Analisis Pengembangan Kapasitas Masyarakat Pelaku Usaha Pariwisata Cottage di Fatumnasi ISSN: Kabupaten Timur Tengah Selatan. Nusa Tenggara Timur E-ISSN: 2599-0209 (Christina Mariana Mantolas. Feny Susana Eky. Ariance Lasibey, dan Marsen Liufet. Homepage: http://jurnalpariwisata. id/index. php/JIP/index DOI:Ana https://doi. org/10. 30647/jip. Analisis Pengembangan Kapasitas Masyarakat Pelaku Usaha Pariwisata Cottage di Fatumnasi Kabupaten Timur Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur Christina Mariana Mantolas*. Feny Susana Eky. Ariance Ana Lasibey. Marsen Liufeto Politeknik Negeri Kupang *christina. mantolas@pnk. Informasi Artikel Received: 30 Oktober 2024 Accepted: 10 Maret 2025 Published: 14 Maret 2025 Keywords: capacity development, cottage business actors Kata Kunci: pengembangan kapasitas, pelaku usaha cottage Abstract The aim of this research is to analyze the Capacity Development of Community Cottage Tourism Business Actors. Using four indicators, namely knowledge, skills, behavior and motivation. The research method uses a qualitative descriptive approach. The technique for determining informants uses purposive techniques. Data collection techniques use interviews, observation and documentation. The main findings are that business capacity development has been carried out by the relevant agencies such as the East Central South District Tourism Office and the East Nusa Tenggara Provincial Tourism Office through training programs, but has not been optimal in assisting and strengthening the community as Cottage business actors, while the skills possessed by the community are still minimal, related to community behavior and motivation are closely related, the community needs to improve themselves with the assistance of the relevant government agencies. And there is a need for motivation within business actors. The findings of this research relate to aspects of human resources. Community involvement really supports the development of community capacity as business Contribution as a researcher is to continue to provide motivation and enthusiasm for the best service to visiting guests, and continue to learn to improve knowledge and skills to support the development of human resources in the Fatumnasi Cottage business community. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Pengembangan Kapasitas Masyarakat Pelaku Usaha Pariwisata Cottage. Menggunakan empat indikator yaitu ilmu pengetahuan, keterampilan, tingkah laku , dan Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan Hasil temuan utama bahwa pengembangan kapasitas usaha sudah dilakukan oleh pihak instansi terkaid seperti Dinas Pariwisata Kabupaten Timur Tengah Selatan dan Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui program pelatihan, namun belum maksimal dalam pendampingan dan penguatan kepada masyarakat sebagai pelaku usaha Cottage, sedangkan keterampilan yang dimiliki masyarakat masih minim, terkaid tingkah laku dan motivasi masyakat erat kaitanya, masyarakat perlu memperbaiki diri dengan adanya pendampingan Pemerintah Dinas terkait. Serta perlu adanya motivasi dalam diri pelaku Temuan penelitian ini berkaitan dengan aspek sumber daya Keterlibatan masyarakat sangat mendukung pengembangan kapasitas masyarakat sebagai pelaku usaha. Kontribusi sebagai peneliti yaitu tetap memberi motivasi dan semangat dalam pelayanan terbaik kepada tamu yang berkunjung, dan terus belajar meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sebagai pendukung pengembangan SDM masyarakat pelaku usaha Cottage Fatumnasi. Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 122-132 Analisis Pengembangan Kapasitas Masyarakat Pelaku Usaha Pariwisata Cottage di Fatumnasi Kabupaten Timur Tengah Selatan. Nusa Tenggara Timur (Christina Mariana Mantolas. Feny Susana Eky. Ariance Ana Lasibey, dan Marsen Liufet. PENDAHULUAN Usaha cottage di desa semakin meningkatnya minat wisatawan yang mencari pengalaman liburan yang lebih dekat dengan alam yang dibangun dengan menawarkan kenyamanan serta suasana yang tenang, jauh dari hiruk pikuk kota (Fauzan et al. , 2. Usaha cottage ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian, menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk setempat, serta mendukung pelestarian budaya lokal (Oktavia & Amiany, 2. Dengan keindahan alam yang asri dan fasilitas yang memadai, cottage di desa menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan yang lebih santai dan penuh kedamaian (Perkasa et al. , 2. Fatumnasi adalah sebuah desa yang terletak di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Nusa Tenggara Timur, yang dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau dan budaya tradisional yang kaya. Dikelilingi oleh pegunungan dan sawah hijau, desa ini menjadi tujuan wisata yang menarik bagi para pencari kedamaian dan keindahan alam. tengah potensi wisata yang dimilikinya, muncul usaha cottage yang menawarkan penginapan yang nyaman dan menyatu dengan alam, memberikan pengalaman menginap yang menyegarkan. Cottage di Fatumnasi tidak hanya menjadi tempat beristirahat, tetapi juga menyuguhkan kesempatan bagi pengunjung untuk sederhana namun penuh pesona. Masyarakat desa sebagai pelaku usaha Cottage Fatumnasi belum cukup mendapatkan perhatian dari pemerintah, seperti Dinas Pariwisata Kabupaten maupun industri Pariwisata yang dapat berkolaborasi dan berkontribusi dalam mendukung salah satu indikator, bahwa pengetahuan yang dimiliki masyarakat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Akibantnya masih ada masalah yang dihadapi masyarakat Cottage kurangnya pemahaman dalam teknik pelayanan, motivasi dan semangat yang tidak konsisten. Inovatif dalam sebuah usaha sangatlah penting, namun tidak nampak bagi pelaku usaha pada Cottage Fatumnasi hal ini berkaitan erat dengan cara pandang, cara pikir serta tindakan dari para pelaku usaha cottage. Tentunya hal ini akan berdampak pada pelayanan. Pilihan cara inovatif yang dilakukan oleh pemerintah desa bersama dengan kelembagaan sosial diharapkan menjadi peluang dan solusi atas beragamnya problematika sosial yang terjadi pada masyarakat desa Penelitian yang dilakuka Utama et . menunjukkan bahwa pelayanan memenuhi kebutuhan dan harapan Inovasi dalam pelayanan tersebut dapat meningkatkan pengalaman pengunjung dan memperkuat daya saing cottage di pasar pariwisata yang semakin Permasalahan yang dikemukakan diatas memerlukan penanganan yang serius dari semua pihak. Hal ini menjadi penting agar kehadiran cottage di tempat objek wisata dapat meningkatkan usaha Sebab kemampuan manusia sebagai pelaku usaha dan potensi sumber daya alam merupakan hal yang penting sebagaimana model pembangunan yang berdasarkan pengembangan masyarakat (Puspitasari et al. , 2. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis bagaimana pengembangan kapasitas pelaku usaha pariwisata cottage di Fatumnasi Kabupaten TTS. Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 122-132 Analisis Pengembangan Kapasitas Masyarakat Pelaku Usaha Pariwisata Cottage di Fatumnasi Kabupaten Timur Tengah Selatan. Nusa Tenggara Timur (Christina Mariana Mantolas. Feny Susana Eky. Ariance Ana Lasibey, dan Marsen Liufet. TINJAUAN PUSTAKA Peningkatan mengembangkan tata kelola sehingga setiap potensi yang dimiliki dapat kemampuan, meliputi pengembangan sumber daya fisik, pengembangan proses operasional dan pengembangan sumber (Londa. Pengembangan masyarakat secara umum akan juga bersentuhan dengan berbagai kepentingan yang ada, kelompok organisasi lokal masyarakat serta juga dalam kaitannya dengan keterampilan dan keahlian yang dimiliki oleh setiap anggota masyarakat (Margayaningsih, 2. Sumberdaya manusia selaku pelaku usaha merupakan semua orang yang berkecimpung dan atau menyumbang tenaga dan pikiranya pada seluruh potensi yang terkandung di dalam usaha demi tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan (Nugroho et al. , 2. Model pengembangan dan pengelolaan usaha masyarakat yang berkaitan dengan sektor pariwisata haruslah melibatkan masyarakat setempat melalui pola pemberdayaan (Prawitno & Alam, 2. Sehingga ruang lingkup pengembangan sumber daya manusia dapat meliputi pelatihan, training skill, dan sertifikasi (Sunaryo, 2. Pelaksanaan kapasitas masyarakat yang dilakukan dengan baik akan membawa perubahan dalam peningkatan kapasitas ilmu pengetahuan, keterampilan, tingkah laku dan motivasi (Yanur & Zaenuri 2. Peningkatan kapasitas tersebut terdiri dari 3 . sektor yakni sumber daya manusia, penguatan organisasi dan penguatan sistem (Sarudin, 2. Penguatan kapasitas masyarakat juga dapat berbasiskan modal sosial, kultural dipengaruhi oleh kapasitas kinerja dalam hal penggunaan fasilitas yang menunjang kerja, kapasitas pengawasan sebagaimana terlihat pada laporan evaluasi sebagai media monitoring, komitmen bersama yang berkaitan dengan kesepakatan tujuan pelaksanaan kegiatan (Kurniyati. Dalam pengembangan kapasitas dilakukan untuk memberikan penguatan modal usaha, peningkatan pengetahuan, keterampilan kemandirian dalam pengelolaan usaha (Dwiyanto & Jemadi, 2. Semuanya ini dilakukan agar masyarakat menjadi mampu mengembangkan diri melalui inovasi dan potensi lokal yang berorientasi pada kebutuhan kelompok usaha masyarakat, produktif, meningkat taraf/kualitas kesejahtraan masyarakat (Bambang et al. Melalui peningkatan kapasitas maka akan juga terjadi peningkatan kemampuan sikap dan keterampilan, kemampuan meningkatkan usaha melalui penyediaan modal, melihat peluang pasar (Gunawan et al. , 2. Pengembangan kemampuan juga menjadikan masyarakat selaku pelaku usaha mampu bekerja sama dan mampu beradaptasi . elakukan penyesuaian dengan situas. serta terlihat adanya peningkatan produksi dan pendapatan (Chalimi et al. , 2. Melalui peningkatan kapasitas maka akan juga terjadi peningkatan kemampuan sikap dan keterampilan, kemampuan meningkatkan usaha melalui penyediaan modal, melihat peluang pasar. menjadikan masyarakat selaku pelaku usaha mampu bekerja sama dan mampu peningkatan produksi dan pendapatan (Yanur & Zaenuri 2. Cottage adalah sejenis akomodasi yang berlokasi di Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 122-132 Analisis Pengembangan Kapasitas Masyarakat Pelaku Usaha Pariwisata Cottage di Fatumnasi Kabupaten Timur Tengah Selatan. Nusa Tenggara Timur (Christina Mariana Mantolas. Feny Susana Eky. Ariance Ana Lasibey, dan Marsen Liufet. sekitar pantai atau danau maupun padang bangunan-bangunan terpisah, disewakan untuk keluarga, perorangan yang dilengkapi dengan fasilitas rekreasi (Wibisono & Handinoto. Cottage juga dapat diartikan sebagai hunian. Hunian ini bersifat sementara karena memang fungsinya sebagai tempat