R p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 4, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN SEBAGAI PERTANGGUNGJAWABAN DALAM PENGELOLAAN LIMBAH PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) NAIBONAT KABUPATEN KUPANG Benediktus Risal Baitanu1. I Komang Arthana2. Aldarine Molidya3 1,2,3 Universitas Nusa Cendana. Jl. Adisucipto Penfui. Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Indonesia Email: risalbaitanu3@gmail. Article History Received: 30-10-2025 Revision: 25-11-2025 Accepted: 29-11-2025 Published: 06-12-2025 Abstract. This study analyzes the application of environmental accounting in waste management at Naibonat Regional Hospital using qualitative methods and NVivo 15. Environmental accounting has been implemented at all stages, but it is not yet systematic and is still integrated into operational costs. Waste management complies with regulations, but disposal still relies on a third party. A more structured implementation is expected to increase transparency, accountability, and legitimacy of the Keywords: Environmental accounting, waste management. Naibonat Regional General Hospital. Abstrak. Penelitian ini menganalisis penerapan akuntansi lingkungan dalam pengelolaan limbah di RSUD Naibonat dengan metode kualitatif dan NVivo 15. Akuntansi lingkungan telah diterapkan pada seluruh tahap, namun belum sistematis dan masih digabung dalam biaya operasional. Pengelolaan limbah sesuai regulasi, tetapi pemusnahan masih bergantung pihak ketiga. Penerapan yang lebih terstruktur diharapkan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan legitimasi rumah sakit. Kata kunci: Akuntansi lingkungan, pengelolaan limbah. RSUD Naibonat. How To Cite: Baitanu. , et al. Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan Sebagai Pertanggungjawaban Dalam Pengelolaan Limbah Pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat Kabupaten Kupang. Indo-Fintech Intellectuals: Journal Of Economics and Business 5. , 7477-7493. 54373/ifijeb. PENDAHULUAN Permasalahan lingkungan adalah masalah krusial yang dihadapi dunia. Pada sektor layanan kesehatan, rumah sakit merupakan salah satu penghasil limbah medis dalam jumlah besar yang berpotensi berbahaya bagi lingkungan serta bagi kesehatan Limbah rumah sakit diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, seperti limbah infeksius, limbah kimia, limbah farmasi, limbah radioaktif, serta limbah domestik nonmedis. Semakin tinggi kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah yang layak maka semakin banyak juga penerapan kebijakan yang dapat diambil untuk mengatasi permasalahan lingkungan (Aini et all, 2. Salah satunya dengan menerapkan kebijakan berbasis ekonomi yang berfokus pada pengelolaan sumber daya dan Baitanu. , et al. Analisis Penerapan Akuntansi LingkunganA7478 pengendalian limbah secara sistematis. Penerapan Akuntansi Lingkungan di Rumah Sakit dapat menjadi solusi yang saling menguntungkan, karena tidak hanya mendukung efisiensi dan citra positif rumah sakit, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Penerapan akuntansi lingkungan dalam laporan keuangan Rumah Sakit tidak hanya mencerminkan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap prinsip keberlanjutan sehingga diperlukan integrasi aspek lingkungan dalam pelaporan keuangan untuk mendorong pembiayaan pengelolaan Namun, masih banyak rumah sakit di Indonesia yang masih mengalami kendala dalam penerapan akuntansi lingkungan salah satunya RSUD Naibonat Kabupaten Kupang. Pada RSUD Naibonat, terdapat biaya lingkungan untuk pengelolaan limbah medis namun pencatatannya belum dilakukan secara ekplisit. METODE PENELITIAN Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan deskriptif Data kualitatif yang dikumpulkanberdasarkan