Eirene Vol. 10 No. 1, 19-39 (Juni 2. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. UKiP Sorong ISSN 2528-1887 e-ISSN 2540-962X GOOD CHARACTER IN THE CONGREGATION AT THE POS IMANUEL MASELIK SERVICE MALAMOI CLASS KARAKTER YANG BAIK DALAM JEMAAT DI POS PELAYANAN IMANUEL MASELIK KLASIS MALAMOI Elisabeth Kokmala1 Yulian Anouw,2 Ricky Donald Montang3 Fakultas Teologi. Program Studi Teologi Universitas Kristen Papua Sorong Fakultas Teologi. Program Studi Teologi Universitas Kristen Papua Sorong. Fakultas Teologi. Program Studi Magister Teologi Universitas Kristen Papua Sorong, *Email: rickymontang@ukip. Abstract: Good character by God's servants and their congregation is very necessary in ministry. Because with good character through a life of faith, obedience to the Word, namely a life of love and holiness, faithful service, faithful worship, helping and paying attention to the lives of God's servants, then ministry in the congregation runs well and has a positive impact on the growth of faith. However, this good character is not manifested in congregational life and services at the Immanuel Maselik Service Post as expected. The research aims to determine the character of the congregation in service, the factors causing the decline in character and the church's efforts to create good character in service. Using qualitative methods, because the research process involves direct interviews with data sources in the field. The expected result is that good congregational character can be realized in family and congregation life as a manifestation of faith growth. The church plays a maximum role in teaching and spiritual formation based on building the character of the congregation through advice from God's Word in worship, pastoral care. Bible Quiz and sports activities and social service so that the congregation will grow in good spiritual character and glorify God. Keywords: Good Character. In Service. Abstrak: Karakter yang baik oleh hamba Tuhan dan jemaatnya sangat diperlukan dalam pelayanan. Karena dengan karakter yang baik melalui hidup beriman, taati firman yaitu hidup mengasihi dan kudus, setia melayani, setia beribadah, menolong dan memperhatikan kehidupan hamba Tuhan, maka pelayanan di jemaat berjalan dengan baik dan berdampak positif terhadap pertumbuhan iman. Namun karakter yang baik itu kurang terwujud dalam kehidupan jemaat dan pelayanan di Pos Pelayanan Imanuel Maselik seperti yang diharapkan. Olehnya penelitian untuk mengetahui karakter jemaat dalam pelayanan, faktor penyebab menurunnya karakter dan upaya gereja dalam mewujudkan karakter yang baik dalam pelayanan. Dengan menggunakan metode kualitatif, karena proses penelitian melalui berwawancara langsung dengan sumber pemberi data di lapangan. Hasil yang diharapkan adalah dapat terwujud karakter jemaat yang baik dalam kehidupan keluarga dan jemaat sebagai wujud dari pertumbuhan iman. Gereja berperan maksimal dalam pengajaran dan pembinaan rohani yang berbasis pembentukan karakter jemaat melalui nasihat firman Tuhan pada ibadah-ibadah, pelayanan pastoral. Cerdas Cermat Alkitab dan kegiatan olah raga dan bakti sosial agar jemaat semakin bertumbuh dalam karakter rohani yang baik dan memuliakan Tuhan. Kata Kunci: Karakter Yang Baik, dalam Pelayanan PENDAHULUAN Sikap hidup seseorang sangat ditentukan dari bagaimana ia berbuat sesuatu dalam kehidupannya, baik kepada orang lain, maupun kepada diri sendiri. Apa yang membawa seseorang pada suatu puncak kesuksesan tersebut adalah tergantung dari apa yang dilakukannya itu baik sebagai wujud dari karakternya. Budaya karakter yang baik begitu Eirene Jurnal Ilmiah Teologi dirindukan oleh semua pihak agar tatanan kehidupan sosial di dalam keluarga, jemaat dan masyarakat berjalan baik sebagaimana mestinya. Karakter merupakan hakikat manusia, sebab ia akan menjadi manusia dengan karakter yang dimilikinya. Yang terpenting adalah bahwa karakter merupakan anugerah dari Tuhan kepada manusia ciptaanNya. Menurut dari makna kata anugerah, terindikasi bahwa karakter adalah suatu pemberian yang istimewa, yang baik dan bermanfaat bagi Oleh karena itu, pada dasarnya Tuhan memberikan benih karakter yang baik, dan selanjutnya menjadi tugas dan tanggung jawab manusia untuk menumbuhkembangkan dan menjaga karakter itu agar tetap baik sesuai kehendak pemberinya/penciptanya Karakter menjadi bermasalah karena keterbatasan manusia yang kurang atau bahkan tidak memiliki suatu pandangan atau pedoman yang benar untuk mengarahkan karakternya. Jemaat Kristen adalah persekutuan orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Karakter jemaat selaku pengikut Kristus adalah beriman dan taat akan Firman Allah yang diwujudkan melalui hidup kudus, kerendahan hati, tulus, jujur, berkomitmen, setia, bijaksana dan bertanggung jawab dalam pelayanan. Dalam karakter tersebut, sebagai jemaat harus hidup mengasihi, setia beribadah, aktif dalam kegiatan pelayanan dalam jemaat, saling membantu dalam kelebihan dan kekurangan, kesulitan atau penderitaan. Karakter tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan jemaat di Pos Pelayanan Imanuel Maselik. Karena dengan karakter yang baik melalui sikap dan perilaku positif yang selalu diwujudkan dalam pelayanan sebagai tanda pertumbuhan Namun seiring dengan berkembangnya zaman pada tahun akhir-akhir ini maka ada pengaruhnya terhadap karakter jemaat di tengah kehidupan dan pelayanan. Karakter yang baik semakin menurun dari yang diharapkan. Dimana Warga jemaat tertentu sering malas beribadah dan kurang aktif terlibat dalam setiap program pelayanan yang diterapkan oleh gereja, sering mengkonsumsi minuman keras, bertengkar dengan sesama keluarga, kurangnya perhatian terhadap hamba Tuhan, dan juga kurang mengucap syuku kepada Tuhan dalam hal tidak aktif memberikan persembahan pada saat ibadah hari minggu dan juga ibadah-ibadah lainnya. Dari sisi yang lain menurunnya karakter jemaat tersebut karena masih kurangnya pengajaran dan pembinaan dari gereja oleh para hamba Tuhan, dan lain sebagainya. Uraian masalah pada latar belakang tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana karakter jemaat? Faktor apa yang menyebabkan menurunnya karakter jemaat? Bagaimana peran gereja dalam mewujudkan karakter jemaat yang baik? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana karakter jemaat, untuk mengetahui faktor penyebab menurunnya karakter jemaat, untuk mengetahui bagaimana peran gereja dalam mewujudkan karakter jemaat yang baik. KAJIAN TEORI Pengertian Karakter Istilah karakter dalam bahasa Yunani dari kata "to mark" yang berarti menandai dan Artinya karakter sebagai keutuhan hidup yang berhubungan dengan nilai Malik. AuIntegrasi Karakter Hamba Tuhan Kedalam Pelayanan Dalam Bingkai Teologi Matheus Mangentang,Ay Phronesis Jurnal Teologi Dan Misi 3, no. : 53, https://doi. org/10. 47457/phr. Sadadohape Matondang. AuMemahami Identitas Diri Dalam Kristus Menurut Efesus 2:1-10,Ay ILLUMINATE: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 1, no. : 106, https://doi. org/10. 