peristirahatan selama Kelebihan dari cottage ini yakni tempatnya bersifat lebih privasi. Fasilitas dari cottage bergantung pada harga, tempat dan akomodasi yang disiapkan oleh pengelola. Konsep dari cottage sendiri lebih bersifat tradisional dengan suasana yang alami. Lingkupnya pun bersifat lebih privasi. Hal yang paling sering dijumpai dari fasilitas cottage yang ditawarkan yakni ruang tidur, kamar mandi, serta fasilitas rekreasi lainnya. Gambar 1. Cottage Fatumnasi TTS Sumber: Peneliti . METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain pendekatan kualitatif deskriptif yaitu untuk memberikan gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenaia fakta-fakta pengembangan kapasitas masyarakat sebagain pelalku usaha di Cottage Fatumnasi. Subjek dalam penelitian ini ditentukan dengan metode purposive sampling. Data yang diperoleh melalui wawancara terstruktur, metode pengumpulan data dilakukan dengan tatap muka langsung, bersama informan . asyarakat sebagai pelaku usaha dan Teknik validasi data yang digunakan yaitu trigulasi yaitu membantu peneliti untuk membantu mengecek validitas data. Analisis data kualitatif yang dilakukan yaitu analisis intergrasi data sekunder. Etika Penelitian yaitu membantu membentuk karakter seseorang menjadi pribadi yang lebih baik dalam pelayanan cottage jujur, dan bertanggung jawab. Memastikan interaksi dan komunikasi dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan rasa hormat terhadap individu lainnya HASIL DAN PEMBAHASAN Desa Fatumnasi. Kecamatan Fatumnasi. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) ini masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik di Indonesia tahun Desa Fatumnasi juga berhasil meraih Penghargaan Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2024 yang diserahkan langsung kepada Direktur Pengelolaan Destinasi. Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekra. Florida Pardosi . Desa wisata Fatumnasi. Kecamatan Fatumnasi. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Desa ini terletak di kaki Gunung Mutis. Desa Fatumnasi merupakan sebuah lembah yang berada di kaki Gunung Mutis. Letaknya jauh dari hiruk pikuk Kota So'E, ibu kota Kabupaten TTS. Jarak Kota So'E menuju Desa Fatumnasi kurang lebih 34 Sedangkan dari Kota Kupang, ibu kota Provinsi NTT, jaraknya 143 Desa Wisata Fatumnasi merupakan desa yang memiliki keindahan alam yang sangat menakjubkan. Memiliki gunung tertinggi di Pulau Timor, hutan bonsai alami dan padang savana yang hijau disertai iklim sejuk dan udara segar, membuat siapa pun yang berkunjung ke Desa Wisata Fatumnasi akan betah berlama-lama berada di sini. Selain Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 122-132 Analisis Pengembangan Kapasitas Masyarakat Pelaku Usaha Pariwisata Cottage di Fatumnasi Kabupaten Timur Tengah Selatan. Nusa Tenggara Timur (Christina Mariana Mantolas. Feny Susana Eky. Ariance Ana Lasibey, dan Marsen Liufet. alamnya yang menawan, keramahan warga desa juga memberikan nuansa kekeluargaan yang erat menjadi salah satu cara yang bisa digunakan organisasi publik dalam menghadapi perubahan sesuai dengan tuntutan zaman. Gambar 2. Penghargaan Anugerah Desa Wisata 2024 dan Kunjungan Team Kementrian Pawisata dan Ekonomi Kreatif Sumber Peneliti . Salah satu informan, beliau merupakan tokoh adat dan juga selaku pengelola usaha pariwisata cottage, yang merupakan penerima Anugerah Desa Wisata (ADWI) Tahun 2024, pencapaian ini tentunya Peningkatan kapasitas ini terdiri dari 3 . sektor yaitu sumber daya manusia, penguatan organisasi dan . eformasi