Jurnal Etikonomi Vol. 12 No. 1 April 2013 PENGUKURAN KINERJA PERBANKAN SYARIAH DENGAN PENDEKATAN BALANCE SCORECARD Nurul Huda. Ivo Sabrina & Efendy Zain Universitas Yarsi Jakarta Abstract. Islamic Banking Performance Measurement Using Balance Scorecard Approach. The aim of this research is to measure the performance of Islamic banking using balance scorecard. Performance of Islamic Banking is seen with the Balanced Scorecard is used there are four perspectives, namely: finance, banking / internal business perspective, learning and growth, however in this study used only three perspektif , minus the customer's perspective. The third perspective is transformed into the five components of performance measurement variable Banking. The result of this research is learning and growth perspective for shariah compliance, legal, and institution has a very good score. For fundraising, financing performance and services for Islamic banking shariah compliance perspective has a good score. From financial report and social legitimacy has a good score. Keywords: Islamic banking, performance, balanced scorecard Abstrak. Pengukuran Kinerja Perbankan Syariah Dengan Pendekatan Balance Scorecard. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kinerja dari perbankan syariah menggunakan balance scorecard. Kinerja perbankan syariah dengan menggunakan balance scorecard menggunakan empat perspektif, yaitu keuangan, perspektif perbankan/internal bisnis, pembelajaran dan pertumbuhan, namun dalam kajian ini menggunakan tiga perspektif dikurangi dengan perspektif konsumen. Ketiga perspektif tersebut ditransformasikan dalam lima komponen pengukuran kinerja. Hasil yang didapat dari penelitian ini ialah dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan untuk kinerja kepatuhan syariah, legalitas dan kelembagaan memiliki nilai sangat baik. Untuk penghimpunan, penyaluran dana dan jasa dalam perspektif kepatuhan terhadap prinsip syariah memiliki nilai baik. Dan dari pelaporan keuangan dan legitimasi sosial memiliki nilai baik. Kata Kunci: perbankan syariah, kinerja, balance scorecard PENGUKURAN KINERJA PERBANKAN SYARIAH DENGAN. PENDAHULUAN Industri Perbankan merupakan sektor yang paling banyak diatur dan diawasi . ighly regulated and supervised industr. Ini tentu saja masuk akal karena dana-dana yang dihimpun dari masyarakat yang dikembangkan melalui berbagai bentuk pembiayaan dan investasi harus dapat dipertanggung Jika tidak, maka dampaknya bukan hanya dana-dananya yang akan menjadi hilang, melainkan juga bencana ekonomi akan menimpa dan menghancurkan perekonomian Negara. Hal inilah yang membawa kita pada satu kenyataan akan petingnya pengaturan dan pengawasan bagi lembaga keuangan syariah. Selain pengawasan dan regulasi pada bank syariah kinerja dan eksistensinya perlu ditinjau baik dari segi keuangan, kegiatan perbankan serta pembelajaran dan pertumbuhan. Sistem perbankan memelihara dana masyarakat dan menyediakan sebagian besar dana yang dibutuhkan perekonomian. Selain itu perbankan umum secara tidak langsung merupakan alat bagi Bank Sentral dalam melaksanakan kebijakan moneter. Kemampuan sistem perbankan melakukan tugas ini dengan efisiensi dan efektif sangat tergantung pada kenerja Perbankan Syariah. Kesehatan faktor-faktor permodalan . , aset quality . ualitas ase. , management . , earning . , liquidity . , dan sensitivity to market risk . ensivitas terhadap risiko pasa. /CAMELS. CAMELS tak ubahnya sama dengan tolok ukur kinerja tradisional yang mendominasi pengukuran rasiorasio keuangan dengan informasi laporan keuangan khususnya laba sebagai bahan pertimbangan untuk mengukur kinerja suatu organisasi. Dari penilaian di atas maka menjadi suatu perhatian khusus untuk membuat suatu penilaian terhadap kenerja perbankan syariah dari kegiatan perbankan syariah yang memberikan pengaruh yang positif terhadap kenerja perbankan penilaian ini bisa ditinjau oleh publik. Dari kondisi tersebut