JURNAL AWILARAS ISSN Daring: 2407-6627 | Beranda Jurnal: https://simlitmas. id/ejurnal/index. php/awilaras/about/index Aransemen Musik Angklung Diatonis: Studi Kasus Pada Karya Aransemen dan Pelatihan Musik Angklung Wildan Qadaris 1. Ismet Ruchimat 2. Arthur S Nalan3 1Pascasarjana Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. 2 1Pascasarjana Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. 3 Pascasarjana Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. | Diterima 13 Januari 2021 | Disetujui 15 April 2021 | Diterbitkan Juni 2021 | Abstrak Terdapat formulasi dalam aransemen musik angklung diatonis berikut pengembangan di Formulasi tersebut dapat menjadi referensi bagi pelatih angklung maupun guru-guru di berbagai sekolah yang bergerak dalam kegiatan intrakurikuler serta ekstrakurikuler musik angklung diatonis. Artikel ini memaparkan pendekatan metodologis dalam aransemen musik angklung diatonis dengan pelaksanaan yang akurat dan efisien serta penerapannya yang lebih Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan pendekatan metodis bagi praktisi angklung dalam membuat sebuah karya aransemen. Arikel ini memaparkan tahapan-tahapan proses yang harus dilalui oleh seorang arranger musik angklung dalam melakukan praktik aransemen khususnya musik angklung diatonis. Hasil penelitian ini adalah berupa formulasi dalam teori aransemen musik angklung yang dapat membantu para praktisi angklung dalam menentukan langkah-langkah ketika memiliki keinginan untuk menciptakan sebuah karya aransemen musik angklung diatonis. Tahapan tersebut meliputi: . kelompok unit angklung, . konsep aransemen, . aransemen awal, . tahap akhir aransemen, . evaluasi dan revisi. Kata kunci :aransemen, arranger, angklung, diatonis. Abstract There is a formulation in the diatonic angklung music arrangement including the development. This formulation can be used as a reference for angklung trainers and teachers in various schools engaged in intracurricular activities as well as extracurricular diatonic angklung music. This article describes a methodological approach in the arrangement of diatonic angklung music with an accurate and efficient implementation and more aesthetic application. The purpose of this article is to provide a methodical approach for angklung practitioners in making diatonic angklung music arrangement. This article describes the stages of the process that must go through by angklung music arranger in practicing the arrangement, especially diatonic angklung The result of this research is formulation produced in angklung music arrangement theory that can help angklung practitioners in determining the steps when they want to create a diatonic angklung music arrangement work. These stages include: . group angklung units, . arrangement concepts, . initial arrangements, . final stages of arrangements, . evaluation and revision. Keywords : arrangement, arranger, angklung, diatonic. qoqoqodaris@gmail. Pascasarjana Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Jalan Buahbatu No. Bandung Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan PENDAHULUAN Angklung dikukuhkan UNESCO (United Nation Eductional. Scientific. Cultural Organizatio. sebagai daftar warisan budaya tak benda kemanusiaan pada Kamis, 18 November 2010 di Nairobi. Kenya (Asep, 2015: . Sejak tahun 1971 Pemerintah Indonesia menjadikan angklung sebagai sarana dalam program diplomasi budaya, sangat berdampak pada angklung diatonis dengan sistem nada kromatik menyebar ke seluruh pelosok negara: Di Korea Selatan tercatat lebih dari 8000 sekolah memainkan angklung. di Argentina angklung telah menjadi mata pelajaran intrakulikuler yang menarik bagi siswa, demikian juga di Skotlandia. Sejak tahun 2002 Departemen Luar Negeri Republik Indonesia memberikan kesempatan bagi siswa siswi dari Mancanegara untuk belajar dan mengenali angklung di Indonesia (Pradoko, 2013:. Berkembangnya instrumen angklung sebagai sarana dalam diplomasi budaya dan instrumen musik pendidikan telah menumbuhkan kesadaran serta minat masyarakat untuk mempelajari musik angklung. Minat yang tinggi di masyarakat sebanding dengan dibutuhkannya praktisi serta tenaga pengajar dalam bidang musik angklung. Peluang tersebut telah melahirkan seniman-seniman serta tenaga pendidik yang mempelajari, memainkan, serta melatih musik angklung. Salah satu dinamika dalam dunia kepelatihan musik angklung adalah kendala bagi pelatih angklung pemula untuk menentukan tahapan yang harus ditempuh dalam melahirkan sebuah karya aransemen yang berkualitas. Menurut Edi Permadi . awancara 7 November 2. AuKemampuan mengaransemen musik angklung Padaeng yang dimiliki oleh para praktisi angklung berangkat dari pengalamannya selama terlibat menjadi pemain angklung dengan meniru gaya dari guru terdahulunya yang diinterpretasikan secara pribadi lalu dipraktikan kembali. Ay Menurut Aan Handoyo . awancara 8 November 2. AuKesulitan untuk menjadi seorang arranger musik angklung disebabkan banyaknya pelatih bermodalkan pengalaman empiris dan tidak bermodalkan seorang musisi akademis, kemampuan mengaransemen dan melatih itu bermodalkan naluri dan eksplorasi empiris. Ay Maka dari itu, formulasi yang ditemukan dalam penelitian ini dapat dijadikan panduan bagi para praktisi angklung mempermudah langkah dalam mengaransemen dengan capaian mampu menghasilkan karya musik yang berkualitas. Sebelum melangkah menjadi seorang arranger, seorang pelatih angklung dianjurkan untuk menguasai tahapan praktik seperti memainkan angklung dengan tekhnik yang benar, melatih angklung, lalu membuat aransemen musik angklung. Tahapan tersebut dapat melatih daya kepekaan seorang arranger dalam membuat karya aransemen. Arranger tentunya memahami betul kekurangan dan kelebihan yang ada dalam memainkan angklung. Tahapan tersebut menjadikan arranger menjadi lebih bijak dalam melakukan eksekusi untuk membuat karya aransemen lalu melatihkannya kepada pemain angklung. Maka dari itu, artikel penelitian ini dapat Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan dijadikan sumber acuan bagi seluruh praktisi musik angklung untuk mempelajari tahapan yang harus dilalui dalam mengaransemen musik angklung diatonis. Secara garis besar, rumusan Teknik Aransemen Angklung Diatonis dijelaskan sebagai Kelompok unit angklung meliputi Angklung Melodi Kecil, angklung melodi besar (Bass Part. , angklung accompanyment dan co-accompanyment. Nada-nada pada angklung yang disesuaikan dengan skala nada diatonik, yakni do, re, mi, fa, so, la, si, do, bukan skala pentanonik da, mi, na, ti, la (Pradoko, 2013:. Konsep aransemen meliputi tujuan aransemen, instrumentasi . enentukan jumlah angklung yang akan digunakan dan instrumen pengiringny. , kemampuan pemain, memahami karakter lagu, dan target aransemen. Aransemen awal meliputi peran nada angklung, penulisan notasi angka, harmoni angklung. Rhythm pattern, bagan, dan distribusi nada Tahap akhir aransemen, dan langkah terakhir yaitu melakukan evaluasi serta revisi terhadap karya arannsemen yang sudah dibuat. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang dipadukan dengan metode komparatif korelasional yang bertujuan untuk memahami gejala tertentu secara fundamental yang didapat dari subjek dan objek penelitian lalu membandingkannya sehingga diperoleh data timbal balik sebagai sebab akibat (Lexy, 2002:. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi . tudi Data dikumpulkan dengan melakukan praktik langsung di lapangan pada wilayah beberapa institusi yang aktif dalam kegiatan bermain musik angklung seperti sekolah, universitas, gereja, dan komunitas angklung. Selain itu, data diperoleh dengan melakukan wawancara medalam bersama praktisi-praktisi angklung yang aktif dalam melakukan pelatihan musik angklung di komunitas-komunitas angklung besar seperti KABUMI-UPI dan Angklung STBA. Untuk memperoleh data yang akurat, hasil penelitian diabadikan dalam bentuk gambar, foto, dan juga notasi musik agar validitas dapat teruji (Nazir, 1998:. Penulisan ini menggambarkan mekanisme sebuah proses pada subjek dan objek penelitian dengan menggunakan pendekatan empiris dimana data penelitian diperoleh dari pengalaman bermain musik angklung, melatih musik angklung, membuat karya aransemen, dan memproduksi karya musik angklung diatonis. Fokus dalam penelitian ini adalah memperhatikan efektifitas teknik aransemen yang diaplikasikan pada medium berupa instrumen angklung diatonis sebagai sebuah objek sehingga melahirkan kesimpulan atas proses kegiatan terebut yang sifatnya natural (Winarno, 1986:. Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan PEMBAHASAN KELOMPOK UNIT ANGKLUNG Sebelum melakukan praktik aransemen, perlu dipahami perbedaan dalam kelompok unit angklung dan sistem penomoran angklung. Pemahaman ini memudahkan arranger dalam menentukan angklung yang dipakai berdasarkan jumlah dan kelompok nadanya sesuai dengan aransemen lagu yang akan dimainkan. Angklung diatonis-kromatis merupakan jenis angklung yang dipakai untuk konsep pertunjukan angklung orkestra. Jumlah angklung yang dipakai untuk setiap pertunjukan tergantung dari unit angklung yang dipakai dan jumlah pemainnya. Pengkategorian ini dirancang untuk memudahkan pelatih angklung menentukan unit angklung yang dipakai sesuai dengan jumlah pemain yang ada. Kelompok unit angklung terbagi menjadi 3 kelompok yaitu: kelompok unit kecil, kelompok unit sedang, dan kelompok unit besar (Obby 2010:. Kelompok unit kecil terdiri dari 2 set angklung melodi kecil, 7 nada bass party (G,A,B,C,D,E,F) dan 11 buah angklung accompanyment. Kelompok unit kecil ini bisa dimainkan oleh 15 hingga 20 orang. Kelompok unit sedang terdiri dari 2 set angklung melodi kecil, 1 set bass party . nada kromatis dimuali dari G-F), dan 1 set angklung Kelompok unit sedang bisa dimainkan oleh 20-35 orang. Kelompok unit besar . terdiri dari 3 set angklung melodi kecil, 2 set bass party, 1 set angklung accompanyment, dan satu set angklung co-accompanyment. Kelompok unit besar dapat dimainkan oleh 40-50 orang. Tidak ada ketentuan yang pasti untuk menentukan jumlah nada yang dipakai untuk memainkan angklung accompanyment dan angklung co-accompanyment. Penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan lagu. Jumlah angklung dapat ditambah disesuaikan dengan kebutuhan pemain, misalkan dimainkan oleh ratusan bahkan ribuan orang (Obby, 2010:. Angklung yang dibuat terdiri atas dua kelompok, yakni angklung melodi dan angklung kompanyemen. Jelajah angklung melodi mulai dari C oktaf besar hingga CAoAoAo. Sedangkan Angklung kompanyemen berperan mengiringi angklung melodi, terdiri atas tiga tabung bambu yang menerapkan nada akor (Pradoko, 2013:. Angklung Melodi Kecil Angklung melodi kecil terdiri dari dua jenis yaitu dua tabung dan tiga tabung. Perbedaan diantara keduanya terdapat pada ketebalan nada yang dihasilkan pada saat angklung digetarkan. Perbedaan lain yang signifikan adalah bentuk diantara keduanya. Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan Gambar 1. Angklung Melodi 2 tabung Sumber: (Dokumentasi Pribadi, 2. Gambar 2. Angklung Melodi 3 Tabung Sumber: (Dokumentasi Pribadi, 2. Angklung dua tabung terdiri 1 buah tabung kecil dan dua buah tabung besar. Sedangkan pada angklung 3 tabung terdiri dari 1 buah tabung kecil dan 2 buah tabung besar. Perbedaan antara tabung kecil dan tabung besar ini adalah nada yang terpaut interval sejauh satu oktaf. 1 set angklung melodi kecil terdiri dari 31 buah angklung yang dibedakan berdasarkan nomor dan nada pada masing-masing nomornya. Berikut adalah tabel nada yang terdapat dalam 1 set angklung melodi kecil mulai dari nomor 0 hingga nomor 30. Nomor Nada Nomor Nada Tabel 1. Nada yang terdapat dalam 1 set angklung melodi kecil ari nomor 0-30. Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan Angklung melodi kecil berperan untuk memainkan melodi yang memiliki range . ilayah nad. oktaf sedang hingga oktaf tinggi. Range ini ditentukan dari frekuensi yang dihasilkan oleh setiap angklung yang terdapat pada kelompok angklung melodi kecil mulai dari nomor 1-30. Angklung Melodi Besar (Bass Part. Angklung melodi besar . ass part. terdiri dari 11 buah nada yaitu G. G#. A#. C#. D#. E, dan F. Angklung bass party memiliki 2 tabung yang terdiri dari satu buah tabung kecil dan satu buah tabung besar. Perbedaan antara tabung kecil dan tabung besar ini adalah nada yang terpaut interval sejauh satu oktaf. Dari segi bentuk fisiknya tidak ada perbedaan diantara bass party dan angklung melodi kecil. Perbedaannya hanya terletak pada ukuran dan perannya masingmasing. Angklung melodi besar berperan untuk memainkan melodi yang memiliki range. ilayah nad. Angklung accompanyment dan co-accompanyment Angklung accompanyment dan co-accompanyment merupakan dua kelompok angklung yang sama-sama berperan untuk memainkan chord. Setiap angklungnya terdiri dari 4 buah tabung pada kelompok chord mayor, dan 3 buah tabung pada kelompok chord minor. Setiap tabung yang terdapat pada angklung accompanyment dan co-accompanyment merupakan kombinasi atau susunan nada berbeda yang membentuk sebuah chord. Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan Nada Pada Tabung Suara Nada Mayor C#7 D#7 F#7 G#7 A#7 Tabel 2. Nada pada tabung angklung Accompaniment Mayor Nada Pada Tabung Suara Nada Minor C#m D#m F#m G#m A#m Tabel2. Nada pada tabung angklung Accompaniment minor Perbedaan diantara keduanya adalah dari segi ukuran. Angklung accompanyment berukuran lebih besar dibandingkan angklung co-accompanyment. Penggunaan angklung accompanyment dan co-accompanyment disesuaikan dengan kebutuhan lagu. Gambar 3. Angklung accompanyment mayor . dan minor . Sumber: (Dokumentasi Pribadi, 2. Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan KONSEP ARANSEMEN Tujuan Aransemen Menurut Karl-Edmund Prier. SJ dalam Kamus Musik . Auarransemen dartikan sebagai Susunan, pengolahan. disingkat AuarsmAy/ AuarrAy. Istilah yang semula muncul dalam musik hiburan untuk menyesuaikan orkestrasi dari sebuah karya musik untuk ansambel lain, namun sekarang istilah aransemen dipakai secara lebih luas yakni untuk segala pengolahan musik termasuk vokal yang berbeda dengan komposisi asli. Hal penting yang harus diketahui untuk menggarap aransemen adalah tujuan aransemen tersebut untuk apa. Musik sebagai kelengkapan dari sebuah upacara, seperti lagu Indoensia Raya untuk mengiringi pengibaran bendera, nyanyiannyanyian untuk kerohanian di gereja, musik sebagai sarana terapi, musik sebagai sarana pendidikan, seperti musik pendidikan di sekolah-sekolah yang menggunakan musik sebagai sarana untuk meningkatkan kecerdasan, meningkatkan feeling, melatih kebersamaan. Masing-masing fungsi tersebut akan menuntut konsekwensi sendiri sendiri. Konsekwensi tersebut berkaitan dengan unsur-unsur musik . itme, nada, harmoni, tempo, dinamik, timbre, bentuk, ekspres. Arranger perlu memperhitungkan bobot lagu yang diaransemen. Lagunya seperti apa dan siapa pemainnya. Arranger akan lebih mudah melakukan eksekusi dalam berproses saat bobot lagu yang diaransemennya sesuai dengan level permainan para pemainnya. Fokus tujuan aransemen musik angklung berkaitan dengan tingkat kesulitan lagu. Maksudnya, aransemen lagu yang dibuat harus bertujuan untuk memudahkan pemain angklung sehingga tingkat kesulitan lagu harus diseuaikan dengan kategori pemain ditingkat tertentu. Tingkatan tersebut dibagi menjadi tingkat pemula, menengah, dan mahir. Pada kategori pemain tingkat pemula misalnya anak-anak TK dan SD. Metode yang digunakan adalah memainkan lagu dengan memberikan penjelasan notasi berbentuk warna, dan Angklung yang digunakan berkisar pada wilayah nada satu oktaf saja (Obby 2010:. Contoh: Gambar 4. Notasi angka penggalan kalimat awal lagu Ibu Kita Kartini Cipt. WR Supratman. Sumber: (Dokumentasi Pribadi, 2. Dikarenakan pemain angklung pada tingkatan pemula dipastikan belum memahami cara membaca notasi musik, maka notasi angka diganti dengan warna atau gambar binatang sehingga menjadi seperti berikut: Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan Gambar 5. Notasi gambar binatang Sumber: (Dokumentasi Pribadi, 2. Gambar 6. Notasi gambar binatang penggalan kalimat awal lagu Ibu Kita Kartini Sumber: (Dokumentasi Pribadi, 2. Pada tingkat pemula ini aransemen lagu hanya memainkan melodi inti tanpa adanya pola orkestrasi yang dimainkan oleh pemain angklungnya, tujuannya untuk menarik minat anak-anak agar menyukai bermain angklung sehingga proses latihan menghadirkan suasana yang Pada kategori tingkat menengah, arranger dapat mengaplikasikan metode pengajaran notasi angka dengan bobot aransemen yang sederhana. Kategori ini tidak terpaut pada usia. Contoh pemain tingkat menengah dikategorikan pada pemain angklung yang baru mengenal cara membaca notasi angka, atau baru mulai bermain angklung. Arranger sudah dapat menerapkan pola-pola orkestrasi yang sederhana berikut harmoni pembagian suaranya. Perlu juga dijelaskan tanda baca, simbol, dan perintah musik didalam notasi lagu dengan istilah-istilah yang mudah Seperti menjelaskan ketukan, tempo, birama, dan tangga nada dalam lagu yang akan Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan Contoh: Gambar 7. Notasi angka lagu Edeweiss Ciptaan Richard Rodgers Sumber : (Dokumentasi Pribadi, 2. Aransemen pada lagu AuEdelweissAy dibuat menggunakan tekhnik orkestrasi yang sederhana, dibuktikan pada contoh gambar di atas, dimana melodi utama pada baris pertama hanya diiringi harmoni chord pada baris selanjutnya di bagian bawah melodi utama. Aransemen tersebut memainkan lagu dengan tempo lambat . Dengan tempo lambat, para pemain angklung akan diberikan cukup waktu untuk menyesuaikan apa yang di baca kemudian meresponnya dengan tangan saat menggetarkan angklung. Ketukan yang dimainkan tidak melebihi not A dengan melodi yang tidak terlalu rapat. Bagan lagu pada aransemen ini pun lebih mudah untuk diikuti dengan hanya memainkan repetisi sebanyak dua kali tanpa ada bagan seperti interlude, bridge, dan coda. Aransemen lagu yang dibuat dengan sederhana tidak akan memberikan tekanan yang berat kepada pemain angklung tingkat menengah dalam proses menyelesaikan lagu. Lagu dengan bobot sederhana akan menghadirkan atmosfir latihan yang santai. Pengaruh pada pemain angklung adalah minimalnya stress yang dirasakan. Selain pada pemain, pelatih angklung pun akan lebih mudah dalam melakukan eksekusi proses latihan dengan tingkat stress yang ringan. Karakteristik aransemen lagu seperti ini tidak akan memakan banyak waktu dan dapat segera Durasi latihan yang dilakukan tidak akan memakan banyak waktu sehingga dapat lebih menghemat tenaga dan juga pikiran. Pada kategori tingkat mahir, arranger sudah menerapkan metode pengajaran dengan notasi angka dengan bobot aransemen yang berat dan menantang. Aransemen lagu yang ditujukan Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan pada level permainan tingkat mahir dibuat untuk keperluan pertunjukan besar dan lomba-lomba Contoh pemain pada tingkat mahir ialah pemain-pemain angklung yang telah berpengalaman dan memiliki jam terbang yang cukup lama sebagai pemain angklung seperti di universitas, komunitas angklung, sanggar, dan kegiatan ekstrakurikuler angklung di sekolahsekolah SMP dan SMA. Arranger dituntut untuk membuat aransemen lagu dengan bobot yang berat dengan menerapkan pola-pola orkestrasi yang rumit. Contoh: Gambar 8. Notasi Angka lagu AuTheyDonAot Care about UsAy Ciptaan Michael Jackson Sumberz: (Dokumentasi Pribadi, 2. Aransemen lagu AuThey DonAot Care about UsAy ini dibuat dengan pola-pola orkestrasi yang cukup rumit dibuktikan pada contoh di atas. Tempo lagu ini Andante yang berarti cepat dengan melodi yang rapat. Orkestrasinya tidak hanya sebatas pada pengembangan harmony chord, diterapkan pula pola-pola suara dua dan tiga yang diiringi filler1 di bagian baris ke tiga dan ke Lagu dengan tempo cepat cenderung membuat artikulasi suara angklung tidak terdengar begitu jelas, hal ini diakali dengan permainan staccato2 agar artikulasi angklung terdengar jelas walaupun bermain dalam tempo cepat serta melodi yang rapat. Bagan lagu pada aransemen ini pun dibuat bervariasi. Terdapat bagan intro, song, bridge, chorus, interlude, dan coda. instrumen yang mengisi, biasanya pada akhir kalima. , atau instrumen yang memainkan counter melodi . elodi yang meng-kaunter melodi pokok (Singgih 2013: . 