Penghargaan ini berdampak pada penghargaan ini merupakan pengakuan atas potensi dan perkembangan Desa Wisata Fatumnasi sebagai destinasi wisata unggulan, hal ini juga memberikan kontribusi bagi program kementrian yaitu pendampingan tata kelola Desa Wisata serta dukungan sarana Pariwisata bagi ke-50 besar desa wisata terbaik ADWI 2024. ADWI diharapkan dapat mendorong desa-desa wisata agar tumbuh berkelanjutan, dan berdaya saing di kancah global. Pengghargaan ini juga dapat memberikan sentuhan langsung serta berdampak positif kepada dinas-dinas terkait seperti Pemerintah Kabupaten Timur Tengah Selatan. Dinas Pariwisata Kabupaten Timur Tengah Selatan, serta umumnya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tentunya kontribusi ini memberikan citra positif sebagai salah satu Destinasi Wisata di NTT yang memperoleh Pengghargaan Nasional dalam ajang ADWI tahun 2024, dampak lain yang dirasakan langsung oleh masyarakat dengan penghargaan ini memberikan rasa percaya diri, senang dan bahagia, sedanagkan untuk kapasitas masyarakat memberikan dorongan kuat terhadap kemampuan dalam mengatasi tantangan dan memperbaiki kualitas hidup, terlebih dalam pelayanan kepada Kapasitas masyarakat mencakup berbagai aspek, seperti keterampilan, sumber daya, pengetahuan, dan jaringan Masyarakat sebagai pelaku usaha juga dapat meningkatkan ketrampilan sehingga sejalan dengan penghargaan yang di percayakan, dan merupakan bentuk perubahan yang baik sehingga dapat diwujudnyatakan dalam tindakan kepada wisatawan yang berkunjung. Penghargaan ini juga memberi peluang bagi masayakat untuk terus berproses meningkatkan kemapuan sumber daya dan pengetahuan dengan terus belajar dari berbagai sumber pengetahuan, baik mengikuti perkembangan teknologi, maupun dapat membuka diri untuk terus Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 122-132 Analisis Pengembangan Kapasitas Masyarakat Pelaku Usaha Pariwisata Cottage di Fatumnasi Kabupaten Timur Tengah Selatan. Nusa Tenggara Timur (Christina Mariana Mantolas. Feny Susana Eky. Ariance Ana Lasibey, dan Marsen Liufet. belajar dengan peluang yang ada, seperti adanya perhatian pemerintah maupun industri terkaid. Pengembangan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melaksanakan fungsi mereka, menyelesaikan masalah mereka, dan mencapai tujuan mereka. Poin penting ditingkatkan melalui berbagai upaya, seperti peningkatan kesadaran karena dapat mendukung seseorang untuk bertindak dan berupaya dengan maksimal meraih suatu keberhasilan. Dilihat dari tabel kunjungan wisatawan dibawah ini, kunjungan wisatawan dari tahun ke Tabel 1. Data Kunjungan Wisatawan menginap pada Cottage Fatumnasi Tahun Jumlah 38 orang 72 orang 85 orang 108 orang 145 orang 212 orang Total 660 orang Sumber : Olahan Data Buku Kunjungan Wisatawan Cottage Fatumnasi . Pendampingan melalui Hotel Said Kupang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam pengembangan kapasitas Masyarakat Usaha Pariwisata Pondok Fatumnasi melalui pelatihan perhotelan, pelayanan dan dapur dalam menunjang peningkatan kompetensi masing-masing berlangsung satu kali saja yang merupakan bagian dari indikator sumber tenaga alam, serta bantuan dari Dinas Pariwisata Kabupaten TTS dalam pengembangan kapasitas Wisata Pondok Fatumnasi Penggiat Kelompok Sadar Wisata melalui pendampingan ekonomi kreatif masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Desa Fatumnasi dengan melihat besarnya potensi yang dimiliki, sehingga dapat dikemas dengan baik untuk dijadikan sebagai bentuk produk olahan masyarakat dan