di atas Perbankan Syariah perlu melakukan suatu terobosan baru dalam meningkatkan kinerja dan eksistensi lembaga di tengah masyarakat, karena tanggung jawab yang dipikul bukan hanya kepada pemilik dana dan regulator lembaga tetapi Jurnal Etikonomi Vol. 12 No. 1 April 2013 juga kepada Allah SWT. Perbankan Syariah yang akuntabel dan transparan serta sikap profesional dalam pengelolaan dana masyarakat. Mulai banyaknya hadir lembaga perbankan syariah menimbulkan masalah terutama terkait tata kelola dan kepercayaan masyarakat. Pengelolaan dana masyarakat belum dilakukan secara optimal dan kurang professional. Sehingga kepercayaan masyarakat untuk menginvestasikan dana-nya pada Perbankan Syariah menjadi rendah. Oleh karena itu perlu metode pengukuran kinerja Perbankan Syariah, apakah sudah mengelola lembaganya secara amanah dan professional berdasarkan syariat dan peraturan undang-undang yang telah dikeluarkan pemeritah. Masyarakat Indonesia terkenal sebagai masyarakat yang mayoritas beragama Islam, namun dalam mengoptimalkan lembaga keuangan syariah sebagai media transaksi dan investasi saat ini belum begitu terwujud secara Hal ini terkait dengan tata kelola, kepercayaan masyarakat dan kinerja perbankan syariah yang tidak dapat terpantau secara objektif oleh masyarakat umum. Berdasarkan uraian diatas maka penelitian ini akan mengukur kinerja bank syariah dalam mengelola dana masyarakat, dengan studi komparatif 4 . Bank Umum Syariah yang dijadikan sampel penelitian ini. Sesuai dengan latar belakang di atas penelitian ini bertujuan untuk : Mengetahui kenerja balance scorecard dalam pencapaian menggerakkan kinerja non keuangan, yaitu pelanggan . , internal bisnis . nternal business proces. , dan pembelajaran dan pertumbuhan . earning and growt. METODE Data penelitian ini dari data sekunder. Data sekunder diperoleh dengan hasil laporan Annual Report dari Bank Umum Syariah, laporan GCG Perbankan Syariah. Profil lembaga dan Stuktur Organisasi yang diterbitkan kepada masyarakat umum di media website dan juga melakukan studi kepustakaan dengan mempelajari buku-buku, kajian ilmiah dan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan perbankan syariah dan, standarisasi operasional system serta alat ukur kinerja perbankan syariah. PENGUKURAN KINERJA PERBANKAN SYARIAH DENGAN. Teknik pengolahan dan analisis data secara umum menggunakan statistik deskriptif dan table kontingensi yang ditampilkan dalam nilai presentase, angka, kolom, baris dan total. Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan skala pengukuran yang disajikan dalam bentuk table. Kinerja Bank Syariah tersebut dilihat dengan Balanced Scorecard ada empat perspektif yang digunakan, yaitu: kegiatan perbankan serta/Perspektif bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan. Namun dalam penelitian ini hanya tiga perpsektif yang digunakan, minus perspektif Ketiga perspektif ini di transformasikan pada lima komponen yang menjadi variabel pengukuran kinerja Perbankan. Kelima komponen tersebut adalah . Kinerja kepatuhan syariah, legalitas dan kelembagaan . kinerja manajemen . kinerja keuangan . pelaksanaan prinsip syariah. Keempat komponen diberikan bobot untuk menghasilkan penilaian yang lebih adil, karena pembobotan atas masing-masing aspek menjadi penting sesuai dengan peran masing-masing aspek terhadap kinerja empat BUS yang menjadi objek penelitian. Bobot tertinggi sebesar 40% adalah pada aspek kinerja Manajemen karena aspek ini adalah unsur utama dari penerapan tata yang baik . ood corporate governanc. untuk meningkatkan kepercayaan dari masyarakat yang berdampak pada peningkatan kegiatan Tabel 1. Pembobotan Komponen Penilaian Kinerja Optimal Komponen Penilaian Bobot (%) Kinerja Kepatuhan Syariah. Legalitas dan Kelembagaan Kinerja Keuangan Kinerja Manajemen Pelaksanaan Prinsip Syariah Total Bobot 30% pada aspek penilaian Kinerja Kepatuhan Syariah. Legalitas dan Kelembagaan. Aspek kinerja ini mempunyai peran utama dalam legitimasi lembaga keuangan syariah. Bobot 15% masing-masing diberikan pada aspek Layanan dan Pelaporan Keuangan. Aspek Layanan merupakan kinerja optimal dalam memberikan layanan syariah pada nasabah, sedangkan aspek laporan Jurnal Etikonomi Vol. 12 No. 1 April 2013 Keuangan dalam penilaian kinerja Balance Scorecard ini, bukan menjadi proritas utama pengukuran kinerja Bank Syariah. Tabel 2. Nilai rating dari setiap angka Nilai minimal dan nilai maksimal per aspek ( Skala . 