Edu-Sains Volume 13 No 1. Januari 2024 Identifikasi Kemampuan Literasi Digital Siswa Pada Pembelajaran IPA Identifying students' digital literacy skills in science learning Nikma Nur Qoidah. Astalini. Dwi Agus Kurniawan. Program Studi Pendidikan Fisika. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Universitas Jambi * Corresponding author: nurkhaidah0605@gmail. Abstract The aim of this research is to identify how students' digital literacy skills are used in science The method used in this research is descriptive quantitative. Researchers used a purposive sampling method to take samples. The research sample consisted of class VII students at SMPN 17 Batanghari and SMPN 33 Batanghari with 32 students from each The research instrument used in this research was a questionnaire sheet, and data analysis was carried out using descriptive statistical methods. The results of this research show that the digital literacy skills of students at SMPN 33 Batanghari show results in "strongly agree" with a percentage of 6. 25%, the "agree" category with a percentage of 75%, the "disagree" category with a percentage of 0%, the "agree" category with a percentage of 0%. strongly disagreeAy with a percentage of 0%. Meanwhile, at SMPN 17 Batanghari, the results showed in the "strongly agree" category with a percentage of 18. the "agree" category with a percentage of 59. 38%, the "disagree" category with a percentage 75%, and the "strongly disagree" category with a percentage of 3. So it can be concluded that SMPN 33 Batanghari is superior to SMPN 17 Batanghari in terms of indicators of students' digital literacy abilities. Keywords: Science, independent curriculum, digital literacy Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana kemampuan literasi digital siswa pada pembelajaran IPA. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Peneliti menggunakan metode purposive sampling untuk mengambil Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas VII SMPN 17 Batanghari dan SMPN 33 Batanghari dengan 32 siswa dari masing-masing sekolah. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini berupa lembar angket, dan analisis data dilakukan menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital siswa di SMPN 33 Batanghari menunjukkan hasil dalam Ausangat setujuAy dengan persentase 6,25%, kategori AusetujuAy dengan persentase 93,75%, kategori Autidak setujuAy dengan persentase 0%, kategori Ausangat tidak setujuAy dengan persentase 0%. Sedangkan di SMPN 17 Batanghari, menunjukan hasil dalam kategori Ausangat setujuAy dengan persentase 18,75%, kategori AusetujuAy dengan persentase 59,38%, kategori Autidak setujuAy dengan persentase 18,75%, dan kategori Ausangat tidak setujuAy dengan persentase 3,13%. Sehingga dapat disimpulkan SMPN 33 Batanghari lebih unggul dibandingkan SMPN 17 Batanghari dalam indikator kemampuan literasi digital siswa. Kata Kunci: IPA, kurikulum merdeka, literasi digital Qoidah. , dkk. Identifikasi KemampuanA PENDAHULUAN cepat merasa jenuh atau bosan. Mengingat tanggung jawab besar yang diemban oleh seorang guru, mereka harus menyadari bahwa sebagai tenaga pendidik di lapangan, mereka memiliki Saat ini. Indonesia menerapkan sistem kurikulum merdeka belajar. Kurikulum Merdeka adalah suatu pendekatan kurikulum yang memberikan prioritas pada beragam pembelajaran dalam kurikulum, dengan tujuan memberikan waktu yang memadai kepada siswa untuk menyelami konsep dan memperkuat kompetensi (Khoirurrijal et al. , 2. Kurikulum Merdeka dibentuk sebagai suatu struktur kurikulum yang lebih dapat disesuaikan, dengan fokus pada materi inti dan pengembangan karakter serta kompetensi siswa (Sigalingging, 