Fonetik Artikultatoris . Akustis . FONETIK: ARTIKULATORIS. AKUSTIS DAN AUDITORIS SERTA PENGAJARANNYA Nur Fadly Hermawan wawansj96@gmail. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun Kuswoyo koesahmad@gmail. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun Wildan NafiAoi nafiwildan@gmail. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun Abstrak: Fonetik adalah bagian fonologi yang mempelajari cara menghasilkan bunyi bahasa atau bagaimana suatu bunyi bahasa diproduksi oleh alat ucap Sedangkan fonemik yaitu kesatuan bunyi terkecil suatu bahasa yang berfungsi membedakan makna. Fonetik merupakan salah satu bagian kajian dari ilmu linguistik. Fonetik sendiri merupakan kajian tentang bunyibunyi bahasa tanpa melihat apakah bunyi-bunyi tersebut membedakan makna atau tidak. Bunyi bahasa sendiri dapat dibedakan atas tiga macam, yakni fonetik artikulatoris, fonetik akustik, dan fonetik organis. Beberapa metode yang diharapkan mampu untuk pembelajaran fonetik kepada siswa. Metode ini disebut ear training dan speaking training, yaitu metode dengan cara menyampaikan pelajaran bahasa asing melalui latihan-latihan mendengarkan kemudian diikuti dengan latihan-latihan mengucapkan katakata dan kalimat dalam bahasa sing yang sedang dipelajari. Kemudian disusul latihan membaca Kata Kunci: Fonetik. Artikulator. Akustik. Organis PENDAHULUAN Fonologi adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari bunyi-bunyi bahasa yang membedakan arti. 1 fonologi adalah bagian tata bahasa atau bidang ilmu bahasa yang menganalisis bunyi bahasa secara umum. Istilah fonologi ini berasal dari gabungan dua kata Yunani yaitu phone yang berarti Soeparno. Dasar-Dasar Linguistik Umum (Yogyakarta: PT Taiara Wacana, 2. , 80. El Wahdah. Volume 2 Nomor 1. Juni 2021 Fonetik Artikultatoris . Akustis . bunyi dan logos yang berarti tatanan, kata, atau ilmu disebut juga tata Akan tetapi, bunyi yang dipelajari dalam Fonologi bukan bunyi sembarang bunyi, melainkan bunyi bahasa yang dapat membedakan arti dalam bahasa lisan ataupun tulis yang digunakan oleh manusia. Bunyi yang dipelajari dalam Fonologi kita sebut dengan istilah fonem. Fonologi mempunyai dua cabang kajian,Pertama, fonetik yaitu cabang kajian yang mengkaji bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa direalisasikan atau dilafalkan. FONETIK DAN METODE PENGAJARANNYA Fonetik Fonetik merupakan ilmu yang mempelajari bunyi bahasa tanpa menghiraukan perbedaan makna atau arti. 3 Fonetik merupakan ilmu yang menyelidiki dan berusaha merumuskan secara teratur tentang hal ikhwal bunyi bahasa. Bagaimana cara terbentuknya. berapa frekuensi, intensitas, timbrenya sebagai getaran udara dan bagaimana bunyi itu diterima oleh Fonetik dibedakan menjadi tiga cabang, yaitu fonetik artikulatoris, fonetik akustis dan fonetik auditoris. Fonetik Artikulatoris Peneliti bahasa, atau pelajar dan pengajar bahasa, karena fonetik memberikan kepada mereka kepandaian mengucapkan bahasa serta mencatat apa yang didengarnya dari seorang informan. Untuk itu mereka diharuskan mempelajari alat ucap dalam menghasilkan bermacam-macam bunyi bahasa. Cabang fonetik ini mempelajari tentang alat-alat ucap dan gerakannya yang dapat kita amati atau kita rasakan tanpa peralatan atau pengetahuan khusus. Alat bicara Sebenarnya tidak ada aggota badan yang khusus digunakan untuk berbicara. Anggota badan yang menghasilkan bunyi kebetulan berguna untuk tujuan itu, tetapi sebenarnya, mempunyai