomi orang tua yang bekerja sebagai buruh Tani tidak mampu untuk memfaslitasi semua kebutuhan anak-anaknya dalam menunjang pendidikan dan hanya mampu untuk menyekolakan anak-anaknya sampai ke jenjang SMA saja. Hal tersebut akibat dari tingginya biaya pendidikan yang melampaui tingkat pendapatan orang tua yang berlatang belakang sebagai buruh Tani. Dampak status sosial ekonomi orang tua berdampak besar terhadap pendidikan anak dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi hal tersebut akibat tingginya biaya pendidikan yang melapaui pendapatan orang tua yang sangat rendah. Upaya pemerintah Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang dalam meningkatkan pendidikan anak adalah tidak hanya menyediakan sarana dan prasarana pendidikan tetapi ada juga seperti Kesehatan. Peternakan. Tegnologi. Ekonomi dan sumber daya manusia. DAFTAR PUSTAKA