2 Memaikan not secara pendek-pendek. Ditandai dengan symbol (I) pada bagian atas not angka (Obby 2010: . Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan Aransemen pada tingkat mahir akan memberikan tekanan yang cukup tinggi kepada pemain dan juga pelatihnya. Banyak tuntutan berupa mematuhi perintah-perintah musikal yang rumit agar lagu dapat dimainkan dengan sempurna. Lagu dengan bobot berat akan memacu adrenalin pemain angklung dan juga pelatihnya. Menggarap lagu dengan bobot berat akan memakan banyak waktu dan memerlukan banyak pertemuan untuk menyelasaikan lagu ini hingga Stamina dan pikiran akan lebih banyak terkuras. Untuk menghindari stress, pelatih angklung hatus tetap memiliki prinsip menjaga atmosfir latihan dengan suasana yang menyenangkan. Untuk arranger pemula, tujuan menciptakan aransemen sebaiknya untuk tujuan meningkatkan kreatifnya . usik absolu. , bukan untuk tujuan yang lainnya. Jika aransemen bertujuan untuk meningkatkan dan mengekspresikan kreatifnya maka tidak bibatasi oleh ramburambu yang terkait dengan tujuannya. Arranger bebas menuangkan ide kreatifnya tanpa dibatasi oleh hal apapun . etapi tetap dibatasi oleh aturan-aturan teori musi. , sehingga dalam hal ini imajinasi dan fantasi sangat penting (Singgih, 2013:. Instrumen Dalam konsep pertunjukan angklung diatonis pemilihan instrumen pegiring menjadi salah satu faktor yang menentukan interpretasi sebuah lagu. Umumnya, instrumen musik yang digunakan dalam pengemasan pertunjukan angklung orkestra adalah angklung melodi kecil yang dikombinasikan dengan bass party, angklung accompanyment, contra bass, dan cymbal. Pemilihan instrumen tersebut merupakan standar umum dengan pertimbangan untuk lebih menonjolkan suara angklung . awancara dengan Edi Permadi pada 7 November 2. Tidak ada ketentuan ataupun aturan khusus dalam menentukan instrumen yang akan digunakan dalam pertunjukan angklung diatonis. Arranger bebas memilih instrumen apa saja untuk digunakan sebagai pelengkap pertunjukan sesuai dengan kebutuhan lagu. Namun dalam hal ini seorang arranger dituntut untuk bijak dalam menentukan instrumen musik non-angklung. Banyak aspek penting yang menjadi pertimbangan seorang arranger sebelum menentukan instrumen musik non-angklung yang akan Arranger perlu mengetahui karakteristik setiap instrumen musik yang akan digunakan. Instrumen musik non-angklung diharapkan memiliki karakter suara yang sesuai untuk dikombinasikan dengan suara angklung. Arranger perlu memahami teknik balancing antara instrumen yang satu dan lainnya. Teknik balancing dalam musik adalah teknik memainkan volume suara antar instrumen yang diatur sesuai dengan kapasitas indra pendengaran manusia (Miller, 1. Seluruh instrumen musik yang dimainkan harus berperan sesuai dengan kapasitas dan tugasnya masing-masing. Kesimpulannya, pemilihan instrumen musik non-angklung yang dimainkan dalam konsep pertunjukan angklung Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan orkestra diharapkan untuk tidak berpotensi menutupi dominasi suara angklung. Tentu saja suara angklung harus lebih mendominasi dibandingkan instrumen musik lainnya dalam konsep pertunjukan angklung orkestra . awancara dengan Aan Handoyo Pada 8 November 2. Kemampuan Pemain Hal yang perlu dipertimbangkan dalam membuat aransemen adalah kesesuaian level permainan musisi dengan tingkat kesulitan lagunya. Pemain tingkatan pemula dan menengah akan kesulitan jika memainkan musik yang tingkat kesulitannya diatas keterampilan mereka sehingga hasil aransemen jauh dari yang diharapkan. Sebaliknya, jika para musisi sudah memiliki kemampuan bermain yang baik sementara tingkat kesulitan lagunya berada dibawah keterampilan mereka maka cenderung akan memberikan kesan yang membosankan (Singgih, 2013:. Selain mendeteksi kemampuannya sendiri, seorang arranger perlu memiliki keahlian untuk mendeteksi kemampuan pemain angklung sebagai objek untuk mengaplikasikan ide dan Seorang arranger perlu menyesuaikan tingkat kesulitan lagu dengan tingkat kemampuan pemainnya. Hal ini menjadi pertimbangan untuk meminimalisir kendala yang dihadapi selama proses penggarapan. Pemilihan lagu yang sudah disesuaikan dengan kemampuan pemain akan mempermudah proses penggarapan. Untuk memainkan sebuah aransemen dalam angklung diatonis, musisi perlu memiliki kemampuan membaca notasi angka. Notasi angka dipilih dengan pertimbangan agar lebih mudah dimengerti oleh seluruh musisi angklung, karena pada umumnya pemain angklung tidak memiliki latar belakang musik akademis. Masalah yang sering dijumpai berkaitan dengan hal ini adalah kemampuan yang tidak merata diantara seluruh musisi dalam membaca notasi angka. Bermain musik memang tidak selalu menuntut untuk menguasai cara membaca notasi (Singgih, 2013: . Tetapi dalam konsep pertunjukan angklung diatonis seluruh pemain angklung perlu memiliki kemampuan untuk membaca notasi, karena berkaitan dengan aturan untuk menggetarkan angklung di waktu yang tepat sesuai dengan panduan yang tertera dalam notasi. Arahkan juga pemain untuk menyanyi dan membaca mengikuti ketukan birama, sehingga bunyi angklungnya akan bersambungan dari nada satu ke nada yang lain. Istilah ini dikenal dengan 3M . enyanyi, membaca, menyambun. (Obby 2010: . Memahami Karakter Lagu Ditinjau dari jenis aransemennya, terdapat dua jenis musik yaitu musik vokal dan Namun juga terdapat aransemen musik instrumental yang melodinya menggantikan melodi vokal. Dalam konsep pertunjukan angklung orkestra, instrumen angklung memiliki peran Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan yang berbeda. Pada musik instrumental, angklung berperan memainkan melodi-melodi inti, sedangkan dalam musik vokal angklung berperan menjadi instrumen pengiring vokal. ARANSEMEN AWAL Pada langkah ini terdapat beberapa tahapan yang perlu dilalui oleh seorang arranger. Tahapan tersebut meliputi: . menentukan lagu, . tangga nada . ey signatur. , . birama/sukat . ime signatur. , . tempo, . menentukan pola iringan (Rhythm patter. , dan menenuangkan fantasi arranger dalam menentukan suasana musik yang akan disampaikan (Singgih, 2013: . Contoh: Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan Tahapan tersebut merupakan