9,50 9,00 8,50 8,00 7,50 7,00 Nilai a a a AA- Nilai minimal dan nilai maksimal per aspek ( Skala . 6,50 6,00 5,50 5,00 4,50 4,00 Nilai Ab b b- Nilai minimal dan nilai maksimal per aspek ( Skala . 3,50 3,00 2,50 2,00 1,50 1,00 Nilai BB BBc c c- Total skor pengukuran diperoleh dari penjumlahan dari skor per Sedangkan skor per indikator merupakan penjumlahan skor dari tiap detail indikator. Adapun skor per-detail indikator dibuat dalam bentuk persentase dan dikalikan dengan bobot per indikator. Nilai diberikan dalam bentuk angka . Ae . dan huruf, dimana nilai kinerja Bank Syariah per indikator dan total nilai kinerja diperoleh melalui perkalian skor per indikator dan total skor kinerja dengan nilai maksimal . Hal ini dapat dilihat dari tabel 2 dan tabel 3 sebagai berikut: Tabel 3. Predikat Nilai Komposit Komparasi Kinerja Prima Bank Umum Syariah Nilai Komposit Predikat Komposit Sangat Baik Cukup Baik 6,00 O Nilai Komposit O 5,00 Baik Kurang Baik Tidak Baik O Nilai Komposit O 8,00 8,00 O Nilai Komposit O 6,00 5,00 O Nilai Komposit O 3,00 3,00 O Nilai Komposit O 1,00 PEMBAHASAN Bank Muamalat Indonesia PT Bank Muamalat Indonesia Tbk didirikan pada 24 Rabius Tsani 1412 H atau 1 Nopember 1991, diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Indonesia, dan memulai kegiatan operasinya pada 27 Syawwal 1412 H atau 1 Mei 1992. Dengan dukungan nyata dari eksponen Ikatan PENGUKURAN KINERJA PERBANKAN SYARIAH DENGAN. Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha Muslim, pendirian Bank Muamalat juga menerima dukungan masyarakat, terbukti dari komitmen pembelian saham Perseroan senilai Rp 84 miliar pada saat Perseroan. Selanjutnya, silaturahmi peringatan pendirian tersebut di Istana Bogor, diperoleh tambahan komitmen dari masyarakat Jawa Barat yang turut menanam modal senilai Rp 106 miliar. Tabel 4. Pengukuran Kinerja Bank Muamalat Komponen Penilaian Kinerja Kepatuhan Syariah. Legalitas dan Kelembagaan Kinerja Keuangan Kinerja Manajemen Pelaksanaan Prinsip Syariah Overall Sumber : Bank Muamalat data diolah Bank Syariah Mandiri (%) Nilai Angka Huruf a AA Kehadiran BSM sejak tahun 1999, sebagai tindak lanjut dari keputusan merger. Bank Mandiri melakukan konsolidasi serta membentuk Tim Pengembangan Perbankan Syariah. Pembentukan tim ini bertujuan untuk mengembangkan layanan perbankan syariah di kelompok perusahaan Bank Mandiri, sebagai respon atas diberlakukannya UU No. 10 tahun 1998, yang memberi peluang bank umum untuk melayani transaksi syariah . ual banking Tim Pengembangan Perbankan Syariah pemberlakuan UU tersebut merupakan momentum yang tepat untuk melakukan konversi PT Bank Susila Bakti dari bank konvensional menjadi bank Oleh karenanya. Tim Pengembangan Perbankan Syariah segera mempersiapkan sistem dan infrastrukturnya, sehingga kegiatan usaha BSB berubah dari bank konvensional menjadi bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah dengan nama PT Bank Syariah Mandiri sebagaimana tercantum dalam Akta Notaris: Sutjipto. SH. No. 23 tanggal 8 September 1999. Jurnal Etikonomi Vol. 12 No. 1 April 2013 PT Bank Syariah Mandiri hadir, tampil dan tumbuh sebagai bank yang mampu memadukan idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani, yang melandasi kegiatan operasionalnya. Harmoni antara idealisme usaha dan nilai-nilai rohani inilah yang menjadi salah satu keunggulan Bank Syariah Mandiri dalam kiprahnya di perbankan Indonesia. BSM hadir untuk bersama