54024/illuminate. Kokmala at. al : Pemahaman yang Baik . kebaikan dalam bentuk aspek kepribadian yang melekat dalam diri setiap individu. Dengan demikian maka karakter erat kaitanya dengan kepribadian seseorang yang sesuai dengan kaidah moral yang berlaku. Istilah AukarakterAy yang sering disamakan dengan istilah AutemperamenAy ,AytabiatAy. AuwatakAy atau AuakhlakAy. Secara etimologi karakter memiliki berbagai arti seperti: AukharacterAy . berarti instrument of marking. AucharesseinAy (Pranci. berarti to engrove . AuwatekAy (Jaw. berarti ciri wanci. AuwatakAy (Indonesi. berarti Ausifat pembawaan yang mempengaruhi tingkah laku, budi pekerti, tabiat, dan perangaiAy. Kata karakter berasal dari Bahasa Yunani yang berarti Auto markAy . dan memfokuskan pada bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Kata karakter dalam bahasa Latin. AukharasseinAy, dan AukharaxAy, yang maknanya Autools for markingAy. Auto engraveAy, dan Aupointed stakeAy. Kata ini mulai banyak digunakan . dalam bahasa Perancis caractere pada abad ke-14 dan kemudian masuk dalam bahasa Inggris menjadi character, sebelum akhirnya menjadi bahasa Indonesia karakter. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah AukarakterAy berarti sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain: tabiat, watak. Karakter diartikan sebagai tabiat. sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang daripada yang lain. Dengan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa membangun karakter . haracter buildin. adalah proses mengukir atau memahat jiwa sedemikian rupa, sehingga `berbentukAo unik, menarik, dan berbeda atau dapat dibedakan dengan orang lain. Ibarat sebuah huruf dalam alfabet yang tak pernah sama antara yang satu dengan yang lain, demikianlah orang-orang yang berkarakter dapat dibedakan satu dengan yang lainnya . ermasuk dengan yang tidak / belum berkarakter atau `berkarakterAo tercel. Karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, perilaku atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Berkarakter berarti memiliki karakter, mempunyai kepribadian dan berwatak. Individu yang berkarakter baik atau unggul adalah seseorang yang berusaha melakukan hal-hal yang terbaik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dirinya, sesama, lingkungan, bangsa dan negara pada umumnya dengan mengoptimalkan potensi . dirinya dan disertai dengan kesadaran, emosi dan motivasinya . Karakter dapat dimaknai sebagai nilai dasar yang membangun pribadi seseorang, terbentuk baik karena pengaruh hereditas maupun pengaruh lingkungan, yang membedakannya dengan orang lain, serta diwujudkan dalam sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu bagi karakter adalah hakikat, sifat dan ekspresi kepribadian seseorang yang dinyatakan melalui pembicaraan serta perilaku dalam lingkungan atau konteks di mana ia hidup. 5 Karakter adalah kebajikan yang dimiliki seseorang yang bisa saja bersumber dari keyakinan iman seseorang. Karakter merupakan sesuatu yang ada pada diri seseorang yang berkaitan dengan perilaku yang positif. Ricky Donald Montang and Welem Kabag. AuPengaruh Karakter Hamba Tuhan Berdasarkan 1 Timotius 3:1-7 Terehadap Pelayanan Jemaat,Ay EIRENE Jurnal Ilmiah Teologi 6, no. : 411, https://doi. org/10. 56942/ejit. Nurdin. AuPENDIDIKAN KARAKTER,Ay 2010, 71. Judith Wangania and Jammes Juneidy Takaliuang. AuHarmonisasi Pola Asuh Orang Tua Dengan Pengajaran Sekolah Minggu Terhadap Pembentukan Karakter,Ay Missio Ecclesiae 10, no. : 26. Marsi Bombongan Rantesalu. AuKarakter Kejujuran Dalam Gereja Masa Kini,Ay Jurnal Ilmu Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. : 45, https://doi. org/10. 25278/jitpk. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Beberapa ahli punya pandangan tentang karakter sebagai berikut karakter merupakan himpunan pengalaman, pendidikan dan lain-lain yang menumbuhkan kemamapuan di dalam diri kita, sebagai alat ukir yang mewujudkan pemikiran, sikap dan prilaku antara lain akhlak mulia dan budi pekerti luhur. Karakter merupakan aktualisasi potensi dari dalam dan internalisasi nilai-nilai moral dari luar, yang menjadi bagian Soemarno Soedarsono. Karakter merupakan nilai-nilai moral yang terpatri dalam diri kita melalui pendidikan, pengalaman, percobaan, pengorbanan dan pengaruh lingkungan, menjadi nilai intrinsik yang mewujud dalam sisitem daya dorong/juang, yang melandasi pemikiran sikap dan perilaku kita. Karakter merupakan kumpulan tata nilai yang mewujud dalam suatu sistem daya juang, yang melandasi pemikiran, sikap dan perilaku. Dari pernyataan diatas penulis mengambil satu pernyataan bahwa ternyata karakter merupakan gabungan dari pengalaman aktualisasi nilai-nilai yang dalam setiap hidup seseorang yang di dapatkan sejak lahir dan dibentuk dalam pertumbuhan akan ilmu pengetahuna serta pengalaman hidup yang akan merubah karakter seseorang yang akan menajadi kebiasaan hidup yang Pentingnya Karakter Pentingnya karakter tidak terlepas dari manfaat karakter itu sendiri, sebab dengan adanya karakter seseorang mampu mengambil keputusan dalam hidupnya sebagai manusia yang bertanggung jawab. Betapa pentingnya karakter dalam hidup manusia sehingga Tuhan Yesus mengajak orang datang kepada-Nya dan belajar kepada Dia, sebab Dia lemah lembut (Matius 11:28-. Manfaat karakter dalam hidup manusia dapat dijelaskan dalam tiga bagian penting, yaitu sebagai berikut: Bagi Pribadi Manfaat karakter bagi pribadi sangat menentukan kehidupan kita kepada Kristus. AuJika orang Kristen ingin Aumirip seperti KristusAy maka hal itu baru mungkin melalui perubahan radikal dan kehidupan baruAy. Artinya, karakter dapat membangun pribadi dengan secara sempurna, yakni sama seperti kehidupan Kristus. Selain itu, juga mencerminkan karakter Kristus di dalam kehidupan pribadi. Dalam Filipi 3:17, berkata AuSaudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmuAy. Artinya, karakter merupakan bukti kedewasaan kita dalam menjalani kehidupan ini. Dan itulah pentingnya karakter dalam hidup Jadi, karakter menyatakan the real you and the real me . iapa Anda dan saya Bagi Masyarakat Manfaat karakter bagi masyarakat adalah jelas seperti yang Tuhan Yesus katakan di dalam Firman-Nya AuKamu adalah garam dan kamu adalah terangAy (Matius 5:13-. Karakter tercermin dalam setiap tindakan- tindakan nyata dalam masyarakat pada Artinya, kehidupan kita dapat menjadi berkat bagi dirasakan oleh masyarakat di sekitar kita. Alkitab mengatakan bahwa kamu adalah surat-surat Kristus yang terbuka dan yang dapat dibaca oleh semua orang . Korintus 3:1-. Bagi Pelayanan Manfaat karakter bagi pelayanan adalah sebagaimana Rasul Paulus menasihati Timotius bahwa jadilah teladan kepada semua orang dalam segala aspek kehidupanmu . Timotius 4:11-. Artinya, seseorang harus menghidupi apa yang dia ajarkan kepada Magdalena Sopacua et al. AuPERAN PENTING GURU SEKOLAH MINGGU DALAM PEMBANGUNAN KARAKATER ANAK Pertumbuhan Karakter Anak Karna Dimana Anak Akan Selalu Memperhatikan Sifat Atau,Ay Jurnal Pendidikan Agama Kristen 1, no. : 89Ae90. Kokmala at. al : Pemahaman yang Baik . orang lain. Untuk dapat melayani dengan baik maka diperlukan karakter-karakter yang mudah ditundukkan kepada Kristus, artinya dalam setiap aspek kehidupan seseorang tersebut mencerminkan seorang pelayan yang baik dan sungguh-sungguh berserah penuh kepada Kristus. Dengan demikian, pentingnya karakter dalam hidup manusia menentukan kehidupan manusia itu sendiri. Karakter kita menentukan bagaimana kita bertindak ketika kita tidak dilihat orang lain. Atau seperti dikatakan pepatah