tugas-tugas lain yang dilihat dari segi kehidupan merupakan tugas utamanya, yakni tugas pernapasan, penciuma dan pencernaan Lebih dari setengah badan manusia dari kepala sampai ke lambung, dibutuhkan untuk menghasilkan bunyi bahasa. Ada tiga kelompok bagian tubuh yang bekerja sama untuk tujuan itu: satu kelompok yang terletak di rongga badan yang disebut system Ibid. Ibid, 80. Marsono. Fonetik (Yogyakarta: Gadjah Mada University Pres, 1. , 1. Zainuddin. Pengetahuan Kebahasaan: Pengantar Lingustik Umum (Surabaya: Usana Offset Printing, 1. , 30. El Wahdah. Volume 2 Nomor 1. Juni 2021 Fonetik Artikultatoris . Akustis . satu kelompok di tenggorokan yang disebut sisitem dan satu system di dalam kepala yang disebut Secara garis besar bagian tubuh kita yang erat kaitannya dengan ujaran itu adalah dada, tenggorokan, mulut, dan Adapun anggota tubuh yang berperan dalam menghasilkan bunyi bahasa, yaitu :7 . Paru-paru . Tenggorokan . Pangka tenggorokan . Pita suara . ocal cord. Krikoid . Tiroid . Aritenoid . Rongga anak tekak . Epiglotis . Akar lidah . oot of tangu. Punggung lidah . Tengah lidah . Daun lidah . Ujung lidah . Anak tekak . Langit-langit lunak . Langit-langit keras . Gusi . Gigi atas . Gigi bawah . Bibir atas . Bibir bawah . Mulut . Rongga mulut . outh cavit. Rongga hidung . asal cavit. Chaedar Alwasilah. Linguistik Suatu Pengantar (Bandung: Penerbit ANgkasa, 2. , 102. http://febrilina13. com/ diakses tanggal 22 Maret 2014 El Wahdah. Volume 2 Nomor 1. Juni 2021 Fonetik Artikultatoris . Akustis . Terjadinya bunyi Bunyi bahasa terjadi karena bergetarnya pita suara sebab tertiup adara dari paru-paru yang kemudian diteruskan keluar lewat mulut atau hidung. Pita suara yang terdiri atas dua lembara tipi situ mempunyai empat macam kemungkinan sikap atau . Posisi pita suara yang satu dengan yang lain terbuka atau Posisi ini tidak menghasilkan bunyi, biasanya terjadi pada saat bernafas biasa. Posisi antara pita suara yang satu dengan yang lain rapat. Posisi ini tidak menghasilkan bunyi , akan tetapi apabila udara ditiupkan kencang akan terjadi semacam bunyi letupan keras, misalnya bunyi batuk. Posisi pita suara yang satu dengan yang lain agak berimpit. Posisi ini menghasilkan bunyi ujar, yaitu bunyi pada saat kita berbicara biasa. Posisi pita suara yang satu dengan yang lain tertutup rapat, sebagian berimpit, dan sebagian lagi terbuka. Posisi ini menghasilkan bunyi yang lembut, misalnya bisikan. Soeparno. Dasar-Dasar Linguistik . , 82. El Wahdah. Volume 2 Nomor 1. Juni 2021 Fonetik Artikultatoris . Akustis . Samsuri membagi proses artikulasi yang melahirkan bermacam-macam bunyi bahasa itu menjadi kepada dua cara:9 . Secara relatif, hembusan udara dari paru-paru keluar tidak mendapat hambatan atau rintangan. Artikulasi demikian akan mengghasilkan bunyi Aebunyi VOKOID atau vocal. Hembusan udara dari paru-paru keluar mendapatkan hambatan atau rintangan. artikulasi demikian akan menghasilkan bunyi KONTOID atau konsonan. Klasifikasi Bunyi Sebagaimana telah dijelaskan bahwa terjadinya bunyi bahasa itu disebabkan adanya hembusan udara dari paru-paru. Adapun macan macam bunyi bahasa dan sifatnya ditentukan oleh ada tidaknya hambatan dalam jalannya arus udara, cara dan tempat terjadinya hambatan, dan melalui rongga mana udara itu mengalir ke luar. Faktor-faktor ini menjadi dasar pengklasifikasian bunyi Ae bunyi bahasa. Vocal Vocal dapat diklasifikasikan berdasarkan tinggi rendahnya lidah, bagian