FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR DI PUSKESMAS SEI MENCIRIM DESA SUNGGAL KANAN TAHUN 2023 Ingka Kristina Pangaribuan1. Putri Handayani2. Lidya Sinuhaji3. Sri Rejeki4. Marlina Simbolon5 Indri Heni Damanik6 1-4,6 Prodi Kebidananan Program Sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sehat Medan Pendidikan Profesi BidanProgram Profesi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sehat Medan Email: ingka. kristina@gmail. ABSTRAK Sebagai salah satu negara berkembang di dunia. Indonesia dirundung sejumlah masalah, salah satunya terkait pertumbuhan penduduk yang masih sangat tinggi. Untuk mengatasi masalah kependudukan, pemerintah telah dan terus mengembangkan semua sektor ekonomi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan nasional. Program keluarga berencana merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah kependudukan. Menurut data Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara, di Sumatera Utara mengalami peningkatan jumlah penduduk, yaitu pada tahun 2021 yaitu sebanyak 14936,2 dan pada tahun 2022 mengalami kenaikan menjadi 15115,2 penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang akan mempengaruhi penggunaan alat kontrasepsi oleh pasangan usia subur di Puskesmas Sei Mencirim tahun 2023. Tujuan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional adalah untuk menganalisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Alat Kontrasepsi. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu pasangan usia subur (PUS) pada tahun 2023 yang bersedia diwawancarai sebanyak 153 orang. Dalam penelitian ini, sebanyak 62 orang peserta diambil sebagai sampel dengan pengambilan sampel simple random sampling. Dengan nilai p value 0,000, terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan penggunaan alat Dengan nilai p value 0,01, terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan penggunaan alat kontrasepsi. Dengan nilai p value 0,006, terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah anak dengan penggunaan alat kontrasepsi. Kata Kunci : Pekerjan. Pendidikan. Paritas. PUS LATAR BELAKANG pertumbuhan penduduk yang masih sangat Untuk kependudukan, pemerintah telah dan terus mengembangkan semua sektor ekonomi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan Program keluarga berencana merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah kependudukan (Sudirman & Herdiana, 2. Untuk membentuk keluarga yang sehat, keluarga berencana bertujuan untuk mengendalikan kehamilan, jumlah anak yang dilahirkan, usia dan jarak kehamilan yang optimal, serta promosi, perlindungan, dan bantuan hak reproduksi. (Meilani et , 2. Sebagai berkembang di dunia. Indonesia dirundung berbagai masalah, termasuk masalah Berdasarkan diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara di Kota Medan pada tahun 2022, jumlah PUS adalah 075 orang. Pada tahun 2022, jumlah pengguna AKDR aktif sebanyak 6. orang, pengguna MOW sebanyak 2. orang, pengguna MOP sebanyak 7. orang, pengguna kondom sebanyak 297 orang, dan pengguna implan sebanyak 766 orang. Jumlah PUS yang tidak menggunakan alat kontrasepsi sebanyak 440 orang (BKKBN, 2. Menurut data Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara, di Sumatera Utara mengalami peningkatan jumlah penduduk, yaitu pada tahun 2021 yaitu sebanyak 14936,2 dan pada tahun 2022 mengalami kenaikan menjadi 15115,2 penduduk (BPS Sulawesi Tengah, 2. Program Keluarga Berencana merupakan salah satu upaya pemerintah untuk penduduk Indonesia. Program Keluarga Berencana mengajak seluruh kota PUS Keluarga Berencana dalam upaya memperlambat laju pertumbuhan penduduk. Selain untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, program Keluarga Berencana juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi yang bermutu, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mengatasi masalah kesehatan reproduksi untuk mewujudkan keluarga kecil yang harmonis (Yusuf & -. Untuk merencanakan waktu ideal untuk kehamilan, jarak kehamilan, dan jumlah anak, program keluarga berencana memastikan bahwa setiap individu atau pasangan memiliki akses ke informasi dan layanan keluarga berencana. Kehamilan yang tergolong berisiko