informasi yang terkait dengan pengelolaan limbah rumah sakit dengan menggunakan perlakuan akuntansi lingkungan. Serta data yang diperoleh secara langsung dari informan penelitian . ipilih secara sengaja berdasarkan kriteria sesuai dengan kebutuhan penelitia. dan literatur jurnal dan dokumen Fokus penelitian untuk memahami dengan mendalam mengenai pemahaman, penggunaan, dan perlakuan akuntansi lingkungan terhadap pengelolaan limbah pada Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat Kabupaten Kupang. Dengan analasis data model analisis Miles And Huberman serta alat bantu NVivo Version 15. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Perlakuan Akuntansi Lingkungan Terhadap Biaya Lingkungan di RSUD Naibonat Kabupaten Kupang RSUD Naibonat menerapkan tahapan akuntansi sesuai dengan PSAK No. 1 Tahun 2009. Penerapan akuntansi lingkungan di RSUD Naibonat merupakan salah satu Upaya mengatasi permasalahan lingkungan yang timbul dari kegiatan operasional rumah sakit. Identifikasi Baitanu. , et al. Analisis Penerapan Akuntansi LingkunganA7479 Identifikasi biaya lingkungan mencakup pengenalan terhadap semua bentuk pengeluaran yang timbul akibat aktivitas Rumah Sakit yang berdampak langsung atau tidak langsung pada lingkungan. Pada RSUD Naibonat Kab. Kupang proses ini telah dilakukan secara sederhana, baik dari praktik manejerial maupun pencatatan Hal ini berdasarkan analisis data wawancara menggunakan alat bantu Nvivo 15 dengan fitur word frequency query diperoleh kumpulan kata yang sering muncul disajikan dalam gambar 1. Gambar 1. Word Frequency Query Identifikasi Biaya Lingkungan Sumber: Diolah oleh peneliti dengan bantuan Nvivo, 2025 Kata AukebutuhanAy mendominasi percakapan dengan informan dengan frekuensi kemunculan sebesar 9,55% diikuti oleh kata AubiayaAy dan AulapanganAy. Pengakuan Biaya pengelolaan limbah medis RSUD Naibonat Kabupaten Kupang diakui sebagai bagian dari beban pemeliharaan lingkungan, dan dimasukkan ke dalam kelompok beban operasional Rumah Sakit. Namun pengakuan ini belum dilakukan secara berkala atau sistematis. Hal ini tercermin dari data analisis hasil wawancara disajikan dalam gambar 2. Gambar 2. Word Frequency Query Pengakuan Biaya Lingkungan Sumber: diolah oleh peneliti dengan bantuuan Nvivo, 2025 Berdasarkan data transkrip wawancara yang telah diolah dengan bantuan Nvivo, terdapat kata AubiayaAy dengan frekuensi kemunculan sebesar 7,22% diikuti kata AupermintaanAy, dan AupengelolaanAy yang mendominasi data transkrip hasil wawancara. Pengukuran RSUD Naibonat, proses pengukuran dilakukan dengan terlebih dahulu menerima usulan kebutuhan dari tim pengelola limbah. Tim keuangan kemudian menganalisis data tersebut untuk menentukan besaran biaya lingkungan yang dibutuhkan. Hasil wawancara menunjukan bahwa pendekatan berbasis kebutuhan aktual menjadi dasar Baitanu. , et al. Analisis Penerapan Akuntansi LingkunganA7480 dalam pengukuran biaya lingkungan. Adapun dari sisi tim pengelola limbah, data yang dikumpulkan mencakup volume limbah, frekuensi pembuangan, serta kebutuhan bahan operasional, seperti APD dan bahan kimia IPAL. Hasil analisis data yang disajikan dalam gambar 3 kata yang mendominasi dalam percakapan wawancara yaitu kata kata AuanggaranAy mendominasi dengan frekuensi kemunculan sebesar 4,61% diikuti kata AudiajukanAy dan AuvolumeAy. Gambar 3. Word Frequency Query Pengukuran Biaya Lingkungan Sumber: data diolah oleh peneliti dengan bantuan NVivo,2025 Penyajian Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa biaya lingkungan di RSUD Naibonat belum disajikan secara terpisah dalam laporan keuangan utama. Biaya tersebut masih tercampur dalam pos biaya operasional umum. Proses penyusunan laporan ini bersifat terpisah namun saling mendukung antara