lama. Aukarakter adalah apa yang anda lakukan saat tidak ada orang yang melihatAy. Artinya, karakter itu masyarakat bukan menjadi batu sandungan. Untuk menyatakan karakter dan kasih Kristus di dalam kehidupan kita, juga adalah nilai dari kehidupan manusia yang tersembunyi di dalam dirinya namun dapat dinyatakan melalui tindakan yang baik dan benar. Pengertian Pembentukan Karakter Pengetahuan, karakter dan nilai perlu dibentuk sesuai dengan kemampuan masing-masing jemaat. Pendidikan sebagai sebuah proses belajar memang tidak cukup dengan sekadar mengajar masalah kecerdasannya saja. Pengetahuan jemaat akan Firman Tuhan perlu ditanamkan dengan baik. Seberapa banyak jemaat Tuhan yang telah meninggalkan imannya kepada Yesus karena kurangnya pengetahuan mereka akan Firman Tuhan. Pelayanan membutuhkan perencanaan yang baik untuk dapat memikirkan cara pelaksanaan yang terbaik untuk pelayanan yang dilakukan dan orang yang terpilih haruslah orang-orang yang memiliki kemampuan sesuai dengan pelayanan yang akan Karakter jemaat juga sangat penting bagi guru agama Kristen di gereja untuk Sebab karakter jemaat menjadi landasan untuk mewujudkan setiap Firman Tuhan yang diajarkan oleh hamba Tuhan. Salah satu karakter yang menonjol dalam pelayanan Tuhan Yesus dan menjadi perintah bagi kita adalah AuKasihilah Tuhan. Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiriAy (Mat. 22:37 dan . Guru agama Kristen sangat perlu membentuk nilai kehidupan jemaat. Nilai yang dimaksud adalah berkaitan dengan keterampilan hidupnya. Konteks tempat dan waktu yang berbeda mensyaratkan ketrampilan yang berbeda. Setiap pemimpin di dalam kepemimpinannya perlu mematangkan konteks simultan di mana visi yang dilihat oleh pemimpin visioner terhadap apa yang Tuhan lihat yang dapat terjadi pada waktu bersamaan dengan memandang beberapa hal yang bersentuhan dengan kepemimpinan. Setiap jemaat memiliki keterampilan yang berbeda, namun perlu dibina agar keterampilan dan nilai itu memuliakan Tuhan. Dengan demikian terciptalah jemaat yang taku akan Tuhan dan mengasihi Tuhan serta sesama manusia. Pendidikan Karakter Pendidikan karakter adalah upaya sadar dan sistematis danberkelanjutan untuk membangun karakter . ang bai. dalam diri nara didik . nak, remaja, pemuda dan orang dewas. agar para nara didik mengetahui apa yang baik . imensi kogniti. , mencintai apa yang baik . imensi afekti. , dan melakukan yang baik dalam kehidupan . spek Arozatulo Telaumbanua. AuPeranan Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Membentuk Karakter Siswa,Ay FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika 1, no. : 225Ae26, https://doi. org/10. 34081/fidei. Arozatulo Telaumbanua. AuProfesionalisme Guru Agama Kristen Dalam Membina Jemaat,Ay ILLUMINATE: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 3, no. : 22Ae23, https://doi. org/10. 54024/illuminate. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi psikomotorik dan perilak. Mengapa tak cukup mengetahui dan mencintai yang baik? Karena karakter adalah kualitas-kualitas yang terbangun dalam kehidupan seseorang yang menentukan responsnya tak peduli keadaannya. Bisa juga dikatakan, bahwa karakter itu adalah motivasi dari dalam diri seseorang untuk melakukan apa yang benar/baik menurut standar perilaku tertinggi dalam setiap situasi. Keduanya menekankan tindakan atau respons kita yang didorong oleh kualitas- kualitas tertentu atau motivasi batin. Itulah yang kita sebut kebajikan- kebajikan yang telah menyatu dengan diri kita yang menuntun kita melakukan yang baik itu. Pendidikan karakter . alam konteks sekola. adalah upaya menolong para nara didik untuk mengetahui yang baik, mencintai apa yang baik, dan melakukan yang baik . nowing the good, loving the good and doing the goo. Pada dasarnya upaya tersebut tak lain adalah untuk menolong para nara didik menjadi dewasa dalam pribadi yang berintegritas, cerdas dan mempunyai karakter moral. Adalah perlu bagi para nara didik untuk bergumul dengan dan memahami apa yang baik, yakni apa yang sesungguhnya benar dan layak dalam kehidupan. Untuk melakukan hal ini perlu menolong mereka mengembangkan pengetahuan tentang yang baik dan menilai secara cerdas, sehingga mereka dapat belajar memilih dengan baik di antara berbagai pilihan atau opsi yang saling bertentangan dan menarik dalam kehidupan. Tetapi secara simultan perlu menolong para nara didik mencintai yang baik dalam arti prihatin dengan kebutuhan orang lain, setia kepada komitmennya, suatu tugas yang dikerjakan dengan baik, persahabatan yang baik dan sehat, serta kebiasaan-kebiasaan untuk mempertahankannya. Dengan kata lain mencintai yang baik adalah tentang mendidik perasaan dan kecintaan/kegemaran . , sehingga mereka mencintai hal yang benar dan untuk alasan yang benar pula. Sebagai manusia motivasi kita sering sekali bercampur aduk, sehingga mencintai yang baik adalah salah satu cara untuk menyadari serta memperbaikinya, sehinga menjadi mesin penggerak dari perkembangan moral kita. Sebab kedewasaan moral pada akhirnya adalah bagaimana menuju ke kehidupan yang baik. Untuk mencapai ini maka kita harus bertindak, atau memenuhi kewajiban kita. Karena itu dalam pendidikan karakter ini, para nara didik harus ditolong untuk melihat bahwa melakukan yang baik adalah tujuan Dengan memahami apa itu pendidikan karakter dan tujuannya, maka jelaslah bahwa pendidikan karakter tidak sekadar transmisi pengetahuan saja, tetapi suatu proses yang lebih dalam dan kompleks, yang memungkinkan mereka menyukai dan mencintai apa yang baik misalnya dengan melihat teladan serta pengaruh dari lingkungan sosial . ultur sekolah, keluarga dan komunitas ima. serta adanya kesempatan membiasakan karakter tersebut, seperti kepedulian kepada kebutuhan sesama. Itulah sebabnya dalam konteks sekolah ada program yang disebut Auservice learningAy di mana nara didik diberi kesempatan melayani dan belajar kebiasaan tersebut yang kemudian menjadi kebiasaanya . Di sinilah karakter terbangun dan terbentuk. Pendidikan Agama Kristen (PAK) adalah suatu upaya yang sadar, sistematis, dan berkesinambungan untuk menumbuh- kembangkan iman Kristiani dalam diri warga komunitas imannya dalam berbagai kategori usia . ulai dari bayi sampai dengan lanjut usi. baik itu dalam konteks keluarga, komunitas iman, dan sekolah formal . ila dimungkinkan oleh UU negarany. Pengertian Jemaat Daniel Nuhamara. AuPengutamaan Dimensi Karakter Dalam Pendidikan Agama Kristen,Ay Jurnal Jaffray 16, no. : 109Ae10, https://doi. org/10. 