tinggi atau tidak diinginkan tidak diantisipasi akan terjadi. Kehamilan menjamin keselamatan ibu dan anak yang belum lahir jika direncanakan dan terjadi pada waktu dan tempat yang Berdasarkan pemakaian kontrasepsi di Puskesmas Sei Mencirim yaitu pengguna kontrasepsi Spiral yaitu sebanyak 426, pil sebanyak 6016, kondom sebanyak 2566, suntikan sebanyak 8078, implant sebanyak 3829. Puskesmas Sei Mencirim pada tahun 2020 memiliki jumlah KK sebanyak 6176 dengan jumlah ibu sebanyak 5741 ibu dan PUS sebanyak 2929 orang. Yang tidak menggunakan kontrasepsi sebanyak 1000 ibu, dengan cakupan IUD sebanyak 49 ibu, implant sebanyak 396 orang. MOW sebanyak 618 orang, suntik sebanyak 587 orang. Pil/kondom sebanyak 278. Dari laporan Puskesmas tersebut bahwasanya masih terdapat ibu yang tidak memakai KB sebanyak 1000 orang pada tahun 2020. METODE PENELITIAN Tujuan dari penelitian observasional analitik cross-sectional ini adalah untuk variabel-variabel Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu pasangan usia subur (PUS) di Puskesmas Sei Mencirim tahun 2023 yang berjumlah 153 orang. Dalam penelitian ini, sebanyak 62 orang peserta diambil sampelnya dengan menggunakan prosedur simple random sampling. Data primer dan data sekunder merupakan dua kategori data yang dikumpulkan untuk penelitian ini. Kuesioner yang dirancang dengan mengacu pada karakteristik yang diteliti digunakan untuk mengumpulkan data primer secara langsung dari calon ibu. Proses pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara mengekstrak informasi dari dokumen atau catatan. jenis data Menurut Sugiono, data kuantitatif adalah segala informasi yang dapat diukur atau dihitung dalam bentuk angka atau angka yang berhubungan langsung dengan masalah yang diteliti dan digunakan untuk menarik kesimpulan. Data penelitian yang berupa angka akan diukur dengan menggunakan statistika sebagai alat uji perhitungan . 8: . Teknik enry data, pengkodingan, dan editing digunakan dalam studi kuantitatif tentang variabelvariabel yang memengaruhi penggunaan kontrasepsi oleh pasangan subur. HASIL Tabel 2 Distribusi Frekuensi responden berdasarkan Pendidikan yang mempengaruhi penggunaan alat kontraspesi pada pasangan usia subur di Puskesmas Sei Mencirim tahun 2023 Tabel 1 Distribusi Frekuensi responden berdasarkan Pekerjaan yang mempengaruhi penggunaan alat kontraspesi pada pasangan usia subur di Puskesmas Sei Mencirim tahun 2023 Frekuensi Presentase 59,7% Tidak Bekerja Total 40,3% Frekuensi Presentase 54,8% Rendah Total 45,2% Berdasarkan tabel 2 diatas diketahui bahwa Hasil dalam penelitian ini adalah sebagai Frekuensi Bekerja Frekuensi Tinggi Frekuensi Frekuensi Presenta 48,4% 51,6% Total dari total 62 responden didapatkan hasil mayoritas responden berpendidikan tinggi sebanyak 34 responden . ,8%) dan minoritas reponden berpendidikan rendah sebanyak 28 responden . ,2%). Tabel 3 Distribusi Frekuensi responden berdasarkan jumlah anak yang mempengaruhi penggunaan alat kontraspesi pada pasangan usia subur di Puskesmas Sei Mencirim tahun 2023 Berdasarkan tabel 3 diatas diketahui bahwa dari total 62 responden didapatkan hasil mayoritas responden memiliki jumlah anak <2 sebanyak 32 responden . ,6%) dan minoritas responden memiliki jumlah anak >2 sebanyak 30 responden . ,4%). Berdasarkan tabel 1 diatas dapat diketahui bahwa dari total 62 responden didapatkan mayoritas responden bekerja sebanyak 37 responden . ,7%) dan minoritas responden tidak bekerja 25 responden . ,3%). Tabel 4 Distribusi Frekuensi hubungan Pekerjaan dengan penggunaan alat kontraspesi pada pasangan usia subur di Puskesmas Sei Mencirim tahun 2023 Pekerj Tidak Bekerja Bekerja Total Penggunaan Alat Kontrasepsi Tidak Men Mengguna ggun 35,3 3 yaitu 23 responden . ,1%). Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa terdapat pendidikan ibu dengan penggunaan alat kontrasepsi dengan nilai p value 0,01. Tot Sig Tabel 6 Distribusi Frekuensi hubungan jumlah anak dengan penggunaan alat kontraspesi pada pasangan usia subur di Puskesmas Sei Mencirim tahun 2023 Berdasarkan dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dari 62 responden, mayoritas yang menggunakan alat Jumlah Anak Berdasarkan dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dari 62 responden, mayoritas ibu bekerja menggunakan alat kontrasepsi sebanyak 29 . Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan penggunaan alat kontrasepsi dengan nilai p value 0,000. Rendah Tinggi Total Penggunaan Alat Kontrasepsi Tidak Meng Mengguna gunak 30,6 9 17,7 23 48,4 32 Total Tidak Menggunakan Total Sig Menggunakan Total kontrasepsi memiliki jumlah anak yaitu 21 responden . ,9%). Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah anak dengan penggunaan alat kontrasepsi dengan nilai p value 0,006. Tabel 5 Distribusi Frekuensi hubungan Pendidikan dengan penggunaan alat Pendidi Penggunaan Alat Kontrasepsi Sig PEMBAHASAN Hubungan Pekerjaan Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Pasangan Usia Subur di Puskesmas Sei Mencirim Tahun 2023 0,01 kontraspesi pada pasangan usia subur di Puskesmas Sei Mencirim tahun 2023 Analisis bivariat chi square menghasilkan nilai p-value sebesar 0,00 . < 0,. pada tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan statistik, nilai p-value ini menunjukkan bahwa pekerjaan dan penggunaan alat kontrasepsi oleh pasangan Berdasarkan dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dari 62 responden, mayoritas yang menggunakan alat kontrasepsi memiliki pendidikan tinggi 0,00 usia subur di Puskesmas Sei Mencirim tahun 2023 memiliki hubungan yang memengaruhi minatnya dalam berkeluarga, kontrasepsi jangka panjangnya. Jelas bahwa keluarga miskin umumnya memiliki lebih banyak anak daripada keluarga kaya dengan gaji tinggi karena sepuluh jenis pekerjaan yang mereka miliki. Hal ini karena kondisi ekonomi yang lemah akibat jenis pekerjaan yang dilakukan akan kapasitas untuk membeli alat kontrasepsi. Pasangan usia subur di negara-negara berpendapatan rendah menjadi tidak aktif dalam gerakan berkeluarga karena kurangnya akses ke layanan berkeluarga. akibatnya, tingkat keterlibatan mereka dalam membangun ketahanan keluarga berkurang (Deviana, 2. Salah satu strategi untuk mencapai kesejahteraan adalah keluarga berencana (KB), yang memberikan panduan tentang perkawinan, penanganan infertilitas, dan pengaturan jarak kelahiran. KB adalah kegiatan yang membantu orang lajang atau pasangan menikah dalam mengendalikan jumlah kehamilan yang mereka alami, diinginkan, dan mencapai hasil yang Tujuan kontrasepsi adalah untuk menghindari kehamilan. Upaya ini Menghindari atau mencegah kehamilan akibat pertemuan sel telur dan sel sperma yang matang merupakan tujuan Hubungan Pendidikan Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Pasangan Usia Subur di Puskesmas Sei Mencirim Tahun 2023 Hal ini sesuai dengan penelitian Panuntun et al. yang menemukan adanya hubungan antara pekerjaan dengan keputusan untuk menggunakan kontrasepsi hormonal . Mayoritas responden yang tidak bekerja dan berpenghasilan paspasan memilih kontrasepsi nonhormonal. Hal ini disebabkan oleh adanya pendanaan untuk program keluarga berencana yang menawarkan layanan berbiaya rendah atau gratis, sehingga ibu-ibu berpenghasilan rendah memiliki pilihan yang sama dalam hal kontrasepsi nonhormonal. Selain itu, meskipun layanan tersebut disediakan oleh sumber swasta, biayanya tetap terjangkau karena mayoritas bidan yang bekerja di sana adalah bidan swasta atau bidan di desa yang biaya rata-ratanya masih dapat dinegosiasikan berdasarkan kapasitas akseptor (Mahmudah & Daryanti, 2. Analisis bivariat chi square menghasilkan nilai p-value sebesar 0,006 . < 0,. dengan tingkat kepercayaan Nilai p-value ini secara statistik menunjukkan bahwa di Puskesmas Sei Mencirim tahun 2023 terdapat Hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur. Karena pendidikan adalah proses pembelajaran, ia melibatkan pertumbuhan, perkembangan, atau transformasi individu, kelompok, atau masyarakat menjadi sesuatu yang lebih baik, lebih dewasa, dan lebih dewasa (Abdillah & Wahjuni, 2. Pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap bagaimana seseorang bersikap dan mencari jawaban dalam Orang yang berpendidikan tinggi biasanya bersikap lebih rasional. Hal ini sesuai dengan penelitian Sindhy D. yang menunjukkan bahwa status pekerjaan seorang ibu dapat sehingga lebih mudah menerima konsepkonsep