Analisis perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing dan variabel costing untuk menentukan harga jual pada UMKM Kripik Pisang Chelsilo Ricky Wati Corresponding author: rickywati064@student. Sam Ratulangi University - Indonesia David P. Saerang Sam Ratulangi University - Indonesia Natalia Y. Telly Gerungai Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. ABSTRACT The increasingly complex and competitive business environment requires micro, small, and medium Keywords enterprises (MSME. to manage accurate cost goodsinformation in determining production costs and selling This study aims to analyze the calculation of cost full costing of goods manufactured using full costing and variable variable costing costing methods to determine the selling price of Chelsilo mark-up pricing Banana Chips MSME. This research employed a MSMEs quantitative descriptive approach by collecting data directly from the enterpriseAos financial records and JEL Classification M41 production activities. The results show that the M11 enterpriseAos existing calculation produced a cost of IDR 65,376 per kilogram with a selling price of IDR 80,000 per Received 3 September 2025 Using the full costing method resulted in IDR Revised 19 September 2025 74,820 per kilogram, while the variable costing method Accepted 20 September 2025 resulted in IDR 68,485 per kilogram. Determining the Published 21 September 2025 selling price using the mark-up method produced a selling price of IDR 89,784 per kilogram . % mark-u. under full costing and IDR 82,866 per kilogram . % mark-u. under variable costing. These findings highlight the importance of accurate cost allocation methods to improve pricing decisions and profitability for MSMEs. A2025 Ricky Wati. David P. Saerang. Natalia Y. Telly Gerungai This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Pendahuluan Lingkungan bisnis yang semakin kompleks dan kompetitif serta pesatnya perkembangan teknologi belakangan ini menjadi aspek yang sangat krusial dalam mengelola sebuah bisnis. Kemampuan dalam menguasai teknologi dalam mengolah informasi terkini menjadi penting bagi keberlangsungan perusahaan dalam menghadapi kompleksnya persaingan. Pelaku usaha, termasuk UMKM, harus beradaptasi dengan cara baru dalam memasarkan produk dan mengelola bisnisnya. Di satu sisi, kemajuan ini membuka peluang besar melalui jangkauan konsumen yang lebih di sisi lain, pelaku usaha juga dituntut lebih cermat dalam mengelola biaya dan menentukan harga jual agar tetap kompetitif dan memperoleh laba yang berkelanjutan. Berbagai penelitian telah menunjukkan pentingnya pengelolaan biaya produksi bagi keberhasilan UMKM. Harefa et al. dan Rembet et al. , 2025 membahas penerapan metode full costing untuk menghitung harga pokok produksi, sedangkan Yustitia & Adriansah . fokus pada pendampingan UMKM dalam penentuan HPP dan harga jual. Namun, penelitian-penelitian tersebut umumnya membahas salah satu metode perhitungan biaya saja atau hanya memberikan panduan umum. Masih jarang penelitian yang secara langsung membandingkan metode full costing dan variable costing pada UMKM sektor makanan ringan berbasis desa untuk melihat dampaknya terhadap harga pokok produksi dan harga jual. Celah inilah yang menjadi dasar penelitian ini, yaitu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang metode mana yang lebih sesuai dan bagaimana hasilnya bagi UMKM. Penelitian ini menjadi penting karena banyak UMKM yang masih menghitung biaya produksi secara sederhana tanpa memperhitungkan komponen penting seperti depresiasi aset atau biaya overhead variabel. Praktik ini sering membuat harga jual tidak mencerminkan biaya sesungguhnya sehingga laba yang diperoleh tidak optimal. Bagi UMKM yang sedang tumbuh, seperti Kripik Pisang Chelsilo di Minahasa Utara, kesalahan dalam menentukan biaya pokok produksi dapat menjadi hambatan serius dalam menjaga kelangsungan dan daya saing usaha. Penelitian ini menghadirkan kebaruan dengan melakukan analisis langsung terhadap data aktual UMKM Kripik Pisang Chelsilo menggunakan dua metode perhitungan