struktur yang dibuat untuk mempermudah arranger dalam membuat karya aransemen. Pada langkah aransemen awal, hal yang perlu menjadi perhatian adalah cara yang tepat untuk mengaplikasikan gagasan yang ada dalam benak arranger. Maksudnya, pada tahap pencarian ide aransemen, seorang arranger harus memiliki medianya sendiri untuk mencatat ataupun merekam ingatannya ketika ide dan konsepnya terlahir. Sering kali ide muncul begitu saja, maka ide terebut harus ditangkap dan direspon dengan berbagai macam Bisa dituangkan kedalam catatan, membuat rangka notasi, merekam audio, ataupun caracara lain yang hanya bisa dipahami arranger-nya sendiri. Hal ini dilakukan agar ide yang sudah ditangkap dapat dikembangkan pada waktu yang tepat saat melakukan proses aransemen. Peran Nada Angklung Dalam menuangkan konsep aransemen pada angklung orkestra, arranger perlu memahami sistem penomoran dan nada pada angklung (Obby, 2010: . Hal ini akan mempermudah arranger untuk menentukan nada dan jumlah angklung yang akan digunakan. Pada penulisan notasi angka, seluruh solmisasi dituliskan dalam bentuk angka yang akan dijelaskan dalam tabel berikut. Solmisasi Sel le/sa Not Angka Tabel 3. Solmisasi dan Not Angka Terdapat rumus yang perlu dipahami untuk menentukan tangga nada . ey signatur. yang akan dipakai dalam aransemen. Rumus tersebut diuraikan kedalam tabel berikut. Nomor Nada Tabel 4. Nomor Angklung dan Nadanya Terdapat 11 nomor angklung melodi kecil yang berurutan mulai dari nomor 0-11. Setiap nomor memiliki perannya masing-masing mewakili seluruh nada yang terdapat pada tangga nada diatonis-kromatis. Ke-Sebelas nada ini merupakan acuan untuk menentukan nomor angklung yang dipilih sebagai nada AodoAo pada oktaf pertama di masing-masing tangga nada. Contoh: A Pada tangga nada AoCAo Mayor maka nomor angklung yang berperan sebagai nada AodoAo adalah angklung nomor Ao6Ao Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan Tabel 5. Nomor Angklung dan Nadanya pada Tangga Nada C Mayor A Pada tangga nada AoGAo Mayor maka nomor angklung yang berperan sebagai nada AodoAo adalah angklung nomor Ao1Ao Tabel 6. Nomor Angklung dan Nadanya pada Tangga Nada G Mayor A Pada tangga nada AoFAo Mayor maka nomor angklung yang berperan sebagai nada AodoAo adalah angklung nomor Ao11Ao Tabel 7. Nomor Angklung dan Nadanya pada Tangga Nada F Mayor Rumus ini berlaku untuk menentukan nomor angklung yang memerankan nada AodoAo pada setiap tangga nada yang terdapat dalam 12 nada diatonis-kromatis. Mencari nomor angklung yang memerankan nada AodoAo adalah hal yang pertama kali dilakukan. Jika nada AodoAo sudah dapat ditentukan maka selanjutnya arranger dapat mengetahui peran nada pada masing-masing nomor Penulisan Notasi Angka Untuk menuangkan idenya, seorang arranger perlu menuliskan ide musikalnya kedalam bentuk notasi. Pada aransemen angklung diatonis, jenis notasi yang biasa digunakan adalah notasi Notasi angka dipilih karena dianggap lebih mudah untuk dimengerti sehingga pemain angklung dapat lebih mudah memahami isi lagu yang akan dimainkan. Umumnya kelompok musisi angklung bukan merupakan kelompok yang memiliki latar belakang musik akademis walaupun ada Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan beberapa yang berlatar belakang musik akademis . awancara bersama Edi Permadi pada 7 November 2. Elemen-elemen yang terdapat pada tata cara penulisan notasi angka aransemen angklung diatonis adalah: simbol not angka, simbol titik atas dan bawah yang menunjukan perbedaan oktaf, nilai ketukan, tanda istirahat, dan simbol musikal yang mengadopsi tata cara penulisan not balok musik barat. Simbol Not Angka Gambar 10. Nada-nada dalam satu oktaf tangga nada C Mayor pada penulisan notasi balok Sumber: . ttp://blog. isi-dps. id/febrihastiyanto/belajar-teori-musik-dasar-dan-membaca-notasi-balok. Secara visual, penulisan notasi balok membedakan setiap nada dengan letak garis paranada dan ruang diantara garis paranada. Nada pada baris yang sama akan menjadi berbeda jika dimainkan pada tangga nada tertentu. Pada contoh di atas . angga nada C Mayo. , nada AudoAy terletak pada garis bantu pertama di bagian bawah. Gambar 11. Nada-nada dalam satu oktaf tangga nada C Mayor pada penulisan notasi balok Sumber: . ttps://w. com/2019/04/merubah-not-angka-ke-not-balok-nada- d. html?m=1. Letak nada AudoAy pada tangga nada D Mayor berada di bawah garis pertama. Penentuan nada pada penulisan notasi balok dibedakan pada letak garis dan juga tanda Au#Ay yang menunjukan suatu tangga nada. Pada notasi angka, perbedaan nada ditunjukan oleh simbol angka, dan tidak terpengaruh terhadap tangga nada yang dimainkan. Sebelumnya perlu dijelaskan terlebih dahulu dibagian atas Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan partitur yang diterangkan pada subbab Auaransemen awalAy yang menunjukan lagu itu bermain di tangga nada apa. Berikut adalah contoh penulisan notasi angka SOL Titik Atas dan Titik Bawah yang Membedakan Oktaf Pada penulisan notasi balok, perbedaan oktaf ditunjukan dengan letak nada pada garis Gambar 12. Nada-nada dalam satu oktaf tangga nada C Mayor pada penulisan notasi balok Sumber: . ttp://blog. isi-dps. id/febrihastiyanto/belajar-teori-musik-dasar-dan-membaca-notasi-balok. Pada penulisan notasi angka perbedaan oktaf ditunjukan dengan simbol titik. Jika titik berada di bagian atas nada, berarti nada tersebut berada di oktaf tinggi. Jika titik tersebut berada di bagian bawah nada, berarti nada tersebut berada di oktaf bawah. Keterangan: do oktaf natural . ibaca d. do oktaf tinggi . ibaca do tingg. do oktaf rendah . ibaca do renda. Nilai Ketukan dan Tanda Istirahat Perbedaan nilai ketukan dan istirahat pada notasi balok: Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan Gambar 13. Penulisan Nilai Ketukan dan Tanda Istirahat pada Not Balok Sumber: . ttps://brainly. id/tugas/2319374, 2. Pada notasi angka, nilai ketukan ditunjukan dengan simbol titik yang diletakkan di samping Jumlah ketukan bergantung pada jumlah titik yang diletakkan di samping nada tersebut. Contoh: Gambar 14. Notasi angka penggalan kalimat awal lagu Ibu Kita Kartini Cipt. WR Supratman. Sumber: (Dokumentasi Pribadi, 2. Gambar di atas menunjukan perbedaan nilai ketukan pada setiap nada ditulis dengan jumlah titik di samping nada, dan garis horizontal di bagian atas nada. Tanda istirahat dituliskan dengan simbol angka AunolAy . Keterangan: 1 = Tanda birama 4/4 yang berarti dalam satu birama terdapat 4 ketuk, dan not A dibaca 1 ketuk. 