baru. Menentukan praktik keluarga berencana, menggunakan alat kontrasepsi, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga juga penting (Zuchro et al. , 2. (Aisyah et al. , 2. Hubungan Jumlah Anak dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Pasangan Usia Subur di Puskesmas Sei Mencirim Tahun 2023 Analisis bivariat chi square menghasilkan nilai p-value sebesar 0,006 . < 0,. dengan tingkat kepercayaan Nilai p-value ini secara statistik menunjukkan bahwa di Puskesmas Sei Mencirim tahun 2023 terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur. Terdapat hubungan yang signifikan . = 0,. ditemukan antara tingkat pendidikan responden dengan penggunaan alat kontrasepsi dalam penelitian crosectional Mashfufah . Dapat disimpulkan bahwa responden memiliki tingkat pendidikan yang cukup karena sebagian besar dari mereka hanya menyelesaikan sekolah menengah atas. Responden yang telah mengenyam pendidikan yang cukup mampu menerima materi tentang keluarga berencana dengan Namun, penelitian memiliki latar belakang pendidikan yang sangat rendahAimereka pertamaAidan responden masih relatif mudaAimereka berusia di bawah 20 tahun. Akibatnya, beberapa responden kurang memiliki pemahaman yang cukup tentang keluarga Responden dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah merasa lebih sulit menerima informasi dibandingkan responden dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, dan responden dengan tingkat pengalaman dan usia yang lebih rendah (Mochlisin Fatkur Rohman, 2. Berdasarkan penelitian Asra . yang berjudul AuFaktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim pada akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Balai Makam DuriAy, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengguna KB. Hasil penelitian ini mendukung temuan tersebut (Hartini, 2. Secara dengan lebih banyak anak cenderung mulai dibandingkan dengan mereka yang memiliki lebih sedikit anak. Keluarga akan mulai berfokus pada jumlah anak yang dimiliki seorang wanita karena akan menjadi tanggung jawabnya untuk memenuhi kebutuhan materi dan menjaga kesehatan sistem reproduksinya. Hal ini karena kesehatan seorang ibu lebih rentan terhadap penyakit semakin banyak anak yang dilahirkannya (Ika Faradita et al. Hal ini sesuai dengan teori bahwa paritas wanita dapat memengaruhi pilihan metode kontrasepsi atau apakah suatu metode tepat secara medis. (Dalimawaty, 2. , menjelaskan bahwa, karena berbagai alasan, termasuk alasan medis, para ibu disarankan untuk berhenti mencoba untuk kedua kalinya setelah memiliki anak pertama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keputusan PUS untuk dipengaruhi oleh masalah paritas. OR dari variabel paritas, sebagaimana ditentukan oleh analisis uji regresi berganda, adalah 3,4. Hal ini menunjukkan bahwa PUS dengan dua anak 3,4 kali lebih mungkin menggunakan kontrasepsi daripada PUS dengan lebih dari dua anak. pasangan usia subur dapat merujuk dan membaca hasil penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA Temuan penelitian ini sejalan dengan penelitian oleh Yeni, dkk (Hartini, 2. yang menunjukkan bahwa paritas merupakan faktor protektif terhadap PUS menggunakan teknik kontrasepsi. Menurut penelitian Dewi dan Melaniani, jumlah anak pada paritas tertentu secara signifikan memengaruhi metode kontrasepsi yang dipilih oleh kelahiran hidup dan anak hidup di Puskesmas Gading. Kecamatan Tambaksari. Surabaya. Abdillah. , & Wahjuni. HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN DENGAN PERILAKU SEHAT SISWA PADA SISWA KELAS XI SMAN 1 DRIYOREJO Muhammad Mizan Abdillah. 819Ae824. Aisyah. Pangaribuan. Gracella. & Mutiara. Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Implant Dengan Kenaikan Berat Badan Pada Wanita Usia Subur. Journal Of Midwifery Sempena Negeri, 4. , 20Ae https://w. org/index. msn/issue/archive KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dengan nilai p-value sebesar 0,000, terdapat hubungan yang signifikan antara Nilai p-value 0,01 menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu dengan penggunaan alat kontrasepsi. Jumlah anak dan penggunaan alat kontrasepsi ada hubungan yang signifikan, dengan nilai p sebesar 0,006. Saran