biaya yaitu full costing dan variable costing, serta menerapkan pendekatan mark-up untuk menentukan harga jual. Pendekatan ini jarang dilakukan pada penelitian UMKM sektor makanan ringan berbasis lokal sehingga dapat menjadi contoh praktis bagi UMKM lain di Indonesia. Berdasarkan latar belakang, urgensi, dan kesenjangan penelitian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. harga pokok produksi dengan metode full costing dan variable costing serta menentukan harga jual yang paling sesuai bagi UMKM Kripik Pisang Chelsilo. Hasilnya diharapkan tidak hanya memperkaya literatur akuntansi biaya pada skala UMKM tetapi juga menjadi panduan praktis bagi pelaku usaha dalam meningkatkan akurasi perhitungan biaya dan memperkuat daya saing produk mereka di Tinjauan Akuntansi manajemen Merupakan bidang akuntansi yang berhubungan dengan pelaporan keuangan untuk para pengguna internal yang merupakan pihak yang mempunyai banyak kepentingan dengan system akuntansi yang dihasikan serta merupakan pihak yang diberikan tanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan perusahaan, (Dunia et al. , 2. Menurut Susianto dan Srinawati . , akuntansi manajemen memiliki fungsi dan manfaat yaitu: Menyediakan sumber data dan informasi keuangan yang relevan untuk kepentingan manajemen. Menyediakan alat analisa baik bersifat kualitatif yang berupa formula-formula Menyediakan berbagai bentuk teknik dan sarana yang diperlukan untuk mengukur performance . yang telah dicapai maupun prestasi perusahaan secara keseluruhan. Menyediakan alat-alat untuk penetapan dan pelaporan pertanggung jawaban untuk masing-masing unit kerja yang ada di dalam perusahaan. Untuk menyediakan alat-alat pengawasan jalannya perusahaan. Untuk menyediakan system informasi bagi pihak eksternal. Untuk mengkoordinasi berbagai kegiatan dalam perusahaan. Menurut Kholmi . akuntansi manajemen merupakan bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyediaan informasi bagi manajemen untuk mengelola suatu organisasi . dan membantu dalam memecahkan masalah-masalah khusus yang dihadapi suatu organisasi. Menurut Hariyani . akuntansi manajemen adalah laporan keuangan yang disusun untuk menghasilkan informasi yang berguna bagi pihak internal perusahaan atau manajemen yang digunakan untuk pengambilan keputusan, informasi tersebut dapat berupa kebijakan-kebijakan yang tidak dipublikasikan untuk pihak eksternal. Akuntansi biaya Akuntansi biaya adalah bagian dari akuntansi manajemen yang merupakan salah satu bidang khusus akuntansi yang menekankan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. pada penentuan dan pengendalian biaya. (Dunia et al. , 2. Akuntansi biaya berperan dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan. Akuntansi biaya mengukur, menganalisis dan melaporkan informasi keuangan dan non keuangan yang terkait dengan biaya perolehan atau penggunaan sumber daya dalam suatu organisasi. (Atichasari dan Dharmayanti, 2. Menurut Lantjo dan Jamali . Sistem informasi akuntansi biaya merupakan suatu alat atau sarana yang dapat membantu manajemen perusahaan atau organisasi untuk : Menetapkan sasaran laba perusahaan secara keseluruhan. Menetapkan target laba setiap unit kerja/departemen. Mengevaluasi efektifitas rencana perusahaan. Mengevaluasi kegagalan dan keberhasilan. Menganalisis hasil evaluasi untuk penyesuaian dan pebaikan agar tujuan atau sasaran perusahaan/organisasi dapat dicapai dengan sebaik-baiknya. Menurut Husain . akuntansi biaya bertujuan mengkomunikasikan baik informasi keuangan maupun nonkeuangan kepada manajemen untuk memudahkan kegiatan perencanaan, pengendalian, dan evaluasi sumber daya dan akuntansi biaya menyediakan informasi yang memungkinkan manajemen mengambil keputusan berdasarkan informasi yang Biaya . Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Dalam artian sempit biaya dapat diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva. Untuk membedakan pengertian biaya dalam arti luas, pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva ini disebut dengan istilah kos. Istilah kos juga digunakan untuk menunjukkan pengorbanan sumber ekonomi dalam pengolahan bahan baku menjadi produk. Suatu biaya dapat diukur dalam jumlah uang yang harus dibayarkan dalam rangka mendapatkan barang atau jasa. Mulyadi . Menurut Dewi . biaya adalah suatu pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan akan memberikan manfaat baik sekarang maupun yang akan datang. Sedangkan beban . adalah suatu pengorbanan sumber ekonomi yang ditujukan untuk memproleh pendapatan pada periode dimana beban itu terjadi atau merupakan bagian dari harga perolehan yang dibebankan dalam rangka memperoleh Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Biaya adalah pengorbanan sumber daya yang diukur dalam satuan uang, yang mana hal tersebut telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi dalam upaya perusahaan untuk memperoleh barang atau jasa (Purwaji & Muslim, 20. Biaya merupakan pengukur, dalam unit moneter, suatu sumber ekonomis yang digunakan atau dikorbankan untuk tujuan tertentu (Juliastuti, 2. Harga Pokok Produksi (Cost of Good Manufacture. Menurut Atichasari dan Dharmayanti . , penentuan harga pokok adalah bagaimana memperhitungkan biaya kepada suatu produk atau pesanan atau jasa, yang dapat dilaksanakan dengan cara memasukan seluruh biaya produksi atau hanya memasukan unsur biaya produksi variabel saja. Harga pokok produksi meliputi semua biaya dan pengorbanan yang perlu dikeluarkan dan dilakukan untuk menghasilkan produk jadi (Harefa, et al. , 2. Harga pokok produksi merupakan pengobanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan terjadi untuk memperoleh penghasilan (Purwanto. Harga pokok produksi adalah biaya manufaktur yang berkaitan dengan barang-barang yang diselesaikan dalam periode tertentu (Satriani & Kusuma, 2. Harga Pokok Produksi (HPP) adalah suatu kegiatan pencatatan, penggolongan serta peringkasan biaya yang dikeluarkan dalam pembuatan produk. Penentuan HPP berfungsi sebagai suatu cara untuk mengetahui segala pengeluaran dalam membuat suatu produk. Penentuan HPP juga berfungsi sebagai dasar dalam menentukan harga jual produk dengan perhitungan laba yang diinginkan. Harga pokok produksi juga dapat menjadi acuan bagian manajemen dalam mengambil keputusan perusahaan (Yustitia & Adriansah, 2. Metode Penelitian merupakan jenis penelitian kuantitatif pendekatan studi kasus untuk menganalisis perhitungan harga pokok produksi dan penetapan harga jual pada UMKM Kripik Pisang Chelsilo. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk menggambarkan kondisi aktual proses produksi dan struktur biaya secara sistematis berdasarkan data keuangan yang tersedia. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas: Data primer, berupa hasil observasi langsung dan wawancara dengan pemilik/pegawai UMKM terkait proses produksi, jenis biaya, dan harga jual. Data sekunder, berupa catatan keuangan, laporan biaya produksi, serta referensi teori dan literatur akuntansi biaya dan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Hasil dan Data dikumpulkan melalui: Observasi lapangan untuk memperoleh data biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead tetap, dan biaya overhead variabel. Dokumentasi catatan keuangan UMKM, termasuk bukti pembelian bahan baku, pembayaran tenaga kerja, dan data aset tetap untuk menghitung depresiasi. Wawancara semi-terstruktur dengan pemilik usaha untuk memastikan keakuratan data biaya serta memahami kebijakan penentuan harga jual yang sedang diterapkan. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah berikut: Mengidentifikasi seluruh komponen biaya produksi . ahan baku, tenaga kerja langsung, overhead tetap, dan overhead Menghitung harga pokok produksi menggunakan metode full costing dan variabel costing. Menentukan harga jual berdasarkan hasil perhitungan harga pokok produksi dengan metode mark-up sesuai target laba yang diinginkan UMKM. Membandingkan hasil ketiga metode . etode perusahaan, full costing, dan variabel costin. untuk mengetahui selisih biaya dan implikasinya terhadap harga jual dan margin laba. Hasil Berdasarkan hasil dokumtasi dan observasi yang