lidah bergerak struktur dan bentuk . Berdasarkan tinggi rendahnya lidah, vocal dibagi menjadi Samsuri. Analisis Bahasa (Jakarta: Erlangga, 1. , 95-96. Abdul MuAoin. Analisis Kontrastif: Bahasa Arab & Bahasa Bahasa Indonesia (Jakarta: PT Pustaka Al-Husna Baru, 2. , 54-60. El Wahdah. Volume 2 Nomor 1. Juni 2021 Fonetik Artikultatoris . Akustis . Vocal tinggi, misalnya dalam bahasa arab kasrah qasirah dengan rumus /i/, kasrah tawilah denngan rumus /i:/, dhammah qasirah dengan rumus /u/ dan dhammah tawilah dengan rumus /u:/. Dalam bahasa Indonesia /i/ dan /u/. Vocal madya,misalnya dalam bahasa arab fathah qasirah dengan rumus /o/ dan dalam bahasa Indonesia /e/,/o/ , /o/. Vocal rendah, misalnya dalam bahasa arab fathah tawilah dengan rumus /y/. Berdasarkan lidah yang bergerak. Vocal depan, yaitu vocal yang dihasilkan oleh gerakan peranan turun naiknya lidah bagian depan, misalnya dalam bahasa Arab kasrah qasirah. /i/, kasrah tawilah : /i:/ dan fathah tawilah : /y/. Dalam bahasa Indonesia /i/ dan /e/. Vocal tengah, yaitu vocal yang dihasilkan oleh gerakan peranan lidah bagian tengah, misalnya dalam bahasa Arab fathah qasirah /o/. Dan dalam bahasa Indonesia /OC/. Vocal belakang, yaitu vocal yang dihasilkan oleh peranan turun naiknya lidah bagian belakang. Misalnya dalam bahasa arab damah qasirah: /U/ dan damah qasirah : /U:/. Dan dalam bahasa Indonesia /u/ dan /o/. Berdasarkan struktur Struktur adalah keadaan hubungan posisional arrikulator aktif dengan articulator pasif. Striktur vocal ditentukan oleh jarak lidah dengan langit-langit. Vocal tertutup, dibentuk dengan lidah diankat setinggi mungkin mendekati langit-langit. Seperti kasrah qasirah /i/, kasrah tawilah /i:/, dammah qasirah /u/ dan dammah tawilah /u:/. Vocal semi tertutup, dibentuk dengan lidah diangkat sampai ktinggian sepertiga di bawah vocal tertutup. Seperti fathah qasirah /o/. Vocal semi terbuka, dibentuk dengan lidah diangkat pada ketinggian sepertiga diatas vocal tertutup. Vocal terbuka, dibentuk dengan lidah dalam posisi serendah mungkin. Seperti fathah tawilah: /y/. Berdasarkan bentuk bibir. Berdasarkan bentuk bibir sewaktu vocal diucapkan, maka dibedakan menjadi: Vocal bulat, diucapkan dengan bentuk bibir bulat. Contohnya, tokoh, otot. El Wahdah. Volume 2 Nomor 1. Juni 2021 Fonetik Artikultatoris . Akustis . Posisi netral, dalam arti tidak bulat tetapi juga tidak terbentang lebar. Vocal tak bulat, diucapkan dengan bentuk bibir tidak bulat atatu terbentang lebar. Misalnya dalam bahasa Indonesia /i/, /e/, /a/ dan dalam bahasa aran /i/, /i:/. Konsonan Konsonan biasanya dibedakan berdasarkan unsur-unsur pembentuknya, yaitu cara hambat, rongga yang dilalui aliran udara, empat hambat, hubungan antara articulator aktif dan pasif, dan bergetar tidaknya pita suara. Cara hambat . Konsonan letup, adalah konsonan yang terjadi dengan hambatan penuh arus udara kemudian hambatan itu dileaskan secara tiba-tiba. Bunyi-bunyi yang termasuk dalam konsonan letup adalah huruf /b/, /d/, /j/, /g/, /p/. /t/, /c/,/k/. Dan dalam bahasa arab meliputi ,. A C EA,AA,AA Konsonan geseran, konsonan yang dibentuk dengan menyempitkan jalannya arus udara yang dihembuskan dari paru-paru, sehingga jalannya terhalang dan keluar dengan bergeser. Dalam bahasa Indonesia seperti huruf //, /v/, /s/, /sy/, /h/, /kh/, /x/. Sedangkan dalam bahasa arab meliputi huruf AA NA . Konsonan peduan, proses terjadinya dengan menghambat penuh arus udara dari paru-paru , kemudian