25278/jj71. Kokmala at. al : Pemahaman yang Baik . Jemaat . adalah kelompok orang-orang yang dipanggil keluar dari dunia ini dijadikan Kristus menjadi tubuh-Nya. Jemaat selaku tubuh bukan hanya utuh dengan Kristus sebagai anggotanya, melainkan juga utuh dalam dirinya. Jemaat selakku tubuh Kristus diperkuat rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua baginya sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota (Ef. 4:16. Yang dimaksudkan dengan tubuh disini lain halnya dengan Autubuh jasmani KristusAy (Kol. yang diserahkan kepada kematian demi perdamaian orang yang dahulu jauh dari Allah dan yang memusuhi Allah . Kol. Dan seseorang yang menjadi anggota jemaat Kristus harus berperang teguh kepada kepala, yaitu Kristus . d,2:. Kalau tidak demikian, itu berarti berada diluar tubuh Kristus. Orang percaya adalah bagian dari tubuh Kristus, yaitu mereka semua yang dibabtis dalam realitas yang sama, yaitu Roh Kudus. dan mereka semuanya diberi minum . iberi ajara. dari realitas yang sama yaitu Roh Kudus, sehingga membentuk satu tubuh dalam Kristus. Dari definisi ini kita tahu bahwa orang percaya adalah wujud dari karya keselamatan Tuhan Yesus yang telah diterima sebagai Juru Selamat secara pribadi sehingga ia menjadi bagian dari tubuh Kristus sendiri. Karakter Jemaat Seorang yang memiliki karakter Kristus adalah seorang yang memiliki kedewasaan rohani dalam pertumbuhan karakternya. Karakter tersebut harus serupa dengan karakter Kristus. Karena seorang Kristen harus mampu memperkenalkan Kristus kepada dunia melalui karakter Kristus yang termanifestasi dalam diri orang Kristen tersebut (Yoh. Selain kedewasaan rohani, murid Kristus juga penting untuk memiliki kesetiaan dalam pelayanan. Hal tersebut berguna agar dapat memiliki sebuah komitmen untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pelayanannya. Melayani bukanlah pilihan bagi murid Kristus. Melayani merupakan keharusan bagi orang percaya. Karena Tuhan Yesus terlebih dahulu melayani, maka sudah selayaknya juga harus melayani Tuhan dengan Seorang murid Kristus adalah seorang yang memiliki perspektif hidup yang jelas dalam hidupnya. Perspektif adalah kemampuan untuk melihat bukan hanya apa yang tampak jelas ada di depan tetapi juga mampu untuk melihat sesuatu yang belum kelihatan. Melalui proses pemuridan, orang Kristen akan dimampukan untuk memiliki perspektif dalam hidupnya sehingga ia mampu melihat dengan jelas apa dampak yang ditimbulkan dari segala perbuatan sehingga akan berpikir terlebih dahulu secara matang sebelum mengambil langkah dan keputusan dalam hidupnya, baik tutur kata, sikap dan perbuatan. Dengan demikian akan memetik hasil yang positif dari apa yang diperbuatnya. Perspektif juga adalah suatu kemampuan untuk melihat segala sesuatu dalam hidupnya dalam sudut pandang Tuhan dengan menyadari bahwa hal itu mungkin berbeda dengan sudut pandang dari setiap individu. Melalui proses pemuridan, orang Kristen akan dimampukan untuk melihat segala aspek dalam hidupnya lebih kepada bagaimana cara pandang Tuhan, sehingga mampu mensyukuri segala sesuatu dalam hidupnya, serta menerimanya dengan ucapan syukur walapun terkadang berbeda dengan dengan harapan. Melalui pengertian di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa karakteristik murid Kristus adalah seorang yang memiliki ciri khas dalam segala aspek hidupnya yang Thomas Nanulaitta. AuTubuh Kristus Sebagai Gereja Dalam Perspektif Paulus,Ay Gereja Yang Sehat 1, no. : 228. Florentina Sianipar. AuStrategi Pelayanan Pastoral Konseling,Ay Jurnal. Missio Ecclesiae 8, no. : 138Ae39. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi berbeda dari orang lain, ditandai dengan kehidupannya menjadi pengikut Kristus yang setia serta mengikuti gaya hidup yang benar sesuai dengan firman Tuhan. Memiliki pertumbuhan rohani yang semakin dewasa ditandai dengan memandang segala sesuatu bukan dari sudut pandang sendiri tetapi dari sudut pandang Tuhan. Tidak mempersalahkan Tuhan ketika mengalami hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan . ersyukur untuk setiap apa yang terjad. 13 Dalam kehidupan berjemaat, hal yang menjadi dasar adalah kasih, yaitu kasih dari pelayan kepada sesama pelayan dan kepada jemaat, juga kasih kepada siapa saja yang memerlukan pertolongan, sebab kasih dapat menarik setiap orang untuk hadir dalam persekutuan jemaat. 14 B. Baltruff mengatakan bahwa seseorang yang kesetiaan melaksanakan printah Tuhan dalam berbagai aspek kehidupannya maka dia dikehendaki Tuhan. Standar Hidup Jemaat Standar Hidup Kekristenan Standar hidup kekristenan tetap sama, sejak dulu, yaitu serupa dengan Yesus. Yesus adalah sosok manusia yang tidak hidup dalam kewajaran manusia lain. Yesus tidak serupa dengan dunia ini, maka Tuhan menghendaki agar orang percaya juga tidak serupa dengan dunia ini (Rm. Hidup haruslah hanya untuk mengabdi kepada Bapa (Yoh. 4:34. 2 Kor. 5:14-15. Flp. Di hadapan pengadilan Kristus nanti, orang percaya baru sadar sepenuhnya bahwa hidup manusia yang telah ditebus oleh darah Yesus hanyalah untuk mengabdi kepada Allah sepenuhnya, tanpa Kekristenan mengarahkan setiap orang percaya yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat unuk mengalami perubahan cara berpikir dan perubahan gaya hidup, dimana target yang harus dicapai adalah sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Yesus. Semua itu dimaksudkan agar orang percaya dilayakkan menjadi anggota keluarga Kerajaan Surga. Oleh sebab itu sesuai dengan Firman Tuhan dalam Kolose 3:1-4 orang percaya harus mencari perkara-perkara yang di atas, bukan yang dibumi. Pikiran harus ditujukan kepada perkara-perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Kekristenan bukan sekedar agama, melainkan jalan hidup yang hanya bisa dikenakan oleh segelintir orang yang benar-benar mengalami kelahiran baru sehingga mengenakan kodrat ilahi atau mengambil bagian dalam kekudusan Allah, yang memungkinkan seseorang sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Yesus. Standar yang Allah kehendaki adalah kehidupan yang diperagakan oleh Tuhan Yesus, yaitu pribadi yang mendatangkan dan menghadirkan Kerajaan Allah. Kehidupan Tuhan Yesus adalah kehidupan dalam ketaatan yang tidak bersyarat kepada Allah Bapa (Flp. 2:7-. penghormatan yang sempurna kepada Bapa dan kasih cinta-Nya yang sangat mendalam kepada Allah Bapa tanpa batas. Pengertian Pelayanan Nelly Nelly and Murni Yanti. AuPentingnya Karakteristik Murid Kristus Bagi Jemaat Menurut Kisah Para Rasul 2:41-47,Ay KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta 3, no. : 79Ae81, https://doi. org/10. 47167/kharis. Ron Jenson & Jim Stevens. Dinamika Pertumbuhan Gereja (Jawa Timur: Gandum Mas, 2. Baltruff. Menjadi Pribadi Yang dikehendaki Tuhan (Jakarta: BPK. Gunung Mulia, 2. Yakub Hendrawan Perangin Angin and Tri Astuti Yeniretnowati. AuDeskripsi Serupa Seperti Kristus Sebagai Tujuan Pendidikan Karakter Kristen,Ay ELEOS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. : 20Ae25, https://doi. org/10. 53814/eleos. Kokmala at. al : Pemahaman yang Baik . Pelayanan dari kata benda AupelayanAy yang memiliki arti Auorang yang melayaniAy berubah menjadi kata kerja AumelayaniAy yang berkaitan dengan pekerjaan dan berubah lagi menjadi AupelayananAy. Lebih lanjut untuk memahami arti pelayanan dapat disimpulkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekumpulan orang untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Jadi, pelayanan berarti seseorang yang melakukan suatu pekerjaan pelayanan yang dilakukan untuk orang lain. Sebagai pelayan seorang hamba Tuhan memposisikan diri sebagai hamba yang melayani Tuhan tuannya. Sebagaimana Yesus ajarkan, bahwa Dia menempatkan diri sebagai pelayan dan dipanggil bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani (Lukas 22:27. Matius 20:. Ada beberapa kata pelayan yang di pakai di Perjanjian Baru yang di terjemahkan sebagai pelayan: AudoulosAy diartikan hamba. dan AudiakonosAy diartikan pelayan, penjaga atau pendeta. Kata AudiakonAy berasal dari kata C . , yakni kata baku dalam bahasa Yunani Kuno yang berarti AupelayanAy. AupenungguAy. AupemangkuAy, atau AupewartaAy. Paulus seorang rasul tetapi tidak merasa malu menyatakan dirinya sebagai hamba Yesus Kristus (Roma 1:1. 