Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 GAMBARAN KADAR KARBOKSIHEMOGLOBIN (COH. PADA PEKERJA BENGKEL BERDASARKAN USIA DAN LAMA BEKERJA DESCRIPTION OF CARBOXYHEMOGLOBIN (COH. LEVELS IN WORKSHOP WORKERS BASED ON AGE AND LENGTH OF WORK Ayu. 1,*. Previta Zeizar Rahmawati 2. Yeni Avidhatul Husna3 1,2,3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maharani Corresponden Email: yulianadhila8@gmail. Abstrak Latar belakang: Kualitas udara merupakan hal yang sangat penring bagi lingkugan dan kehidupan manusia seiring perkembangan zaman membuat kualitas udara semakin buruk zat yang menjadi salah satu pencemaran udara ialah karbon monoksida yang di hasilkan oleh kendaraan bermotor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antra variabel penelitian untuk mengetahui gambaran kadar karboksihemoglobin (COH. pada pekerja bengkel di kota malang berdasarkan usia dan lama bekerja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif yang bertujuan umtuk mengambarkan atau menguraikan karakteristik pekerja bengkel, kadar (COH. di ukur menggunakan metode Spektrofotometer UV-Vis dengan panajang gelombang 546nm. Hasil: Sebanyak 1 responden memiliki kadar COHb <3,5% sementara 10 responden memiliki kadar COHb >3,5% telah di lalukan uji korelasi berdasarkan usia mendapatkan korelasi siknifikan pada level 0,01 menunjukkan bahwa adanya hubungan yang sangat kuat uji korelasi berdasarkan lama bekerja menunjukkan hasil siknifikan secara statistic. Kesimpulan: Gambaran kadar COHb pada pekerja bengkel dengan jumlah 11 responden berdasarkan usia dan lama bekerja yang di mana terdapat 1 responden memiliki kadar COHb normal dan 10 responden memiliki kadar COHb yang melebihi batas normal. Kata kunci: COHb. Spektrofotometer UV-Vis. Pekerja bengkel Abstract Background: Air quality is something that is very important for the environment and human life. As time goes by, air quality is getting worse. A substance that is one of the air pollutants is carbon monoxide produced by motorized vehicles. Objective: This study aims to identify patterns and relationships between research variables to determine the description of carboxyhemoglobin (COH. levels in workshop workers in Malang City based on age and length of work. Method: This research uses a descriptive design which aims to describe or describe the characteristics of workshop workers, levels (COH. are measured using the UV-Vis Spectrophotometer method with a wave length of 546nm. Results: A total of 1 respondent had a COHb level of <3. 5% while 10 respondents had a COHb level of >3. A correlation test based on age was carried out to obtain a significant correlation at the 0. 01 level, indicating that there is a very strong relationship. The correlation test based on length of time. work shows statistically significant results. Conclusion: Description of COHb levels in workshop workers with a total of 11 respondents based on age and length of work, where 1 respondent had normal COHb levels and 10 respondents had COHb levels that exceeded normal limits. Key words: COHb. UV-Vis Spectrophotometer. Workshop workers JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA ISSN 2503-264X Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 Pendahuluan Udara memiliki beragam komponen gas dan uap air yang mengelilingi atmosfer bumi, dan setiap komponen tersebut tidak selalu berada dalam keadaan konstan (Ayuningtyas, 2. Artinya, komponen tersebut dapat berubah bergantung pada banyak faktor, salah satunya Pencemaran udara dapat diartikan sebagai masuknya atau dimasukkannya zat, energi, dan komponen lain yang dapat mengakibatkan mempengaruhi kesehatan manusia (Chang. Salah memengaruhi pencemaran