hambatan itu dilepaskan secara bergeser. Dalam bahasa arab yang termasuk jenis konsonan ini adalah huruf AIA . Konsonan tengah-tengah, merupakan konsonan yang tidak masuk dalam konsonan letup maupun geseran. Meliputi huruf /w/, /y/ /l/,/r//m/, /ny/, /ng/. Sedangkan dalam bahasa arab meliputi huruf A E O OA . Bergetar tidaknya pita suara. Berdasrkan bergetar tidaknya pita suara, konsonan dibedakan menjadi: Konsonan bersuara atau majhur, yaitu apabila pita suara turut bergetar. Dalam bahasa Indonesia meliputi bunyi /b/, /d/, /j/, /g/, /q/,/z/, /m/m /n/, /ny/, /r/, /l/, /w/, /y/. Sedangkan dalam bahasa arab meliputi A OA AOIIEA Konsonan tak bersuara atau mahmus, apabila pita suara tidak turut bergetar. Yang termasuk dalam bunyi ini Ibid , 62-71. El Wahdah. Volume 2 Nomor 1. Juni 2021 Fonetik Artikultatoris . Akustis . adalah /p/,/t/, /c/, /k/, /f/, /s/, /sy/, /x/, /h/. Sedangkan dalam bahasa arab meliputi bunyi AA E C I A a . Tafkhim. Tafkhim berarti mengucapkan konsonan secara Veralisasi merupakan gerakan penyerta terhadap pengucapan bunyi di temapat yang lain, yang melahirkan kualitas bunyi tertentu yang mewarnai bunyi tertentu yang diucapkan di tempat yang lain tadi. Hal ini terjadi pada pengucapan bunyi A A C A . Tempat hambat Berdasarkan tempat hambat, maka bunyi konsonan dibedakan menjadi 11 macam : Bilabial (Syafataniya. Konsonan ini terbentuk dari pertemuan antara bibir bawah sebagai articulator aktif dan biir atas sebagai articulator pasif. Bunyi yang termasuk bilabial yaitu /b/, /p/,/m/, /w/. Dan dalam bhasa arab meliputi AOA AIA Labio-dental ( Syafahiyah Asnaniya. Konsonan ini terjadi apabila articulator aktifnya bibir bawah dan articulator pasifnnya gigi atas. bawah ditekankan pada gigi depan atas sehingga terjadi penyempitan udara. Bunyi konsonan yang terbentuk adalah /f/, /v/ dan dalam bahasa arab terjadi pada bunyi AOA Inter-dental ( baina asnaniya. Konsonan ini terjadi dengan meletakkan ujung lidah sebagai articulator aktif di antara gigi atas dan gigi bawah sebagai bsempurna. Konsonan yang terbentuk adalah A A . Apico-alveolars . alqi lasaw. Konsonan ini dibentuk dengan sentuhan ujung lidah . rticulator akti. kepada gusi . rticulator pasi. , sehingga menyababkan penyempitan ruangan jalannya udara, kemudian udara bergeser pelan-pelan tanpa Bunyi yang lahir adalah /s/,/r/, /z/, dan dalam bahasa arab adalah bunyi AA A . Apico-dental alveolars (Zalqi Lasawi Asnan. Konsonan ini dibentuk dengan menempelkan ujung lidah pada pangkal gigi atas di depan gusi. Konsonan yang terbentuk adalah /t/, /d/, /l/, /n/, dan dalam bahasa arab meliputi A E A El Wahdah. Volume 2 Nomor 1. Juni 2021 Fonetik Artikultatoris . Akustis . ronto palatals ( Tarfi Gari ) Konsonan ini dihasilkan dari penekanan daun lidah pada langit-langit keras. Yang termasuk konsonan ini adalah /j/, /c/, /sy/, /ny/, dan dalam bahasa arab yaitu AA edio patatals . asti gar. Konsonan ini terbentuk dari naiknya bagian tengah ke arah langit-langit keras tetapi tidak sampai Konsonan macam ini adalah /y/ dan AOA orso Velars (Qusa Tabaq. Konsonan ini terbentuk ketika pangkal lidah menekan langit-langit. Konsonan macam ini adalah /g/, /k/, /kh/ dan dalam bahasa arab adalah AE A orso Uluvars (Qusa Tabaq. Konsonan ini dihasilkan dari pertemuan antara pangkal lidah dengan anak tekak, sehingga udara terhambat secara sempurna. Konsonan semacam ini hannya ada satu yaitu ACA oot Pharyngeals (Jazari Halq. Konsonan ini terbentuk dari