2 Korintus 4:5. Galatia 1:10. Filipi 1:1. Titus 1:. Rasul Paulus kerapkali menyatakan dirinya sebagai pelayan Yesus Kristus . Korintus 3:5. 2 Korintus 3:6. 6:4. Efesus 3:7. Kolose 1:. Disini rasul Paulus tidak memberikan pembedaan antara pelayan Allah dengan pelayan Umat Allah . Korintus 4:. Dalam perkembangan penggunaan kata pelayanan menunjuk pada programporgram gereja yang dilakukan baik untuk kedalam anggota jemaat sendiri maupun kepada orang di luar anggota jemaat. Perkembangan sejarah gereja banyak jenis dan ragam pelayanan yang terus berkembang sesuai dengan kebutuhan gereja dan masyarakatnya maupun pergumulannya. Pelayanan menjadi ruang pengabdian yang diimplementasikan kepada amanat Tuhan Yesus Kristus yang diwujudkan kepada sesama Pelayanan Auberarti mengubah orientasi, dari ingat diri sendiri . elf interest, dengan pamri. mengarahkan pada kepentingan orang lain. 17 Mesias adalah Hamba mengajak gereja untuk mengikuti teladan-Nya dalam persekutuan pelayanan. Karena itu pelayanan harus dilakukan dengan kerendahan hati satu dengan yang lainnya. Pembentukan Karakter Jemaat Pembentukan karakter . haracter buildin. dapat dilakukan melalui pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan . , perasaan . dan tindakan . Tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif. Dengan pendidikan karakter, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasaan emosi adalah bekal terpenting dalam mempersiapkan anak menyonsong masa depan, karena dengannya seseorang akan dapat berhasil dalam menghadapi segala macam tantangan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis". Pendidikan karakter perlu dikembangkan karena akan mendorong kebiasaan dan perilaku yang terpuji sejalan dengan nilai-nilai universal, tradisi budaya, kesepaatan sosial dan religiositas agama. Pendidikan karakter utama yang paling berpengaruh adalah pendidikan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak. Mary Setiawati dalam buku seni membentuk karakter Kristen berbicara tentang pembentukan karakter Kristen. Menurut Setiawati bahwa pembentukan karakter Kristen ada tiga hal penting yang dipaparkannya, yaitu: . Joko Santoso. AuPelayanan Hamba Tuhan Dalam Tugas Penggembalaan Jemaat,Ay Sanctum Domine: Jurnal Teologi 9, no. : 4Ae9, https://doi. org/10. 46495/sdjt. Bruce Milne. Mengenali Kebenaran (Jakarta: BPK. Gunung Mulia. Cetakan ke 3, 2. , 310. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Penerimaan dan Pengembangan. Kasih dan Disiplin. Hasil Belajar dan Proses Belajar. Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen atau kegiatan pemuridan adalah sarana yang sangat efektif dalam pembentukan karakter Kristus . dan pertumbuhan rohani seseorang atau kelompok orang . didalam kegiatan pembinaan rohani orang Melalui pembelajaran Pendidikan Agama Kristen, guru . embimbing rohan. mampu mengimpartasi visi-misi kristiani kepada murid-muridnya. Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen juga mampu memberi pengaruh positif . kepada orang lain . ara murid atau anak rohan. Dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen, seorang guru mampu membimbing pertumbuhan rohani seorang muridnya. Seorang yang dimuridkan dalam kelompok pemuridan yang dipimpinnya. Au Hasil dari Pendalaman Alkitab bersama ini adalah sebuah kejutan yang menyenangkan. Saya menyaksikan bagaimana Janet menjadi seorang wanita yang kuat dalam pertumbuhan rohani, seorang dengan keyakinan pribadi yang mendalam dan pelayanan pribadi yang Dia sering mengungkapkan kepada saya tentang betapa bersyukurnya dia karena saya telah membantunya Au jatuh cinta kepada Alkitab. Beberapa contoh didalam Alkitab yang menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Kristen . sangat efektif dalam pembentukan karakter Kristus . asih kepada Allah dan sesam. seseorang atau jemaat Tuhan. Perjanjian Lama menunjukkan beberapa kisah yang mencontohkan pembentukan karakter Kristus melalui pembelajaran Pendidikan Agama Kristen . Kajian Teologis Dilihat dari pandangan Alkitab, sebenarnya bertumbuh dalam watak / karakter / budi pekerti merupakan kehendak Tuhan. Setelah orang-orang Sungguh-sungguh percaya atau beriman kepada Yesus Kristus, hidup mereka haruslah sesuai dengan keyakinan itu. Firman Tuhan dalam Efesus 4:1-2 mengatakan,Ay . supaya hidupmu berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Ayjuga dikemukakan:Ay. jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari persekutuan dengan Allah. Ao(Efesus 4:17-. Dalam bagian lain dikemukakan:AySebab itu jadilah penurut- penurut Allah, seperti anakanak yang kekasih dan hiduplah dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan korban yang harum bagi AllahAy (Ef 5:1-. Rasul Paulus menasehati agar orang Kristen senantiasa berkomitmen membuang dan mematikan segala karakter buruk dari kehidupan mereka, seperti marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor (Kol 3:5-. Pada saat bersamaan mereka harus belajar atau melatih diri mengenakan belas kasih, kemurahan, kerendahhatian, kelemahlembutan dan kesabaran . :12-. Sifat-sifat ini tak lain ialah perangai hidup Yesus Kristus yang telah menebus orang percaya itu sendiri. Hidup orang percaya telah tersembunyi dalam Kristus dan secara spiritual menyatu dengan Dia. Semua ini merupakan pekerjaan Allah . :3. Bdk. Rm 6:6-11. Gal 2:. Jadi, bertumbuh dengan karakter yang mulia menjadi sangat mungkin terjadi dalam kehidupan orang Kristen. Anton Nainggolan. AuPendidikan Karakter Kristen Sebagai Upaya Mengembangkan Sikap Batin Peserta Didik,Ay Excelsis Deo: Jurnal Teologi. Misiologi Dan Pendidikan 4, no. : 72. Urbanus Sukri. AuPembelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Gereja Sebagai Sarana Efektif Dalam Membentuk Karakter Jemaat TuhanAy 5, no. : 206. Kokmala at. al : Pemahaman yang Baik . Karakter yang kita dambakan bertumbuh dalam hidup ini dalam persfektif iman Kristen, sesungguhnya adalah watak Kristus Yesus yang bersemai dan berkembang dalam diri orang percaya, sebagai pekerjaan Roh Kudus. Alkitab mengajarkan bahwa kalau hendak bertumbuh dalam karakter yang baik. Yesus mengajak orang datang kepada-Nya dan belajar kepada Dia, sebab menurut-Nya. Dia lemah lembut dan rendah hati yang sanggup memberi kelegaan hati bagi yang berbeban berat dan ketenangan jiwa bagi yang gelisah (Mat 11:28-. Juga dikemukakan oleh Yesus bahwa dengan tinggal dalam Dia . elalui tindakan ima. , tinggal dalam firman-Nya serta dalam kasih-Nya, orang dapat berbuah dengan perangai mulia . Yoh 15:4,5,7,. Dia sendirilah yang telah memilih dan menetapkan orang percaya untuk berbuah dalam kehidupan mereka . Pendidikan karakter yang tepat sebenarnya harus dimulai dengan perjumpaan pribadi seseorang dengan Yesus. Alkitab menyatakan bahwa ketika orang membuka dirinya bagi Yesus, mengaku percaya dengan Sungguh . rm 10:9-. Roh Yesus hadir dalam dirinya. Roh itulah yang kemudian mengerjakan tabiat baru. Akhlak mulia, yang berasal dari Kristus. Di dalam atau oleh karena Yesus sendirilah kehidupan kita dapat berubah sehingga yang lama berlalu dan yang baru datang . 