tim pengelola limbah dan bagian keuangan. Hasil analisis dari data transkrip wawancara menggunakan alat bantu software NVivo 15 dengan fitur Word Frequency Query, diperoleh kumpulan kata yang sering muncul dalam data yang disajikan pada gambar 4. Gambar 4. Word Frequency Query Penyajian Biaya Lingkungan Sumber: data diolah penulis dengan bantuan NVivo, 2025 Frekuensi kemunculan kata AukeuanganAy sebesar 5,51% yang mendominasi, diikuti kata AulaporanAy dan AuoperasionalAy. Pengungkapan RSUD Naibonat tidak mengungkapkan biaya lingkungan secara khusus dalam laporan keuangan utama, melainkan menggabungkannya dalam laporan kegiatan rutin. Namun demikian, rumah sakit tetap menyusun laporan kegiatan yang mencakup informasi Baitanu. , et al. Analisis Penerapan Akuntansi LingkunganA7481 penting seperti volume limbah, biaya pemeliharaan, dan kerja sama dengan pihak Hasil analisis data menggunakan software Nvivo diperoleh kumpulan kata yang sering muncul dalam data yang disajikan pada gambar 5. Gambar 5. Word Frequency Query Pengungkapan Biaya Lingkungan Sumber: data diolah penulis dengan bantuan NVivo, 2025 Berdasarkan hasil analisis transkrip wawancara, kata AupermintaanAy muncul dengan frekuensi tertinggi . ,83%), diikuti oleh kata AukegiatanAy dan AutanggungjawabAy. Pengelolaan Limbah RSUD Naibonat Kabupaten Kupang Di RSUD Naibonat, pengelolaan limbah medis dilakukan secara bertahap mulai dari proses pemilahan hingga ke pembuangan akhir. Pemilahan Hasil menunjukan bahwa RSUD Naibonat belum pernah ditemukan kesalahan pemilahan, yang menunjukkan bahwa sistem internal telah berjalan secara terstruktur dan efektif . Diperoleh kumpulan kata yang sering muncul dalam data yang disajikan pada gambar 6. Gambar 6. Word Frequency Query Pemilahan Sumber: data diolah oleh penulis dengan bantuan NVivo, 2025 Frekuensi kata yang mendominasi ialah AujenisnyaAy sebesar 8,08% diikuti kata AupilahAy dan AuruanganAy. Pengemasan dan Pelabelan Tim teknis lapangan RSUD Naibonat mengemas limbah medis menggunakan wadah khusus sesuai standar Kementerian Kesehatan. Label yang digunakan tahan air dan ditempel pada bagian yang tidak mudah terlepas. Hasil analisis data transkrip wawancara diperoleh kumpulan kata yang sering muncul dalam data yang disajikan pada gambar 7. Baitanu. , et al. Analisis Penerapan Akuntansi LingkunganA7482 Gambar 7. Word Frequency Query Pengemasan dan Pelabelan Sumber: data diolah penulis dengan bantuan NVivo, 2025 Berdasarkan hasil analisis transkrip wawancara dengan bantuan NVivo, kata AustandarAy memiliki frekuensi tertinggi sebesar 7,55%, diikuti kata AuanjuranAy dan AulimbahAy. Penyimpanan Sementara Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 adalah fasilitas yang disediakan oleh rumah sakit untuk menyimpan limbah sebelum diangkut. Hasil penelitian menunjukan Durasi penyimpanan limbah tidak melebihi dua hari untuk menghindari penumpukan, kontaminasi silang, dan bahaya lainnya. Hasil analisis transkrip data wawancara disajikan dalam gambar 8. Gambar 8. Word Frequency Query Pengemasan dan Pelabelan Sumber: data diolah penulis dengan bantuan NVivo, 2025 Kata AuTPS (Tempat Penyimpanan Sementar. Ay memiliki frekuensi tertinggi sebesar 6,76%, diikuti oleh kata AupengawasanAy dan AurisikoAy. Pengangkutan Proses pengangkutan limbah di RSUD tidak dilakukan oleh petugas internal, melainkan oleh pihak ketiga yang telah bekerja sama dan memiliki legalitas resmi sebagai pengangkut limbah B3. Analisis transkrip wawancara menggunakan alat bantu software NVivo 15 dengan fitur Word Frequency Query, diperoleh kumpulan kata yang sering muncul dalam data yang disajikan pada gambar 9. Baitanu. , et al. Analisis Penerapan Akuntansi LingkunganA7483 Gambar 9. Word Frequency Query Pengangkutan Sumber: data diolah oleh penulis dengan bantuan NVivo, 2025 Berdasarkan analisis data transkrip hasil wawancara, ditemukan frekuensi kemunculan kata didominasi oleh kata AuvendorAy sebesar 6,67% yang diikuti oleh kata AuizinAy dan AuditanganiAy. Pemusnahan RSUD memiliki insinerator sendiri sebagai fasilitas internal pemusnah limbah, meskipun penggunaannya terbatas. Sebagian besar limbah tetap diserahkan kepada pihak ketiga berizin untuk dimusnahkan. Analisis dari data transkrip wawancara diperoleh kumpulan kata yang sering muncul dalam data yang disajikan pada gambar Gambar 10. Word Frequency Query Pemusnahan Sumber: data diolah penulis dengan bantuan NVivo, 2025 Ditemukan bahwa kata AuinsineratorAy mendominasi dengan frekuensi 5,26%, diikuti oleh kata AustandarAy dan AuvendorAy. Pembuangan Akhir RSUD Naibonat memastikan bahwa tidak ada limbah medis yang dibuang sembarangan atau mencemari lingkungan sekitar. Analisis data menggunakan software NVivo 15 dengan fitur Word Frequency Query, diperoleh kumpulan kata yang sering muncul dalam data yang disajikan pada gambar 11. Gambar 11. Word Frequency Query Pembuangan Akhir Baitanu. , et al. Analisis Penerapan Akuntansi LingkunganA7484 Sumber: data diolah penulis dengan bantuan NVivo, 2025 Hasil Analisi ditemukan bahwa kata AuresiduAy mendominasi dengan frekuensi 5,36%, diikuti oleh kata AuTPAAy dan AulimbahAy. Dampak Pertanggungjawaban Penerapan Akuntansi Lingkungan Terhadap Legitimasi RSUD Naibonat dan Prespektif Masyarakat Masyarakat yang tinggal disekitar RSUD Naibonat belum terlalu memahami praktik akuntansi lingkungan yang diterapkan rumah sakit. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun akuntansi lingkungan dijalankan secara internal. Presepsi Masyarakat tentang Kehadiran RSUD Naibonat Hasil wawancara menunjukkan bahwa masyarakat sekitar melihat keberadaan RSUD Naibonat membawa manfaat, terutama dalam memudahkan akses pelayanan kesehatan sehingga tidak perlu lagi pergi jauh ke kota. Namun, dari sisi lingkungan, masyarakat mengaku belum merasakan secara langsung dampaknya dan kurang mengetahui bagaimana pengelolaan lingkungan dilakukan oleh rumah sakit. Analisis data transkrip wawancara disajikan dalam gambar 12. Gambar 12 . Word Frequency Query Presepsi Masyarakat terhadap Kehadiran RSUD Naibonat Sumber: data diolah penulis dengan bantuan NVivo, 2025 Frekuensi kemunculan kata AumanfaatAy dominan muncul dengan besaran 5,60%, diikuti kata AudampakAy, dan AulingkunganAy. Hubungan Pelaporan Informasi Lingkungan dengan Legitimasi RSUD Naibonat Berdasarkan data transkrip hasil wawancara, ditemukan bahwa pelaporan informasi lingkungan oleh RSUD Naibonat belum secara sepenuhnya dijalankan oleh Rumah Sakit. Analisis data transkrip wawancara menggunakan alat bantu software NVivo 15 kumpulan kata yang sering muncul dalam data yang disajikan pada gambar 13. Baitanu. , et al. Analisis Penerapan Akuntansi LingkunganA7485 Hubungan Pelaporan Informasi Lingkungan dengan Legitimasi RSUD Naibonat Gambar 13. Word Frequency Query Sumber: data diolah penulis dengan bantuan NVivo, 2025 Frekuensi kemunculan kata didominasi kata AudilaporkanAy sebesar 4,35% diikuti kata AukebijakanAy dan AutransparansiAy. Keterlibatan Masyarakat sekitar Lingkungan RSUD Naibonat Keterlibatan masyarakat terkait erat dengan akses informasi mengenai pengelolaan limbah medis dan peluang masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan lingkungan. Akses informasi lingkungan yang diberitahukan kepada masyarakat membuat masyarakat bisa lebih mempercayai institusi Rumah Sakit, terlebih jika diberitahu lewat pelaporan akuntansi lingkungan dengan jelas. Analisis data menggunakan software NVivo 15 diperoleh kata yang mendominasi percakapan disajikan dalam Gambar 14 . Word Frequency Query Keterlibatan Masyarakat Sekitar Lingkungan RSUD Naibonat Sumber: data diolah penulis dengan bantuan NVivo,2025 Berdasarkan data analisis hasil transkrip wawancara, ditemukan frekuensi kemunculan kata didominasi kata AudilibatkanAy sebesar 4,12% diikuti kata AupercayaAy dan AuditerapkanAy. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Perlakuuan Akuntansi Lingkungan Tahap-tahap penerapan biaya lingkungan yang telah dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat ialah sebagai berikut: Baitanu. , et al. Analisis Penerapan Akuntansi LingkunganA7486 Identifikasi Proses identifikasi biaya lingkungan melalui koordinasi antara bagian keuangan dan tim pengelola limbah. Identifikasi ini mencakup kebutuhan operasional di lapangan seperti pemeliharaan IPAL, pengadaan APD, hingga bahan kimia pengolahan Praktik ini selaras dengan PSAK No. 1 Tahun 2009 yang menegaskan bahwa identifikasi transaksi dengan dampak lingkungan merupakan langkah awal akuntansi Temuan dalam hasil olah data NVivo memperlihatkan bahwa RSUD Naibonat menempatkan kata AukebutuhanAy. AulapanganAy. AuBiayaAy sebagai dasar Meskipun sederhana, sistem ini menunjukkan adanya prinsip traceability . karena setiap permintaan kebutuhan melalui prosedur dan otorisasi berjenjang. Namun, kelemahannya terletak pada ketiadaan sistem informasi akuntansi lingkungan yang terintegrasi, sehingga masih mengandalkan laporan Pengakuan Pada tahap pengakuan, biaya lingkungan khususnya biaya pengelolaan limbah medis telah dicatat sebagai bagian dari beban pemeliharaan lingkungan dan digabungkan ke dalam beban operasional rumah sakit. Praktik ini sejalan dengan ketentuan PSAK No. 1 Tahun 2009 yang menekankan perlunya pengakuan biaya secara andal. Namun, pengakuan biaya tersebut masih bersifat insidental, umumnya dilakukan ketika terdapat aktivitas besar seperti pembuangan limbah B3 atau perbaikan instalasi IPAL, sehingga belum konsisten secara periodik. Temuan analisis NVivo yang menampilkan dominasi kata AubiayaAy. AupermintaanAy, dan AupengelolaanAy. Pada tahap pengakuan. RSUD Naibonat telah mencatat biaya pengelolaan limbah medis sebagai bagian dari beban pemeliharaan lingkungan yang digabung dalam pos beban operasional rumah Praktik, pencatatan biaya tersebut masih bersifat insidental dan belum dilakukan secara periodik berbasis akrual penuh. Artinya, meskipun arah kebijakan pengakuan sudah sesuai standar akuntansi, penerapannya masih terbatas pada kegiatan tertentu seperti pembuangan limbah B3 atau perbaikan IPAL. Untuk memperkuat akuntabilitas, rumah sakit perlu mengembangkan sistem pencatatan periodik agar biaya lingkungan konsisten diakui sebagai bagian integral dari laporan keuangan. Pengukuran Baitanu. , et al. Analisis Penerapan Akuntansi LingkunganA7487 Tahap pengukuran memperlihatkan bahwa RSUD Naibonat menggunakan pendekatan berbasis data lapangan, di mana tim pengelola limbah menghitung volume limbah, frekuensi pembuangan, serta kebutuhan operasional seperti APD dan bahan kimia IPAL. Data ini kemudian diajukan ke bagian keuangan untuk dianalisis sebelum ditetapkan dalam anggaran. Kata dominan AuanggaranAy. AudiajukanAy, dan AuvolumeAy. Temuan ini menegaskan bahwa besaran biaya sangat bergantung pada jumlah limbah yang dihasilkan di lapangan. Hal ini mencerminkan adanya kolaborasi antara tim teknis dan bagian keuangan dalam menentukan biaya, meskipun sistem informasi akuntansi lingkungan yang terintegrasi belum tersedia sehingga pengukuran masih bersifat manual. Penyajian RSUD Naibonat belum menampilkan biaya lingkungan secara terpisah dalam laporan keuangan utama. Biaya tersebut masih digabungkan dengan pos biaya operasional umum, sehingga tren biaya lingkungan tidak dapat dianalisis secara mandiri. Laporan