mendekatnya akar lidah kepada dinding rongga kerongkongan, tetapi tidak sampai menyentuhnya. Konsonan macam ini adalah A A lottal (Hanjar. Konsonan ini dilahirkan dari merapatnya dua pita suara, sehingga udara dari paru-paru terhambat. Termasuk konsonan ini adalah /h/, dan dalam bahasa arab adalah AN A El Wahdah. Volume 2 Nomor 1. Juni 2021 Fonetik Artikultatoris . Akustis . Jadi, pelafalan huruf hijaiyah atau huruf arab secara sederhana dapat dilihat pada gambar di bawah ini : onetik Akustis Fonetik akustis mempelajari bunyi bahasa sebagai gelombang artinya artikel-artikel udara dibuat bergerak , dan gerakan itu mendesak partikel-partikel yang lain dan begitu seterusnya sampai membentuk gelombang. Arah gerakan ini kemana saja. AubebasAy. Ada tiga hal yang perlu dibahas disini, yaitu frekuensi, amplitude, dan Gerakan-gerakan partikel secara gelombang itu berirama, artinya berjalan secara ritmis. Ritmenya diukur dengan frekuensi persatuan waktu, secara tradisioanal diukur dengan satuan detik. Gelombang dapat berupa AubiasaAy atau AumurniAy, dapat juga berupa AurumitAy seperti gelombang yang terdiri atas gelombang-gelombang yang bergerak bersamma-sama tetapi dengan frekuensi berbeda. Gelombang rumit selanjutnya dibedakan sebagai yang periodis dan Perbedaan antara gelombang rumit dan periodis dan yang turbulen penting untuk fonetik. Vocal senantiasa merupakan gelombang rumit yang periodis, sedangkan konsonan adalah gelombang delombang rumit yang turbulen. Apa yang ditangkap telinga sebagai AukerasnyaAy bunyi secara akustis berpangkal pada luasnya gelombang udara . dan Verhar. Asas-AsasLinguistik Umum (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2. , 20-24. El Wahdah. Volume 2 Nomor 1. Juni 2021 Fonetik Artikultatoris . Akustis . bersifat netral terhadap frekuensi. Amplitude akan berkurang menurut jarak dari sumber bunyi. Bila anda tekan kunci piano, udara yang dihasilkan akan semakin keras ketika mendekati sumber Hal ini terjadi karena amplitude akan berkurang menurut jarak yang dijalani meskipun frekuensinya sama. Resonansi terjadi apabila suatu benda bergetar karena pengaruh suatu bunyi, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh suatu Misalnnya ketika kunci piano ditekan,dan terdapat gelas yang berdekatan dengan piano tersebut, kemungkinan besar gelas yang berdekatan dengan piano akan ikut bergabung di dalam pergetaran udara yang ditimbulkan oleh piano. Alat resonansi tidak perlu merupakan benda paadat tetap dapat berupa gumpalan udara. onetik Auditoris Fonetik Auditoris menyelidiki bunyi bahasa sebagai suatu yang diterima oleh pendengaran. Bunyi itu diterima melalui saluran pendengaran yang berhubungan dengan telinga luar. Bila udara masuk ke telinga , gendang pendengaran turut bergetar dengannya. Berhubungan dengan ini ada tulang yang fungsinya menyampaikan getaran-getaran dari gendang pendengar kepada cairan yang ada pada telinga bagian dalam. Karena gerakan tulang tadi maka getarangetaran gendang menyebabkan getaran dalam cairan itu. Yang berhubungan erat dengan hal ini ialah syaraf-syaraf yang menuju ke daerah pendengaran di otak. Gerakan-gerakan cairan inilah yang menyebabkan kita mendengar. Zainuddin. Pengetahuan Kebahasaan . , 31-32. El Wahdah. Volume 2 Nomor 1. Juni 2021 Fonetik Artikultatoris . Akustis . Metode Pengajaran Fonetik Metode ini mengutamakan ear training dan speaking training, yaitu cara menyampaikan pelajaran bahasa asing melalui latihan-latihan