membangun Indonesia menuju Indonesia yang lebih baik. Hasil perhitungan kinerja Bank Syariah Mandiri dapat dilihat pada tabel di bawah ini Tabel 5. Pengukuran Kinerja Bank Syariah Mandiri Komponen Penilaian Kinerja Kepatuhan Syariah. Legalitas dan (%) Nilai Angka Kelembagaan Kinerja Manajemen Kinerja Keuangan Pelaksanaan Prinsip Syariah Overall Sumber : Bank Syariah Mandiri, data diolah Huruf a a a AA a Bank BNI Syariah Dengan berlandaskan pada Undang-undang No. 10 Tahun 1998, pada tanggal tanggal 29 April 2000 didirikan Unit Usaha Syariah (UUS) BNI dengan 5 kantor cabang di Yogyakarta. Malang. Pekalongan. Jepara dan Banjarmasin. Selanjutnya UUS BNI terus berkembang menjadi 28 Kantor Cabang dan 31 Kantor Cabang Pembantu. Di dalam Corporate Plan UUS BNI tahun 2000 ditetapkan bahwa status UUS bersifat temporer dan akan dilakukan spin-off tahun 2009. Rencana tersebut terlaksana pada tanggal 19 Juni 2010 dengan beroperasinya BNI Syariah sebagai Bank Umum Syariah (BUS). Realisasi waktu spin off bulan Juni 2010 tidak terlepas dari faktor eksternal berupa aspek regulasi yang kondusif yaitu dengan diterbitkannya UU No. 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan UU No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Disamping itu, komitmen Pemerintah terhadap pengembangan perbankan syariah semakin kuat dan kesadaran terhadap keunggulan produk perbankan PENGUKURAN KINERJA PERBANKAN SYARIAH DENGAN. syariah juga semakin meningkat. Hasil perhitungan kinerja BNI Syariah dapat dilihat pada tabel di bawah ini Tabel 6. Pengukuran Kinerja BNI Syariah Komponen Penilaian Kinerja Kepatuhan Syariah. Legalitas dan Kelembagaan 2 Kinerja Keuangan 3 Kinerja Manajemen 4 Pelaksanaan Prinsip Syariah Overall Sumber : BNI Syariah, data diolah Bank BCA Syariah (%) Nilai Angka Huruf a AA a a PT. Bank BCA Syariah berdiri dan mulai melaksanakan kegiatan usaha dengan prinsip-prinsip syariah setelah memperoleh izin operasi syariah dari Bank Indonesia Keputusan Gubernur No. 12/13/KEP. GBI/DpG/2010 tanggal 2 Maret 2010 dan kemudian resmi beroperasi sebagai bank syariah pada hari Senin tanggal 5 April 2010. Kepemilikan saham PT Bank BCA Syariah adalah sebagai berikut : . PT Bank Central Asia Tbk. : 296. 299 lembar saham . ,9997%) , . PT BCA Finance : 1 lembar saham . ,0003%) BCA Syariah mencanangkan untuk menjadi pelopor dalam industri perbankan syariah Indonesia sebagai bank yang unggul di bidang penyelesaian pembayaran, penghimpun dana dan pembiayaan bagi nasabah perseorangan, mikro, kecil dan menengah. Masyarakat yang menginginkan produk dan jasa perbankan syariah yang berkualitas serta ditunjang oleh kemudahan akses dan kecepatan transaksi merupakan target dari BCA Syariah. Hasil perhitungan kinerja BCA Syariah dapat dilihat pada tabel di bawah ini Tabel 7. Pengukuran Kinerja BCA Syariah Komponen Penilaian Kinerja Kepatuhan Syariah. Legalitas dan Kelembagaan Kinerja Keuangan Kinerja Manajemen (%) Nilai Angka Huruf AAb a Jurnal Etikonomi Vol. 12 No. 1 April 2013 Komponen Penilaian Pelaksanaan Prinsip Syariah Overall Sumber : BCA Syariah, data diolah Perbandingan Kinerja Bank Umum Syariah (%) Nilai Angka Huruf Dari empat Bank Umum Syariah yang diteliti dapat dibuat analisis perbandingan sebagaimana yang tercantum dalam tabel 7 Dari tabel ini terlihat dengan menggunakan metode yang sama memperoleh nilai bahwa kinerja kepatuhan syariah, legalitas dan kelembagaan, mempunyai nilai rata-rata Kinerja Prima 9. 23, dengan predikat komposit Sangat Baik, sedangkan untuk kinerja Manajemen dengan nilai rata-rata 6. Kinerja Keuangan dengan nilai rata-rata 8,8, dan Kinerja Perspektif Layanan Perbankan dengang nilai rata-rata 1, tiga kategori kinerja ini dengan predikat komposit Baik. Tabel 8. Perbandingan BUS Menurut Masing-masing Kinerja Kinerja Kepatuahan Syariah, legalitas dan Kelembagaan . %) Kinerja Manajemen Kinerja Keuangan . %) BUS Bank Muamalat a3. 