internal ini digunakan oleh pimpinan sebagai dasar pertimbangan pengambilan keputusan anggaran. biaya lingkungan di RSUD Naibonat belum ditampilkan secara terpisah dalam laporan keuangan utama, melainkan masih melebur dalam pos biaya operasional umum. Praktik ini mengakibatkan tren biaya lingkungan sulit dipantau secara mandiri. Laporan internal ini membantu pengambilan keputusan manajemen, tetapi dari perspektif akuntabilitas publik, transparansi masih terbatas karena informasi tersebut tidak disajikan dalam laporan keuangan resmi. Dengan demikian, penyajian di tingkat internal sudah cukup memadai, namun untuk memperkuat akuntabilitas eksternal, diperlukan pemisahan pos biaya lingkungan dalam laporan keuangan rumah sakit atau penyusunan laporan lingkungan khusus . nvironmental repor. yang Pengungkapan RSUD Naibonat belum mengungkapkan biaya lingkungan sebagai pos tersendiri dalam laporan keuangan resmi, melainkan menyajikannya dalam bentuk laporan kegiatan rutin dan pelaporan berjenjang ke pemerintah daerah. akuntansi lingkungan di RSUD Naibonat masih lemah karena laporan resmi tidak memisahkan biaya lingkungan, sehingga masyarakat sulit menilai. Informasi mengenai volume limbah, biaya pemeliharaan, atau kerja sama dengan pihak ketiga hanya muncul dalam laporan kegiatan rutin atau ketika ada permintaan dari pihak Baitanu. , et al. Analisis Penerapan Akuntansi LingkunganA7488 tertentu . nternal manajemen, pemerintah daerah, atau lembaga pengawa. Hal ini memperlihatkan bahwa pengungkapan lebih bersifat responsif terhadap permintaan, bukan inisiatif transparansi yang sistematis. Konsekuensinya, publik sulit menilai sejauh mana rumah sakit bertanggung jawab dalam pengelolaan limbah medis. Agar legitimacy gap dapat dihindari. RSUD Naibonat perlu mengembangkan mekanisme pengungkapan yang lebih proaktif, misalnya dengan memasukkan biaya lingkungan dalam catatan atas laporan keuangan atau menerbitkan laporan keberlanjutan yang terbuka bagi masyarakat. Pengelolaan Limbah Setiap tahap dari pemilahan hingga pembuangan akhir memiliki implikasi hukum dan akuntansi lingkungan yang penting. Pemilahan Proses ini dilakukan sejak dari sumber limbah seperti ruang perawatan, laboratorium, dan farmasi. Pemilahan dilakukan berdasarkan kode warna kantong plastik sesuai Permenkes No. 18 Tahun 2020, sehingga limbah infeksius, kimia, benda tajam, dan non-medis dapat dipisahkan dengan benar. Dari perspektif akuntansi lingkungan, biaya pemilahan berupa kantong khusus, label, dan APD termasuk dalam biaya operasional lingkungan yang wajib dicatat terpisah sesuai PSAK 1. Pemilahan limbah medis di RSUD Naibonat dilakukan di setiap unit pelayanan sejak limbah dihasilkan. Limbah medis dipisahkan menurut jenisnya, seperti benda tajam, limbah infeksius, maupun limbah farmasi. Dengan demikian, pola frekuensi kata ini dapat dimaknai bahwa pemilahan dan pengelolaan limbah di RSUD Naibonat ditentukan oleh tiga fokus utama: jenis limbah, proses pemilahan, dan pelaksanaan di ruangan. Temuan ini menggambarkan bahwa petugas medis memahami pentingnya tahap ini. Namun, peran masyarakat dalam mengawasi pemilahan belum tampak signifikan. Dari perspektif akuntansi lingkungan, pemilahan yang tepat dapat mengurangi biaya pengelolaan karena mencegah pencampuran limbah berbahaya dengan non-medis, sehingga mengefisienkan alokasi biaya. Pengemasan dan Pelabelan Kementerian Kesehatan. Proses ini penting untuk memastikan keselamatan petugas serta memudahkan pelacakan aliran limbah. praktik pengemasan dan pelabelan limbah di RSUD Naibonat lebih menekankan pada adanya upaya pada kepatuhan regulatif. Baitanu. , et al. Analisis Penerapan Akuntansi LingkunganA7489 Fokus utama adalah memenuhi standar formal sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 