2 Kor 5:. Pendidikan dan pembelajaran karakter merupakan alat bantu, media atau sarana dalam pembentukan pribadi manusia. Dalam proses itu berbagai akhlak luhur diperbincangkan, termasuk kejujuran, kebajikan, keberanian, kedisiplinan, kemurahan, toleransi dan tanggung jawab. Menurut Alkitab. Roh Allah yang dimateraikan pada diri orang percaya . 5:3. 8:9-15. Ef. 1:13-. sanggup mengubah akhlak kita. Itulah tugasnya datang ke dunia sejak pentakosta, hari kelima puluh hari setelah Yesus bangkit dari kubur. Dia diutus sebagai penolong atau pendamping . orang percaya. Roh itu mengubah orang percaya dari waktu ke waktu, sehingga mereka hidup sesuai dengan watak Kristus . 2Kor 3:17-. Karena itu. Paulus mendesak jemaat Galatia untuk memberi diri dipimpin, hidup oleh dan berjalan bersama Roh Kudus supaya buah Roh Kudus-kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri-muncul dan berkembang dalam batin, pikiran dan perasaan mereka (Gal 5:16-18, 22-23, . Dalam kitab Efesus rasul Paulus juga mendesak supaya orang percaya memberi diri dipenuhi Roh Kudus . ehadiran-Ny. agar mereka bertumbuh pikiran, perasaan positif, dan mampu bersyukur dalam keadaan buruk sekalipun, serta cakap untuk rendah hati kepada yang lain . 5:18-. Sebenarnya hal ini sudah pernah ditegaskan Nabi Yehezkiel pada masa lalu ketika ia menyatakan janji Allah bagi bangsa Israel yang terbuang ke Babel selama 70 tahun. Bagi Yehezkiel. Dialah (Roh it. yang sanggup memberi hati yang baru, roh yang baru, hati yang taat kepada Tuhan dan perintahperintah-Nya umat yang cenderung berbuat jahat dan memberontak (Yeh. 36:25- . Dengan melihat landasan Teologis Pendidikan Karakter, jelas bahwa yang terpenting di atas semuanya adalah seseorang harus mengalami perjumpaan dengan Yesus . ahir bar. Mengaku percaya dengan sungguh, sehingga Roh Yesus hadir dalam dirinya, mengerjakan tabiat baru yang berasal dari Kristus. Maka agent-agent pendidikan yang Yesus percayakan, sudah mulai leluasa untuk mendidik orang percaya karena Roh Yesus sudah ada di hatinya. Nainggolan. AuPendidikan Karakter Kristen Sebagai Upaya Mengembangkan Sikap Batin Peserta Didik. Ay Eirene Jurnal Ilmiah Teologi METODOLOGI PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Penulis melakukan penelitian selama 2 bulan mencakup pengamatan awal dan penelitian lanjut setelah seminar proposal. Penelitian dilakukan di Pos Pelayanan Maselik. Metode Penelitian Metode adalah sistem kerja objektif, dengan mekanisme yang akan digunakan sebagai alat atau sarana pada saat melakukan penelitian. Dapat dikatakan bahwa metode lebih menekankan pada aspek teknis penelitian, sehingga perannya sangat mendesak dalam suatu implementasi penelitian. Metode sebagai cara atau teknis dalam penelitian, penting diketahui bagi seorang penelitian agar mengetahui metode apa yang dapat digunakan dalam rangka mewujudkan rencana penelitiannya. Menurut Sugiyono, metode adalah Aucara- cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid, dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah. Ay Metode dapat dipahami sebagai tata cara bagaimana suatu penelitian dilaksanakan. 23 Penelitian kualitatif merupakan suatu strategi inquiri yang menekankan pencarian makna, pengertian, konsep, karakteristik, gejala, simbol maupun deskripsi tentang suatu fenomena, fokus dan multimetode, bersifat alami dan holistik, mengutamakan kualitas, menggunakan beberapa cara, serta disajikan secara naratif. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menemukan jawaban terhadap suatu fenomena atau pertanyaan melalui aplikasi prosedur ilmiah secara sistematis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Populasi dan Sampel Kata populasi . opulation/univers. dalam statistika merujuk pada sekumpulan individu dengan karakteristik khas yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian. Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek atau obyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu, yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik simpulannya. 25 Dalam penelitian ini Jemaat di Pos Pelayanan Maselik yang berjumlah 91 orang sebagai populasi penelitian. Grey Gratsia Silangen et al. AuThe Importance Of The Role Of Parents In Formation Of Youth Spirituality Pembentukan Spiritualitas RemajaAy 8, no. : 201. Darna Nana and Herlina Elin. AuMemilih Metode Penelitian Yang Tepat: Bagi Penelitian Bidang Ilmu Manajemen,Ay Jurnal Ilmu Manajemen 5, no. : 288. MA Dr. Umar Sidiq. Ag Dr. Moh. Miftachul Choiri. Metode Penelitian Kualitatif Di Bidang Pendidikan. Journal Chemical Information Modeling, http://repository. id/484/1/METODE PENELITIAN KUALITATIF DI BIDANG PENDIDIKAN. Hum. AuPOPULASI DAN TEKNIK SAMPEL ( Fenomena Pernikahan Dibawah Umur Masyarakat 0 Di Kota / Kabupaten X ) MAKALAH Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Hukum Dosen Pengampu : HINDUN UMIYATI PROGRAM PASCASARJANA JURUSAN DIRASAH ISLA,Ay no. June . : 7. Kokmala at. al : Pemahaman yang Baik . Sampel adalah sebagian populasi yang di teliti dan di namakan penelitian sampel apabila peneliti bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel. 26 Penulis mengambil 30 orang terdiri dari Majelis 6. PKB 6. PW 6. PAM 6. PAR 6 sebagai sampel untuk diwawancarai. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah Auteknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan dataAy. 27 observasi merupakan cara atau metode menghimpun keterangan atau data yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena yang sedang dijadikan sasaran 28 Wawancara . secara umum adalah suatu percakapan antara dua atau lebih orang yang dilakukan oleh pewawancara dan narasumber. Ada juga yang mengatakan bahwa definisi wawancara adalah suatu bentuk komunikasi lisan yang dilakukan secara terstruktur oleh dua orang atau lebih, baik secara langsung maupun jarak Teknik Analisa Data Noeng Muhadjir mengemukakan analisis data sebagai Auupaya mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi, wawancara, dan lainnya untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang kasus yang diteliti dan menyajikannya sebagai temuan bagi orang lainAy. Sedangkan untuk meningkatkan pemahaman tersebut analisis perlu dilanjutkan dengan berupaya mencari makna. 30 Studi pustaka berkaitan dengan kajian teoritis dan beberapa referensi yang tidak akan lepas dari literatur-literatur ilmiah. Adapun langkah-langkah penelitian kepustakaan yang akan dilakukan dalam penelitian ini meliputi: menyiapkan alat perlengkapan, menyusun bibliografi kerja, mengatur waktu, membaca dan membuat catatan penelitian. 31 Wawancara adalah suatu bentuk komunikasi lisan yang dilakukan secara terstruktur oleh dua orang atau lebih, baik secara langsung maupun jarak jauh. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Gambaran Umum Pos Pelayanan Imanuel Maselik Rifdah Abadiyah. AuPengaruh Budaya Organisasi. Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Pegawai Bank Di Surabaya,Ay JBMP (Jurnal Bisnis. Manajemen Dan Perbanka. 2, no. 58, https://doi. org/10. 21070/jbmp. Chesley Tanujaya. AuPerancangan Standart Operational Procedure Produksi Pada Perusahaan Coffeein,Ay Jurnal Manajemen Dan Start-Up Bisnis 2, no. : 93. Sitti Mania. AuObservasi Sebagai Alat Evaluasi Dalam Dunia Pendidikan Dan Pengajaran,Ay Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan . https://doi. org/10. 