dijadikan sebagai produk olahan Nilai jualnya, sebagai oleholeh khas Desa Wisata Fatumnasi. Hal ini bagian dari dampak nyata dari pelatihan terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan keberhasilan usaha cottage. Perlu ditingkatkan perhatian terkait pelatihan, sehingga menambah rasa percaya diri masyarakat dalam usaha cottage. Berdasarkan pengalaman wisatawan yang pelayanan makan dan minum, mereka dapat menikmati setiap hidangan yang diberikan, karena bahan makan yang di olah pun merupakan hasil kebun sekitar lokasi Cottage Fatumnasi. Pengembangan masyarakat pelaku usaha berkaitan dengan aspek sumber daya manusia pelaku usaha yang pengkajian dari aspek sumber daya manusia berkaitan dengan dimensi pelatihan untuk pengetahuan dan keterampilan serta pendampingan untuk perkembangan usaha (Prawitno & Alam. Sementara itu dari aspek kelembagaan usaha berkitan dengan dimensi modal usaha, sarana usaha dan manajemen usaha yang digunakan (Yanur & Zaenuri, 2. Penguatan kapasitas pada aspek sumber daya manusia pelaku usaha maupun secara kelembagaan diharapkan menghasilkan masyarakat pelaku usaha yang mampu memproduksi, pendapatan atau keuntungan dari usaha, mampu bekerja sama . itra/join usah. mampu beradaptasi (Puspitasari et al. , 2. Model pengelolaan usaha masyarakat yang berkaitan dengan sektor pariwisata haruslah melibatkan masyarakat setempat Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 122-132 Analisis Pengembangan Kapasitas Masyarakat Pelaku Usaha Pariwisata Cottage di Fatumnasi Kabupaten Timur Tengah Selatan. Nusa Tenggara Timur (Christina Mariana Mantolas. Feny Susana Eky. Ariance Ana Lasibey, dan Marsen Liufet. melalui pola pemberdayaan dan secara kelembagaan usaha (Londa, 2. Pelibatan masyarakat dilakukan untuk mengembangkan potensi ekonomi dan meningkatkan harkat dan martabat, rasa percaya diri, dan harga diri serta terpeliharanya tatanan nilai budaya setempat, sehingga ruang lingkup pengembangan sumber daya manusia dapat meliputi pelatihan, training skill, dan sertifikasi (Sarudin, 2. Tabel 2. Data Pelatihan Pelaku Usaha Cottage Fatumnasi. Jenis Pelatihan Penyelenggara Pelatihan Making Bed Timore Said Hotel Kupang Pelatihan Hospitality Timore Said Hotel Kupang Pelatihan Pokdarwis Dinas Pariwisata Kabupaten TTS Pelatihan Kitchen Timore Said Hotel Kupang Pelatihan SDM Dimas Pariwisata Prov. NTT Sumber : Olahan Data Buku Kunjungan Wisatawan Cottage Fatumnasi . Faktor yang menjadi kendala dalam penerapan ilmu dan keterampilan yang telah diberikan yaitu, umumnya masyarkat yang terlibat sebagai pelaku usaha Cottage Fatumnasi memiliki usia pemahaman serta daya ingat mereka tentunya menurun, untuk pendidikan ratarata masyarakat disana SD, adanpun yang mencapai SMP hal ini juga memberi dampak pengaruh terhadap pengetahuan dan ketrampilan. Faktor pendampingan sebagai penguatan kepada masyarakat masih kurang dilakukan oleh pemerintah, hal yang perlu dilakukan terus menerus dan berkelanjutan sehingga dapat mnendukung peningkatan kemampuan dari setiap individu masyarakat sebagai pelaku usaha. Pengembangan kapasitas dari aspek kelembagaan dilakukan mulai dari penggunaan sumber daya . enaga kerja, sistem/aturan penganggaran, kewenangan dan struktur Karena pada kenyataannya usaha masyarakat kurang berkembang karena masyarakat sebagai pemilik usaha masih memiliki keterbatasan dalam cara berpikir dan bertindak . ikap menta. , kurang semangat dan terbatasnya pengetahuan dalam pengelolaan usaha. Begitu pula dengan belum adanya informasi dan peraturan yang jelas dan konsisten dari pihak