udara saat ini adalah perkembangan transportasi, baik laut, darat, maupun udara (Simandjuntak, 2. Kendaraan bermotor menjadi penyebab paling utama polusi udara di daerah perkotaan, menyumbang 70% pencemar partikulat, 71 % pencemar oksida nitrogen (NOX), dan 15% pencemar oksida sulfur (So. Resiko tertinggi terpapar asap kendaraan yaitu para pekerja yang berada dijalan, karena jumlah kendaraan umum semakin meningkat setiap tahunnya. Malang menjadi kota metropolitan urutan ketiga dengan tingkat kemacetan setelah Jakarta. (Indwek,2. Karbon monoksida dan oksigen bersaing untuk mengikat hemoglobin dalam tubuh, dengan sifat karbon monoksida yang lebih mudah berikatan, mengurangi kadar hemoglobin yang berikatan dengan oksigen dan menyebabkan hipoksia arteri (WHO, 2. Lingkungan kerja seperti bengkel, khususnya yang terletak di dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang kurang baik dan paparan asap kendaraan JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA ISSN 2503-264X bermotor, memiliki risiko tinggi memiliki konsentrasi karbon monoksida yang tinggi. bengkel kendaraan bermotor, konsentrasi CO dapat mencapai 600mg/m3, dan kadar karbon monoksida dalam darah para pekerja bengkel dapat lima kali lebih tinggi dari kadar normal (Rahmah, 2. Jika Karbon Monoksida yang dihirup oleh seseorang akan besar pula resikonya, yang paling fatal bisa menyebabkan kematian. Adapun daya ikat gas Karbon Monoksida terhadap Hemoglobin yaitu 240 kali lebih besar dari Karbon Monoksida terhadap Oksigen. Jika gas CO darah (HbCO) cukup tinggi, berakibat pada timbulnya gejala diantaranya kepala menjadi pusing (HbCO 10%), rasa mual serta sesak nafas (HbCO 20%), konsentrasi menurun serta penglihatan terganggu (HbCO 30%), hilang kesadaran, koma (HbCO 40-50%) menyebabkan kematian. Gangguan paparan bertahun-tahun diantaranya gangguan jantung, gangguan otak, syaraf, dan kematian bayi di dalam kandungan Berdasarkan penelitian sebelumnya oleh (Basri,2. Pemeriksaan Kadar HbCO menggunakan spektrofotometer. Dari penelitian tersebut di tarik kesimpulan bahwa semua mekanik General Repair Servis & Suku Cadang PT. Hadji Kalla Makassar dengan total 23 responden memiliki kadar HbCO terdapat 20 dari 23 responden memiliki kadar karbon monoksida yang tidak normal, dengan persentasi di antara 4. 21 % sampai dengan 8. 97% melebihi Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang ditetapkan oleh American Conferse of Industrial Hygienist Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 (ACGIH) sebesar 3. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif metode penelitian yang bertujuan untuk mengambarkan atau menguraikan karakteristik suatu populasi penelitian, untuk mengetahui gambaran kadar karboksihemoglobin pada Pekerja Bengkel di Kota Malang. Pengukuran Spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 546nm. Populasi dalam penelitian ini adalah Pekerja Bengkel di Kota Malang. Populasi yang di teliti berjumlah 11 orang. Sampel yang di berdasarkan usia dan lama bekerja. Teknik pengambilan sampel yang di gunakan adalah purposive sampling. Data primer di kumpulkan melelui pengisian kuisioner yang di berikan kepada responden untuk mendapat informasi tentang lingkungan bekerja dan durasi lama Setelah itu, dilakukan pengambilan darah vena sebanyak 3cc dari setiap responden untuk Karboksihemoglobin mengunakan Spektrofotometer UV-Vis. Data hasil pemeriksaan kadar Karboksihemoglobin dianalisis secara deskriptif. Hasil pemeriksaan di bagi karboksihemoglobin normal (<3. 5%) dan tinggi (>3. 5%). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Person untuk mengetahui hubungan anatara lama bekerja dan usia dengan kadar Karboksihemoglobin, menggunakan program SPSS versi 29. Hasil dan Pembahasan Hasil Pemeriksaan Kadar Karboksi Hemoglobin Pekerja Bengkel Kota Malang Tabel 1. Hasil Pemeriksaan Kadar Karboksi Hemoglobin Pekerja Bengkel Kota Malang No. Kode Kadar COHb Keterangan Sampel Normal Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA ISSN 2503-264X Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi P10 Tinggi P11 Tinggi Rerata Kadar Normal: <3. Rerata Kadar Tidak Normal : >3,5% Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan bahawa kadar KarboksiHemoglobin pada pekerja bengkel di Kota Malang dengan hasil Kadar KarboksiHemoglobin sebanyak 1 orang dan hasil kadar tinggi sebanyak 10 orang. Distribusi Data Hasil Pemeriksaan Lama bekerja dengan Kadar KarboksiHemoglobin Tabel 2 Tabulasi Silang Lama bekerja Lama Jumlah Persentase Rerata Kadar COHb Bekerja Responden Responde (%) < 5 Tahun > 5 tahun Total Menunjukkan bahwa dari 11 responden pekerja bengkel yang memiliki kadar COHb di bawah kategori lama bekerja < 5 tahun sebanyak 27% dengan rerata kadar COHb 3,7 % dan atas toleransi kategori lama bekerja dengan kisaran > 5 tahun sebanyak 73% dengan rerata kadar 6,3%. Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 Tabel 3 Hasil Uji Pearson Correlation Lama Kadar KarboksiHemoglobin Tabel 5 Hasil Uji Pearson Correlation antara usia dengan Kadar KarboksiHemoglobin Correlation Correlation Lama Jumlah Persentase Uji Bekerja Responden Responden Korelasi < 5 Tahun Total (< 0,. Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa lama bekerja dengana nila kadar COHb dengan sebanyak 11 Terdapat nilai uji pearson correlation 631 yang berarti dalam kategori cukup kuat antara kadar COHb dengan lama bekerja nilai sing2 tailed 0. 037 atau < 0,05 yang artinya hasil menunjukkan bahwa korelasi signifikan secara Distribusi data hasil Pemeriksaan Usia dengan Kadar KarboksiHemoglobin Tabel 4 Tabulasi silang Usia dengan Kadar KarboksiHemoglobin Usia 18 - 24 Sig Pada tabel 5 menunjukkan hasil uji korelasi kadar COHb dengan usia terdapat nilai pearson 755 yang berarti dalam kategori yang kuat antara kadar COHb dan Usia nilai sing . Ae traile. 007 menunjukkan bahwa korelasi yang signifikan pada level 0. 01 yang artinya hasil menunjukkan kuat adanya hubungan antara kadar COHb dan usia Rerata Kadar Responden Responden COHb (%) Karboksihemoglobin Tabel 6. Tabulasi silang lama bekerja dalam 1 hari dengan kadar Karboksihemoglobin Tahun Total Uji Korelas Persentase Tahun 45 Ae 59 Tahu Tahu 45 Ae Tahu Total Persentas Responde Jumlah Tahun 25 - 44 Jumlah Responde Sig > 5 tahun Usia Menunjukkan bahawa dari 11 responden pekerja Distribusi hasil pemeriksaan lama bekerja Waktu Jumlah Persentase Rerata Kerja Responden Responden Kadar Dalam 1 COHb Hari (%) < 8 Jam 3,0% bengkel yang memiliki kadar COHb di atas > 8 Jam 6,2% toleransi kategori umur dangan kisaran 18 Ae 24 Total tahun sebanyak 27% dengan rerata kadar COHb 7%, kisaran umur 25 Ae 44 tahun sebanyak 36% dengan rerata kadar COHb sebesar 1% dan kisaran umur 45 Ae 59 tahun sebanyak 36% dengan rerata kadar COHb sebesar 7. Pada tabel 6 menunjukkan bahawa dari 11 pekerja bengkel yang memiliki kadar COHb di bawah kategori kerja dalam satu hari < 8 jam sehari sebanyak 18% dengan rerata kadar COHb sebesar 3,0 %, toleransi di atas JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA ISSN 2503-264X Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 kategori bekerja dalam >8 jam Kerja sehari mendapatkan hasil tabulasi silang dengan rerata sebanyak 82% dengan rerata kadar COHb kadar COHb yang dimana melebihi kadar COHb sebesar 6,2% . batas normal dalam darah yang seharusnya <3. Tabel 7. Hasil Uji Pearson Correlation Dengan dilakukan uji korelasi menunjukkan bahwa antara usia dengan Kadar KarboksiHemoglobin lama bekerja dengana nila kadar COHb dengan Wakt Jumlah Persenta Uji Respond Korela Kerj Respond Sig 631nilai sig-2 tailed 0. 