mendengarkan kemudian diikuti dengan latihan-latihan mengucapkan katakata dan kalimat dalam bahasa sing yang sedang dipelajari. Kemudian disusul latihan membaca. Langkah-langkah pekaksanaan metode fonetik :14 Pertama, guru membacakan bacaan bahasa asing di depan kelas, atau memutar bacaan dari kaset. Siswa mendengarkan dan mempraktikan baik-baik bacaan dengan cermat, dengan memperhatikan langgam dan intonasi, serta gerak-gerik mimic tertentu dalam bacaan. Kedua, seri-seri dalam bacaan hendaknya di susun sedemikian rupa hingga menjadi bahan bacaan yang sempurna/berkelanjutan. Ketiga, guru dapat menghentikan menghentikan seri bacaan tertentu jika dianggap sudah selesai dan dikusai anak dididk, dilanjutkan seri berikutnya. Keempat, setelah pelajaran membaca selesai latihan percakapan dapat dilakukan. Dimulai dari bacaan yang sifatnya sederhana menuju yang komplek. Kelima, untuk memperjelas ucapan percakapan, metode ini dianjurkan menggunakan alat peraga atau media pengajaran. Keenam, pada setiap akhir materi pelajaran, guru hendaknya memberikan latihan-latihan praktis membaca dan latihan percakapan pada masing-masing anak didik, dan jangan lupa, guru dapat memberikan berbagai caatan-catatan khusus, kesimpulan dan juga nasihat berupa motivasi untuk belajar dengan rajin. Kelebihan-kelebihan metode fonetik:15 Pertama, metode ini mengajarkan kemampuan membaca anak didik dengan lancer dan fasih sekaligus kemampuan percakapan, banyak latihan-latihan dialog dan menulis . Kedua, siswa menyimak kesalahan bacaan dan percakapan dari guru atau teman sekelasnya, untuk kemudian diperbaiki letak Kekurangan-kekurangan metode fonetik: Pertama. Metode ini memerlukan kesungguhan dan keahlian dari pihak guru disamping perencanaan waktu yang matang. Ahmad Izzan. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab (Bandung: Humaniora, 2. , 91-92. Ahmad Muhtadi Ansar. Pengajaran Bahasa Arab: Media dan MetodeMetodenya (Yogyakarta: Teras, 2. , 71-72. El Wahdah. Volume 2 Nomor 1. Juni 2021 Fonetik Artikultatoris . Akustis . Kedua, pada tingkat pemula, metode ini masih sulit diterapkan terutama bagi anak yang belummemiliki bekal bahasa asing yang memadai, sebab itu guru harus mengajar secara komunikatif. Ketiga, kalau seri-seri pelajaran tidak disusun sedemikian rupa,maka pelajaran dan penguasaan materi bagi siswa menjadi mengambang, oleh sebab itu, pengaturan waktu dan materi hendaknya diatur edemikian rupa sehingga keduanya dapat dikuasai. PENUTUP Pengertian fonetik adalah bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari tata bunyi/kaidah bunyi dan cara menghasilkannya. Fonetik ini ada 3 macam yaitu fonetik artikulatoris. Fonetik Artikulatoris : Fonetik yang melihat bunyi bahasa dari segi cara menghasilkannya. Fonetik Akustis: Fonetik yang melihat bunyi dari segi maujudnya sebagai gelombang bunyi Fonetik auditoris : Fonetik yang melihat bunyi bahasa dari segi penangkapan. Dalam kajian lingustik banyak mengkakji masalah fonetik artikulatoris. Sedangkan fonetik akustis dan auditoris tidak dikaji secara mendalam. Ada salah satu metode yang diharapkan mampu untuk pembelajaran fonetik kepada siswa. Metode ini disebut ear training dan speaking training, yaitu metode dengan cara menyampaikan pelajaran bahasa asing melalui latihan-latihan mendengarkan kemudian diikuti dengan latihan-latihan mengucapkan kata-kata dan kalimat dalam bahasa sing yang sedang Kemudian disusul latihan membaca DAFTAR PUSTAKA