pemerintah, karena kelembagaan tidak hanya sampai pada batas tertentu masyarakat mampu menghasilkan dan mendistribusikan usaha namun juga dapat memenuhi kebutuhan hidup, dijadikan mata kemampuan meningkatkan usaha melalui pemberian permodalan, melihat peluang pasar. Pengembangan kapasitas juga menjadikan masyarakat sebagai pelaku usaha mampu bekerja sama . ermitra/bergabung dalam usah. dan mampu beradaptasi . enyesuaikan diri dengan keadaa. serta melihat peningkatan produksi dan pendapatan. Memberikan penjelasan bahwa . apacity buildin. merupakan salah satu cara yang dapat digunakan organisasi publik untuk menghadapi perubahan sesuai dengan tuntutan zaman. Peningkatan kapasitas tersebut terdiri dari 3 . sektor yakni sumber daya manusia, penguatan . nstitutional refor. Sektor penguatan organisasi dapat kita lihat pada dabel di bawa ini. Dari data diatas, menunjukan bahwa adanya perhatian dan kerja sama yang baik dari industri dan instansi dinas terkaid yang mendukung para pelaku Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 122-132 Analisis Pengembangan Kapasitas Masyarakat Pelaku Usaha Pariwisata Cottage di Fatumnasi Kabupaten Timur Tengah Selatan. Nusa Tenggara Timur (Christina Mariana Mantolas. Feny Susana Eky. Ariance Ana Lasibey, dan Marsen Liufet. usaha Cottage Fatumnasi. Hal ini akan memberi dampak positif dan penguatan bagi para pelaku usaha cottage Fatumnasi untuk dapat memberikan pelayanan Namun bersama tokoh masayarakat, sangat disayangkan bahwa tidak semua pelaku usaha menerapkan ilmu dan pengalaman Fatumnasi. Pekerjaan sampingan petani sedikit menjadi kendala bagi mereka untuk membagi waktu dalam memprioritaskan usaha cottage yang sudah berkembang. Hal ini juga merupakan bagian dari kesadaran masyarakat untuk terlibat aktif dalan Pelaksanaan pengembangan kapasitas masyarakat yang dilakukan dengan baik akan membawa perubahan dalam peningkatan kapasitas ilmu pengetahuan, keterampilan, tingkah laku dan motivasi. Ilmu pengembangan kapasitas masyarakat, pelaku usaha cottage masih belum memahami sepenuhnya pengetahuan mendalam terkaid pelatihan yang sudah diperoleh, sehingga menjadi kendala pada penerapan yang Ketrampilan bagi pelaku usaha cottage ketrampilan yang baik maka tidak ada inovasi-inovasi yang di lakukan oleh pelaku usaha cottage, ketrampilan dalam menata cottage dan merawat juga belum maksimal dilakukan oleh pelaku usaha Pernyataan dapat didukung oleh dokumentasi peneliti saat melakukan Gambar 3. Penataan Cottage yang belum kreatif Sumber: Peneliti . Tingkah laku dari pelaku usaha cottage sangatlah baik, ramah, sopan dan sangat menghargai tamu yang berkunjung dan menginap pada Cottage Fatumnasi, mereka memberi kesan yang baik dalam pelayanan ini merupakan ciri khas dari masyarkat di lokasi cottage. Hospitality yang mereka terapkan sudah nampak dengan adanya dukungan pelatihan yang diperoleh sangat memberikan dampak positif bagi mereka dalam Hal inilah yang membuat kunjungan tamu meningkat di lihat dari tabel kunjungan wisatawan yang berkunjung di Cottage Fatumnasi. Gambar 4. Kunjungan Wisatawan Mancanegara Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 122-132 Analisis Pengembangan Kapasitas Masyarakat Pelaku Usaha Pariwisata Cottage di Fatumnasi Kabupaten Timur Tengah Selatan. Nusa Tenggara Timur (Christina Mariana Mantolas. Feny Susana Eky. Ariance Ana Lasibey, dan Marsen Liufet. Sumber: Peneliti . Motivasi pelaku usaha cottage pengembangan kapasitas dunia usaha nampak dari semangat memberikan pelayanan terhadap kunjungan tamu yang datang dan menikmat