2. Kurikulum merdeka menekankan pada kebebasan siswa dan juga memudahkan pembelajaran kepada siswa (Baruta. Program merdeka belajar dirancang untuk menggali potensi, inovasi, dan kreativitas baik dari siswa meningkatkan kualitas pembelajaran (Saleh, 2. Ilmu pengetahuan alam salah satu cabang ilmu yang mempelajari fenomena alam. Ilmu pengetahuan yang mencakup konsepkonsep ilmiah yang telah diterima sebagai kebenaran (Kamid et al. , 2022. Narut & Supardi, 2. Pembelajaran IPA selalu menekankan implementasi hakikat IPA (Sayekti & Kinasih, 2. Proses pembelajaran IPA diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan penyelidikan dan memahami fenomena alam melalui pendekatan ilmiah (Sari et al. , 2. Dalam IPA kemampuan literasi digital siswa. Dengan menggunakan literasi digital dalam proses pembelajaran IPA, siswa, guru, staf pendidikan, dan kepala sekolah dapat dengan mudah mengakses, memahami, dan menggunakan media Literasi digital menjadi keterampilan esensial pada abad ke-21 yang diperlukan oleh siswa (Rahayu & Mayasari, 2. Literasi digital dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, dan dapat diperkuat melalui pembelajaran berbasis . -learnin. pembelajaran (Learning Management System/LMS) (Pratama et al. , 2. Literasi digital mencakup konsep luas yang menekankan kompetensi dan memahami serta menggunakan informasi dalam berbagai format melalui komputer, sekaligus memasukkan pemahaman tentang web dan mesin pencari Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi terarah antara guru dan siswa, di mana transfer pengetahuan dari guru ke siswa dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran (Amin et al. , 2022. Nugroho & Latifah, 2022. Sarumaha et , 2. Menurut Gusteti and Neviyarni . tujuan dari proses pembelajaran adalah untuk membangkitkan inisiatif dan keikutsertaan siswa dalam aktivitas Keberhasilan mencapai tujuan pembelajaran bergantung pada peran guru, karena seorang guru tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran, membimbing siswa dalam pertumbuhan dan perkembangan mereka, baik dari segi sikap, fisik, maupun psikis (A. Wulandari et al. , 2. Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, guru perlu menciptakan suasana pembelajaran yang menarik agar tidak Edu-Sains Volume 13 No 1. Januari 2024 (Kurniawan, 2. Literasi digital menjadi salah satu unsur penting dalam pembelajaran IPA. purposive sampling untuk mengambil Menurut Sitompul . , purposive sampling adalah metode penentuan faktor-faktor Dalam pendekatan ini, pemilihan sampel tidak dilakukan secara acak, melainkan disesuaikan dengan tujuan dan target spesifik. Ini berarti bahwa peneliti karakteristik tertentu sebelumnya sebagai dasar untuk memilih sampel. Kriteria sampel dalam penelitian ini mencakup siswa sekolah menengah pertama kelas VII yang mengikuti mata pelajaran IPA. Sehingga diperoleh sampel penelitian yang tercantum dalam tabel berikut. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Alawiyah et al. menyatakan bahwa literasi digital sangat penting dikuasai oleh siswa. Literasi digital merupakan salah satu karakteristik utama dalam kurikulum Guru menggunakan media digital dalam Yang membedakan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu subjek penelitian yang digunakan penelitian ini pada jenjang SMP dan penelitian dilaksanakan secara offline. Berdasarkan pemaparan diatas peneliti tertarik melakukan penelitian dengan bagaimana kemampuan literasi digital siswa pada pembelajaran IPA. Tabel 1. Sampel Penelitian Sekolah METODE PENELITIAN SMPN 17 Batanghari SMPN 33 Batanghari Banyak Siswa 32 Siswa 32 Siswa Instrumen menggunakan lembar angket kemampuan literasi digital siswa untuk mendapatkan data kuantitatif. Instrument berupa angket kemampuan literasi digital, dengan jumlah pernyataan 28 dimana angket tersebut menggunakan skala likert 1-4, dengan pernyatan Ausangat setujuAy dengan nilai 4. AusetujuAy dengan nilai 3. Autidak setujuAy dengan nilai 2, dan Ausangat tidak setujuAy Berikut adalah kisi-kisi instrumen kemampuan literasi digital. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif. Menurut Wulandari & Efendi . penelitian kuantitatif adalah suatu metode penelitian yang menitikberatkan pada analisis data berupa menggunakan metode statistika. Sampel adalah bagian dari keseluruhan objek yang akan diuji atau dievaluasi dan memiliki karakteristik khusus yang mewakili suatu populasi (Retnawati. Peneliti menggunakan metode Tabel 2. Kisi-Kisi Instrumen Kemampuan Literasi Digital No. Husna . Variabel Literasi Digital Indikator Pembelajar yang berdaya Warga Digital Pembuat Pengetahuan Perancang Inovatif Pemikir Komputasi Komunikator Kreatif Kolaborator Global Pernyataan 1,2,3,4 5,6,7,8 9,10,11,12 13,14,15,16 17,18,19,20 21,22,23,24 25,26,27,28 Qoidah. , dkk. Identifikasi KemampuanA Selanjutnya kemampuan literasi digital siswa terdiri dari skor sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Kriteria dalam mengkategorikan kemampuan literasi digital siswa dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3. Kategori Penilaian Poin Silvia & Ropida . Interval Kategori Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Statistik deskriptif ini menyajikan tabel yang berisikan data frekuensi, persentase, mean, median, nilai minimum dan nilai Data penelitian kuantitatif diperoleh melalui pengisian angket mengenai kemampuan literasi digital siswa. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menerapkan metode statistik Statistika merupakan salah satu teknik statistik yang berkaitan dengan pengumpulan dan memberikan informasi yang bermanfaat (Martias, 2. Dengan menyajikan informasi secara efektif, data ini dapat lebih mudah dipahami dan dimanfaatkan oleh pembaca atau pengguna data. Mengumpulkan Penelitian mengenai kemampuan literasi digital Setelah data terkumpul, analisis data dilakukan untuk mendapatkan hasil dan kesimpulan. Prosedur penelitian ini mengikuti langkah-langkah sebagaimana ditunjukkan pada gambar 1. Analisis hasil data angket Hasil Kesimpulan Gambar 1. Prosedur penelitian dilakukan dengan menggunakan statistik Hasil deskriptif mengenai kemampuan literasi digital siswa di SMPN 17 Batanghari dan SMPN 33 Batanghari tercantum dalam tabel berikut. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari penelitian telah didistribusikan dan dianalisis dengan menggunakan metode ilmu statistika. Analisis data Tabel 4. Hasil Deskriptif Kemampuan Literasi Digital Siswa Di SMPN 17 Batanghari Dan SMPN 33 Batanghari Sekolah SMPN 17 Batanghari Interval Kategori Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Mean Median Min Maks 18,75 59,38 18,75 Edu-Sains Volume 13 No 1. Januari 2024 SMPN 33 Batanghari Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 3,13 6,25 93,75 SMPN Batanghari dalam indikator kemampuan literasi digital siswa. Dari Tabel 4, didapatkan hasil deskriptif kemampuan literasi digital siswa yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital siswa di SMPN 33 Batanghari lebih unggul dibandingkan SMPN 17 Batanghari. Di SMPN 33 Batanghari, menunjukkan hasil dalam kategori Ausangat setujuAy dengan persentase 6,25%, kategori AusetujuAy dengan persentase 93,75%, kategori Autidak setujuAy dengan persentase 0%, kategori Ausangat tidak setujuAy dengan persentase 0%. Sedangkan di SMPN 17 Batanghari, menunjukan hasil dalam kategori Ausangat