037 atau P < 0,05 yang berarti dalam kategori cukup kuat antara kadar COHb dengan lama bekerja yang artinya Hari Jam semakin lama bekerja seseorang yang terpapar gas (<0,0 co dalam bekerjanya akan cenderung meningkat Jam Total sebanyak 11 responden. Terdapat nilai uji pearson kadar COHb hasil menunjukkan bahwa korelasi signifikan secara statistik dimana hubungan ini tidak terjadi secara kebetulan sehingga bisa lebih Pada tabel 6 menunjukkan hasil korelasi kadar COHb dengan lama bekerja dalam 1 hari terdapat nilai pearson correlations 661 menunjukkan korelasi positif yang kuat antara kadar COHb dan lama bekerja percaya bahwa hubungan ini ada di populasi umum, bukan hanya ada pada di sampel. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh (Pratiwi, 2. dimana montir yang memiliki masa kerja kisaran 1 hingga 5 tahun memiliki kecenderungan kadar karboksihemoglobin yang dalam 1 hari nilai sing . -taile. Secara teoritis masa bekerja berbanding <0. 05 yang menunjukkan korelasi kuat lurus terhadap kadar karboksihemoglobin yang ada dan signifikan secara statistik. didalam darah namun pemaparan dalam keadaan Hasil penelitian karboksihemoglobin pada pekerja bengkel terdapat 11 sampel yang dimana sebanyak 1 orang sedang yang terjadi secara berulang ulang mungkin dapat menimbulkan adaptasi dimana adanya . %) pekerja karboksihemoglobin dalam darah serta semakin bengkel memiliki kadar COHb normal dan lama sesorang terpapar oleh gas karbon monoksida 10 orang . %) memiliki kadar COHb di atas maka akan semakin besar pula kandungan batas normal. konsentrasi karbon monoksida yang ada didalam Tabulasi silang antara kadar COHb Uji tabulasi silang mendapatkan hasil dari 11 dengan usia mendapatkan hasil dari 11 reponden responden memiliki kadar COHb dibawah memiliki umur 18-24 tahun terdapat 3 . %) orang kategori lama bekerja < 5 tahun sebnayak 3 pekerja, 25-44 tahun terdapat 4 orang pekerja . %) pekerja bengkel dan lama bekerja >5 . %) dan 45-59 tahun terdapat 4 . %) orang tahun sebnyak 8 . %) orang pekerja, pada pekerja, dimana pada pekerja bengkel yang pekerja bengkel yang bekerja di atas >5 tahun memiliki umur yang lebih tua mendapatkan hasil JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA ISSN 2503-264X Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 rerata kadar COHb yang tidak normal dalam Maka di lakukan uji korelasi lama bekerja dengana nila kadar COHb dengan sebanyak 11 responden. menunjukkan bahwa usia dengana nila kadar Terdapat nilai uji pearson correlation hasil uji COHb dengan sebanyak 11 responden. Terdapat korelasi menunjukkan 0. 661 dengan 0. 027 p <0. nilai uji pearson correlation hasil uji korelasi dapat di simpulkan bahwa kadar COHb dengan menunjukkan bahwa 0. 775 dengan 0. 007 p < lama bekerja dalam 1 hari memiliki hasil hubungan 01,dapat di simpulkan ada hubungan yang yang sangat kuat menunjukkan bahwa lama bekerja cukup kuat antara kadar Cohb dengan usia berarti dalam 1 hari memiliki pengaruh yang signifikan bahwa seiring bertambahnya usia, kadar Cohb terhadap kadar COHb. dimana di nyatakan bahwa cenderung meningkat. Hubungan ini sangat lama bekerja dalam 1 hari mempengaruhi kadar signifikan secara statistik pada level 0. 