dilakukan pada umkm kripik pisang chelsilo, peneliti memperoleh data berdasarkan catatan keuangan dari umkm kripik pisang chelsilo, sebagai pendukung untuk menentukan harga pokok produksi dengan metode full costing dan variabel costing untuk menentukan harga jual kripik pisang chelsilo. Data yang digunakan peneliti adalah catatatan keuangan pada bulan November 2024. Perhitungan harga pokok produksi menurut perusahaan Tabel 1. Perhitungan harga pokok produksi menurut perusahaan No Keterangan Total Pengeluaran Biaya Bahan Baku Rp. Biaya Tenaga Kerja Rp. Biaya Overhead Rp 850. Total Rp. Jumlah Produksi Per November 44,9 kg Harga Pokok Produksi per Kg kripik pisang Rp. Sumber: Data olahan, 2025 Perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan UMKM chelsilo menghasilkan nilai sebesar Rp65. Kemudian menetapkan harga jual sebesar Rp80. 000 dengan selisih sebesar Rp14. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Bahan baku Bahan baku untuk memproses pengolahan kripik pisang adalah, pisang, gula pasir, gula batu, bawang putih, penyedap rasa, garam. Tabel 2. Biaya bahan baku Bahan Baku Pisang groho Gula Pasir Gula Batu Bawang Putih Penyedap Rasa Garam Jumlah Sumber: Data Olahan, 2025 November 2024 Berdasarkan tabel 2 perolehan biaya bahan baku, dapat disimpulkan bahwa pada bulan November biaya bahan baku yang di keluarkan sebesar Rp1. 000, untuk kapasitas produksi 44,9 Kg kripik pisang. Biaya tenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja pada umkm kripik pisang Chelsilo dibayarkan per hari kerja dengan Rp. 000, dengan tenaga kerja sebanyak 1 orang. Tabel 3. Biaya tenaga Kerja Bulan Total Hari Kerja Jumlah Pekerja November 9 Hari 1 orang Total Pembayaran Sumber: Data Olahan, 2025 Biaya overhead pabrik tetap Tabel 4. Biaya overhead pabrik tetap Harga Harga Umur Keterangan Unit perolehan ekonomi per unit Bangunan Kompor gas Wajan Blender Timbangan Ember Jumlah Biaya depresiasi dalam satu tahun Jumlah biaya depresiasi dalam satu bulan Sumber: Data olahan, 2025 Beban Beban Rp. Rp. Berdasarkan tabel 4 dapat disimpulkan bahwa total biaya depresiasi dalam satu tahun mencapai Rp. 500, kemudian untuk biaya depresiasi dalam satu bulan berada di angka Rp. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. umkm chelsilo memiliki aset tetap berupa bangunan yang dijadikan tempat dapur produksi kripik pisang dengan nilai bagunan Rp. dalam proses produksi kripik pisang, pekerja membutuhkan 1 buah kompor gas dan 2 buah wajan penggorengan yang digunakan untuk menggoreng kripik pisang dan mencampur dengan bahan tambahan untuk memberikan varian rasa pada kripik pisang. Timbangan digunakan untuk menakar kripik pisang pada saat memasuki proses pengemasan, ember digunakan untuk merendam pisang untuk membersihkan kotoran beserta gerah pisang yag berasal dari kulit pisang. Yang terakhir kulkas digunakan untuk menyimpan sisa bahan dalam pembuatan kripik pisang. Biaya overhead variabel Tabel 5. Biaya Overhead Pabrik Variabel No Keterangan Kuantitas Listrik Gas Pouch Plastik Minyak Goreng Stiker Total Biaya overhead pabrik variabel Sumber: Data olahan, 2025 Total Pembayaran Rp 50. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Biaya overhead variabel adalah biaya yang berubah sesuai volume produksi yang dihasilkan oleh perusahaan. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tabel 6. Perhitungan biaya produksi dengan menggunakan metode full Jenis Biaya Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Tetap Bangunan Kompor gas Penggorengan Blender Kulkas Timbangan digital Ember Biya overhead Pabrik Variabel Listrik Gas Pouch Plastik Minyak Goreng Stiker Harga Pokok Produksi Jumlah Produksi Per November Harga Pokok Produksi per Kg kripik pisang Total Biaya 44,9 kg Sumber: Data olahan, 2025 Berdasarkan tabel diatas, perhitungan harga pokok produksi kripik pisang Chelsilo dengan menggunakan metode full costing, memperoleh hasil sebesar Rp74. Perhitungan Harga Pokok Produksi menggungakna metode Variabel Costing. Tabel 7. Perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode variabel Jenis Biaya Total Biaya Biaya Bahan Baku Rp. Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp. Biya overhead Pabrik Variabel Listrik Rp 50. Gas Rp. Pouch Rp. Plastik Rp. Minyak Goreng Rp. Stiker Rp. Harga Pokok Produksi Rp. Jumlah Produksi Per November 44,9 kg Harga Pokok Produksi per Kg kripik pisang Rp. Sumber: Data olahan, 2025 Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Perhitungan harga pokok produksi pada umkm kripik pisang chelsilo dengan menggunakan metode variabel costing, memperoleh hasil sebesar Rp68. Perhitungan harga jual menggunakan metode mark up. Setelah menghitnga harga pokok produksi berdasarkan metode full costing dan variabel costing, melakukan perhitungan lanjutan berdasarkan hasil tersebut untuk menentukan harga jual untuk produk kripik pisang chelsilo. Mark up = Keuntungan x 100% Harga pokok produksi Harga Jual = Harga Pokok Produksi (Biaya bahan Baku x Mark U. - Perhitungan harga harga jual dengan hasil dari metode Full Costing. Perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing memperoleh nilai sebesar Rp. Mark up = Rp. 000 x 100% Rp. Mark up = 0,20 x 100% Mark up = 20% Harga Jual = Rp74. (Rp74. x 20%) Harga jual = Rp74. (Rp14. Harga Jual = Rp89. Perhitungan mark up menghasilkan keuntungan sebesar Rp14. 968 dengan presentase sebesar 20%. Dengan harga pokok produksi menggunakan metode full costing yang menghasilkan nilai sebesar Rp74. 820/KG kripik pisang, maka akan menghasilkan nilai jual sebesar Rp89. - Perhitungan harga harga jual dengan hasil dari metode variabel Perhitungan dengan harga pokok dengan menggunakan metode variabel costing menghasilkan nilai sebesai Rp68. Mark up = Rp15. 000 x 100% Rp68. Mark up = 0. 21 x 100% Mark up = 21% Harga Jual = Rp68. 485 (Rp. 485 x 21%) Harga Jual = Rp68. 485 (Rp. Harga Jual = Rp82. Perhitungan mark up menghasilkan keuntungan sebesar Rp14. 381 dengan presentase sebesar 21%. Dengan harga pokok produksi menggunakan metode variabel costing yang menghasilkan nilai Rp68. 485/KG kripik pisang, maka akan menghasilkan nilai jual sebesar Rp82. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Perbandingan metode perusahaan dengan metode full costing dan variabel costing. Tabel 8. Perbandingan metode perusahaan dengan metode full costing dan variabel costing Harga Harga Presentase Jual No Keterangan Pokok Keuntungan Mark Up Produksi Metode Perusahaan Metode Full Costing Metode Variabel Costing Sumber: Data olahan, 2025 Tabel diatas menunjukan hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode full costing memperoleh harga pokok produksi paling tinggi dengan nilai Rp74. 820 dengan harga jual sebesar Rp89. %) dengan keuntungan sebesar Rp14. kemudian perhitungan dengan menggunakan metode variabel costing menunjuakan nilai yang tidak lebih tinggi dari metode full costing yaitu sebesar Rp68. 485 dengan harga jual sebesar Rp82. %) dengan keuntungan sebesar Rp14. Perhitungan harga pokok produksi yang digunakan oleh perusahaan menunjukan hasil yang paling kecil dari kedua metode sebelumnya dikarenakan variabel-variabel yang dihitung dalam perhitungan harga pokok produksi pada perusahaan tidak dilakukan dengan lebih rinci seperti kedua metode tersebut. Pembahasan Dengan hasil perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing dan variabel costing untuk menentukan harga jual pada UMKM kripik pisang Chelsilo menghasilkan pebedaan dengan selisih Rp6. Metode full costing menghasilkan nilai harga pokok produksi lebih tinggi dengan nilai sebesar Rp74. 820, sedangkan penggunaan metode varibel costing menghasilkan nilai harga pokok produksi lebih kecil dengan nilai sebesar Rp68. Terjadinya perbedaan hasil antara kedua metode tersebut adalah karena penggunaan metode full costing untuk menentukan harga pokok produksi melakukan perhitungan lebih rinci dengan memperhitungkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik tetap dan biaya overhead pabrik variabel, sedangkan penggunaan metode variabel costing untuk menentukan harga pokok produksi hanya memperhitungkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead variabel. Harga Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. pokok produksi menurut perhitungan UMKM chelsilo sebesar Rp65. 