24252/lp. Asep Nanang Yuhana and Fadlilah Aisah Aminy. AuOptimalisasi Peran Guru Pendidikan Agama Islam Sebagai Konselor Dalam Mengatasi Masalah Belajar Siswa,Ay Jurnal Penelitian Pendidikan Islam 7, 1 . : 92, https://doi. org/10. 36667/jppi. Ahmad Rijali. AuAnalisis Data Kualitatif,Ay Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah 17, no. : 84, https://doi. org/10. 18592/alhadharah. Arum Ekasari Putri. AuEvaluasi Program Bimbingan Dan Konseling: Sebuah Studi Pustaka,Ay JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesi. 4, no. : 40, https://doi. org/10. 26737/jbki. Yuhana and Aminy. AuOptimalisasi Peran Guru Pendidikan Agama Islam Sebagai Konselor Dalam Mengatasi Masalah Belajar Siswa. Ay Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Diketahui bahwa Pos Pelayanan Imanuel Maselik adalah salah satu Pos Pelayanan yang terbentuk di wilayah pelayanan Jemaat GKI Alfa Omega Malawensa Kalaben Klasis Malamoi. Pos Pelayanan tersebut didirikan pada tanggal 5 Februari tahun 2005 dan sejak itu pelayanan pemberitaan firman, pengajaran dan pembinaan rohani dapat dilaksanakan dan berjalan dengan baik, dengan memberikan dampak positif melalui kehidupan rohani jemaat yang selalu terpelihara oleh pelayanan gereja, dan juga jumlah jemaat yang semakin meningkat. Sebagaimana Jemaat terdiri dari 22 Kepala Keluarga dan 91 jiwa dan semuanya menetap di jemaat. Jemaat Pos Pel tersebut dipimpin oleh seorang Kordinator yang berstatus sebagai Penatua. Kondisi sosial jemaat bervariasi baik di bidang pendidikan, ekonomi, budaya dan rohani sebagaimana keadaan jemaat dapat diketahui melalui data jemaat pada tabel berikut ini. Data Status Jemaat Tahun 2023 Jiwa Status Gereja KK Dewasa Anak Baptis Sidi Nikah L P L P Sudah Belum Sudah Belum Sudah Belum Data Status Jemaat dalam Unsur-Unsur Tahun 2023 Unsur Jiwa PKB PAM PAR Data Jemaat Bidang Pendidikan Tahun 2023 Pendidikan Jiwa SMP SMA Data Jemaat Bidang Ekonomi / Pekerjaan Tahun 2023 Pekerjaan Jiwa Tani Nelyn PNS Swasta TNI Polri Responden Peneliti berwawancara dengan 30 orang responden yang merupakan keterwakilan dari jemaat di Pos Pelayanan Imanuel Maselik, sebagaimana nama-nama mereka tertera pada tabel di bawah ini. Nomor Nama Keterangan Leonard Kokmala Jhoni Kokmala Feni Bisi Nelci Yempolo Arlince Myesido Magdalena Kilala Majelis Jemaat Kokmala at. al : Pemahaman yang Baik . Eduard Kokmala Elias Simi Melkianus Kokmala Samuel Kokmala Edi Pulu Wempi Kokmala Regina Kalawen Robeka Kilala Dina Kalawen Erdin Myesido Mery Meder Falentina Sagisolo Yustina Kokmala Alfaris Kokmala Elisabeth Kokmala Barnabas Kokmala Delfia Kokmala Arni Kokmala Julia Kokmala Leonora Simi Jonadap Kokmala Mina Mayor Aksamina Kokmala Januaria Kokmala Persekutuan Kaum Bapak / PKB Persekutuan Wanita / Persekutuan Anak Muda / PAM Pengasuh Persekutuan Anak Remaja / PAR Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Hasil Wawancara Dari wawancara yang dilakukan oleh Peneliti dengan responden selaku sumber pemberi data, maka diperoleh data yang merupakan hasil yang dapat diuraikan sebagai Bagaimana pemahaman saudara-saudari tentang karakter yang baik? Dari pertanyaan pertama yang diajukan ini, responden bapak-bapak (PKB) yaitu EK. ES. MK. SK. EP. WK, dengan pandangan yang sama dapat mengatakan bahwa karakter yang baik adalah silap hidup atau perilaku yang baik, benar, kudus, mengasihi, saling memperhatikan, menolong, setia beribadah, terlibat aktif dalam semua kegiatan pelayanan gereja, melayani hamba Tuhan selama berada di jemaat, selalu mengalah demi kebaikan, aktif memberikan persembahan syukur dan juga hidup berdamai dengan Dalam hal ini sikap dan perilaku yang sesuai dengan ajaran Alkitab. Sudahkah saudara-saudari jemaat mewujudkan karakter yang baik dalam Dari pertanyaan tersebut, responden ibu-ibu (PW) yaitu RK. RK. DK. EM. MM. FS, dengan pandangan yang sama mengatakan bahwa setiap hari ibadah-ibadah kita selalu mendengarkan firman Tuhan tentang perilaku hidup yang baik sesuai dengan ajaran Alkitab, yaitu firman yang disampaikan oleh para hamba Tuhan yaitu Pendeta dan juga Majelis. Namun dalam kehidupan kita di jemaat Pos Pelayanan Maselik ini masih ada warga jemaat tertentu sering lalai dalam mewujudkan sikap dan perilaku yang baik yaitu malas beribadah, sering tidak menolong sesama yang mengalami kesulitan, tidak aktif memberikan persembahan syukur, sering tidak memperhatikan hamba Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, lebih-lebih masih ada bapak-bapak dan juga pemuda tertentu yang selalu mengkonsumsikan minuman keras dan sering juga melakukan hal-hal yang kurang baik seperti pertengkaran dan sebagainya. Hamba Tuhan punya karakter yang baik dalam pelayanan jemaat? Dari pertanyaan tersebut, responden pemuda (PAM) yaitu YK. AK. EK. BK. DK. AK, mengatakan bahwa hamba Tuhan yang ada di jemaat Pos Pelayanan ini baik Pendeta dan anggota Majelis punya karakter atau perilaku yang baik yaitu setia melayani, hidup menyatu dengan warga jemaat, selalu mendampingi warga jemaat dalam setiap keadaan baik ataupun sulit. Namun masih ada juga hamba Tuhan atau anggota Majelis tertentu yang sering menunjukan karakter yang kurang baik yaitu terlibat dalam minuman keras, apalagi memasuki hari natal atau tahun baru. Majelis tersebut bergabung dengan kelompok bapak-bapak atau pemuda tertentu yang mengkonsumsi minuman keras. Faktor apa yang menyebabkan jemaat kurang mewujudkan karakter yang baik dalam pelayanan? Dari pertanyaan tersebut, responden Badan Pelayan PAR yitu JK. LK. JK. MM. AK. JK, punya pandangan yang sama dengan mengatakan bahwa karakter tertentu yang kurang baik itu disebabkan oleh faktor pemahaman yang kurang tentang karakter yang baik, faktor kehidupan ekonomi dan juga faktor budaya setempat. Olehnya masih saja dijumpai karakter warga jemaat tertentu dalam pelayanan jemaat. Hasil wawancara dengan EK. ES. MK. SK. EP. WK : 14 Juni 2023 Hasil wawancara dengan RK. RK. DK. EM. MM. FS: 16 Juni 2023 Hasil wawancara dengan YK. AK. EK. BK. DK. AK: 17 Juni 2023 Hasil wawancara dengan JK. LK. JK. MM. AK. JK: 20 Juni 2023 Kokmala at. al : Pemahaman yang Baik . Bagaimana peran gereja dalam mewujudkan karakter jemaat yang baik dalam Dari pertanyaan tersebut, responden Majelis yaitu LK. JK. FB. NY. AM. MK, punya pandangan yang sama dengan mengatakan bahwa gereja melalui para hamba Tuhan Pendeta dan Majelis dipanggil oleh Tuhan untuk melaksanakan pemberitaan firman kepada jemaat. Maka di dalam jemaat, hamba Tuhan tersebut berperan sebagai pemimpin dan pelayan. Memimpin warga jemaat sebagai organisasi gereja aras jemaat, dan melayani umat Tuhan yang berada sebagai jemaat. Maka hamba Tuhan sebagai pemimpin yang berjiwa pelayan dalam melayani jemaat dengan pengajaran Firman Tuhan dan pembinaan rohani jemaat, salah satunya adalah membina karakter jemaat. Hamba Tuhan telah berperan dalam membentuk karakter jemaat melalui nasihat firman Tuhan pada ibadah hari minggu, ibadah keluarga, ibadah unsur-unsur jemaat, dan juga melalui kegiatan rohani di lingkungan jemaat. Namun disadari juga berbagai kekurangan oleh gereja atau hamba Tuhan dalam melaksanakan tugas pengajaran dan pembinaan rohani yang berhubungan dengan karakter jemaat dalam pelayanan. Refleksi Teologis Kita sebagai orang Kristen yang hidup dalam suatu lingkungan pelayanan jemaat harus mewujudkan karakter yang baik, yaitu karakter yang