01, yang COHb secara signifikan secara statistic. Penelitian berarti bahwa kemungkinan hubungan ini terjadi ini sejalan dengan penelitian (Rifky, 2. , dimana secara kebetulan sangat kecil . urang dari 1%). waktu bekerja dalam satu hari yang melebihi dari 6 Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang jam bekerja dimana waktu kerja terendah yaitu dilakukan (Rifky, 2. yang menyatakan uji selama 7 jam dan untuk waktu terlama yaitu selama korelasi antara kadar karboksihemoglobin dan 12 jam, dimana menunjukan adanya korelasi yang juga usia dari montir bengkel kendaraan bermotor signifikan antara kadar karboksihemoglobin dalam diperoleh hasil menunjukan adanya hubungan darah dengan waktu bekerja montir bengkel yang signifikan antara kadar karboksihemoglobin disetiap harinya dimana adanya hubungan anatar montir kendaraan bermotor dan usia. Secara lama bekerja dan kadar karboksihemoglobin dalam teoritis usia berbanding lurus dengan kadar darah serta semakin lama sesorang terpapar oleh karboksihemoglobin dalam darah karena sifat gas karbon monoksida maka akan semakin besar elastis paru-paru tidak bisa berubah pada usia pula kandungan konsentrasi karbon monoksida rentang 7-39 tahun, namun kecenderungan akan yang ada didalam darahnya. Penelitian (Pusparini, mengalami penurunan ketika usia sudah 40 2. juga menunjukkan bahwa lama kerja baru (O Tentunya peneliti perlu memperhatikan 5 tahu. dan lama kerja (Ou 5 tahu. dengan jam usia karena semakin tua seseorang maka akan kerja Ou 8 jam sama-sama memiliki risiko berhubungan dengan peningkatan kadar COHb. karboksihemoglobinnya akan semakin tinggi. Dengan demikian, lama bekerja dan usia pekerja Tabulasi silangantara kadar COHb dengan waktu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kadar bekerja dalam 1 hari mendapatkan hasil dari 11 COHb dalam darah, terutama bagi mereka yang responden 2. %) perkrja memiliki masa kerja bekerja dalam jangka waktu yang lama dan terpapar <8 jam dalam 1 hari dan 9 . %) pekerja polusi udara secara terus-menerus. Denagn memiliki waktu kerja >8jam dalam 1 hari. pekerja bengkel yang bekerja selam >8jam 1 hari memiliki rerata kadar COHb yang abnormal. JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA ISSN 2503-264X Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 Kesimpulan dan Saran Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terima kasih yang Berdasarkan penelitian di atas peneliti melakukan sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam karboksihemoglobin COHb pada pekerja bengkel penyelesaian penelitian ini. Terima kasih dengan jumlah 11 responden berdasarkan usia kepada dosen pembimbing. Ibu Previta Zeizar dan lama bekerja di kota malang yang dimana Rahmawati. Si. Si. , dan Ibu Yeni Avidatul terdapat 1 responden mendapatkan hasil Kadar Husna. Sc. , atas arahan, bimbingan, serta COHb normal dan 10 responden di peroleh hasil masukan yang sangat berharga selama proses kadar COHb yang melebihi batas normal. penelitian ini. Tidak lupa, penulis juga Gambaran kadar COHb berdasarkan usia para pekerja bengkel dari hasil yang didapatkan dari responden dari Pekerja Bengkel di Kota Malang hasil uji korelasi kadar COHb dengan usia yang dengan sukarela bersedia menjadi bagian terdapat nilai pearson correlations 0. 755 nilai sig dari penelitian ini. Penulis juga menghaturkan 2 Ae trailed 0. 007 atau P <0. 05 yang berarti dalam apresiasi kepada keluarga, teman-teman, serta kategori yang kuat antara kadar COHb dan Usia rekan-rekan sejawat yang telah memberikan menunjukkan bahwa korelasi yang signifikan semangat dan dukungan moral selama proses pada level 0. 01 yang artinya hasil menunjukkan cukup kuat adanya hubungan antara kadar COHb menyadari bahwa tanpa kontribusi dari semua dan usia responden. Gambaran kadar COHb berdasarkan tahun lama bekerja para pekerja terselesaikan dengan baik. Terakhir, bengkel di mana telah di lakukan uji korelasi menunjukkan bahwa lama bekerja dengana nila Referensi atau Daftar Pustaka