376, memiliki perolehan hasil yang berbeda dengan metoe full costing yang memperoleh hasil dengan nilai Rp74. 820, dan metode variabel costing dengan nilai Rp. perbedaan terjadi karena metode yang digunakan UMKM chelsilo yang tidak menghitung secara rinci dan tepat untuk keseluruhan pengeluaran yang dilakukan untuk menekan biaya produksi sekecil mungkin. Keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan adalah sebesar Rp15. 000, yang kemudian mendapatkan harga jual sebesar Rp80. 376, dibulatkan menjadi Rp80. 000, dengan menggunakan metode full costing dengan perhitungan harga jual dengan metode mark up maka menghasilkan harga jual yang lebih tinggi sebesar Rp89. 784, dan metode variabel costing dengan perhitungan harga jual dengan metode mark up yang lebih kompetitif dengan nilai Rp82. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan UMKM Kripik Pisang Chelsilo selama ini masih sederhana dan belum memasukkan seluruh komponen biaya penting, seperti depresiasi aset dan biaya overhead Akibatnya, harga pokok produksi yang dihitung UMKM (Rp65. 376 per k. lebih rendah dibandingkan hasil perhitungan dengan metode yang lebih lengkap. Ketika metode full costing diterapkan, harga pokok produksi mencapai Rp74. 820 per kg, sedangkan metode variable costing menghasilkan Rp68. 485 per kg. Selisih ini muncul karena metode full costing memperhitungkan seluruh biaya tetap dan variabel, sedangkan metode variable costing hanya menghitung biaya Perhitungan harga jual dengan pendekatan mark up menunjukkan metode full costing menghasilkan harga jual Rp89. per kg . ark up 20%), sedangkan metode variable costing menghasilkan Rp82. 866 per kg . ark up 21%). Hasil ini menunjukkan betapa pentingnya bagi UMKM untuk menghitung biaya produksi secara lebih teliti agar harga jual yang ditetapkan benar-benar mencerminkan biaya yang dikeluarkan dan laba yang diharapkan. Penelitian ini sekaligus memberikan gambaran nyata bahwa metode akuntansi biaya yang tepat dapat membantu pelaku usaha kecil memperkuat daya saing produk, mengoptimalkan laba, dan menjaga keberlanjutan usaha. Daftar Dewi. Akuntansi biaya. Umsida Press. Dunia. Abdullah. & Sasongko. Akuntansi biaya. Edisi ke-5. Salemba Empat Harefa. Zebua. , & Bawamenewi. Analisis biaya produksi dengan menggunakan metode full costing dalam Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. perhitungan harga pokok produksi. Jurnal Akuntansi. Manajemen Dan Ekonomi (JAMANE), 1. , https://jamane. com/index. php/journal/article/vie w/36 Hariyani. Akuntansi manajemen: Teori dan aplikasi. Aditya Media Publishing. Husain. Buku ajar akuntansi biaya. CV. Cahaya Arsh Publisher & Printing. Juliastuti. Parameter penentu biaya operasi dan pemeliharaan CV. Penerbit Qiara Media. Kholmi. Akuntansi manajemen. UMMPress. Lantjo. & Jamali. Akuntansi biaya: Perencanaan dan Gramedia Pustaka Utama. Mulyadi. Akuntansi biaya. Edisi ke-5. UPP STIM KPN. Purwaji. , & Muslim. Akuntansi biaya Edisi 3. Salemba Empat Purwanto. Analisis harga pokok produksi menggunakan metode full costing dalam penetapan harga jual. Journal of 4. , https://jurnal. id/index. php/JAMA/article/view /2402 Rembet. Budiarso. , & Korompis. Analisis penerapan penentuan harga jual menggunakan metode cost plus pricing dengan pendekatan full costing pada Kopi Chuseyo Manado. Manajemen Bisnis Dan Keuangan Korporat, 3. , 405Ae420. https://doi. org/10. 58784/mbkk. Satriani. , & Kusuma. Perhitungan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan terhadap laba penjualan. Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 4. , 438453. https://journal. id/index. php/mea/article/view/523 Susianto. , & Srinawati. Akuntansi manajemen. Bintang Pustaka Madani Yustitia. , & Adriansah,. Pendampingan penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) dan harga jual pada UMKM di Desa Sawahkulon. Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3. , https://ejournal. id/index. php/abdimas_ekon/articl e/view/2506/