7 Tahun 2019 dan menjalankan anjuran pihak berwenang. Temuan berdasarkan diatas menandakan bahwa ada harapan agar prosedur pengemasan dan pelabelan lebih terbuka, tidak hanya untuk internal tetapi juga dapat dipantau oleh pihak eksternal. Secara akuntansi, biaya yang timbul dari pengadaan wadah dan label seharusnya dicatat sebagai komponen biaya lingkungan yang dapat disajikan secara khusus dalam laporan keuangan. Penyimpanan Sementara Limbah medis yang sudah dikemas kemudian disimpan di tempat penyimpanan sementara sebelum diangkut. RSUD Naibonat memiliki ruang penyimpanan khusus, namun berdasarkan wawancara, fasilitas ini masih terbatas kapasitasnya. Pola ini memperlihatkan bahwa praktik penyimpanan sementara di RSUD lebih berorientasi pada kepatuhan regulatif dan pencegahan risiko, meskipun perlu didorong untuk memperkuat aspek sistematisasi pengawasan agar tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga evaluatif dan berkelanjutan. Dalam temuan hasil analisis ditemukan bahwa penyimpanan sementara yang kurang memadai dapat meningkatkan risiko pencemaran dan memunculkan beban biaya tambahan. Dari perspektif legitimasi, jika masyarakat mengetahui adanya kelemahan di tahap ini, kepercayaan publik terhadap rumah sakit dapat menurun. Karena itu, pengelolaan penyimpanan harus dilakukan dengan standar keamanan yang ketat. Pengangkutan RSUD Naibonat bekerja sama dengan pihak ketiga dalam pengangkutan limbah. Proses ini selalu dilengkapi dokumen manifest sebagai bukti pertanggungjawaban Biaya kontrak pengangkutan seharusnya dicatat sebagai beban lingkungan, meskipun dalam praktik masih sering digabung dalam biaya operasional rumah sakit sehingga aspek akuntabilitas belum sepenuhnya terpenuhi. Fokus utama RSUD Naibonat adalah: . keterlibatan vendor yang telah memiliki izin, . kepatuhan terhadap izin sebagai syarat legalitas, dan . kepastian penanganan limbah yang sesuai pada. Pola ini mencerminkan bahwa pengangkutan limbah di RSUD Naibonat tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berbasis kepatuhan hukum dan pencegahan risiko lingkungan. Dalam akuntansi lingkungan, biaya jasa pihak ketiga untuk pengangkutan seharusnya diidentifikasi dan disajikan secara transparan agar pihak Baitanu. , et al. Analisis Penerapan Akuntansi LingkunganA7490 eksternal dapat menilai komitmen rumah sakit dalam mengelola limbah secara Pemusnahan RSUD Naibonat memanfaatkan insinerator internal untuk sebagian limbah medis, meski menghadapi kendala biaya perawatan dan standar emisi. Dari hasil wawancara ditemukan bahwa insinerator internal digunakan untuk volume kecil, tetapi karena keterbatasan biaya perawatan dan standar emisi. RSUD Naibonaat lebih banyak menggunakan vendor eksternal untuk volume besar. Hal ini menimbulkan konsekuensi biaya tambahan. pemusnahan yang secara teknis sudah sesuai standar masih memerlukan perbaikan di aspek akuntansi, yaitu pemisahan biaya agar pertanggungjawaban finansial terhadap lingkungan lebih jelas. Dampak Pertanggungjawaban Penerapan Akuntansi Lingkungan Terhadap Legitimasi RSUD Naibonat dan Prespektif Masyarakat Persepsi Masyarakat Masyarakat sekitar umumnya merasakan manfaat nyata dari kehadiran RSUD Naibonat, terutama dalam hal peningkatan akses layanan kesehatan, tersedianya fasilitas medis yang memadai, serta keberadaan tenaga kesehatan yang membantu menekan angka kesakitan. Dari sisi sosial, kehadiran rumah sakit memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat. Namun, dalam aspek manfaat lingkungan, persepsi masyarakat masih terbatas. Banyak warga belum melihat secara langsung upaya RSUD Naibonat dalam mengelola limbah medis secara bertanggung Hasil temuan menunjukan bahwa rumah sakit menonjolkan transparansi mengenai langkah-langkah