2 = Nilai ketukan satu setengah ketuk, setelah nada AudoAy terdapat satu titik di bawah garis Garis horizontal tersebut menandakan not 1/8 yang bernilai setengah ketuk. Apabila terdapat tanda titik di bagian bawah kiri garis horizontal, titik tersebut menandakan tambahan nilai ketukan dari nada yang ditulis sebelumnya. 3 = Nilai ketukan setengah ketuk ditandai dengan garis horizontal yang terdapat paada bagian atas Garis horizontal tersebut menandakan not 1/8 yang bernilai setengah ketuk. Nada AureAy pada notasi tersebut memiliki nilai ketukan sebanyak setengah ketuk. 4 = Nilai ketukan satu ketuk. Nada AudoAy yang ditandai merupakan not A yang memiliki nilai ketukan satu ketuk. Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan 5 = Nilai Ketukan dua ketuk. Terdapat satu buah titik setelah nada AusolAy. Titik tersebut menandakan kepanjangan dari nada sebelumnya yitu AusolAy. Nada AusolAy memiliki nilai ketukan sebanyak dua 6 = Nilai ketukan empat ketuk. Terdapat tiga buah titik setelah nada AudoAy. Titik tersebut menandakan kepanjangan dari nada seblumnya yaitu AudoAy. Nada AudoAy tersebut memiliki nilai ketukan sebanyak empat ketuk. 7 = Tanda istirahat yang ditandai dengan simbol angka Au0Ay. Jika terdapat satu buah simbol Au0Ay itu menandai tanda istirahat sebanyak satu ketuk. Begitu pun selanjutnya jika terdapat dua angka Au0Ay, berarti istirahat sebanyak dua ketuk. 8 = Tanda istirahat sebanyak dua ketuk. Berikut adalah contoh aransmen angklung diatonis yang menggunakan system notasi Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan Penggunaan notasi angka bertujuan untuk mempermudah proses latihan karena akan lebih cepat untuk diadaptasi oleh pemain angklung yang umumnya non-akademisi musik. Untuk penggunaan simbol dan perintah musikal, penulisan notasi angka dalam konsep pertunjukan angklung orkestra masih mengadaptasi aturan-aturan musik barat. Penggunaan notasi balok juga diperbolehkan, namun dalam praktiknya cenderung akan memakan waktu lebih lama jika pemain angklung belum menguasai cara membaca notasi balok yang biasanya dipelajari dalam pembelajaran musik akademis. Harmoni Angklung Harmoni dalam musik merupakan aturan memadukan beberapa nada dengan jarak interval berbeda pada masing-masing nada yang dibunyikan secara serentak. Dapat juga dikatakan sebagai ilmu untuk menyusun dan memadukan chord (Korsakof, 1964: . Untuk aturan harmoni dalam musik angklung diatonis tentu saja berbeda dengan aturan pada paduan suara yang dikenal dengan sistem SATB . oprano, alto, tenor, bas. Jika sistem SATB mempertimbangkan range nada yang dimiliki pada setiap karakter vokal. Pada angklung diatonis penyusunan harmoni suara lebih mempertimbangkan pada balancing frekuensi low, high,dan middle. Banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan nada yang akan dimainkan oleh angklung. Setiap nada merupakan pertimbangan matematis yang menuntut kepekaan, imajinasi, serta pengetahuan seorang arranger dalam ilmu teori musik barat. Dalam menentukan melodi, suara angklung tidak harus selalu memainkan chord, bisa saja hanya memainkan satu line motif melodi inti karena ada instrumen lain yang berperan untuk memainkan chord. Teknik mengaplikasikan ilmu harmoni dalam musik angklung diatonis didasari kemampuan arranger untuk mempertimbagkan banyak aspek seperti dinamika, tempo, dan interpretasi musik. Pada aransemen musik angklung diatonis terdapat berbagai cara menerapkan ilmu harmoni musik barat. Cara tersebut dibagi menjadi beberapa kategori diantaranya unisono, harmoni dua suara, chord, mic method. Unisono Contoh: Notasi di atas merupakan penggalan kalimat pertama lagu tanah air ciptaan Ibu Sud. Unisono merupakan rangkaian melodi yang hanya terdiri dari satu line . atu suar. , tanpa diiringi melodi angklung yang berperan sebagai chord. Teknik unisono ini digunakan untuk menghadirkan dinamika pelan agar lebih menonojolkan suara angklung. Selain itu teknik ini juga dipakai untuk memberikan kesan anti klimaks. Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan Harmoni dua suara Teknik harmoni dua suara ini terdapat beberapa pilihan. Pada line kedua dibawah line pertama yang merupakan melodi utama, dapat diterapkan pola suara dua atau hanya sebagai filler melodi-melodi pemanis Contoh 1 : Suara 1 dan suara 2 Melodi utama Melodi suara 2 Untuk pengambilan melodi suara dua, diusahakan untuk tidak mengambil melodi pada oktaf yang sama dengan melodi utama. Hal ini untuk menghindari suara angklung yang terlalu bergemuruh sehingga artikulasinya tidak jelas. Ambillah suara dua pada oktaf yang berbeda dari oktaf melodi utama. Bisa pada satu oktaf lebih rendah seperti contoh di atas, atau satu oktaf lebih Dengan begitu artikulasi suara angklung satu dan dua akan terdengar jelas. Contoh 2 : Suara 1 dan filler . elodi pemani. Melodi utama Melodi filler Teknik melodi filler . digunakan sebagai melodi pengiring melodi utama. Melodi filler tidak termasuk pada golongan melodi chord. Walaupun begitu, usahakan melodi filler yang digunakan tidak menyimpang dari chord yang dimainkan. Hadirnya filler pengiring melodi utama akan memperkaya harmoni aransemen. Sehingga motif-motif lagu menjadi lebih berwarna. Chord Chord . merupakan penggabungan tiga melodi atau lebih yang dimainkan pada waktu yang bersamaan. Teknik chord yang dipakai pada aransemen angklung diatonis masih menggunakan timbre yang sama oleh instrumen angklung. Melodi yang diterapkan merupakan penggabungan dari angklung melodi kecil dan bass party . elodi besa. Penerapannya pada aransemen angklung diatonic bisa menggunakan dua line atau lebih sesuai kebutuhan lagu dan imajinasi arranger. Contoh : Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan Penggunaan chord pada aransemen angklung diatonis diusahakan untuk tidak terlalu Dalam artian tidak menutupi volume dari melodi utama. Melodi utama yang terdiri dari satu line dimainkan bersama chord yang terdiri dari dua line bahkan lebih harus dimainkan menggunakan teknik balancing yang baik. Untuk mengakali hal ini arranger memberikan instruksi kepada pemain angklung yang memainkan melodi utama untuk menggetarkan angklungnya dengan power yang agak keras, sementara untuk pemain angklung yang memainkan chord menggetarkan angklungnya dengan power yang pelan. Power yang digunakan bergantung pada tenaga di tangan para pemain angklung. Diusahakan teknik balancing ini dijadikan prinsip pemain angklung agar interpretasi lagu dapat tersampaikan dengan baik. Mix Method Mix method merupakan teknik penggabungan antara pengunaan harmoni dua suara . uara dua dan fille. dan chord. Melodi Utama Penggunaan mix method dalam aransemen angklung diatonis tetap memakai prinsip teknik balancing yang baik agar artikulasi setiap nada dapat terdengar dengan jelas sehingga