2 BB a BSM 00 a 4 a 0 a BNI Syariah 9. a AA BCA Syariah a 8 b AANilai Kinerja Sangat Prima Baik Baik Baik Sumber : Bank Muamalat. BSM. BNI. BCA Syariah, data diolah Perspektif Layanan Perbankan . %) AA a a Baik Berdasarkan hasil penilaian kinerja keempat Bank Umum Syariah ini, maka sebagai kesimpulan dapat dibuat peringkat. Dari tabel ini dapat lihat bahwa peringkat terbaik kinerja prima dapat dilihat ialah Bank Syariah Mandiri. Hal ini terjadi salah satunya karena Bank Syariah Mandiri didukung sepenuhnya oleh Bank Mandiri selaku bank induknya. Apabila kita perbandingkan dengan Bank Muamalat yang saat ini telah menjadi milik asing PENGUKURAN KINERJA PERBANKAN SYARIAH DENGAN. jika melihat dari komposisi saham yang ada, tentu perkembangannya pun menjadi kurang fleksibel. Tabel 9. Peringkat Bank Umum Syariah Menurut Kinerja Prima Bank Umum Syariah Nilai Total Peringkat Katagori Bank Muamalat Baik BSM a Sangat Baik BNI Syariah Baik BCA Syariah Baik Sumber : Bank Muamalat. BSM. BNI. BCA Syariah, data diolah Aditya . melakukan pengukuran kinerja dengan metode balance score card di Bank Syariah Mandiri, dimana penilaian dilakukan dengan melihat empat perspektif, yaitu: perspektif finansial, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan serta pembelajaran. Dalam menilai prestasi kerja PT. Bank Syariah Mandiri dilihat dari Perspektif Finansial, penulis menggunakan metode Rasio Likuiditas. Rasio Aktivitas. Rasio Leverage, dan Rasio Profitabilitas dengan data Laporan Keuangan PT. Bank Syariah Mandiri periode yang terdiri dari Neraca dan Laporan Laba-Rugi. Dalam menilai Perspektif Pelanggan yaitu penulis menggunakan kuesioner Kepuasan menilai prestasi kerja PT. Bank Syariah Mandiri dari Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran, perusahaan dapat mengukur produktifitas karyawan serta kemampuan perusahaan yang cepat dan akurat. Kinerja perusahaan dapat dilihat dari Perspektif Finansial, menurut Rasio Likuiditas secara umum adalah baik, hal ini dapat terlihat dari kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek pada tahun 2006 sebesar 166,59 % dan menunjukkan efisiensi modal kerja yang ada atau dikatakan perusahaan likuid. Penelitian yang dilakukan oleh Al-Fakkar . yang meneliti tentang kinerja BPRS Amal Mulia yang mengukur dari empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif nasabah, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Dari hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa dari perspektif keuangan adalah baik, serta rasio BOPO Jurnal Etikonomi Vol. 12 No. 1 April 2013 cenderung mengalami penurunan yang berarti baik. Kemudian dari perspektif nasabah adalah baik. Sedangkan dari perspektif proses bisnis internal adalah baik, dimana inovasi strategi mengalami peningkatan dan proses operasi pembiayaan mengalami percepatan. Terakhir dari perspektif pertumbuhan dan pembelajaran adalah buruk, yaitu tingkat produktivitas karyawan meningkat dan pembelajaran adalah buruk, yaitu tingkat produktivitas karyawan meningkat dan karyawan merasa puas bekerja di bank, akan tetapi retensi karyawan mengalami peningkatan. SIMPULAN Berdasarkan pengolahan data dan hasil analisis kinerja Bank Umum Syariah dengan mengacu pada permasalahan dan tujuan penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa Kinerja Bank Syariah tersebut dilihat dengan Balanced Scorecard diperoleh penilaian kinerja dari hasil penelitian mengenai nilai kinerja empat Bank Umum Syariah dengan menggunakan metode yang Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan, untuk Kinerja Kepatuhan syariah,legalitas dan kelembagaan, masing-masing memiliki nilai Sangat Baik. Kinerja Manajemen memiliki Nilai Baik. Kinerja Penghimpunan Dan Penyaluran Dana Serta Pelayanan Jasa dalam Perspektif Layanan Perbankan Pelaksanaan Prinsip Syariah, masing-masing bank memiliki nilai Baik. Perspektif Keuangan pada laporan keuangan dan Kinerja legitimasi sosial, masing masing memiliki nilai kenerja Baik. PUSTAKA ACUAN