pengelolaan limbah kepada publik. Akibatnya, meskipun legitimasi sosial sudah cukup tinggi, legitimasi lingkungan belum sepenuhnya Hubungan Pelaporan Informasi Lingkungan dengan Legitimasi RSUD Naibonat Di RSUD Naibonat, biaya pengelolaan limbah memang diakui, tetapi tidak dipisahkan dalam laporan keuangan ataupun diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. Masyarakat menilai bahwa minimnya pelaporan informasi lingkungan membuat sulit untuk menilai sejauh mana rumah sakit bertanggung jawab terhadap dampak Kurangnya pelaporan informasi lingkungan berpotensi menimbulkan kesenjangan persepsi antara rumah sakit dan masyarakat. Masyarakat bisa merasa Baitanu. , et al. Analisis Penerapan Akuntansi LingkunganA7491 tidak mendapatkan transparansi mengenai dampak limbah rumah sakit, sehingga memunculkan keraguan terhadap komitmen RSUD Naibonat dalam menjaga kesehatan lingkungan. Menurut teori legitimasi, kondisi ini dapat melemahkan legitimasi institusional Rumah Sakit, karena publik tidak melihat adanya bukti akuntabilitas dan pertanggungjawaban lingkungan. Kondisi ini berpengaruh pada legitimasi, karena legitimasi publik tidak hanya ditentukan oleh pelayanan kesehatan yang baik, tetapi juga oleh kepatuhan rumah sakit dalam mengelola limbah medis secara transparan. Keterlibatan Masyarakat Sekitar Lingkungan RSUD Naibonat Masyarakat sekitar RSUD Naibonat merasa kurang dilibatkan dalam proses pengelolaan lingkungan rumah sakit. Selama ini keterlibatan masyarakat lebih banyak terbatas pada hubungan sebagai pasien atau pengguna jasa layanan kesehatan. Minimnya keterlibatan ini menimbulkan jarak antara rumah sakit dan masyarakat dalam aspek pertanggungjawaban lingkungan. Padahal, menurut teori legitimasi, penerimaan publik akan lebih kuat apabila masyarakat ikut dilibatkan dalam pengawasan dan memperoleh akses terhadap informasi yang relevan. legitimasi RSUD Naibonat akan semakin kuat apabila akuntansi lingkungan tidak hanya sebatas pencatatan internal, tetapi juga mencakup komunikasi terbuka dan partisipasi KESIMPULAN DAN SARAN Adapun Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu: Penerapan Akuntansi Lingkungan RSUD Naibonat telah melaksanakan tahapan akuntansi lingkungan yang meliputi identifikasi, pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan biaya lingkungan. Namun, penerapan ini masih sederhana, bersifat manual, dan belum konsisten secara Biaya lingkungan dicatat sebagai bagian dari beban operasional, tetapi belum dipisahkan secara jelas dalam laporan keuangan resmi. Kondisi ini menunjukkan bahwa prinsip akrual, periodisitas, serta transparansi akuntansi lingkungan belum sepenuhnya Pengelolaan Limbah Medis Proses pengelolaan limbah di RSUD Naibonat telah sesuai regulasi (UU No. 36/2009, UU No. 44/2009. PP No. 101/2014, dan Permenkes No. 18/2. , mencakup Baitanu. , et al. Analisis Penerapan Akuntansi LingkunganA7492 pemilahan, pengemasan, penyimpanan sementara, pengangkutan, pemusnahan, hingga pembuangan akhir. Meskipun prosedur berjalan sesuai standar, keterbatasan fasilitas internal . eperti insinerato. membuat RSUD masih bergantung pada vendor pihak ketiga, yang berdampak pada tambahan biaya serta menegaskan perlunya peningkatan kapasitas internal. Dampak terhadap Legitimasi dan Masyarakat Kehadiran RSUD Naibonat membawa manfaat bagi masyarakat, baik melalui kemudahan akses kesehatan maupun dampak ekonomi. Namun, kurangnya transparansi dalam pelaporan biaya lingkungan dan minimnya pelibatan masyarakat menimbulkan risiko legitimacy gap. Untuk memperkuat legitimasi sosial. RSUD perlu meningkatkan keterbukaan informasi, menyajikan biaya lingkungan secara lebih eksplisit, serta melibatkan masyarakat dalam pengawasan dan evaluasi pengelolaan lingkungan. SARAN