suasana cottage. sumber daya manusia. Pengelola usaha cottage yang merupakan Penguatan kemampuan sumber tokoh adat dan beberapa masyarakat daya manusia pelaku usaha berupa yang masih setia bertanggung jawab pelatihan pengetahuan dan keterampilan, terhadap pekerjaan yang dipercayakan, serta pendampingan untuk memotivasi bagian ini merupakan bentuk dari dan mengendalikan perkembangan usaha. motivasi yang melekat dalam diri pribadi Penguatan kapasitas pada aspek sumber untuk terus berupaya dalam menjaga dan daya manusia pelaku usaha dan mengembangkan usaha cottage yang kelembagaan yang dilakukan dengan baik sudah ada dan telah dibangun dengan akan menghasilkan komunitas pelaku memasarkan dan memperoleh pendapatan mendapat perhatian berupa bantuan atau keuntungan dari usahanya. penguatan pelatihan dan adanya upayaSolusi konkret yang dapat diambil upaya yang di bangun pemerintah daerah untuk mengatasi kendala-kendala yaitu, maupun industri demi kemajuan cottage perlu adanya pembentukan kelompokFatumnasi. kelompok kerja yang dapat membantu dan mendukung pelaksanaan pelatihan yang sudah diberikan dan dapat KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan kajian yang telah dilakukan sesuai data lapangan dan penyusunan regulasi atau aturan yang konsep teori yang ada maka dapat lebih jelas untuk diterapkan dalam sebuah organisasi usaha, sehingga menjadi acuan kapasitas masyarakat sebagai pelaku dalam sebuah usaha yang melibatkan Cottage Fatumnasi Harapan baiknya perlu ada dilakukan, perlu adanya peningkatan kerjasama dengan sektor swasta sehingga lebih banyak dilakukan melalui kegiatan memberikan peluang yang besar untuk pelatihan untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan agar paraa pelaku usaha meningkatkan pelayanan. dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh Adanya pelatihan-pelatihan yang secara lebih maksimal. Penguatan sudah di berikan kepada masyarakat. Kapasitas belum mampu memberikan kiranya dapat di optimalkan dengan baik motivasi dan bantuan yang tepat bagi oleh masyarakat dan diterapkan langsung pelaku usaha. di cottage sebagai tempat usaha, dengan Oleh karena itu dilakukan upayamelakukan pembiasaan latihan terus upaya agar dunia usaha mampu menerus dengan ilmu yang sudah di memproduksi dan memasarkan produk, pelajari sehingga terbiasa dan pada upaya meningkatkan pendapatan, upaya akhirnya menjadi kebiasaan baik dan mempunyai mitra usaha dan kemampuan tentunya pengetahuan dan ketrampilana beradaptasi terhadap perkembangan semakin meningkat. Pentingnya evaluasi jangka panjang terhadap dampak dari permasalahan pokok yang dihadapi dunia pengembangan kapasitas yaitu memberi usaha, seperti kurangnya pelatihan gambaran dimasa mendatang jika, keterampilan bagi pelaku usaha cottage. penguatan kapasitas terus di lakukan pada Konsep yang dapat dikemukakan sebagai kesejahateraan masyarakat akan semakin Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 122-132 Analisis Pengembangan Kapasitas Masyarakat Pelaku Usaha Pariwisata Cottage di Fatumnasi Kabupaten Timur Tengah Selatan. Nusa Tenggara Timur (Christina Mariana Mantolas. Feny Susana Eky. Ariance Ana Lasibey, dan Marsen Liufet. bertambah, sehingga dapat memberi dukungan tambahan penghasilan tentunya untuk masyarakat itu sendiri. Dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi dengan pihak swasta dalam memperkuat kapasitas dunia usaha Cottage Fatumnasi, akan memberikan gambaran lebih menyeluruh tentang peran berbagi pihak dalam mendukung pengembangan usaha di Pondok Fatumnasi. DAFTAR PUSTAKA