interpretasi lagunya tersampaikan dengan baik. Setiap arranger mempunyai kesamaan dalam menentukan akor dasar, atau secara AonaluriAo akor dalam sebuah melodi mempunyai kecenderungan yang sama. Arranger pemula biasanya Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan memilih akor yang sederhana sesuai dengan pengalaman dan pengetahuannya mengenai akor. Naluri ini terbentuk dari kehidupan sehari-hari dengan mendengar musik-musik, secara sengaja ataupun tidak (Singgih, 2013: . Penerapan teknik harmoni pada aransemen angklung diatonis bergantung pada wawasan, pengalaman, dan pengetahuan arranger tentang musik barat dan pengetahuan musik angklungnya. Banyaknya pengalaman dan pengetahuan seorang arranger tentang ilmu harmoni akan menentukan kualitas aransemen sebuah lagu Rhythm Pattern Rhythm pattern atau bisa disebut dengan pola iringan merupakan pola ritmis yang menghasilkan irama tertentu sebagai penguat karakter lagu. Rhythm pattern merupakan unsur yang sangat penting dalam sebuah lagu karena karakter lagu dapat dikenali melalui pola iringan yang dimainkan (Singgih, 2013: . Instrumen musik yang biasanya berperan untuk menentukan Rhythm pattern sebuah lagu adalah perkusi dan bass. Terdapat pola irama yang sudah baku pada light music . stilah ini untuk menyebut jenis musik yang bukan klasi. seperti: 8 beat, 12 beat, 16 beat, bossanova, swing, samba, cha-cha, waltz, dan masih banyak lagi irama-irama yang lainnya yang sudah umum dikenal. Dalam menentu-kan pola irama ini seorang arranger dapat menggunakan pola-pola irama yang sudah umum seperti di atas, dengan atau tanpa memodifikasi. Bagi seorang arranger tingkat menengah ke atas akan membuat pola iringan sendiri, jika diperlukan akan menciptakan sendiri. Menurut Edi Permadi . awancara pada 7 November 2. , penggunaan instrumen pengiring angklung diatonis diusahakan menggunakan alat musik akustik yang frekuensinya selaras dengan timbre suara angklung. Kekurangan pada instrumen angklung adalah minimnya ornamentasi . anya terdapat teknik digetar dan dicentok/staccat. Maka dari itu instrumen pengiring yang dipilih tidak berpotensi untuk menutupi dominasi dari suara angklung. Menurut Aan Handoyo . awancara pada 8 November 2. , tidak ada patokan bagi seorang arranger dalam memilih instrumen pengiring dalam aransemen angklung diatonis. Hal yang terpenting adalah instrumen pengiring yang dipilih tidak menutupi dominasi dari suara angklung. Pada aransemen angklung diatonis, umumnya alat musik pengiring yang digunakan adalah angklung accompaniment Ae co accompaniment, contra bass, bass bamboo, perkusi atau cymbal (Obby, 2010: Pemilihan instrumen tersebut berdasarkan kesesuaian dengan timbre suara angklung sebagai instrumen pondasi yang menciptakan irama tertentu . ola Rhyth. Cara penulisan pola instrumen pengiring dalam notasi angka diurutkan berdasarkan perannya masing-masing dalam sebuah lagu. Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan Contoh: Gambar 16. Notasi Angka lagu AuMy WayAy Ciptaan Claude Francois Sumber: (Data Pribadi, 2. Keterangan: Ak = Angklung Accompanyment Akl = Angklung CB = Contra Bass Pola iringan angklung accompanyment diletakkan di atas melodi angklung dan diberi warna merah, sementara pola angklung diletakkan di tengah dan berwarna hitam, serta contra bass diletakkan dibagian bawah dan diberi warna biru. Tata letak dan pengelompokan warna bertujuan agar para pemain dapat dengan mudah membaca notasi sehingga dapat membedakan setiap instrumen yang dimainkan oleh masing-masing pemain. Apabila terdapat instrumen lain seperti perkusi, string, dan alat musik lainnya arranger hanya tinggal menambahkan keterangan di bagian akhir partitur agar pemain atau siapapun yang membaca notasi angka tersebut mengerti maksud yang disampaikan oleh arranger. Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan Distribusi Angklung Distribusi angklung merupakan istilah untuk merincikan seluruh nada yang dipakai dalam sebuah lagu, dan menentukan jumlah angklung yang dipakai sesuai dengan jumlah pemain. Teknik mendistribusikan angklung berkaitan dengan unit angklung yang dimiliki, jumlah nada yang dipakai dan jumlah personil yang memainkannya. Distribusi angklung yang baik adalah setiap pemain mendapatkan angklung dengan peran yang merata ketika memainkannya, pemain terhindar dari angklung yang dimainkan secara bersamaan oleh satu orang lebih dari satu buah melodi atau bentrok, dan angklung terbgai secara Sementara, distribusi angklung yang kurang baik adalah setiap orang tidak mendapatkan kesempatan memainkan angklungnya secara merata, terdapat pemain angklungyang memainkan lebih dari satu buah melodi dalam waktu bersamaan (Wiramihardja, 2010:. Terdapat standar yang perlu dijadikan acuan untuk menguasai teknik distribusi angklung. Standar tersebut mengacu pada masing-masing unit angklung. Unit angklung kecil cocok untuk dimainkan oleh personil sebanyak `15-20 orang. Unit angklung sedang cocok untuk dimainkan oleh personil sebanyak 20-35 orang. Unit angklung besar cocok untuk dimainkan oleh personil sebanyak 40-50 orang. Tidak ada ketentuan yang mutlak dalam penggunaan jumlah angklung yang harus dipakai dalam konsep pertunjukan angklung orkestra. Penyesuaian jumlah angklung dan jumlah personil yang disebutkan merupakan pertimbangan matematis yang didasari alasan untuk mempermudah seorang arranger dan musisi angklung dalam proses penggarapan. Sebelum mempertimbangkan perbedaan jumlah angklung berdasarkan frekuensinya. Maksudnya, ada perbandingan diantara jumlah bass party dan angklung melodi kecil. Perbandingan ini bertujuan untuk menciptakan balancing suara saat lagu dimainkan. Umumnya penggunaan bass party lebih sedikit dibandingkan penggunaan angklung mlodi kecil. Terdapat rumus perbandingan yang dapat dijadikan acuan dalam teknik mendistribusikan angklung. Rumus tersebut akan dijelaskan dalam contoh seperti : A 1x2 = penggunaan bass party sebanyak 1 set dan angklung melodi kecil sebanyak 2 set. A 2x3 = penggunaan bass party sebanyak 2 set dan angklung melodi kecil sebanyak 3set. A 2x4 = penggunaan bass party sebanyak 2 set dan angklung melodi kecil sebanyak 4set. Arranger perlu mempertimbangkan rumus yang digunakan dan menyesuaikannya berdasarkan jumlah angklung dan pemain yang ada. Penggunaan rumus tersebut bertujuan untuk mengaplikasikan teknik balancing, memberikan kenyamanan pada pendengar sesusai dengan standar frekuensi yang dapat diterima manusia dan menghindari ketidakseimbangan frekuensi seperti suara yang terlalu bergemuruh saat angklung dimainkan. Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan TAHAP AKHIR ARANSEMEN Pada tahap ini pertama kali yang dilakukan adalah menyusun materi-materi aransemen yang sudah digarap pada proses sebelumnya, yaitu pada langkah kedua . ransemen awa. dan langkah ketiga . odifikasi/ mencari ide-ide bar. Materi-materi disusun secara global, sehingga aranjer melihat nuansa setiap bagian garapan secara menyeluruh. Sebelum penyusunan secara global itu dilakukan, perlu melihat kembali satu per satu semua hasil materi yang telah dikerjakan secara rinci. Setiap hasil materi dalam bentuk notasi musik dilihat secara seksama dan dibayangkan atau diimajinasikan seluruh nadanya satu persatu dan secara menyeluruh atau secara vertikal. Arranger adalah seorang imajinator sehingga langkah ini harus dilakukan dan dikembangkan (Singgih, 2013:. Bagi seorang arranger yang mempunyai fasilitas lengkap seperti perangkat audio dan program software penulisan notasi musik, program tersebut akan sangat membantu terutama bagi arranger pemula yang baru belajar. Sangat disarankan bahwa setiap arranger sebaiknya menguasai program penulisan notasi musik karena program tersebut menawarkan banyak kemudahankemudahan. Dengan menggunakan perangkat itu seorang arranger dapat mendengarkan hasil aransemen yang telah dikerjakan, walaupun hal itu bersifat tidak mutlak, selain itu sangat praktis untuk mempartisi notasi musik untuk masing-masing instrumen . embagibagi tulisan musik/notasi untuk masing-masing part/extract par. , sehingga tidak harus menyalin satu persatu setiap instrumen. Banyak pengalaman terjadi bahwa ide yang muncul secara spontan hasilnya terkadang lebih bagus daripada yang sudah dirancang secara sungguh-sungguh pada proses sebelumnya. Sebenarnya ide yang spontan bukan saja muncul tanpa sebab, tetapi hal itu merupakan pemunculan gagasan yang telah dirancang pada proses sebelumnya dan baru muncul pada saat sesudahnya, karena langkah ini merupakan langkah yang keempat yang merupakan langkah terakhir proses penggarapan, karena pada langkah kelima atau langkah terakhir. EVALUASI DAN REVISI Pada langkah kelima sebagai langkah terakhir ini terdiri dari: mendengarkan hasil aransemen secara seksama, mengevaluasi dan merevisi, lalu menginkubasi. Mendengarkan hasil aransemen ada beberapa macam kondisi. Pada tahapan ini, seorang arranger berperan sebagai pengelola proses garapan yang terdiri dari empat macam tugas yaitu. merencanakan, mengatur, mengarahkan, dan mengevaluasi (Davies. Jika seorang arranger merancang aransemennya menggunakan program MIDI dengan program perekaman maka proses evaluasi dan revisi akan lebih mudah karena hasil aransemen dapat didengarkan. Lain halnya dengan aransemen yang Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan dirancang menggunakan font khusus untuk menuliskan not angka, karena suatu keterbatasan maka arranger untuk sementara tidak dapat mendengar hasil aransemen karena perancangannya menggunakan sistem pengetikan not angka, sehingga apa yang dirancang dari program tersebut sifatnya sebagai acuan saja. Hal yang paling ideal adalah memainkan langsung aransemen lagu tersebut langsung dengan pemain musiknya. Setelah arranger mendengar dan mengevaluasi secara seksama hasil aransemennya secara utuh maka arranger dapat menemukan apa saja kekurangan yang terdapat pada aransemen lalu menyempurnakannya. Evaluasi dalam hal ini mempunyai beberapa arti, mengevaluasi nada-nada yang salah tulis, mengevaluasi bagian bagian yang menurut arrangernya tidak sesuai ekspektasi sehingga perlu dirubah secara konsep musikal, atau dapat juga arranger ingin mengembangkan bagian-bagian tertentu yang dianggap perlu. Dalam hal ini dibutuhkan kesungguhan dan keuletan seorang Inkubasi dalam kaitanya dengan langkah ini adalah proses seorang arranger yang melakukan relaksasi pikirannya untuk melupakan konsentrasi atau mood setelah menyelesaikan garapan aransemennya (Singgih: 2013,. Waktu yang dibutuhkan untuk tahap inkubasi ini adalah bersifat relatif. Ini sangat disarankan karena setelah arranger keluar dari suasana konsentrasi untuk mengerjakan sebuah aransemen dan setelah proses inkubasi tersebut arranger akan mempunyai energi baru dan ketika melihat hasil aransemennya yang sebelumnya dapat mengevaluasi secara mudah, alamiah sehingga pertimbangan-pertimbangan evaluasi tersebut jauh lebih bagus. Berdasrakan proses AoinkubasiAo tersebut langkah mendengarkan hasil kemudian mengevaluasi dan merevisi hasil aransemen dilakukan lebih dari satu kali. KESIMPULAN Kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang arranger angklung diatonis adalah menginterpretasikan lagu sesuai dengan imajinasinya untuk kemudian dieksekusi bersama seluruh pemain angklung. Terdapat aspek-aspek penting yang harus dikuasai oleh seorang arranger angklung diatonis agar memiliki kemampuan mengaransemen yang baik. Kemampuan untuk mengaransemen musik angklung dapat dikuasai dengan cara bertahap. Tahapan yang paling dasar adalah penguasaan teori dasar musik barat. Setelah itu terdapat tahapan lanjutan karena penguasaan teori musik saja tidaklah cukup sebagai bekal seorang arranger untuk menghasilkan karya aransemen musik angklung. Tahapan selanjutnya adalah wawasan mengenai musik Selain memahami karakteristik angklung, hal spesifik lainnya yang harus dipahami dari konsep pertunjukan angklung diatonis adalah sistem penomoran angklung yang harus dikuasai. Seorang arranger perlu mendeteksi kemampuannya sendiri dalam menentukan langkahlangkah yang harus ditempuh untuk mengasilkan sebuah karya aransemen. Kemampuan musikal Jurnal Awilaras Vol Vi No. 1 Juni 2021. Qadaris. Ruchimat. Nalan serta wawasan seorang arranger akan menentukan kualitas aransemen itu sendiri. Maka dari itu, seorang arranger dapat menciptakan sebuah karya aransemen sesuai dengan wawasan dan kemampuan yang dikuasainya. Teknik aransemen yang dirumuskan tidaklah mutlak sebagai langkah yang wajib ditempuh oleh seorang arranger. Seorang arranger bebas untuk mengembangkan caranya mengaransemen lagu sesuai dengan gaya dan mood nya. Mencari inovasi dan mengembangkan gagasan musikal adalah proses yang harus terus dilakukan untuk menghasilkan karya yang berkualitas. Fenomena yang sering kali dijumpai adalah kendala seorang arranger untuk menyusun langkah yang perlu ditempuh untuk mulai melakukan proses aransemen. Penelitian mengenai teknik aransemen angklung diatonis ini diharapkan dapat mempermudah arranger untuk mengembangkan kemampuannya dalam melakukan aransemen khususnya di bidang musik angklung diatonis. Artikel ini merupakan penelitian yang disusun berdasarkan wawancara, studi pustaka, dan pengalaman empirik penulis selama berkarir sebagai praktisi angklung. DAFTAR PUSTAKA