sesuai dengan kehendak Tuhan dalam ajaran Alkitab. Di mana kita selalu setia beribadah kepada Tuhan melalui pelayanan ibadah-ibadah di jemaat, didalamnya kita aktif memberikan persembahan syukur, memperhatikan dan melayani hamba Tuhan dengan baik, saling menolong sesama warga jemaat dalam setiap keadaan. Menjauhkan diri dari minuman keras dan semua perbuatan buruk yang bertentangan dengan firman Tuhan. Kita selalu hidup jujur, adil, transparan dan bertanggung jawab, baik kita sebagai warga jemaat dan hamba Tuhan. Dalam Surat 1 Yohanes 3:1-10 menjelaskan tentang kehidupan orang percaya dalam hubungan dengan Allah. Di mana orang percaya adalah anak-anak dan Allah adalah Bapa, maka anak-anak harus hidup sesuai dengan keinginan bapanya. Dalam bagian firman tersebut dijelaskan tentang syarat menjadi anak-anak Allah. Pada ayat 1 Ae 2, syarat pertama adalah hidup dalam kasih, yaitu menjabar kasih dalam kehidupan sehari-hari melalui kehidupan yang beriman, taat akan firman, setia dalam pelayanan, saling menolong dan juga selalu hidup berdamai dengan sesama. Pada ayat 3-9, syarat yang kedua adalah hidup dalam kekudusan. Berarti kehidupan orang percaya yaitu hati kita, pemikiran, perkataan dan perbuatan kita harus sesuai dengan ajaran Alkitab. Jika karakter hidup kita keluar dari firman maka kita adalah anak iblis. Jika karakter hidup kita benar-benar sesuai ajaran firman Tuhan maka kita adalah anak-anak Tuhan yang diberkati untuk menjadi berkat dalam pelayanan jemaat. Pelayanan di Pos Pelayanan Imanuel Maselik bukan sekadar tugas rutin, tetapi merupakan panggilan ilahi yang harus dijalani dengan karakter yang baik. Dalam menjalankan pelayanan, setiap pelayan dipanggil untuk meneladani Kristus, yang dalam hidup-Nya selalu menunjukkan kasih, kerendahan hati, dan kesetiaan kepada Bapa. Karakter yang baik menjadi dasar dalam pelayanan agar setiap tindakan dan sikap dapat membawa berkat bagi sesama serta memuliakan Tuhan. Sebagaimana firman Tuhan dalam Galatia 5:22-23 mengajarkan tentang buah Roh, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, dan penguasaan diri, maka seorang pelayan harus hidup dalam nilai-nilai tersebut agar Hasil wawancara dengan LK. JK. FB. NY. AM. MK: 21 Juni 2023 Eirene Jurnal Ilmiah Teologi pelayanan yang dilakukan berdaya guna dan berkenan di hadapan Tuhan. Salah satu karakter utama yang harus dimiliki dalam pelayanan adalah kerendahan hati. Yesus sendiri memberikan teladan dengan membasuh kaki murid-murid-Nya sebagai bentuk pelayanan tanpa pamrih. Dengan memiliki kerendahan hati, seorang pelayan tidak akan mencari penghormatan bagi dirinya sendiri, tetapi mengutamakan kemuliaan Tuhan. Selain itu, kesetiaan dalam tugas pelayanan menjadi bukti bahwa seseorang sungguhsungguh mengasihi Tuhan. Pelayan yang setia tidak hanya giat di awal, tetapi tetap teguh dalam menghadapi tantangan dan kesulitan. Seperti yang diajarkan dalam Lukas 16:10, "Barangsiapa setia dalam perkara kecil, ia setia juga dalam perkara besar. " Kesetiaan ini akan membentuk karakter yang dapat dipercaya dan menjadi teladan bagi jemaat. Kasih juga menjadi landasan utama dalam pelayanan. Tanpa kasih, pelayanan hanya menjadi aktivitas kosong yang tidak memiliki makna sejati. 1 Korintus 13:1-3 menegaskan bahwa pelayanan tanpa kasih adalah sia-sia. Oleh karena itu, setiap pelayan harus memiliki sikap yang penuh pengertian, kelemahlembutan, dan kesediaan untuk menolong sesama. Dalam menjalankan tugas, pelayan juga perlu memiliki kesabaran, terutama dalam menghadapi tantangan dan perbedaan pendapat. Kesabaran ini memungkinkan pelayanan tetap berjalan dengan damai dan memberikan ruang bagi setiap orang untuk bertumbuh dalam iman. Integritas juga menjadi bagian penting dalam Seorang pelayan harus memiliki karakter yang jujur dan dapat dipercaya, di mana setiap perkataan selaras dengan tindakan. Dalam Matius 5:37. Yesus mengajarkan agar setiap perkataan kita adalah "ya" jika memang ya, dan "tidak" jika memang tidak. Dengan demikian, pelayanan yang dijalankan tidak hanya membawa dampak bagi jemaat, tetapi juga menjadi kesaksian nyata bagi orang-orang di sekitar. Untuk menjaga kualitas pelayanan, kehidupan doa harus menjadi prioritas. Yesus sendiri selalu berdoa sebelum melakukan pelayanan-Nya, menunjukkan bahwa doa adalah sumber kekuatan rohani yang memampukan seseorang dalam menjalankan tugas pelayanan dengan penuh hikmat. Selain itu, kebersamaan dan kerja sama dalam tim pelayanan sangat penting untuk menciptakan pelayanan yang harmonis dan efektif. Dalam 1 Korintus 12:12-27. Paulus menggambarkan gereja sebagai satu tubuh dengan banyak anggota yang memiliki fungsi berbeda, tetapi tetap bekerja dalam kesatuan. Karakter yang menghargai sesama, tidak mementingkan diri sendiri, serta bersedia bekerja sama akan menciptakan suasana pelayanan yang penuh sukacita dan keberhasilan. Dalam pelayanan, bukan tentang siapa yang lebih hebat, tetapi bagaimana setiap orang bisa melengkapi satu sama lain demi tujuan bersama, yaitu memuliakan Tuhan. Dengan memiliki karakter yang baik dalam pelayanan. Pos Pelayanan Imanuel Maselik dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Pelayanan bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi merupakan panggilan yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan dengan hati yang tulus. Setiap pelayan dipanggil untuk menjadi terang dan garam dunia, menunjukkan kasih Kristus dalam setiap tindakan dan sikap. Ketika karakter seorang pelayan mencerminkan Kristus, maka pelayanan yang dilakukan akan membawa dampak positif, baik bagi jemaat maupun masyarakat sekitar. Semoga refleksi teologis ini menjadi inspirasi bagi setiap pelayan agar semakin setia, rendah hati, dan penuh kasih dalam melayani Tuhan dan sesama. PENUTUP Kesimpulan Dari uraian keseluruhan isi Tugas Akhir ini maka diberikan beberapa pokok kesimpulan sebagai berikut: Kokmala at. al : Pemahaman yang Baik . Sesuai dengan hasil penelitian, diketahui bahwa karakter jemaat di Pos Pelayanan Imanuel Maselik adalah: Warga jemaat punya karakter yang baik yaitu setia beribadah, terlibat aktif dalam kegiatan pelayanan di lingkungan jemaat. Disisi lain masih warga jemaat tertentu yang kurang mewujudkan karakter yang baik, yaitu mlas beribadah, kurang memberikan persembahan, kurang terlibat dalam kegiatan pelayanan, dan juga sering terlibat minuman dan sebagainya. Hamba Tuhan (Pendeta atau Majeli. telah mewujudkan karakter yang baik dalam pelayanan jemaat. Disisi lain masih ada hamba Tuhan tertentu yang mewujudkan karakter kurang baik dalam pelayanan jemaat, yaitu sering terlibat mengkonsumsi minuman keras dan sebagaimnya. Faktor yang menyebabkan kurang terwujudnya karakter dalam pelayanan jemaat Kurangnya pemahaman jemaat tertentu tentang karakter yang baik yang seharusnya diwujudkan dalam kehidupan dan pelayanan. Faktor ekonomi juga sangat mempengaruhi warga jemaat tertentu dalam perwujudan karakternya. Begitu juga dengan faktor budaya sangat berpengaruh terhadap menurunya karakter warga jemaat tertentu. Gereja melalui para hamba Tuhan telah berperan dalam membina karakter jemaat dalam pelayanan melalui pengajaran-pengajaran Alkitab dalam bentuk nasihat lewat khotbah di ibadah hari minggu dan juga nasihat lewat renungan ibadah keluarga dan ibadah unsur-unsur jemaat. DAFTAR PUSTAKA