setujuAy dengan persentase 18,75%, kategori AusetujuAy dengan persentase 59,38%, kategori Autidak setujuAy dengan persentase 18,75%, dan kategori Ausangat tidak setujuAy dengan persentase 3,13%. Kemampuan literasi digital dapat diperkuat melalui metode pembelajaran IPA (Ariastika, 2. Salah satu caranya adalah dengan mengajak siswa untuk aktif mencari sumber informasi yang tersedia secara digital dan relevan dengan mata pelajaran IPA. Selain itu, guru juga dapat memberikan pembelajaran kepada siswa mengenai penggunaan berbagai aplikasi yang mendukung proses pembelajaran IPA. Dalam penerapan literasi digital, peran guru menjadi sangat penting (Abidin. Guru tidak hanya bertindak sebagai pembimbing dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan literasi digitalnya, tetapi juga berfungsi sebagai pengguna teknologi yang mahir, pelatih yang memberikan arahan, serta fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar yang mendukung penggunaan teknologi (Nastiti, 2. Dengan demikian, melalui peran gurunya, siswa dapat lebih efektif mengintegrasikan literasi digital dalam proses pembelajaran IPA. Berdasarkan menggunakan statistik deskriptif untuk melihat frekuensi, persentase, mean, median, nilai minimum dan nilai maximum telah dianalisis berdasarkan kategori penilaian. Hasil uji deskriptif diperoleh dari tabel 4 kemampuan literasi digital siswa di SMPN 33 Batanghari, menunjukkan hasil dalam kategori Ausangat setujuAy dengan persentase 6,25%, kategori AusetujuAy dengan persentase 93,75%, sementara tidak ada responden yang berada dalam kategori "tidak setuju" dan "sangat tidak setuju". Sedangkan di SMPN 17 Batanghari, menunjukan hasil dalam kategori Ausangat setujuAy dengan persentase 18,75%, kategori AusetujuAy dengan persentase 59,38%, kategori Autidak setujuAy dengan persentase 18,75%, dan kategori Ausangat tidak setujuAy dengan persentase 3,13%. Sehingga dapat disimpulkan SMPN 33 Batanghari lebih KESIMPULAN Kesimpulan kemampuan literasi digital siswa di SMPN 33 Batanghari menunjukkan hasil AusetujuAy persentase 93,75% sedangkan di SMPN 17 Batanghari dengan persentase 59,38% dalam kategori AusetujuAy. Sehingga dapat disimpulkan SMPN 33 Batanghari lebih SMPN Qoidah. , dkk. Identifikasi KemampuanA Batanghari dalam indikator kemampuan literasi digital siswa. Husna. Pengembangan Instrumen Penilaian Literasi Digital dan Keterampilan Proses Sains pada Materi Pesawat Sederhana Kelas Vi SMP. Universitas Jambi. Kamid. Rohati. Hobri. Triani, . Rohana. , & Pratama. Process Skill and StudentAos Interest for Mathematics Learning: Playing a Traditional Games. International Journal of Instruction, 15. , 967Ae988. Khoirurrijal. Fadriati. Sofia. Makrufi. Gandi. Muin. Tajeri. Fakhrudin. Hamdani. Suprapno. Pengembangan Kurikulum Merdeka. CV Literasi Nusantara Abadi. https://books. id/books?id= LJ63EaQBAJ Kurniawan. Literasi Digital bagi Generasi Milenial Melalui Website. Seminar Nasional Pengabdian Pada Masyarakat, 103Ae https://w. /index. php/snpmas/article/view/434 Martias. Statistika Deskriptif Kumpulan Informasi. FIHRIS: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 16. , 40Ae59. Narut. , & Supardi. Literasi pembelajaran ipa di indonesia. JIPD (Jurnal Inovasi Pendidikan Dasa. , 3. , 61Ae69. Nastiti. Peran Guru Dalam Pengembangan Literasi Digital. Pandawa: Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat, 1. , 144Ae Nugroho. , & Latifah. Proses Pembelajaran Menggunakan Strategi Inkuiri Dalam Manajemen Berbasis Sekolah (Mb. Dengan Hasil Kepuasan Guru Di Madrasah Tsanawiyah Assalam Martapura. ALULUM: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 8. Pratama. Hartini. , & Misbah. DAFTAR PUSTAKA